E-Journal Unismuh Palu - Universitas Muhammadiyah Palu
Not a member yet
4676 research outputs found
Sort by
Eksistensi Kedudukan Masyarakat Adat dalam Tata Hukum Indonesia: The Existence of the Position of Indigenous Peoples in the Indonesian Legal System
Artikel ini membahas posisi masyarakat adat dalam sistem hukum Indonesia, sebuah topik yang hingga kini masih memunculkan berbagai permasalahan. Masyarakat adat telah menjadi bagian integral dari sejarah dan kebudayaan Indonesia sejak lama, namun pengakuan mereka dalam hukum formal masih mengalami tantangan signifikan. Dalam tulisan ini, dibahas tentang bagaimana konstitusi Indonesia memberikan pengakuan terhadap eksistensi masyarakat adat, serta berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengakui dan melindungi hak-hak mereka. Selain itu, artikel ini juga mengulas tantangan yang dihadapi dalam menerapkan hukum yang adil dan memenuhi standar adat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat adat. Penulis juga menyoroti pentingnya penyelarasan antara hukum negara dengan adat istiadat guna mencapai keberlanjutan dan keadilan untuk komunitas adat Indonesia
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Industri Mebel Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo: The Factors Related to Work Stress Experienced by Workers in the Furniture Industry in Dungingi Sub-District, Gorontalo City
Stres kerja diartikan sebagai suatu kondisi yang muncul saat terjadi interaksi antar manusia dan pekerjaan dan di tandai dengan perubahan pada manusia yang memaksa mereka untuk berperilaku menyimpang dari perilaku normal mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja yang ada di industri mebel Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Populasi penelitian sebanyak 102 orang, dengan rumus slovin didapat 80 orang sampel. Variabel independen penelitian ini yaitu usia, masa kerja, lama kerja, kebiasaan sarapan sebelum bekerja, dan kebisingan. Variabel dependen yakni stres kerja. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dan suvey analitik, dengan pendekatan cross cestional. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-square, untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen. Hasil penelitian didapat ada hubungan antara variabel usia, masa kerja, dan lama kerja dengan stress kerja, kemudian tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan sebelum bekerja dan kebisingan dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja mebel yang ada di Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Disarankan bagi pemilik mebel untuk dapat mengatur jam kerja, melakukan safety talk sebelum bekerja, dan lebih memperhatikan penggunaan APD guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja
Pengaruh Penyuluhan terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Sikap serta Tindakan Masyarakat terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): The Influence of Health Education on the Improvement of Knowledge and Changes in Attitudes and Actions of the Society towards Clean and Healthy Living Behaviour (CLBH)
Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan ialah perilaku dan lingkungan. Perilaku atau gaya hidup yang baik dan positif dapat mencerminkan kualitas hidup yang sehat. Sedangkan lingkungan yang terlihat bersih menandakan perilaku masyarakat yang menerapkan gaya hidup sehat. Berdasarkan data tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura kasus ISPA dan Diare masih sangat tinggi yang menunjukkan bahwa Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat masih kurang maka dilaksanakanlah penelitian dengan judul Pengaruh Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Perubahan Sikap Dan Tindakan Terhadap Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Masyarakat Dusun 1 Desa Sibalaya Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku gaya hidup yang lebih bersih dan sehat, dengan menerapkan PHBS, individu dapat mengurangi risiko terpapar penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, dan menjaga kesehatan tubuh agar tetap optimal. Metode penelitian ini adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan) dimana hasil uji normalitas pada setiap varibel menunjukan nilai lebih dari 0.05. Hasil analisis data menunjukkan nilai p-value = 0,000 (?< 0,05) bahwa ada pengaruh penyuluhan. yang diberikan terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan responden. Hal ini juga dapat dilihat dari peningkatan nilai Mean sebanyak 4,10 yaitu dari 4,80 menjadi 8,90 (pengetahuna), dari 38,13 menjadi 42,80 (sikap), dari 24,90 menjadi 28,33 (tindakan). Hasil yang diperoleh ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan, sikap dan tindakan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Saran bagi Pemerintah Desa kiranya dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan Puskesmas Tanambulava dalam peningkatan PHBS di Desa Sibalaya Selatan
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu
Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata bersifat opasitas (tidak tembus cahaya) dan merupakan penyebab dominan masalah sosio-medis yaitu kebutaan di seluruh dunia. Penyebab utama katarak adalah usia, tetapi banyak hal lain yang terlibat seperti faktor keturunan, kongenital, penyakit sistemik, penggunaan obat tertentu khususnya steroid dan gangguan pertumbuhan. Satu-satunya terapi untuk penderita katarak adalah operasi atau pembedahan. Pembedahan pada penyakit katarak saat ini bisa dilakukan dalam beberapa menit saja, namun bagi sebagian orang pembedahan menjadi salah satu stressor bagi mereka. Dimana sebuah stressor ini dapat menimbulkan rasa cemas pada klien. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penelitian deskriptif untuk mngetahui gambaran tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 41 responden, sebagian besar yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang, 26,83 % mengalami kecemasan sedang, 19,51% mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil yaitu 9,76% tidak mengalami kecemasan (normal). Kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagian besar responden yaitu 18 orang (43,90%) mengalami kecemasan sedang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa lainnya untuk pengembangan penelitian selanjutnya, bagi RSU Anutapura Palu sebagai salah satu cara meningkatkan pemberian edukasi kesehatan dan mempertahankan perencanaan keperawatan pada pasien pre operasi katarak agar tingkat kecemasan dapat diturunkan
Implementasi Manajemen Hipertermi Dengan Masalah Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Dbd Di Rs Bhayangkara Palu Polda Sulteng: Implementation of Hyperthermia Management with Hyperthermia Problems in Child Patients with Dengue Fever at Bhayangkara Hospital, Palu, Central Sulawesi Regional Police
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypeti, yang ditandai dengan demam mendadak 2 sampai 7 hari tanpa penyebab yang jelas, lemah, lesu, gelisah, nyeri ulu hati, di sertai tanda pendarahan (petekie, lebam/echymosis atau ruam purapura). Untuk menerapkan Implementasi Manajemen Hipertermi Dengan Masalah Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan DBD Di RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif, studi kasus menurut (AIPVIKI, 2023) adalah jenis studi yang memberikan deskriptif suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian untuk menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan desain penelitian secara terperinci. Penelitian ini di tunjukan untuk mengetahui hasil implementasi manajemen hipertermi dengan masalah hipertermi pada pasien anak dengan DBD di RS Bhayangkara Palu Polda Sulteng. Hasil studi kasus ini setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam evaluasi yang didapatkan selama 3 hari pada hari pertama suhu 38°C dan pada hari ketiga suhu tubuh menjadi normal yaitu 36°C
Investigating the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) of EFL Teachers Based on School Status and Teachers Status at SMA/MA of Pangkep Regency
This study aims to describe the understanding and implementation of TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) among English teachers in high schools in Pangkep District, focusing on differences based on teacher status and school status. TPACK is a framework that integrates three main components: content knowledge, pedagogical knowledge, and technological knowledge, which are essential for teachers to effectively teach in the digital era. This study uses a quantitative approach with a survey design, involving 58 English teachers from various high schools and madrasahs (Islamic schools) in Pangkep District as a sample, consisting of 34 public schools and 10 private schools. Data were collected using a questionnaire that measures the TPACK dimensions, as well as information regarding teacher status (certified and non-certified) and school status (public or private). The analysis results show that there is no significant difference in TPACK understanding between certified and non-certified teachers, with a significance value of 0.462 > 0.05. Additionally, the school status also does not significantly influence the optimal implementation of TPACK in the learning process, with an average significance value of 0.971 > 0.05. These findings are expected to provide recommendations for educational policy and professional development programs for English teachers in the region to enhance technology-based learning quality.
 
Socioeconomic Disparities in Infant Mortality: Evidence from the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey
Introduction: Indonesia did not meet the MDGs and SDGs targets. Factors contributing to the reduction of infant mortality in Indonesia in the last decade need to be understood.
Methods: This cross-sectional study uses a dataset from the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). The sample size is 3413 infants. Multiple logistic regression results are performed by odds ratio (OR).
Results: Infants living in the middle wealth index were at higher risk of infant death compared to infants with the poorest and poor counterparts (AOR=1.73; 95% CI=1.14~2.61). The risk of infant death was almost two times higher among infants who were born in Sumatera (AOR=1.83; 95% CI=1.02~3.27), Java and Bali (AOR=2.14; 95% CI=1.21~3.76), and Sulawesi (AOR=2.39; 95% CI=1.15~4.96) than infants who were born in Papua and Maluku.
Conclusion: Infants living in the middle wealth index, Sumatera, Java and Bali, and Sulawesi had a higher mortality risk than others
Identification of Urine Specific Gravity in Female Workers Exposed to Hot Environments in Indonesia: A Cross-Sectional Study
ntroduction: Dehydration can affect body functions related to temperature regulation and blood circulation. Persistent dehydration can lead to fatigue, impaired concentration, and kidney dysfunction. Workers in labor-intensive environments, such as the brickmaking industry, are at a higher risk due to strenuous physical activity and prolonged exposure to high temperatures. Direct sunlight and the brick-firing process further increase the risk of fluid loss, highlighting the need to assess hydration status among brickmaking workers.
Methods: This study employed a cross-sectional design involving 105 brickmaking workers. Individual characteristic factors, worker habit factors, work factors and work environment factors as independent variables, while the dependent variable was hydration status. Hydration status was measured using reagent strips for urinalysis, and other variables were collected through structured interviews using a questionnaire. Data collection was conducted over a period of 14 days. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test and multiple linear regression to identify the most influential factors.
Results: The majority of study subjects were severely dehydrated, as indicated by Urine Specific Gravity (USG) measurements ranging from 1021 to 1030. The highest distribution was found in the USG range of 1026–1030, with a percentage of 36.2%. Significant factors associated with hydration status included water consumption (p = 0.000), physical workload (p = 0.000), and clothing use (p = 0.005). Other factors, such as age, nutritional status, work duration, years of experience, and heat stress, did not show a significant relationship with hydration status. Multiple linear regression analysis revealed that water consumption had the most significant influence on hydration status (p=0,000).
Conclusion: Water consumption significantly impacts hydration status. These findings highlight the need for hydration education and workplace interventions, such as accessible drinking water and awareness programs, to enhance worker safety and health in brickmaking environments
Evaluating EMR Adoption and Its Effect on Organizational Performance: A Quantitative Study Using SEM-PLS in Type-C Hospitals in Kupang City
Introduction: This study aims to identify key determinants influencing EMR adoption and measure their subsequent impact on organizational performance in Type-C hospitals, emphasizing internal organizational factors, user acceptance, and adaptability to healthcare policy dynamics. With persistent implementation gaps in low-resource settings despite national mandates our objective was to explore user-centered determinants of EMR success and address the shortcomings of top-down health digitalization strategies in developing countries.
Methods: This cross-sectional explanatory study involved a survey-based quantitative design conducted across three Type-C hospitals in Kupang City, Indonesia, between January and March 2024. A total of 282 healthcare professionals, selected using stratified random sampling, participated in the study. Data were collected using a validated Likert-scale questionnaire measuring variables such as human capital, task-technology fit, and system acceptance. Given the non-interventional nature of this study, adherence to ethical research standards including voluntary informed consent, and obtained administrative approvals from relevant local government authorities, formal ethical approval was waived as per prevailing national guidelines.
Results: The primary outcome of the study was the identification of key drivers of EMR acceptance, with human capital (? = 0.205; p < 0.001), task-technology fit (? = 0.203; p = 0.001), and effort expectancy (? = 0.176; p < 0.001) showing significant influence. Additionally, user satisfaction was found to mediate the relationship between acceptance and organizational performance (? = 0.728; p < 0.001). External variables such as perceived cost and government policy showed no significant effect (p > 0.05). The strongest indirect effect on performance was recorded via the pathway: Acceptance ? Satisfaction ? Performance (? = 0.394; p < 0.001).
Conclusion: In conclusion, our study contributes to the understanding of EMR adoption in resource-constrained health systems by highlighting the dominant role of internal capabilities over external mandates. This research provides insights into the importance of user satisfaction and system alignment in shaping digital health success. Future studies should explore longitudinal impacts and the role of organizational culture, ultimately advancing knowledge in the field of international health informatics
Strengthening Food Security of Jember District Throug Commodity-Added Value Analysis Soybean in Agroindustry “Saudara Jaya”
One of the development successes is in the agricultural sector related to food commodities. Food crops are one of the farming subsectors that have an important role in the Indonesian economy, such as providing added value for commodities that get treatment (agro-industry). An example of added value is making agricultural products as new products that are long-lived and ready for consumption. The added value generated can increase revenue. One of the farming subsectors that gets a lot of treatment (processing) is food commodities such as soybeans. Soybeans can be consumed directly or in processed form. Soybeans in processed form can be used as, tempeh, soy sauce, milk, sauce, and so on. is a snack made from soybeans and consumed as a companion to rice. Gebang Village is one of the villages in Patrang District, Jember Regency which has many agro-industries, one of which is "Saudara Jaya”. This study aims is to determine the added value of soybean processing in the "Saudara Jaya” agroindustry. The research methods used are descriptive and analytical. The data collection method uses primary and secondary data. Data analysis tools use value-added analysis using biological methods. The results showed that: The added value of "Saudara Jaya" agroindustry provides a positive value of Rp.7,970/kg, a value-added ratio of 32%, and a profit of Rp. 6,620/kg with a profit rate of 27% for large . Meanwhile, small-sized has a value-added result of Rp. 20,792/kg with a value added ratio of 60%, a profit of Rp. 20,214/kg with a profit rate of 59%