110 research outputs found

    PEMANFAATAN COPPER SLAG SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR PADA CAMPURAN BETON MUTU K-225

    No full text
    Utilization of industrial soil waste or secondary materials has encouraged in construction field for the production of concrete because it contribute to reducing the consumption of natural resources. Copper slag is one of the materials that is considered as a waste from PT. Smelting Gresik Company which could have a promising future in construction Industry as partial aggregates. Many researchers have already found it possible to use copper slag as a concrete aggregate. But not much research has been carried out in Indonesia concerning as a replacement for sand in concrete mixes. This paper presents the results of an experimental study on copper slag as a replacement for sand in concrete mixes for fc'18,675 MPa in Cylinder 15 cm x 30 cm by SNI 03-2834-2000 Standard. The effect of replacing fine aggregate by copper slag on the compressive strength is attempted in this work. The percentage replacement of sand by granulated copper slag were 0%, 10%, 20%,3 0% and 35%. The compressive strength was observed to increase by about 10-35% from normal concrete. The experimental investigation showed that percentage replacement of sand by copper slag shall be up to 30%. Keywords : Copper Slag, Compressive Strenght,  Partial Replacement of Sand, Concret

    Seri informasi kesejarahan : biografi Teuku Chiek Peusangan

    No full text
    Puji syukur kita persembahkan ke hadirat Allah SWT, semoga rahmat dan keselamatan dilimpahkan kepada Nabl Muhammad SAW, para sahabat dan pengikutnya. Dengan rahmat Allah SWT booklet dengan Judul Biografi Teulw Chielc Peusa11ga11 yang berisi kisah biografi Teuku Chiek Peusangan Matang Glumpang Dua Bireuen yang dituliskan oleh T. Syahrizal, S.Pd.I.,M.Pd (Cicit dari T. Bustaman atau Ampon Bus) telah selesai. Kisah tersebut diharapkan dapat mempertebal semangat nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara

    Pengembangan Bahan Ajar Penerapan Rangkaian Elektronika Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Siswa SMK Kelas XI Semester 2 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Bahan Ajar Penerapan Rangkaian Elektronika Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Siswa SMK Kelas XI Semester 2 Program Keahlian Teknik Elektronika IndustriFirdaus, Muhammad Syahrizal. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Penerapan Rangkaian Elektronika Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Siswa SMK Kelas XI Semester 2 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dyah Lestari,ST.,M.Eng. (II) Drs. Suwasono,MT.Kata Kunci : Bahan Ajar, Penerapan Rangkaian Elektronika, Contextual Teaching and Learning.Bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis dan menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Dari hasil observasi di SMK Negeri 1 Kepanjen terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran, yaitu (1) Bahan ajar yang ada tidak memiliki materi yang lengkap, (2) Tidak terdapatnya bahan ajar yang sesuai dengan silabus Kurikulum 2013.Solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi pada SMK Negeri 1 Kepanjen adalah mengembangkan bahan ajar baik itu bukuajar siswa, buku guru maupun jobsheet yang mengacu pada Kurikulum 2013 dengan model pembelajaranContextual Teaching and Learning (CTL).Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah bahan ajar siswa dan untuk guru yakni buku ajar dan jobsheetPenerapan Rangkaian Elektronika kelas XI program keahlian Teknik Elektronika Industri sesuai dengan silabus Kurikulum 2013 untuk 1 semester yakni semester genap. Penelitian pengembangan Bahan Ajar ini menggunakan prosedur penelitian pengembangan Sadiman dengan 6 langkah praktis, yaitu 1) analisis kebutuhan, 2) perumusan tujuan pembelajaran, 3) perumusan butir-butir materi, 4) perumusan alat pengukur keberhasilan, 5) menyusun naskah/draft media, 6) melakukan uji coba dan revisi. Berdasarkan hasil uji coba satu lawan satu didapatkan bahwa uji coba validasi oleh ahli media untuk buku ajar guru dengan persentase sebesar 98,86%, buku ajar siswa dengan persentase sebesar 98,86%, jobsheetguru dengan persentase sebesar 94,57 % dan jobsheet siswa dengan persentase sebesar 94,57%, validasi oleh ahli materi untuk buku ajar guru dengan persentase sebesar 89,81%, buku ajar siswa dengan persentase sebesar 89,5%, jobsheet guru dengan persentase sebesar 92,36% dan jobsheet siswa dengan persentase sebesar 92,19 %, pada uji coba kelompok kecil untuk buku ajar dengan persentase sebesar 89,79 % dan jobsheet dengan persentase 88,25 %, pada uji coba lapangan untuk buku ajar dengan persentase sebesar 86,49 % dan jobsheet dengan persentase 87,04 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar ini layak untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran

    Application of the TOPSIS method in determining the location of a new gret laundry branch / Muhammad Syahrizal … [et al.]

    No full text
    In opening a new branch, one important factor that needs to be considered is the selection of a new branch location. Because the location of a new branch determines the future journey of a business. If the selection of the location of the business is carried out carefully, then the business that is run will run well and vice versa. In determining the location of a new branch will be very difficult if done manually. Therefore, we need a system that can help solve these problems, SPK is a computer-based system that will ultimately help in deciding where to find a good new branch location. In using SPK, a method is needed. The method used in this study is the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method. TOPSIS is a method in SPK which means it is a ranking method that uses the longest and shortest distances to measure its ranking

    CHARACTER EDUCATION VALUES IN TREATISE DAWA' AL-QULUB MIN AL-'UYUB THE WORK OF SHEIKH MUHAMMAD BIN KHATIB LAGIEN

    No full text
    Character education goes hand in hand with Islamic education, because it has the same goal to form good morals, morals and ethics in students. The character values used as a starting point by the government of the Republic of Indonesia, which amount to 18 values, also have a connection with moral education in Islam. Sheikh Muhammad bin Khatib Langien wrote the book Risalah Dawa' al-Qulub Min al-'Uyub as a guide for Muslims to be a guide in building and forming noble morals in every human being. So, this research will examine the character education values in the treatise. This research is a descriptive qualitative research. The approach used is a literature study and uses an analytical descriptive approach. The primary data source in this research is the book of Risalah Dawa' al-Qulub Min al-'Uyub by Sheikh Muhammad bin Khatib Langien, and the secondary data sources are articles, books, and other sources related to the research title. The data collection technique uses the documentation method, with contents analysis as the data analysis technique. The results showed that in the book of Risalah Dawa' al-Qulub Min al-'Uyub by Sheikh Muhammad bin Khatib Lagien there are 21 important character values that students must have. These character values will lead them to success, success, and happiness in this world and the hereafter. These character values are as follows: sincerity, choosing discipline, loving knowledge, seriousness of learning, discipline, love of cleanliness, care for the environment, humble, communicative, compassion, good prejudice, taqwa, diligent worship, self-introspection, zuhud, patience, gratitude, tawakkal, rida, respect for teachers, and social care

    Modified playfair cipher using random key linear congruent method

    No full text
    The number of crimes that arise due to data does not have good security makes many users choose one or more cryptographic algorithms to secure data. The application of cryptographic algorithms is widely used such as to secure text data, secure messages on short message service (SMS), secure messages on chat applications, secure records on the database. Many modifications were made to obtain safer algorithms and in this study Playfair cipher which is a classical cryptographic algorithm modified by changing the key consisting of 25 characters to 255 characters and the key used to encode resulting from randomization using a linear congruent method. The result obtained is that the encoded text is hard to know and the key used is random, making it difficult to solve by cryptanalyst

    Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Pada Benda Kerja Dan Kedalaman Pemakanan Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Material Baja ST 37 Menggunakan Mesin Bubut Bergerinda

    No full text
    Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, proses grinding merupakan bagian dari proses finishing yang digunakan untuk menghilangkan bagian dari benda kerja yang tidak rata. Mesin gerinda merupakan solusi yang dapat mengatasi masalah kekasaran permukaan benda kerja, karena mesin ini digunakan untuk pengerjaan akhir yang dibutuhkan tingkat kehalusan yang tinggi. Untuk menghasilkan tingkat kehalusan permukaan yang tinggi, salah satunya dapat dilakukan dengan cara penggerindaan permukaan (surface grinding). Untuk menganalisa pengaruh kecepatan penggerindaan dan kedalaman penggerindaan pada material baja ST 37 terhadap tingkat kekasaran permukaan dengan menggunakan mesin bubut bergerinda dan menggunakan batu gerinda (Silicon carbide wheel GC-240 LV. Penelitian ini membandingkan kecepatan putaran spindel 540 rpm dan 740 rpm pada pemakanan 0,1 , 0,2 dan 0,3 mm. Hasil yang diperoleh, yaitu peningkatan kecepatan putaran spindle akan berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan, yaitu semakin cepat putaran spindle maka permukaan kekasaran akan semakin tinggi

    PENGARUH KONFLIK INTERPERSONAL DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP STRES KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI ACEH

    No full text
    ABSTRAKAbstrak Karya Akhir Diserahkan kepada Panitia Ujian Untuk Mendapatkan Gelar Magister Manajemen pada Program Pascasarjana Universitas Syiah KualaPENGARUH KONFLIK INTERPERSONAL DANGAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP STRES KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI ACEHOleh :MUHAMMAD SYAHRIZALNIM: 1701202010088Konsentrasi : Manajemen Sumber Daya ManusiaPembimbing Utama: Prof. Dr. Faisal, SE, M.Si, MAPembimbing Pembantu: Dr. T. Meldi Kesuma, SE, M.MTujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh konflik interpersonal dan gaya kepemimpinan terhadap stres kerja dan dampaknya terhadap kinerja pegawai. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Aceh yang berjumlah 561 orang. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling dengan jumlah 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari 5 hipotesis pengaruh langsung yang diuji yaitu ada satu yang tidak signifikan yaitu Pengaruh Stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Provinsi Aceh. Maknanya stress kerja buikan menjadi penyebab utama rendahnya kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Provinsi Aceh. Kalau kita lihat koegfisien pengaruh tertinggi yang ikut menentukan kinerja pegawai adalah konflik interpersonal. Maknanya semakin tinggi konflik interpersonal yang terjadi pada instansi ini, maka akan sangat berpengaruh pada tingkat kinerja yang dihasilkan pegawai. Oleh sebab itu menjadi tugas pimpinan untuk menjaga agar konflik interpersonal yang terjadi dikalangan pegawai Setda Provinsi Aceh tidak menjadi masalah, sehingga kinerja pegawai tetap terjaga dan tetap baik.. Peran variable stress kerja tidak mampu berperan sebagai mediator, baik pada pengaruh konflik interpersonal terhadap kinerja pegawai dan juga pada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada kantor Setda Provinsi Aceh ini..Kata Kunci: Konflik Interpersonal, Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja , Kinerja Pegawai, Sekretariat Daerah, Provinsi Ace

    Alternatif Pemilihan Perkerasan Jalan di Pedesaan (Studi Kasus: 3 Desa Kecamatan Pulo Bandring, Kab. Asahan)

    No full text
    Pada proyek pekerjaan jalan di pedesaan banyak yang menggunakan material perkerasan jalan dengan beton cor. Kebijakan menggunakan konstruksi tersebut dilatarbelakangi pertimbangan dapat dilaksanakan dengan peralatan sederhana dan dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat secara bergotong-royong. Padahal diketahui bahwa bila tidak ditangani oleh ahlinya, konstruksi beton cor dapat dengan muda mengalami kerusakan struktur. Menyikapi hal tersebut bukan tidak mungkin struktur jalan beralih pada jenis perkerasan lain. Pemilihan ini tentunya membutuhkan kriteria dan cara yang tepat supaya kebijakan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkerasan material manakah yang lebih efektif dan efisien dalam segi biaya serta rujukan untuk menjadi bahan pertimbangan ataupun altenatif pemilihan jalan di pedesaan. Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 14 responden dari orang-orang yang mengetahui perkerasan jalan untuk pedesaan. Berdasarkan hasil penelitian, Bobot aspek sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan alternatif perkerasan jalan di pedesaan adalah Aspek Biaya dengan bobot sebesar 0.517, Aspek Metode Pelaksanaan dengan bobot 0.108, Aspek Teknis dengan bobot sebesar 0.240, dan Pengembangan Wilayah dengan bobot sebesar 0.135 dan urutan prioritas alternatif perkerasan jalan di pedesaan adalah Paving Block dengan bobot sebesar 0.249 kemudian Mac Adam dengan bobot sebesar 0.216 lalu Telford dengan bobot sebesar 0.215 dilanjutkan dengan Rabbat Beton dengan bobot sebesar 0.201 dan diposisi terakhir ada Lentur dengan bobot sebesar 0.119.113 HalamanSkripsi Sarjan

    Alternatif Pemilihan Perkerasan Jalan di Pedesaan (Studi Kasus: 3 Desa Kecamatan Pulo Bandring, Kab. Asahan)

    No full text
    Pada proyek pekerjaan jalan di pedesaan banyak yang menggunakan material perkerasan jalan dengan beton cor. Kebijakan menggunakan konstruksi tersebut dilatarbelakangi pertimbangan dapat dilaksanakan dengan peralatan sederhana dan dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat secara bergotong-royong. Padahal diketahui bahwa bila tidak ditangani oleh ahlinya, konstruksi beton cor dapat dengan muda mengalami kerusakan struktur. Menyikapi hal tersebut bukan tidak mungkin struktur jalan beralih pada jenis perkerasan lain. Pemilihan ini tentunya membutuhkan kriteria dan cara yang tepat supaya kebijakan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkerasan material manakah yang lebih efektif dan efisien dalam segi biaya serta rujukan untuk menjadi bahan pertimbangan ataupun altenatif pemilihan jalan di pedesaan. Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 14 responden dari orang-orang yang mengetahui perkerasan jalan untuk pedesaan. Berdasarkan hasil penelitian, Bobot aspek sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan alternatif perkerasan jalan di pedesaan adalah Aspek Biaya dengan bobot sebesar 0.517, Aspek Metode Pelaksanaan dengan bobot 0.108, Aspek Teknis dengan bobot sebesar 0.240, dan Pengembangan Wilayah dengan bobot sebesar 0.135 dan urutan prioritas alternatif perkerasan jalan di pedesaan adalah Paving Block dengan bobot sebesar 0.249 kemudian Mac Adam dengan bobot sebesar 0.216 lalu Telford dengan bobot sebesar 0.215 dilanjutkan dengan Rabbat Beton dengan bobot sebesar 0.201 dan diposisi terakhir ada Lentur dengan bobot sebesar 0.119.113 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore