1,722,010 research outputs found

    Teologi Muhammad Abduh

    Get PDF
    Menarik untuk dikaji corak teologi Muhammad Abduh. Teologi rasionalkah yang mendorong lahirnya dinamisasi atau teologi tradisional yang mendorong kepada kondisi statis. Banyak orang tidak sepakat tentang corak teologinya. Tetapi yang harus dipahami adalah ketidaksepakatan itu merupakan cermin dari bervariatifnya barometer yang dijadikan standar untuk menilainya. Menurut pemikiran Muhammad Abduh tersebut, dapat dipahami bahwa wujud tersusun dari Khaliq dan Makhluk, adanya pencipta dan yang dicipta. Oleh karenanya, semua yang ada dalam wujud ini selain Allah Swt. Adalah makhlukNya. Alam terdiri atas alam abstrak dan alam nyata. Sedangkan alam manusia terbagi ke dalam dua golongan; golongan khawas dan awam. Dalam sistem teologi Abduh, akal mempunyai peranan yang sangat penting. Baginya, untuk memperoleh iman sejati dibutuhkan pemikiran rasional. Yang pasti, bagi Muh. Abduh, wahyu menaruh keyakinan yang amat dalam terhadap keunggulan wahyu dalam membantu akal untuk mengatasi kelemahannya. Yang pasti juga bahwa wahyu tidak hanya berfungsi sebagai informasi, tetapi juga berfungsi sebagai konfirmasi

    Muhammad Abduh

    No full text
    Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh pembaharuan pemikiran pendidikan agama Islam, di Mesir. Muhammad Abduh menuangkan ide pemikiran serta pembaharuannya di ranah pendidikan, dan ranah sosial keagamaan. Muhammad Abduh dilahirkan dari keluarga petani pada tahun 1849 yang bertepatan dengan jatuhnya pemerintahan Muhammad Ali. Abduh menimba ilmu di Al-Azhar, dan sebelumnya itu ia menempuh di Tanta. Kritik beliau dalam pendidikan yang pertama ialah, ia merasa bahwa pendidikan pada saat itu yang sangat tidak mendukung pemahaman dalam mempelajarinya. Terutma dalam hal pembelajaran bahasa Arab. Ia memiliki keinginan dalam memperbaiki uslub bahasa Arab baik itu media tulis pembelajaran bahasa Arab maupun dalam pembicaraan resmi negara. Ia melihat bahwa pendidikan umat Islam pada masa itu sangat-sangat mengalami pemunduran dikarenakan pola pikir para umat Islam yang hanya terpaku dengan masa lalu, berpikir jumud serta statis karena mereka tidak menggunakan akal yang diberikan oleh Allah Swt. kepada mereka. Abduh juga menggagas kurikulum yang integral. Sistem pendidikan yang diperjuangkan Muhammad ‘Abduh adalah sistem pendidikan fungsional yang bukan impor, yang mencakup pendidikan universal bagi semua anak, laki-laki maupun perempuan. Kurikulum yang mampu menjadikan pendidikan agar tidak monoton dan mampu memberikan perubahan

    Rekonstruksi Muhammad Abduh Dalam Pembaharuan Pendidikan Islam

    Get PDF
    Among many prominent figures of moslem scientists, Muhammad Abduh is one of the most passionate figures in reforming Islam. The efforts and various concepts of thought Muhammad Abduh indeed need to be appreciated, because the concept of thinking has been able to change the habit of a static society to become more dynamic. The concept of Islamic renewal by Muhammad Abduh can not be separated from the nature and character of the likes of knowledge. The reconstructions of the thought of Muhammad Abduh in the world of Islamic Education are Purification, Reformation, Islamic Defense, and Reformulation. Based on the Four Reconstructions, the educational reform and the reformulation of the law are his ultimate focus. The factors behind the renewal of Islamic education by Muhammad Abduh were social Factors Religion and Education factor Keywords: Muhammad Abduh, Islamic Education Reformulation

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD ABDUH

    Get PDF
    This brief writing will parse the thought of Muhammad Abduh about Islamic education. Muhammad Abduh thinking about education is considered the beginning of the resurrection of the Muslims in the early 19th century. This is proven by the large number of writings he published in the magazine al-Manar and al-Urwat al-Wusqa ', so that it becomes the reference for the reformer in the Islamic world. He thought about education among islam contained in the system and structure of educational institutions, educational curricula and learning methods. According to the view of Muhammad Abduh, Islam is a religion which is a very rational, appreciate the human reason, since the intellect is the one of human potential, and Islam is highly recommend to use common sense. It is these Muhammad Abduh gives a very high award against reason and evelopment of science

    Konsep pendidikan Islam integralistik menurut Muhammad Abduh

    No full text
    Berangkat dari itulah penelitian ini bermaksud membahas kembali pemikiran tokoh dan intelektual muslim, yang mencoba untuk merumuskan pendidikan Islam yang sesuai dengan agama, dan kehidupan yang modern, yakni Muhammad Abduh. Maka penulis memberikan judul �Konsep Pendidikan Islam Integralistik Menurut Muhammad Abduh�. Dengan harapan konsepsi bawa Muhammad Abduh mampu menginspirasikan elemen pelaksanaan pendidikan Islam, agar pendidikan Islam mampu menjawab tantangan zaman, dan tetap berdasarkan kepada nilai-nilai ajaran Islam. Pembahasan skripsi ini dimaksudkan untuk mengetahui konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Abduh. Dari fokus masalah ini, penulis mengambil langkah untuk kemudian menganalisis dan menelitinya, dengan tujuan mampu mengetahui dan memahaminya, dan mengambil kesimpulan dari konsep pendidikan Islam integralistik menurut Muhammad Abduh. Sehingga hasil dari telaah tersebut, dapat memberikan kontribusi dalam terselenggaranya pendidikan Islam Dalam enelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan librarry research, sedangkan metode pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, dalam rangka mencari sumber dan data yang menunjang dalam penulisan ini. Kemudian dari dokumentasi tersebut dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriftif. Pemikiran Muhammad Abduh tentang konsep pendidikan Islam integralistik, adalah model pendidikan yang memadukan kurikulum pendidikan agama dan pendidikan umum, dengan menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, merumuskan tujuan kelembagaan pendidikan, memperbaharui kurikulum, dan membuat metode pengajaran dan pembelajara

    PEMIKIRAN KALAM MUHAMMAD ABDUH DALAM BUKU RISALAH TAUHID

    Get PDF
    Setiap tokoh tentu memiliki konsep pemikiran yang berbeda-beda. Pembahasan pemikiran tersebut berimplikasi pada suatu ajaran bahwa teori yang ada akan memunculkan aliran-aliran yang berbeda pula, tidak terkecuali Muhammad Abduh. Abduh adalah pemikiran dan tokoh muslim berpengaruh abad ke-20. Dengan kejeniusannya merekonstruksi pemikiran-pemikiran Barat – Islam mengantarkan dirinya sebagai tokoh pembaharu dalam pemikiran Islam. Oleh karena itu, penelitian tentang pemikiran Abduh hingga saat ini terus dilakukan, dan penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemikiran kalam Muhammad Abduh khususnya yang diuraikan dalam karyanya dengan judul Risalah Tauhid. Dengan demikian, rumusan masalah yang disusun dalam penelitian ini yaitu; Pertama, Apa saja yang melatarbelakangi pemikiran kalam Muhammad Abduh. Kedua, Bagaimana pemikiran kalam Muhammad Abduh dalam buku Risalah Tauhid. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu; Pertama, Mengetahui latarbelakang pemikiran kalam Muhammad Abduh. Kedua, Mengetahui pemikiran kalam Muhammad Abduh dalam buku Risalah Tauhid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (Library Research). Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini langsung merujuk kepada buku Risalah Tauhid karangan Muhammad Abduh. Adapun data sekunder dalam penelitian ini diambil dari berbagai sumber yang membahas tentang Muhammad Abduh, baik buku, jurnal maupun karya ilmiah sejenis. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa corak pemikiran kalam Muhammad Abduh berbeda dengan tokoh-tokoh sebelumnya, meskipun corak pemikirannya lebih dekat dengan Mu’tazilah namun Muhammad Abduh bukan merupakan tokoh aliran Mu’tazilah. Menurut Muhammad Abduh dalam konteks pembahasan kalam khususnya terkait perbincangan antara akal dan wahyu, akal merupakan kekuatan utama sedangkan wahyu merupakan penyempurna dari kekuatan akal. Hal ini kemudian mengantarkan dirinya sebagai bagian dari salah satu tokoh Neo- Mu’tazilah. Kemudian secara latar belakang pemikiran Muhammad Abduh yang banyak dibentuk oleh faktor lingkungan maupun tokoh-tokoh, justru tidak menjadikan Abduh untuk menjadi tokoh penyambung, namun Abduh mereduksi pemikiran tokoh-tokoh tersebut dan menghasilkan pemikiran baru dalam perkembangan pemikiran Islam khususnya dalam konteks ini adalah pemikiran kalam

    PEMIKIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD ABDUH

    No full text
    This brief writing will parse the thought of Muhammad Abduh about Islamic education. Muhammad Abduh thinking about education is considered the beginning of the resurrection of the Muslims in the early 19th century. This is proven by the large number of writings he published in the magazine al-Manar and al-Urwat al-Wusqa ', so that it becomes the reference for the reformer in the Islamic world. He thought about education among islam contained in the system and structure of educational institutions, educational curricula and learning methods. According to the view of Muhammad Abduh, Islam is a religion which is a very rational, appreciate the human reason, since the intellect is the one of human potential, and Islam is highly recommend to use common sense. It is these Muhammad Abduh gives a very high award against reason and development of scienc

    MODERNISME ISLAM DALAM PANDANGAN MUHAMMAD ABDUH

    Get PDF
    Abstrak: Modernisme Islam dalam Pandangan Muhammad Abduh. Modernisme dalam masyarakat Barat memiliki pengetian fikiran, aliran, institusi-institusi lama, dan sebagainya. Untuk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pemikiran dan aliran ini mempengaruhi dibidang agama dan modernisme dalam hidup keagamaan di Barat mempunyai tujuan untuk menyesuaikan ajaran-ajaran yang terdapat dalam agama. Penulis disini membahas modernisme Islam yang dilakukan oleh Muhammad Abduh, dikarena ia lebih memfokuskan pembaharuannya dalam masalah-masalah agama. Sedangkan Jamaluddin al-Afghani walaupun ia merupakan guru dari Muhammad Abduh, tetapi ia lebih memusatkan pemikiran dan aktifitasnya dibidang pembaharuan politik dibandingkan masalah-masalah agama

    Teologi Muhammad Abduh: tentang kebebasan manusia

    Get PDF
    Teologi juga dikenal sebagi ilmu kalam, tauhid, aqidah dan ushuluddin merupakan ajaran yang terpenting dalam ajaran islam. Dalam sejarah pemikiran perkembangan pemikiran islam terdapat berbagai macam aliran teologi yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagaimana diatas. Kemunculan aliran aliran teologi dalam islam diawali oleh pertikaian politik antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu'awiyah bin Abi Sofyan yang kemudian berujung dengan peristiwa tahkim. Tahkim yang disinyalir berjalan pincang dan tidak adil itulah menimbulkan pertikaian pertikaian teologis dikalangan umat islam dan kemudian melahirkan aliran aliran aqidah yakni khawarij. Muhammad Abduh adalah seorang teolog yang mempunyai corak pemikiran rasional, yang dalam beberapa konsep pemikirannya banyak mempunyai kesamaan dengan pandangan kaum mu'tazilah. Hal ini dikarenakan keduanya mempunyai kesamaan dalam menempatkan peranan akal pikiran yakni sama sama memberikan kedudukan yang tinggi terhadap akal. Dalam persoalan ikhtiyar manusia, Muhammad Abduh mempunyai kesamaan yang jelas sekali dengan kalangan mu'tazilah yakni bahwa manusia mempunyai kebebasan terhadap dirinya didalam menjelaskan persoalan ikhtiar manusia Muhammad Abduh banyak menonjolkan sunnatullah sebagai dasar argumen pandangan pandangannya sehingga tidak mengherankan jika didalam persoalan perbuatan manusia pemikiran Muhammad Abduh lebih moderat daripada kaum mu'tazilah. Menurut Muhammad Abduh kebebasan kehendak manusia itu merupakan sifat alami (dasar) karena itu, maka ia sudah ada pada manusia sejak manusia itu dilahirkan kemuka bumi ini dan kalau sifat dasaritu dihilangkan darinya maka ia bukan manusia tapi menjadi makhluk lain. Kebebasan manusia sama sekali tidak akan merenggut kemutlakan Tuhan, karena tidak sewajarnya dan bukan tempatnya manusia menyetarakan diri dengan Tuhan

    Kontekstualisasi Pemikiran Filsafat Pendidikan Imam Al-Ghazali dan Muhammad Abduh

    Get PDF
    Dewasa ini, dunia pendidikan di Indonesia mengalami anomali, dalam artian secara data menunjukkan adanya peningkatan warga negara yang terdidik, namun diikuti juga dengan peningkatan perilaku immoral yang tidak mencerminkan perilaku orang yang terdidik. Penelitian ini mencoba mengambil kembali pemikiran pendidikan dari dua tokoh intelektual Muslim yaitu imam al-Ghazali dan Muhammad Abduh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pemikiran antara imam al-Ghazali dan Muhammad Abduh. Imam al-Ghazali menginginkan pendidikan tidak terlalu mengedepankan akal hingga melupakan tatanan dasar dalam agama. Sementara Muhammad Abduh, menginginkan pendidikan yang progresif, yang dinamis, dan berkemajuan. Dua corak pemikiran ini dapat dikontekstualisasika berdasarkan kecenderungan pendidikan yang ada saat ini. Untuk pemikiran imam al-Ghazali bisa diterapkan di lembaga pendidikan yang lebih umum, guna memastikan peserta didik tidak tercerabut dari nilai-nilai ketuhanan. Sementara Muhammad Abduh, dengan reformasi pendidikannya bisa diimplementasikan di lembaga-lembaga pendidikan yang kurang berkembang Kata Kunci: Kontekstualisasi Pendidikan; Imam al-Ghazali; Muhammad Abduh; Filsafat Pendidikan
    corecore