Rumah Jurnal IAIN Fattahul Muluk Papua
Not a member yet
    503 research outputs found

    MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KESADARAN MORAL REMAJA DI ERA DIGITAL MELALUI EDUKASI ISLAM

    Full text link
    Era digital membawa dampak signifikan terhadap perilaku remaja, memicu fenomena pergaulan bebas dan degradasi moral. Di SMPN 3 Kopang, tingginya akses teknologi siswa yang belum diimbangi dengan literasi moral menciptakan kerentanan terhadap interaksi digital yang menyimpang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran moral siswa mengenai bahaya pergaulan bebas serta menanamkan nilai-nilai Islam sebagai benteng pertahanan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Kegiatan melibatkan 200 siswa kelas VIII dengan metode ceramah interaktif dan peer education. Evaluasi efektivitas program diukur melalui analisis terhadap 34 responden yang memenuhi kriteria kelengkapan data (data cleaning). Hasil analisis menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Persentase siswa dengan tingkat pengetahuan kategori "Baik" meningkat dari 73,53% pada pre-test menjadi 94,12% pada post-test. Sebaliknya, responden dengan pemahaman "Kurang Baik" menurun drastis dari 26,47% menjadi 5,88%. Meskipun mayoritas responden adalah perempuan (73,43%), materi berbasis nilai Islam terbukti efektif diterima oleh peserta. Pendekatan edukasi perspektif Islam efektif dalam membangun kesadaran moral remaja menghadapi tantangan digital. Direkomendasikan adanya strategi pendekatan yang lebih inklusif untuk meningkatkan partisipasi siswa laki-laki di masa mendatang

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMILU MELALUI SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN POLITIK DI KABUPATEN BONE

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk merespons rendahnya tingkat literasi politik dan pemahaman masyarakat mengenai proses pemilihan umum di Kabupaten Bone. Pendekatan yang digunakan adalah metode partisipatif melalui ceramah interaktif, dialog terbuka, dan simulasi proses pemungutan suara, yang dirancang secara inklusif dan humanis. Tahapan kegiatan dilakukan mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pendampingan singkat hingga evaluasi atau umpan balik dari peserta sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 desa di Kabupaten Bone yaitu Desa Lampoko, Desa Parippung, dan Desa Kampuno yang diikuti oleh peserta berjumlah 30 orang setiap desa, sehingga keseluruhan peserta dari 3 desa adalah 90 orang. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai prosedur pemungutan suara, peran lembaga penyelenggara, serta sikap kritis terhadap isu-isu publik seperti politik uang, netralitas aparatur, dan penyebaran informasi palsu. Peserta, termasuk pemilih pemula dan kelompok perempuan, menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab

    Ketidaksiapan Pelaksanaan Asesmen HOTS pada Pembelajaran PAI di Sekolah

    Full text link
    This study aims to examine the problems of implementing Higher Order Thinking Skills (HOTS) assessment in Islamic Religious Education (IRE) subjects through a systematic literature review approach to a number of relevant studies. HOTS assessment is an important instrument in developing students' critical, analytical, and reflective thinking skills, especially in understanding the values of Islamic teachings in context. However, the implementation of HOTS assessments in PAI education still faces various challenges, including limitations in teachers' competencies in designing questions, mismatches between instructional materials and assessments, and low student readiness in answering questions based on higher-order reasoning. Through a review of scientific articles published in the last five years, this study found that the problems in implementing HOTS assessments are systemic and require comprehensive intervention, ranging from strengthening teacher capacity, developing contextual teaching materials, to creating a learning climate that supports the development of students' critical thinking skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika pelaksanaan asesmen Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan systematic literature review terhadap sejumlah studi relevan. Asesmen HOTS merupakan instrumen penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif peserta didik, khususnya dalam memahami nilai-nilai ajaran Islam secara kontekstual. Namun, implementasi asesmen HOTS dalam pembelajaran PAI masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun soal, ketidaksesuaian antara perangkat ajar dan asesmen, serta rendahnya kesiapan siswa dalam menjawab soal berbasis penalaran tingkat tinggi. Melalui telaah terhadap artikel-artikel ilmiah yang terbit dalam 5 tahun terakhir, penelitian ini menemukan bahwa problematika pelaksanaan asesmen HOTS bersifat sistemik dan menuntut intervensi yang menyeluruh, mulai dari penguatan kapasitas guru, pengembangan perangkat ajar yang kontekstual, hingga penciptaan iklim belajar yang mendukung pengembangan nalar kritis siswa

    Menyelami Dimensi Spiritual melalui Ibadah Salat: Studi Pendapat terhadap Peserta Didik Jenjang Sekolah Menengah Pertama di Lembang

    Full text link
    Abstract.  This study was motivated by concerns about the declining awareness and meaning of prayer among junior high school students The study aims to examine students' understanding of the spiritual meaning of prayer, their spiritual experiences, the role of the environment, and the implications of this understanding on the practice of prayer in daily life. The study uses a quantitative design with a field study method, with primary data obtained through questionnaire responses from 134 respondents, while secondary data came from relevant literature. Data analysis used descriptive techniques. The findings indicate that students have a high level of understanding of the spiritual meaning of prayer (75.80%), very high spiritual experiences (86%), a very high role of the environment (82%), and the implications of this understanding on prayer practices in daily life (85%). This study emphasizes prayer practices, which was also in the very high category (85%). This research emphasizes the importance of strengthening the habit of prayer in shaping students' character, although this research is still limited to the perspective aspect and has not examined the implementation of practice directly. Keywords: Junior High School, Lembang, Prayer, SpiritualPenelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kecenderungan menurunnya kesadaran dan pemaknaan ibadah salat di kalangan peserta didik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian bertujuan mengkaji pemahaman peserta didik mengenai makna spiritual ibadah salat, pengalaman spiritual yang dirasakan, peran lingkungan, serta implikasi pemahaman tersebut terhadap praktik ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilaksanakan pada 28 September 2025 di SMP Negeri 3 Lembang dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dan metode studi lapangan. Populasi penelitian berjumlah 1.366 peserta didik kelas VII, VIII, dan IX, dengan sampel sebanyak 134 peserta didik kelas VII. Data primer diperoleh melalui jawaban kuesioner dari 134 responden, sedangkan data sekunder bersumber dari buku, artikel jurnal dan prosiding, makalah, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dokumentasi, serta sumber internet yang valid. Instrumen penelitian meliputi kuesioner berbasis Google Form, observasi, dan pedoman tingkat kepahaman peserta didik terhadap ibadah salat, dengan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki tingkat pemahaman tinggi terhadap makna spiritual ibadah salat (75,80%), pengalaman spiritual sangat tinggi (86%), peran lingkungan sangat tinggi (82%), serta implikasi pemahaman terhadap praktik ibadah salat yang juga berada pada kategori sangat tinggi (85%). Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pembiasaan ibadah salat dalam pembentukan akhlak peserta didik, meskipun penelitian ini masih terbatas pada aspek perspektif dan belum mengkaji implementasi praktik secara langsung

    Telaah Etika Islam terhadap Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Riset Ilmiah: Studi Analisis Kepustakaan

    Full text link
    Abstract. The development of artificial intelligence (AI) in academia offers both opportunities and significant ethical challenges. The use of AI in scientific research—including automatic writing, data analysis, and literature search—can accelerate scholarly work, yet also poses risks of ethical violations such as plagiarism, data manipulation, and the erosion of researcher autonomy. This study aims to examine these phenomena from the perspective of Islamic ethics using a qualitative-analytical method based on library research. The analysis focuses on five key areas: AI utilization in research, Islamic ethical values in scholarly activity, ethical risks of AI, evaluation based on maqāṣid al-sharī‘ah, and the formulation of an Islamic ethical framework. The findings indicate that AI may be used ethically if it operates within the bounds of maslahah and academic adab, in line with the principles of ḥifẓ al-ʿaql and ḥifẓ al-ʿilm. This article proposes an applicable Islamic ethical framework that includes sincere intention, honesty, responsibility, and collective moral supervision (hisbah) as a guiding structure for the use of AI in research contexts. Keywords: Islamic Ethics, Artificial Intelligence, Scientific ResearchAbstrak. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia akademik membawa peluang sekaligus tantangan etis yang signifikan. Penggunaan AI dalam riset ilmiah, seperti penulisan otomatis, analisis data, dan pencarian literatur, dapat mempercepat proses keilmuan, namun juga berisiko menimbulkan penyimpangan etis seperti plagiarisme, manipulasi data, dan hilangnya otonomi peneliti. Studi ini bertujuan menelaah fenomena tersebut dalam perspektif etika Islam melalui pendekatan kualitatif-analitis berbasis studi kepustakaan. Analisis difokuskan pada lima aspek utama: pemanfaatan AI dalam penelitian, nilai-nilai etika Islam dalam aktivitas ilmiah, risiko etis AI, evaluasi berdasarkan maqāṣid al-syarī‘ah, dan formulasi kerangka etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan secara etis jika digunakan dalam batas maslahat dan adab ilmiah yang selaras dengan prinsip ḥifẓ al-ʿaql dan ḥifẓ al-ʿilm. Artikel ini merekomendasikan kerangka etik Islam yang aplikatif, mencakup niat ilmiah yang benar, kejujuran, tanggung jawab, dan sistem pengawasan kolektif berbasis prinsip hisbah, sebagai pedoman dalam penggunaan AI di ranah akademik.  Kata kunci: Etika Islam, Kecerdasan Buatan, Penelitian Ilmia

    Praktik Wali Hakim Dalam Perkawinan Anak Hasil Hubungan Di Luar Nikah Perspektif Kompilasi Hukum Islam Fiqh Syafi’iyyah: Measuring the Authority of the Guardian Judge in the Marriage of Pregnant Children from Wedlock Perspective of Compilation of Islamic Law Shafi'iyyah Fiqh

    Full text link
    This study aims to examine the practice of determining the guardian of a judge in the marriage of a daughter resulting from a pregnant marriage at the KUA of Banyakan District, Kediri Regency, viewed from the perspective of the Compilation of Islamic Law (KHI) and the Shafi'i School of jurisprudence. The phenomenon of pregnant marriage creates a dilemma in determining the guardian of marriage, due to differences in views between national law and fiqh law regarding the child's lineage. The Shafi'i School of Law states that a child born less than six months after the marriage contract cannot be traced to the biological father, so it is not valid to make him a guardian. Meanwhile, the KHI still recognizes the child as a legitimate child. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the Banyakan KUA determines the guardian of a judge in cases of pregnant marriage based on the results of document verification and the Shafi'i School of Law approach. This step is taken to maintain the validity of the marriage according to sharia, although in practice the KUA also considers the social and emotional aspects of the family by providing a compromise solution. This study shows the synergy between positive legal norms and fiqh rules in resolving family law issues in society

    Sharia Financial Mindfulness as a Predictor of Halal Investment Decisions Among Muslim Millennials

    Full text link
    This study explores Sharia Financial Mindfulness as a significant predictor of halal investment decisions among Muslim millennials. The central problem addressed is the lack of internal, faith-based psychological constructs in existing research on Islamic investment behavior, which has primarily focused on external factors such as financial literacy and religiosity. Adopting a qualitative research approach, the study involved in-depth, semi-structured interviews with 15 Muslim millennials who actively invest in halal financial products such as sukuk, Islamic mutual funds, and Sharia-compliant fintech platforms. Data were analyzed using thematic analysis to identify key dimensions of mindfulness in financial decision-making. The findings revealed four major themes: (1) a conscious alignment between faith and finance, (2) ethical reflection as a motivation for investment, (3) the dual role of digital platforms as both facilitators and disruptors of mindfulness, and (4) the internalization of Sharia values as a source of financial discipline. The research concludes that Sharia Financial Mindfulness activates components of the Theory of Planned Behavior—attitude, subjective norms, and perceived behavioral control—thus forming a cognitive foundation for value-driven investment behavior. This study offers both theoretical advancement and practical guidance for Islamic finance stakeholders aiming to cultivate spiritually grounded investors

    The Role Of Social Trust In Purchasing Decisions Within The Online Reseller Ecosystem

    Full text link
    This study investigates the pivotal role of social trust in influencing consumer purchasing decisions within the online reseller ecosystem, a decentralized and community-driven digital marketplace that is especially prominent in Southeast Asia. While existing literature primarily emphasizes platform or institutional trust, this research shifts focus to interpersonal trust cultivated through peer interaction, testimonial networks, and community presence. Utilizing a qualitative research approach, the study collected data from 15 purposively selected participants—active consumers of online resellers through platforms such as Shopee, Instagram, and WhatsApp groups. Thematic analysis was employed to interpret the narratives, focusing on recurring patterns in how trust is constructed. The findings reveal four core dimensions of social trust: (1) peer testimonials and social proof significantly influence perceived credibility; (2) frequent and empathetic communication fosters relational confidence; (3) transparency and honesty in product information reduce perceived risk; and (4) a reseller’s visibility and reputation within digital communities function as a social safety net. The research also suggests expanding theoretical models to include social capital and network-based trust for more nuanced understanding. Practical implications are offered for online resellers and policymakers to enhance trust-building mechanisms in digital commerce environments

    STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA

    Full text link
    Permasalahan agama tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena agama berperan penting dalam kehidupan sosial. Secara empiris, agama erat hubungannya dengan persoalan di masyarakat. Agama dapat digunakan untuk membela kepentingan politik dan ekonomi, terutama jika agama tersebut sudah membentuk identitas sosial atau politik. Selain itu, Hubungan antar agama juga seringkali diganggu oleh beberapa faktor seperti pandangan-pandangan berbeda yang telah mengakar secara historis, perspektif negatif terhadap agama lain, serta kompetisi dalam memperluas pengaruh dan mengajak orang masuk dalam agama masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai strategi yang digunakan dalam pendidikan agama Kristen, serta bagaimana strategi-strategi tersebut dapat berkontribusi pada pengembangan sikap moderat di kalangan umat beragama. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Dalam dunia penelitian, penelitian kualitatif adalah metode yang fokus pada pemahaman dan penjelasan fenomena sosial melalui perspektif individu atau kelompok. Inti dari pembahasan artikel ini menyatakan pentingnya keseimbangan dalam praktik dan pemahaman agama, serta mencegah tindakan ekstrim dan kekerasan. Prinsip-prinsip moderasi meliputi keadilan, kebaikan, kebijaksanaan, dan konsistensi, yang mendukung perkuatan toleransi di dalam masyarakat. Pendidikan Agama Kristen memiliki peran krusial dalam menumbuhkan sikap toleran dengan mengajarkan nilai cinta dan pengampunan, serta menekankan pentingnya menghargai keberagaman

    Manajemen Strategi Kurikulum dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi

    Full text link
    Tujuan yang diterapkan dalam penelitian ini (1) Untuk Mengetahui Bagaimana manajemen strategi Kurikulum  Di Sma Darussalam Blokagung (2). Untuk Mengetahui Bagaimana Prestasi peserta didik di Sma Darussalam Blokagung (3). Untuk Mengetahui Bagaimana manajemen strategi Kurikulum dalam meningkatkan prestasi peserta didik Di SMA Darussalam Blokagung. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik study kasus. Dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara, bahan audiovisual, dokumen, dan berbagai laporan. Sedangkan Teknik analisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil yang diperoleh dilapangan tentang  manajemen strategi kurikulum dalam meningkatkan prestasi peserta didik di SMA Darussalam bertujuan untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar disekolah sehingga proses belajar mengajar disekolah dapat berjalan dengan efektif. Prestasi akademik peserta didik SMA Darussalam dapat dibuktikan dari nilai harian, semester, nilai raport serta prestasi peserta didik yang diperoleh dari juara olimpiade yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Strategi yang digunakan oleh SMA Darussalam  selalu menyesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan era-globalisasi yaitu dengan melihat kekuatan, peluang, kelemahan, ancaman yang bisa diaplikasikan dan dapat berubah ubah tinggal bagaimana dari pihak sekolah mengambil peluang yang akan diterapkan dalam kurikulum yang diterapakan

    462

    full texts

    503

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal IAIN Fattahul Muluk Papua
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇