162 research outputs found
Analisis strategi positioning pelumas mesran
The aim of this research are:(1) to identify Mesran lubricant’s user segmentation (2) to inform attributes of lubricant’s used by customer based on level of importance, (3) to analyze customer’s behavior of Mesran in the decision making processes, (4) to develop alternative positioning strategy for Mesran based on customer’s perception and behavior.
Using a non probability sampling with the convenience sampling method, this research has been done from February to April 2005. Data analysis include cluster, cross tabulation, fishbein, biplot, and descriptive analysis. There are six attributes, include those are: performance, product life time, easiness to acquired, price, packaging, and brand popularity.
The result of segmentation analysis shows that there are four customer’s segments of Mesran users which are establish confident, spontaneous, savy conqueror, and introvert wallflower. Majority of consumer’s represent establish confident. Marketing strategy that should be done to draw attention this segment is make an attractive communication strategy to customers by emphasizing at benefit of product.
The result of customer’s perception analysis shows that Mesran is trustable in price and easiness to acquired. This perception is different from the positioning Mesran that has been applied in customer’s mind by Pertamina which is trustable in performance. Based on this analysis, the result shows that strategy must be prioritized are to strengthen the positioning or do the repositioning
Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Merek Minyak Pelumas Mesran Prima XP di Surabaya
Kepuasan Pelanggan merupakan saJah satu komponen kunci dalam penentuan Loyalitas Merek. Da1am penelitian yang bertajuk Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas merek minyak pelumas mesran prima XP di Surabaya, ditemukan fakta yang menunjukbn ada kecenderungan bahwa Kepuasan Pelanggan berpengaruh terhadap Kesetiaan Merek. Secara global ditemukan bahwasanya merek MESRAN menguasai pangsa pasar sebesar 45% semenjak keran impor dibuka dalam hal penyediaan minyak pelumas otomotif sehingga PERTAMINA bukan satu -satunya perusahaan yang bisa menyediakan kebutuhan minyak pelumas otomotif dalam negeri. PERTAMINA selaku produsen minyak pelumas merek MESRAN SUPER MESRAN PRIMA XP, FASTRON~ MEDITRAN, MESRANIA dan lain lain, harus mampu bersaing dengan perusahaan -perusahaan sejenis lainnya baik perusahaan dalam negeri maupun perusahaan Juar negeri Wltuk mengantisipasi kebutuhan minyak pelumas otomotif oleh kendaraan bermotor. Permasalahan yang bisa dikemukakan dalam penelitian ini adalah apakab memang Kepuasan Pelangan berpengaruh terhadap Kesetiaan Merek minyak pelumas mesran prima XP di Surabaya Untuk menjawab permasalahan tersebut berlandaskan pada konsep mengenai Kepuasan Pelanggan yang dikemukakan oleh Kotler et all (2003
POSITIONING PELUM AS MESRAN BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN
Perception has an important role in determining consumer decision making. What consumers want to buy is often infucenced by the perception that he or she has about a particular product brand. So does in the lubricant industries, especially four-engine motorcycle lubricant. In this industry, where the competition is very high, each company must use their strategy effectively. One of those strategies is positioning- the act designing of the company offering and image to occupy a distinctive place in the mind of the target market (Kotler, 2000). The main purpose of this study is to identify the positioning of Mesran among its five competitors (Top One, Castrol, Shell, Pennzoil, and Agip) based on consumer perception, specifically a student of University of Indonesia. There are also three major purposes of this study: First, to identify the behavior of four-engine motorcycle lubricant consumers. Second, to identify the crucial attribute of four-engine motorcycle lubricant. Third, to identify the positioning of Mesran based on consumer perception. The tools of the analysis of this study are the Attribute Rating (AR) Perceptual Map that can give us a picture of consumer perception about product attributes. These studies also use analysis tools such as Factor analysis and analysis of mean scor
PENGARUH MEDIA PENDINGIN KEKENTALAN OLI MESRAN SAE 20, SAE 40 DAN SAE 20W-50 PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN BENDING BAJA KARBON RENDAH
ABSTRAKPerkembangan industri akhir-akhir ini sangatlah pesat apalagi menyangkut logam dan baja, pembangunan yang menggunakan logam atau baja banyak yang menggunakan pengelasan. Untuk itu maka perlu dilakukan berbagai penelitian tentang proses pendinginan dengan media pendingin yang berbeda-beda yang bertujuan untuk mengetahui struktur sambungan yang telah didinginkan dan untuk mengetahui hasil kelenturannya agar sambungan las bermutu tinggi, karena menyangkut keselamatan dan umur pemakaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Proses pengelasan terhadap baja karbon rendah yaitu spesimen dilas satu persatu kemudian setiap spesimen didinginkan menggunakan media pendingin oli mesran SAE 20, oli mesran SAE 40 dan oli mesran SAE 20W-50. Nilai rata–rata tegangan bending untuk media pendingin oli mesran SAE 20W-50 sebesar 175,45 MPa. Sedangkan nilai rata–rata tegangan bending media pendingin oli Mesran SAE 40 sebesar 145,2 MPa, dan nilai rata– rata oli mesran SAE 20 sebesar 143,25 MPa. Sehingga dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa media pendingin oli mesran SAE 20W-50 lebih baik dibandingkan media pendingin oli mesran SAE 20Dan SAE 40 untuk proses pendinginan setelah pengelasan. Kata kunci: pengelasan, media pendingin, uji bending ABSTRACT The Effect Of Cooling Media Viscosity Sae 20, Sae 40 And Sae 20w-50 On Smaw Welding On The Bending Strength Of Low Carbon Steel. The development of the industry lately is very rapid, especially regarding metal and steel, many developments that use metal or steel use welding,. it is necessary to carry out various studies on the cooling process with different cooling media with the aim of knowing the structure of the connection that has been cooled and to determine the results of its flexibility so that the welded joint is of high quality, because it involves safety and service life. The research method used in this research is a laboratory experiment. The welding process for low carbon steel is that the specimens are welded one by one then each specimen is cooled using SAE 20 mesran oil cooling media. The average stress value bending for SAE 20W-50 mesran oil cooling media is 175.45 MPa. Meanwhile, the average bending stress of Mesran SAE 40 oil cooling media is 145.2 MPa, and the average value of Mesran SAE 20 oil is 143.25 MPa. So from the research above, it can be concluded that the SAE 20W-50 mesran oil cooling medium is better than the SAE 20 and SAE 40 mesran oil cooling media for the cooling process after welding. Keywords: welding, cooling medium, bending tes
APLIKASI SERAT OPTIK SEBAGAI SENSOR KEKENTALAN OLI MESRAN SAE 20W-50 BERBASIS PERUBAHAN TEMPERATUR
ABSTRAKTelah diaplikasikan serat optik sebagai sensor kekentalan oli Mesran SAE 20W-50 berbasis perubahan temperatur. Rancangan sistem sensor terdiri dari laser dioda (λ = 650 nm), serat optik FD-620-10, fotodetektor OPT 101 dengan menggunakan metoda back scattering. Sampel yang digunakan adalah oli Mesran SAE 20W-50. Pengujian sistem sensor serat optik dilakukan pada dua kondisi, yaitu saat oli dipanaskan pada temperatur 30 oC hingga 100 oC dan saat oli didinginkan pada temperatur 100 oC hingga 30 oC dengan interval yang diberikan adalah 5 oC. Nilai sensitivitas sensor sebesar 0,0007 V/oC saat oli dipanskan dan 0,0012 V/oC saat oli didinginkan. Semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi tegangan keluaran yang dihasilkan dan semakin rendah nilai kekentalan oli.Kata kunci: serat optik, temperatur, sensor, kekentalanAbstractThe optical fiber as Mesran oil SAE 20W-50 viscosity sensor based of the temperature changes has been applied. The design ofthissystem consisting of a laser diode (λ = 650 nm), the optical fiber FD-620-10, OPT photodetector 101. The sample is Mesran oil SAE 20W-50. Testing of fiber optic sensor system was performed on two conditions, namely when the oil is heated at a temperature of 30 oC to 100 oC and when the oil is cooled to a temperature of 100 oC to 30 oC with a back given interval is 5 oC. The highest output voltage value obtained at a temperature of 100 °C, which is 0.168 V (when heated) and 0.171 V (when cooled). Lowest output voltage value obtained at a temperature of 30 °C, 0.105 V (when heated) and 0,101 V (when cooled). Value regression of the output voltage obtained when the oil is heated 0.915 and when cooled 0.8586. If the temperature higher then output voltage produced and the lower the viscosity of the oil.Keywords : optical fiber , temperature , sensors , viscosit
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA GRHA MESRAN PERTAMINA SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Graha Mesran Pertamina Surabaya. Populasi yang dianalisis adalah pelanggan yang sedang memanfaatkan jasa ganti oli dan perawatan mobil pada Graha Mesran Pertamina Surabaya. dengan syarat bahwa pelanggan tersebut sedang atau pemah memanfaatkan jasa pada Graha Mesran Pertamina Surabaya pada waktu sebelumnya atau pelanggan dengan frekuensi kedatangan lebih dari satu kali.
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dimensi kualitas pelayanan yang dikembangkan oleh Parasuraman. et all, 1998 (Rambat Lupiyoadi, 2001 : 148) yaitu lima dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari Tangibles (bukti fisik), Reliability (keandalan), Responsiveness (ketanggapan). Assurance (jaminan), dan Empathy (perhatian), sedangkan sebagai variabel terikat adalah kepuasan pelanggan, yaitu perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsilkesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapanharapannya. (Kotler, 2000 : 36).
Untuk pengolahan data pada penelitian ini dibantu dengan program SPSS versi
10. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis Regresi Linier Berganda. Sedangkan alat uji yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah uji F dan uji t yang disertai dengan uji asumsi klasik Multikoleniaritas dan Heteroskedastisitas.Berdasarkan uji validitas kuesioner yang menggunakan korelasi Pearson dinyatakan bahwa seluruh pertanyaan dalam dimensi kualitas pelayanan adalah valid, dengan koefisien Pearson diatas 0,3 (Sugiyono, 2002 :124). Sedangkan uji reliabilitas yang menggunakan koefisien alpha dinyatakan reliabel, karena nilai alpha unluk lima dimensi kualitas pelayanan lebih dari 0,6 (Malhotra, 1996: 170).
Dari hasil anal isis, diperoleh nilai koefisien atau R sebesar 0,923 yang artinya dimensi kualitas pelayanan mempunyai hubungan searah dengan kepuasan pelanggan. Nilai koefisien Determinasi atau R Square sebesar 0,853, artinya bahwa pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap perubahan kepuasan pelanggan adalah sebesar 85,3 %. Nilai F-hitung lebih besar daripada nilai F-tabel dengan a. = 5 %, maka dapat dinyatakan bahwa kualitas pelayanan yang terdiri daTi Tangibles (bukti fisik), Reliability (keandalan), Responsiveness (ketanggapan), Assurance (jaminan), dan Empathy (perhatian) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan Graha Mesran Pertarnina Surabaya. Keseluruhan nilai t-hitung dimensi kualitas pelayanan lebih besar daripada t-tabel dengan a. = S %, sehingga dinyatakan bahwa kualitas pelayanan yang terdiri daTi Tangibles (bukti fisik), Reliability (keandalan), Responsiveness (ketanggapan), Assurance (jaminan), dan Empathy (perhatian) secara parsial mempunyai pcngaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan Graha Mesran Pertamina Surabaya. Variabel kualitas pelayanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan pelanggan adalah variabel X3 yaitu dimensi Responsiveness (ketanggapan), hal ini dapat diketahui karena nHai t-hitung variabel X3 paling besar diantara keempat dimensi kualitas pelayanan yang lain yaitu sebesar 5,584
Orkestra RTM: perkembangan dan peranannya di dalam mempertingkatkan seni muzik tanahair / Mesran Mohd Yusop
Di dalam dunia yang serba moden dan berkembang pesat ini fikiran manusia sering berada di dalam keadaan yang tercabar. Tercabar yang dimaksudkan di sini ialah fikiran yang kusut kerana terlalu banyak berfikir ke arah mempertingkatkan kehidupan masing-masing. Di dalam keadaan yang sebeginilah manusia ada masanya memerlukan ketenangan untuk melapangkan fikiran mereka setelah sekian lama digunakan. Di dalam zaman yang serba moden ini umum mengetahui bahawa manusia itu apabila di dalam keletihan dan kekusutan, bahan yang sering dicari ialah ketenangan jiwa. Ketenangan jiwalah yang sering dapat meredakan keadaan-keadaan itu. Terutamanya yang berkaitan dengan muzik dan nyanyian. Ini kerana melodi yang lembut dan lahir hasil dari gabungan alat-alat muzik tertentu sering dapat mempengaruhi fikiran manusia
Perbedaan penggunaan minyak pelumas top 1 dan minyak pelumas mesran prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor
Bahan-bahan pelumas yang digunakan sejak jaman dahulu hingga kini mempunyai beraneka ragam jenis yang biasanya tergantung dari bahan apa yang banyak tersedia dan mudah diperoleh. Sebenarnya menurut bahan yang dapat dibuat menjadi minyak pelumas yaitu dari bahan yang terbuat dari hewan, bahan dari tumbuh-tumbuhan, dan bahan yang berasal dari tambang. Sedangkan yang sering digunakan adalah minyak pelumas yang berasal dari hasil tambang.Tetapi pada saat ini ada juga minyak pelumas dari bahan buatan yang sering disebut minyak pelumas sintetis. Tetapi sebenarnya maksud dari bahan buatan adalah hidrokarbon yang telah mengalami proses khusus, yaitu dengan maksud untuk melebihi kemampuan minyak pelumas hasil tambang. Sehingga keunggulannya adalah kemampuan atau daya tahan minyak pelumas dalam melayani mesin, yang diharapkan mampu untuk melayani mesin dengan waktu yang lebih lama, misal untuk minyak pelumas Mesran Prima XP dapat melayani mesin sampai 7.500 KMTetapi secara kenyataan atau yang dibisa dilihat oleh orang awam yang menyebutkan bahwa minyak pelumas sudah waktunya diganti apabila sudah encer, meskipun belum mencapai 7.500 KM. Dengan kata lain, minyak pelumas yang sudah encer merupakan tanda bahwa telah terjadi penurunan viskositas. Hal ini mengakibatkan penurunan performa mesin. seperti pemindahan gigi yang sulit, bunyi yang berisik, laju yang kurang kecang, mesin cepat panas dan lain-lain. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan perbedaan antara minyak pelumas hasil tambang dengan minyak pelumas semi sintesis terhadap temperatur setelah pemakaian motor selama selang waktu tertentu. Minyak pelumas mineral yang diteliti adalah minyak pelumas merek MESRAN PRIMA XP, sedangkan minyak pelumas semi sintetis yang diteliti adalah minyak pelumas merek TOP 1.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan temperatur mesin yang menggunakan oli mineral MESRAN PRIMA XP dengan oli semi sintetis TOP 1 setelah pemakaian dalam selang waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Tidak ada perbedaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor.Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik statistik uji-t independen sampel. Dari hasil uji-t, nilai t pada menit ke 5 adalah sebesar 12,780 (=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 10 adalah sebesar 14,063 (=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 15 adalah sebesar 14,063(=0,000 < 0,005), nilai t pada menit ke 20 adalah sebesar 14,063 (=0,000 < 0,005). Oleh karena Sinifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penggunaan minyak pelumas Top 1 dan minyak pelumas Mesran Prima XP terhadap temperatur pada sepeda motor. Nilai rata-rata temperatur mesin yang menggunakan oli Mesran Prima XP lebih rendah dari pada yang menggunakan oli TOP 1. Berdasarkan kesimpulan ini, maka Disarankan kepada para pemilik kendaraan bermotor untuk menggunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan mesinnya. Apabila motor digunakan untuk perjalanan jauh atau untuk racing (balapan), maka disarankan menggunaakan pelumas semi sintetik ataupun sintetik. Apabila motor hanya digunakan untuk perjalanan dalam kota saja (jarak pendek) maka disarankan untuk menggunakan pelumas mineral saja karena lebih hemat biaya dan harganya tidak mahal. Kepada jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang disarankan untuk lebih meningkatkan kelengkapan fasilitas penelitian, seperti peralatan uji laboratorium untuk minyak pelumas, peralatan uji emisi kendaraaan bermotor dan lain sebagainya. Selain itu, dikarenakan penelitian ini masih memiliki kelemahan ruang lingkup dan keterbatasan, maka kepada para peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengkaji permasalahan ini, disarankan agar melengkapi penelitian ini dengan menambah variabel penelitian yang lainnya, seperti menambah variabel viscositas, kualitas minyak pelumas ataupun mereknya, serta dilaksanakan dengan uji jalan/normal
PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA GRAHA MESRAN PERTAMINA PRAPEN SURABAYA
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengaruh dari masing-masing variabel terhadap kepuasan pelanggan Graha Mesran Pertamina. Terdapat tiga variabel yaitu, kualitas produk, kualitas pelayanan, dan harga. Dari masing-masing variabel penulis meneliti variabel yang paling berpengaruh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 100 responden diperoleh dengan pengumpulan data yang dilakukan yaitu survei langsung ke lapangan, wawancara dengan pihak perusahaan dan membagikan kuesioner pada responden untuk mendapatkan data primer. Hasil penelitian ini, dari ketiga variabel tersebut mempunyai yang berpengaruh paling dominan yaitu variabel kualitas produk (Kpr). Didapat nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,796 artinya bahwa kualitas produk, kualitas pelayanan, dan harga ditentukan oleh kepuasan pelanggan di Graha Mesran Pertamina. Model regresi penelitian ini dinyatakan layak berdasarkan hasil uji F, dan didapatkan simpulan bahwa baik secara parsial maupun simultan bahwa kualitas produk, kualitas pelayanan, dan harga ditentukan oleh kepuasan pelanggan. Hasil uji t kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan bernilai 4,699, kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan bernilai 5,061, dan harga terhadap kepuasan pelanggan bernilai 2,91
Analisis Karakteristik Tegangan Tembus Isolasi Minyak Transformator Menggunakan Oli Sepeda Motor Shell Advance 20w-50 Dan Pertamina Mesran 20w-50
Peralatan listrik menggunakan insulasi cairan yang terdapat pada peralatan tegangan tinggi sebagai pendingin. Tegangan tembus akan muncul, menandakan kegagalan insulasi, jika tegangan yang diberikan lebih besar dari kekuatan dielektrik insulasi cairan. Berdasarkan SPLN'50-1982 dan IEC No.56 tahun 1991, rata-rata tegangan kegagalan isolasi minyak trafo pada suhu 300C sebelum dilakukan pembersihan/pemeliharaan adalah 14,59 kV / 2,5 mm untuk PERTAMINA MESRAN. Di bawah tanda tersebut, Anda dapat melihat isolasi minyak trafo. (wajib) 30 Kv / 2,5 milimeter. Berdasarkan SPLN'50-1982 dan IEC No.56 tahun 1991, tegangan kegagalan isolasi minyak transformator PERTAMINA MESRAN pada suhu 30°C setelah pembersihan/pemeliharaan adalah 15,18 kV/2,5 mm. Klasifikasi pelindung minyak transformator adalah sebagai berikut. standar (standar 30 Kv / 2,5 milimeter). Berdasarkan SPLN'50-1982 dan IEC No.56 dari tahun 1991, tegangan kegagalan isolasi minyak transformator SHELL ADVANCE pada suhu 300°C sebelum pembersihan/perawatan adalah 16,52 kV/2,5 mm. Isolasi pada minyak trafo dikategorikan standar (standar 30 Kv / 2,5 milimeter)
- …
