Journal of Authentic Research
Not a member yet
    242 research outputs found

    Perbandingan Karakteristik Fisik Krim Tabir Surya Ekstrak Kulit Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca) dengan Variasi Fase Minyak

    No full text
    Paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan pada kulit, seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya sebagai proteksi kulit sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik fisik krim tabir surya berbahan dasar ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) dengan dua jenis variasi fase minyak, yaitu minyak zaitun (F2) dan parafin cair (F1). Tahapan penelitian mencakup pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, formulasi krim dengan perbedaan fase minyak, serta pengujian karakteristik fisik yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, dan viskositas. Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen sebesar 10,33%. Formula F2 menunjukkan kestabilan pH yang lebih baik (7,33–7,67) dibandingkan F1 (8,33–8,00). Uji homogenitas menunjukkan bahwa F2 tidak mengalami pemisahan fase hingga hari ke-14, sedangkan F1 mulai menunjukkan pemisahan pada hari ke-7. Daya lekat F2 lebih tinggi (6,00±1,00 detik) dibandingkan F1 (4,66±0,50 detik), dan viskositas F2 juga lebih stabil (8026±209,33 cP hingga 8228±225,24 cP) dibandingkan F1 (7832±401,83 cP hingga 7830±364,58 cP). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa minyak zaitun lebih efektif dalam meningkatkan kestabilan dan kualitas fisik krim tabir surya. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi efektivitas nilai Sun Protection Factor (SPF), uji toksikologi, serta stabilitas sediaan dalam jangka panjang guna memastikan keamanan dan efikasi produk secara menyeluruh

    Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas XI.5 Melalui Penggunaan Media Baamboozle dalam Proses Pendidikan Pancasila di SMAN 3 Palembang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik kelas XI.5 pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 3 Palembang. Fokus peningkatan ini diarahkan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, sebuah disiplin ilmu yang memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter dan identitas kebangsaan. Guna mencapai tujuan tersebut, peneliti mengadopsi dan memanfaatkan secara inovatif sebuah media pembelajaran berbasis permainan digital bernama Baamboozle. Studi ini merupakan sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sebuah pendekatan metodologis yang dipilih karena sifatnya yang siklus dan berorientasi pada perbaikan praktik di lapangan. Pelaksanaan PTK ini direncanakan dan dijalankan melalui tiga pertemuan yang berkesinambungan, memungkinkan adanya evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian strategi. Seluruh 38 peserta didik dari kelas XI.5 SMA Negeri 3 Palembang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Komposisi kelas terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 34 siswi perempuan, merepresentasikan populasi yang akan menerima intervensi. Setiap siklus PTK dirancang secara cermat dan sistematis, mencakup empat tahapan esensial: perencanaan yang matang, tindakan implementatif di kelas, observasi yang cermat terhadap dinamika dan respons siswa, serta refleksi mendalam atas hasil dan tantangan yang muncul. Data yang berhasil dikumpulkan sepanjang proses penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Analisis data ini dilakukan dengan menghitung presentase peningkatan minat belajar berdasarkan indikator observasi yang dimiliki. Hasil menunjukkan peningkatan minat belajar dari 48% pada pra siklus, 73% pada siklus 1 menjadi 88% pada siklus 2. Artinya penggunaan media Baamboozle dapat meningkatkan minat belajar peserta didik kelas IX.5.

    Pegembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Sasak Pembelajaran IPAS Kelas IV Gugus VI Praya Tengah

    No full text
    Penggunaan LKPD dalam pembelajaran IPAS memiliki peranan yang sangat penting, salah satunya pada materi “Kekayaan Budaya Indonesia” dengan mengaitkan kearifan lokal. Hal tersebut dikarenakan LKPD dapat membantu siswa lebih memahami materi, namun ketersediaan LKPD berbasis kearifan lokal Sasak belum terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe LKPD dan menghasilkan produk berupa LKPD IPAS berbasis kearifan lokal Sasak yang valid dan praktis untuk kelas IV SDN 1 Jontlak dan SDN 2 Jontlak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D yang terdiri atas 4 tahapan yaitu define (pendefinisian), design (desain), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Jontlak dan SDN 2 Jontlak uji coba kelompok kecil dilakukan pada siswa kelas IV SDN 2 Jontlak  sebanyak 8 orang dan uji coba kelompok besar dilakukan pada siswa kelas IV SDN 1 Jontlak  sebanyak 19 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket). Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan uji validasi ahli materi 88,33% dengan kriteria sangat valid dan hasil uji validasi media mendapatkan hasil 83,92% dengan kriteria valid. Berdasarkan uji kepraktisan menurut tanggapan guru kelas IV SDN 1 Jontlak mendapatkan hasil 93,75% dengan kriteria sangat praktis sedangkan hasil tanggapan guru kelas IV SDN 2 Jontlak mendapatkan hasil 93,75% dengan kriteria sangat praktis. Respon Siswa pada uji coba kelompok kecil pada kelas IV SDN 2 Jontlak mendapatkan hasil 92,70% dengan kriteria sangat praktis sedangkan hasil uji coba kelompok besar pada kelas IV SDN 1 Jontlak mendapatkan hasil 91% dengan kriteria sangat praktis. Dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis kearifan lokal Sasak sudah layak dari aspek valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS siswa kelas IV sekolah dasar

    Teaching English Vocabulary in the Young Learner Classroom: Strategies and Struggless of Islamic Primary School Teachers

    No full text
    In the context of early English language education, vocabulary instruction for young language learners plays a crucial role in laying the foundation for future language proficiency. However, many teachers face various challenges in selecting and implementing effective strategies that align with the cognitive and emotional development of young learners—particularly madrasah ibtidaiyah (Islamic primary school) teachers—such as limited resources, overcrowded classrooms, minimal parental support, and restricted English instructional time. This study aims to explore the vocabulary teaching strategies used by madrasah teachers and how these strategies help them address classroom teaching challenges. Using a qualitative descriptive method, data were collected through classroom observations and semi-structured interviews with several EYL (English for Young Learners) teachers. The findings of this study reveal that teachers generally employed strategies such as “listening and repeating” and “question and answer,” while other strategies—such as “translation,” “modeling,” “brainstorming,” and “outdoor activities”—varied depending on the grade level. The challenges faced included low student motivation, varying levels of language proficiency, limited teaching aids, and insufficient instructional time. The study concludes that although teachers adapt their strategies to meet learners' needs, greater support and resources are needed to enhance the effectiveness of vocabulary instruction in Islamic elementary schools

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Rotating Trio Exchange Berbantuan Media Question Box untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Kelas XI- 5 di SMAN 6 Mataram

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi melalui penerapan pembelajaran menggunakan rotating trio exchange yang didukung oleh sarana pembelajaran berupa media question box dalam meningkatakan hasil belajar siswa kelas XI-5 di SMAN 6 Mataram. Penelitian ini mengggunakan proses pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang diselenggarakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Teknik pengambilan data dan informasi yang digunakan mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan dokumentasi. Temuan kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran rotating trio exchange dengan berbantuan media question box dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, keteraksanaan tindakan pembelajaran menggunakan rotating trio exchange mencapai 82,75% dan menjadi 100% di siklus II. Sementara variable harapan hasil belajar di siklus I menunjukkan angka 55% dan di siklus II 86%. Dengan demikian, terlihat bahwa penggunaan Rotating Trio Exhange yang dipadukan dengan question box memberikan dampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa di Kelas XI-5 di SMAN 6 Mataram dalam mata pelajaran sosiologi

    Pengaruh Efektivitas Panel Surya 20 WP terhadap Polutan dengan Monitoring IoT

    No full text
    Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang pemanfaatannya terus berkembang. Namun, panel surya yang terpasang di ruang terbuka sangat rentan terhadap paparan polutan yang dapat menghalangi penyerapan cahaya dan menurunkan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh polutan terhadap efisiensi relatif daya panel surya serta mengevaluasi kinerja sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Metode penelitian dilakukan melalui eksperimen lapangan dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor INA219, modul Mini560 step-down, serta platform Blynk dan Google Spreadsheet untuk pemantauan real-time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi bersih, panel surya menghasilkan daya rata-rata 11,87 W dengan iradiasi 526,57 W/m² dengan efisiensi relatif 100 %. Pada kondisi debu hasil pembakaran 3 gram, daya rata-rata menurun menjadi 9,14 W dengan iradiasi 510,52 W/m² dan efisiensi 77 %. Sementara itu, polutan basah tiga titik menurunkan daya rata-rata menjadi 8,04 W pada iradiasi 500,52 W/m² dengan efisiensi 67,73 %. Penurunan paling signifikan terjadi pada jelaga karbon 5 gram dengan daya rata-rata hanya 5,26 W pada iradiasi 472,63 W/m² dan efisiensi 44,31 %. Temuan ini membuktikan bahwa semakin rendah iradiasi yang diterima akibat polutan, semakin rendah pula daya keluaran panel surya. Polutan kering, terutama jelaga karbon, memberikan dampak paling merugikan dibanding polutan basah. Sistem IoT terbukti efektif dalam merekam data secara real-time, sehingga dapat mendukung pemantauan dan optimalisasi operasional PLTS. Solar Power Plants (PLTS) are a renewable energy solution whose use continues to grow. However, solar panels installed in open spaces are very susceptible to exposure to pollutants which can block light absorption and reduce their effectiveness. This research aims to analyze the influence of pollutants on the relative efficiency of solar panel power and evaluate the performance of an Internet of Things (IoT) based monitoring system. The research method was carried out through field experiments using an ESP32 microcontroller, INA219 sensor, step-down Mini560 module, as well as the Blynk and Google Spreadsheet platforms for real-time monitoring. The research results show that in clean conditions, solar panels produce an average power of 11.87 W with irradiation of 526.57 W/m² with a relative efficiency of 100%. Under conditions of 3 grams of combustion dust, the average power decreased to 9.14 W with irradiation of 510.52 W/m² and efficiency of 77%. Meanwhile, three-point wet pollutant reduces the average power to 8.04 W at irradiation of 500.52 W/m² with an efficiency of 67.73%. The most significant reduction occurred in 5 gram carbon soot with an average power of only 5.26 W at irradiation of 472.63 W/m² and efficiency of 44.31%. This finding proves that the lower the irradiation received due to pollutants, the lower the solar panel output power. Dry pollutants, especially carbon soot, have the most detrimental impact compared to wet pollutants. The IoT system has proven to be effective in recording data in real-time, so that it can support monitoring and optimizing PLTS operations.

    Pendekatan Komunikatif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab

    No full text
    Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa menekankan pada penguasaan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan kontekstual. Pendekatan ini berlandaskan pada teori psikologi bahasa dan pembelajaran yang menyoroti pentingnya interaksi sosial dalam pemerolehan bahasa. Tujuan utama pembelajaran bahasa melalui pendekatan komunikatif adalah agar peserta didik mampu menggunakan bahasa asing sebagai alat komunikasi faktual dalam berbagai situasi nyata. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada struktur dan kaidah bahasa, tetapi juga pada fungsi bahasa sebagai sarana penyampaian makna. Dalam konteks pengajaran bahasa Arab di Indonesia, pendekatan komunikatif menjadi relevan karena mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan berani menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Artikel ini membahas penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Arab, mencakup prinsip dasar, strategi pengajaran, serta tantangan implementasinya di lingkungan pendidikan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif dapat meningkatkan kompetensi komunikatif siswa secara signifikan jika didukung oleh metode dan media pembelajaran yang tepat

    Penggunaan Media Pembelajaran Buku Cerita Bergambar Terhadap Minat Membaca Siswa Kelas 2 MI Riyadlusshibyan Lendangre

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran buku cerita bergambar terhadap minat membaca siswa kelas 2 di MI Riyadlusshibyan Lendangre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan siswa dan guru, observasi partisipan di kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi buku cerita bergambar meliputi pemilihan buku cerita, penyampaian cerita (membaca nyaring, membaca bersama, membaca mandiri), diskusi cerita, dan kegiatan tindak lanjut. Siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan buku cerita bergambar karena menyenangkan, memudahkan pemahaman, dan memotivasi membaca. Guru juga mengamati peningkatan antusiasme, pemahaman, dan minat membaca mandiri pada siswa. Faktor pendukung meliputi antusiasme siswa, kreativitas guru, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, ketersediaan buku, dan pengelolaan kelas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan penggunaan buku cerita bergambar, pengembangan kreativitas guru, penambahan koleksi buku, dan penelitian lanjutan mengenai pengaruh buku cerita terhadap kemampuan membaca. This study aims to describe the use of picture storybooks as learning media to enhance the reading interest of second-grade students at MI Riyadlusshibyan Lendangre. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection methods including in-depth interviews with students and teachers, participant observation in the classroom, and document analysis. The findings indicate that the implementation of picture storybooks encompasses storybook selection, story delivery (read-aloud, shared reading, independent reading), story discussion, and follow-up activities. Students hold positive perceptions towards the use of picture storybooks, viewing them as enjoyable, comprehension-facilitating, and reading-motivating. Teachers also observed increased enthusiasm, comprehension, and independent reading interest among students. Supporting factors include student enthusiasm, teacher creativity, and school support, while inhibiting factors encompass time constraints, book availability, and classroom management. This research recommends increased use of picture storybooks, development of teacher creativity, augmentation of book collections, and further research on the impact of picture storybooks on reading skills.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran buku cerita bergambar terhadap minat membaca siswa kelas 2 di MI Riyadlusshibyan Lendangre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan siswa dan guru, observasi partisipan di kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi buku cerita bergambar meliputi pemilihan buku cerita, penyampaian cerita (membaca nyaring, membaca bersama, membaca mandiri), diskusi cerita, dan kegiatan tindak lanjut. Siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan buku cerita bergambar karena menyenangkan, memudahkan pemahaman, dan memotivasi membaca. Guru juga mengamati peningkatan antusiasme, pemahaman, dan minat membaca mandiri pada siswa. Faktor pendukung meliputi antusiasme siswa, kreativitas guru, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, ketersediaan buku, dan pengelolaan kelas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan penggunaan buku cerita bergambar, pengembangan kreativitas guru, penambahan koleksi buku, dan penelitian lanjutan mengenai pengaruh buku cerita terhadap kemampuan membaca. &nbsp

    Pengelolaan Hutan Adat Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat di Desa Sambik Elen Kabupaten Lombok Utara

    No full text
    Hutan adat merupakan salah satu bentuk pengelolaan sumber daya alam yang berbasis pada kearifan masyarakat lokal hukum adat. Penelitian ini dilakukan di Desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara, yang memiliki empat hutan adat, yaitu Pawang Majapahit, Pawang Lebok, Pawang Lokok Tebi, dan Pawang Santinggi Daya. Tujuan penelitian adalah mengetahui status keinginan hutan adat, faktor penggerak keinginan, serta strategi pengelolaan hutan adat berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keingintahuan hutan adat Desa Sambik Elen berada pada kategori “sangat berkelanjutan” dengan indeks ekologi 87,5; sosial 85,38; ekonomi 68,75; dan kelembagaan 81,25, sehingga nilai rata-rata agregat mencapai 80,72. Faktor penggerak utama meliputi keseimbangan ekosistem terjaga, penerapan norma adat, kemandirian ekonomi, serta kelembagaan adat. Strategi pengelolaan yang disarankan yaitu dengan meningkatkan aspek ekonomi pada perencanaan ekonomi berbasis adat untuk memperkuat ekosistem hutan adat. Meskipun telah banyak penelitian terkait hutan adat, namun masih sedikit penelitian yang menggunakan metode Multiaspect Sustainability Analysis (MSA). Temuan ini menjelaskan bahwa kearifan lokal berperan penting dalam menjaga kelestarian hutan adat, sekaligus mendukung aspek ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan secara seimbang

    An Analysis of Psychological Factors and Communication Strategies in Culinary Students’ English Speaking during Limited Classroom Interactions at SMKN 4 Mataram Academic Year 2024/2025

    No full text
    Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis dan strategi komunikasi yang memengaruhi kinerja berbicara bahasa Inggris di antara siswa kelas sebelas Jurusan Tata Boga di SMKN 4 Mataram selama interaksi kelas terbatas pada tahun akademik 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, kuesioner, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi untuk memastikan validitas. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kecemasan adalah faktor psikologis yang paling dominan, ditunjukkan melalui kegelisahan siswa, jeda yang lama, dan berbicara dengan suara yang sangat rendah. Kepercayaan diri yang rendah juga membatasi kemauan mereka untuk berpartisipasi, sementara motivasi, meskipun umumnya tinggi karena aspirasi karier, tidak selalu menghasilkan kinerja berbicara aktif. Untuk mengatasi faktor-faktor ini, siswa menggunakan beberapa strategi komunikasi, di antaranya strategi sosial seperti meminta bantuan teman sebaya adalah yang paling sering dan efektif digunakan. Strategi kompensasi dan strategi penghindaran juga digunakan tetapi kurang efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di sekolah kejuruan harus merancang lebih banyak kegiatan berbicara yang kolaboratif dan suportif untuk menurunkan kecemasan siswa, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat keterampilan komunikasi dalam konteks Bahasa Inggris untuk Tujuan Tertentu (ESP)

    0

    full texts

    242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Authentic Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇