1,720,986 research outputs found
Pelaksanaan Tabungan Haji Ib Maslahah Pada Bank X Syariah Kcp Mohammad Toha Bandung
Tabungan Haji iB Maslahah adalah salah satu produk yang dimiliki oleh Bank Jabar Banten Syariah KCP Mohammad Toha Bandung. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Tabungan haji iB Maslahah Pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan berupa wawancara dengan mendatangi lokasi yaitu Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Pelaksanaan tabungan haji iB maslahah yang dilakukan pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung berjalan dengan baik yang didasarkan pada SOP (Standard Operating Procedure). Dari mulai pembukaan, peyetoran, penarikan untuk dilimpahkan kepada rekening departemen agama dan penutupan serta pengeloaan.REFNO JUSANTO - NPM : B00160046 ; Pembimbing : Dr.Suryaman, SE., MM,CPM.
Tabungan Haji iB Maslahah adalah salah satu produk yang dimiliki oleh Bank Jabar Banten Syariah KCP Mohammad Toha Bandung. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Tabungan haji iB Maslahah Pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan berupa wawancara dengan mendatangi lokasi yaitu Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Pelaksanaan tabungan haji iB maslahah yang dilakukan pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung berjalan dengan baik yang didasarkan pada SOP (Standard Operating Procedure). Dari mulai pembukaan, peyetoran, penarikan untuk dilimpahkan kepada rekening departemen agama dan penutupan serta pengeloaan
“BANDOENG LAOETAN API” DAN PERAN MOHAMMAD TOHA PADA PELEDAKAN GUDANG MESIU DI DAYEUHKOLOT 1945 - 1946
Skripsi ini mengkaji tentang Peran Mohammad Toha yang merupakan pelaku dari peledakan gudang mesiu di Dayeuhkolot pada peristiwa Bandung Lautan Api. Skripsi ini bertujuan untuk meneliti tentang bagaimana perjalanan Mohammad toha sebagai pemuda militan yang bergabung dalam organisasi militer serta bagaimana perjalanan Toha dalam melawan tentara Sekutu pada periode 1945 hingga 1946. Skripsi ini juga menjelaskan mengenai sejarah peristiwa Bandung Lautan Api pada tahun 1945 hingga peledakan gudang mesiu oleh Mohammad Toha di Dayeuhkolot pada 1946.
Skripsi ini menggunakan metode historis dengan teknik penulisan deskriptif naratif. Sumber yang digunakan dalam skripsi ini berupa pustaka, film dan lisan. Sumber pustaka yang digunakan adalah buku-buku yang berhubungan mengenai peristiwa Bandung Lautan Api dan Peran Mohammad Toha. Sumber film yang digunakan adalah film mengenai peristiwa Bandung Lautan Api. Penulis menggunakan sumber lisan dengan mewawancarai langsung dengan alm. Pak Nana Kana, Pak H.M. Djuhiya dan Pak Unu Suparta sebagai pelaku sejarah dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Selain itu pula, penulis melakukan wawancara dengan Pak Hendrik sebagai Sejarahwan dari Anggota Monumen Perjuangan (Monju) Jawa Barat.
Hasil skripsi ini menunjukan bahwa Mohammad Toha lahir sekitar tahun 1927 di Desa Suniaradja, Bandung. Toha menempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Babatan Kota Bandung tahun 1940. Kemudian Toha bergabung dalam organisasi Seinedan guna mempelajari ilmu militer. Perjalanan militer Tohapun berlanjut dengan bergabung dalam Barisan Rakyat Indonesia (BRI) dan sekarang berubah nama menjadi Barisan Banteng Rakyat Indonesia (BBRI). Toha di amanatkan sebagai Komandan dari Seksi I Penggempur, dalam tugasnya Toha diberikan mandat untuk melawan tentara Sekutu pada tahun 1946 serta melaksanakan misinya untuk meledakan gudang mesiu milik Belanda. Pada 10 Juli 1946 Toha berhasil memasuki wilayah gudang mesiu ini dan membuat gudang persenjataan Belanda habis terbakar dengan bom granat hingga menyebabkan lumpuhnya kekuatan Belanda dikarenakan hangusnya persenjataan mereka. Namun, hal ini menyebabkan tewasnya Toha akibat peledakan gudang tersebut dan menyebabkan berakhirnya peristiwa Bandung Lautan Api.
This thesis examines the role of Mohammad Toha who was the perpetrator of the explosion of the gunpowder warehouse in Dayeuhkolot in the Bandung Lautan Api incident. This thesis aims to examine how Mohammad Toha's journey as a militant youth joined a military organization and how Toha's journey against the Allied troops from 1945 to 1946 was. Mohammad Toha in Dayeuhkolot in 1946.
This thesis uses the historical method with descriptive narrative writing techniques. The sources used in this thesis are literature, film and oral. The library sources used are books related to the events of Bandung Lautan Api and the role of Mohammad Toha. The source of the film used is a film about the events of Bandung Lautan Api. The author uses oral sources by interviewing directly with the late. Mr. Nana Kana, Mr. H.M. Djuhiya and Pak Unu Suparti as historical actors in the Bandung Sea of Fire incident. In addition, the author conducted an interview with Pak Hendrik as a historian from the West Java Struggle Monument (Monju) member.
The results of this thesis show that Mohammad Toha was born around 1927 in Suniaradja Village, Bandung. Toha studied at the Babatan People's School in Bandung in 1940. Then Toha joined the Seinedan organization to study military science. Tohapun's military journey continued by joining the Indonesian People's Front (BRI) and now changing its name to the Indonesian Banteng People's Front (BBRI). Toha was mandated as Commander of Section I Penggempur, in his duties Toha was given the mandate to fight the Allied troops in 1946 and carry out his mission to blow up the Dutch gunpowder warehouse. On July 10, 1946 Toha managed to enter the area of this gunpowder warehouse and burnt the Dutch armory with a grenade bomb, causing the Dutch forces to cripple due to the scorching of their weapons. However, this led to the death of Toha due to the explosion of the warehouse and led to the end of the Bandung Ocean of Fire incident
PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR MENGENAI PAHLAWAN MOHAMMAD TOHA
ABSTRAK
PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR MENGENAI PAHLAWAN MOHAMMAD TOHA
Oleh : Ernanto Pratama
1401130510
Sejarah dipelajari bukan hanya untuk mengetahui kejadian masa lampau, tetapi untuk dijadikan pedoman bagi suatu bangsa untuk bangkit dari keterpurukan dimasa lampau dan juga meningkatkan kesadaran untuk membela, mempertahankan dan menjadikan bangsa menjadi lebih baik dari apa yang sudah terjadi di masa lampau. Salah satu kota yang memiliki sejarah yang berdampak besar adalah kota Bandung. Tidak sedikit sejarah yang dimiliki kota Bandung, terutama pada zaman kolonial Belanda dan juga di masa pasca kemerdekaan Indonesia 1945. Peristiwa yang pernah terjadi di kota Bandung salah satunya adalah Bandung lautan api yang terjadi pada bulan Maret 1946 pasca kemerdekaan. Dimana Mohammad Toha berperan besar dalam peristiwa Bandung lautan api dengan mengorbankan dirinya agar Bandung tidak dijadikan markas oleh sekutu. Namun, kurangnya pengetahuan dan rasa nasionalisme yang ditunjukkan oleh anak-anak usia enam sampai sebelas tahun terhadap peristiwa Bandung lautan api, serta sedikitnya media atau buku cerita bergambar yang mengisahkan Bandung lautan api maupun Mohammad Toha. Berdasarkan masalah tersebut, penulis tertarik untuk membuat buku cerita bergambar yang menceritakan tentang peristiwa Bandung lautan api. Buku yang dirancang menampilkan gambar-gambar kejadian yang terjadi di Bandung lautan api dan juga dengan narasi yang ditampilkan bersamaan dengan gambar. Data diperoleh menggunakan observasi, studi pustaka, wawancara narasumber, serta membagikan kuisioner. Serta melakukan analisis matriks untuk membandingkan proyek sejenis dengan perancangan. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dari konsep perancangan buku cerita bergambar tentang Bandung lautan api yang akan menjadi referensi pengetahuan sejarah Bandung lautan api dan juga meningkatkan rasa nasionalisme khususnya untuk anak anak.
Kata kunci : Sejarah, buku, naisonalisme, Mohammad Toh
Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Guru di SDN Mohammad Toha Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Penilaian kinerja guru merupakan proses analisis dalam rangka menghasilkan pengajaran yang baik. Proses penilaian terhadap kinerja guru di SD Negeri Mohammad Toha belum begitu detail (rinci), dan masih manual. Dengan penilaian yang tidak rinci tersebut, dikhawatirkan akan adanya penilaian yang bersifat subjektif (berdasarkan kepentingan pribadi), yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial bagi guru yang tidak menerima prestasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dirancangsebuah sistem pendukung keputusan menggunakan Metode Analythical Hierarchy Process(AHP). Adapun dalam penelitian ini menggunakan 14 kriteria . Dalam penelitian ini alat bantu pembuatan aplikasinya menggunakan bahasa pemrograman PHP, sedangkan basisdata nya menggunakan MySQL. Hasil akhir dari penelitian ini didapatkan bahwa sistem pendukung keputusan dengan metode AHP mampu mengatasi permasalahan dalam melakukan penilaian kinerja guru di SD Negeri Mohammad Toha
Analisis penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no. 106 mengenai pembiayaan akad Musyarakah pada PT. Bank Jabar Banten Syariah KCP Mohammad Toha Bandung
Bank Jabar Banten Syariah Kantor Cabang Pembantu Mohammad Toha Bandung merupakan lembaga keuangan syariah, yang mana dalam proses bisnisnya menggunakan produk yang berdasarkan prinsip syariah seperti akad musyarakah maka dalam hal tersebut Bank Jabar Banten Syariah Kantor Cabang Pembantu
Mohammad Toha Bandung memiliki kewajiban untuk sepenuhnya menerapkan standar akuntansi yang berbasis syariah yakni sesuai dengan PSAK No. 106.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) menganalisa pelaksanaan akuntansi musyarakah pada PT. Bank Jabar Banten Syariah KCP. Mohammad Toha Bandung dan (2) untuk menganalisa penerapan akuntansi musyarakah tentang pengakuan, pengukuran, penyajian, pengungkapan pada PT. Bank Jabar Banten Syariah KCP. Mohammad Toha Bandung berdasarkan PSAK No. 106.
PSAK 106 merupakan pedoman untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas transaksi musyarakah. Entitas yang menggunakan transaksi musyarakah bagi pihak-pihak yang berakad atau aqidain di haruskan untuk mengikuti pedoman PSAK 106 tentang Akuntansi Musyarakah.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) Data primer yang diperoleh langsung dari lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi; dan (2) Data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen, artikel-artikel, internet, dan buku-buku yang berhubungan dengan topik penelitian ini.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan akuntansi pembiayaan musyarakah pada BJBS KCP. Moh. Toha (1) BJB Syariah KCP. Moh. Toha secara keseluruhan sudah optimal dalam pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan laporan keuangan. Hanya saja, ada sedikit perbedaan yang tidak signifikan dimana dalam PSAK 106 akunnya diakui sebagai investasi musyarakah tetapi di BJB Syariah KCP. Moh. Toha akunnya diakui sebagai pembiayaan musyarakah, hal ini menjadi sedikit perbedaan ketika dilapangan dimana lembaga-lembaga keuangan syariah lebih banyak menggunakan dan lebih banyak mengenal akun pembiayaan musyarakah. (2) Berdasarkan hasil analisis dan perbandingan perlakuan akuntansi yang diterapkan BJBS KCP. Moh. Toha secara keseluruhan sudah sesuai dengan Akuntansi Musyarakah PSAK 106 terkait pengakuan, pengungkapan, penyajian, dan pengungkapannya
Strategi Pengembangan Wisata Kuliner Malam Koridor Jalan Mohammad Toha Di Kota Cirebon
Peningkatan aktivitas yang signifikan, wisata kuliner malam koridor jalan
Mohammad Toha, kota Cirebon menimbulkan berbagai permasalahan, seperti
kemacetan, kebersihan, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Oleh karena itu,
diperlukan strategi pengembangan yang tepat agar kawasan ini dapat berkembang
secara optimal sebagai destinasi wisata kuliner yang berkelanjutan. Penelitian ini
bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan wisata kuliner di jalan
Mohammad Toha menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, Thereats), dan Business model canva (BMC). Metode yang
digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan ini memiliki daya tarik seperti
banyaknya aneka ragaman makanan khas dan kekinian, namun menghadapi
tantangan seperti kemacetan akibat tingginya jumlah pengunjung, permasalahan
kebersihan karena penumpukan sampah, serta keterbatasan fasilitas seperti toilet,
lahan parkir, dan jalur khusus pejalan kaki. Dari segi keamanan, kawasan ini relatif
aman dan nyaman, tetapi masih adanya pungutan liar. Strategi pengembangan yang
dihasilkan meliputi pengelolaan lingkungan, peningkatan fasilitas, pengembangan
produk kuliner, dan pemasaran. Paguyuban Pujaan Toha dan para pedagang kaki
lima memiliki peran penting dalam pengelolaan kawasan ini agar diakui secara
resmi oleh pemerintah. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan
daya tarik wisata, menciptakan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung,
serta memberikan dampak ekonomi positif bagi pedagang kaki lima (PKL) dikawasan tersebut
PERAN MOHAMMAD TOHA PADA PERISTIWA BANDOENG LAOETAN API TAHUN 1945-1946
In the early days of independence, most cities in Indonesia still did not fully experience independence due to the colonialist's desire to regain control of their power in Indonesia. After the proclamation of independence was read out, the colonialists still wanted to control the remaining territories of their colonies. In various confIicts, one of them is in the city of Bandung, nameIy Bandung Iautan Api. This was initiated when the allied troops arrived in the city of Bandung to form a defense base in the city of Bandung. In this study, the figure to be discussed is Mohammad Toha, he joined the BBRI (Barisan Banteng RepubIik Indonesia) in 1945 by following several battle missions in the city of Bandung from 1945 to 1946. In his resistance, Toha succeeded in completing his mission of detonating a Dutch gunpowder warehouse. in DayeuhkoIot in 1946 which led to the end of the Bandung Lautan Api incident.Pada masa awaI kemerdekaan, sebagian besar kota-kota di Indonesia masih beIum sepenuhnya merasakan kemerdekaan dikarenakan keinginan penjajah untuk kembaIi merebut kekuasaannya di Indonesia. SeteIah dibacakannya prokIamasi kemerdekaan justru membuat para penjajah tetap menginginkan menguasai wiIayah sisa jajahannya. Diberbagai konfIik yang terjadi saIah satunya di kota Bandung yaitu Bandung Iautan Api. HaI ini diawaIi ketika kedatangan tentara sekutu ke kota Bandung untuk membentuk basis pertahanan di kota Bandung. DaIam peneIitian ini tokoh yang akan dibahas yaitu Mohammad Toha, dia bergabung dengan BBRI (Barisan Banteng RepubIik Indonesia) tahun 1945 dengan mengikuti sejumIah misi pertempurannya di kota Bandung dengan kurun waktu 1945 hingga 1946. DaIam perIawanannya Toha berhasiI menyeIesaikan misinya daIam peIedakan gudang mesiu miIik BeIanda di DayeuhkoIot tahun 1946 yang menyebabkan berakhirnya peristiwa Bandung Lautan Api
PEMBELAJARAN KAKAWIHAN BARUDAK PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN DI SDN MOHAMMAD TOHA KOTA BANDUNG
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “PEMBELAJARAN KAKAWIHAN BARUDAK PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN DI SDN MOHAMMAD TOHA KOTA BANDUNG, membahas mengenai pembelajaran kakawihan barudak pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan di SDN Mohammad Toha, baik itu tahapan persiapan pembelajaran (pemilihan materi dalam pembelajaran), proses pembelajaran dan tahapan evaluasi setelah seleseinya proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan atau kriteria dalam pemilihan lagu pada proses pembelajaran kakawihan barudak, mendeskripsikan proses pembelajaran dari awal hingga akhir, serta mendeskripsikan evaluasi dalam pembelajaran kakawihan barudak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Dengan metode dan pendektan ini peneliti melakukan pengamatan secara objektif yang menungkapkan berbagai temuan dar sejumlah data yang ada dan menggambarkan secara sistemasis fakta yang diteliti di lapangan yang kemudian dianalisis dan selanjutnya diuraikan menjadi satu bentuk deskripsi pada laporan tertulis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi.
Pada saat melakukan penelitian di lapangan, peneliti menemukan informasi mengenai masalah yang hendak diungkap dari hasil wawancara dengan narasumber (pengajar materi kakawihan barudak) yang dianggap memiliki pemahaman dan pengalaman dalam mengajarkan materi kakawihan barudak dalam mata pelajaran seni budaya dan keterampilan. Selain dari wawancara, peneliti juga banyak menemukan data dan informasi melalui observasi secara langsung serta dengan studi dokumentasi. Sehingga peneliti mendapatkan jawaban atas semua masalah yang dideskripsikan pada Bab IV. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemilihan materi lagu merupakan hal pertama yang paling penting dalam pembelajaran kakawihan barudak, karena dalam materi terdapat makna rumpaka yang menjadi bahan pelajaran bagi peserta didik. Selain pemilihan materi, proses pembelajaran dan evaluasi juga merupakan hal yang menentukan tercapainya tujuan pembelajaran. Maka dalam Bab IV dianalisis dan dibahas tentang pemilihan materi lagu, proses pembelajaran serta evaluasi dalam pembelajaran kakawihan barudak.
Setelah melakukan penelitian peneliti dapat menyimpulkan, bahwa dalam pembelajaran kakawihan barudak terdapat banyak pelajaran. Pada saat pemilihan lagu misalnya, di sana terdapat pelajaran yang terkandung dalam rumpaka lagu. Selain itu proses pembelajaran pun mengandung banyak makna, anak secara tidak langsung melestarikan budaya atau kesenian yang berupa lagu, melestarikan budaya dalam bentuk bahasa (bahasa Sunda). Pembelajaran dengan cara berkelompok juga menumbuhkan kemampuan sosialisasi, kerja sama, tanggung jawab, dan saling mengargai. Proses evaluasi dengan cara praktek juga mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab. Diharapkan setelah mengikuti pembelajaran kakawihan barudak kepribadian siswa dapat terbentuk, tentunya kepribadian positif
Perancangan Model Simulasi Untuk Antispasi Penumpukan Kendaraan Pada Gerbang Keluar Tol Pasir Koja Kopo Buah Batu dan Mohammad Toha Di PT. Jasamarga (Persero) Bandung
PT.Jasamarga merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bertugas untuk membangun dan menyediakan pelayanan jalan tol. Pembangunan dan pelayanan jalan tol oleh PT.Jasamarga terbagi diberapa daerah salah satunya di daerah bandung. Bandung sendiri memiliki setidaknya enam lokasi gerbang tol, lima gerbang tol terletak di kota Bandung sedangkan sisanya terletak di Kabupaten Bandung. Gerbang tol bandung terdiri dari dua clutser dimana Mohammad Toha, Kopo, Buah Batu dan Pasir Koja merupakan clutser dua. Penelitian ini dilakukan pada gerbang tol clutser dua, karena gerbang tol ini juga merupakan akses utama menuju kota bandung. Oleh sebab itu sering terjadi penumpukan kendaraan. Dalam penelitian ini ingin menjawab pertanyaan bahwa berapa rata-rata pengguna jalan tol, berapa rata-rata pengguna gardu E-toll dan reguler dan berapa utilisasi gerbang per shift. Tahapan penelitian dimulai dengan mengumpulkan dan menganalisis data sistem meliputi data struktural, operasional dan numeris dana analisis statistik meliputi perancangan EFD, penentuan distribusi statistik dan penetapan siklus kedatangan. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan model simulasi menggunakan ProModel versi 9 lalu dilakukan verifikasi dan validasi model menggunakan pengujian t-test menggunakan SPSS. Selanjutnya dilakukan eksperimentasi terhadap model berdasarkan tujuan penelitian yang ditetapkan, hasil eksperimentasi kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan. Analisis terhadap hasil eksperimentasi model simulasi menunjukan performansi sistem aktual yatiu rata-rata pengguna jalan tol adalah 1508 unit untuk gerbang tol pasir koja, 15260 unit untk Kopo, 13355 unit untuk Moh.Toha dan 19913 untuk gerbang tol Buah Batu. Rata-rata pengguna jalur E-toll adalah Pasir Koja sebanyak 2454 unit, gerbang tol Kopo sebanyak 4433 unit, gerbang tol Mohammad Toha sebanyak 2818 unit dan gerbang tol Buah Batu sebanyak 3788 unit, sedangkan untuk pengguna gardu reguler sebanyak 13336 unit untuk gerbang tol Pasir Koja, 10549 unit untuk Kopo, 10536 unit untuk Moh.Toha dan 16116 unit untuk Buah Batu. Berdasarkan analisis juga diperoleh rata-rata utulitas gerbang per shift yaitu untuk gerbang tol Pasir koja rata-rata utilitasnya adalah 8.57% pada shift1, 28.05% untuk shift2 dan 18.56% untuk shift3. Untuk gerbang tol Kopo diperoleh rata-rata utilitas gardu sebesar 27.00% untuk shift1, 28.15% untuk shift2 dan 8.96% untuk shift3. Untuk gerbang tol Moh.Toha diperoleh rata-rata utilitas gardu sebesar 25.42% untuk shift1, 25.41% untuk shift2 dan 5.80% untuk shift3. Sedangkan untuk gerbang tol Buah Batu diperoleh rata-rata utilitas gardu sebesar 29.61% untuk shift1, 30.29% untuk shift2 dan 8.28% untuk shift3
EVALUASI KINERJA SUATU SIMPANG BERSINYAL DI KOTA BANDUNG
Abstract
The population of Bandung City which increases every year causes traffic congestion problems, especially at many intersections, including signalized intersections. This study was conducted on a signalized intersection located on Jalan Soekarno Hatta-Mohammad Toha, in the City of Bandung. The data used is data obtained directly from the field, and the analysis was carried out with the help of the Vissim Program. This study shows that the majority of motorbikes move at an intersection with a speed of 35 km/hour. While the majority of light vehicles, buses, and heavy vehicles move at speeds of 36 km/hour, 39 km/hour and 35 km/hour respectively. During traffic congestions, the longest queues at this intersection occur at the intersection of Jalan Mohammad Toha towards U-S, with a length of 226 meters and an average of 186.14 m/hour, and at the intersection of Jalan Mohammad Toha towards S-U, with a length of 226 meters and an average of 116.57 m/hour.
Keywords: signalized intersection; cross arms; speed; traffic congestion; queue
Abstrak
Jumlah penduduk Kota Bandung yang bertambah setiap tahun menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas, khususnya di banyak simpang, termasuk di simpang bersinyal. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap simpang bersinyal yang terletak di Jalan Soekarno Hatta-Mohammad Toha, di Kota Bandug. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, dan analisis dilakukan dengan bantuan Program Vissim. Studi ini menunjukkan bahwa mayoritas sepeda motor bergerak di simpang dengan kecepatan 35 km/jam. Sedangkan mayoritas kendaraan ringan, bus, dan kendaraan berat bergerak dengan kecepatan masing-masing sebesar 36 km/jam, 39 km/jam, dan 35 km/jam. Pada saat macet, antrean terpanjang di simpang ini terjadi di lengan simpang Jalan Mohammad Toha arah U-S, dengan panjang 226 meter dan rata-rata 186,14 m/jam, dan di lengan simpang Jalan Mohammad Toha arah S-U, dengan panjang 226 m dan rata-rata 116,57 m/jam.
Kata-kata kunci: simpang bersinyal; lengan simpang; kecepatan; kemacetan lalu lintas; antrea
- …
