SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Simulasi Distribusi Angin pada Turbin Ventilator dengan Variasi Kecepatan Angin dan Jumlah Sudu Menggunakan Pendekatan Computational Fluid Dynamics dan Response Surface Methodology
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki sumber daya energi terbarukan berupa angin yang sangat melimpah. Potensi ini dapat dimaksimalkan dengan menggunakan turbin angin yang sesuai untuk mengonversi energi angin menjadi energi listrik. Salah satu jenis turbin angin yang bisa dioptimalkan adalah turbin ventilator, yang memiliki keunggulan cukup mudah penempatannya dan sebagai alat sirkulasi udara dalam suatu ruang. Pada peneltian sebelumnya diketahui turbin ventilator memiliki kekurangan mendasar yaitu desain dan jumlah sudu yang kurang optimal untuk menerima tumbukan angin. Hal ini menjadi faktor utama rendahnya efisiensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan distribusi angin pada turbin ventilator dengan variasi kecepatan angin dan jumlah sudu menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics(CFD) dengan software Ansys. Besarnya pengaruh dari variabel bebas dan terikat dapat dianalisis menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan software Minitab. Penelitian ini dilakukan secara komputasional menggunakan metode kajian eksperimental semu. Variabel bebas yang digunakan yaitu kecepatan angin sebesar 5, 10, dan 15 m/s serta jumlah sudu sebanyak 24, 30, dan 36 buah. Tahap pertama yaitu menentukan desain eksperimen menggunakan RSM. Tahap kedua yaitu simulai menggunakan Ansys untuk memperoleh nilai torsi dan kecepatan tangensial. Tahap ketiga yaitu perhitungan efisiensi turbin menggunakan persamaan matematis. Tahap keempat optimasi menggunakan RSM untuk memperoleh nilai variabel yang paling berpengaruh. Hasil penelitian dengan pendekatan CFD menghasilkan nilai efisiensi maksimum turbin ventilator adalah 88,3 %, pada variasi kecepatan angin 5 m/s dan jumlah sudu 36 buah. Berdasarkan pendekatan RSM diperoleh nilai efisiensi yang paling optimal sebesar 82 %, pada kecepatan angin 5 m/s dan jumlah sudu 36 buah. Kedua pendekatan tersebut (CFD dan RSM) menunjukkan perbedaan hasil efisiensi sebesar 6,3 %. Perpaduan dari variabel bebas jumlah sudu yang besar dan kecepatan angin yang rendah menghasilkan nilai efisiensi yang paling optimal. Kondisi ini terjadi karena pada kecepatan angin yang rendah dan jumlah sudu yang besar, aliran udara yang melewati celah antar sudu mengalami tingkat turbulensi yang rendah
Pengaruh Berat Turbin Terhadap Daya dan Efisiensi Turbin Pelton
RINGKASAN Rouf, Moch Abdul. 2019. Pengaruh Berat Turbin Terhadap Daya dan Efisiensi Turbin Pelton. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Sunomo, M.Pd. dan (II) Agus Suyetno S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: berat turbin, daya, efisiensi Turbin pelton merupakan salah satu sumber energi yang dihasilkan dengan memanfaatan sumber daya alam dari selisih ketinggian aliran air. Turbin pelton dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi seharihari. Kontruksi dari turbin pelton dapat dianalisis agar didapatkan hasil daya yang maksimal, salah satunya yaitu dimensi ukuran berat yang dimiliki oleh runner turbin pelton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh yang dihasilkan dari variasi berat rotor turbin terhadap daya dan efisiensi turbin pelton agar didapatkan ukuran berat yang paling baik. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data saat proses pengujian terhadap setiap variasi, terdapat tiga variasi pada penelitian ini yaitu berat 50%, 75%, dan 100% dengan diberikan dua aliran air (debit) yang didapatkan dengan membuka katup secarah penuh dan setengah. Daya dan efisiensi dihitung menggunakan persamaan dengan memasukan gaya, kecepatan putar, tekanan, dan laju aliran air. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa besaran daya dan efisiensi yang dihasilkan dari pengaruh variasi berat pada turbin pelton. Daya maksimal yang dihasilkan yaitu pada variasi berat 100% dengan bukaan katup penuh sebesar 12,449 watt, sedangkan daya terendah yaitu pada variasi berat 50% dengan bukaan katup setengah sebesar 8,101 watt. Efisiensi maksimal yang didapatkan diperoleh pada variasi berat 100% dengan bukaan katup setengah dengan harga 52%, sedangkan efisiensi terendah yang didapatkan pada variasi berat 50% dengan bukaan katup penuh 26,8%. SUMMARY Rouf, Moch Abdul. 2019. The Effect of Turbine Weight on Pelton Turbine Power and Efficiency. Thesis, Department of Mechanichal Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang, Advisors: (I) Drs. Sunomo, M.Pd. and (II) Agus Suyetno S.Pd. M.Pd. Keywords: turbine weight, power, efficiency Pelton turbine is one of the energy sources produced by using natural resources from the difference in elevated of water flow. Pelton turbines can be used as alternative energy sources to fulfill energy needs. The construction of the pelton turbine can be analyzed in order to obtain maximum power, one of which is the dimensions of the weight size of the pelton turbine runner. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the weight of the turbine rotor on the power and efficiency of the pelton turbine in order to obtain the best weight size. This research was conducted by collecting data during the testing process for each variation, there are three variations in this study, namely the weight of 50%, 75%, and 100% given two streams of water (discharge) obtained by opening the valve in full and half. Power and efficiency calculated using equations by entering force, rotational speed, pressure, and water flow rate. The results of this study are in the form of the amount of power and efficiency resulting from the effect of heavy variations on the pelton turbine. The maximum power produced is at a weight variation of 100% with a full valve opening of 12,449 watt, while the lowest power is at a weight variation of 50% with a half valve opening of 8,101 watt. The maximum efficiency obtained is obtained by weight variations of 100% with half valve openings at a price of 52%, while the lowest efficiency is obtained at 50% weight variation with a full valve opening of 26,8%
perbandingan daya tahan pasir lumajang dan pasir silika pada proses sandblasting dengan permukaan baja AISI 304
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan perubahan distribusi ukuran dan ukuran butir pada pasir Lumajang setelah beberapa siklus dalam pemakaian, jika dibandingkan dengan pasir silika.Metode yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian campuran Experimental Explorative dengan Objek penelitian adalah menggunakan plat baja tipe 304 (stainless stell) yang diberi perlakuan dengan variasi perbedaan jenis pasir Lumajang (gunung Semeru) dan pasir silika. Ukuran pasir yang digunakan menggunakan mesh 20, 40, dan 60. Data hasil penelitian di analisis dengan cara observasi yang berisi data uji XRF, uji distribusi pasir, dan uji ukuran butir. Pada pengujian ini digunakan alat Mesin Pengguncang Rotap (Sieve Shaker) dan metode Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan distribusi ukuran pasir dan ukuran butir pada perbedaan jenis pasir Lumajang dan silika berpengaruh terhadap siklus proses sandblasting pada permukaan benda kerja. Hasil dari penelitian perubahan ukuran pasir, antara pasir silika dan pasir Lumajang tidak terjadi reduksi ukuran pasir yang signifikan pada mesh 20 dengan penurunan berat sebesar 6,1 dan 6% pada pasir silika dan pasir Lumajang secara berurutan. Perubahan yang ditunjukkan pasir setelah sandblasting juga tidak signifikan pada mesh 40 dengan penurunan berat sebesar 5,8 dan 5,6% pada pasir silika dan pasir Lumajang secara berurutan. Akan tetapi, pada mesh 60 perubahan ukuran sangat signifikan terjadi, dibuktikan dengan penurunan berat sebesar 18 dan 14,2% pada pasir silika dan pasir Lumajang secara berurutan. Melalui uji SEM, persentase penurunan ukuran butir pasir pada mesh 20 pada pasir silika juga lebih besar dengan nilai 47,5% sehingga cepat hancur jika digunakan pada proses sandblasting. Dibandingkan dengan pasir Lumajang tingkat persentase penurunan ukuran butir pasir yang lebih kuat dan stabil pada ukuran mesh 20; 40; dan 60 dengan nilai masing-masing 12,3%; 10,2%; dan 12,5%. Sehingga pasir Lumajang lebih baik digunakan proses sandblasting dibandingkan dengan pasir silika, karena pasir Lumajang struktur pasirnya lebih kuat ketika penembakan/ penyemprotan
Analisis Control Accident of Loss Terhadap Produktivitas Di PT. Pindad (Persero) Malang
RINGKASANAditia, Sahrul. 2019. Analisis Control Accident of Loss Terhadap Produktivitas Di PT. Pindad (Persero) Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Prof. Dr. Ir H. Djoko Kustono M. Pd. Pembimbing (II): Drs. Solichin S. T. M. Kes. Kata Kunci: Keselamatandan Kesehatan Kerja, Control Accident, Kontrol Keselamatandan KesehatanKerja, Kontrol Manajemen Keselamatandan Kesehatan Kerja, Produktivitas.Keselamatandan KesehatanKerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan mencapai tujuan yaitu produktivitas setinggi-tingginya (Waruwu, 2016:63). Lebih lanjut, keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan(Suma’mur 2001:104).Tujuan dari penelitian ini untuk menegtahui pengaruh kontrol keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas, dan mengetahui pengaruh kontrol manajemenkeselamatan dan kesehatankerja terhadap produktivitas. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dengan penelitian deskriftif dan regresi. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 orang karyawan yang bekerja di PT. Pindad (Persero) Malang.Dari hasil penelitian ini diketahui: (1) Penerapan kontrol kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Pindad (Persero) Malang masuk kedalam katagori yang sangat baik dengan nilai persentase 72,0% dengan jumlah responden sebesar 36. (2) Penerapan kontrol manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Pindad (Persero) Malang masuk dalam katagori yang baik dengan nilai persentase 60,0% dengan jumlah responden sebesar 30. (3) Produktivitas di PT. Pindad (Persero) Malang masuk kedalam katagori yang sangat baik dengan nilai persentase 66,0% dengan jumlah responden sebesar 33. (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol keselamatan dan kesehatankerja terhadap produktivitas di PT. Pindad (Persero) Malang sebesar 25,9%. (5) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas di PT. Pindad (Persero) Malang sebesar 15,0%. (6) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol keselamatan dan kesehatan kerja dan kontrol manajemen keselamatan dan kesehatankerja terhadap produktivitas di PT. Pindad (Persero) Malang sebesar 40,9%
Penerapan Manajemen Bengkel pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung.
ABSTRAKSukma, Hasya Risqu Qudus Agdi. 2019. Penerapan Manajemen Bengkel pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd., (2) Drs. Paryono, S.T., M.T.Kata Kunci: Pendidikan Kejuruan, SMK, Manajemen Bengkel, BengkelPendidikan mempunyai peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena pendidikan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pendidikan kejuruan peserta didik diajarkan pembelajaran teori dan pembelajaran praktik. Pembelajaran teori maupun praktik dapat dilakukan di bengkel SMK. Bengkel SMK merupakan sarana pembelajaran yang memiliki tujuan untuk mengembangkan keahlian siswa sesuai program keahlian yang dipilih. Isi dari bengkel adalah alat-alat penunjang pembelajaran untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang handal dan berkompeten. Dalam upaya melaksanakan pembelajaran di bengkel, pihak pengurus bengkel melakukan manajemen. Manajemen yang dipakai adalah manajemen bengkel yang sesuai dengan program keahlian agar tercipta suatu sistem yang sistematis. Untuk itu, manajemen diterapkan oleh pihak pengurus bengkel untuk mengatur segala hal berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian yang menggunakan metode ini bertujuan untuk memaparkan data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi serta memberikan gambaran umum tentang proses pelaksanaan manajemen bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif yang didapatkan data dari hasil temuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data. Dari hasil pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi data dapat digambarkan tentang proses pelaksanaan manajemen bengkel di bengkel yang ada di Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung.Hasil dari penelitian ini diketahui: (1) Perencanaan Manajemen Bengkel yang ada di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung dilakukan secara sistematis yaitu sesuai dengan hakikat perencanaan yang ada di manajemen dengan merencanakan kebutuhan alat, bahan, dan sarana, kemudian menjadwalkan penggunaan ruang praktik yang ada di bengkel, penjadwalan pengurus untuk monitoring pelaksanaan rencana di bengkel, penjadwalan perawatan alat. Untuk perencaanaan struktur organisasi dilakukan oleh kaprogli didampingi PSDM. (2) Pengorganisasian Manajemen Bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung meliputi pembagian tugas dan wewenang terhadap semua pengurus di bengkel, penginventarisan alat, bahan, dan sarana, dan pengaturan bengkel yaitu: tata letak, penataan alat, pembagian ruang praktik, dan penggunaan alat.(3) Pelaksanaan Manajemen Bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu masih terdapat kekurangan pada sisi pemanfaatan sarana yang ada, Proses pembelajaran berjalan dengan lancar namun terkendala sempitnya area praktik dan alat yang belum memenuhi kuantitas dalam praktik. Pemberian motivasi oleh kaprogli dilakukan melalui perbincangan santai maupun pada saat evaluasi bengkel.(4) Evaluasi Manajemen Bengkel di bengkel teknik kendaraan ringan otomotif SMK Negeri 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung dilakukan untuk menilai kinerja pengurus pada setiap satu tahun dan standar yang digunakan mengikuti DAPODIK, kurikulum yang berlaku, ISO yang diterapkan, dan pengawasan terhadap kinerja pengurus bengkel dilakukan pihak kurikulum dengan melalui beberapa standar. Pengawasan pada bengkel melalui pengamatan secara langsung atau pendampingan pada saat praktik
Analisis Tingkat Keausan Pahat Cermet Akibat Variasi Parameter Pada Proses Turning CNC Bubut Baja AISI 304
RINGKASAN Setiawan, Muhammad Rizky. 2019. Analisis Tingkat Keausan Pahat Cermet Akibat Variasi Parameter Pada Proses Turning CNC Bubut Baja AISI 304. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono, M.T., (II) Agus Suyetno, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: kecepatan putaran spindel, gerak makan, keausan pahat Kecepatan putaran spindel merupakan salah satu parameter yang penting dalam melakukan proses pembubutan. Kecepatan putaran spindel berhubungan erat dengan kecepatan potong. Selain kecepatan spindel, gerak makan juga merupakan parameter yang perlu diperhatikan. Gerak makan adalah jarak yang ditempuh pahat dalam satu putaran benda kerja. Kecepatan putaran spindel dan gerak makan dapat mempengaruhi hasil benda kerja dan tingkat keausan yang terjadi pada pahat. Keausan pahat merupakan hilangnya material pahat akibat gesekan antara pahat dengan benda kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keausan pahat insert akibat variasi kecepatan putaran spindel dan gerak makan. Proses pembubutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses roughing dimana pahat yang digunakan dalam adalah pahat insert cermet CNMG 120404-MA merk Mitsubishi. Desain penelitian pada penelitian ini adalah pre experimental design. Selanjutnya, teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana teknik ini mendeskripsikan data yang diperoleh dari pengukuran keausan yang terjadi pada pahat. Pada penelitian ini, parameter yang divariasi adalah kecepatan putaran spindel dan gerak makan. Variasi kecepatan putaran spindel yang digunakan adalah 1900 rpm, 2100, dan 2300 rpm. Sedangkan variasi gerak makan yang digunakan adalah 0.18 mm/rev, 0.23 mm/rev, dan 0.28 mm/rev. Dari hasil analisis diperoleh bahwa variasi kecepatan putaran spindel dan variasi gerak makan mempengaruhi tingkat keausan yang terjadi pada pahat. Keausan tertinggi terdapat pada kecepatan putaran spindel 1900 rpm dengan gerak makan 0.18 mm/rev sedangkan keausan terendah terdapat pada kecepatan putaran spindel 2100 rpm dengan gerak makan 0.23 mm/rev
Hubungan Antara Mata Kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik Terhadap Praktikum Pemesinan Mahasiswa Beda Domain di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang
AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik untuk mahasiswa asal SMA terhadap Praktikum Pemesinan mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 di Universitas Negeri Malang, hubungan antara mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik untuk mahasiswa asal SMK terhadap Praktikum Permesinan, dan hubungan antara mata kuliah matematika dasar dan teknologi mekanik terhadap praktikum pemesinan ditinjau dari kovariat (asal sekolah atau beda domain). Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu Teknik analisis deskriptif, uji prasyarat analisis yakni uji normalitas dan uji homogenitas, uji hipotesis (uji F), uji korelasi pearson, dan uji ANAKOVA. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) mahasiswa asal SMA angkatan 2015 dan 2016 memiliki nilai sig. F change 0,011 dan 0,00. Tingkat korelasi nilai mahasiswa asal SMA kedua angkatan dikategorikan korelasi “kuat”; (2) mahasiswa asal SMK kedua angkatan memiliki nilai sig. F change 0,037 dan 0,02. Korelasi nilai mahasiswa asal SMK kedua angkatan dikategorikan korelasi “cukup”; (3) untuk nilai signifikansi kovarian (asal sekolah) mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 yaitu 0,009 dan 0,03. Serta nilai signifikansi corrrect model kedua angkatan tersebut yaitu 0,00 dan 0,00. Simpulan penelitian ini adalah mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik memiliki hubungan secara simultan terhadap Praktikum Pemesinan bagi mahasiswa beda domain dengan tingkat korelasi “kuat” dan “cukup”. Selain mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik, kovarian (asal sekolah atau beda domain) juga memiliki hubungan linier terhadap Praktikum Pemesinan. Kata kunci: Matematika Dasar, Teknologi Mekanik, Praktikum Pemesinan, domain (asal SMA dan SMK) . AbstractThis study aims to determine the relationship between the Basic Mathematics and Mechanical Technology courses for high school students on the 2015 and 2016 student machining practicum at the State University of Malang, the relationship between the Basic Mathematics and Mechanical Technology courses for students from vocational high schools on Engineering Practicum, and the relationship between basic mathematics courses and mechanical technology on machining practicum in terms of covariates (from school or different domains). The design of this study uses descriptive research with a quantitative approach. The analysis technique used is descriptive analysis technique, analysis prerequisite test namely normality test and homogeneity test, hypothesis test (F test), Pearson correlation test, and ANAKOVA test. The results of the study state that: (1) students from high school class of 2015 and 2016 have sig. Change 0.011 and 0.00. The level of correlation between the grades of both high school students is categorized as a "strong" correlation; (2) students from the two vocational high school have sig. Change 0.037 and 0.02. Correlation of student grades from the two vocational secondary schools is categorized as "sufficient" correlation; (3) for the significance of covariance (school origin) for 2015 and 2016 students, which are 0.009 and 0.03. And the significance value of the corrrect model of the two forces is 0.00 and 0.00. The conclusion of this study is that the Basic Mathematics and Mechanical Technology courses have a simultaneous relationship to the Machining Practicum for students of different domains with a "strong" and "sufficient" correlation level. In addition to the Basic Mathematics and Mechanical Technology courses, covariance (from school or different domain) also has a linear relationship to Machining Practicum. Keywords: Basic Mathematics, Mechanical Technology, Machining Practicum, domain (from high school and vocational High schoo
PEMANFAATANQUIPPER SCHOOL BERBASIS BLENDED LEARNINGTERHADAP HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI MENERAPKAN CARA PERAWATAN DIFFERENTIAL DIKELAS X TKRO SMK PGRI 3 MALANG
RINGKASAN Zahro, A. H. 2019. Pemanfaatan Quipper School Berbasis Blended Learning terhadap Hasil Belajar pada Kompetensi Menerapkan Cara Perawatan Differential di Kelas X TKRO SMK PGRI 3 MALANG. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.M., M.Pd., (II) Andika Bagus Nur Rahma Putra, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: quipper school, blended learning, hasil belajar, differential Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu pendidikan formal di Indonesia yang siswanya dipersiapkan untuk memasuki dunia industri. Hasil observasi pada SMK PGRI 3 Malang menunjukkan masalah utama, yaitu pemanfaatan fasilitas sekolah berupa tablet dan wifi yang kurang optimal dan sebagian besar siswa memiliki kecenderungan yang besar dalam bergantung pada guru di sekolah dalam belajar. Media Quipper School menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan Quipper School berbasis blended learning dengan menggunakan slide presentasi pada kompetensi menerapkan cara perawatan differential siswa kelas X TKRO di SMK PGRI 3 MALANG. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif jenis eksperimental semu dengan pre-test dan post-test. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) tahun ajaran 2018/2019. Kelas X TKRO E sejumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas X TKRO E sejumlah 29 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), aplikasi Quipper School dan instrumen tes (pre-test dan post-test). Analisis data dilakukan dengan analisis uji Independent Sample T Test menggunakan bantuan SPSS 24.0 untuk menguji hipotesis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Quipper School memiliki beberapa kelebihan untuk membantu proses pembelajaran; (2) media Quipper School yang dihasilkan berbasis bleanded learning dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa; dan (3) pemanfaatan Quipper School lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi menerapkan cara perawatan differential di kelas X TKRO SMK PGRI 3 Malang dibandingkan dengan media slide presentasi. Saran yang diberikan meliputi: 1) guru menggunakan Quipper School pada kompetensi lain yang memiliki karakteristik sama; 2) sekolah lebih memaksimalkan fasilitas berupa tablet dan akses internet dengan menerapkan aplikasi seperti Quipper School atau yang lainnya; dan 3) peneliti selanjutnya perlu menyiapkan koneksi internet cadangan di luar wifi sekolah untuk menghindari gangguan koneksi internet selama proses pembelajaran di kelas dan dapat menambah variabel baru untuk memperluas cangkupan penelitian yang akan dilaksanakan
Pengaruh Motivasi Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, Dan Hasil Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Pemesinan Smk Pemuda 3 Kesamben, Blitar
ABSTRAK Aziz, Rifqi. 2019. Pengaruh Motivasi Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, Dan Hasil Belajar Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Pemesinan Smk Pemuda 3 Kesamben, Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Basuki, M.Pd., (2) Agus Suyetno, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, Hasil Belajar, Kesiapan Kerja Pendidikan merupakan upaya peningkatan mutu siswa untuk mengikuti perkembangan teknologi serta menambah wawasan yang luas agar mampu bersaing di pendidikan selanjutnya atau dalam dunia kerja. Dalam upaya peningkatan mutu siswa di pengaruhi oleh motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Kesiapan Kerja Siswa (2) Pengaruh Kemampuan Pemecahan Masalah terhadap Kesiapan Kerja Siswa (3) Pengaruh Hasil Belajar terhadap Kesiapan Kerja (4) Pengaruh Motivasi Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Hasil Belajar Terhadap Kesiapan Kerja. Penelitian ini merupakan penelitian ex post-facto. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Pemesinan SMK Pemuda 3 Kesamben, Blitar sebanyak 94 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode angket dan dokumentasi. Uji coba instrumen penelitian dilaksanakan di SMK Pemuda 3 Kesamben, Blitar. Pengujian analisis meliputi uji linearitas dan uji multikolinearitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi sederhana untuk hepotesis pertama, hipotesis kedua, hipotesis ketiga serta analisis regresi ganda untuk hipotesis keempat. Berdasarkan hasil penelitian pada hipotesis pertama sebesar 75,7% yang berarti berpengaruh langsung; hipotesis kedua sebesar 83,3% yang berpengaruh langsung; hipotesis ketiga sebesar 2,6% yang berarti berpengaruh tidak langsung; sedangkan hipotesis keempat sebesar 23,3% untuk motivasi belajar, 65,7% untuk kemampuan pemecahan masalah, dan 2,7% untuk hasil belajar yang berarti terdapat pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII Pemesinan SMK Pemuda 3 Kesamben, Blitar
Pengembangan Media Belajar Mata Kuliah Menggambar Teknik Menggunakan Pocket Book Berbasis Android Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Sundri, Dwi Catur Agustian Merdeka. 2019. Pengembangan Media Belajar Mata Kuliah Menggambar Teknik Menggunakan Pocket Book Berbasis Android Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tuwoso, M.P. (2) Drs. Basuki, M.Pd. Kata kunci: media android, Pocket Book, Menggambar Teknik. Mata kuliah Menggambar Teknik merupakan mata kuliah yang membahas gambar sebagai alat komunikasi, memiliki maksud dan perintah tertentu, atau informasi dari ahli gambar untuk disampaikan kepada pelaksana atau pekerja. Gambar teknik menggunakan ketentuan dan aturan yang telah disepakati bersama oleh ahli teknik. Berbagai materi disampaikan pada mata kuliah Menggambar teknik mulai dari konsep menggambar teknik, peralatan gambar, fungsi garis, huruf dan angka, dimensi, proyeksi dan gambar potongan. Mata kuliah Menggambar Teknik wajib ditempuh sebelum mengambil mata kuliah Menggambar Kontruksi Mesin oleh setiap mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Dalam proses pembelajaran gambar teknik di kelas dilakukan dengan transfer ilmu verbal secara langsung dari dosen kepada mahasiswa dan didukung dengan sebuah buku. Metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran belum mengoptimalkan penggunaan piranti berbasis elektronik, seperti kemajuan teknologi komunikasi. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran yang berisi setiap materi gambar teknik yang telah diringkas menjadi buku saku (pocket book) berupa teks, gambar dan video yang dapat digunakan pada telepon pintar dengan sistem android. Prosedur pengembangan media pembelajaran pocket book gambar teknik ini meliputi lima tahapan yang diadopsi dari model pengembangan ADDIE. Tahap pengembangan yang dilakukan yaitu: (1) analisis kebutuhan; (2) desain; (3) pengembangan produk; (4) implementasi; dan (5) evaluasi. Instrument pengumpulan data menggunakan angket (kuisioner) untuk ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil dengan 10 responden(mahasiswa) dan uji lapangan 30 responden (mahasiswa). Data yang diperoleh dari hasil observasi berupa data kuantatif yang diperoleh dari hasil pensekoran dan data kualitatif dari hasil komentar validator, data ini kemudian diterjemahkan kevalidannya. Hasil hasil validasi isi terhadap kelayakan dan kemudahan penggunaan media pembelajaran ini, menunjukan hasil yang valid. Hasil dari validasi ahli materi 86,7%, hasil ahli validasi media 81,9%, uji coba kelompok kecil 89,5% dan hasil uji coba lapangan mencapai 88%. Pengembangan media pembelajaran ini juga dapat menjadi tolak ukur bagi pengembang selanjutnya. Pengembang selanjutnya dapat membuat produk lain seperti: pembuatan media gambar kontruksi mesin, atau pengembangan media gambar CAD (computer aided design)