490 research outputs found

    Kepentingan rakyat jadi keutamaan

    No full text

    PENGALAMAN SPIRITUALITAS TOKOH AGAMA DI ERA PANDEMI KEPADA UMAT DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

    Full text link
    Latar Belakang: COVID-19  telah menjadi masalah kesehatan global setelah ditetapkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan  Dunia/World Health  Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020.  Indonesia menetapkan  COVID-19 sebagai bencana  nasional  pada tanggal 14 Maret 2020. Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami  peningkatan  sehingga memerlukan upaya komprehensif dalam penatalaksanaan kasus dan upaya memutus rantai penularan.Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasikan mengenai Pengalaman Spiritualitas tokoh Agama Kristiani di era pandemi  kepada Umat dalam Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Desa Pasti Jaya, Bengkayang Kalimantan Barat.Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penggunaan deskriptif eksploratif dalam penelitian ini adalah untuk mengeksplorasikan mengenai Pengalaman Spiritualitas Tokoh Agama Kristiani  Di Era Pandemi Kepada Umat Terhadap Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Desa Pasti Jaya, Bengkayang Kalimantan Barat Tahun 2021. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 4 (empat) orang partisimpanHasil Penelitian: Hasil  temuan penelitian terdapat tiga tema yaitu:  Mengarahkan umat untuk berdoa dan beribadah bersama keluarga di rumah dan percaya akan pertolongan dari Tuhan, Mendukung kebijakan pemerintah, saat wilayah Desa Pasti jaya dalam  Zona merah, kegiatan keagamaan dan ibadah hari imnggu dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan , Menyediakan fasilitas protokol kesehatan di gereja : menjaga jarak tempat duduk, menyediakan air bersih untuk cuci tangan, menyediakan masker,menyediakan alat untuk mengukur suhuKesimpulan: 1. Tokoh  agama kristiani memberikan  spiritualitas kepada umat di tengah-tengah pandemi COVID-19 dengan Mengarahkan umat untuk berdoa dan beribadah bersama keluarga di rumah dan percaaya akan pertolongan dari Tuhan, 2. Tokoh  agama Kristiani  mendukung kebijakan pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di tengah-tengah masyarakat, saat wilayah Desa Pasti Jaya dalam Zona merah kegiatan keagamaan dan ibadah hari minggu dihentikan sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 3. Upaya yang dilakukan oleh tokoh Agama kristiani dalam mencegah penyebaran virus COVID-19 di tengah-tengah masyarakat adalalah dengan  menerapkan  Protokol Kesehatan: Mengurangi kerumunan orang banyak, Menjaga Jarak secara fisik dengan orang lain, Menggunakan Masker , Mencuci tangan dengan air mengalir, mengukur suhu

    Identifikasi Cendawan Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici Peyebab Penyakit Layu pada Tanaman Tomat di Dataran Tinggi Sumatera Utara Secara Morfologi dan Molekuler

    No full text
    Minarni. 2021. "Identification of Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici Causes of Wilt at Tomato Plants in the Highlands of North Sumatera Morphologically and Molecularly”, supervised by Hasanuddin and Jonatan Ginting. This study aims to identify morphology, genetic and differences in pathogenicity levels of Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici causes of wilt disease at tomato plants in the highlands of North Sumatera. This research was conducted in two locations, namely testing for fungi in the Laboratory of Plant Diseases and Laboratory of Plant Biotechnology, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, while the pathogenicity testing was carried out in the Greenhouse of UPT. Protection of Food Crops and Horticulture, Medan. This research was conducted in September 2019-November 2020. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 7 treatments, namely control (without treatment), Tom-1, Tom-2, Tom-3, Tom-4, Tom-5, Tom-6. The results showed that morphologically there were differences in the color, shape and size of macroconidia in the six isolates obtained from several tomato plantations in the highlands of North Sumatra. Molecular identification showed that the six isolates was Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici. Based on the pathogenicity test, the highest diease severity level was obtained by Tom-3 isolate, which is an isolate from Nagori Tongah Village, Purba Sub-District, Simalungun District.Minarni. 2021. “Identifikasi Cendawan Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Tomat di Dataran Tinggi Sumatera Utara Secara Morfologi dan Molekuler”, dibimbing oleh Hasanuddin dan Jonatan Ginting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi, genetik dan perbedaan tingkat patogenisitas cendawan Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici penyebab penyakit layu pada tanaman tomat di dataran tinggi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu pengujian cendawan di Laboratorium Penyakit Tanaman dan Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, sedangkan pengujian patogenisitas dilaksanakan di Rumah Kaca UPT. Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019-November 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 7 perlakuan, yaitu kontrol (tanpa perlakuan), Tom-1, Tom-2, Tom-3, Tom-4, Tom-5, Tom-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi terdapat perbedaan warna, bentuk dan ukuran makrokonidia pada keenam isolat yang diperoleh dari beberapa pertanaman tomat di dataran tinggi Sumatera Utara. Identifikasi secara molekuler menunjukkan keenam isolat tersebut merupakan Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici. Berdasarkan hasil uji patogenisitas diperoleh tingkat keparahan penyakit tertinggi pada isolat Tom-3 yang merupakan isolat asal desa Nagori tongah, kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.92 HalamanTesis Magiste

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA KELAS VII POKOK BAHASAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI SMP PGRI KEDOKANBUNDER

    Full text link
    URIPAH MINARNI : Penerapan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa pada Konsep Pengelolaan Lingkungan Kelas VII di SMP PGRI Kedokanbunder Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di SMP PGRI Kedokanbunder, didapatkan hasil bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru IPA belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan Literasi Sains yang dimiliki siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan literasi sains siswa adalah model sains teknologi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Literasi Sains Siswa pada kelas yang menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) pada konsep pengelolaan lingkungan. Mengetahui perbedaan literasi sains siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada konsep pengelolaan lingkungan. Serta untuk mengetahui respon siswa berkaitan dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep pengelolaan lingkungan di SMP PGRI Kedokanbunder. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VII SMP PGRI Kedokanbunder dengan sampel 2 kelas yaitu kelas VII-B (kelas Eksperimen) dan kelas VII-A (kelas kontrol) dimana masing masing kelas berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah test dan angket. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan uji prasyarat yaitu dengan menggunakan uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Gain dan Uji Hipotesis Mann Whitney U. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa terdapat peningkatan Literasi sains siswa pada konsep pengelolaan lingkungan di kelas yang menerapkan Model Pembelajaran CTL. Hal ini dilihat berdasarkan hasil uji paired samples test diketahui bahwa diperoleh nilai signifikansi atau Sig (2-tailed) adalah 0,001. Terdapat perbedaan literasi sains siswa antara kelas yang menerapkan model pembelajaran CTL (kelas eksperimen) dengan kelas yang tidak menerapkan model pembelajaran CTL (kelas kontrol) pada konsep pengelolaan lingkungan, hal ini dilihat berdasarkan hasil uji Independent Samples Test diketahui bahwa diperoleh nilai signifikansi atau Sig (2- tailed) adalah 0,001. Kalau dibandingkan, maka nilainya akan lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05), hal ini berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan untuk respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran CTL pada konsep Pengelolaan Lingkungan dikatakan cukup baik. Hal ini di lihat dari hasil penyebaran angket terhadap penerapan model pembelajaran CTL pada konsep pengelolaan lingkungan. Ini terlihat dari hasil perhitungan angket diperoleh 11 dari 20 orang siswa di kelas eksperimen memiliki respon sangat kuat terhadap penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dengan presentase 55%. Siswa yang memiliki respon kuat sebanyak 9 dari 20 orang dengan presentase 45%. Dengan demikian tidak ada siswa yang merespon negative terhadap penerapan model pembelajaran Sains. Kata Kunci : Model pembelajaran Contextual Teaching And Learning, Literasi Sain

    Analisis Pengaruh Persepsi Ibu Terhadap Perilaku Gaya Hidup Bersih dan Sehat Berdasarkan Health Belief Model di Surabaya

    Full text link
    Di Surabaya pada tahun 2017, Incidence penyakit diare sebesar 76,602 kasus yang sebelumnya sebanyak 77,617 suspek kasus (98,69%). Kota Surabaya memiliki 63 Puskesmas dan dari tahun 2016 hingga tahun 2018, terdapat 12 Puskesmas yang  inciden penyakit diare pada balita meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi ibu yang mengasuh balita terhadap perilaku gaya hidup bersih dan sehat berdasarkan Health Belief Model. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Terdapat 120 ibu yang mengasuh balitanya dari 12 Puskesmas ikut terlibat dalam penelitian ini. Responden mengisi kuesioner tentang karakteristik, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, cues to action and perilaku gaya hidup sehat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2019. Analisis variabel dilakukan dengan uji analisis bivariat dengan regresi binomial. Karakteristik responden yang terdiri dari (usia, tingkat pendidikan dan tingkat sosio ekonomi) pada penelitian ini berpengaruh terhadap perceived susceptibility, perceived severity and perceived benefits. Perceived susceptibility dan perceived severity berpengaruh terhadap perceived barriers, tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap perceived benefits. Cues to action berpengaruh terhadap perceived barriers dan perceived barrier dan perceived benefits berpengaruh terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: Diare, Persepsi, Health Believe Models, PHB

    Implementasi Model Interaksi dan Organisasi Pembelajaran Pada Pendidikan Inklusif.

    No full text
    ABSTRAK   Minarni. 2014. Implementasi Model Interaksi dan Organisasi Pembelajaran Pada Pendidikan Inklusif. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd. (2) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed. (3) Dr. Yunidar, M.Hum.   Kata Kunci:  model interaksi pembelajaran, organisasi pembelajaran, pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif mempunyai arti bahwa sekolah harus mengakomodasi semua anak tanpa mempedulikan keadaan fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, atau kondisi-kondisi lain, termasuk anak-anak penyandang cacat, anak-anak berbakat, pekerja anak dan anak jalanan, anak di daerah terpencil, anak-anak dari kelompok etnik dan bahasa minoritas dan anak-anak yang tidak beruntung dan terpinggirkan dari kelompok masyarakat. Penerapan organisasi pembelajaran atau organisasi belajar adalah suatu konsep dimana organisasi dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri sehingga organisasi tersebut memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon beragam perubahan yang muncul dalam hal dinamika pembelajaran, transformasi organisasi, pemberdayaan warga sekolah, manajemen pengetahuan, serta aplikasi teknologi. Fokus penelitian ini adalah bagaimanakah model interaksi pembelajar dan sistem pendukung dalam pelaksanaan pendidikan inklusif. Serta penerapan organisasi pembelajaran dalam hal dinamika pembelajaran, transformasi organisasi, pemberdayaan warga sekolah, manajemen pengetahuan, dan aplikasi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Obyek penelitian tidak dimanipulasi atau diberi perlakukan khusus sehingga berada pada kondisi alami. Data dikumpulkan melalui pengamatan di lapangan, kuesioner dan wawancara, kemudian di analisis secara induktif adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Sekolah, Guru Kelas, Guru Pendamping Khusus, serta siswa, orang tua/komite sekolah sebagai sumber dukungan. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dekriptif, dilaksanakan di wilayah Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Adapun sekolah penyelenggara pendidikan inklusif sebagai lokasi penelitian diwilayah kota palu adalah : Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Palu, Sekolah Menengah Atas Negeri  7 Palu, dan Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Palu. Hasil penelitian ditemukan bahwa, pendidikan inklusif adalah pendidikan yang tidak diskriminatif terhadap kondisi  perbedaan-perbedaan anak, pendidikan yang ramah terhadap semua perbedaan anak, pendidikan yang merangkul semua perbedaan untuk belajar dalam komunitasnya. Model interaksi pembelajaran pendidikan inklusif dilakukan melalui interaksi pembelajaran yang di individualisasikan dengan sebuah rancangan pembelajaran yang akomodatif terhadap perbedaan individu yang didasarkan kepada gaya, kekuatan dan kebutuhan khusus anak dalam belajar, dengan kata lain anak mengerjakan tugas-tugas sesuai dengan kondisi dan motivasinya. Model interaksi pembelajaran pendidikan inklusif tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasikan potensi peserta didik dalam proses pembelajaran dan pendidikannya, sehingga hal ini dilakukan melalui tahapan pembentukan tim, penilaian kebutuhan pembelajaran peserta didik, menuntukan tujuan pembelajaran, merancang metode dan prosedur pembelajaran dan menetapkan evaluasi kemajuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan nilai rata-rata jawaban 3.10 pada kuesioner, berarti pada sekolah penyelenggaran pendidikan inklusif di kota Palu-Sulawesi Tengah, telah mendukung adanya sistem organisasi pembelajaran dan menuju ke implementasi secara total. Hal ini dilihat dari peran serta tenaga pendidik dalam proses organisasi pembelajaran cukup besar. Namun masih dipandang perlu perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaannya, agar mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Beberapa saran yang dapat dikemukakan sesuai dengan hasil penelitian diantaranya, Model interaksi pembelajaran bagi anak inklusi/berkebutuhan khusus harus memperhatikan tingkatkan motivasi, konteks, ketentraman, hubungan sosial, belajar sambil bekerja, individualisasi, dan prinsip memecahkan masalah serta disesuaikan dengan karakteristik masing-masing peserta didik berkebutuhan khusus. Organisasi pembelajaran perlu dipersepsikan merata pada seluruh tenaga pendidik serta untuk penelitian lanjutan dapat dilakukan pada kondisi yang lebih beragam baik dilihat dari proses interaksi maupun dikembangkan dalam implementasi sistem kebijakan pengelolaan pendidikan inklusif, dan pengembangan sistem implementasi organisasi pembelajaran pada skala yang lebih besar

    60 tahun satukan bangsa

    No full text

    Peningkatan Hasil Belajar Aqidah Akhlak Materi Munculnya Aliran Kalam dalam Peristiwa Tahkim pada Siswa Kelas XI IPA 3 MAN 2 Kota Palu Melalui Penerapan Inquiry Learning Menggunakan Media GCR: Improving Aqidah Akhlak Learning Outcomes the Emergence of Kalam Flow in Tahkim Events for Class XI Science 3 MAN 2 Palu City Students Through the Application of Inquiry Learning Using GCR Media

    No full text
    Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Aqidah Akhlak materi munculnya aliran kalam dalam peristiwa tahkim pada siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah di semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 dengan penerapan Inquiry Learning. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama minimal 2 siklus. Subjek pada penelitian ini adalah 26 siswa. Teknik pengumpulan data hasil belajar siswa dengan tes hasil belajar. Teknis analasis data adalah analisis data kuantitatif, yaitu nilai rata-rata tes hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Inquiry Learning dapat meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak materi munculnya aliran kalam dalam peristiwa tahkim pada siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Kota Palu yang dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari persentase ketercapaian KKM pada pra siklus 30,77% meningkat pada siklus I 46,15% dan meningkat lagi pada siklus II 92,31% dan skor hasil belajar pada pra siklus nilai rata-rata siswa berada pada angka 56,73 dengan 8 siswa yang tuntas dari 24 siswa. Siklus I hasil belajar siswa belum mencapai kriteria minimal nilai rata-rata kelas pada siklus I didapatkan pada angka 68,27 dengan 12siswa yang tuntas dari 26 siswa. Pada Siklus II hasil belajar siswa sudah mencapai kriteria minimal nilai-rata-rata kelas pada angka 84,62 dengan 24 siswa tuntas dari 26 siswa dan telah melebihi target KKM ≥70. Dari data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan Inquiry Learning telah berhasil meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak materi munculnya aliran kalam dalam peristiwa tahkim pada siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Kota Palu sehingga layak untuk diterapkan di MAN 2 Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah

    Menguji Doktor

    Full text link
    Menjadi Ketua Penguji Disertasi Tahap I (Tertutup) mahasiswa S3 Prodi Kesehatan Masyarakat atas nama Minarni Wartiningsih, dr., M.Kes

    Efikasi Diri Guru: (Studi Di Kabupaten Sidenreng Rappang - Sulawesi Selatan)

    Full text link
    Education is a milestone in civilization change, thus human resources are needed to make this change. The human resources in mention are teachers or educators. Teachers are human beings who play an important role in being able to educate the life of the nation and state. Teachers are mandatory to mastering skills, intellect, and competence in dealing with all problems in tasks either are easy or difficult. In the context of teacher education has an important role in making change. There are many things that need to be conducted, it thus requires skills. One of the things that can be seen from the ability of teachers to improve the quality and effectiveness of teaching is self-efficacy. Self-efficacy is a belief which provides experience to individuals in doing and achieving something. Self-efficacy is only a small part of the picture of human activities in life. This study uses quantitative research methods using research instruments in the form of self-efficacy. The technique of collecting data used in this study is non-probability sampling, namely purposive sampling. The sample in this study were 280 people consisting of junior high school teachers from various schools in the district of Sidrap. The measuring instrument used in this study is a self-efficacy scale based on the Bandura theory. The technique of data analysis used in this research is descriptive statistics. The results showed that the description of the level of teacher knowledge in Sidenreng Rappang Regency was in the medium category with the proportion of 38.29%
    corecore