Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
    267 research outputs found

    Penerapan Acceptance and Commitment Therapy pada Manajemen Layanan Rumah Sakit : Systematic Review

    Full text link
    Keluarga pasien gangguan jiwa kerap menghadapi beban psikologis yang berat, stres, serta kesiapan rendah dalam proses perawatan dan rehabilitasi anggota keluarga. Manajemen layanan rumah sakit yang komprehensif, termasuk pendekatan psikoterapi seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT), berpotensi meningkatkan kesiapan keluarga dalam mendukung pasien. Systematic review ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah terkait penerapan ACT dalam konteks manajemen layanan rumah sakit untuk meningkatkan kesiapan keluarga pasien gangguan jiwa. Tinjauan dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA dengan pencarian artikel pada PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar periode 2013–2023. Kata kunci yang digunakan meliputi: “Acceptance and Commitment Therapy”, “family readiness”, “mental health patients”, “hospital service management”, dan “psychiatric disorders”. Studi yang diinklusikan adalah penelitian kualitatif, kuantitatif, maupun campuran yang mengevaluasi efektivitas ACT pada keluarga pasien gangguan jiwa di rumah sakit. Dari 1.248 artikel yang diidentifikasi, 6 memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan ACT meningkatkan kesiapan keluarga melalui penerimaan kondisi pasien, pengurangan stres, penguatan komitmen perawatan, serta peningkatan fleksibilitas psikologis. Integrasi ACT dalam protokol rumah sakit melalui edukasi keluarga, pelatihan tenaga kesehatan, dan pendampingan psikologis memperbaiki kualitas layanan serta dukungan sistemik. ACT terbukti efektif meningkatkan kesiapan keluarga pasien gangguan jiwa. Rekomendasi meliputi pelatihan staf, pengembangan modul ACT berbasis keluarga, dan integrasi dalam alur layanan rumah sakit psikiatr

    Efektivitas Pemberian PMT terhadap Kejadian Underweight Di Kabupaten Sukoharjo

    No full text
    Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program intervensi untuk menyelesaikan masalah gizi pada balita. PMT diberikan setiap hari berupa makanan lengkap atau kudapan dengan mengutamakan kandungan energi, protein, dan lemak. Kandungan zat gizi makro dalam PMT mampu meningkatkan berat badan pada balita sehingga dapat menurunkan permasalahan underweight. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pemberian PMT terhadap kejadian underweight pada balita. Metode penelitian menggunakan rancangan pre-experiment dengan pre and post-test design. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukoharjo pada 86 balita underweight dan severely underweight yang diambil menggunakan metode multistage sampling. Data PMT didapatkan dari hasil menu oleh Ahli Gizi Puskesmas Polokarto dan Mojolaban. Data underweight dan severely underweight diambil dari hasil pemantauan selama 90 hari pemberian PMT oleh Dinas Kesehatan Sukoharjo. Pengolahan data menggunakan aplikasi WHO Anthro untuk menganalisis indikator BB/U, aplikasi SPSS versi 20 untuk melihat hasil distribusi frekuensi dan uji paired sample t-test untuk menganalisis efektivitas PMT terhadap kejadian underweight. Rata-rata nilai Z-Score BB/U pada balita sebelum diberi PMT -2,73 dan setelah diberi PMT -2,48. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p (0.001). PMT efektif menurunkan kejadian underweight di Kabupaten Sukoharjo. Kata kunci : status gizi, underweight, balita, PM

    Evaluasi Manajemen Risiko Terkait Keamanan Data Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya

    Full text link
    Transformasi digital di sektor kesehatan membawa tantangan baru terhadap keamanan data pasien, khususnya dalam penggunaan sistem Rekam Medis Elektronik (RME). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas manajemen risiko keamanan data pasien di RS Mata Undaan Surabaya dan memberikan rekomendasi perbaikannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan dan 3 triangulator, observasi non-partisipatif, serta telaah dokumen. Analisis dilakukan secara tematik dan diperkuat dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada 20 subproses. Hasil menunjukkan kelemahan dalam kebijakan formal, hak akses, autentikasi, dan pelaporan insiden. FMEA mengidentifikasi sepuluh subproses dengan nilai RPN tinggi. Rekomendasi mencakup pembentukan kebijakan tertulis, autentikasi berlapis, pembatasan akses berbasis peran, pelatihan rutin, dan uji restore backup. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam membangun sistem keamanan RME yang tangguh dan berkelanjutan Kata kunci : Keamanan data, rekam medis elektronik, manajemen risiko, FMEA, rumah saki

    Pemenuhan Kriteria KRIS JKN: Studi Kasus di RSUD RT. Notopuro Sidoarjo

    Full text link
    Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan pemenuhan dua belas kriteria Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 di RSUD RT. Notopuro Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa kriteria seperti fasilitas tempat tidur, ventilasi udara, pencahayaan ruangan, dan outlet oksigen telah terpenuhi, masih terdapat tantangan signifikan dalam pemenuhan kriteria pembagian ruang pasien, partisi tanam yang tidak berpori, dan kamar mandi dalam ruang rawat inap. Hambatan utama mencakup keterbatasan infrastruktur, keterbatasan anggaran, dan kebutuhan renovasi struktural. Namun, rumah sakit telah menunjukkan komitmen melalui perencanaan bertahap dan dukungan kebijakan internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RSUD RT. Notopuro Sidoarjo telah melakukan upaya signifikan menuju pemenuhan KRIS, namun masih membutuhkan dukungan strategis untuk mencapai implementasi penuh. Rekomendasi mencakup prioritas alokasi anggaran, optimalisasi perencanaan sarana, serta penguatan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan

    Selisih Klaim INA-CBGs dengan Tarif Rumah Sakit Aktual di RS X Surabaya

    No full text
    The hospital payment system in Indonesia uses the Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs). It is expected to control service costs within the National Health Insurance (JKN) program. However, there is a challenge in the form of a negative difference between BPJS Kesehatan claims and the hospital's actual tariffs. If left unchecked, this could impact the financial sustainability of hospitals. This study aims to predict and analyze the factors influencing the difference between BPJS claims and hospital tariffs at Hospital X Surabaya for the period February to June 2024. The method used is an analytical quantitative study with a time series design using secondary data from BPJS claims and the hospital’s actual tariffs for 6,523 inpatient cases. Data analysis was performed using graphs, cross-tabulation, and multiple linear regression. The results show that the difference between BPJS claims and hospital tariffs is always negative. The largest negative difference occurred in inpatient class 3. Variables such as costs of non-surgical procedure tariffs, surgical procedures, nursing care, supporting services, radiology, laboratory, blood services, rehabilitation, and room accommodation have a significant effect in increasing the claim deficit (p < 0.05). However, drug costs have a significant positive effect in reducing the deficit. The limitation of this study is that the data is not normally distributed and indicates heteroskedasticity. In conclusion, most medical and non-medical cost components contribute to the claim deficit experienced by the hospital during the study period

    A Systematic Review of Adaptation Measurement Instruments Based on Roy's Adaptation Model in the Nursing Context

    No full text
    Background: Measurement of adaptation in nursing based on Roy's Adaptation Model is critical to understanding how patients adapt to chronic medical conditions. This model examines patient adaptation in four main modes: physiological, self-concept, role-function, and interdependence. This study aims to review and evaluate adaptation measurement instruments developed based on Roy's Adaptation Model, as well as assess their effectiveness and limitations in the context of nursing patients with chronic diseases. Methods: This study used a Systematic Literature Review (SLR) approach by following the PRISMA guidelines. The literature search was conducted systematically through reputable academic databases, such as Scopus, PubMed, Google Scholar, and DOAJ. The search strategy incorporated Boolean Operators to ensure broad coverage and topic relevance. The keywords used included measurement instruments, the Roy Adaptation Model, and aspects of validity and reliability. Studies included in this review contained information related to the development or application of patient adaptation measurement instruments with the Roy Adaptation Model in a nursing context. Selected articles were published between 2015 and 2025 and met strict inclusion and exclusion criteria. Results: Twenty articles were found that met the inclusion criteria. Adaptation measurement instruments based on Roy's Adaptation Model showed good validity and reliability, but had limitations in measuring all modes of adaptation holistically. Existing instruments are mostly applied in specific care contexts, such as patients with heart failure, neurodegenerative diseases, and palliative care. Some instruments only measure one or two modes of adaptation, which limits a comprehensive picture of the patient's adaptation process. Conclusions: Although the existing instruments are valid and reliable, there is still a need to develop more holistic instruments that can integrate all four modes of adaptation in one cross-culturally validated measurement tool. Future research is recommended to expand the application of the Roy Adaptation Model in various care contexts

    Inovasi Strategi Electronic Presciption Check-in Information Monitor Evaluation Delivery di Rumah Sakit

    Full text link
    Waktu layanan dan kepuasan pelanggan menjadi dua indikator utama dalam layanan farmasi di raumah sakit. Untuk mencapai target diperlukan sistim inovasi layanan bertransfomasi yaitu sistim Electronic Presciption Check-in Information Monitor Evaluation Delivery (ECIMED), suatu sistim layanan famasi yang terintegrasi dengan pelayanan rawat jalan serta pihak asuransi kesehatan sehingga terjadi percepatan waktu tunggu dan memberikan peningkatan kepuasan kepada pelanggan. Tujuan penelitian ini mengetahui implementasi dari sistim ECIMED beserta mengukur hasil capaian dan mengetahui faktor-faktor pengaruhnya. Penelitian ini adalah penelitian implementasi, Generic Implementation Framework (GIF) dengan menggunakan design mix-methode. Hasil didapatkan dengan jumlah resep pada triwulan III 2024 meningkat 11,4% dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun 2023, namun waktu tunggu rata-rata terjadi percepatan dari 1 jam 17 detik menjadi 40 menit 12 detik untuk obat non racikan dan untuk obat racikan dari 1 jam 39 menit 9 detik menjadi 42 menit 19 detik. Capaian indeks kepuasan pada bulan September 2024 sebesar 91,13, angka tersebut menunjukkan terdapat peningkatan 5,6% dibandingkan tahun 2023 di bulan yang sama. Simpulan, meskipun terjadi peningkatan jumlah resep dari tahun ke tahun, namun waktu tunggu semakin cepat. sebagai faktor pendukung keberadaan tim pelayanan, aplikasi elektronik sesuai kebutuhan, informasi proses dan antar obat, monitoring evaluasi dan sebagai faktor penghambat, gangguan teknis dan karakter pasien. Sistim ECIMED sebagai inovasi proses sangat bisa digunakan dalam rangka upaya peningkatan kualitas layanan farmasi

    Penentuan Target Pasar Rumah Sakit Melalui Segmentasi Pasar

    Full text link
    Laporan Unit Rekam Medik RS A menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah kunjungan pada atriwulan ketiga Tahun 2024 sebesar 3%. Selain penurunan, terdapat perbedaan jumlah kunjungan antar poli yang sangat tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis segmentasi pasar Rumah Sakit “A” berdasarkan faktor demografi dan geografi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan di Rumah Sakit “A” pada bulan Agustus-November 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh data pasien di RS “A” dengan sampel total populasi yang dianalisis dengan analisis cluster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa segmentasi pasar Rumah Sakit “A” berdasarkan karakteristik demografi yaitu berjenis kelamin perempuan, jenis pembayaran dengan BPJS, datang sendiri, dan untuk pasien rujukan sebagain besar berasal dari Puskesmas. Sedangkan variabel pendidikan dan pekerjaan lebih dari 50% data tidak ada (banyak yang kosong). Jika dilihat dari data yang ter-entry, banyak pasien bekerja sebagai guru dengan lulusan perguruan tinggi. Segmentasi pasar berdasarkan karakteristik geografi yaitu mayoritas berasal dari Kabupaten Lamongan. Sebesar 20,78% pasien berasal dari Kecamatan Lamongan, sedangkan Kecamatan Bluluk merupakan wilayah kecamatan dengan persentase terkecil yaitu 0,03%. Terdapat 8 wilayah kecamatan yang perlu untuk ditindaklanjuti RS “A” karena tidak ada pasien yang berasal dari Kecamatan Dradah, Karangpilang, Moropelang, Karangkembang, Sumberaji, Dermolemahbang, Payaman dan Tlogosadang. Sehingga segmen pasar Rumah Sakit “A” yaitu perempuan, jenis pembayaran BPJS, berasal dari Puskesmas, guru dan pendidikan terakhir Perguruan Tinggi (Faktor Demografi) dan berasal dari wilayah kota Lamongan (Faktor Geografi)

    Evaluation of Acceptance of Pre-School Child Nutrition Surveillance Application Prototype Using the TAM Model

    Full text link
    Health and nutrition surveillance in preschool-aged children is essential for supporting optimal growth, and digital technologies like mobile applications can simplify monitoring dental health, nutrition, and immunization history. This study analyzed the acceptance of a prototype child health and nutrition surveillance app using the Technology Acceptance Model (TAM). The app was tested with 54 preschool students’ guardians, with data collected via a TAM-based questionnaire assessing perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward use, and intention to use the app. Results indicated that most guardians had positive perceptions of the app's usefulness and ease of use, which positively influenced their attitudes and intentions to use it for child health surveillance. The prototype was well-received and shows potential as an effective tool for preschool children's health monitoring, though further research on a larger scale is needed to validate these findings

    Determinan Yang Mempengaruhi Minat ODHIV Melakukan Tes Viral Load Di Kabupaten Tulungagung

    No full text
    Tes viral load adalah tes yang digunakan untuk mengukur jumlah virus HIV di dalam darah pada pasien yang telah didiagnosis HIV positif untuk melihat bagaimana kondisi pasien setelah mendapat terapi ARV dan dapat membantu mendeteksi kegagalan ART lebih dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang mempengaruhi minat ODHIV melakukan tes viral load di Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ODHIV On ARV yang ada di Kabupaten Tulungagung dengan jumlah 1.149 dan sampel yang terpilih dengan cluster random sampling sejumlah 297 responden. Hasil penelitian menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara akses layanan periksa terhadap minat tes viral load dengan nilai p-value 0,004; dukungan sebaya terhadap minat tes viral load dengan nilai p-value 0,038; dukungan keluarga terhadap minat tes viral load dengan nilai p-value 0,006; peran petugas terhadap minat tes viral load dengan nilai p-value 0,047.Terdapat pengaruh secara simultan antara akses layanan periksa, dukungan sebaya, dukungan keluarga dan peran petugas terhadap minat tes viral load. Faktor yang paling mempengaruhi minat tes viral load adalah peran petugas dengan nilai Exp(B) = 2,564. Studi referensi menyatakan faktor yang mempengaruhi minat seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan antar lain umur, pendidikan, pengetahuan, akses terhadap informasi, akses ke pelayanan kesehatan, dukungan tenaga kesehatan dan sosial budaya. Selain itu penelitian yang lain menunjukkan pengaruh orang lain (sebaya, keluarga, sosial) terhadap minat melakukan pemeriksaan kesehatan. Diharapkan kepada ODHIV untuk terus terlibat aktif dalam pengobatan dan tes viral load dengan memanfaatkan semua fasilitas dan dukungan yang tersedia.Kata kunci : akses layanan, dukungan, peran petugas, minat tes V

    212

    full texts

    267

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇