E-Journal System IAIN Bengkulu (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
4039 research outputs found
Sort by
Strategi Menjaga Eksistensi Perpustakaan Perguruan Tinggi di Era Digital
Perpustakaan Perguruan Tinggi menjadi salah satu bagian penting suatu Perguruan Tinggi karena menyediakan berbagai koleksi, sarana dan prasarana yang bisa digunakan oleh sivitas akademika untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Perpustakaan Perguruan Tinggi hingga saat ini selalu meningkatkan kualitas terlebih di era digital. Berbagai perubahan dilakukan agar perpustakaan tidak ketinggalan jaman. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa saja yang bisa diterapkan oleh perpustakaan untuk menjaga eksistensi perpustakaan Perguruan Tinggi di era digital saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Adapun strategi yang dapat digunakan untuk menjaga eksistensi perpustakaan perguruan tinggi antara lain: membuktikan keberadaan perpustakaan bagi perguruan tinggi, melatih pustakawan dan staf perpustakaan terhadap teknologi baru, meningkatkan kualitas layanan, koleksi, dan akses informasi, mengelola perpustakaan digital, melakukan kolaborasi dan melakukan promosi perpustakaan yang sesuai dengan era digital
Perbandingan Penggunaan Metode Pembelajaran Timeline Dengan Concept Map Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Kelas XI MAN 2 Kepahiang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara penggunaan metode pembelajaran Timeline dengan Concept Map Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI di MAN 2 Kepahiang. Jenis penelitian ini adalah kausal komparatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental research). Dengan pendekatan kuantitatif dan penelitian yang sifatnya membandingkan, yang dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan 2 atau lebih sifat-sifat dan fakta-fakta objek yang diteliti berdasarkan suatu kerangka pemikiran tertentu. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan, 1) ada peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode pembelajaran Timeline dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI di MAN 2 Kepahiang, 2) ada peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode pembelajaran Concept Map dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI di MAN 2 Kepahiang, 3) Dari hasil regresi sederhana antara metode Timeline dan Concept terdapat perbandingan, yang dimana apabila metode Timeline meningkat 1% maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan 0,580, metode timeline ini lebih meningkat dari pada metode Concept Map yang dimana apabila metode concept map ini meningkat 1% maka hasil belajar siswa meningkat sebesar 0,336. No WA/HP: 08127476701
IDENTIFIKASI POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK USIA DINI DIKELURAHAN LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU
Pola asuh merupakan suatu proses yang dilakukan oleh orang tua dalam membimbing, mendisiplinkan anak untuk mencapai kedewasaan dengan norma-norma tertentu yang ada di dalam keluarga dan masyarakat. Namun secara realita anak usia dini sebagian besar masih belum mandiri seperti, belum mampu pergi ke toilet sendiri, bakat belum berkembang, bertutur kata yang tidak sopan, dan Sebagian anak tantrum ketika apa-apa yang di inginkan tidak dituruti, serta anak belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Penelitiain ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola asuh orang tua pada anak usia dini dikelurahan Lingkar Timur Kota Bengkulu. Penelitian ini berupa penilitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi bahwa pola asuh yang paling banyak yang diterapkan pada anak usia dini dikelurahan lingkar timur Kota Bengkulu adalah pola asuh demokratis Karena dalam penelitian ini pola pembinaan Orang tua memenuhi semua indikator pola asuh demokratis. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh demokratisasi Orang Tua pada anak usia dini pada penelitian ini adalah tingkat Pendidikan Orang Tua, Pemahaman Orang Tua terhadap Agama, Profesi Orang Tua dan Sosial Ekonomi
Nilai Multikultural dan Kelayakan Isi Cerpen ruangsastra.com Bulan Januari 2023 sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra SMP
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai multikultural dan kelayakan isi dalam cerpen ruangsastra.com bulan Januari 2023 sebagai alternatif bahan ajar. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Total cerpen yang ada adalah 63 cerpen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat 10 cerpen di ruangsastra.com bulan Januari yang memuat nilai multikultural. Dari 10 cerpen itu, hanya 9 yang memenuhi kelayakan isi untuk dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan pendidik dalam mengajar Sastra Indonesia di sekolah. Tidak hanya itu, penelitian ini juga bisa digunakan sebagai sebuah sumber referensi dalam pengajaran sastra di SMP yang memuat nilai multikultural
Model Pembelajaran Project-Based Learning (PBL) Berbasis Kearifan Lokal dalam Keterampilan Menulis Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan solusi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa SMA dengan mengadopsi model pembelajaran berbasis proyek berbasis kearifan lokal. Teknik perpustakaan digunakan dalam penelitian ini sebagai metodologi kualitatif. Hasil dan pembahasan dalam artikel ini merupakan hasil kajian dari artikel jurnal dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL (Project-Based Learning) berbasis kearifan lokal dapat membantu guru meningkatkan keterampilan menulis siswa SMA-nya. Saat ini kemampuan menulis siswa masih terbilang rendah. Inovasi model pembelajaran melalui inisiatif pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan standar pembelajaran menulis. Perkembangan kemahiran siswa dalam setiap kompetensi bahasa mempengaruhi kemahiran mereka dalam kompetensi bahasa lainnya. Dalam model PBL, kearifan lokal yang difokuskan pada peningkatan keterampilan menulis siswa diterapkan melalui topik diskusi teks. Pembelajaran keterampilan menulis mendorong siswa untuk terlibat penuh dalam pendidikan dan latihan sehingga nantinya siswa akan terampil dan cakap dalam menulis
Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Berbasis Media Wakelet: Penguatan Kompetensi Kaidah Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP dengan media Wakelet. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Model pengembangan yang digunakan, yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Populasi penelitian ini merupakan siswa kelas VII SMP Labschool Jakarta tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 30 siswa. Pengembangan bahan ajar memuat teknik pengembangan teks, struktur teks, dan kaidah kebahasaan teks deskripsi. Kualitas bahan ajar mendapatkan penilaian dengan kategori sangat baik dari validator dengan nilai rata-rata 94%. Hal ini dibuktikan oleh peningkatan nilai rata-rata antara pretest sebesar 57 dan posttest sebesar 82, yang menunjukkan adanya pengaruh penggunaan pengembangan bahan ajar keterampilan menulis teks deskripsi dengan media Wakelet dalam meningkatkan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa
Tindak Tutur Komisif dalam Dialog Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Karya Eka Kurniawan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindak tutur komisif dalam dialog pada film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan dengan mengklasifikasikannya ke dalam lima jenis fungsi tindak tutur komisif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teoritis, yaitu kajian pragmatik tindak tutur. Data penelitian ini berupa tuturan yang mengandung tindak tutur komisif, sedangkan sumber datanya yaitu film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat dengan teknik analisis data menggunakan teknik analisis Miles & Huberman. Adapun teknik cuplikan (sampling) menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada tindak tutur komisif penutur harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dituturkannya. Dalam penelitian ini ditemukan 15 tuturan yang mengandung tindak tutur komisif yang mengikat penutur terhadap tuturannya yang berupa 2 tuturan jenis tindak tutur komisif fungsi berjanji, 6 tuturan fungsi berniat, 2 tuturan fungsi mengancam, 1 tuturan fungsi kesanggupan, dan 4 tuturan fungsi menawarkan. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi, terutama dalam komunikasi secara verbal atau lisan. Jika tidak mengikuti rambu-rambu, peluang kesalahan persepsi antara penutur dan mitra tutur semakin besar
Frasa Verba dan Frasa Preposisi pada Terjemahan Lirik Lagu Viva La Vida Karya Coldplay dalam Penggunaannya untuk Menyampaikan Makna
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan bentuk frasa verba dan frasa preposisi yang ada dalam terjemahan lirik lagu Viva La Vida karya Coldplay. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya berupa teknik simak bebas libat cakap (SBLC) teknik catat. Metode dan teknik analisis datanya menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan teknik lesap. Metode dan teknik penyajian datanya menggunakan metode formal dan informal. Dari hasil penelitian diketahui bahwa frasa verba yang ada pada terjemahan lirik lagu Viva La Vida karya Coldplay berjumlah tiga frasa verba yakni sering berjudi, merasakan ketakutan dan sudah meninggal. Selanjutnya frasa preposisi yang ada pada terjemahan lirik lagu Viva La Vida karya Coldplay berjumlah enam frasa, yakni di pagi hari, di mata, di atas, di medan, di pelat dan di tali tipis. Dimana frasa-frasa tersebut menyatakan keteranga waktu dan tempat
Gaya Bahasa Pertentangan dan Perulangan dari Lagu Daerah Empat Lawang Selatan
Abstrak: Analisis Lirik Lagu Daerah Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan dari Perspektif Gaya Bahasa Pertentangan dan Perulangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa dan makna lagu Daerah Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat asli orang empat lawang yang paham gaya bahasa dan makna lagu empat lawang teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber dengan cara pengecekan data yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat enam bentuk gaya bahasa lagu daerah empat lawang yang terdiri gaya bahasa pertentangan Hiperbola sebanyak 2, gaya bahasa Ironi sebanyak 4, gaya bahasa Paronomasia sebanyak 1, gaya bahasa zeugma sebanyak 1, gaya bahasa perulangan kiasmus sebanyak 3, dan gaya bahasa Repetisi sebanyak 9. Makna dalam lirik lagu daerah empat lawang yaitu : Makna Kesedihan dan Penyampaian Informasi. Kesimpulan pada gaya bahasa lirik lagu daerah Empat Lawang yang paling dominan yaitu gaya bahasa repetisi sedangkan kesimpulan pada makna lirik lagu daerah empat lawang yaitu kesedihan
Nilai-Nilai Sosial Dalam Tradisi Bedendang Untuk Meningkatkan Sikap Peduli Sosial Masyarakat Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa
Abstract. : In this article, the researcher examines the social values in the bedendang tradition to improve the social care attitude of the people of Pasar Pedati Village, Pondok Kelapa District. The bedendang tradition is one of a series of cultural arts in wedding customs in Pasar Pedati Village, not only that, this tradition is also displayed as a medium of entertainment at events held by the community, for example circumcision and thanksgiving events. The aim of this research is to determine the process of implementing the bedendang tradition and the forms of social values in the bedendang tradition to improve the social care attitude of the people of Pasar Pedati Village, Pondok Kelapa District. This research is a type of qualitative research with an ethnographic approach. As supporting tools, the author in this research used interview, documentation and observation methods. The result of this research is to understand the process of carrying out the bedendang tradition. In this singing procession there is a series of traditional dances accompanied by traditional music, as well as singing songs sung by the singing players. Each dance is accompanied by different songs and musical rhythms. The social values and attitudes of social care that are found in tradilsil beldelndang include the values of sacrifice, mutual cooperation, the values of solidarity, the values of living in harmony, and the values of communication and attitudes of social care, including being sensitive to the surrounding environment, sensitive to changes in patterns of social life, with values. These values are expected to increase the social care attitude of the people of Pasar Pedati Village.Keywords: Social Values, Bedendang Traditions, Social Care Attitudes Abstrak. Dalam artikel ini peneliti mengkaji nilai-nilai sosial dalam tradisi bedendang untuk meningkatkan sikap peduli sosial masyarakat Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa. Tradisi bedendang merupakan salah satu rangkaian seni budaya dalam adat perkawinan di Desa Pasar Pedati, tidak hanya itu tradisi ini juga ditampilkan sebagai media hiburan di acara-acara yang dilaksanakan masyarakat misalnya acara khitanan dan syukuran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi bedendang dan bentuk nilai-nilai sosial dalam tradisi bedendang untuk meningkatkan sikap peduli sosial masyarakat Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sebagai alat pendukung, penulis dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui proses pelaksanaan tradisi bedendang, pada prosesi dendang ini terdapat rangkaian tari tradisional dengan diiringi oleh alunan musik tradisional, serta syair-syair dendang yang dinyanyikan oleh pemain dendang. Setiap tarian diiringi dengan syair dendang dan irama musik yang berbeda. Nilai sosial dan sikap peduli sosial yang terdapat di tradisi bedendang diantaranya nilai pengorbanan, gotong royong, nilai solidaritas, Nilai hidup rukun, dan Nilai komunikatif dan sikap peduli sosial antara lain peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perubahan pola-pola kehidupan sosial, dengan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat meningkatkan sikap peduli sosial masyarakat Desa Pasar Pedati.Kata Kunci: Nilai-nilai Sosial, Tradisi Bedendang, Sikap Peduli Sosial, Masyaraka