Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Determinan Implementasi Kebijakan Indikator Nasional Mutu di Puskesmas Batunyala Kabupaten Lombok Tengah
Maksud ditetapkannya Indikator Nasional Mutu (INM) adalah untuk memantau dan menilai apakah upaya mutu yang telah dilakukan fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan mutu pelayanan secara signif. Penelitian kuantitatif yang menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional approach ini bertujuan untuk menganalisis determinan implementasi kebijakan tentang INM di Puskesmas Batunyala Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah-Nusa Tenggara Barat. Terdapat 86 orang sampel dari 114 populasi yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data hasil penelitian diperoleh melalui angket dan dianalisis melalui tiga tahapan yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi, sumber daya, sikap, dan struktur birokrasi memiliki hubungan dan berpengaruh kuat serta signifikan terhadap implementasi kebijakan tentang INM
Pemanfaatan Layanan Telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar
Telemedicine is a technology-based health service that enables remote medical consultations effectively, particularly for communities in remote areas. Its usage in Indonesia continues to grow, especially among Generation Z. This study aims to identify the factors influencing the utilization of telemedicine services among Generation Z in Makassar City. The research design used was a cross-sectional study involving 320 respondents from SMAN 1, SMAN 5, and SMAN 21 Makassar, selected through accidental sampling. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. The results showed significant associations between performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions with the use of telemedicine (p < 0.001; p = 0.008; p < 0.001; p < 0.001). Additionally, performance expectancy and social influence were associated with telemedicine use based on gender (p = 0.023; p < 0.001), while effort expectancy showed no significant relationship by gender (p = 0.242). It is concluded that factors within the UTAUT model influence telemedicine utilization among Generation Z in Makassar, with gender moderating the relationship between performance expectancy and social influence
Perancangan Kebutuhan SIM-Klinik Bagian Penyimpanan Rekam Medis di Klinik X
Pengolahan data rekam medis meliputi pendaftaran, koding, assembling, indeksing dan filing. Penyimpanan berkas rekam medis adalah system berguna untuk menyimpan, mengelola, dan mengakses data rekammedis pasien. Penyimpan rekam medis di Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen masih menggunakan manual. Penelitian ini berguna untuk menganalisis kebutuhan pada peracangan SIM-Klinik Bagian Penyimpanan Rekam Medis di Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen. Pengerjaan penelitian ini menggunakan metode Research And Development (R&D) dengan melibatkan responden sebanyak 3 orang. Responden tersebut terdiri dari 2 orang petugas rekam medis dan Kepala Staf Klinik. Data untuk penelitian dikumpulkan melalui wawancara dalam bentuk narasi. Klinik Jaya Kusuma Husada memerlukan sistem informasi yang mampu mencari data rekam medis secara efisien dan akurat. Sistem ini harus mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna dalam hal input data, pencarian data, serta pelaporan yang komprehensif. Hasil dari penelitian ini adalah fitur utama yang diperlukan meliputi login menu petugas filling, pengelolaan ambil berkas rekam medis, penyimpanan data rekam medis, dan pembuatan laporan administrasi. Sistem juga harus mendukung integrasi dengan sistem informasi kesehatan lainnya untuk memperlancar aliran informasi antar unit di klinik. Luaran dari penelitian ini berupa DFD dan ERD
Pemanfaatan Pendaftaran Online (Antrian) Pelayanan Kesehatan dengan Mobile-JKN pada Masyarakat di Provinsi Bali
The Mobile-JKN application is one form of BPJS Kesehatan innovation that can be accessed via smartphone. This application provides convenience for JKN-KIS participants in obtaining health services. However, in reality, many people still do not know the online registration (queue) feature for health services using Mobile-JKN so that the utilization of Mobile-JKN is still low by the community in accessing health services. The purpose of this study is to determine the determinants of the utilization of online queues for health services with mobile JKN. This study is an analytical study through a cross-sectional approach with research data collection for 2 months. The research sample is the community of mobile JKN users in the province of Bali who meet the inclusion and exclusion criteria. The sample size is 100 respondents and is analyzed using logistic regression. Based on the results of the analysis, all aspects of Performance Experancy, facilitating conditions, social influence, obtained less than good results. In addition, the usefulness of online queues for health services with mobile JKN also showed less than good results, namely 66.4%. Factors that influence the utilization of online queues with mobile JKN are from the aspect of effort expectancy, namely with a p value <0.0001, while the aspects of performance expectancy, facilitating condition and social influence do not affect the utilization of online queues with mobile JKN. The factor that is most related to the utilization of online registration (queue) with mobile JKN is the aspect of effort expectancy
Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Pengetahuan Infeksi Menular Seksual di Indonesia
Sexually Transmitted Infections (STIs) are diseases that can be transmitted through sexual intercourse. STIs will be riskier if having sex with multiple partners, either vaginally, orally, or anally. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about sexually transmitted infections in Indonesia. This study used data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey with a cross-sectional research design where bivariate data analysis used chi square and multivariate analysis used logistic regression. The sample size of this study was 10,009 respondents with the study population being men and women in Indonesia. The results showed that respondents had a good level of knowledge about sexually transmitted infections. Sexually Transmitted Infections (STIs) are diseases that can be transmitted through sexual intercourse. STIs will be riskier if having sex with multiple partners, either vaginally, orally, or anally. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about sexually transmitted infections in Indonesia. This study used data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey with a cross-sectional research design where bivariate data analysis used chi square and multivariate analysis used logistic regression. The number of samples in this study was 10,009 respondents with a male and female study population in Indonesia. The results showed that around 2.3% of respondents had a low level of knowledge which was influenced by various factors including age (OR=0.764; 95%CI:0.656-0.891), gender (0R=1.085; 95%CL:0.841-1.399), wealth index (OR=2.847; 95%CI:2.543-3.186), education level (0R=3.377; 95%CI:2.561-4.453), place of residence (OR=0.525; 95%CI:0.468-0.588), and source of information (OR=17.974; 95%CI:13.156-24.556). From the results of this study, it is hoped that the Indonesian people can increase their knowledge by more actively seeking various sources of information and being more alert to the signs and symptoms of sexually transmitted diseases
Tingkat Pengetahuan Perekam Medis tentang Riwayat Medis dan Catatan Kesehatan Pribadi (PHR)
A medical resume is a summary of the entire course of a patient's treatment at a healthcare facility, so the medical resume must be complete and valid. The existence of this medical resume is very important for patients because through the medical resume, patients can learn about their health history, especially if they use social health insurance. One of the expanded functions of the medical resume is in the form of a Personal Health Record (PHR) which contains a collection of records/information about an individual's health. The purpose of this study is to analyze the level of knowledge of medical recorders regarding medical resumes and PHR. This research is descriptive in nature, objectively describing a situation using a quantitative approach. The sample in this study uses non-probability sampling with a controlled pruposive sampling method. The results of the study showed that the level of knowledge of medical recorders about medical resumes and PHR was at the level of Application with scores of 43.3% and 33.3%. Medical recorders have been able to implement filling medical resumes and carry out PHR in activities in the field of medical records and health information. The level of knowledge of PMIK about medical resumes and PHR is at the level of application with the characteristics of male gender, aged 17-25 years, and working in private hospitals. Further knowledge improvement is needed so that medical recorders are more competent in implementing PHR
Penggunaan Rekam Medis Elektronik Meningkatkan Akurasi dan Efisiensi Pendokumentasian Klaim Pelayanan Jaminan Kesehatan
Pendokumentasian klaim pelayanan jaminan kesehatan sangat penting karena berdampak pada penerimaan dan penolakan klaim. Masalah pendokumentasian di Indonesia menyebabkan tertundanya pembayaran klaim pelayanan jaminan kesehatan setiap bulannya sekitar 2,5% - 47,7% yang menyebabkan kas rumah sakit terganggu. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh budaya organisasi dan keterikatan kerja terhadap pendokumentasian klaim pelayanan jaminan kesehatan yang dimediasi penggunaan rekam medis elektronik di RSKD Duren Sawit. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif kausalitas dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni – Juli 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh dokter fungsional di RSKD Duren Sawit yang berjumlah 74 orang dengan teknik purposive sampling yaitu dokter penanggung jawab pelayanan yang berjumlah 40 orang dan respon rate 85% (34 responden). Variabel budaya organisasi, keterikatan kerja serta penggunaan rekam medis elektronik (RME) menggunakan data primer melalui kuesioner dengan respon skala 1–4 dan pendokumentasian klaim pelayanan jaminan kesehatan menggunakan data sekunder. Analisis data penelitian menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Dari total 34 responden sebagian besar perempuan (70,6%), usia <40 tahun (41,2%), dengan masa kerja 2 - <5 tahun (32,4%). Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan RME merupakan variabel mediator antara keterikatan kerja dengan pendokumentasian klaim pelayanan jaminan kesehatan. Keterikatan kerja berpengaruh terhadap penggunaan RME, dan penggunaan RME berpengaruh terhadap pendokumentasian klaim layanan jaminan kesehatan. Implikasi penelitian adalah penggunaan RME diperlukan untuk peningkatan kualitas pendokumentasian klaim pelayanan jaminan kesehata
Stimulasi Bauran Pemasaran Untuk Meningkatkan Minat Kunjungan ke Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama
Persaingan dalam sektor layanan kesehatan semakin meningkat, sehingga rumah sakit perlu menerapkan strategi pemasaran yang efektif untuk menarik dan mempertahankan pasien. Rumah Sakit Yadika Kebayoran Lama (RSYKL) mengalami variasi dalam jumlah kunjungan pasien meskipun telah menawarkan layanan medis yang kompetitif. Faktor dalam bauran pemasaran, khususnya Product, Price, Place, dan Promotion (4P) sebagaimana dikemukakan oleh Kotler, diduga memiliki pengaruh terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana faktor bauran pemasaran berkontribusi terhadap minat kunjungan pasien ke RSYKL. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 71 pasien menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor 4P secara keseluruhan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat kunjungan pasien. Secara individual, variabel Product, Price, dan Place berpengaruh secara signifikan, sementara Promotion tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap minat kunjungan pasien. Kata kunci: Strategi Pemasaran, Minat Kunjungan Pasien, Pelayanan Kesehata
Analisis Pola Makan Dan Penggunaan Kontrasepsi Sebagai Faktor Risiko Obesitas Pada Pekerja Wanita
Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia yang tidak hanya terjadi di negara maju tetapi juga negara berkembang. Obesitas banyak terjadi pada perempuan tidak terkecuali pada pekerja. Obesitas dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti diabetes tipe 2, strok, penyakit jantung, dan sejumlah kanker sampai menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dengan kejadian obesitas pekerja wanita di PT “IS” Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional, dengan teknik sampling propotionate to size random sampling yang jumlah sampelnya 120 responden. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji statistik untuk dianalisa dengan uji chi square dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan pola makan tidak sesuai sebanyak (71,7%), sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak (64,2%), sebagaian besar responden mengalami obesitas sebanyak (69,2%) . Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pola makan terhadap kejadian obesitas (p value 0,000; PR= 5,798; 95%CI = 2,442-13,770), dan ada pengaruh yang siginifikan antara penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian obesitas (p value 0,000; PR=5,175; 95%CI = 2,249-11,908). Pola makan dan penggunaan kontrasepsi berpengaruh signifkan terhadap kejadian obesitas pekerja wanita
Analisis Faktor Disiplin Kerja dan Komitmen Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kesehatan Rumah Sakit
Kinerja tenaga kesehatan dipengaruhi oleh disiplin kerja dan komitmen organisasi, yang keduanya berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan. Rendahnya disiplin dan komitmen organisasi dapat berdampak negatif pada kinerja, berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh disiplin kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kabupaten Malang. Desain penelitian cross-sectional dengan sampel 103 responden, menggunakan teknik accidental sampling, responden dipilih berdasarkan kebetulan bertemu saat pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis dengan uji regresi linier berganda. Hasil menunjukkan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (koefisien 0,246; signifikansi 0,005), begitu pula komitmen organisasi (koefisien 0,160; signifikansi 0,036). Secara bersama-sama, kedua variabel menjelaskan 12,2% variasi kinerja (F=6,965; signifikansi 0,001). Manajemen rumah sakit perlu meningkatkan disiplin kerja melalui pengawasan ketat dan sistem reward and punishment yang adil, serta memperkuat komitmen organisasi dengan menciptakan lingkungan kerja kondusif, pengembangan karir, dan keterlibatan tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan kesehatan