E-Journal IAI Ngawi (Institut Agama Islam)
Not a member yet
734 research outputs found
Sort by
Peran Metode Montessori dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia Dini: Studi Literatur
Independence in early childhood is a critical aspect of social-emotional development and decision-making, yet systematic evidence regarding the influence of the Montessori method on child independence across different contexts remains limited. This study aims to synthesize the impact of Montessori through a literature review of national and international research. The analyzed literature includes journal articles from the last five years and relevant books from the last ten years, focusing on guided freedom, practical life activities, and the teacher’s role as a facilitator.
The synthesis reveals that the Montessori method consistently supports self-regulation, decision-making, and personal responsibility in children, both locally and internationally. Teachers play a crucial role in providing proportional guidance, allowing children to learn independently while staying on track. The study also identifies gaps in the literature, including the lack of systematic comparative studies between national and international findings and limited integration of empirical results with the theoretical Montessori framework. Consequently, this synthesis strengthens the theoretical concept of auto-education and provides practical guidance for early childhood educators in designing learning environments that foster sustainable child independence.Kemandirian anak usia dini merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional dan kemampuan pengambilan keputusan, namun bukti sistematis mengenai pengaruh metode Montessori terhadap kemandirian lintas konteks masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis pengaruh metode Montessori melalui studi literatur nasional dan internasional. Literatur yang dianalisis mencakup jurnal penelitian lima tahun terakhir dan buku relevan sepuluh tahun terakhir, dengan fokus pada prinsip kebebasan terarah, aktivitas practical life, dan peran guru sebagai fasilitator.
Hasil sintesis menunjukkan bahwa metode Montessori secara konsisten mendukung regulasi diri, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab personal anak, baik dalam konteks lokal maupun lintas budaya. Peran guru terbukti krusial dalam memberikan bimbingan proporsional sehingga anak dapat belajar mandiri namun tetap terarah. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan literatur terkait minimnya studi komparatif nasional dan internasional serta keterbatasan integrasi antara temuan empiris dengan kerangka teoretis Montessori. Dengan demikian, sintesis ini memperkuat kerangka auto-education dan memberikan dasar praktis bagi pendidik PAUD dalam merancang pembelajaran yang mendorong kemandirian anak usia dini secara berkelanjutan
TASAWUF DALAM PANDANGAN HASAN HANAFI (SEBUAH UPAYA PEMBACAAN ULANG KONSEP TASAWUF)
Barat terbukti maju di semua lini, sementara timur mengalami kemunduran, hal ini memicu berbagai kalangan terutama dari cendekiawan muslim untuk menawarkan berbagai teori yang mendorong timur bisa maju, sebut saja Rasyid Ridho, M. Arkoun, Abid Jabiri, Muhammad Abduh, Hasan Al Abanna dan lain sebagainya. termasuk dalam pembahasan ini akan membahas sebuah tawaran yang datangnya dari Hasan Hanafi melalui sebuah teori pembacaan ulang (rekontruksi) terhadap salah satu khasanah keilmuwan islam yakni tasawuf. Intrepretasi klasik di anggap sebagai salah satu penyebab mundurnya islam, tak pelak Hasan Hanafi mengoreksi itu dengan sudut pandang lain, sehingga muncul intrepretasi yang kekinian dan sejalan dengan semangat pembangunan. khususnya dalam hal ini hasan Hanafi mensoroti konsep tasawuf yang di bangun oleh imam al-ghozali dalam kitab ihya’ ulumuddin. 
PARADIGMA PERILAKU SOSIAL DENGAN PENDEKTAN BEHAVIORISTIK (TELAAH ATAS TEORI BURRHUSM FREDERIC SKINNER)
Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada antar hubungan antara individu dan lingkungannya yang terdiri atas bermacam-macam obyek sosial dan non sosial yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. Teori yang tergabung adalah Teori Behavioral Sociology dan Teori Exchange. Tokoh aliran ini antara lain : BF Skinner dan George Homans. Metode penelitian empiris yang digunakan cenderung ke arah metode kuesioner, interview dan observasi. Variabel penelitian lebih ke Individual. Fokus utama paradigma ini pada hadiah atau penguatan (rewards) yang menimbulkan perilaku yang diinginkan dan hukuman (punishment) yang mencegah perilaku yang tak diinginkan. Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern, Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Dalam perkembangan psikologi belajar, ia mengemukakan teori operant conditioning. Kebangkitannya di seluruh cabang ilmu sosial di zaman modern, ditemukan dalam karya B.F. Skinner, yang sekaligus pemuka exemplar paradigma ini. Ia adalah seorang psikolog Amerika Serikat terkenal dari aliran behaviorisme. Inti pemikiran Skinner adalah setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya. Sistem tersebut dinamakan "cara kerja yang menentukan" (operant conditioning). Setiap makhluk hidup pasti selalu berada dalam proses bersinggungan dengan lingkungannya. Di dalam proses itu, makhluk hidup menerima rangsangan atau stimulan tertentu yang membuatnya bertindak sesuatu. Rangsangan itu disebut stimulan yang menggugah. Stimulan tertentu menyebabkan manusia melakukan tindakan-tindakan tertentu dengan konsekuensi-konsekuensi tertentu
KONSEP POLITIK DAN PEMERINTAHAN DALAM AL-QURAN SERTA IMPLIKASINYA PADA PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA
Tujuan hukum dalam Islam adalah mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemadharatan atas manusia, di antaranya dengan melindungi memelindungi hal-hal dasar yaitu agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan. Tujuan hukum tersebut berlaku pula untuk ekonomi syariah. Ekonomi syariah seyogyanya lahir dari politik hukum pemerintah yang benar-benar ingin mewujudkan kesejahteran dan keadilan ekonomi yang merata kepada mayoritas masyarakat terutama mereka yang tertinggal, tidak mampu, dan miskin. Ekonomi syariah di Indonesia tampaknya baru berbicara secara parsial, yakni baru pada soal konsumsi dan disribusi, sehingga belum dapat diharapkan peran dan kontribusinya yang lebih besar. Ekonomi syariah di Indonesia belum didasarkan pada teori ekonomi yang kuat, definitif, dan paradigmatik, masih sebatas klaim bahwa ia adalah jalan ketiga atau alternatif di antara kapitalisme dan sosialisme
HAK-HAK ISTRI PASCA PERCERAIAN DALAM MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA DAN PROBLEM EKSEKUSI
Putusnya perkawinan sebagaimana pasal 113 Kompilasi Hukum Islam dan pasal 38 UU Nomor 1 Tahun 1974 disebabkan karena: Pertama, kematian; kedua, perceraian; dan ketiga, karena putusan pengadilan. Perceraian yang menyebabkan putusnya perkawinan dibagi dua yaitu cerai talak diajukan suami dan cerai gugat yang diajukan istri. Akibat hukum terjadi atas hak dan kewajiban mantan suami ataupun mantan istri terhadap gugatan cerai talak ataupun cerai gugat. Dalam penelitian ini difokuskan pada perceraian yang terkait dengan pemenuhan hak dan kewajiban nafkah dari mantan suami kepada mantan istri, baik mut’ah, iddah, dan madliyah. Untuk memperkuat dalam melindungi hak-hak istri di depan huum Mahkamah Agung juga mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 tentang pedoman mengadili perkara perempuan berhadapan dengan hukum. Peraturan tersebut berisi berbagai macam pedoman bagi hakim dalam memeriksa perkara yang melibatkan perempuan sebagai para pihaknya. Proses pemeriksaan perkara yang melibatkan perempuanharus benar-benar mengedepankan keadilan gender dan menghilangkan diskriminasi terhadap perempuan
MAFHUM MUWAFAQAH (ARGUMEN A PORTIORI) DAN MAFHUM MUKHALAFAH (ARGUMEN A CONTRARIO) DALAM HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF
Artikel ini membahas tentang metode penemuan hukum Islam, argumen a fortiori (mafhum muwafaqah) dan a contrario (mafhum mukhalafah), dan membandingkannya dengan hukum positif. Meskipun tujuannya sama, yaitu untuk mengisi kekosongan hukum, dengan berlandaskan pada asas “peristiwa yang sama diperlakukan sama, peristiwa yang tidak sama diperlakukan tidak sama,” namun terdapat perbedaan pandangan antara keduanya. Walaupun ada perbedaan, dalam batas umum argumen a fortiori memang identik dengan analogi (qiyas). Dalam tradisi hukum positif, argumen a fortiori adalah analogi itu sendiri. Sedangkan konsep argumen a contrario dalam hukum positif lebih mengimplikasikan permasalahan dengan hanya memberikan batasan pada aspek ketidaksamaan peristiwa dan tidak ada aturan khusus yang mengatur, hal mana berbeda dengan konsep hukum Islam yang telah memberikan batasan secara panjang lebar
EFEKTIFITAS MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR : Evaluasi Belajar, Prestasi Belajar
Abstract: Effective classroom management plays an important role in improving student achievement in elementary schools. This research aims to evaluate the effectiveness of classroom management in improving learning achievement at SDN Kedunggalar 1. The research method used is a case study involving direct observation, interviews and document analysis. The research results show that the implementation of effective classroom management significantly contributes to increasing student learning achievement. These findings provide important implications for the development of better classroom management strategies to improve the quality of education at the primary level.
Keywords: Classroom Management, Learning Achievement, Elementary School
Abstrak: Manajemen kelas yang efektif memainkan peran penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen kelas dalam meningkatkan prestasi belajar di SDN Kedunggalar 1. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen kelas yang efektif secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi manajemen kelas yang lebih baik guna meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar.
Kata Kunci: Manajemen Kelas, Prestasi Belajar, Sekolah Dasa
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA USIA DINI (3-4 TAHUN) MELALUI PERMAINAN KREATIF “OEMAH NUSANTARA” DI PAUD IT HARAPAN UMMAT NGAWI
Bagi anak usia dini, permainan tradisional memiliki banyak manfaat. Tidak hanya minim budget, tetapi juga membantu perkembangan fisik dan mental anak. Diantaranya, merangsang kreativitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, juga menambah wawasan anak usia dini tentang bermacam-macam daerah yang ada di Indonesia. Para psikolog berpikir permainan tradisional dapat mengajarkan keterampilan sosial pemain. Ini adalah perbedaan antara permainan tradisional dan modern. Melalui Alat Permaiana Edukatif “Oemah Nusantara “yang kita kemas dengan tampilan yang semenarik mungkin yang sudah kita inovasi agar lebih mudah diterima oleh anak usia dini dengan konsep modern tetapi tidak meninggalkan unsur tradisional sesuai dengan daerah yang ada di Indonesia Pada metode ini kita memilih metode FGD (Forum Group Discussion). Penelitian dilakukan di PAUD IT HARAPAN UMMAT ISLAM NGAWI, tepatnya di jl. S. Parman, Gang soka, No 42 Ngawi. Kondisi awal di PAUD IT HARUM sebelum di laksanakan praktek bermain mengunakan media “Oemah Nusantara “mayoritas anak mengalami hambatan dalam hal berbicara dan bersosialisasi. Selain itu kurangnya percaya diri anak menjadi salah satu faktor dilakukannya penelitian ini. Permainan “Omah Nusantara” sangat cocok untuk mengatasi permasalahan yang ada di PAUD IT HARUM NGAWI, karena media ini dikemas dengan tampilan menarik yang membuat anak ingin tahu dan semangat untuk belajar. Dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak peneliti menggunakan 4 permainan pada media “Oemah Nusantara” tersebut. Pertama peneliti menyiapkan setting tempat, tempat yang digunakan yaitu ruang aula depan kelas PAUD IT Harapan Ummat Ngawi. Permainan dilakukan secara bergantian dimulai dari kelas PG 1 hingga PG 4. Adapun cara bermainnya yaitu : pertama peneliti memberikan intruksi kepada adat seputar cara bermain media tersebut. Anak lalu mengantri untuk bermain secara bergantian, sekali bermain bisa dimainkan oleh 4 anak sekaligus, kemudian anak bisa memilih rumah adat yang ingin dimainkan. Rata-rata masa konsentrasi anak usia dini yaitu 8-12 menit, sedangkan jangka waktu pembelajaran disekolah lebih panjang. Oleh karena itu peneliti menggunakan media “Oemah Nusantara” dengan harapan bisa meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak, melatih konsentrasi, dan mengendalikan sosem anak usia dini
TINJAUAN FIQH KLASIK TENTANG NAFKAH BAGI ISTRI YANG BEKERJA
Nafkah bagi istri pekerja dalam perspektif fiqh Klasik. Tradisi fiqh klasik, suami berkewajiban memberikan nafkah kepada istrinya berdasarkan pada prinsip-prinsip pemisahan harta antara suami dan istri. Prinsip ini mengikuti alur pikir bahwa suami adalah pencari rezki, sedangkan istri bukanlah pencari rezeki. Yang mana pemahaman bahwa istri bekerja yang harus digantungkan kepada izin dari sang suami ini perlu di kaji kembali dikarenakan para ulama tidak menyebutkan dalil secara jelas atau terang tentang hal ini. Dan juga tidak adanya dalil yang melarang, baik laki-laki maupun perempuan untuk bekerja serta tudak adanya dalil yang tegas tentang keharusan bekerja dengan seizin suami. Begitu juga banyaknya fakta sejarah yang mengungkapkan wanita-wanita yang bekerja atau wanita berkarir di masa Nabi, seperti A’ishah, Ummu Mubashir, dan lain lian
PENGUATAN PEMAHAMAN DAN SOLIDARITAS SANTRI DALAM MEWUJUDKAN PESANTREN RAMAH ANAK DI PP ASSALAM JAMBEWANGI BLITAR
The concept of Child-Friendly Islamic Boarding Schools is present amidst the rampant cases of bullying that often occur in educational environments. Islamic boarding schools as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia are expected to participate in campaigning for education that is friendly to child development. For this reason, PP Assalam Jambewangi Blitar is committed to actively participating in the implementation of child-friendly Islamic boarding schools. The community service activities carried out by the UNIRA Malang Team at PP Assalam Jambewangi Blitar use the Participatory Action Research (PAR) method. With this method, in carrying out team activities, it is hoped that it can involve the active participation of service partners, in this case the Caretakers, Administrators and Students of PP Assalam. The stages of activities in this community service program include: initial condition analysis, focus group discussions, socialization and education, and finally reflection. In the socialization and education activities attended by all residents of the Islamic boarding school, they were introduced to the concept, indicators and stages of implementation of child-friendly Islamic boarding schools. They were also invited to discuss and analyze together about which indicators have been implemented in PP Assalam, so that from several stages of activities carried out, especially in the socialization and education stages, it was concluded that the understanding and solidarity of the Islamic boarding school residents in realizing child-friendly Islamic boarding schools increased and all Islamic boarding school residents were committed to being pro-active and supporting the success of the implementation of child-friendly Islamic boarding schools in PP Assalam Jambewangi Blitar. Keywords: Understanding, Child-Friendly Islamic Boarding Schools, Solidarity, Students.
Abstrak:
Konsep Pesantren Ramah Anak hadir ditengah maraknya kasus perundungan yang kerap terjadi lingkungan pendidikan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia diharapkan turut serta dalam mengkampanyakan pendidikan yang ramah bagi tumbuh kembang anak. Untuk itu PP Assalam Jambewangi Blitar berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam implementasi pesantren ramah anak. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Tim UNIRA Malang di PP Assalam Jambewangi Blitar ini,menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Dengan metode ini maka dalam menjalankan kegiatan tim diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif mitra pengabdian yang dalam hal ini adalah Pengasuh, Pengurus dan Santri PP Assalam. Adapun tahapan kegiatan dalam program pengabdian masyarakat ini meliputi: analisis kondisi awal, focus group discussion, sosialisasi dan edukasi, dan terakhir refleksi. Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dihadiri seluruh warga pesantren, mereka dikenalkan tentang konsep, indikator dan tahapan implementasi pesantren ramah anak. Mereka juga diajak untuk berdiskusi dan menganalisis bersama tentang indikator mana saja yang telah terimplementasi di PP Assalam, sehingga dari beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan, terutama di tahap sosialisasi dan edukasi maka disimpulkan bahwa pemahaman dan solidaritas warga pesantren dalam mewujudkan pesantren ramah anak meningkat dan seluruh warga pesantren berkomitmen untuk pro-aktif dan mendukung kesuksesan implementasi pesantren ramah anak di PP Assalam Jambewangi Blitar. Kata Kunci: Pemahaman, Pesantren Ramah Anak, Solidaritas, Santri