SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Model Praktik Kerja Lapangan untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 2 Pasuruan

    No full text
    RINGKASAN Putra, Fu’ad Abdurrokhman. 2019. Model Praktik Kerja Lapangan untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 2 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd., (2) Drs. Paryono, S.T., M.T. Kata Kunci: Model, Praktik Kerja Lapangan, Kompetensi, SMK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu subsistem dalam Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga akan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pembelajaran di sekolah kejuruan dilaksanakan dengan pembelajaran teori dan pembelajaran praktik. Pembelajaran praktik merupakan kegiatan yang paling utama bagi sekolah kejuruan yang pelaksanaannya dapat dilakukan dengan pembelajaran di sekolah maupun pembelajaran secara langsung di dunia kerja melalui program Praktik Kerja Lapangan. Tujuan utama dari Praktik Kerja Lapangan adalah untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran pada pendidikan kejuruan agar sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) perencanaan Praktik Kerja Lapangan, 2) model Praktik Kerja Lapangan, 3) evaluasi Praktik Kerja Lapangan, 4) faktor pendukung dan penghambat Praktik Kerja Lapangan, dan 5) peran Praktik Kerja Lapangan untuk peningkatan kompetensi siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 2 Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pasuruan. Subjek penelitian ini adalah Pokja (Kelompok Kerja) Praktik Kerja Lapangan, Ketua Kompetensi Keahlian, Guru Pembimbing, dan Siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan dengan melakukan penyajian data kemudian dilaksanakan triangulasi data hingga dapat diambil kesimpulan berupa gambaran model Praktik Kerja Lapangan yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 2 Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) Perencanaan yang dilakukan oleh SMK Negeri 2 Pasuruan dalam mempersiapkan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan untuk siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dilakukan dengan melakukan persiapan sekolah yang berupa penyediaan sarana prasarana dalam pembelajaran, persiapan siswa PKL, persiapan guru pembimbing, persiapan administrasi PKL, pelaksanaan pembekalan siswa dengan materi kejuruan dan informasi industri, serta persiapan tempat yang akan digunakan. 2) Model Praktik Kerja Lapangan untuk siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yang diterapkan oleh SMK Negeri 2 Pasuruan yaitu dengan menerapkan panduan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang pelaksanaannya dengan sistem blok selama 4 bulan penuh di industri dan dilaksanakan dengan 2 gelombang pemberangkatan pada 1 periode pendidikan serta membebaskan jumlah kegiatan monitoring dengan batas minimal 4 kali pelaksanaan. 3) Evaluasi kegiatan Praktik Kerja Lapangan siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif yang dilakukan oleh SMK Negeri 2 Pasuruan yaitu dengan mengumpulkan segala informasi terkait pelaksanaan PKL yang telah dilakukan atas dasar laporan dari industri dan guru pembimbing mengenai siswa, pelaksanaan, dan masalah-masalah yang muncul serta hasil penilaian industri kepada siswa dan laporan jurnal kegiatan siswa untuk kemudian dilaksanakan rapat bersama yang hasilnya nanti digunakan untuk peningkatan pelaksanaan PKL selanjutnya juga diakhir nanti akan diterbitkan sertifikat PKL sebagai tanda bahwa siswa telah benar melaksanakan PKL. 4) Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 2 Pasuruan memiliki banyak faktor pendukung seperti dukungan penuh dari sekolah dalam mempersiapkan hingga evaluasi PKL yang merupakan bentuk dukungan internal serta adanya dukungan oleh pihak industri dan orangtua siswa sebagai bentuk dukungan eksternal. Selain itu juga terdapat faktor yang menjadi penghambat secara internal yang berupa kurangnya penyediaan sarana dan prasarana serta adanya ketidaksetujuan orangtua dan masalah-masalah ketika pelaksanaan sebagai bentuk adanya faktor yang menghambat dari eksternal. Dan 5) Praktik Kerja Lapangan memiliki peran yang sangat penting untuk pengembangan kompetensi siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 2 Pasuruan dikarenakan tamatan PKL akan memiliki bekal keahlian profesional seperti peningkatan kompetensi dan peningkatan rasa percaya diri untuk terjun langsung ke lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan siswa serta untuk bekal pengembangan dirinya secara berkelanjutan

    studi kelengkapan sarana dan prasarana bengkel teknik kendaraan ringan smk pgri singosari sesuai dengan permendiknas

    No full text
    ABSTRAKAl Faqih, Aan Lathif . 2019. Studi Kelengkapan Sarana dan Prasarana Bengkel Teknik Kendaraan Ringan SMK PGRI Singosari sesuai dengan Permendiknas. Skripsi. Jurusan Teknik MesinFakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd. (2) Drs. Paryono, S.T., M.T.Kata Kunci:Kelengkapan, Bengkel, TKR, Permendiknas, Sarana, Prasarana.Pendidikan memegang peran penting dalam kelangsungan suatu negara dikarenakan sebagai bentuk wadah untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM dapat ditingkatkan melalui lingkungan sekolah, baik kualitas guru, murid, proses pembelajaran, lingkungan maupun sarana dan prasarana. Kecenderungan ini berawal dari kesadaran bahwa diperlukan suatu acuan dasar atau rujuk mutu (bench-mark) bagi setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. Acuan tersebut meliputi kriteria minimal berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di wilayah hukum NKRI dan kemudian dikenal sebagai Standar Nasional Pendidikan (SNP).Pada penelitian ini, akan membahas mengenai keberadaan sarana dan prasarana sekolah. Hal ini dikarenakan asumsi peneliti yaitu pentingnya sarana dan prasana pada Sekolah Menengah Kejuruan. Serta untuk mengetahui keberadaan, kelayakan dan kesesuaian dari sarana dan prasarana bengkel Teknik Kendaraan Ringan di SMK PGRI Singosari sesuai dengan Permendiknas.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang akan mengeksplorasi hal-hal yang berhubungan dengan keberadaan sarana prasarana bengkel teknik kendaraan ringan SMK PGRI Singosari yang nantinya akan disimpulkan dalam bentuk presentase.Hasil penelitian menunjukkan keberadaan memperoleh presentase sebesar 76,97%, kelayakan memperoleh presentase sebesar 76,97%, dan kesesuaian memperoleh presentasesebesar 70,15%. Maka peneliti menyimpulkan perolehan rata-rata diatas 74.69% sehingga dari segi sarana dan prasarana SMK PGRI Singosari dalam kategori lengkap dan layak. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan (1) Beberapa aspek sarana dan prasarana di bengkel teknik kendaraan ringan SMK PGRI Singosari perlu adanya perbaikan, baik dalam segi jumlah maupun tingkat kelayakan. (2) Perlunya pembelajaran perawatan terhadap sarana dan prasarana di bengkel teknik kendaraan ringan SMK PGRI Singosari kepada siswa sehingga kualitassarana dan prasarana dapat terjaga dengan baik.  (3) Perlunya pengawasan yang signifikan oleh guru dan teknisi terhadap penggunaan sarana dan prasarana pada saat praktikum sehingga sarana dan prasarana dapat terjaga kondisi dan kualitasnya

    PENGARUH BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN KONSTRUKSI DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    Kata kunci: Budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Kinerja karyawan, Proyek konstruksi, Kabupaten Tulungagung  Proyek adalah sekumpulan kegiatan yang dimaksudkan untuk mencapai hasil akhir tertentu yang cukup penting bagi kepentingan pihak manajemen. Proyek tersebut salah satunya meliputi proyek konstruksi. Proses pembangunan proyek konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya. Salah satu fokus perusahaan kontraktor adalah menciptakan kondisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik di proyek. Sedangkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk perilaku pekerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman karyawan tentang K3 dan menganalisa adakah pengaruh dari budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan proyek tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan kontraktor yang tergabung pada asosiasi GABPEKSI di Kabupaten Tulungagung. Jumlah sampel yaitu 9 perusahaan dengan pembagian proporsional sehingga didapat 89 sampel karyawan.Hasil penelitian menunjukan 86,51% karyawan memiliki pemahaman yang tinggi tentang K3 dan sisanya 13,49% memiliki pemahaman yang cukup. Berdasarkan dari nilai t diketahui nilai thitung sebesar 11,654 > ttabel 1,987, sehingga dapat disimpilkan bahwa variable Budaya K3 (X) berpengaruh terhadap variable Kinerja Karyawan (Y)

    Pengaruh Kondisi Ruang Bengkel Terhadap Kenyamanan dan Produktivitas di Bengkel Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Siswa Kelas XI SMKN 3 Boyolangu

    No full text
    ABSTRAKYusufrakadhinata, Muhammad. 2019.Pengaruh Kondisi Ruang Bengkel Terhadap Kenyamanan dan Produktivitas di Bengkel Mata Pelajaran Pemeliharaan         Mesin Kendaraan Ringan Siswa Kelas XI SMKN 3 Boyolangu. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Marji, M.Kes., (2) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd.Kata Kunci : Kondisi Ruang Bengkel, Kenyamanan, Produktivitas SiswaTujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kondisi ruang bengkel otomotif, (2) untuk mengetahui tingkat kenyamanan siswa saat berada diruang bengkel otomotif, (3) untuk mengetahui tingkat produktivitas siswa kelas XI TKR, (4) untuk mengetahui pengaruh kondisi ruang bengkel terhadap kenyamanan siswa kelas XI TKR, (5) Untuk mengetahui pengaruh kondisi ruang bengkel terhadap produktivitas siswa kelas XI TKR. Ruang bengkel merupakan suatu sarana yang berfungsi sebagai pengembangan pemahaman, inovasi, dan keterampilan siswa, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Kenyamanan thermal ruang bengkel meliputi beberapa aspek seperti pencahayaan, tingkat kebisingan, sirkulasi udara, penghawaan, peralatan praktik, pewarnaan, keamananan, dan faktor menyeluruh. Produktivitas merupakan suatu hasil yang akan dicapai kemudian dibandingkan dengan peran tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasi analitik/tipe cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Boyolangu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Program Keahlian TKR SMK Negeri 3 Boyolangu dan sampel pada penelitian ini sebanyak 56 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, kuisioner dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dan analisis data inferensial yang terdiri dari uji asumsi klasik dan uji regresi.Berdasarkan hasil analisi data diperoleh: (1) tingkat pencahayaan bengkel A 323,4 lux dan bengkel B 400,1 lux, tingkat kebisingan bengkel A 79,2 dBA dan bengkel B 77,5 dBA, tingkat kelembapan bengkel A 68,2% dan bengkel B 71,5% suhu ruang bengkel A 30,1 ̊C dan bengkel B 30,1 ̊C, (2) kenyamanan siswa di bengkel A 76,48% dan dibengkel B 76,20%, (3) tingkat produktivitas siswa di bengkel A 82.14 dan di bengkel B 82,93, (4) pengaruh kondisi ruang bengkel terhadap kenyamanan siswa diperoleh nilai signifikan dibengkel A sebesar 0,005 ˂ 0,05 dan dibengkel B sebesar 0,003 ˂ 0,05, (5) pengaruh kondisi ruang bengkel terhadap produktivitas siswa diperoleh nilai signifikan dibengkel A sebesar 0,004 ˂ 0,05 dan dibengkel B sebesar 0,011 ˂ 0,05. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) tingkat pencahayaan, kebisingan, dan kelembaban ruang bengkel dalam kategori baik sedangkan suhu ruangan dalam kategori kurang baik, (2) siswa merasa nyaman berada diruang bengkel praktik, (3) produktivitas siswa dalam kategori cukup (4) kondisi ruang bengkel praktik otomotif berpengaruh secara signifikan terhadap kenyamanan siswa Program Keahlian TKR SMKN 3 Boyolangu, (5) Kondisi ruang bengkel praktik otomotif berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas siswa Program Keahlian TKR SMKN 3 Boyolangu. ABSTRACTYusufrakadhinata, Muhammad. 2019. The Influence of Workshop Conditions towards Comfort and Productivity On Light Vehicle Engine Maintenance for Student Grade XI of SMKN 3 Boyolangu. Undergraduate Thesis. Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Marji, M.Kes., (2) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd.Keywords : Workshop Conditions, Comfort, Students Productivity The purpose of this research are: (1) to know the automotive workshop condition, (2) to know the level of students comfort at the automotive workshop, (3) to know the level of XI grade of TKR students productivity, (4) to know the influence of workshop towards the grade XI of TKR students comfort, (5) to know the influence of workshop towards the grade XI of TKR students productivity. Workshop is a means that serves as the development of understanding, innovation, and students skills, to make the learning process running properly. Thermal comfort of workshop includes several aspects such as lighting, noise levels, air circulation, temperature, equipment practice, coloring, comprehensive, and thoroughly.  Productivity is a result that will be achieved then compared to the role of labor in a certain period of time. This research used analytic observation research or cross sectional type. This research was conducted at SMKN 3 Boyolangu. The population in this research was the whole grade XI of Vehicle Engineering Light Program at SMKN 3 Boyolangu and samples in this study were 56 students. Data collection techniques used was observation, documentation, questionnaire, and study of the literature. This research used descriptive analytical data and inferential analytical data which consist of assumption test and regression test. The research result showed that: (1) the level of lighting at workshop A 323,4 lux and workshop B 400,1 lux, the level of noise at workshop A 79,2 dBA and workshop B 77,5 dBA, the humidity level at workshop A 68,2% and workshop B 71,5% the temperature at workshop A 30,1 ̊C and workshop B 30,1 ̊C, (2) students comfort at workshop A 76,48% and workshop B 76,20%, (3) the students productivity at workshop A 82.14 and workshop B 82,93, (4) the influence of workshop towards students comfort obtained significant value at workshop A as 0,005 ˂ 0,05 and at workshop B as 0,003 ˂ 0,05, (5) ) the influence of workshop towards students productivity obtained significant value at workshop A as 0,004 ˂ 0,05 and at workshop B as 0,011 ˂ 0,05. The conclusions are: (1) the level of lighting, noise, and humidity of the workshop as a good category, meanwhile the temperature as a less category, (2) students felt comfort at the workshop, (3) Students productivity in the category as well (4) the automotive workshop condition influence significantly towards the students comfort of TKR Program of SMKN 3 Boyolangu,  (5) the automotive workshop condition influence significantly towards the students productivity of TKR Program of SMKN 3 Boyolangu

    Pengaruh Penambahan CatalyticConverter Berbahan Tembaga dengan Model Circular Tube Shape Pada Knalpot Tipe Absortif Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Yamaha Vixion 1 PA

    No full text
    RINGKASANShoffan, Ilham A. N. 2019. Pengaruh Penambahan CatalyticConverter Berbahan Tembaga dengan Model Circular Tube Shape Pada Knalpot Tipe Absortif Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Yamaha Vixion 1 PA. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T., (2) Drs. Imam Muda Nauri, S.T. M.T.Kata Kunci: Catalytic Converter, Tembaga, Model Circular Tube Shape, Knalpot Absortif, Daya, Emisi Gas Buang.Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. Salah satu penyebab meningkatnya polusi udara yaitu maraknya penggunaan knalpot tipe absortif yang tidak didesain menggunakan catalytic converter. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui pengaruh penambahan catalytic converter berbahan tembaga dengan model circular tube shape pada knalpot tipe absortif terhadap daya Yamaha Vixion 1PA, (2) untuk mengetahui pengaruh penambahan catalytic converter berbahan tembaga dengan model circular tube shape pada knalpot tipe absortif terhadap emisi gas buang Yamaha Vixion 1PA. Catalytic converter merupakan komponen pada sistem gas buang yang berfungsi untuk menurunkan konsentrasi emisi gas buang. Daya merupakan hasil perkalian antara kecepatan angular dengan torsi. Emisi gas buang merupakan polutan yang terkandung di dalam gas hasil pembakaran kendaraan bermotor.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain the static comparison design. Objek penelitiannya yaitu katalis tembaga dengan model circular tube shape. Instrumen penelitian menggunakan dyno test merk ABD untuk menguji daya dan gas analyzer merk HG-510 untuk menguji emisi gas buang. Pengambilan data dilakukan pada putaran mesin 2500 rpm hingga 7500 rpm. Analisis data menggunakan teknik statistik inferensial uji T paired sample T test melalui aplikasi analisis statistik SPSS 24.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: (1) nilai signifikansi data daya sebesar 0,001, (2) nilai signifikansi data CO sebesar 0,001,  (3) nilai signifikansi data HC sebesar 0,004. Nilai signifikansi data daya, CO, dan HC tersebut < 0,05, artinya ada perbedaan yang signifikan dengan penambahan catalytic converterberbahan tembagamodel circular tube shape pada knalpot tipe absortifterhadap daya dan emisi gas buang Yamaha Vixion 1PA. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan catalytic converter berbahan tembaga model circular tube shape pada knalpot tipe absortif menyebabkan daya mesin turun sebesar 1,89%. Akan tetapi, penambahan catalytic converter berbahan tembaga dengan model circular tube shape dapat menurunkan emisi gas buang CO sebesar 16,67%, sedangkan emisi gas buang HC dapat diturunkan sebesar 32,54%

    Pengaruh Tekanan dan Ukuran Pasir pada Proses Sand Blasting dengan Menggunakan Media Pasir Lumajang terhadap Hasil Kekasaran dan Laju Korosi Permukaan Baja AISI 304

    No full text
    ABSTRAK Sarmaman, Tito. 2019. Pengaruh Tekanan dan Ukuran Pasir pada Proses Sand Blasting dengan Menggunakan Media Pasir Lumajang terhadap Hasil Kekasaran dan Laju Korosi Permukaan Baja AISI 304. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Aminnudin, S.T., M.T, (II) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T. Kata Kunci : sandblasting, pasir Lumajang, AISI 304, kekasaran, korosi Teknik sandblasting merupakan suatu teknik yang menggunakan udara bercampur dengan abrasif (pasir) bertekanan tinggi yang ditembakkan pada permukaan material benda uji dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran atau material-material yang menempel seperti karat, cat, garam, dan oli. Media abrasif atau pasir yang biasa digunakan adalah pasir silika atau yang dikenal sebagai pasir kuarsa, namun penggunaan pasir kuarsa sebagai bahan abrasif sangat berbahaya karena pasir ini memiliki unsur penyusun kimia SiO2 berupa kristal silika yang dapat menyebabkan silikosis bagi operator blasting. Media abrasif lain yang dapat digunakan dalam proses sandblasting  adalah pasir copper slag, pasir garnet dan steel grit. Berdasarkan ketiga media abrasif tersebut memang yang paling umum digunakan adalah pasir silika, akan tetapi pasir tersebut mengandung unsur kimia SiO2, silikon dioksida dapat mengakibatkan penyakit silikosis bagi operator dikemudian hari, maka pemanfaatan pasir lokal yang mana dalam hal ini menggunakan pasir Lumajang sebagai media abrasif dalam proses blasting Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh variasi tekanan terhadap hasil kekasaran pada permukaan dari baja AISI 304. (2) pengaruh variasi ukuran pasir terhadap hasil kekasaran pada permukaan dari baja AISI 304. (3) pengaruh variasi tekanan terhadap hasil laju korosi pada permukaan dari baja AISI 304. (4) pengaruh variasi ukuran pasir terhadap hasil laju korosi pada permukaan dari baja AISI 304 dengan beberapa variasi parameter yaitu tekanan 4; 4,4; 4,7 bar serta dengan ukuran pasir mesh 40, 60, dan 80, benda uji menggunakan baja AISI 304 dan pengujian dilakukan menggunakan surface roughness test Mitutoyo SJ 301 dan cairan korosif HCl 1.5 M dengan lama perendaman 2 minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tekanan berpengaruh terhadap hasil kekasaran dari permukaan benda uji, nilai kekasaran terendah terjadi pada tekanan 4 bar yaitu 1,01 μm, sedangkan nilai kekasaran tertinggi terjadi pada tekanan 4,7 bar yaitu 1,94 μm (2) Perbedaan ukuran pasir berpengaruh terhadap hasil kekasaran benda uji, nilai terendah terjadi pada ukuran mesh 80 yaitu 1,01 μm, sedangkan nilai kekasaran tertinggi terjadi pada ukuran mesh 40 yaitu 1,94 μm (3) Tekanan mempengaruhi nilai laju korosi, nilai terendah terjadi pada tekanan 4 bar yaitu 0,3931 mpy, sedangkan yang tertinggi terjadi pada tekanan 4,7 bar yaitu 0,6818 mpy. (4) Perbedaan ukuran pasir mempengaruhi nilai laju korosi, nilai terendah terjadi pada ukuran mesh 80 yaitu 0,3931 mpy, sedangkan yang tertinggi terjadi pada ukuran mesh 40 bar yaitu 0,6818 mpy.   ABSTRACT Sarmaman, Tito. 2019. The Effect of Pressure and Sand Size on the Sand Blasting Process Using Lumajang Sand Media on Surface Roughness and Corrosion Rate of AISI 304. Undergraduate Thesis. Department of Machine Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Aminnudin, S.T., M.T, (II) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T. Keyword : sandblasting, Lumajang sand, AISI 304, roughness, corrosion The sandblasting is a technique using air mixed with high-pressure abrasive (sand) which is blasted on the surface of the materials for removing impurities such as rust, paint, salt, and oil. Abrasive media or sand commonly used is silica sand or known as quartz sand, however it is very dangerous because this sand has a chemical constituent of SiO2 in the form of silica crystals which can cause silicosis for blasting operators. Other abrasive medias that can be used in the sandblasting process are copper slag sand, garnet sand and steel grit. therefore, the local sand in form of Lumajang sand is very potential as an abrasive medium replacement in blasting process. This study aims to determine the effect of pressure and sand size variation on the surface roughness and corrosion rate of the AISI 304. The pressure variation of 4; 4.4; 4.7 bar and with the size of 40, 60 and 80 of mesh sands, were used in this experiment. The tests were done using Mitutoyo SJ 301 surface roughness tester and 1.5 M HCl corrosive liquid with 2 weeks immersion time for the corrosion analysis. The results of this study indicate that the pressure affects the roughness results from the surface of the test object, where the lowest roughness value occurs at 4 bar pressure with the Ra of 1.01 μm, while the highest roughness value occurs at 4.7 bar pressure with the Ra of 1.94 μm. The sand size affects the roughness of the test object, where the lowest value occurs at 80 mesh size with the Ra of 1.01 μm, while the highest roughness value occurs at 40 mesh size with the Ra of 1.94 μm. On the other hand, the pressure affects the corrosion rate, where the lowest value occurs at a pressure of 4 bar with the corrosion rate of 0.3931 mpy, while the highest is at a pressure of 4.7 bar with the corrosion rate of 0.6818 mpy. The sand size affects the value of the corrosion rate, where the lowest value occurs in the mesh size of 80 with the corrosion rate of 0.3931 mpy, while the highest occurs in the mesh size of 40 bar with the corrosion rate of 0.6818 mpy

    Perbedaan daya dan emisi gas buang CO dan HC yang dihasilkan antara injektor standart dan racing pada motor Honda Beat PGMFI 110 cc

    No full text
    Wibowo, Andre Ari. 2019. Perbedaan Daya dan Emisi Gas Buang CO dan HC Yang Dihasilkan Antara Injektor Standart dan Racing Pada Motor Honda Beat PGMFI 110 cc. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Partono M.Pd., (II) Windra Irdianto S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Injektor Standart, Injektor Racing, Daya, Emisi Gas Buang CO dan HC. Seiring dengan berjalanya waktu, dunia otomotif mengalami perkembangan yang begitu cepat, hal ini terdapat pada perkembangan kendaraan bermotor dari sistem konvensional menjadi sistem injeksi. Komponen sistem injeksi yang berperan dalam pemasukan bahan bakar kedalam ruang bakar adalah injektor. Injektor dalam proses pembakaran menjadi bagian mesin yang berhubungan langsung dengan proses pembakaran, sehingga dengan pemilihan injektor racing dapat meningkatkan kualitas pembakaran dan dapat meningkatkan daya dan penurunan emisi gas buang CO dan HC. Akan tetapi, kondisi dimasyarakat ditemukan banyak permintaan masyarakat yang ingin meningkatkan daya dengan penggantian injektor dengan kapasitas lebih besar, tetapi tanpa melakukan bore up pada mesin dan juga penggantian ECM, karena dengan pembelian injektor lebih murah dan tidak semahal dengan penggantian ECM dan perangkat lainya, namun secara teoritis penggantian injektor dengan kapasitas lebih besar tidak sesuai dengan stoikiometri pembakaran, dimana daya terbesar didapat pada campuran 12: 1 dan apabila stoikiometri pembakaran tidak tercapai, maka akan menimbulkan emisi gas buang diantaranya CO dan HC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya dan emisi gas buang CO dan HC antara penggunaan injektor standart 6H-80 cc dan injektor racing 3H-150 cc pada motor Honda Beat PGMFI 110 cc. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen atau eksperimen semu. Analisis data hasil penelitian yaitu dengan menggunakan uji beda paired sample t test dengan menggunakan software IBM spss statistics 20 for wondows. Pengambilan data daya yaitu mulai rpm 5000-8000 dengan kenaikan 1000 rpm, sedangkan pengambilan data emisi gas buang CO Dan HC mulai dari rpm 1500-8000 dengan kenaikan 1000 rpm. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara penggunaan injektor standart 6H-80 cc dengan injektor racing 3H-150 cc, dimana hasil daya menunjukan daya injektor standart 6H-80 cc lebih besar dari injektor racing 3H-150 cc, emisi gas buang CO dan HC lebih rendah injektor standart. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan injektor dapat digunakan pada sepeda motor, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi mesin sehingga tepat dalam penggunaanya dan dapat meningkatkan daya dan rendah emisi gas buang CO dan HC, selain itu penggantian injektor perlu diimbangi dengan penggantian ECM

    Pengaruh Penggunaan Piston Dome Terhadap Daya Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Beat 110 CC

    No full text
    RINGKASAN Putra, Hendra Budi Rukmana. 2019. Pengaruh Penggunaan Piston Dome Terhadap Daya Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Beat 110 CC. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.Pd, MM (II) Drs. Partono M.Pd Kata Kunci: piston dome, daya, CO, dan HC Perkembangan kendaraan bermotor semakin lama semakin tidak terbendung lagi. Hal tersebut tentu memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, dan dampak negatifnya menimbulkan kebisingan, kemacetan, maupun polusi udara akibat gas buang kendaraan tersebut. Untuk mengurangi dampak negatif terutama pada emisi gas buang perlu adanya perlakuan khusus salah satunnya adalah memodifikasi penggunaan piston-nya. Efisiensi pada motor bakar hanya berada dibawah 50%, hal tersebut dikarenakan energi panas yang diubah menjadi energi mekanik tidak 100%. Piston mempunyai peran penting dalam proses pembakaran dan meneruskan daya atau tenaga pada motor. Oleh karena itu, penggunaan piston yang berbeda maka berpengaruh pada volume silinder, perbandingan kompresi, dan efisiensi volumetrik. Sehingga akan berdampak pada perbedaan daya dan emisi gas buang yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental design yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya dan emisi gas buang CO dan HC yang dihasilkan motor Honda Beat 110 cc karena menggunakan piston standarnya dan piston dome Honda Vario 110 cc. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu: pertama, pengambilan data daya dan emisi gas buang CO dan HC dengan menggunakan piston standar; kedua, pengambilan data daya dan emisi gas buang CO dan HC dengan menggunakan piston dome. Pengambilan data dilakukan pada putaran mesin 5000, 6000, 7000, dan 8000 rpm. Untuk mendapatkan data yang akurat, pengambilan data dilakukan sebanyak lima kali pengujian pada tiap rpm. Pengambilan data tentang daya motor dilakukan menggunakan alat dynamometer atau dynotest, sedangkan pengambilan data emisi gas buang CO dan HC menggunakan alat exhause gas analizer. Hasil rata-rata penelitian pada motor Honda Beat 110 cc pada putaran mesin 5000, 6000, 7000, dan 8000 rpm antara lain sebagai berikut: (1) daya menggunakan piston standar sebesar 6,287327 Hp, sedangkan yang menggunakan piston dome sebesar 7,133307 Hp atau lebih baik daya yang dihasilkan piston dome dengan peningkatan 11,859576%; (2) emisi gas buang CO menggunakan piston standar sebesar 2,2935%, sedangkan yang menggunakan piston dome sebesar 6,582% atau lebih buruk emisi gas buang CO yang dihasilkan piston dome dengan peningkatan 65,154968%; (3) emisi gas buang HC menggunakan piston standar sebesar 118,05 ppm, sedangkan yang menggunakan piston dome sebesar 270 ppm atau lebih buruk emisi gas buang HC yang dihasilkan piston dome dengan peningkatan 56,277778%. Bardasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa daya yang dihasilkan motor Honda Beat 110 cc menggunakan piston dome mengalami peningkatan, namun disisi lain emisi gas buang yang dihasilkan menjadi tidak baik. Oleh karena itu, apabila masyarakat melakukan modifikasi pada piston, maka harus memperhatikan rasio kompresinya untuk menentukan jenis bahan bakar atau angka oktan bahan bakar yang dapat digunakan. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya apabila melakukan penelitian sejenis diharapkan pengujian yang dilakukan pada putaran mesin rendah, sedang, dan juga mempertimbangkan keausan komponen mesin

    Hubungan Antara Motivasi Memasuki Dunia Kerja dan Pengalaman Prakerin dengan Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Brantas Karangkates.

    No full text
    ABSTRAKSafitri, Feby Salma Ayu. 2019. Hubungan Antara Motivasi Memasuki Dunia Kerja dan Pengalaman Prakerin dengan Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Brantas Karangkates. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi Memasuki Dunia Kerja, Pengalaman Prakerin, Kesiapan KerjaPenelitian ini dilakukan agar mengetahui hubungan antara motivasi memasuki dunia kerja dan pengalaman prakerin dengan kesiapan kerja siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Brantas Karangkates. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Pada rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional. Yang djadikan subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMK Brantas Karangkates sejumlah 63 siswa. Teknik pengumpulan data dengan angket/kuisioner dan dokumentasi. Dari hasil analisis yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Motivasi memasuki dunia kerja berhubungan dengan kesiapan kerja, hasil analisisnya yaitu uji korelasi sederhana didapatkan nilai koefisien korelasi (r1y) sejumlah 0,507 dengan nilai signifikansi 0,003 yang artinya nilai signifikansi berada dibawah 0,05 ( 0,003 < 0,05 ) jadi  hubungan antara motivasi memasuki dunia kerja (X1) dan kesiapan kerja (Y) dinyatakan positif dan signifikan. 2) Pengalaman prakerin berhubungan dengan kesiapan kerja, hasil analisinya yaitu uji korelasi sederhana didapatkan nilai koefisien korelasi (r1y) sejumlah 0,567 dengan nilai signifikansi 0,001 yang artinya nilai signifikansi berada dibawah 0,05 jadi  hubungan pengalaman prakerin (X2) dan kesiapan kerja (Y) tersebut dinyatakan positif dan signifikan. 3) Pada variabel motivasi memasuki dunia kerja dan pengalaman prakerin dengan kesiapan kerja terdapat hubungan positif dan signifikan. Uji korelasi ganda menghasilkan nilai koefisien korelasi (R12y) sebesar 0,670 dan nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai tersebut lecih kecil dari 0,05. Dari paparan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi memasuki dunia kerja dan pengalaman prakerin dengan kesiapan kerja. Jadi, untuk kedepannya guru lebih sering memberi motivasi agar lebih memiliki kesiapan untuk terjun di dunia kerja.

    Hubungan Penguasaan Mata Diklat Produktif dan Prestasi Prakerin dengan Kesiapan Menghadapi Uji Kompetensi Keahlian Siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Sunan Drajat Lamongan

    No full text
    RINGKASANArif, Ah. Fathul. 2019. Hubungan Penguasaan Mata Diklat Produktif dan Prestasi Prakerin Dengan Kesiapan Menghadapi Uji Kompetensi Keahlian Siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Sunan Drajat Lamongan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E.,M.M., M.Pd. (II) Drs. H. Paryono, S.T.,M.T.Kata Kunci : penguasaan mata diklat produktif, prestasi prakerin, kesiapan menghadapi UKK, uji kompetensi keahlian.SMK merupakan pendidikan tingkat menengah yang dibekali dengan beberapa kompetensi yang bertujuan agar lulusan SMK menjadi lulusan yang berkompeten yang siap mengisi ruang kosong tenaga kerja di Indonesia. Tetapi pada faktanya lulusan SMK adalah penyumbang terbesar penganggura, salah satu penyebabnya adalah kompetensi yang dimiliki oleh siswa SMK belum sesuai dengan apa yang ada di lapangan kerja. Indikator untuk mengukur kompetensi yang dimiliki siswa SMK adalah uji kompetensi keahlian (UKK), dan hasil yang diperoleh dari UKK tersebut yaitu masih banyak terdapat siswa SMK yang mendapatkan hasil dibawah kriteria minimal, hal tersebut disebabkan oleh kesiapan yang dimiliki siswa dalam menghadapi UKK masih rendah.Setelah mengetahui beberapa permasalahan diatas, maka peneliti mencari sesuatu yang berhubungan dengan kesiapan siswa, dan peneliti mempunyai hipotesis bahwa salah satu variabel yang berhubungan dengan kesiapan siswa SMK dalam menghadapi uji kompetensi keahlian yaitu penguasaan mata diklat produktif dan prestasi prakerin. Oleh karena itu rumusan masalah pada penelitian ini antara lain apakah ada hubungan antara penguasaan mata dilat produktif dan prestasi prakerin dengan kesiapan menghadapi uji kompetensi keahlian siswa SMK.Mata diklat produktif merupakan sesuatu yang membekali siswa SMK tentang pengetahuan sesuai bidang yang dipilih dan hal tersebut harus benar benar dikuasai oleh siswa.Selain itu Program Prakerin juga suatu yang penting dan harus benar-benar dimaksimalkan oleh siswa dalam pelaksanaannya, karena prakerin memberikan pengalaman dengan bekerja langsung di dunia industri dan sangat memungkinkan menambah pengetahuan tentang kompetensi yang mungkin tidak didapatkan di sekolah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional, serta menggunakan metode expost facto, yakni dalam penelitian ini tidak ada perlakuan terhadap ubahan-ubahan penelitian, melainkan hanya mengungkapkan fakta berdasarkan gejala yang ada pada responden. Dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 siswa. Data tersebut dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan tes tertulis. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis korelasi tunggal dan analisis korelasi ganda.Hasil pembahasan pada penelitian ini menunjukan bahwa : Ada hubungan antara penguasaan mata diklat produktif dengan kesiapan menghadapi uji  kompetensi keahlian siswa dengan nilai koefisien sebesar 0,773, Ada hubungan antara prestasi prakerin dengan kesiapan menghadapi uji kompetensi keahlian siswa dengan nilai koefisien sebesar 0,523, Ada hubungan antara penguasaan mata diklat produktif dan prestasi prakerin dengan kesiapan menghadapi uji kompetensi keahlian siswa dengan nilai R sebesar 0,791. Setelah mengetahui hasil dari penelitian ini bahwasanya ketiga varibel tersebut saling berhubungan, maka dapat disarankan yaitu proses pembelajaran harus selalu ditingkatkan baik dari kualitas tenaga pendidik serta sarana prasarana pembelajaran, sehingga nantinya pengetahuan yang dimiliki siswa akan meningkat dan akan lebih siap menghadapi UKK. Selain itu SMK juga harus tetap menjalin kerja sama yang solid dengan dunia industri sehingga pelaksanaan prakerin dapat berjalan sesuai rencana, serta lulusan SMK menjadi prioritas dalam penjaringan tenaga kerja di industri

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇