Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
ANALISIS KENYAMANAN DAN EFEKTIVITAS FASILITAS KHUSUS PEREMPUAN PADA ANGKUTAN PUBLIK
Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan mobilitas, penggunaan angkutan publik juga mengalami peningkatan. Penelitian ini menganalisis kenyamanan dan efektivitas fasilitas khusus perempuan di angkutan publik untuk menilai tingkat layanan yang ada. Menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner yang disebar di media sosiasl, didapatkan 100 responden perempuan yang di antaranya merupakan pengguna Kereta Rel Listrik Commuter Line (KRL), Mass Rapid Transit (MRT), dan Bus Transjakarta di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan penumpang perempuan umumnya merasa aman dan nyaman, namun fasilitas khusus perempuan belum efektif karena ketidakcocokan antara ketersediaan armada dan fasilitas tersebut. Dibutuhkan penambahan gerbong atau armada khusus perempuan agar fasilitas dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih baik
RANCANG BANGUN ”MUNDUR BANG” SEBAGAI PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI PELANGGARAN MARKA STOPLINE BERBASIS ARDUINO UNO
Prototipe pendeteksi pelanggaran marka stopline sebagai wujud Aksi Keselamatan Jalan Indonesia. Sensor yang dipilih adalah proximity sebagai pembeda dengan alat pendeteksi pelanggaran marka jalan yang telah ditemukan. Sensor proximity akan mengirimkan informasi hingga menghasilkan output berupa LCD dan suara teguran. MUNDUR BANG dikembangkan melalui metode System Development Life Cycle (SDLC) yang dianggap sebagai dasar pengembangan sistem prototipe. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan prototipe alat pendeteksi pelanggaran marka stop line dengan sensor proximity dan Arduino Uno sebagai microcontroler melalui pengujian kinerja alat dan perancangan skenario penempatan alat di lapangan. Keberhasilan kinerja alat dalam mendeteksi terjadi pelanggaran marka stop line menunjukkan sistem dapat berjalan dengan baik dan diharapkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
PENYUSUNAN UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN JALAN PADA RUAS JALAN RAYA SUKAPURA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS NILAI RISIKO
Gunung Bromo merupakan salah satu wisata yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dari tahun ke tahun jalur akses menuju wisata Gunung Bromo melalui Kabupaten Probolinggo memiliki jumlah pengunjung lebih banyak dari pada jalur akses lainnya, jalur wisata tersebut merupakan Jalan Raya Sukapura. Perhatian terhadap keselamatan jalan sangat diperlukan karena menyangkut dengan nyawa manusia. Dengan begitu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai risiko kecelakaan dari kondisi eksisting Jalan Raya Sukapura dengan menghitung penyimpangan subkomponen jalan yang berpotensi terhadap kecelakaan lalu lintas, subkomponen jalan tersebut akan dibandingkan sesuai standar teknis jalan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. Hasil dari dari analisis ini berupa upaya peningkatan subkomponen jalan dengan prioritas perbaikan yang berasal dari nilai risiko terhadap kecelakaan. Upaya peningkatan keselamatan yang diberikan pada Jalan Raya Sukapura berdasarkan subkomponen jalan yaitu pelebaran bahu jalan, pengendalian akses persil, pemenuhan kebutuhan marka, rambu, trotoar, dan tempat penyeberangan, pemeliharaan marka jalan dengan melakukan pengecatan ulang, serta kebutuhan lampu penerangan jalan dan patok pengarah
EFEKTIVITAS METODE TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) PADA RUTE DISTRIBUSI (STUDI KASUS: GREEN HOUSE PAPRIKA, KABUPATEN BULELENG)
Distribusi mempengaruhi biaya operasional perusahaan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan referensi pemilihan rute terbaik dengan metode Travelling Salesman Problem (TSP) melalui pemrograman Python dengan pendekatan Brute Force. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan survey ke lokasi pertanian Green House Paprika Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng. Hasil olahan data dari perhitungan Travelling Salesman Problem (TSP) dengan pemrograman Python melalui Visual Studio Code memperoleh rute terpendek yaitu (0, 1, 2, 3, 4, 5) menempuh jarak total sejauh 184,7 km dengan perkiraan biaya Rp184.700. Maka, para petani di Green House Paprika dapat mengetahui penentuan jarak optimal dalam rute pengirimannya
KAJIAN PERSEPSI PENUMPANG WANITA TERHADAP KEBUTUHAN KERETA KHUSUS WANITA (STUDI KASUS COMMUTER LINE YOGYAKARTA)
Adanya kasus pelecehan seksual serta pro dan kontra terkait penerapan kereta khusus wanita (KKW) di Commuter Line Yogyakarta mendorong perlunya kajian mengenai persepsi penumpang wanita terhadap kebutuhan KKW. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia dan asal penduduk dengan persepsi keamanan dan kenyamanan kondisi kereta yang masih tercampur antara penumpang pria dan wanita, serta persepsi kebutuhan KKW. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 400 responden wanita dan dianalisis menggunakan tabulasi silang. Hasil menunjukkan 84,4% dewasa dan 55,6% remaja merasa tidak aman; 86,2% dewasa dan 55,6% remaja merasa tidak nyaman; serta 95,9% dewasa dan 66,7% remaja membutuhkan KKW. Berdasarkan asal penduduk, 83,3% penduduk lokal dan 85,4% penduduk pendatang merasa tidak aman; 86,5% penduduk lokal dan 82% penduduk pendatang tidak nyaman; serta 94,5% penduduk lokal dan 97,8% penduduk pendatang menyatakan membutuhkan KKW. Uji independensi menunjukkan hubungan signifikan dengan usia, namun tidak dengan asal penduduk
SIFAT AKUSTIK KOMPOSIT SERAT CALATHEA LUTEA BERMATRIKS EPOXY SEBAGAI KOMPONEN DINDING KERETA API
Kebisingan pada interior kereta merupakan faktor penting dalam pengembangan material dinding kabin. Hasil penelitian tahun 2023 menunjukkan bahwa tingkat kebisingan kabin mencapai 86 dB, melebihi batas maksimum 80 dB sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat akustik komposit serat alam Calathea lutea dan membandingkannya dengan material GFRP milik PT INKA. Spesimen dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan dua variasi: spesimen A (40% serat) dan spesimen B (60% serat). Uji absorpsi suara dilakukan dengan tabung impedansi sesuai standar ISO 11654. Hasil menunjukkan spesimen B memiliki nilai koefisien absorpsi tertinggi sebesar 0,64 pada 1200 Hz dan mampu mereduksi kebisingan hingga 27,5 dB, lebih baik dibanding spesimen A yang mereduksi 12 dB. Kinerja spesimen B mendekati GFRP yang mampu mereduksi kebisingan hingga 30,5 dB, sehingga berpotensi menjadi material dinding ramah lingkungan untuk kereta api
PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA MODIFIED MSA (METHOD OF SUCCESSIVE AVERAGE) UNTUK PEMBEBANAN JARINGAN JALAN
Salah satu tahap penting dalam pemodelan transportasi empat tahap adalah model pembebanan lalu lintas dimana metode yang umum digunakan pada pembebanan lalu lintas adalah model pembebanan kesetimbangan pengguna (user equilibrium/ UE). Secara matematis, model pembebanan UE ini dapat diselesaikan dengan metode convex combination method dimana metode rata-rata berurut (MSA / method of successive average) adalah metode dasar dalam menentukan langkah-pencarian. Namun metode ini terkendala waktu konvergensi yang lama untuk jaringan yang besar dan error yang masih tinggi untuk pembebanan dengan tingkat akurasi tinggi. Makalah ini mengembangkan dua modifikasi metode rata-rata berurut untuk mengatasi hal tersebut yaitu metode rata-rata berurut terbebani (method of successive weighted average / MSWA) dan metode rata-rata pengaturan sendiri (self- regulated averaged / SRA). Kedua metode ini kemudian diuji pada studi kasus jaringan jalan Sioux Fall dan jaringan jalan kota Bandung. Hasil pengujian menunjukkan bawah metode MSWA dapat meningkatkan ketelitian hasil pengujian sedangkan metode SRA dapat menurunkan waktu komputasi yang dibutuhkan untuk mencapai konvergensi
PENERAPAN UJI LAIK FUNGSI JALAN DENGAN METODE PEMERINGKATAN BINTANG DI KOTA SEMARANG
Keselamatan jalan merupakan elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan, sebagaimana diakui oleh Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Jalan Prof. Dr. Hamka di Kota Semarang dipilih untuk studi kelaikan menggunakan pemeringkatan bintang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi peningkatan keselamatan jalan berdasarkan hasil uji laik fungsi jalan. Metode penelitian meliputi studi literatur, survei lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis hasil survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Prof. Dr. Hamka secara keseluruhan memenuhi standar keselamatan dengan peringkat bintang 3, namun beberapa segmen memerlukan perbaikan untuk meningkatkan keselamatan
ANALISIS DAMPAK KEMACETAN LALU LINTAS TERHADAP PEMBOROSAN BAHAN BAKAR MINYAK (STUDI KASUS: JALAN PROF. DR. HAMKA, PADANG)
Banyaknya bus yang mencari penumpang di Jalan Prof. Dr. Hamka mengakibatkan kemacetan dibeberapa ruas jalan. Kemacetan menyebabkan kerugian bagi masyarakat, terutama dalam bentuk pemborosan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemborosan BBM dan nilai derajat kejenuhan di Jalan Prof. Dr. Hamka untuk mengetahui hubungan derajat kejenuhan dengan pemborosan BBM. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Penelitian dimulai dengan survei geometrik, survei jumlah kendaraan, survei kecepatan, dan survei hambatan samping. Selanjutnya, data survei diolah berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (2023) untuk menentukan volume lalu lintas, hambatan samping, kecepatan arus bebas, kapasitas, dan derajat kejenuhan. Pemborosan BBM dihitung menggunakan persamaan dari Departemen Pekerjaan Umum Indonesia (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan BBM tertinggi terjadi pada hari Minggu, arah Utara – Selatan sebesar 364,83 liter/kilometer pada pukul 17.00 – 18.00, dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 1,34. Terdapat korelasi kuat antara derajat kejenuhan dengan pemborosan BBM, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,673
PREFERENSI TERHADAP PELAYANAN ANGKUTAN KARYAWAN PADA KAWASAN INDUSTRI BAWEN – UNGARAN
Industri merupakan salah satu sektor atau bidang yang menunjang perekonomian di Kabupaten Semarang. Banyaknya industri di Kabupaten Semarang menyebabkan banyak terjadinya perjalanan yang dilakukan oleh karyawan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran kebutuhan setiap moda melalui pembangunan model pemilihan moda antara sepeda motor, angkutan umum dan angkutan karyawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei dan kuesioner. Kuesioner didesain dengan metode stated preference. Pembangunan model dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak RStudio dan masing-masing moda angkutan digunakan sebagai pembanding. Model berbasis model pemilihan diskrit yang dianalisis dengan pendekatan multinomial logit model. Berdasarkan data dari 1.409 responden karyawan, probabilitas pemilihan moda sepeda motor yaitu 26,5%, probabilitas moda angkutan umum sebesar 28,9% dan probabilitas moda angkutan karyawan yaitu 44,4%