1,721,715 research outputs found

    Laduni Science On Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective

    No full text
    Abstract This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrational. Keywords: laduni science, Muhammad Luthfi Ghozali, rational, mystical Abstrak Artikel ini membahas tentang ilmu laduni dan cara-cara mendapatkannya. Ilmu laduni umumnya dipahami sebagai ilmu mistik yang tidak mungkin diperoleh kecuali oleh sebagian kecil orang. Ilmu ini kerapkali dihubungkan dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya proses yang mendahuluinya. Muhammad Luthfi Ghozali membantah anggapan tersebut dengan mengajukan argumentasi logis, rasional serta tetap berpegang pada naṣ Al-Qur’an dan hadits. Muhammad Luthfi Ghozali menjelaskan bahwa ilmu laduni memiliki mekanisme rasional. Mereka yang memahami substansi ilmu laduni dan membangun mekanisme sebab akan mungkin untuk mendapatkan ilmu ini. Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali ini mendudukkan pemahaman tentang ilmu laduni yang seolah mistik dan tidak rasional. Kata kunci: ilmu laduni, Muhammad Luthfi Ghozali, rasional, mistik

    Peer review artikel jurnal nasional "Laduni Science on Muhammad Luthfi Ghazali's Perspective", Ngainun Naim

    Full text link
    Peer review artikel jurnal nasional "Laduni Science on Muhammad Luthfi Ghazali's Perspective", Ngainun Nai

    Pesan Dakwah Melalui Buku “Secercah Tinta” Karya Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya

    No full text
    Pesan dakwah merupakan isi yang disampaikan di dalam proses kegiatan dakwah yang berupa kata, gambar, lukisan dan lain sebagainya yang dapat memberikan pemahaman dan perubahan sikap kepada penerima pesan dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memahami dan merumuskan makna yang terkandung dalam buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (2) Mengetahui dan merumuskan pesan dakwah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam buku “Secercah Tinta”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan pendekataan kualitatif. Metodologi analisis ini yaitu menggunakan semantik Ogden dan Richards yang menggunakan teori referensial. Penelitian ini menggunakan subyek dan sumber data primer yang mengambil sumbernya dari buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang telah peneliti pilih untuk dikaji dan di analisis dengan teknik pengumpulan data yakni dengan dokumentasi. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa: (1) makna isi dalam buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mendapatkan hasil penelitian bahwa dalam buku Secercah Tinta mengandung makna kiasan atau kenyataan (konotatif, denotatif). Hal tersebut dapat dilihat dalam setiap kalimat yang ada pada buku “Secercah Tinta”, kalimat tersebut mengandung makna ajakan untuk merenungkan segala hal yang akan menyadarkan orang yang membacanya, yakni mengandung makna teguran bahayanya mengkonsumsi alkohol atau minuman keras, perenungan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. perenungan membersihkan hati dengan dzikir serta tentang teguran memanfaatkan waktu shalat yang telah di tentukan. (2) pesan dakwah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam buku “Secercah Tinta” yang mengandung pesan dakwah dalam masalah Akhlak, Syari’at, dan Aqidah. Hal ini dibuktikan dalam analisis yang telah peneliti paparkan dalam bab sebelumnya yang membahas empat judul dalam buku “Secercah Tinta” karya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya sebagai fokus penelitian

    LADUNI SCIENCE ON MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI’S PERSPECTIVE

    Full text link
    This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrationa

    Metode bimbingan agama Maulana Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya dalam menumbuhkan bela negara

    No full text
    Bela negara merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap warga negara. Semangat bela negara perlu terus dibina sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga. Sikap bela negara sangat bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Manfaat tersebut diantaranya negara akan aman dan damai, pembangunan negara dapat berjalan lancar dan pendapatan negara akan meningkat. Untuk menumbuhkan bela negara tersebut di butuhkan bimbingan agama dengan menggunakan metode yang khusus pula. Agar masyarakat terbimbing dapat memahami esensi dari bela negara. Sehingga pada gilirannya akan tumbuh semangat dan sikap dalam membangun negara. Dari sekian banyak ulama-ulama yang berperan menumbuhkan sikap bela negara, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya merupakan salah satu ulama yang mendidikasikan kehidupannya dalam membimbing dan membina bangsa ini dengan kemampuan dan keilmuan serta dunia pendidikan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang metode bimbingan agama Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam menumbuhkan bela negara. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun pengumpulan data penelitiannya dilakukan dengan wawancara dan observasi yang diperoleh langsung dari sasaran penelitian berupa catatan, rekaman dan data-data dari sumber yang terkait dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode bimbingan agama yang dilakukan Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang diberikan kepada WNI dalam menumbuhkan bela negara, yaitu dengan metode langsung dan tidak langsung. Pertama, metode langsung seperti: metode individu dan metode kelompok. Pendekatan kelompok yang dilakukan menggunakan beberapa teknik, yakni metode ceramah, metode tanya jawab, metode cerita sejarah dan metode menyanyikan lagu. Kedua, metode tidak langsung dalam hal ini Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya memberikan keteladanan yang baik serta melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan bela negara kepada WNI seperti kegiatan: Kirab Merah Putih, Kirab Panjang Jimat, daftar ilmiah, radio dan sosial internet

    Retorika tabligh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada Youtube NU channel

    Full text link
    Retorika dan khithabah ada pada ranah yang sama, yakni komunikasi verbal. Mubaligh akan dihadapkan pada jamaah yang memiliki karakteristik berbeda-beda dalam penyampaian pesan dakwahnya. Kemampuan yang diperlukan oleh seorang mubaligh selain Ilmu agama yang komprehensif juga kemampuan dalam mengolah dan merangkai kata-kata yang efisien, efektif, kritis dan disampaikan secara retoris. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya merupakan mubaligh senior yang memiliki ethos, pathos dan logos yang memadai untuk persuasi dalam khithabahnya. Yang membedakan beliau dengan mubaligh lainnya yaitu sifat nasionalisme beliau yang begitu besar dalam membangun moral bangsa dan toleransi. Pada setiap khithabahnya kita dapat menikmati retorika tabligh beliau dengan pemilihan kata yang tepat, bahasa yang sederhana, dan penyampaian serta intonasi yang lembut namun tegas. Secara garis besar tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui retorika tabligh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada aspek gaya bahasa, diksi dan intonasi dalam video khithabahnya di media Youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yakni serangkaian prosedur dan tahapan dalam melaksanakan suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi dokumentasi, dengan menganalisa sepuluh video khithabah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di kanal Youtube NU Channel. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teori kode bicara (speech codes theory) Gerry Philipsen dan sebagai teori pendukung menggunakan teori retorika Aristoteles. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecenderungan penggunaan gaya bahasa, diksi dan intonasi yang digunakan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada 10 video khithabahnya adalah gaya bahasa perbandingan jenis metafora, diksi berdasarkan makna jenis konotatif. Beliau juga menggunakan intonasi yang bervariatif, namun lebih cenderung kepada intonasi rendah dan naik

    SWO JABOARD (Struggle War Of Java Board) Pengenalan Perjuangan Majapahit Dengan Media Boadgame Pada Era Millennial

    Full text link
    Merupakan karya seni rupa berupa karya seni Poster, dengan judul SWO JABOARD (Struggle War Of Java Board) Pengenalan Perjuangan Majapahit Dengan Media Boadgame Pada Era Millennial karya dari Brilindra Pandanwangi, S.Ds., M.Sn., Muhammad Luthfi Fauz

    ILMU LADUNI SEBAGAI SYARAT MURSYID THARIQAH (Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali tentang Pemimpin Tasawuf)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya anggapan di tengah masyarakat, khususnya kalangan pesantren bahwa ilmu laduni merupakan ilmu yang didatangkan secara langsung tanpa proses yang mendahului. Bahkan sudah menjadi anggapan umum, bila ilmu laduni dikaitkan dengan hal supranatural, mistis, takhayyul serta kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu diluar nalar atau yang lebih populer dengan istilah “yukha riq al-‘a dah”. Anggapan lain menyebut bahwa ilmu ini hanya bisa diperoleh oleh seorang wali. Di sisi lain, tugas manusia sebagai kholifah di bumi dianggap sebagai tugas mutlak yang diemban oleh semua makhluk yang ditakdirkan menjadi manusia. Akan tetapi pada kenyataannya, banyak manusia yang menunjukkan perilaku dan sikap yang bertentangan bahkan bertolak belakang dengan tugasnya sebagai kholifah di bumi. Penelitian ini dikhususkan pada pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali. Sebagai pemerhati, ahli sekaligus praktisi dalam dunia tasawuf, ia memiliki pemahaman yang berbeda dari pandangan ilmuan muslim lain dalam hal ilmu laduni. Ia menganggap bahwa ilmu laduni merupakan ilmu pemberian langsung atau ilmu yang diwariskan oleh orang yang terlebih dahulu mendapatkannya dari pewarisnya. Menurutnya semua orang bisa memperolehnya asal mau membangun sebab diperolehnya, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah takwa, nubuwwah atau walayah dan ilmu yang diwariskan. Berkenaan dengan kholifah bumi, Luthfi Ghozali memahaminya sebagai guru mursyid thariqah, yang membidani kelahiran kedua bagi anak asuhnya. Ia merupakan penunjukan secara langsung oleh sistem ilahiyyah, bukan hasil pemilihan secara aklamasi oleh suatu organisasi thariqah. Guru mursyid memiliki tugas untuk mendiagnosa penyakit anak asuhnya dan memberikan solusi yang tepat baginya. Oleh karena itu, Luthfi Ghozali mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana konsep ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 2) Bagaimana cara memperoleh ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 3) Bagaimana konsep khalifah bumi menurut Luthfi Ghozali dan mengapa ia mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah? Manfaat dari penelitian ini dibedakan menjadi dua, yakni secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih bagi perkembangan khazanah ilmu tasawuf terutama yang berkenaan dengan ilmu laduni, cara memperolehnya dan mursyid thariqah yang dipahami Luthfi Ghozali sebagai kholifah bumi. Adapun secara praktis penelitian ini bermanfaat untuk para akademisi sebagai rujukan, bahan bagi jurusan tasawuf dan studi islam sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum maupun bidang kajian konsentrasinya, rujukan sekaligus perenungan bagi para praktisi tasawuf dalam pengembaraan spiritualnya, serta pijakan bagi para peneliti untuk melakukan penelitian berikutnya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang menitikberatkan pada upaya menggali dan melakukan telaah buku, serta literatur secara mendalam. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara, sementara analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis isi (content analysis). Temuan penelitian dalam disertasi ini adalah 1) ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali merupakan ilmu pemberian atau warisan langsung dari pewarisnya yang terlebih dahulu telah mendapatkan warisan dari pendahulunya, berupa ilham spontan yang memancar dari dalam hati kemudian terpancarkan lagi keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun perbuatan melalui akal dan fikiran. 2) ilmu laduni bisa diperoleh dengan membangun sebab didapatkannya ilmu laduni, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah taqwa, proses nubuwwah atau wala>yah dan ilmu yang diwariskan. 3) konsep kholifah bumi dalam pandangan Muhammad Luthfi Ghozali adalah para guru mursyid thariqah, yakni para orangtua asuh sejati, bapak ruhaniyah, yang membidani kelahiran kedua dan pembimbing perjalanan dalam pengembaraan ruhani murid-muridnya. Tugas utamanya adalah mendiagnosa penyakit anak muridnya, memberikan solusi yang tepat baginya dan membidani kelahiran kedua. Sistem pengangkatannya bersifat ghaib melalui sistem ilahiyah, bukan pemilihan aklamasi organisasi thariqah tertentu. Indikatornya selalu memberi manfaat kepada sesama, saat memandangnya tergerak hati untuk mengingat Allah, mengingat dosa dan kemaksiatan. Oleh karena tugasnya bersifat ruhani dan ghaib, mursyid thariqah dibekali dengan ilmu laduni, yang mana Luthfi Ghozali menjadikannya sebagai syarat yang mesti dimiliki seorang mursyid thariqah. Kata Kunci: Ilmu Laduni, Mursyid Thariqa

    IMPLIKASI BANTUAN KEUANGAN TERHADAP PENGATURAN PENGELOLAAN KEUANGAN PARTAI POLITIK DALAM KONTEKS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS

    Full text link
    Muhammad Luthfi Aldila. E0011204. 2016. IMPLIKASI BANTUAN KEUANGAN TERHADAP PENGATURAN PENGELOLAAN KEUANGAN PARTAI POLITIK DALAM KONTEKS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS. Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan bantuan keuangan secara ideal kepada partai politik di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian hukum doktrinal atau normatif dengan pendekatan undang-undang, pendekatan perbandingan, dan pendekatan konseptual. Teknik pengumpulan bahan hukum adalah studi pustaka. Teknik analisa bahan hukum dalam penelitian ini adalah metode deduksi. Hasil penelitian menghasilkan simpulan yaitu pertama peraturan perundangan bantuan keuangan belum memenuhi prinsip pengelolaan keuangan partai politik yang transparan dan akuntabel. Kedua, Implikasi pengaturan bantuan keuangan dalam peraturan perundangan a quo terhadap pengaturan pengelolaan keuangan partai politik meliputi: (1) tidak terkendalinya kelembagaan partai politik; (2) memicu terjadinya politik uang; dan (3) korupsi politik; (4), membuat ideologi partai politik memudar; serta dapat (5) memantik kartelisasi politik. Kata Kunci: partai politik, bantuan keuangan, tranparansi, akuntabilita
    corecore