Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN BOYOLALI
Artikel ini menganalisis lokasi kecelakaan lalu lintas tertinggi di Kabupaten Boyolali, dan karakteristiknya, serta identifikasi kondisi lingkungan. Penentuan Daerah Rawan Kecelakaan berdasarkan peringkat jumlah kejadian dan Angka Ekivalen Kecelakaan. Tiga lokasi dengan AEK tertinggi kemudian dicek kondisinya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 lokasi paling rawan adalah ruas Bangak-Simo, Klego-Simo, dan Embarkasi Haji. Kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi pada pagi hari, di hari Jumat, dengan faktor utamanya manusia, dan jenis yang paling sering terjadi adalah tabrakan depan-depan. Kecelakaan banyak terjadi pada kondisi cuaca cerah, pencahayaan yang terang, serta kondisi permukaan jalan yang baik. Jumlah korban selama 5 tahun adalah 1011 dengan 97,67% mengalami luka ringan. Enam titik rawan pada ruas jalan di atas teridentifikasi berkelok dengan tanjakan/turunan, dan di area pemukiman, pertokoan, dan sawah. Kondisi lainnya yang terlihat adalah kerusakan jalan (lubang, ombak, dan amblas), marka jalan yang memudar, serta minimnya rambu dan lampu penerangan
STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISIK MARSHALL ASPAL PG70 DAN PEN 60/70 CAMPUR SERBUK BAN KARET PADA CAMPURAN BETON ASPAL
Seiring pertumbuhan lalu lintas yang semakin tinggi, maka dibutuhkan lapis perkerasan yang handal. Disisi lain limbah karet bekas ban mobil juga mengalami kenaikan seiring pertumbuhan kebutuhan untuk mobilitas. Salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah dan mengembangkan kualitas campuran beraspal, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan aspal modifikasi polimer dari pada menggunakan aspal minyak. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan campuran beraspal yang menggunakan aspal PG70 dengan aspal PEN 60/70 dan penambahan serbuk ban karet berdasarkan karakteristik Marshall. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, penggunaan bahan tambah serbuk ban karet dalam campuran AC-WC pada aspal PG dan aspal PEN 60/70 akan meningkatkan nilai stabilitas namun mengurangi nilai flow. Nilai stabilitas dan flow akan menurun jika kadar serbuk ban karet terus ditambahkan. Nilai maksimum stabilitas berada pada penambahan serbuk ban karet sebesar 4% untuk masing-masing jenis aspal, yaitu sebesar 923,11 kg pada aspal PG dan 903,09 kg pada aspal PEN 60/70. Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan serbuk ban karet memberikan dampak kenaikan pada nilai stabilitas
PRIORITISASI PENANGANAN PERLINTASAN SEBIDANG PADA KRL COMMUTER LINTAS BOGOR MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITIGASI RISIKO BERBASIS EXPOSURE DAN VULNERABILITY
Perlintasan sebidang pada jalur KRL Commuter Lintas Bogor menimbulkan risiko keselamatan tinggi akibat interaksi antara moda rel dan jalan. Penelitian ini bertujuan menyusun prioritas penanganan perlintasan sebidang berbasis mitigasi risiko dengan indikator exposure dan vulnerability menggunakan data sekunder yang mudah diakses. Studi ini meneliti perlintasan sebanyak 57 melalui metode skoring ordinal terhadap tujuh indikator. Hasilnya menyatakan perlintasan tergolong berisiko sedang sebesar 87,72% dan berisiko rendah sebesar 12,28%. Validasi oleh lima evaluator independen menunjukkan hasil konsisten dengan percentage agreement 93,33% dan ICC 0,828. Temuan dalam studi ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana berbasis data sekunder dapat menghasilkan penilaian risiko yang reliabel dan berguna bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan infrastruktur transportasi perkotaan serta mendukung pengelolaan mobilitas yang lebih aman dan efisien
PEMODELAN FREIGHT TRIP GENERATION BERBASIS ZONA DENGAN MODA KAPAL STUDI KASUS: KEPULAUAN SERIBU
Indonesia, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar, memerlukan logistik maritim yang efektif. Studi ini berfokus pada pemodelan bangkitan perjalanan barang dengan moda kapal di salah satu wilayah kepulauan Indonesia, yaitu Kepulauan Seribu di Provinsi DKI Jakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi bangkitan dan tarikan perjalanan kapal terkait pergerakan barang. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah jumlah perjalanan kapal, sementara variabel bebasnya meliputi luas wilayah pulau, jumlah penduduk, dan jarak terdekat ke pelabuhan di Pulau Jawa. Temuan menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan jarak terdekat ke pelabuhan adalah faktor yang paling berpengaruh. Hasil ini dapat membantu perencana transportasi dalam memperkirakan perjalanan barang di wilayah kepulauan kecil di masa mendatang, memberikan wawasan penting untuk perencanaan infrastruktur dan fasilitas pendukung transportasi laut
PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI AKIBAT OPERASIONAL BANDARA DHOHO MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPASIAL
Penggunaan lahan dan transportasi memiliki hubungan yang saling berkaitan. Perubahan tata guna lahan membangkitkan pergerakan dari dan ke lahan tersebut. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bentuk perubahan dalam penggunaan lahan. Bandara Dhoho merupakan bandara baru di Kabupaten Kediri yang memiliki luas 475 hektare. Tujuan penelitian ini agar bisa mengetahui adanya pengaruh operasional Bandara Dhoho terhadap perkembangan sistem transportasi menggunakan citra satelit Google Earth. Studi ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan tata guna lahan serta dampaknya terhadap sistem transportasi akibat operasional Bandara Dhoho. Data yang didapat dari citra satelit, pada tahun 2018 guna lahan di area pembangunan Bandara Dhoho merupakan lahan hijau. Menurut data BPS Kabupaten Kediri dari tahun 2018-2023 terdapat 395 hektar lahan pertanian di Kecamatan Banyakan, Tarakan, dan Grogol yang beralih fungsi, hal tersebut diakibatkan adanya pembangunan bandara dan perubahan kawasan di sekitarnya. PO Damri dan PO Harapan Jaya sebagai operator layanan menyediakan angkutan khusus yang melayani 2 rute yaitu Terminal Tulungagung dan Terminal Pare menuju Bandara Internasional Dhoho di Kabupaten kediri.
 
ANALISIS EFISIENSI DISTRIBUSI BARANG DENGAN PENDEKATAN SAVING MATRIX DAN MILK RUN DI CV XYZ
Pengelolaan distribusi barang yang efektif dan efisien adalah aspek penting dalam rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi angkutan barang di CV XYZ menggunakan Metode Saving Matrix dan Milk Run. Metode yang digunakan melibatkan wawancara lapangan dan analisis data primer dari CV XYZ, termasuk data lokasi distribusi, kapasitas kendaraan, dan maksimal pengiriman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah optimalisasi, jumlah rute berkurang dari 3 menjadi 2, total jarak tempuh berkurang dari 37,2 km menjadi 32,7 km, dan biaya distribusi menurun dari Rp283.404 menjadi Rp201.707. Penggunaan Metode Saving Matrix dan Milk Run dapat secara signifikan mengurangi biaya dan jarak tempuh dalam distribusi barang, meningkatkan efisiensi operasional CV XYZ
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA KERETA API KEDUNGSEPUR BERDASARAKAN PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sarana pada Kereta Api Kedungsepur berdasarkan peramalan jumlah penumpang untuk periode 2025-2027. Metode peramalan yang digunakan adalah Time Series Decomposition model Multiplicative, yang terbukti memiliki tingkat akurasi terbaik dengan nilai MAPE sebesar 5%. Hasil peramalan menunjukkan bahwa jumlah penumpang akan meningkat secara signifikan, mencapai lebih dari 33.000 penumpang per bulan pada akhir tahun 2027. Penelitian ini juga memperkirakan kebutuhan sarana tambahan sebanyak 1 hingga 2 KRD untuk memenuhi permintaan penumpang. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan dan pengembangan sistem transportasi kereta api di Indonesia, khususnya di wilayah Kedungsepur
PERENCANAAN GEOMETRI JALUR KERETA API KECEPATAN TINGGI LINTAS CIREBON-SEMARANG FASEI(CIREBON-BREBES)MENGGUNAKANAUTOCAD CIVIL 3D
Jalur kereta api kecepatan tinggi memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilaluinya terutama wilayah yang menjadi tempat transit atau pemberhentian. Sesuai dengan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) pembangunan jalur kereta api kecepatan tinggi di Indonesia akan berlanjut sampai ke Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk merencanakan jalur kereta api kecepatan tinggi lintas Cirebon-Semarang Fase I (Cirebon-Semarang) dengan acuan titik awal penelitian dari penelitian terdahulu. Data yang dibutuhkan yaitu survei lapangan sebagai data primer dan data topografi sebagai data sekunder. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap, antara lain perencanaan geometri, desain trase menggunakan Autodesk Civil 3D, dan animasi trase menggunakan Autodesk Infraworks. Jalur direncanakan memiliki 7 lengkung SCS menggunakan radius 3000 m sebagai radius terkecil dan radius 11000 m sebagai radius terbesar serta direncanakan memiliki 8 lengkung vertikal menggunakan radius 25000 m sebagai radius terkecil dan radius 28000 m sebagai radius terbesar serta dengan kelandaian maksimum 1,41%
ANALISIS KINERJA LAYANAN PADA BUS (TMD) TRANS METRO DEWATA BALI: (STUDI KASUS PADA KORIDOR 3B TERMINAL UBUNG - MATAHARI TERBIT SANUR)
Trans Metro Dewata adalah layanan teman bus di Provinsi Bali yang merupakan lanjutan layanan angkutan massal perkotaan yang dikendalikan oleh Kementerian Perhubungan. Penelitian bertujuan menganalisis kinerja pelayanan Bus Trans Metro Dewata di Koridor 3B, yang melayani rute dari Terminal Ubung ke Matahari Terbit, berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Angkutan Umum. Metode penelitian melibatkan observasi langsung dan analisis kuantitatif. Survei statis dan dinamis digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kualitas dan kuantitas layanan pada rute Koridor 3B. Indikator yang dianalisis mencakup headway, load factor, lay over time, kecepatan kendaraan, waktu sirkulasi, dan jarak antar halte di sepanjang Koridor 3B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kinerja Bus Trans Metro Dewata Koridor 3B yang telah memenuhi seluruh kriteria standar pelayanan minimal yaitu lay over time, beberapa indikator memenuhi sebagian kriteria dan yang tidak memenuhi seluruh kriteria yaitu load factor. Sehingga bisa dilakukan pengembangan layanan Bus Trans Metro Dewata Koridor 3B ke depannya
IMPLEMENTASI SISTEM PENGAWASAN ARMADA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFISIENSI PENGIRIMAN BARANG
Transportasi mempunyai peranan penting dalam kegiatan sehari-hari seperti pengiriman barang. Contohnya pengiriman produk sepatu yang menjangkau pasar di berbagai wilayah, salah satunya wilayah Malang. Di wilayah tersebut terdapat usaha dagang yang bergerak di bidang komoditas sepatu yang bernama UD. Irfan Jaya Grosir. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting proses pengiriman dan menganalisis sistem pengawasan armada dalam peningkatan efisiensi pengiriman. Sistem pengawasan armada berupa GPS Tracker yang terpasang pada kendaraan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengiriman rute Pare membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam, rute Kediri 10 jam, rute Malang hari pertama dan kedua 12 jam. Penelitian ini memberikan usulan rekomendasi perjalanan pengiriman sepatu dengan mempersingkat waktu pemberhentian penurunan barang, pemberhentian ishoma dilakukan di area pasar saat penurunan barang, dan menghilangkan kegiatan yang sifatnya buang waktu guna peningkatan efisiensi pengiriman barang