1,720,993 research outputs found
EKONOMI ISLAM SEBAGAI HUKUM MORAL-SOSIAL MENURUT MUHAMMAD DAWAM RAHARDJO
ABSTRACT
Islamic Economics As Moral-Social Law According to Muhammad Dawam Rahardjo is a study of Muslim economists who criticize the concept of capitalist economy. Dawam Rahardjo considers that the capitalist economy has developed a crime of Identical Economics with Actors who have the capacity of funds and social status above the average society. The concept of Islamic Economics According to Muhammad Dawam Rahardjo is based on: (1) Islamic economics is an economic science based on the values of Islamic teachings, (2) Islamic economics is a system concerning the regulation of economic activity in a society or State based on the way or Islamic method (fiqh muamalah). The values of Islamic teachings and the Islamic method (fiqh muamalah) constitute a unity of social moral law that constructs the Islamic economy, and (3) the intention of the interpretation of the pragmatic nature as practiced by the State of Islam. Furthermore, the Application of Moral-Social Law on Muslims\u27 activities according to Dawam Rahardjo is done both from institutional transactions in accordance with Islamic values. Such as Save Loans with No Interest, trust in transactions Buy and Sell with Online, sell Halal Products.
Keywords: M. Dawam Rahardjo, Shariah Economic Law, Moral-Social Law
ABSTRAK
Ekonomi Islam Sebagai Hukum Moral-Sosial Menurut Muhammad Dawam Rahardjo merupakan kajian tokoh ekonom Muslim yang mengkritisi Konsep ekonomi kapitalis. Dawam Rahardjo menilai bahwa ekonomi kapitalis tersebut telah menumbuhkembangkan kejahatan Ekonomi yang Identik dengan Pelaku yang memiliki kapasitas dana dan status sosial diatas masyarakat rata-rata. Konsep Ekonomi Islam Menurut Muhammad Dawam Rahardjo didasarkan pada: (1) ekonomi Islam adalah ilmu ekonomi yang berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam, (2) ekonomi Islam adalah sistem menyangkut pengaturan kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat atau Negara berdasar cara atau metode islami (fiqh muamalah). Nilai-nilai ajaran Islam dan metode islami (fiqh muamalah) yang menjadi satu kesatuan hukum moral sosial inilah yang membangun ekonomi Islam itu, dan (3) maksud dari penafsiran tersebut adalah sebagai perekonomian umat Islam, penafsiran ini muncul dari sifat pragmatis sebagaimana dilakukan oleh Negara Islam. Selanjutnya, Penerapan Hukum Moral-Sosial dalam aktivitas perekonomian umat Islam Menurut Dawam Rahardjo dilakukan baik dari transaksi kelembagaan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Seperti Simpan Pinjam dengan Tanpa Bunga, amanah dalam bertransaksi Jual Beli dengan Online, melakukan jual Beli Produk Halal.
Kata Kunci: M Dawam Rahardjo, Hukum Ekonomi Syari’ah, Hukum Moral-Sosia
Gaya Kepemimpinan Karismatik KH Muhammad Dawam Saleh dalam Manajemen Pondok Pesantren Al Islah Sendangagung Paciran Lamongan
Kepemimpinan dalam sebuah lembaga pendidikan Islam dalam hal ini Pondok Pesantren memegang peranan yang sangat penting terhadap kemajuan sebuah pesantren. Pondok Pesantren Al Islah Sendangagung Paciran Lamongan dalam kepengasuhan KH Muhammad Dawam Saleh berhasil mencapai kemajuan yang signifikan di bawah kepemimpinan karismatiknya yang unik. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menggali dan menjawab rumusan masalah bagaimana gaya kepemimpinan karismatik KH Muhammad Dawam Saleh dan faktor pendukung dan penghambat manajemen Pondok Pesantren Al-Islah Sendangagung Paciran Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data-data deskriptif tentang manajemen Pondok Pesantren yang dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH Muhammad Dawam Saleh memiliki gaya kepemimpinan dalam kategori karismatik, berdasarkan pengakuan responden yang menyebutkan ciri beliau sesuai dengan ciri kepemimpinan karismatik, yakni Berkharisma/Berwibawa, Memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta Manajer yang Visioner. Disamping hasil penelitian terkait kepemimpinan karismatik, peneliti menemukan ciri khas dalam gaya kepemimpinan karismatik KH. Muhammad Dawam Saleh. Adapun ciri khas tersebut yaitu: a. Menerapkan asas keikhlasan. b. Menerapkan pendekatan Humanistik. c. Disiplin dan rendah hati. d. Uswatun Hasanah. Ada beberapa faktor pendukung, diantaranya: a. Sistem manajemen baik. b. Mendidik dengan keikhlasan. c. Mengutamakan kualitas. d. SDM dan pengabdian alumni. e. Peran kepemimpinan KH. Muhammad Dawam Saleh. Sedangkan faktor penghambat, yaitu: a. Pembina yang berganti-ganti. b. Orientasi wali santri dan santri. c. Tujuan mondok. d. Sarana Prasarana. e. Tenaga pendidikan. f. Perbedaan pendapat antara senior dan junior. g. Kesalahpahaman antara SMP dengan Al Ishlah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tersebut disarankan agar ke depannya mensosialisasikan agar wali dan santri memilki tujuan mencari ilmu lillahi ta ala, pembelajaran bahasa arab adalah yang utama, pengadaan sarana prasarana dan saling menghargai pendapat antara senior dan junior
PEMAHAMAN MUHAMMAD DAWAM RAHARDJO TENTANG "KHAIRU UMMAH" DALAM AL QUR'AN SURAH ALI IMRAN : 110, HUBUNGANNYA DENGAN MASYARAKAT MADANI
Skripsi ini berjudul Pemahaman Muhammad Dawam Rahardjo tentang "Khairu Ummah" dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran: 110, Hubungannya dengan Masyarakat Madani. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: a) Bagaimana pemahaman Muhammad Dawam Rahardjo tentang "khairu ummah" dalam Al-Qur'an surah Ali Imran: 110?, b) Bagaimana perwujudan khairu ummah hubungannya dengan masyarakat madani dalam konteks keIndonesiaan Muhammad Dawam Rahardjo?. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan objek kajiannya adalah pemahaman seorang tokoh, yaitu Muhammad Dawam Rahardjo tentang "khairu ummah" dalam AlQur;an surah Ali Imran: 110 hubungannya dengan masyarakat madani. Dari penelitian ini diketahui bahwa dalam melakukan konseptualisasi "khairu ummah", M. Dawam Rahardjo menggunakan metode penafsiran mawdhu'i atau metoe penafsiran tematis dengan mengumpulkan istilah-istilah Al-Qur'an yang berhubungan dengan masyarakat, sehingga ditemukan pemahaman yang relevan dengan fokus permasalahan.Penafsirannya menggunakan pendekatan historis-sosiologis dalam konteks kemodernan.
menurut Dawam Rahardjo, khairu ummah merupakan masyarakat yang berlandaskan tauhid, sebagai masyarakat yang memiliki kecenderungan pada nilai-nilai keutamaanyang diidentikkan sebagai al Madinah Fadhila.
M. Dawam Rahardjo menggunakan teori-teori masyarakat sipil (civil society). Ia memberikan tiga cara, yaitu memperluas golongan menengah dengan pembangunan ekonomi terarah, memberdayakan sistem politik dengan menciptakan kerangka kelembagaan yang lebih kondusif terhadap proses demokratisasi, serta melalui upaya-upaya penyadaran dan pendidikan politik yang menjangkau kalangan elit politi
Konseptualisasi Pemikiran Muhammad Dawam Raharjo Tentang Masa Depan Ekonomi Islam di Indonesia
Penelitian ini mengkaji tentang konseptualisasi pemikiran Muhammad Dawam Raharjo tentang masa depan ekonomi Islam di Indonesia. dimana beliau adalah salah satu tokoh ekonomi Islam yang ada pada masa perkembangan ekonomi di Indonesia dan diharapkan mampu memberi jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi Islam yang ada di Indonesia. Adapun metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model studi pustaka. jenis data dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu data primer, sekunder dan tersier. Data primer adalah data yang diperoleh dari objek yang akan diteliti dalam penelitian ini yaitu karya-karya dari M. Dawam Rahardjo. konseptualisasi pemikiran Muhammad Dawam Raharjo tentang masa depan ekonomi islam di Indonesia bahwa strategi ekonomi Islam yang diperlukan dalam pengembangan ekonomi rakyat yaitu dengan cara meningkatkan partisipasi UKM dan masyarakat miskin produktif dalam perbankan syariah melalui Lembaga intermediasi berupa koperasi, konsep berikutnya yaitu Gerakan ekonomi kerakyatan dengan upaya mendirikan kembali sarekat dagang Islam Indonesia (SDII) yang mengikuti ekonomi Pancasila yaitu SDII menjadi organisasi yang didasarkan pada asas kekluargaan dan gotong-royong yang difungsikan untuk membantu dibidang permodalan juga menggerakan sector riil dengan mengembangkan faktor-faktor produksi, seperti sumber daya manusia, manajemen dan tekhnologi
Perbandingan Perwatakan dan Nilai Moral dalam Cerpen Al-Masih Ad-Dajjal dan Cerpen Pohon Keramat
Penelitian ini berjudul “Perwatakan Dan Nilai Moral Dalam Cerpen Al-Masih Ad-Dajjal Karya Musthafa Mahmud Dengan Cerpen Pohon Keramat Karya Muhammad Dawam Rahardjo”. Cerpen digunakan sebagai objek kajian di dalam penelitian ini. Dengan titik fokus kajiannya pada perwatakan tokoh dan nilai moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan mengenai perwatakan tokoh dan nilai moral yang terdapat dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo. Dengan diketahuinya, persamaan dan perbedaan tersebut maka akan diperoleh hubungan saling keterpengaruhan diantara keduanya.Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Kemudian, kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sastra bandingan untuk membandingkan atau memperbandingkan kedua karya sastra yang diteliti. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural yang memiliki fungsi untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan mendeskripsikan unsur intrinsik dari kedua cerpen. Dengan fokus kajian pada perwatakan tokoh dan nilai moral.Hasil dari penelitian dalam kedua cerpen ini adalah (1) membandingkan perwatakan tokoh dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo. (2) membandingkan nilai moral dalam kedua cerpen tersebut, (3) persamaan dan perbedaan mengenai perwatakan tokoh serta nilai moral, (4) wujud moral yang terdapat di dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal cerpen Pohon Keramat, (5) adakah hubungan saling keterpengaruhan diantara cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo
Perbandingan Perwatakan Dan Nilai Moral Dalam Cerpen Al-Masih Ad-Dajjal dan Cerpen Pohon Keramat
Penelitian ini berjudul “Perwatakan Dan Nilai Moral Dalam Cerpen Al-Masih Ad-Dajjal Karya Musthafa Mahmud Dengan Cerpen Pohon Keramat Karya Muhammad Dawam Rahardjoâ€. Cerpen digunakan sebagai objek kajian di dalam penelitian ini. Dengan titik fokus kajiannya pada perwatakan tokoh dan nilai moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan mengenai perwatakan tokoh dan nilai moral yang terdapat dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo. Dengan diketahuinya, persamaan dan perbedaan tersebut maka akan diperoleh hubungan saling keterpengaruhan diantara keduanya.Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Kemudian, kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sastra bandingan untuk membandingkan atau memperbandingkan kedua karya sastra yang diteliti. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural yang memiliki fungsi untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan mendeskripsikan unsur intrinsik dari kedua cerpen. Dengan fokus kajian pada perwatakan tokoh dan nilai moral.Hasil dari penelitian dalam kedua cerpen ini adalah (1) membandingkan perwatakan tokoh dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo. (2) membandingkan nilai moral dalam kedua cerpen tersebut, (3) persamaan dan perbedaan mengenai perwatakan tokoh serta nilai moral, (4) wujud moral yang terdapat di dalam cerpen Al-Masih Ad-Dajjal cerpen Pohon Keramat, (5) adakah hubungan saling keterpengaruhan diantara cerpen Al-Masih Ad-Dajjal karya Musthafa Mahmud dan cerpen Pohon Keramat karya Muhammad Dawam Rahardjo
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
