Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
Studi Perbandingan Karakteristik Marshall pada Campuran AC-WC Campur Serbuk Ban Karet dengan Metode Pencampuran Kering dan Basah
Pertumbuhan infrastruktur di Indonesia mendorong inovasi pada campuran beton aspal, salah satunya melalui penambahan serbuk ban karet menggunakan metode pencampuran kering dan basah. Penelitian ini membandingkan karateistik Marshall dari kedua metode. Metode pada penelitian ini menggunakan metode pencampuran kerung dan basah dengan menggunakan serbuk ban karet ukuran #8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas serbuk karet sangat dipengaruhi oleh kadar dan metode pencampurannya. Metode pencampuran basah menunjukkan performa lebih stabil dan homogen pada kadar 2–4%, sedangkan metode kering optimal pada kadar 50–60%. Namun, pada kadar tinggi, beberapa parameter tidak memenuhi spesifikasi teknis. Oleh karena itu, diperlukan kontrol kadar dan metode yang tepat untuk hasil campuran yang optimal
ANALISIS PERGERAKAN DAN KORELASI KOMODITAS KOPI DI SUMATERA SELATAN
Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan yang memiliki pangsa pasar secara luas, nasional serta internasional. Indonesia memiliki banyak wilayah penghasil kopi, salah satunya Sumatera Selatan dengan hasil produksi sebesar 26,72% dari total produksi kopi di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pergerakan dan korelasi komoditas kopi di Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji lima kabupaten/kota sebagai penghasil kopi terbesar yang ada di Sumatera Selatan dengan menggunakan metode analisis data deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, analisis korelasi menunjukkan bahwa luas lahan adalah variabel independen yang paling mempengaruhi produksi kopi. Analisis regresi tipe 1 mengidentifikasi luas lahan dan PDRB sebagai faktor dominan dengan didapatkan hasil Y = 4542,216452+ 0,543022168 X1 + 0,000709158 X3. Nilai koefisien dari data tarikan serta data bangkitan bernilai positif hampir mendekati nilai 1. Uji ANOVA dan t-test menunjukkan kondisi teknis tidak mempengaruhi PDRB kopi. Proyeksi produksi menunjukkan peningkatan signifikan dalam 10 dan 20 tahun ke depan. Analisis sistem distribusi menggunakan metode UCGR memperlihatkan biaya operasional kendaraan dan pergerakan komoditas kopi antar zona. Simulasi komputasi Visum menunjukkan pola pergerakan komoditas terbesar di zona Empat Lawang dan Ogan Komering Ulu
PENERAPAN SISTEM BERBAGI SEPEDA LISTRIK DI KAWASAN KAMPUS
Penerapan sistem transportasi berkelanjutan menjadi sebuah urgensi dan priortias dalam rangka mengurangi gas buang CO2. Sebagai bentuk implementasi dari transportasi berkelanjutan, dapat dilakukan dengan cara menerapkan sistem berbagi sepeda listrik di kawasan kampus. Untuk mengetahui preferensi mahasiswa dalam menggunakan sistem ini, diperlukan studi yang dapat memodelkan tingkat keberhasilan dari penerapan sistem berbagi sepeda listrik dengan mempertimbangkan beberapa atribut yang dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk mengindetifikasi antusiasme dan nominal yang bersedia dibayarkan mahasiswa terhadap penerapan sistem berbagi sepeda listrik di kawasan kampus. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini adalah biaya, durasi perjalanan, kecepatan maksimal, dan tempat penyimpanan sepeda. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner yang dibuat menggunakan metode stated preference. Data dianalisis dengan menggunakan model multinomial logit (MNL). Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa antusias dengan adanya penerapan sistem berbagi sepeda listrik. Nominal yang bersedia dibayarkan oleh mahasiswa adalah sebesar Rp 25.083 per jam
MODEL INTEGRASI SISTEM QR CODE PERIZINAN KENDARAAN TRAVEL SEBAGAI UPAYA MITIGASI PENERTIBAN KENDARAAN TRAVEL ILEGAL
Penertiban kendaraan travel ilegal adalah tantangan utama dalam transportasi umum, karena sering mengabaikan standar keselamatan berkendaran, khususnya bagi korban apabila terjadi kecelakaan dikarenakan penggunaannya akan menjadikan asuransi kecelakaan menjadi tidak aktif sehingga akan sangat merugikan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Penelitian ini mengembangkan model integrasi sistem QR Code sebagai solusi untuk memitigasi kendaraan travel illegal. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi proses perizinan yang efisien dan transparan oleh pihak berwenang. Melalui sistem ini, kendaraan travel yang telah mendapatkan izin resmi akan diberikan QR Code yang mengandung informasi izin operasional. QR Code dapat dengan mudah diverifikasi melalui perangkat seluler, sehingga memungkinkan penegakan hukum yang efektif. Hasilnya, sistem QR Code dapat meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, mengurangi jumlah travel ilegal, memberikan kepastian hukum bagi operator resmi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan layanan. Dengan demikian, model integrasi sistem QR Code perizinan ini diharapkan menjadi langkah inovatif dalam upaya mitigasi penertiban travel ilegal
Analisis Gelombang Kejut pada Perlintasan Sebidang Kereta Api di Jam Sibuk (Studi Kasus: Perlintasan Sebidang Jalan Sunda, Kota Bandung)
Penelitian ini menganalisis tundaan dan antrean yang terjadi di lokasi perlintasan kereta api Jalan Sunda di Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan pada dua lokasi pengamatan yang berbeda. Data pada lokasi pengamatan 1 dilakukan selama 12 jam ditujukan untuk membangun hubungan arus, kecepatan, dan kerapatan. Sementara pengamatan 2 ditujukan untuk menganalisis antrean dan tundaan pada jam puncak. Hubungan antara arus, kecepatan, dan kerapatan dibangun menggunakan model Greenshields, Greenberg, dan Underwood, kemudian dipilih model yang terbaik. Model terbaik yang terpilih adalah model Greenshields. Dari model ini didapatkan nilai kecepatan arus bebas sebesar 51,1 km/jam dan nilai kerapatan macet sebesar79,2 smp/km. Analisis tundaan dan antrean menggunakan metode gelombang kejut. Saat kondisi pintu perlintasan tertutup, hasil tundaan terbesar 159,7 detik dan antrean terbesar 82,3 smp/lajur pada interval waktu penutupan 16:05:30 – 16:08:23. Sementara itu, saat kondisi pintu perlintasan terbuka, hasil tundaan rata-rata sebesar 2,4 detik
ANALISIS TINGKAT KEMACETAN PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL JL. UKONG SUTAATMAJA KABUPATEN SUMEDANG
Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Subang berakibat pada melonjaknya penggunaan transportasi yangmenyebabkan tingkat kemacetan yang terjadi pada wilayah Subang semakin meningkat. Penelitian ini berfokuspada analisis kemacetan di Persimpangan Jl. Ukong Sutaatmaja – Jl. Pejuang 45 – Jl. Mayjen Sutoyo yangmenjadi akses bagi warga Kabupaten Subang ke berbagai tempat. Analisis dilakukan dengan membuat simulasipada perangkat lunak Vissim untuk mendapatkan nilai panjang antrian, tundaan dan tingkat pelayanan sebagaiindikator tingkat kemacetan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting waktu tundaanmaksimal 70 detik, panjang antrian maksimal 358 meter dan tingkat pelayanan minimal berada di nilai Esedangkan pada kondisi umur rencana waktu tundaan maksimal 85 detik, Panjang antrian maksimal 357 meterdan tingkat layanan minimall berada di nilai F. Terdapat kenaikan panjang antrian sebesar 427.67 % sertawaktu tundaan sebesar 678.69 % pada pendekat yang memiliki tingkat kemacetan paling tinggi pada periode15 tahun
ANALISIS KEANDALAN PENGGUNAAN CONCRETE LEVEL CROSSING UNTUK LALU LINTAS PADA PERLINTASAN SEBIDANG JPL 317 LINTAS LAMONGAN-BABAT
JPL 317 Lamongan menggunakan rel bekas yang dipasang secara terbalik dalam perlintasannya, hal ini berisiko terjadinya kecelakaan. Solusi alternatifnya adalah penggunaan Concrete Level Crossing produk PT WIKA Beton yang disesuaikan dengan desain kondisi lengkung di JPL 317. Analisis diperhitungkan dengan Finite Element Method (FEM) menggunakan aplikasi Ansys. Perhitungan passing tonage sebesar 13,342 juta ton/tahun arah hilir dan hulu, sedangkan jalan raya sebesar 154,18 juta ton/tahun. . Evaluasi SK Dirjen Hubdat 550/2005 menemukan beberapa parameter yang perlu perbaikan, termasuk gradien yang melebihi 2%, lebar perlintasan yang melebihi 7 meter per lajur, dan sudut perpotongan jalan rel kurang dari 90⁰. Mempertimbangkan beban yang diterima dan penyesuaian desain pelat beton, hasil analisis menunjukkan nilai deformasi maksimum pada pelat S1 sebesar 1,0403 mm, pelat S2 0,20457 mm, dan pelat P 0,010677 mm. Masa layan pelat beton S1 diperkirakan mengalami cracking pada 56,987 tahun, pelat S2 15,720 tahun, dan pelat P 130 hari
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN KARGO TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA JASA EMPU PT ANGKASA PURA LOGISTIK DI BANDAR UDARA JENDRAL AHMAD YANI MENGGUNAKAN METODE CSI
Layanan kargo yang disediakan oleh PT Angkasa Pura Logistik di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani merupakan fasilitas penting untuk pengiriman dan penerimaan barang. Mengingat PT Angkasa Pura Logistik adalah anak perusahaan PT Angkasa Pura I, kinerja layanannya akan diawasi secara ketat. Pelayanan kargo pada EMPU (Ekspedisi Muatan Pesawat Udara) dinilai penting untuk dievaluasi karena memenuhi harapan konsumen dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat daya saing perusahaan dalam industri jasa yang berkembang pesat. Penelitian menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dengan lima dimensi yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible untuk mengukur kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap layanan kargo yang diberikan mencapai 92,8%, masuk dalam kategori "sangat puas" (rentang 0,81-1,00). Dapat disimpulkan bahwa pelanggan EMPU PT Angkasa Pura Logistik sangat puas dengan layanan yang diterima.
ANALISIS FASILITAS KONEKTIVITAS ANTARMODA DI DALAM BANDARA DHOHO KEDIRI
Kemudahan pergerakan dalam perencanaan transportasi dinilai menggunakan indikator seperti aksesibilitas,waktu perjalanan, dan biaya. Konektivitas sangat penting bagi jaringan transportasi, terutama di simpul-simpulseperti terminal di mana pergantian moda terjadi. Makalah ini menganalisis konektivitas di terminalpenumpang Bandara Internasional Dhoho Kediri, yang direncanakan sebagai simpul yang melayani wilayahbarat daya Jawa Timur. Sebagai pusat transportasi, bandara ini harus memfasilitasi pergerakan masyarakat danmemberikan kenyamanan bagi penumpang. Oleh karena itu, analisis difokuskan pada konektivitas antarmodadari perspektif pejalan kaki di dalam terminal. Metode yang digunakan adalah model mikrosimulasi pergerakanpenumpang untuk meminimalkan waktu tunggu dan kepadatan antrean, sehingga meningkatkan kenyamananpenumpang saat berganti moda. Meningkatkan konektivitas antar moda di bandara ini dapat mengoptimalkanfungsinya sebagai simpul jaringan transportasi
EKSPLORASI PREFERENSI PENUMPANG: PERBANDINGAN LIMA BUS ANTAR KOTA DENGAN PENUMPANG TERBANYAK DI BALI
Penelitian bertujuan menganalisis preferensi penumpang terhadap lima Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan jumlah penumpang terbanyak di Provinsi Bali. Data dikumpulkan melalui survei langsung dengan penumpang di Terminal Tipe A Mengwi. Faktor-faktor yang diteliti adalah keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, keteraturan dan protokol kesehatan. Metode analisis data preferensi menggunakan analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI), serta analisis Korelasi-Regresi untuk mengetahui hubungan jumlah layanan unggulan dan perbaikan terhadap jumlah penumpang. Hasil analisis IPA diketahui PO Bus Sehati dengan penumpang terbanyak memiliki layanan unggulan paling banyak dan layanan perbaikan paling sedikit. Hal ini juga sesuai dengan nilai CSI, dimana PO Bus Sehati memiliki nilai tertinggi. Hasil Analisis Korelasi-Regresi menunjukkan terdapat pengaruh antara jumlah layanan unggulan dan perbaikan terhadap jumlah penumpang. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi perusahaan transportasi dalam meningkatkan layanan mereka dan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan transportasi yang lebih efektif