SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Pengaruh Paramater Pemesinan Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Kerja Pada Proses Finishing Dengan Mesin Bubut CNC

    No full text
    RINGKASAN Fathoni, Muhammad. 2019. Pengaruh Paramater Pemesinan Terhadap Kekasaran  Permukaan Benda Kerja Pada Proses Finishing Dengan Mesin Bubut CNC. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd., (II) Agus Suyetno, S.Pd., M.Pd.   Kata kunci: parameter pemesinan, finishing, mesin bubut CNC, kekasaran permukaan. Penelitian ini dilakukan karena adanya penyesuaian parameter pemesinan meskipun sudah terdapat rekomendasi dari katalog pahat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh paramater pemesinan terhadap kekasaran  permukaan benda kerja pada proses finishing dengan mesin bubut CNC, sehingga didapatkan parameter pemesinan yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian pre–experimental design. Jenis analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik non–parametris. Parameter pemesinan yang digunakan adalah kecepatan putaran spindel (568,69 rpm, 682,43 rpm, 796,17 rpm), gerak makan (0,15 mm/rev, 0,10 mm/rev, 0,05 mm/rev), dan kedalaman pemotongan (0,8 mm, 0,6 mm, 0,4 mm). Alat potong yang digunakan pada penelitian ini adalah pahat insert karbida ISO VBMT 160404–MM (MC7025) merek Mitsubishi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan benda kerja adalah Surface Roughness Test Mitutoyo Portable Surftest SJ 301 series. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hanya gerak makan yang berpengaruh terhadap kekasaran permukaan benda kerja. Kecepatan putaran spindel dan kedala–man pemotongan tidak berpengaruh terhadap kekasaran permukaan benda kerja. Pada penelitian ini nilai kekasaran terendah sebesar 0,20 µm, sedangkan yang tertinggi sebesar 2,19 µm. Parameter yang digunakan untuk mendapatkan kekasa–ran 0,20 µm yaitu kecepatan putaran spindel 682,43 rpm, gerak makan 0,05 mm/rev, dan kedalaman pemotongan 0,4 mm

    Pengaruh Learning Environment dan Learning Motivation Terhadap Capaian Employability Skills Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Kelas XI di SMK Tekstil Pandaan

    No full text
    RINGKASANRifqi, M. Riza. 2019. Pengaruh Learning Environment dan Learning Motivation Terhadap Capaian Employability Skills Siswa Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Kelas XI di SMK Tekstil Pandaan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd., (2) Duwi Leksono Edy, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: learning environment, learning motivation, employability skills, SMK Tekstil PandaanEmployability skills atau kecakapan bekerja perlu dimiliki oleh sumber daya manusia terutama siswa SMK dan calon pekerja. Ketika kegiatan pembelajaran dengan learning environment dan learning motivation berjalan dengan baik, diharapkan siswa dapat memiliki employability skills sehingga meningkatkan kualitas lulusan SMK agar sesuai dengan tuntutan dunia kerja.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh learning environment terhadap capaian employability skills, mengetahui pengaruh learning motivation terhadap capaian employability skills, dan mengetahui pengaruh learning environment dan learning motivation terhadap capaian employability skills siswa kompetensi keahlian Teknik Pemesinan kelas XI di SMK Tekstil Pandaan.Penelitian menggunakan metode ex post facto. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Intrumen penelitian yang digunakan berupa angket. Uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas intrumen penelitian. Kegiatan analisis data dilakukan pengujian prasyarat analisis yaitu; uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Ada pengaruh yang signifikan learning environment terhadap capaian employability skills siswa kompetensi keahlian Teknik Pemesinan kelas XI di SMK Tekstil Pandaan. Kedua, ada pengaruh yang signifikan learning motivation terhadap capaian employability skills siswa kompetensi keahlian Teknik Pemesinan kelas XI di SMK Tekstil Pandaan. Ketiga, ada pengaruh yang signifikan learning environment dan learning motivation terhadap capaian employability skills siswa kompetensi keahlian Teknik Pemesinan kelas XI di SMK Tekstil Pandaan

    Kesesuaian Antara Kompetensi Bidang Produktif di Sekolah dengan Kompetensi Industri untuk Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 10 Malang

    No full text
    AbstrakDalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan masih banyak permasalahan yang terjadi salah satunya adalah  keterbatasan waktu yang dimiliki sekolah untuk mengajarkan materi sebagai persiapan sebelum Praktik Kerja Lapangan (PKL). Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pekerjaan yang dilakukan di industri untuk masukan kepada sekolah sehingga sebelum siswa melaksanakan PKL siswa telah mengetahui materi tersebut dan di industri tinggal menerapkan dan memantapkan materi yang diajarkan di sekolah untuk selanjutnya sebagai gambaran ketika siswa telah lulus dan siap memasuki dunia kerja. Serta untuk mengetahui kesesuaian materi yang diajarkan di sekolah sebelum siswa melaksanakan PKL serta kompetensi yang dilakukan di industri.Setelah dilakukan peneliian di SMKN 10 Malang serta 3 bengkel industri yaitu bengkel toyota Kartika sari, Mitsubishi, seta Suzuki UMC didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Terdapat 55 kompetensi yang dilakukan di industri mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) dan 3 kompetensi mempunyai presentase rendah karena merupakan Order Pekerjaan Luar (OPL) atau dilakukan oleh vendor yang bekerjasama (2) Terdapat 96 kompetensi di sekolah yang sesuai dengan 50 kompetensi yang dilakukan di bengkel servis. Selain itu terdapat pula 4 kompetensi yang dilakukan di bengkel servis tetapi tidak tercantum dalam kurikulum 2013 revisi.Kata Kunci: Kesesuaian, Praktik Kerja Lapangan, Kompetensi di Sekolah, Kompetensi di Industr

    Kesesuaian Pelaksamaam Kompetensi Bidang Produktif di Sekolah dengan Kompetensi Industri untuk Praktik Kerja Lapangan Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 10 Malang

    No full text
    RINGKASANPertiwi, Madyah Arum Sekar. 2019. Kesesuaian Pelaksamaam Kompetensi Bidang Produktif di Sekolah dengan Kompetensi Industri untuk  Praktik Kerja Lapangan Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi M.Pd., (2) Drs. Partono M.PdKata Kunci: Kesesuaian, PKL, Kompetensi di Sekolah, Kompetensi, Sekolah, IndustriDalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) masih banyak permasalahan yang terjadi salah satunya adalah  keterbatasan waktu yang dimiliki sekolah untuk mengajarkan materi sebagai persiapan sebelum PKL.  Sekolah Menengah Kejuruan menggunakan kurikulum 2013 revisi sebagai acauan dalam pelaksanaan pembelajaran dan di Industri tempat siswa melaksanakan PKL menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) dalam pelaksanaan servis kendaraan pelanggan. PKL bertujuan agar siswa memiliki gambaran tentang dunia industri sehingga siswa dapat mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di SMKN 10 serta dilaksankan di 3 industri yaitu bengkel resmi  antara lain Mitsubishi, Toyota Kartika Sari, Serta Suzuki UMC. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru, siswa PKL, serta karyawan di industri. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, angket (kuisioner), dan wawancara. Selanjutnya pengolahan data penelitian dilakukan secara deksriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 4 macam responden yaitu siswa, guru, siswa PKL, serta karyawan industri. Penelitian di sekolah menggunakan acuan kurikulum 2013 revisi serta SKKNI kemudian menghasilkan presentase yang menunjukkan pelaksanaan kompetensi di sekolah dan dunia industri.Dalam Penelitin ini diperoleh hasil: (1) terdapat 55 kompetensi yang dilakukan di industri mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) dan 3 kompetensi mempunyai presentase rendah karena merupakan Order Pekerjaan Luar (OPL) atau dilakukan oleh vendor yang bekerjasama dengan bengkel tersebut. Hal tersebut juga beriringan dengan sedikitnya intensitas diajarkan kompetensi di sekolah sesuai dengan bengkel industry; (2) terdapat 96 kompetensi di sekolah yang sesuai dengan 50 kompetensi yang dilakukan di bengkel servis. Selain itu terdapat pula 4 kompetensi yang dilakukan di bengkel servis tetapi tidak tercantum dalam kurikulum 2013 revisi yaitu kompetensi memperbaiki sistem peringatan, memperbaiki system pengendalian elektronik penggerak empat roda, memperbaiki turbo engine, serta melaksanakan komunikasi di tempat kerja.Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengajukan saran: (1) pihak sekolah perlu mengajarkan kompetensi yang dilakukan di industri untuk mempersiapkan siswa sebelum PKL; (2) siswa perlu mengetahui prosedur kerja di industri untuk meminimalisir kesalahan ketika melaksanakan PKL serta perlu mempunyai inisiatif saat melaksanakan pekerjaan servis. SUMMARYPertiwi, Madyah Arum Sekar. 2019. Suitability Implementation of Productive  Competencies in Schools with Industrial Competencies for Work Practices Through Students of SMKN 10 Malang. Undergraduate Thesis, Departement of Mechanical Engineering Faculty of Engineering. State University of Malang. Supervisor: (1) Dr. Syarif Suhartadi M.Pd., (2) Drs. Partono M.PdKeywords : Suitability, Work Practices, Competence Schools, Competence  IndustryIn the implementation of Work Practices  there are still many problems that occur, one of which is the limited time that the school has to teach competence carried out in the industry as preparation. Vocational High Schools use the 2013 curriculum revision as a reference in the implementation of learning and in the Industry where students carry out Work Practices using SKKNI in the implementation of customer vehicle service.  Work Practices aim for students to have an idea of the industrial world so that students can prepare themselves to enter the workforce.This research is a quantitative descriptive study carried out at Vocational High School 10 and implemented in 3 industries namely official workshops, including Mitsubishi, Toyota Kartika Sari, and Suzuki UMC. The data sources in this study are students, teachers,work practice students, and employees in the industry. Methods of collecting data using observation, documentation, questionnaires, and interviews. And then, the research data processing is carried out in quantitative descriptive.This study uses 4 kind of respondents that is students, teachers, Work Practices students, and industrial employees. Research in schools uses a reference to the 2013 curriculum revision and SKKNI then generates a percentage that shows the implementation of competencies in schools and in the industrial.Research Results Conformity between Productive Competencies in Schools with Industrial Competencies for the Implementation of Work Practices in Automotive Students of SMK 10 Malang are as follows: (1) there are 55 competencies carried out in industry referring to SKKNI and 3 competence has a low percentage because it is an Overseas Work Order (OPL) or carried out by a vendor in collaboration with the workshop; (2) there are 96 competencies in the school that are in accordance with 50 competencies carried out in the service workshop. In addition there are also 4 competencies carried out in service workshops but are not listed in the revised 2013 curriculum, namely the competence to improve the warning system, improve the four wheel drive electronic control system, improve the turbo engine, and carry out communication in the workplace.From the results of the research conducted, the researchers proposed: (1) the school needs to teach competencies in the industry to prepare students before carry out work practice;  (2) students need to know work procedures in the industry to minimize errors when carry out work practice and need to have initiatives when carrying out service work

    KELAYAKAN SARANA PRASARANA DAN TENAGA PENDIDIK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR DI SMKN 10 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Jaya, Irfan Andika. 2019. Kelayakan sarana prasarana dan tenaga pendidik program keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor SMKN 10 Malang, Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agus Sholah.,M.Pd., (2) Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Kelayakan, Sarana Prasarana, Tenaga Pendidik Pendidikan merupakan usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan memiliki peranan penting untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah bertugas menentukan standar-standar penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Standar-standar penyelenggaraan pendidikan yaitu: (1) Standar Isi, (2) Standar Proses, (3) Standar Kompetensi Lulusan, (4) Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, (5) Standar Sarana dan Prasarana, (6) Standar Pengelolahan, (7) Standar Pembiayaan, dan (8) Standar Penilaian Pendidikan. Berhasil atau tidaknya sebuah pendidikan ditentukan oleh beberapa faktor yaitu sarana prasarana yang lengkap atau memadai  dan  membutuhkan tenaga pendidik yang mumpuni atau professional. Oleh sebab itu perlu dilihat standar kelayakannya pada sekolah agar output bisa baik dan siap bekerja di dunia kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang bisa diamati. Penelitian ini dilakukan di SMKN 10 kota malang .teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, kuisioner. Tahapan yang dilakukan peneliti yaitu tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data, dan tahap yang terakhir adalah penulisan laporan.  Berdasarkan data yang saya dapatkan dari observasi(check list) tentang kondisi sarana  prasarana di SMKN 10 Malang diperoleh sebesar 92% sehingga dapat dikatakan layak karena sudah memenuhi kriteria minimal kelayakan yaitu sebesar 75% Sedangkan itu  dari data yang saya dapatkan dari kuisioner tenaga pendidik di SMKN 10 sudah dikatakan layak dikarena sudah memenuhi standar minimum kelayakan berdasarkan angket yang sudah disebar.saran untuk sarana prasarana adalah 1) Penyimpanan Alat harus lebih  dirapikan dan luas ruang penyimpanan alat harus lebih  diperluas, 2) Fasilitas Sarana Prasarana harus lebih perbaiki lagi agar menunjang pembelajaran siswa, 3) Harus melakukan perawatan berkala pada alat, biar alat tidak cepat rusak. Sedangkan saran untuk tenaga pendidik adalah Tenaga Pendidik yang belum bersertifikat pendidik harus  mengikuti training atau pelatihan agar mendapatkan sertifikat dari pemerintah.   ABSTRACT Jaya, Irfan Andika. 2019. The feasibility of infrastructures and educators in motorcycle engineering business SMKN 10 Malang, Minor thesis, Mechanical Engineering Faculty, Malang State University. Supervisor: (1) Dr. H. Agus Sholah.,M.Pd., (2) Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd Keywords: Feasibility, Infrastructure, Educators Education is an effort to prepare students through guidance, teaching or training activities for their role in the future. Education has an important role to develop Human Resources (HR). The government is tasked to determine the standards in implementing education in Indonesia. The standards for implementing education are: (1) Content standard, (2) Process Standard, (3) Graduates Competency Standard, (4) Education Standard and Education Personnel, (5) Facilities and Infrastructure Standard, (6) Management Standards, (7) Financing Standards, and (8) Educational Assessment Standards.  Education is determined to be success or not it is influence by several factors such as adequate infrastructures and also requires qualified or professional educators. Therefore it is necessary to look at the standards of feasibility in schools so it can give a good output and they are ready to face working environment. The approach used in this study is qualitative research. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive written or oral data from people and observable behavior. This research was conducted at SMKN 10 Malang. Data collection techniques used were observation, documentation, interviews and questionnaires. The steps carried out by the researcher are the pre-field stage, field working stage, data analysis phase, and the last step is report writing. Based on the data that the researcher received from observation (check list) on the condition of infrastructures at SMKN 10 Malang, in results to 92% so that it could be considered feasible because it had fulfilled the minimum eligibility criteria is 75%. Whereas  the questionnaire data that I received  from teaching staff at SMKN 10 Malang  it is concluded to  be feasible because it had met the minimum standards of feasibility based on the questionnaire that had been distributed. Suggestion for infrastructures are 1) storage tools must be tidied and also  storage area must expanded 2) Facilities and Infrastructure must be improved in order to support students in learning process, 3) Must carry out regular maintenance on the equipment, so that the tool is not damaged. While suggestions for educators are Educators who have not been certified as educators must take training  to get certificate from the government

    Pengaruh Project Based Learning Dengan Teknik MURDER (Mood Understand Recall Digest Expand Review) Terhadap Prestasi Belajar Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja (K3) Kelas X SMK PEMUDA 3 Kesamben

    No full text
    ABSTRAK Alfauzi, Angga Rianuari Rojab. 2019. Pengaruh Project Based Learning Dengan Teknik MURDER (Mood Understand Recall  Digest Expand Review) Terhadap Prestasi Belajar Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja (K3) Kelas X SMK PEMUDA 3 Kesamben. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yoto, S.T, M.Pd., M.M., (Pembimbing II) Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D. Kata Kunci: Project Based Learning, MURDER, prestasi belajar K3 Dunia kerja memerlukan orang yang dapat mengambil inisiatif, berpikir kritis, kreatif, dan cakap memecahkan masalah dalam pembuatan produk. Oleh karena itu diperlukan suatu model belajar yang dapat memberikan kesempatan siswa bekerjasama dalam kelompok untuk membuat sebuak produk nyata dari berbagai sumber. Berdasarkan kenyataan diatas, dalam penelitian ini diterapkan kolaborasi model pembelajaran antara project based learning (PBL) dengan teknik MURDER. PBL merupakan suatu model memfokuskan pada pengembangan produk atau unjuk kerja. MURDER merupakan gabungan dari Mood (Suasana Hati), Understand (Pemahaman), Recall (Pengulangan), Digest (Penelaahan), Expand (Pengembangan), Review (Pelajari Kembali). MURDER adalah salah satu model kooperatif yang berfokus pada bagaimana manusia memperoleh, menyimpan, dan memproses apa yang dipelajarinya, dan bagaimana proses berpikir dan belajar itu terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa antara penerapan kolaborasi PBL dengan MURDER dan PBL tanpa MURDER. Selain itu untuk mengetahui pengaruh penerapan model PBL dengan teknik MURDER terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasy experimental design) dengan pola pretest-posttest control group design. Populasi adalah seluruh siswa kelas X SMK PEMUDA 3 Kesamben Blitar semester genap tahun ajaran 2018/2019, sedangkan sampel penelitian adalah kelas X TPM1 (kontrol) dan X TPM2 (eksperimen). Instrumen penelitian berupa RPP, Silabus, Modul, soal tes dan rubrik observasi. Uji hipotesis menggunakan uji t dan regresi linier sederhana. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan, model pembelajaran PBL dengan teknik MURDER yang diterapkan di kelas eksperimen menunjukkan prestasi belajar yang lebih tinggi dengan rata-rata 89,99 daripada kelas kontrol yang menerapkan PBL biasa dengan rata-rata 85,05. Hasil uji regresi liniear sederhana menunjukkan terdapat pengaruh signifikan sebesar 57,1% antara penerapan project based learning dengan teknik MURDER terhadap prestasi belajar K3

    Pengaruh Unbalans Impeller terhadap Efisiensi dan Lifetime Mesin melalui Vibration Analyzer

    No full text
    ABSTRAK   Kasananta, Sandy. 2019. Pengaruh Unbalans Impeller terhadap Efisiensi dan Lifetime Mesin melalui Vibration Analyzer. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono M.Pd. (2) Drs. Solichin, S.T., M.Kes Kata Kunci: Unbalans, Impeller, Efisiensi, Lifetime Mesin, Vibration Analyzer.               Kondisi suatu mesin dalam perindustrian harus selalu dipantau, terutama pada mesin yang bekerja terus menerus tanpa henti. Getaran merupakan faktor utama yang sering digunakan untuk memaparkan kondisi dari suatu mesin secara keseluruhan, baik itu lifetime mesin ataupun efisiensi mesin. Getaran tersebut dapat terdeteksi oleh alat vibration analyzer. Kerusakan yang sering terjadi pada mesin berputar adalah terjadinya ketidakseimbangan akibat kondisi impeller yang tidak stabil. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi unbalans impeller pada suatu mesin mainfan.             Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data di PT. Kutai Timber Indonesia selama 4 bulan berturut turut yaitu 2 bulan pada saat mesin sedang mengalami kondisi unbalance dan 2 bulan setelah dilakukan balancing. Lifetime dihitung menggunakan data vibrasi dibandingkan dengan ISO 10816-3. Efisiensi dihitung dengan membandingkan ampere motor pada saat pemeriksaan dengan spesifikasi mesin mainfan 131 yang diteliti.             Penelitian yang telah dilakukan ini menghasilkan beberapa kesimpulan, diantaranya: (1) pada pertama pemeriksaan nilai lifetime mesin 76,7% dengan efisiensi 64,36% dan menurun ke angka 69,4 % pada lifetime dengan efisiensi 45,95% pada pemeriksaan bulan ke 2. (2) Pada pemeriksaan bulan ketiga (bulan pertama setelah balancing) lifetime mesin meningkat pada angka 82,8% dengan efisiensi 88,89% dan pada bulan ke empat kembali mengalami penurunan ke angka 75,5% untuk lifetime dan 81,11% pada nilai efisiensinya

    Peran Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 9 Malang Dalam Upaya Memasarkan Lulusan ke Dunia Kerja

    No full text
    Menurut data yang dihimpun BPS angka pengangguran terbuka (TPT) dilihat dari tingkat pendidikan pada Agustus 2017, untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain. Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai unit pelaksana sangat berperan penting terhadap proses menyalurkan lulusan mereka kedalam dunia kerja dalam memberikan pelayanan dan pemberian informasi tentang lowongan kerja, pelaksana pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengungkap persiapan BKK dalam memasarkan lulusan pada dunia kerja; (2) Mengungkap pelaksanaan memasarkan lulusan ke dunia kerja yang dilakukan BKK; (3) Mengungkap faktor-faktor pendukung dan penghambat proses memasarkan lulusan ke dunia kerja yang dilaksanakan oleh BKK dengan industri, bagaimana cara untuk mengatasi penghambat; (4) Mengungkap evaluasi BKK setelah pelaksanaan memasarkan lulusan ke dunia kerja dan mengungkap dampak dari proses memasarkan lulusan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksakan dengan jenis studi kasus. Sumber data primer diambil dengan metode wawancara dari informan, informan ini meliputi wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat, ketua BKK, ketua program keahlian TSM, dan alumni SMK Negeri 9 Malang. Sumber data sekunder diambil menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, kemudian menyajikan data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan dengan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 9 Malang melaksanakan tugas memasarkan lulusan dengan dirancang secara terperinci mulai dari mencari informasi industri, sampai dengan proses kerjasama dengan industri; (2) Pelaksanaan proses memasarkan lulusan ke dunia kerja yang dilakukan oleh Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan peran BKK sebagai peghubung lulusan dengan industri, dan peran industri sebagai penampung tenaga kerja; (3) faktor pendukung dalam pelaksanaan penyaluran lulusan ke dunia kerja yaitu mudahnya penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi, kepercayaan industri kepada sekolah telah meningkat. Sedangkan faktor penghambat ada pada kurangnya minat lulusan untuk mengikuti program rekrutmen di BKK, serta kompetensi lulusan yang masih kurang; (4) evaluasi selalu dilakukan secara rutin oleh timBKK ketika selesai melaksanakan progam kerja

    ANALISIS THERMOGRAVIMETRIC DEKOMPOSISI PIROLISIS ECENG GONDOK (WATER HYACINTH) DENGAN PENAMBAHAN NANOPARTIKEL CANGKANG TELUR (EGG SHELL)

    No full text
    RINGKASAN Sudda, Kunti Dhiwaniati. 2019. Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pirolisis Eceng Gondok (Water Hyacinth) dengan Penambahan Nanopartikel Cangkang Telur (Egg Shell). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sukarni, M.T., Kata Kunci : Eceng Gondok, Cangkang Telur, Pirolisis, ThermogravimetricEceng gondok (EG) merupakan tanaman yang menjadi satu dari sepuluh invasuve grasses karena memiliki kecepatan dalam berkembang biak dan sulit untuk dikomtrol pertumbuhannya. Eceng gondok dinilai sebagai bimassa yang berpotensi dengan jumlahnya yang melimpah serta tergolong dalam biomassa lignoselulotik. Cangkang telur (ES) sebagai limbah rumah tangga yang mudah dijumpai kurang dimanfaatkan namun memiliki potensi tinggi untuk dijadikan katalis CaO dengan kandungan CaCO3 mencapai 97%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dekomposisi pirolisis,berupa nilai energi aktivasi, orde reaksi dan nilai thermodinamika serta efektivitas campuran eceng gondok dengan penambahan cangkang telur 1, 3 dan 5% dengan menggunakan heating rate 10, 20, 30 dan 40°C /menit dan flow rate 50ml/min. Pengujian dilakukan menggunakan thermogravimetric dan analisis menggunakan metode FWO, Vyazovkin dan Starink.Dekomposisi pirolisis terjadi 2 tahap, yaitu tahap I dan tahap II. Nilai mass loss total tertinggi HR 10°C terjadi pada EG 95% : ES 5% sebesar 73,63%, nilai mass loss total tertinggi HR 20, 30 dan 40°C/menit terjadi pada EG murni 100% sebesar 71,3, 68,89, dan 68,23%. Nilai energi aktivasi terendah tahap I dan tahap II terjadi pada EG murni 100% dan EG 95%: ES 5%. Secara berurutan nilai energi aktivasi EG murni 100% tahap I metode FWO, Vyazovkin dan Starink adalah 139,8879, 156,9801 dan 149,8035 kJ/mol. Nilai energi aktivasi EG 95%: : ES 5% tahap II adalah 168,507, 191,7869 dan 183,8381 kJ/mol. Orde reaksi dihitung dengan metode Avrami dengan nilai terendah tahap I 0,2978 terjadi pada EG 97% : ES 3% dan terendah pada tahap II terjadi pada EG 99% : ES 1% sebesar 0,3925. Nilai A, ΔH dan ΔS terendah serta ΔG tertinggi tahap I terjadi pada EG murni 100% senilai 5,82243E+13 s-1, 134,9474, 156,264 dan -0,03542 kJ/mol pada tahap I. Pada tahap II, nilai A, ΔH dan ΔS terendah serta ΔG tertinggi terjadi pada EG 95%: ES 5% senilai 1,23E+18 s-1, 166,7368, 155,3613 dan 0,018733 kJ/mol. Efektifitas katalis terlihat dengan menurunnya nilai Em, secara berurutan nilai Em EG 99%: ES 1%, EG 97%: ES 3% dan EG 95%: ES 5% adalah 117,5204, 115,9196 dan 92,1488 kJ/mol. Efektifitas katalis berdasarkan nilai Δm terjadi padi range temperatur 25-345°C untuk seluruh HR dan selanjutnya penambahan ES sudah tidak lagi memiliki sifat katalitik pada HR 10, 30 dan 40°C/menit, terjadi fenomena pada HR 20°C/menit, setelah temperatur 500°C penambahan ES kembali memilki sifat katalis sampai tahap dekomposisi pirolisis akhir

    Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Eceng Gondok (Water Hyacinth) dengan Penambahan Nanopartikel Cangkang Telur (Egg Shell).

    No full text
     RINGKASAN Ulum, Muhammad. 2019. Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Eceng Gondok (Water Hyacinth) dengan Penambahan Nanopartikel Cangkang Telur (Egg Shell). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Sukarni, M.T.   Kata Kunci: eceng gondok, cangkang telur, energi terbarukan, pembakaran, thermogravimetric analysis.Eceng gondok (water hyacinth) merupakan jenis tumbuhan air yang dapat berkembang biak secara cepat dan dianggap sebagai hama di perairan. Eceng gondok (EG) disebut tumbuhan ligno-selulosa yang berpotensi sebagai bahan bakar terbarukan karena kandungan lignin, selulosa dan hemiselulosa. Cangkang Telur (egg shell) berfungsi sebagai pelindung embrio dan sumber nutrisi karena kandungan Ca yang tinggi. Kandungan kalsium karbonat pada cangkang telur (ES) dapat digunakan sebagai katalis. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi eceng gondok dengan penambahan nanopartikel cangkang telur 1%, 3% dan 5% dengan heating rate 10, 20, 30 dan 40°C/min dan flow rate 50mL sebagai sumber energi terbarukan. Uji thermogravimetric analysis (TGA) digunakan sebagai tahap awal pengujian yang kemudian data hasil TGA diolah untuk mengetahui dekomposisi pembakaran, energi aktivasi, orde reaksi, parameter termodinamika dan efektivitas katalis. Nilai energi aktivasi didapatkan dengan metode FWO, Starink dan Vyazovkin dengan nilai paling efektif pada campuran eceng gondok 99% : 1% cangkang telur sebesar 163,57kJ/mol, 66,89kJ/mol dan 68,06 kJ/mol. Nilai orde reaksi didapatkan menggunakan metode Avrami dengan nilai rata-rata terbesar yang dihasilkan pada campuran ES I 100% dengan nilai 1,59. Nilai parameter termodinamika meliputi A, ΔH, ΔS dan ΔG didapatkan hasil rata-rata dengan range nilai secara berurutan A 1.6103x1014 – 5.4192x1043 s-1, ΔH 158,9987 – 223,4327kJ/mol, ΔS -0,07964 – 0,154541kJ/mol dan ΔG 137,4503 – 281,416kJ/mol. Nilai efektivitas katalis pada penambahan 1, 3 dan 5% ES menghasilkan nilai 112,274kJ/mol, 116,799kJ/mol dan 148,37kJ/mol sehingga campuran 1% dan 3% ES pada campuran lebih dominan memberikan efek sebagai katalis

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇