Journal of Authentic Research
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Mengeksplorasi Nilai Matematika dalam Permainan Congklak dan Tradisi Berhitung Lokal
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji nilai-nilai matematika dalam permainan congklak dan tradisi berhitung lokal sebagai bagian dari praktik budaya masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan integrasi etnomatematika permainan tradisional ke dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, yang belum banyak dijelaskan dalam SLR sebelumnya. Sebanyak 42 artikel terindeks Google Scholar, Scopus, dan Sinta (2015–2025) dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi konsep matematika dan makna budaya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa congklak memuat konsep operasi hitung, pola bilangan, geometri, peluang, serta strategi berpikir logis yang berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual. Pendekatan etnomatematika juga ditemukan mampu meningkatkan motivasi, pemahaman konseptual, dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Namun, kajian ini terbatas pada tiga basis data dan variasi kualitas publikasi yang dapat memunculkan bias seleksi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan model pembelajaran etnomatematika yang terintegrasi kurikulum, dilengkapi pelatihan guru dan instrumen evaluasi yang sistematis.
Speech Acts in Peter Parker’s Utterances in The Amazing Spider-Man Movie and Its Relevance to English Curriculum: A Pragmatics Perspective
This study analyzes the speech acts in Peter Parker’s utterances in The Amazing Spider-Man (2012) movie and their relevance to the Indonesian Senior High School English Curriculum from a pragmatics perspective. Using Searle’s (1979) speech act theory, the research identifies four types of illocutionary acts, such assertives, directives, commissives, and expressives, while declaratives were absent. The qualitative analysis shows that assertives and directives are dominant, reflecting Peter’s dual identity as a teenager who informs and argues, and as Spider-Man who commands and requests in critical situations. The functions of these speech acts demonstrate how language is used to inform, request, commit, and express emotions based on context and intention. The findings also reveal that many utterances align with the curriculum’s communicative goals, particularly in expressing opinions, making requests, and showing feelings, suggesting that films can be authentic materials to enhance students’ pragmatic competence in English learning
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Tipe Think Pair Share Terhadap Pemahaman Konsep IPAS Kelas IV SDN 1 Ampenan
Pemahaman konsep IPA sangat penting bagi siswa karena menjadi fondasi untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe think pair shareterhadap pemahaman konsep IPAS kelas IV SDN 1 Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitafif dengan desain Quasi Eksperimental dengan tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini berjumlah 59 peserta didik yang sekaligus sebagai sampel yang terdiri dari kelas IV-B sebanyak 30 peserta didik sebagai kelas kontrol dan IV-C sebanyak 29 peserta didik sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes dan observasi. Tes digunakan untuk mengukur pemahaman konsep IPA peserta didik dan observasi untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran. Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif berupa presentase dan diperoleh presentase sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Uji hipotesis menggunakan uji t, namun sebelumnya dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas, diperoleh data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji homogenitas pretest dan posttestmendapatkan sig. Sebesar 0,049 dan 0,475 yang artinya > 0,05 maka data dinyatakan homogen. Hasil uji hipotesis diperoleh melalui uji independent sample t test mendapatkan sig. (2-tailled) 0,041 < 0,05 dan nilai t hitung ? t tabel yaitu sebesar 2,090 ? 2,002, yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan antara kedua kelas dan memperoleh hasil uji N-Gain sebesar 0,63 yang diklasifikasikan memiliki tingkat pengaruh sedang. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran cooperative tipe think pair share terhadap pemahaman konsep IPAS kelas IV SDN 1 Ampenan dengan pengaruh 0,63 yang termasuk dalam kategori sedang
Analyzing Conceptual Understanding of Work and Energy: Insights for Improving Physics Instruction
This study aimed to analyse university students’ conceptual understanding of Work and Energy. A qualitative descriptive approach was applied to 36 undergraduate students enrolled in the Fundamentals of Science course at Universitas Negeri Makassar during the 2025/2026 academic year. Data were collected through a written assessment consisting of eight multiple choice and one short-answer question targeting both basic and higher-order concepts. Results show that students demonstrated strong understanding of Work concepts, particularly the relationship between force, displacement, and work. However, their grasp of Energy – especially energy transformation and conservation – was limited. The average score was 75.61%, with moderate variability and a negatively skewed distribution. These findings indicate that while procedural understanding is well developed, conceptual integration remains weak. The study recommends the use of inquiry-based and representational learning strategies to strengthen students’ conceptual reasoning in Work and Energy
Does Ideological Religiosity Influence Academic Achievement? Insights from Structural Equation Modeling
This study investigates whether ideological religiosity directly influences academic achievement among Diploma III (D-III) Health students in Aceh, Indonesia. Ideological religiosity represents the internalized dimension of belief, encompassing convictions about divine omniscience, scriptural truth, moral accountability, and prophetic ethical models. Although religious belief is often assumed to shape students’ discipline, responsibility, and academic orientation, empirical evidence regarding its direct impact on academic outcomes remains mixed. Using a quantitative, cross-sectional design, data were collected from 412 students selected through simple random sampling. Ideological religiosity was measured using a five-item validated scale, while academic achievement was operationalized through cumulative grade point average (CGPA). Structural Equation Modeling (SEM) was employed to assess both the measurement and structural models. Confirmatory Factor Analysis (CFA) demonstrated excellent model fit, indicating that ideological religiosity is a reliable and unidimensional construct. However, the structural model revealed that ideological religiosity does not exert a significant direct effect on academic achievement (? = –0.10, p = .20). These findings suggest that deeply held religious beliefs, although central to personal identity and moral orientation, do not independently predict student performance in formal academic settings. The results reinforce theoretical perspectives that religiosity influences academic outcomes indirectly through motivation, emotional regulation, or behavioral discipline rather than as a proximate determinant. This study contributes to the growing literature on religiosity and education by isolating the ideological dimension and testing its academic relevance within a culturally homogeneous Muslim-majority context. Implications for educational practice and future research directions are discussed
Pengembangan Media Pembelajaran Bumkar (Buku Album Kartu Bergambar) untuk Keterampilan Membaca Permulaan Siswa di Kelas I Sdn 19 Ampenan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa untuk mendukung kemampuan membaca permulaan di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Buku Album Kartu Bergambar (BUMKAR) serta menguji kelayakan dan kepraktisan dalam pembelajaran membaca permulaan siswa kelas I SDN 19 Ampenan. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang dilaksanakan hingga tahap implementasi. Subjek penelitian terdiri atas dua ahli media, dua ahli materi, satu guru kelas I, serta 16 siswa berusia 6–7 tahun dengan kemampuan membaca permulaan yang heterogen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta angket validasi dan respons. Analisis data kualitatif dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan skala Likert untuk menentukan tingkat kelayakan dan kepraktisan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh validasi ahli media sebesar 95% dan validasi ahli materi sebesar 97%, keduanya berada pada kategori sangat layak. Uji kepraktisan oleh guru mencapai 94% dan respons siswa mencapai 91,88%, sehingga media dinyatakan sangat praktis. Temuan ini menegaskan bahwa BUMKAR tidak hanya valid dan praktis, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam memfasilitasi kemampuan siswa mengenali huruf, menggabungkan suku kata, serta memahami kata sederhana melalui penyajian visual yang menarik dan mudah dipahami. Dengan demikian, BUMKAR direkomendasikan sebagai media alternatif yang efektif dalam pembelajaran membaca permulaan di kelas I sekolah dasar
Culture As a Source of Learning: Integration of Merauke Local Wisdom in Deep Learning Approach
This study aims to analyze the integration of Merauke's local wisdom into deep learning through a literature study using a qualitative approach. Deep learning is understood as a pedagogical approach that emphasizes mindful, meaningful, and joyful learning, thereby encouraging students to construct conceptual understanding, think critically, and apply knowledge contextually. On the other hand, Merauke's local wisdom, reflected in the practices of totemism, adat sasi, yur traditions, as well as social rituals and traditional leadership systems, has ecological, social, and spiritual values that are relevant to contextual education. The results of the analysis show that integrating the two can strengthen cultural literacy, ecological awareness, and character building among students. The ecological values in sasi and yur can be used for meaningful learning, spiritual and social values such as “Izakod Bekai Izakod Kai” are relevant for mindful learning, while traditional celebrations contribute to joyful learning. However, challenges such as limited infrastructure, teacher competence, and scientific validation of local knowledge need to be overcome through training, innovative learning media, and an ethnoscience approach. This research concludes that integrating deep learning with Merauke's local wisdom has the potential to create a contextual pedagogical model that not only enriches the learning experience but also preserves cultural identity and supports sustainable education
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Laboratorium Terhadap Kemampuan Psikomotorik Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium terhadap kemampuan psikomotorik siswa SMA Negeri 2 Labuapi tahun ajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain post test only equivalent control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 2 Labuapi tahun 2025. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan terpilih kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol, dengan perlakuan model pembelajaran discovery learning. Instrument yang digunakan dalam penelitian yaitu lembar observasi unjuk kerja yang dilengkapi dengan rubrik penilaian untuk mengukur kemampuan psikomotorik siswa. Analisis data dilakukan uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis dengan menggunakan independent samples T-test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis statistik, menunjukkan bahwa uji normalitas kelas eksperimen dan kontrol dengan nilai signifikansi kelas eksperimen yakni (0.200 > 0.05), kemudian pada kelas kontrol nilai signifikansi data kemampuan psikomotorik (0.114 > 0.05), dan uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi (0.508 > 0.05), kemudian uji hipotesis dengan nilai signifikansi (0.000 < 0.05) dan nilai thitung > ttabel (18.709 > 2.00). Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh signifikan untuk meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa, karena pada model pembelajaran inkuiri berbasis laboratorium siswa dibiasakan untuk produktif, analitis dan kritis serta memberikan kesempatan penuh kepada siswa untuk terlibat secara maksimal dan berperan aktif dalam proses pembelajaran dengan adanya kegiatan eksperimen praktikum di laboratorium secara mandiri yang menambah wawasan dan pengalaman belajar siswa menjadi lebih nyata dan bermakna, sehingga keterampilan psikomotorik siswa dapat dioptimalkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penerapan model inkuiri berbasis laboratorium terhadap kemampuan psikomotorik siswa di SMA Negeri 2 Labuapi tahun ajaran 2024/2025
Keuangan Digital Dan Fintech: Inovasi, Dampak, Dan Tantangan Di Era Digital
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi signifikan dalam sektor keuangan global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2023, volume transaksi fintech mencapai lebih dari Rp 800 triliun, dengan peningkatan jumlah pengguna sebesar 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Keuangan digital dan financial technology (fintech) hadir sebagai solusi untuk menyediakan layanan keuangan yang lebih cepat, efisien, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis definisi keuangan digital dan fintech, jenis-jenis layanan fintech, dampak positif serta tantangan yang dihadapi, dan urgensi regulasi dalam mendukung ekosistem keuangan digital. Jenis penelitian ini adalah studi literatur (literature review). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi artikel-artikel ilmiah dari jurnal terindeks SINTA selama lima tahun terakhir, dengan analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa fintech berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan UMKM. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan, risiko keamanan data, serta kebutuhan akan regulasi yang adaptif masih menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem fintech yang aman, inklusif, dan berkelanjutan
Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Mode Hybrid: Analisis Dampaknya terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa Calon Guru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam mode hybrid terhadap motivasi dan hasil belajar mahasiswa calon guru. Model hybrid menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, sementara model berbasis proyek menekankan pada keterlibatan aktif mahasiswa dalam menyelesaikan tugas nyata yang kontekstual. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan subjek mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Mataram sebanyak 29 orang. Penelitian dilakukan selama 3 bulan (Maret hingga Mei 2025), dengan jumlah pertemuan sebanyak 7 kali. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan angket sebanyak 16 butir pernyataan berskala Likert, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari tes esai sebanyak 5 nomor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar mahasiswa berada pada kategori tinggi, yaitu sebesar 83, sedangkan rata-rata hasil belajar mahasiswa berada pada kategori baik, yaitu sebesar 78. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,945 dan nilai signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dalam mode hybrid tidak hanya mampu meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga berdampak pada pencapaian hasil belajar mahasiswa. Oleh karena itu, model ini layak untuk diterapkan dalam pendidikan tinggi, khususnya pada program studi kependidikan, guna mendukung pengembangan kompetensi akademik dan sikap profesional mahasiswa calon guru