1,720,960 research outputs found
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATEMATIKA BERBASIS LITERASI MATEMATIKA MELALUI ETNOMATEMATIKA DI CANDI BOROBUDUR UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Pendidikan di sekolah dasar (SD) diasumsikan sebagai jenjang pemerolehan
keterampilan dan pengetahuan dasar bagi siswa khususnya pada muatan
pembelajaran matematika. Salah satu keterampilan dan pengetahuan yang masih
jarang dipelajari oleh siswa adalah literasi matematika dan Etnomatematika. Hasil
penelitian menunjukkan literasi matematika siswa SD masih rendah, salah satunya
dipengaruhi oleh penggunaan buku ajar berbasis literasi matematika oleh guru SD
dalam pembelajaran matematika yang masih rendah. Berdasarkan hal tersebut
dibutuhkan buku ajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar
siswa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan buku ajar matematika
berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang layak untuk
meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika, 2)
mengungkapkan keefektifan buku ajar matematika berbasis literasi matematika
melalui etnomatematika yang layak untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada
pembelajaran matematika, 3) mengungkapkan kepraktisan buku ajar matematika
berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang layak untuk
meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika.
Penelitian ini menggunakan prosedur Research & Development (R&D) Borg
and Gall (2003) yang terdiri dari (1) research and information collecting, (2)
planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing,
(5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision,
(8) operational field testing, (9) final product revision, (10) dissemination and
implementation. Subjek penelitian adalah siswa SD kelas IV di Gugus Jend.
Sudirman Kec. Majenang Kab. Cilacap. Data yang dikumpulkan berupa data
kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil analisis kebutuhan,
validitas buku ajar, keterlaksanaan buku ajar pada pembelajaran dan angket
respon guru dan siswa. Data kualitatif didapatkan dari data wawancara analisis
kebutuhan dan data keterlaksanaan buku ajar berbasis literasi matematika melalui
etnomatematika. Instrumen yang digunakan adalah angket, panduan wawancara,
dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan
inferensial (t test), dan analisis data dari hasil pre-test dan post-test.
Temuan penelitian sebagai berikut: (1) buku ajar berbasis literasi
matematika melalui etnomatematika yang terdiri atas buku ajar, buku petunjuk
penggunaan bagi guru dan orangtua. Buku ajar yang dikembangkan dinyatakan
layak berdasarkan validasi ahli untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran matematika, (2) buku ajar berbasis literasi matematika melalui
etnomatematika efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran matematika, (3) buku ajar yang dikembangkan yang dikembangkan
mendapatkan kriteria praktis dalam hasil belajar siswa dalam pembelajaran
matematika. Kesimpulan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa buku
ajar berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang layak, efektif dan
praktis dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
Saran pada penelitian ini buku ajar dapat digunakan oleh guru untuk
meningkatkan hasil belajar.
Kata kunci
MENUMBUHKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI STRATEGI MANAJEMEN INTERVENSI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi manajemenintervensi terhadap perilaku buruk siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan melaluikajian literatur berdasarkan dokumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasimanajemen kelas memfungsikan seluruh komponen, meliputi sekolah dan orangtua sebagaikomunitas moral yang berbagi tanggung jawab dan peran untuk mencegah dan mengatasiperilaku buruk siswa yang diwujudkan berupa kedisiplinan siswa pada prosespembelajaran. Optimalisasi kolaborasi orangtua dapat menciptakan komunikasi yangterapdu dengan pendidikan di sekolah untuk menghindari kontinuitas perilaku. Kesiapanseorang guru dalam penguasaan manajemen intervensi menjadi hal penting sebagai bentukdukungan guru terhadap penindakan perilaku siswa dengan tepat sasaran danmenumbuhkan sikap disiplin siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Integrasi nilaidalam kurikulum sekolah diperlukan sebagai upaya penanggulangan perilaku buruk agarsiswa memiliki pribadi yang berkarakter bai
ANALISIS PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP ADVENT NABIRE TENTANG PERAN NILAI DAN NORMA DALAM SOSIALISASI SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK KESADARAN DIRI DAN LINGKUNGAN
This study aims to analyze the cognitive understanding level of Grade VII students at SMP Advent Nabire regarding values and norms, their interpretation of the role of values in social interaction, and its contribution to the formation of self and environmental awareness. The background of this study is based on the unique challenges in Nabire, Central Papua, where students face complex interactions between religious values, local customs, and global influences through social media. This study uses a sequential exploratory mixed methods approach. Data were collected through cognitive tests, in-depth interviews, and observations of 30 Grade VII students. The results showed that students' cognitive understanding was in the medium category with an average of 68.5. Students tend to be strong in memorizing definitions but weak in case analysis (C4). Interpretatively, students adhere more to customary and family norms than formal school rules, and experience value ambivalence due to social media exposure. In conclusion, students' transactional understanding (fear of sanctions) has not contributed optimally to forming reflective self-awareness and consistent environmental awarenes
MISKONSEPSI MATERI ORGAN PEREDARAN DARAH DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS 5 DI SDIT ALAM NURUL ISLAM YOGYAKARTA
This study is about finding and explaining the misunderstandings that fifth-grade students have about the human circulatory system while learning science at SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. The research used a qualitative method with a descriptive design. The participants were fifth-grade students chosen using purposive sampling. Information was gathered through open-ended diagnostic tests, semi-structured interviews, and review of documents. The data was analyzed using an interactive model that included reducing data, displaying it, and drawing conclusions. To make sure the data was reliable, the study used multiple sources and methods for verification. The results show that students have some basic knowledge of the circulatory system, but they still have many misunderstandings. These mainly concern where and how the parts of the heart work, the difference between arteries and veins, and the paths of blood in the body and lungs. The overall path of the circulatory system was found to be the most misunderstood concept. Some reasons for these misunderstandings are that the teaching mostly uses lectures, there is not enough use of real or visual teaching tools, and students are not very involved in learning activities. The study suggests that teaching should focus on key scientific concepts, use real or visual tools, and involve students more in their learning to help reduce these misunderstandings
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIK SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR
Abstract
This research aims to develop ethnomatematics-based mathematics teaching materials that will be used in the learning process. This is intended to form patterns of understanding of the material and the concept of a flat shape in class III through objects or historic sites. Learning material is made based on literacy that is easily understood by students based on mathematical material and / or the application of mathematics that has entrenched the community environment. The subjects in this study were students of SDN Jenang 05 and SDN Mulyadadi 02 Class III Kec. Majenang Kab. Cilacap Jawa Tengah Academic Year 2018/2019. The use of mathematics teaching materials, teaching devices, and analysis of the lack of teaching materials used will become study material in development research that will produce a product that is mathematics teaching material based on ethnomatatics. The results of the research on ethnomatematics-based teaching material development can be seen from the pre-test assessment, more than 50% of students get a very low learning understanding category and below the specified KKM, which is 75 and post-test assessment results, 4 students with very high grades, 5 students with high grades, 10 students with medium grades, and 40 students with low grades but exceeding the KKM set. This means that students who are above the specified KKM, and Ethnomatic Mathematics-Based Teaching Materials that are developed effectively to improve student understanding of learning.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika berbasis etnomatematika yang digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk pola pemahaman pada materi dan konsep bangun datar di kelas III melalui objek atau situs bersejarah. Materi pembelajaran dibuat berdasarkan literasi yang mudah dipahami siswa sesuai materi matematika atau penerapan matematika yang telah membudaya dilingkungan masyarakat. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SDN Jenang 05 dan SDN Mulyadadi 02 Kelas III Kec. Majenang Kab. Cilacap Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019. Penggunaan bahan ajar matematika, perangkat pengajaran, dan analisis kekurangan bahan ajar yang digunakan nantinya menjadi bahan kajian dalam penelitian pengembangan yang akan menghasilkan sebuah produk yaitu bahan ajar matematika berbasis etnomatematika. Hasil dari penelitan pengembangan bahan ajar berbasis etnomatematika ini dilihat dari penilaian pre-test, lebih dari 50% siswa mendapatkan katagori pemahaman belajar sangat rendah dan dibawah KKM yang ditetapkan, yaitu 75 dan hasil penilaian post-test, 4 siswa dengan nilai sangat tinggi, 5 siswa dengan nilai Tinggi, 10 siswa dengan nilai sedang, dan 40 siswa dengan nilai rendah tetapi melebihi KKM yang ditetapkan. Artinya siswa yang berada diatas KKM yang ditetapkan, dan Bahan Ajar Berbasis Etnomatematika yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa
Problematika Dan Solusi Menulis Teks Narasi bagi Peserta Didik Kelas Tinggi
Penelitian ini berusaha memberikan solusi strategis dalam mengatasi permasalahan terkait keterbatasan peserta didik dalam menulis teks narasi. Sampai saat ini permasalahan tersebut masih menjadi perbincangan serius bagi para pengembang metode pendidikan. Mengingat bahwa permasalahan tersebut pada dasarnya muncul akibat kurang efektifnya metode pengajaran dalam meningkatkan kualitas peserta didik dalam menulis teks narasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis berbasis observasi dan dokumentasi terhadap peserta didik kelas V SD Negeri Tamanan tahun ajaran 2022/2023, yang merupakan objek utama dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa solusi problematika dalam menulis teks narasi bagi guru adalah: (1) Mengajak peserta didik untuk belajar di taman. (2) Membacakan cerita yang bersifat fantasional dan imajinatif. (3) Menentukan ide pokok paragraf sesuai dengan minat peserta didik. Sedangkan bagi peserta didik adalah: (1) Peserta didik dapat memilih tema yang mereka kuasai atau pahami. (2) Peserta didik harus rajin membaca agar perbendaharaan katanya banyak sehingga dapat menuangkan ide cerita dengan lebih bebas. (3) Peserta didik harus sering berlatih dalam menyusun sebuah kalimat sederhana dan paragraf. (4) Peserta didik sebelum membuat paragraf harus mengetahui pemakaian huruf kapital dan tanda baca yang benar
BERPIKIR PROFETIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD/MI
Dalam dunia pendidikan para siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi dapat
mengalami penurunan minat belajarnya. Salah satu contoh dalam pembelajaran
matematika. Jika mereka diajarkan oleh guru dengan cara yang membosankan dan
monoton, maka siswa akan cepat bosan dalam menerima pembelajaran tersebut
di kelas. Sebaiknya, siswa yang mempunyai motivasi rendah, dapat mengalami
peningkatan minat belajar jika dibimbing oleh seorang guru yang mengetahui
bagaimana cara berkomunikasi dan berpikir secara baik kepada siswanya. Berpikir
profetik adalah berpikir sesuai dengan yang Nabi ajarkan atau lakukan. Pendidikan
dengan perspektif profetik berarti mengkaji pendidikan sebagai program besar
bangsa yang memiliki kekuatan prediktif ke masa depan yang lebih gemilang yang
dilakukan oleh seseorang yang disebut nabi, yaitu orang yang berbicara awal atau
pioner yang memproklamasikan diri dan berbicara masa depan. Dalam mengajarkan
pelajaran matematika yang merupakan pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa
sebagai bekal dia menjalani kehidupan di masyarakat kelak. Belum lagi paradaban
bangsa kita saat ini yang sangat terpuruk, sehingga kita seolah-olah telah hilang jati
diri sebagai bangsa yang bermartabat, sehingga dibutuhkan kembali tingkat berpikir
sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang sering kita sebut berpikir
Profetik, yang sesungguhnya itu sudah diajarkan oleh orang tua masing-masing
sebelum masuk SD.
Kata Kunci: Berpikir Profetik, Pembelajaran, Matematika SD
ABSTRACT
In the world of education, students who have a high learning interest can experience
a decrease in interest in learning. One example in mathematics learning. If they
are taught by the teacher in a tedious and cheery way, then the students will get
bored quickly in accepting the learning in class. Preferably, students who have low
motivation, can experience increased interest in learning if guided by a teacher who
knows how to communicate and think well to the students. Prophetic thinking is
thinking according to what the prophet teaches or does. Education with prophetic
perspective means studying education as a great nation program that has a predictive
power to a more brilliant future conducted by someone called a prophet who is an
early speech or pioneer who proclaims himself and speaks the future. In teaching
Mathematics lesson which is a lesson that is needed by the students as their provision
to live life in society later. Not to mention the paradaban of our nation at this time
so badly, so we seem to have lost identity as a dignified nation, so it is necessary to
return the level of thinking as taught by the Nabi Muhammad SAW that we often call
Profetic thinking, which actually was already taught by parents each before entering
elementary school.
Keywords: Profetical Thinking, Learning, Elementary Mathematic
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Model Kepemimpinan Guru dalam Proses Pembelajaran Di Kelas pada Jenjang SD/MI
AbstrakHakekat kepemimpinan di kelas adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Guru juga dapat menjadi seorang pemimpin pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tujuannya diharapkan guru dapat memimpin siswa sesuai dengan fungsi kepemimpinan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Seorang guru juga harus memahami model-model kepemimpinan yang baik, hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang baik sal ah satunya ditentukan oleh gaya kepemimpinan yang identik dengan model kepemimpinan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Pada proses pembelajaran di kelas tingkat sekolah dasar sangat berbeda dengan tingkat menengah, terutama dalam hal menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Otomatis gaya kepememimpinan guru juga harus disesuaikan dengan keadaan siswa di tingkat sekolah dasar.Kata Kunci: kepemimpinan di kelas, model kepemimpinan, guru AbstractThe nature of classroom leadership is the ability of influencing and motivating students to achieve learning goal at school. Teachers can also be a leader during the learning process, either inside or outside the classroom. The expected goal is the teacher role in leading students should be in line with the leadership function which is related to the learning goal. A teacher should also understand good models of leadership, because good teaching and learning process is determined by the leadership style which relects the teachers’ leadership model in in-class teaching-learning process. The learning system of primary level is very different from that of secondary level, especially in the way of delivering the teaching material to students. Therefore, teachers’ leadership style should be adjusted to the condition of students at primary school.Keywords: classroom leadership, leadership style, teacher</em
- …
