Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Dampak Pelaksanaan Program Pendidikan Gizi terhadap Produktivitas dan Kesehatan Pekerja
Workforce productivity is one of the key indicators driving a country's economic growth. Several companies in Indonesia have reported issues related to workers’ nutrition and productivity. One example is PT XYZ Indonesia, which in 2024 reported that 73% of its employees were classified as overweight or had obesity grade 1, while 30% had elevated blood glucose levels. This study aims to analyze the impact of a nutrition education program on workers’ health indicators. An experimental design with an intervention approach was employed to evaluate the effectiveness of the nutrition education program as a strategy to improve worker productivity and health. The intervention was carried out over a period of eight weeks. The study population comprised employees of PT XYZ Indonesia, and a purposive sampling method was used to select 100 participants, divided evenly into intervention and control groups. The paired t-test results showed a significant increase in nutrition knowledge scores among the intervention group after completing the program (p < 0.05). A positive correlation was observed, indicating that improved nutritional understanding was closely associated with increased work productivity. A regression coefficient value of 0.56 (p = 0.003) further indicated that workers in the intervention group had higher health status scores compared to those in the control group
Systematic Review: Efektivitas Edukasi Keluarga Terhadap Pengelolaan Hipertensi Pada Lansia
ABSTRAKHipertensi merupakan permasalahan kesehatan global dan mempunyai prevalensi tinggi terutama pada lansia. Untuk mengurangi angka kejadian hipertensi, perlu dukungan dari berbagai pihak terutama keluarga sebagai orang terdekat. Keluarga harus memahami dengan kejadian hipertensi. Keluarga tidak hanya bertindak sebagai pengawas atau pengingat terkait pengelolaan hipertensi pada lansia, tetapi bertindak sebagai motivator untuk perubahan pola hidup sehat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada keluarga untuk mengelola hipertensi pada lansia. Edukasi keluarga dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan penerapan pola hidup sehat. Systematic review ini dilaksanakan mengikuti pedoman PRISMA. Artikel yang digunakan diambil dari PubMed, Scopus,dan Google Scholar dengan rentang tahun 2014 – 2024. Artikel menggunakan studi Randomized Controlled Trial ( RCT ). Edukasi keluarga terbukti memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 10 – 15 mmHg, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong penerapan pola hidup sehat. Edukasi keluarga terbukti efektif dalam membantu pengelolaan hipertensi pada lansia. Implementasi strategi ini dalam praktik keperawatan memerlukan pendekatan berbasis bukti untuk memastikan keberlanjutan manfaat. Kata Kunci: Edukasi keluarga, hipertensi, lansia, kepatuhan pengobatan, pola hidup sehat ABSTRACT Hypertension is a global health concern with a particular high prevalence among the elderly. Family support is essential to reduce the incidence of hypertension. Families need to understand the occurence of hypertension and act not only as supervisors but also serve as motivators for encouraging healthy lifestyle changes. Therefore, family education is crucial for managing hypertension in the elderly. The goal of family education is carried out to improve medication adherence and the adoption of healthy lifestyle practices. This systematic review follows the PRISMA guidelines. The articles were sourced from PubMed, Scopus, and Google Scholar published between 2014 – 2024. The articles included were Randomized Controlled Trials ( RCTs ). Family education has been shown to significantly reduce average systolic blood pressure by 10 – 15 mmHg, improve medication adherence, and promote the implementation of healthy lifestyle habits. This approach is effective in managing hypertension in the elderly and requires evidence-based strategies for sustained benefits. Keywords: Family education, hypertension, elderly, medication adherence, healthy lifestyl
Rancangan Kuesioner Literasi Digital untuk Staf Institusi Kesehatan
Undang-Undang No. 17 tahun 2023 tentang kesehatan mengamanatkan bahwa sistem informasi kesehatan menjadi salah satu dari 7 sumber daya kesehatan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan kesehatan. Salah satu tahap penyelenggaraan sistem informasi adalah implementasi. Implementasi suatu sistem informasi bisa jadi terdapat kendala berupa keterisian data. Salah satu contohnya adalah berupa kendala ketersediaan data imunisasi dasar di DKI Jakarta pada tahun 2021 menunjukkan bahwa dari 44 Puskesmas, hanya 50% yang mengisi data imunisasi di platform DHIS2. Penyebab hambatan keterisian data ini perlu dilihat dari perspektif literasi digital. Sayangnya, di Indonesia belum terdapat instrumen literasi digital yang dikhususkan untuk staf yang bekerja di institusi kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan kuesioner literasi digital yang dikhususkan untuk staf yang bekerja di institusi kesehatan. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan studi dokumen kuesioner literasi digital. Kuesioner yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia kemudian dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan sampel sebanyak 30 responden. Kuesioner literasi digital menilai responden dari aspek frekuensi penggunaan dan aspek tingkat kepercayaan diri dalam menggunakan sistem informasi kesehatan. Kedua aspek pada kuesioner menggunakan skala likert dengan skor 1 sampai 5. Pada uji validitas, pertanyaan dikategorikan valid apabila memiliki nilai signifikansi > 0,05 atau nilai r hitung > nilai r tabel. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan teknik cronbach’s alpha untuk mendapatkan nilai reliabilitas dari setiap pertanyaan.Kuesioner yang telah diujikan menunjukkan hasil bahwa dari 16 pertanyaan tentang frekuensi penggunaan dan 11 pertanyaan tentang tingkat kepercayaan diri, seluruh butir pertanyaan menunjukkan hasil valid dan reliabel. Kata kunci : Literasi Digital, Kuesioner, Staf Institusi Kesehata
Intensitas Merokok Dengan Nilai Arus Puncak Ekspirasi Pada Remaja
Merokok menjadi salah satu faktor penurunan fungsi paru, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara derajat merokok dengan hasil arus puncak ekspirasi pada remaja. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian sebanyak 90 orang dengan sampel yang diambil 74 siswa laki-laki kelas XI SMK Ma’arif NU 1 Wangon, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Kriteria inklusi adalah siswa laki-laki perokok aktif (≥1 batang/hari selama ≥1 tahun) dan bersedia menjadi responden, sedangkan eksklusi meliputi siswa dengan penyakit pernapasan akut/kronis, pengguna rokok elektrik, dan tidak hadir saat penelitian. Intensitas merokok diukur dengan Indeks Brinkman, sedangkan nilai arus puncak ekspirasi menggunakan alat peak flow meter. Data dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi
Determinan Kinerja Petugas Rumah Sakit Klaim Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan
The performance of officers in BPJS Kesehatan claims plays a crucial role in ensuring the smooth administration of services in hospitals. The high number of pending claims reflects problems with individual abilities, support systems, and internal hospital management. This study aims to analyze the influence of ability, motivation, and opportunity factors on the performance of BPJS Kesehatan claims officers at Kamar Medika Hospital, Mojokerto. This study employs a cross-sectional, observational, and analytical method. The study population is all officers involved in the BPJS Kesehatan claims process. A sample of 56 respondents was selected using a simple random sampling technique. The data instrument was a questionnaire, which was then analyzed using the Chi-Square test and Logistic Regression. The results showed that most respondents had a high level of ability (58.9%), high motivation (64.3%), high opportunity (67.9%), and high performance (67.9%). The results of the Chi-Square test showed that ability (p-value = 0.036), motivation (p-value = 0.033), and opportunity (p-value = 0.010) significantly influenced the performance of officers in BPJS Kesehatan claims. Multivariate testing revealed that ability had a significant influence on officer performance (p-value = 0.042). The ability factor significantly influenced employee performance in BPJS Health claims at Kamar Medika Hospital, Mojokert
Determinan Stres Dan Pola Konsumsi Junk Food Pada Remaja: Studi Faktor Sosial, Ekonomi Dan Psikologis
Konsumsi junk food semakin umum di kalangan remaja, terutama di daerah perkotaan seperti Kota Malang, dan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan mental seperti depresi. Stres yang berasal dari tekanan akademis, sosial, atau keluarga, merupakan pemicu yang signifikan untuk konsumsi junk food yang berlebihan sebagai mekanisme penanggulangan. Faktor-faktor seperti pengaruh sosial, ekonomi, psikologis, dan tingkat pengetahuan gizi juga berperan dalam membentuk kebiasaan makan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara tingkat stres dengan perilaku konsumsi junk food pada remaja di Kota Malang. Dengan menggunakan desain cross-sectional, remaja berusia 13-19 tahun disurvei menggunakan kuesioner terstruktur, termasuk informasi demografi, tingkat stres (diukur dengan Perceived Stress Scale), dan perilaku konsumsi junk food . Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres yang tinggi dan peningkatan konsumsi junk food (p<0,05), dengan pengaruh sosial, seperti tekanan dari teman sebaya, dan faktor ekonomi, seperti pendapatan keluarga, yang berkontribusi terhadap perilaku ini. Selain itu, pengetahuan gizi yang lebih rendah membuat keinginan remaja untuk beralih ke junk food saat stres. Studi ini menyimpulkan bahwa stres berdampak signifikan pada konsumsi junk food , termasuk perlunya intervensi pendidikan untuk meningkatkan kesadaran tentang pola makan sehat dan manajemen stres. Program berbasis keluarga dan sekolah, terutama yang melibatkan dukungan teman sebaya, sangat penting dalam menumbuhkan kebiasaan makan yang lebih sehat dan mencegah konsekuensi kesehatan jangka panjang dari konsumsi junk food
Implementasi Program Skrining Hipotiroid Kongenital (HKI) pada Bayi Baru Lahir di Kabupaten Jember
Congenital hypothyroidism has a serious impact on cognitive and physical development if not detected and treated promptly. Most cases are permanent and result in adverse effects. This study aims to determine the success of the implementation of Congenital Hypothyroidism (CHS) screening in Jember Regency. This type of research is qualitative with an in-depth interview design. The objects in this study were 13 informants and 1 triangulation informant. This research was conducted in Jember Regency in August 2024. The instrument used was an in-depth interview guide. Data analysis used data reduction. The results of the study showed that the SHK program had been implemented in accordance with the policy, but the achievement of SHK implementation was still low. This is influenced by factors of human resources, funding sources, inadequate facilities and infrastructure. It is recommended that there is a need for integration of the implementation of other programs that can support the SHK program with the same goal, namely early detection of congenital hypothyroidism in newborn
Analisis Keberhasilan Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik: Perspektif Struktur Birokrasi
All healthcare facilities are required to implement Electronic Medical Records (EMR). The implementation of this policy faces various challenges, one of which is the bureaucratic structure in hospitals. This study aims to analyze the success of EMR implementation with a focus on the aspect of bureaucratic structure based on George Edward III's policy implementation model. This research uses a qualitative method with a case study approach conducted in three type C hospitals. Data were collected through in-depth interviews, non-participatory observations, and documentation studies involving 13 informants, which included the head of the medical records installation, the head of the information technology installation, medical recorders and health information, information technology officers, and the head of the medical services department. Hospitals that form special teams for EMR implementation have more controlled and efficient processes compared to hospitals that rely on existing organizational structures. The presence of a special team facilitates coordination, socialization, and training of healthcare personnel in the use of EMR. Meanwhile, hospitals that do not form a special team experience obstacles in coordination and delays in system adoption, despite receiving support from the system developers. An effective bureaucratic structure plays a crucial role in the successful implementation of EMR. Therefore, hospitals are advised to form a special team for the implementation of EMR to accelerate system adoption and improve the quality of healthcare services
Pengaruh Perubahan Kompensasi Terhadap Motivasi Perawat di Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi
Dalam konteks tantangan pengelolaan biaya perawatan kesehatan di bawah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit ini beralih dari model kompensasi fee-for-service ke kompensasi berbasis persentase yang terkait dengan klaim JKN. Populasi dalam studi ini seluruh perawat di RSI Fatimah Banyuwangi. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik total sampling sejumlah 98 responden. Sistem kompensasi menjadi variable independen pada penelitian ini dan motivasi perawat menjadi variable dependen. Analisis statistik dilakukan dengan uji-t sampel berpasangan dan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara motivasi sebelum dan setelah perubahan kompensasi, dengan nilai Z yang signifikan dan p-value yang jauh di bawah 0.05 yang menunjukkan bahwa perubahan kompensasi secara signifikan meningkatkan motivasi.Penelitian ini menegaskan pentingnya sistem kompensasi yang terstruktur dengan baik dalam meningkatkan motivasi para profesional kesehatan, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut meliputi eksplorasi efek jangka panjang dari perubahan sistem kompensasi ini terhadap retensi perawat dan hasil perawatan pasien
Analisis Sistem Grafik Barber Johnson Sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan dalam Meningkatkan Pelayanan dan Pemasaran Rumah Sakit
Saat ini rumah sakit wajib menyelenggarakan rekam medis elektronik (RME), melaksanakan RME dapat meningkatkan profesionalisme dan kinerja manajemen rumah sakit. RME mampu menampilkan rekaman kegiatan operasional secara real-time termasuk informasi efisiensi hunian tempat tidur dengan parameter BOR, AvLOS, TOI dan BTO disajikan dalam grafik Barber Johnson. Analisis grafik Barber Johnson diharapkan dapat menjadi bahan pengambilan keputusan sebagai bahan strategi bauran pemasaran (marketing mix). Tujuan penelitian menganalisis nilai beberapa indikator diantaranya adalah efisiensi penggunaan tempat tidur, mendiskripsikan berdasarkan grafik Barber Johnson untuk meningkatkan mutu pelayanan dan penetapan strategi bauran pemasaran. Metode penelitian menggunakan mixed methods, desain sequential explanatory. Pengumpulan data dengan data primer yaitu rekapitulasi nilai sensus harian rawat inap tahun 2022 dan wawancara mendalam. Hasil penelitian bahwa nilai BOR 55,96%, AvLOS 3,05 hari, TOI 2,40 hari, dan nilai BTO 66,90 kali di tahun 2022. Titik koordinat pada TOI=2.4; AvLOS=3.05, berada di luar daerah efisien artinya penggunaan tempat tidur di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung pada tahun 2022 belum efisien. Efisiensi dan efektifitas layanan dengan bauran pemasaran, dari produk menjadikan produk andalan, meningkatkan mutu produk dan menciptakan produk unggulan, dari harga strategi penetapan harga, dari promosi meningkatkan komunikasi pemasaran, dari lokasi yaitu lokasi mudah dijangkau dan di akses, dari orang meningkatkan profesionalisme SDM untuk meningkatkan pelayanan