E-Journal System IAIN Bengkulu (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
4039 research outputs found
Sort by
The Analysis of the Validity and Reliability of Pro-Environmental Conservation Attitudes and Behavior Assessment Instruments Upon High School Students Using the Rasch Model
The purpose of this research was to examine the validity and reliability of a self-assessment questionnaire with 50 statement questions that were created to measure high school students pro-environmental attitudes and behaviors. Research And Development is the approach employed, which alludes to Borg & Gall in Sugiyono (2013). Using simple random selection, 250 high school students were used to test the instrument. The findings indicated that the items' validity had been established, as 47 statement items were approved and 3 statement items were refused. Cronbach's alpha value was 0.90, Person Reliability was 0.89, and Item Reliability was 0.97, as determined by reliability analysis. Based on these findings, the instrument for measuring high school students' pro-environmental conservation attitudes and actions may be described as "valid" and "reliable.
Analisis Sintaksis Penerjemahan Kitab Kuning dengan Bahasa Indonesia dalam Model Bandongan di Pondok Pesantren Salaf
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara gramatikal struktur kalimat bahasa Indonesia dalam penerjemahan kitab kuning yang dilakukan oleh para ustaz atau kiai dalam sistem bandongan. Dalam penggalian data, penelitian ini menggunakan metode simak-catat dari beberapa pengajian kitab kuning yang dilakukan di pondok pesantren dan juga pengajian-pengajian yang dilakukan secara hybrid melalui kanal YouTube. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat interferensi bahasa Jawa yang mempengaruhi cara penerjemahan kiai dalam bahasa Indonesia. Interferensi bahasa Jawa ini menimbulkan kerancuan terjemahan dalam bahasa Indonesia, terutama dalam tiga hal, yaitu penyebutan pengulangan subjek, penyebutan numeralia yang berpotensi pleonasme, dan pengabaian terjemahan kalimat pasif. Terjemahan yang mengandung interferensi itu dapat dimaklumi jika terjemahan bahasa Indonesia itu bertujuan untuk menyinkronkan pola kalimat bahasa Arab sebagaimana terjemahan model bahasa Jawa. Akan tetapi, jika tidak bertujuan sinkronisasi, terjemahan berbahasa Indonesia yang mengandung interferensi itu rancu
Development of Islamic Boarding Schools Through Local Wisdom-Based Community Economic Empowerment: An Innovative Offer
This study aims to analyze and document the internalizing Islamic boarding school development process through empowering local wisdom and evaluate this approach's innovative impact. The research method used is a qualitative approach through case studies of Islamic boarding schools implementing local wisdom internalization strategies. The internalization process involves steps such as analysis of local needs, integration of local wisdom values in the curriculum, active involvement of Islamic boarding schools in local community activities, and forming partnerships with local governments and related stakeholders. By collecting data through interviews, observations, and document analysis, this research presents findings about the effectiveness of the internalization method. The research results show that Islamic boarding schools that adopt this innovative offer can produce graduates who are competent in the field of religion and skilled in applying local wisdom in everyday life. In general, the Quran offers two principles in community economic empowerment activities: the principle of ta'awun and the principle of shura. The principle of ta'awun is the principle of cooperation between various parties. The principle of syura means deliberation between the government and institutions related to this community economic empowerment program. There are at least three economic business offers to empower the local wisdom-based community economy in Islamic boarding schools: community and Islamic boarding school collaboration in plantation management, batik-making skills business, and community collaboration with Islamic boarding schools in livestock management. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendokumentasikan proses internalisasi pengembangan pesantren melalui pemberdayaan kearifan lokal dan untuk mengevaluasi dampak inovatif dari pendekatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kasus pesantren yang telah menerapkan strategi internalisasi kearifan lokal. Proses internalisasi ini melibatkan langkah-langkah seperti analisis kebutuhan lokal, integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum, pelibatan aktif pesantren dalam kegiatan masyarakat lokal, dan pembentukan kemitraan dengan pemerintah daerah dan stakeholders terkait. Melalui pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini menyajikan temuan tentang efektivitas metode internalisasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pesantren yang mengadopsi tawaran inovatif ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang agama, tetapi juga terampil dalam menerapkan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum ada dua prinsip yang ditawarkan Alquran dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yaitu prinsip ta’awun dan prinsip syura. Prinsip ta’awun adalah prinsip kerja sama dan sinergi diantara berbagai pihak. Prinsip syura bermakna musyawarah antara pemerintah dengan lembaga yang terkait dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini. Setidaknya, ada tiga tawaran usaha ekonomi dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal di pesantren, yaitu kolaborasi masyarakat dan pesantren dalam pengelolaan perkebunan, usaha ketrampilan membuat batik, dan kolaborasi masyarakat dengan pesantren dalam pengelolaan peternakan
Rancang Bangun Etika Nalar Islam-Arab Muhammad Abid Al-Jabiri (1935-2010)
The aim of this research is to provide an explanation of the Islamic-Arabic ethics of reason put forward by a founding figure in ethics. Seeing that ethics in Islam cannot be separated from the dynamics or discourse of philosophy, where philoshopy provides an alternative to thinking that was previously confined to the hegemony of theology and law. This research os a type of library research. The primary data source was a obtained from various al-Jabiri on ethics, “Naqd al-Aql al-Akhlaqi al-Arabi”. secondary data comes from various writings, books, journal articles and others. Data or information obtained by analyzing and interpreting objects using the descriptiom method, also using the verstehen method / understanding in depth an object of study to find out what other people have experience throught their oen experience. The results of this research show initial thought shows that each idea has its own advantages and disadvantages. The idea that al-Jabiri developed was a concept based on the meaning of turas. Basis of the problem of al-Aql al-Arabi lies in the contemporary Arab worlds two feet: al-turas and al-hadasah. Value construction of Islamic civilization in the past era for the benefit of value reconstruction fotr the Arab nation today. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memberikan uraian mengenai etika nalar Islam-Arab yang dikemukakan oleh seorang tokoh pendiri etika. Melihat bahwa etika dalam Islam tidak lepas dari dinamika atau wacana filsafat yang mana filsafat memberikan alternatif atas pemikiran yang sebelumnya terkungkung di dalam hegemoni teologi dan hukum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research). Sumber data primer diperoleh dati berbagai teks karya al-Jabiri tentang etika yakni Naqd al-‘Aql al-Akhlāqī al-‘Arabī. Sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai tulisan, buku, artikel jurnal dan lainnya. Data atau informasi yang diperoleh dengan analisis serta menafsirkan objek dengan metode deskripsi, juga menggunakan metode verstehen/ memahami secara mendalam suatu objek kajian untuk mengetahui yang dialami orang lain lewat pengalaman sendiri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa awal pemikiran ini menunjukkan setiap ide memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Gagasan al-Jābirī yang dikembangkan merupakan konsep yang berbasis pada sebuah warisan kultural (turāṡ). Beranjak dengan mendefinisikan arti dari turaṡ (tradisi). Dasar persoalan al-‘aql al-‘arabī terletak pada pijakan dunia Arab kontemporer pada dua kaki: al-turāṡ dan al-ḥadāṡah. Value construction peradaban Islam era masa lalu untuk kepentingan value reconstruction demi kemajuan bangsa Arab di masa sekarang ini
PESANTREN KALIGRAFI AL-QURAN LEMKA DI KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT (2005-2016)
Perkembangan penyebaran Islam terus bergumul dengan benturan adat istiadat masyarakat asli di Indonesia. Bahkan proses dakwah terus bergerak hingga bersentuhan dengan struktur budaya. Tidak terkecuali perkembangan pondok pesantren dan seni Kaligrafi al-Quran yang tumbuh di Indonesia. Tulisan ini mencoba membahas tentang Pesantren Kaligrafi Al-Quran LEMKA yang berada di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang menjadi salah satu pesantren dengan metode pembelajaran dengan pendekatan berbeda dari pesantren umumnya. Metode riset penelitian ini melalui pendekatan sejarah dimulai dengan penelusuran sumber melalui wawancara, telaah dokumen dan sumber-sumber berita media cetak, yang dianalisis secara kritis dan diinterpretasi sehingga mampu memberi gambaran menyeluruh tentang perkembangan pesantren kaligrafi. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pesantren kaligrafi al-Quran LEMKA menjadi sebagai sebuah lembaga yang bergerak di bidang perkembangan budaya kaligrafi. Lembaga Kaligrafi Alqur’an (LEMKA) mempunyai peran yang cukup signifikan terhadap pengembangan kaligrafi Islam di Indonesia melalui metode pengajaran yang determinatif.Dari lembaga ini telah lahir ratusan guru dan juara-juara pada berbagai event lomba nasioanal dan ASEAN. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LEMKA memainkan peranan penting dalam mencetak kader-kader atau ahli-ahli kaligrafi Islam, sejak didirikan tahun 1998 dan perkembangannya yang begitu pesat di tahun 2005 hingga 201
Exploring The Implementation of the Merdeka Curriculum: A Case Study of Integrated Science Teaching Materials with ESD and Ethnoscience
This study analyzes the science teaching materials integrated with ESD and Ethnoscience based on teachers' teaching experiences and educational qualifications. This case study research involved six junior high school science teachers in Cimahi City who participated voluntarily in a teacher training program. Data collection techniques in this research used observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis employed a descriptive narrative approach by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Then, triangulation is also performed for data validation.Based on the research findings, teaching materials prepared by novice teachers with less than five years of teaching experience tend to be textbook-oriented, and the language used still needs to be suitable for the cognitive level of junior high school students. However, the materials they prepared have an attractive appearance. Meanwhile, experienced teachers elaborate and provide contextual examples, using easily understandable language and incorporating tables or graphs to enhance students' literacy and numeracy skills. Out of the six teachers, four have a Biology/ Biology Education background, and two have qualifications in Physics Education at the bachelor's level. Teachers choose teaching materials that align with their educational background because they feel more confident in delivering scientific concepts. Through this research, it is described that teachers still tend to develop teaching materials based on the 2013 curriculum, whereas, at present, the preparation of teaching materials should be aligned with the principles of the Merdeka curriculum
Students' Understanding of Science in Using The Cognitive Thinking Skills Method With Online Learning as A Solution for Speaking Skills in The Era of Digital Technology
The research examines the cognition of Foreign English (EFL) students using the Cognitive Thinking Skills method using online media as a solution for speaking skills in the digital era. The research method uses a mix method, namely: a sample of 20 students uses quantitative data analysis techniques to calculate validity and reliability, while qualitative data is analyzed based on Huberman and Miles' theory, namely collecting, reducing, verifying and displaying. The research results showed that students gave positive responses, learning felt easy and they were confident in practicing English with online media so that the development of students' cognition using the Cognitive Thinking Skill method was more adaptable and flexible. Questionnaire with a Likert scale, validity and reliability are calculated statistically: 45 items are tried out into 20 valid items, then whether the items are valid or not use the significance value (P-value) provided that if the significance value is 0.05 then the item is invalid. Cronbach's Alpha is significant at 0.758 > 0.21, meaning the data can be concluded to be reliable. The questionnaire instrument contains aspects of student cognition using the Cognitive Thinking Skills Method with three indicators, namely: thinking, judgment and decision. The percentage shows 45% of students gave a positive response. 25% of the total respondents to the online speaking class were in the very positive category and another 35% chose neutral
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 24 Kota Bengkulu
This research discusses the influence of the group investigation method on the social science learning outcomes of class VIII students. Here the researcher uses a type of quantitative research which can be interpreted as research based on the philosophy of positivism, used to research certain populations and samples. In preparing this journal the author used an associative approach. One of the factors causing the low learning outcomes of class VIII social studies students is the use of less innovative learning methods. Teachers tend to use the old method, namely delivering learning material using lectures, questions and answers and assignments. As a result, young students feel bored, less interested in learning, resulting in low learning outcomes obtained by students. In this way, the group investigation method can be used as an alternative that will encourage students to be more active in group learning activities. In calculating variables The regression coefficient for the Integrated Social Sciences Learning Using the Investigation Group Method (X) variable is 0.722, meaning that if the value of the other independent variables remains constant and the Integrated Social Sciences Learning Using the Investigation Group Method increases, then learning outcomes (Y) will increase by 0.722. The coefficient is positive, meaning that there is a positive influence of Integrated Social Studies Learning through the Investigation Group Method on the learning outcomes of class VIII students at SMP Negeri 24 Bengkulu City.
Makna Semiotik dalam Film Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif, makna konotatif dan mitos melalui kajian semiologi Roland Barthes pada film Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon. Penelitian ini penting dilakukan karena film tersebut menampilkan tanda melalu bahasa yang dapat dikaji secara semiologi melalui dialog antar tokoh. Penulis mengambil beberapa sampel untuk dijadikan bahan penelitian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu semiologi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan teori semiologi oleh Roland Barthes untuk mengkaji makna pada film. Hasilnya, dialog memiliki makna yang tersembunyi di dalamnya. Bentuk denotasi dalam film ini terdapat pada kata diundur, bukan, menunggu, pulang, nikah, berangkat, prajurit, jangan, tenang, nanti, bapak, bangga, peran, jangan, bertahan, sampai, sekarang, mati, perang, rumah, miskin, pemuda, anak-anak, hubungan, khawatir, dan sebentar. Bentuk konotasi dalam film terdapat pada kata prajurit sejati, menjaga perdamaian, berkorban, berhalangan, akhir perang, angkat senjata, pemuda, bumi, sayang, dan sukses. Bentuk mitos terdapat pada kata menjaga perdamaian, berkorban, berhalangan, akhir perang, angkat senjata, kontrol, laporan, garuda, dan meriah
Kepribadian Tokoh dan Nilai-Nilai Multukultural dalam Novel Si Anak Savana
Abstrak: Kepribadian Tokoh dan Nilai-Nilai Multukultural dalam Novel Si Anak Savana
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini ialah bagaimana tipe kepribadian tokoh dalam
novel Si Anak Savana karya Tere Liye dan bagaimana nilai-nilai multikultural dalam novel si anak
savana karya Tere Liye. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tipe kepribadian tokoh dalam novel
si anak savana karya Tere Liye dan untuk mengetahui nlai-nilai multikultural dalam novel si anak
savana karya Tere Liye. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research).
Sumber data dalam penulisan skripsi ini adalah novel “Si Anak Savana” karya Tere Liye. Data yang
dikumpulkan berupa kutipan dalam novel yang berkaitan dengan tipe kepribadian tokoh dan nilainilai multikultural. Teknik pengumpulan data berupa Teknik kepustakaan dan catat. Hasil penelitian
ini menyimpulkan bahwa tipe kepribadian tokoh dan nilai-nilai multikultural dalam novel si anak
savana karya Tere Liye yang dimiliki tokoh-tokoh, dalam tipe kepribadian ada tipe kepribadian
sangunis, choleris, melankolis, dan flegmatis. Sedangkan nilai-nilai multikultural yang ditemukan
dalam novel terdiri dari empat bagian yaitu, nilai toleransi, nilai demokratis, nilai keagamaan, dan
nilai kultural