16 research outputs found
Islamic Education Educator at As-Sunnah Islamic College Deli Serdang 2012-2024 AD (Analysis of the Historical Study of Islamic Education)
This research aims to find out the names and identities of educators at the As-Sunnah Islamic College. The historical method consists of data collection, source criticism, interpretation and finally historiography. The research approaches used in this research are the geographical approach, sociological approach, educational approach and historical education. The results of this research are that the educators presented by the researcher are in accordance with the order in the SINTA STAI As-Sunnah Account, namely: 1) Dr. Muhammad Sapii Harahap, M.Pd., Hafidzhullah, 2) Muhammad Iqbal, M.Pd.I., Hafidzhullah, 3) Suhendri, M.Sos., Hafidzhullah, 4) Slamet Riyadi, S.Pd.I., MA. , Hafidzhullah, 5) Rozaanah, MA., Hafidzhullah, 6) Dr. Daryanto Setiawan, M.Kom.I., Hafidzhullah, 7) Dr. Wagiman Manik, M.Pd.I., Hafidzhullah, 8) Dr. Sopian Sinaga, M.Pd.I., Hafidzhullah, 9) Ahmad Zaky, S.Pd.I., MA., Hafidzhullah, 10) Ade Muhammad Ritonga, M.Pd., Hafidzhullah, 11) Ilham Tumanggor, M.Si ., Hafidzhullah, 12) Dr. Bahrul Ulum, M.Pd., Hafidzhullah, 13) Arbonas Lubis, M.Pd., Hafidzhullah, 14) Tiy Kusmarrabbi Karo, MA., Hafidzhullah, 15) Dasa Syawal Syahputra, M.Sos., Hafidzhullah, 16) Hasan Hamzah Lubis, M.Sos., Hafidzhullah, 17) Ahmad Afandi, M.Pd., Hafidzhullah, 18) Irham Dongoran, Lc., M.Ag., Hafidzhullah, 19) Syahri Ramadona, M.Is., Hafidzhullah, 20) Muhammad Syarif Muda Hasibuan, Lc., M.Si., Hafidzhullah, 21) Dr. Benny Munardi, M.Kom.I., Hafidzhullah, 22) Abdul Aziz Shidiq, M.Pd., Hafidzhullah, 23) Taufik Hidayat, M.Sos., Hafidzhullah, 24) Candra Gunawan, M.Si., Hafidzhullah, 25 ) Zulham Effendi, M.Pd.I., Hafidzhullah, 26) Khairul Anhar, Lc., M.Sc., Hafidzhullah, 27) Albahroyni, M.Sos., Hafidzhullah, 28) Fakhrurrozi, S.Pd.I., M.TH., Hafidzhullah, 29) Jihan Afri Batubara, M.Sos., Hafidzhullah, 30) Ade Chairil Anwar., Hafidzhullah, 31) Indra, M.Ag., Hafidzhullah, 32) Dori Chandra, M.Sos., Hafidzhullah, 33) Arifdo Putra., Hafidzhullah, 34) Muslim, MA., Hafidzhullah, 35) Fian Triadi, M.Pd., Hafidzhullah, 36) Fachri Rinaldy, S.Pd., M.H., Hafidzhullah, 37) Dirja Hasugian, Lc., M.Ag., Hafidzhullah, 38) Ahmad Nizar, M.A., Hafidzhullah, 39) Dr. Hasanuddin Dollah Hasibuan Hafidzhullah, 40) Maulana Limbong, M.Psi., Hafidzhullah, 41) Muhajirah Binti Jamaluddin, M.TH., Hafidzhallah, and 42) Hendriansyah Hafidzahalla
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER: DARI KEBIJAKAN PUBLIK UNTUK KEBAJIKAN PUBLIK
Pendidikan dan politik keduanya seringkali dianggap hal yang bertentangan, padahal pendidikan dan politik bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa merupakan tanggungjawab pemerintah. Maju atau mundurnya bangsa dan negara bergantung pada sistim pendidikan di suatu negara tersebut, degradasi moral bangsa juga menjadi tanggungjawab pemerintah, dalam hal ini penguatan pendidikan karakter menjadi program prioritas nasional melalui kebijakan publik untuk kebajikan publik. Adapun penelitian dalam artikel ini merupakan penelitian kepustakaan dengan analisis deskriptif-analitik dan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan kebijakan publik untuk terciptanya kebajikan publik yaitu generasi masa depan yang berkarakter baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatanEducation and politics are often considered contradictory things, even though education and politics are like two sides of a coin that cannot be separated. Education policy to educate the nation’s children is the responsibility of the government. The progress or decline of a nation and a country depends on the education system in that country, the moral degradation of the nation is also the responsibility of the government, in this case strengthening character education becomes a national priority program through public policy for public virtue. The research in this article is a library research with descriptive-analytical and uses a qualitative approach. The result of this study indicate that strengthening character education is a public policy for the creation of public virtues, namely future generations with good character in thoughts, speech, and action
PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID DAN NURCHOLISH MADJID)
Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, etnis, agama, bahasa. Keberagaman tersebut menjadi suatu keunikan tersendiri yang mencirikanbangsa Indonesia, keberagamanadalahsunnatullah, akan tetapi disatu sisi keberagaman tersebut sering menimbulkan konflik antar kelompok yang memiliki perbedaan satu sama lain. Dengan iniperlunyapemahamantoleransi yang kemudiandapat di implementasikan dalam kehidupan di tengah-tengahmasyarakat yang majemuk. Multikulturalismeadalahsuatupaham yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar kelompok yang berbeda pandangan atas suku, agama, budaya, ras, etnisdan gender, pahaminimenawarkankesederajatanantarkelompok, dan lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, yakni persamaan hak hidup.Untuk memberikan pemahaman multikultur salah satunya yaitu melalui pendidikan. Banyaknya konflik yang terjadi dikarenakan perbedaan seringkali terjadi hingga munculnya wacana multikultural. Pemahaman multicultural sebenarnya sudah menjadi perhatian para ulama ataupun Cendikiawan Muslim. Perhatian cendikiawan muslim seperti Abdurrahman Wahid dan NurcholishMadjid yang keduanya adalah cendikiawan muslim Indonesia. Perhatian kedua tokoh terhadap multicultural dapat dilihat dari tulisan-tulisannya yang banyakdimuatdanditerbitkan di berbagai media cetak sehingga keduanya dijuluki sebagai bapak Pluralisme-Multikultural, Adapun rumusan masalah yang dimaksud adalah Bagaimana KonsepPendidikan Islam multi cultural dalam pandangan Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid serta persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut. Selanjutnya, penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian library research.Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah content analysis, yaitu mengeksplorasi KonsepPendidikan Islam Multikultural dalam pandangan Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid yang disajikan secara deskriptif analitik komparatif.Setelah dilakukan kajian yang mendalam, hasil penelitian menunjukkan bahwa Persamaan dan PerbedaanAbdurrahman Wahid danNurcholishMadjid tentang KonsepPendidikan Islam Multikulturalterletak pada Pengertian, Tujuan, Pendidik, Karakteristik, danKurikulum
Nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Lampung Perspektif Pendidikan Islam
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kearifan Lokal Lampung Perspektif Pendidikan Islam. Tesis. Magister Pendidikan Agama Islam. Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Pendidikan karakter harus terus diajarkan, ditanamkan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya dalam dunia pendidikan tapi juga dalam kehidupan masyarakat, kearifan lokal atau pengetahuan lokal sebagai nilai luhur dapat dijadikan sebagai basis pendidikan karakter sebagaimana nilai budaya bangsa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam kearifan lokal Lampung? (2) Bagaimanakah kearifan lokal Lampung perspektif pendidikan Islam?.Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui kandungan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Lampung (2) mengetahui bagaimana kearifan lokal Lampung perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan didukung dengan penelitian lapangan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan tiga metode, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisi data yang dipakai meliputi: pengumpulan data, pembersihan data, reduksi data, menyajikan data, verifikasi data, dan perumusan kesimpulan. Keberagaman suku di Indonesia merupakan suatu keniscayaan, kearifan lokal yang bernilai luhur merupakan pengetahuan asli tiap-tiap suku di Indonesia yang dapat dijadikan basis pendidikan karakter. Bangsa ini tidak perlu bingung mencari model pendidikan karakter. Itu dikarenakan basis kekuatan sebenarnya telah dimiliki bangsa ini, hal inilah yang membuat sangat perlunya mempertahankan budaya lokal sebagai nilai luhur yang dapat dijadikan basis karakter, Hasil penelitian menjelaskan bahwa: (1). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Lampung tersebut yaitu: religius, mandiri, kerja keras, jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, cinta damai, demokratis, bersahabat/komunikatif, peduli sosial dan peduli lingkungan nilai karakter tersebut dapat dikembangkan dalam pendidikan informal, pendidikan non-formal maupun pendidikan formal. (2). Kearifan lokal Lampung perspektif pendidikan Islam yaitu: Iman, mandiri, ikhtiar, jujur, disiplin, tanggung jawab, saling menghargai, persaudaraan, musyawarah, bersahabat, tolong-menolong, dan peduli terhadap lingkungan sekitar
Pengembangan Model ADDIE dalam Media Pembelajaran PAI Berbasis Komputer di SMP YAPITA Surabaya
In the process of learning Islamic education subjects teachers use very conventional lecture methods, teachers should also begin to adapt to the development of special times in the development of information and communication technology that can also be utilized in the educational process, such as the use of computer media in the learning process of Islamic education. chosen because it can use visual media, audio, and also audio visual which is very suitable to be applied in Islamic education in which there are a lot of materials by applying examples, if using a computer then the example can be used with a computer through presentations, the internet, as well the video. Then, the ADDIE model of learning design is one of the system-oriented learning designs, namely designs that produce learning systems that complement all learning components, this model can also be applied in Islamic education learning
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUDAYA NENGAH NYAPPUR
Lampung indigenous people have valuable local wisdom that has the values of character education. The purpose of this research is to form a form of support to the government that continues to campaign for character education as an effort to restore the original character of the moral Indonesian nation and this study also aims to discover how the values of character education in the local wisdom of Lampung indigenous people namely Nengah Nyappur. This research uses descriptive-qualitative method to explore various data with library research. Nengah Nyappur as one of the elements of the philosophy of life of the people of Lampung has a character value in the form of tolerance, courtesy, and cooperation. These three character values are rooted in the daily lives of the indigenous people of Lampung.
Referring to the presidential regulation of the Republic of Indonesia Number 87 of 2017 concerning Strengthening Character Education, Education Units and School/Madrasah Committees consider the adequacy of educators and education personnel, availability of facilities and infrastructure, local wisdom and opinions of community leaders and or religious leaders outside the School/Madrasah Committee. The third point about local wisdom feels the need for writers to review as one of the bases of character education, the writer offers local wisdom of Lampung. The findings of this study are that the values contained in Nengah Nyappur are still very relevant until now and can be applied in the family environment, community environment, and school environment
NEMUI NYIMAH: LAMPUNG LOCAL WISDOM WITH RELIGIOUS MODERATION INSIGHT
Diversity is a characteristic of the Indonesian nation, as well as a treasure of the nation. Differences in ethnicity, religion, race, and between groups are also like a double-edged knife. One side is a one-sided wealth that can cause conflict amid community life. Therefore, religious moderation is important to be grounded as an inclusive religious understanding. Local wisdom is a legacy that is a prerequisite for understanding religious moderation. This study demonstrates an understanding of religious moderation in nemui nyimah as local wisdom in Lampung. This study uses a qualitative approach. In collecting data, the writer conducts interviews and observations for field observations and literature books, journals, and other written sources. The results of this study indicate that local wisdom in nemui nyimah contains religious moderation insights such as tolerance, multiculturalism, pluralism, and humanism to create harmony in people's lives. 
PENANAMAN PAHAM LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) telah membentuk suatu kebudayaan baru di tengah kehidupan masyarakat modern yang disebut sebagai budaya siber (cyberculture). Hal ini tentu menjadi suatu kemajuan yang perlu disambut baik. Namun demikian, selain memberikan nilai positif terhadap kehidupan, juga memberikan dampak yang negatif. Dalam hal ini melalui pembelajaran pendidikan agama Islam sangat tepat untuk melakukan penanaman paham litersi digital kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersumber dari bahan-bahan pustaka tanpa melakukan penelitian di lapangan. Hasil penelitian ini membuktikan Penanaman paham literasi digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam akan maksimal apa bila melakukan kontroling penggunaan media sosial peserta didik serta memberikan motivasi dan mendorong peserta didik untuk mencari informasi melalui berbagai sumber referensi
DIALECTICS OF RELIGIOUS MODERATION AND RELIGIOUS LIFE DURING THE ENFORCEMENT OF PUBLIC ACTIVITY RESTRICTION (PPKM) IN BANDAR LAMPUNG CITY
The COVID-19 pandemic has changed the life of the world community. The handling of COVID-19 in Indonesia influenced many different aspects of people's lives, including the religious life of the community. PPKM (the Enforcement of Public Activity Restrictions) influenced people's religious lives in Indonesia, particularly in the city of Bandar Lampung. During the implementation of PPKM, the authors of this study conducted research on the religious dynamics of the inhabitants of Bandar Lampung. This study is a field study with a qualitative methodology. The researchers gathered the data for this research through observation, interviews, and documentation. According to the findings of this study, the implementation of the PPKM generates religious dynamics in the city of Bandar Lampung, such as passive religious activities in worship places such as churches, mosques, and temples, the implementation of strict health protocols during religious holidays, and the adjustment of all religious activities in Bandar Lampung. Looking at these difficulties, a moderate approach can be a solution to the religious dynamics that transpired in Bandar Lampung during the PPKM. Religious people with a moderate mindset will put communal interests over personal ones. Obeying PPKM policies is a form of prioritizing common interests for mutual safety so that the community can avoid the covid-19 outbreak
