SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Kelistrikan Body Avanza Untuk Kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
ABSTRAKHandoko, Harsono Ryo. 2018. Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Kelistrikan Body Avanza Untuk Kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. (II) Drs. H. Paryono, S.T., M.T.Kata kunci: modul, peer mediated instruction and intervention (PMII), 4D, kelistrikan body standart avanza.Media pembelajaran merupakan alat bantu bagi guru untuk melakukan proses belajar mengajar. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang baik digunakan untuk pembelajaran di SMK. Meskipun modul adalah salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, tetapi modul untuk materi ini belum tersedia dan digunakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Oleh karena itu perlu untuk membuat dan mengembangan modul yang baik dan efektif hkususnya pada materi kelistrikan body standart melalui penelitian pengembangan. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul kelistrikan body avanza yang valid, praktis dan efektif sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.Pengembangan modul bercirikan pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII), pada modul kelistrikan body avanza ini menggunakan model pengembangan 4D dari Thiagarajan yang terdiri dari empat tahap yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Namun untuk tahap disseminate (penyebaran) tidak dilaksanakan.Validasi dari modul ini dilakukan oleh ahli yaitu ahli media dan ahli materi, sedangkan kepraktisan dan keefektifan modul melalui uji coba produk. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar observasi, tes penguasaan materi dan angket. Subjek uji coba modul pengembangan ini adalah 70 siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Uji coba yang dilakukan terhadap modul ini terdiri dari uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (kelas). Hasil dari validasi ahli sebesar 90,74% di nyatakan valid, hasil dari uji coba lapangan observasi modul sebesar 87,50% di nyatakan layak pakai, hasil uji coba lapangan yang dilakukan sebesar 88,5% siswa kelas XI TKR telah menguasai materi kelistrikan Body Avanza. Dari hasil angket, sebanyak 93,73% siswa kelas XI TKR memberikan respon yang positif terhadap penggunaan modul dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, modul kelistrikan body avanza dinyatakan layak untuk dipakai
Analisis Perubahan Komposisi Kimia dan Morfologi pada Proses Pembakaran Sampah Padat Sintetis dan Mikroalga Spirulina platensis
Limbah padat sintetis dan mikroalga Spirulina platensis berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil. Ketersediaan limbah padat sintetis meningkat dan laju pertumbuhan mikroalga Spirulina platensis lebih cepat daripada bahan bakar fosil. Limbah padat sintetis dan mikroalga Spirulina platensis telah diteliti perubahan kimia, makromolekul, mineral, dan morfologi pada setiap tahap dekomposisi pembakaran sebagai salah satu kelayakan bahan bakar alternatif. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji TGA (Thermogravimetric Analysis), SEM-EDX (Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray), FTIR (Fourier-Transform Infrared), and XRD (X-ray Diffraction). Pembakaran dilakukan dengan laju pemanasan 10 °C/menit, dari 25 hingga 1000 °C, dengan laju aliran konstan 100 ml/menit atmosfer udara. Hasil tes TGA, selanjutnya dapat diidentifikasi tahap dekomposisi sampel sebagai fungsi suhu dan waktu. Dekomposisi kandungan air, volatile matter, arang, dan pembentukan abu telah terjadi pada sampah padat sintetis dan mikroalga Spirulina platensis. Hasil pengjuian EDX mengidentifikasi unsur-unsur sampah padat sintetis dan mikroalga Spirulina platensis. Secara umum oksigen, klorin, kalsium, dan titanium menunjukkan peningkatan persentase berat setiap tahap dekomposisi pembakaran. Namun hanya karbon yang mengalami penurunan. Perubahan makromolekul pada sampah padat sintetis dan mikroalga Spirulina platensis diidentifikasi oleh FTIR. Perubahan makromolekul yang signifikan pada setiap tahap dekomposisi selama pembakaran limbah padat sintetis terjadi pada senyawa metilen. Hasil pengujian XRD menunjukkan mineral berubah selama proses pembakaran. Perubahan mineral secara signifikan terjadi pada setiap tahap dekomposisi pembakaran pada sampah padat sintetis pada temperatur 485 °C terjadi pembentukan KCl, sedangkan TiO2, dan SiO2 terdekomposisi pada 590 °C. Perubahan mineral pada mikroalga Spirulina platensis dimulai dengan pembentukan beberapa puncak baru pada terkait dengan keberadaan NaCl, SiO2, dan KCl pada temperatur 295 °C. Pada campuran 70% sampah padat sintetis dan 30% mikroalga Spirulina platensis, TiO2 terdekomposisi pada temperatur 302 °C sedangkan KCl dan AlCl3.6(H2O) masing-masing terbentuk pada temperatur 505 °C dan 710 °C. Analisis morfologi menggunakan SEM menunjukkan bahwa fragmentasi menghasilkan partikel residu yang lebih seragam pada temperatur 435 °C. Pada temperatur 710 °C permukaan residu yang lebih mengkilap yang telah diamati menunjukkan pembentukan mineral dalam bentuk CaCO3
Pengaruh Partisipasi dalam Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kemampuan Berkomunikasi, Kemampuan Bekerjasama, dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran NC/CNC Dasar SMKN 3 Boyolangu Tulungagung
ABSTRAK Ardhiansyah, Septa Rizqi. 2019. Pengaruh Partisipasi dalam Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kemampuan Berkomunikasi, Kemampuan Bekerjasama, dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran NC/CNC Dasar SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Prodi Pendidikan Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd., (2) Agus Suyetno, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : ekstrakurikuler, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama, hasil belajar, NC/CNC dasar Tujuan penelitian ini untuk : (1) Mengetahui pengaruh partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerjasama siswa. (2) Mengetahui pengaruh kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerjasama terhadap hasil belajar siswa kelas XI Teknik Pemesinan 1 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung pada mata pelajaran NC/CNC dasar. (3) Mengetahui pengaruh partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran NC/CNC dasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2018 di SMKN 3 Boyolangu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Teknik Pemesinan SMKN 3 Boyolangu, subyek penelitian diambil dari siswa kelas XI TPm 1 sebanyak 35 siswa. Metode pengumpulan data untuk variabel partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menggunakan dokumentasi, untuk variabel kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama dengan angket, serta untuk hasil belajar mata pelajaran NC/CNC menggunakan tes atau dokumentasi nilai. Hasil penelitian : (1) Terdapat pengaruh partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerjasama siswa kelas XI TPm 1 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, koefisien betha sebesar 0,784. (2) Terdapat pengaruh kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerjasama terhadap hasil belajar siswa kelas XI Teknik Pemesinan 1 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung pada mata pelajaran NC/CNC dasar, koefisien betha sebesar 0,71. (3) Terdapat pengaruh yang tidak langsung dari partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran NC/CNC dasar melalui kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA MATERI SAND CASTING MATA KULIAH PENGECORAN LOGAM JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
AbstrakTujuan penelitian dan pengembangan ini antara lain mengembangkan produk berupa aplikasi android pada mata kuliah praktikum pengecoran logam serta mengetahui tingkat kelayakan dan respon mahasiswa terkait media pembelajaran berbasis aplikasi android yang digunakan pada pembelajaran mata kuliah Praktikum Pengecoran Logam di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Model pengembangan pada penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran aplikasi android dibuat dengan software Autodesk Inventor dan Unity 3D. Pengumpulan data validasi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis android ini menggunakan instrumen berupa angket (kuisioner) yang dilakukan terhadap 3 subjek yaitu: ahli materi, ahli media, kelompok kecil yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 yang sudah menempuh mata kuliah praktikum pengecoran logam. Hasil validasi yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 80%, (2) Ahli media menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 86,5%, (3) Mahasiswa angkatan 2015 menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 89%, dan (4) Mahasiswa angkatan 2015 menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 88,4%.Kata Kunci; Pengembangan media pembelajaran, Android, Pengecoran Loga
Analisis Kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Bidang Teknologi Dan Rekayasa Di Kota Malang
Kata kunci: SMK, Bursa Kerja Khusus (BKK), Analisis Kinerja. Pendidikan menengah yang sebelumnya lebih berorientasi pada sekolah menengah atas (SMA) sekarang mulai diubah ke sekolah menengah kejuruan (SMK). Tujuan memperbanyak SMK untuk membantu mengurangi pengangguran yang masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Namun fakta jumlah pengannguran SMK yang masih tinggi menunjukan SMK masih belum Efektif. Kinerja dari BKK di setiap SMK mempengaruhi keterserapan lulusannya ke dunia kerja. Penelitian ini dilakukan menggunakan penelitian evaluasi, dalam penelitian ini digunakan evaluasi discrepancy yang ingin mengetahui bagaimanakah kesenjangan yang terjadi pada dimensi kinerja BKK yang terdiri dari dimensi input, proses, output, sehingga hasil evaluasi akan menyajikan informasi aspek-aspek yang mengalami kesenjangan dan kemudian dapat digunakan sebagai acuan dalam perbaikan. Langkah awal dalam tahap evaluasi discrepancy: (1) membuat standar (instrumen), (2) menentukan kesenjangan yang terjadi antara kinerja, (3) menggunakan informasi kesenjangan untuk meningkatkan, menjaga, atau menghentikan program tersebut. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 6 Malang, SMK Nasional Malang, SMK Muhammadiyah 1 Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kinerja bursa kerja khusus (BKK) SMK bidang teknologi dan rekayasa Kota Malang ditinjau dari dimensi input dengan perolehan skor SMKN 6 Malang 87, SMK Nasional Malang 88, SMK Muhammadiyah 1 Malang 72, dengan skor rata-rata 83,3 yang terkategori baik, sedangkan nilai discrepancy SMKN 6 Malang 29,7%, SMK Nasional Malang 28,6%, SMK Muhammadiyah 1 Malang 35,3%, yang terkategorikan rendah, masih membutuhkan pembenahan kinerja BKK. Ditinjau dari dimensi proses dengan perolehan skor SMKN 6 Malang 1061, SMK Nasional Malang 1017, SMK Muhammadiyah 1 Malang 878, dengan skor rata-rata 985,3 terkategorikan baik, sedangkan nilai discrepancy SMKN 6 Malang 25,9%, SMK Nasional Malang 30,9%, SMK Muhammadiyah 1 Malang 46,6%, yang terkategorikan rendah, masih membutuhkan pembenahan kinerja BKK. Ditinjau dari dimensi output dengan perolehan skor SMKN 6 Malang 209, SMK Nasional Malang 204, SMK Muhammdiyah 1 Malang 173, dengan skor rata-rata 195,3, yang terkategorikan baik, sedangkan nilai discrepancy SMKN 6 Malang 33,8%, SMK Nasional Malang 36,2%, yang terkategorikan rendah, masih membutuhkan pembenahan kinerja BKK, namun untuk SMK Muhammadiyah nilai discrepancy 50,9%, terkategorikan tinggi, sehingga membutuhkan banyak pembenahan agar kinerja lebih baik
OPTIMASI JUMLAH NOZZLE, DIAMETER NOZZLE, DAN JUMLAH BUCKET TURBIN PELTON MENGGUNAKAN PENDEKATAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS DAN METODE TAGUCHI
RINGKASAN Leman, Onny Yunas. 2019. Optimasi Jumlah Nozzle, Diameter Nozzle, dan Jumlah Bucket Turbin Pelton Menggunakan Pendekatan Computational Fluid Dynamics dan Metode Taguchi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Retno Wulandari, S.T., M.T. (II) Redyarsa Dharma Bintara, S.T., M.Sc. Kata Kunci: optimasi, bucket, nozzle, turbin Pelton, computational fluid dynamics, metode Taguchi.Seiring menipisnya cadangan bahan bakar fosil di Indonesia, sumber air dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber pembangkit karena jumlahnya yang melimpah. Turbin Pelton merupakan salah satu jenis turbin air yang dapat digunakan karena memiliki efisiensi yang relatif tinggi dan tidak memerlukan debit aliran yang besar. Namun, turbin Pelton masih mempunyai kelemahan dari segi penentuan jumlah bucket dan nozzle yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi variasi percobaan jumlah bucket (Nb), diameter nozzle (Dj), dan jumlah nozzle (Nj) terhadap efisiensi Turbin Pelton. Jumlah bucket divariasikan berdasarkan perhitungan teoritis yaitu 24 & 27 buah, diameter nozzle 5,5 mm & 7 mm, dan jumlah nozzle menggunakan nozzle tunggal dan nozzle ganda dengan arah horizontal. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan membuat Design of Experiment (DoE) menggunakan metode Taguchi pada Minitab 18.0. Langkah selanjutnya adalah menghitung dimensi turbin, kemudian didesain menggunakan Autodesk Inventor 2016. Desain turbin disimulasikan dengan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan ANSYS Fluent 17.0 Workbench untuk mendapatkan nilai torsi dan kecepatan tangensial. Nilai tersebut digunakan dalam persamaan perhitungan unjuk kerja turbin berupa daya dan efisiensi. Tahap terakhir ialah mengoptimasi variabel penelitian untuk mengetahui variasi percobaan yang paling optimal, dan besar pengaruh variabel penelitian terhadap efisiensi turbin.Hasil perhitungan unjuk kerja turbin menunjukkan daya turbin terbesar pada variasi percobaan menggunakan jumlah bucket 27, nozzle ganda dengan diameter nozzle 5,5 mm yang menghasilkan daya turbin sebesar 151,367 Watt. Perhitungan nilai efisiensi terbesar juga dihasilkan pada variasi percobaan menggunakan jumlah bucket 27 nozzle ganda dengan diameter nozzle 5,5 mm yang menghasilkan efisiensi sebesar 64,69%. Hasil optimasi berdasarkan nilai respons dari Means (M) pada metode Taguchi menunjukan variasi percobaan paling optimal yaitu pada variasi jumlah bucket 27 (M=0,5370), nozzle ganda (M=0,5891) dengan diameter 5,5 mm (M=0,6073). Berdasarkan delta dari metode Taguchi, variabel yang paling berpengaruh terhadap efisiensi dari yang terbesar hingga terkecil yaitu diameter nozzle (M=0,1943), jumlah nozzle (M=0,1578), dan jumlah bucket (M=0,0537)
Analisis Variasi Penambahan Unsur Karbon Arang Kayu Terhadap Kualitas dan Kekerasan pada Pengecoran Logam Al-Si dengan Metode Lost Foam Casting
Kata Kunci: kualitas hasil pengecoran, cacat makro, struktur mikro,kekerasan, lost foam casting.Pengecoran logam adalah proses pengolahan bahan logam yang dicairkan dalam tungku, dituangkan kedalam cetakan, kemudian dibiarkan dingin dan membeku dalam cetakan, lalu cetakan dibongkar untuk diambil hasilnya. Terdapat beberapa metode pengecoran yang dapat digunakan salah satunya adalah lost foam casting. Keuntungan menggunakan metode lost foam casting adalah biaya proses yang relatif murah. Kelemahan dari lost foam casting adalah cacat pororsitas yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan pengecoran metode lain. Semakin banyak cacat yang terjadi maka kualitas dan sifat mekanik benda cor akan menurun. Selain cacat penggunaan bahan baku juga berpengaruh pada kualitas dan sifat mekanik benda cor. Pada praktikum pengecoran disekolah bahan baku yang digunakan adalah logam yang dilebur kembali (remelting). Semakin banyak remelting yang dilakukan maka sifat mekaniknya akan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cacatmakro, cacat mikro dan kekerasan pada Al-Si (remelting) yang dicampur dengan arang kayu jati.Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitianpre-experimental design model One-Group Pretest-Posttest Design.Al-Si tanpa perlakuan (tanpa penambahan arang kayu) akan dianalisis cacat makro, cacat mikro dan kekerasan lalu dibandingkan dengan Al-Si yang sudah diberi perlakuan (penambahan arang kayu) setelah itu disimpulkan hasilnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana data yang dianalisis adalah hasil pengujian cacat makro, cacat mikro, dan uji kekerasan.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa,cacat makro paling banyak adalah variasi arang kayu jati 0,35% dengan jumlah cacat lubang jarum ±29 dan cacat struktur butir terbuka ±14. Cacat fisik didominasi oleh cacat rongga udara dan lubang jarum pada spesimen tiap variasi. Pada hasil uji struktur mikroter dapat cacat porositas mikro pada seluruh spesimen tiap variasi arang kayu. Pada uji kekerasan nilai kekerasan Al-Si dengan campuran arang kayu 0,50% merupakan yang paling tinggi. Sedangkan nilai kekerasan Al-Si dengan campuran arang kayu 0,35% merupakan yang paling rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan arang kayu mempunyai pengaruh terhadap nilai kekerasan Al-Si. Semakin banyak variasi arang kayu jati nilai kekerasan meningkat. Berdasarkan pengujian foto makro jumlah cacat berpengaruh pada kekerasan Al-Si. Semakin banyak cacat yang terjadi, maka nilai kekerasan semakin menurun. Jika menggunakan metode lost foam casting disarankan untuk menggunakan permea bilitas pasir cetak yang baik yaitu 30-150 ml/menit untuk mengurangi jumlah cacat yang terjadi akibat gas hasil pembakaran foam
Studi Tentang Kesesuaian Fasilitas PraktikumProgram Keahlian Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Di Smk PGRI 3 Malang
RINGKASANNariandi, Erio Kandra. 2019. Studi Tentang Kesesuaian Fasilitas PraktikumProgram Keahlian Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Di Smk PGRI 3 Malang.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd. (2) Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Kesesuaian, Fasilitas PraktikumOtomotif, Teknik Kendaraan Ringan.SMK merupakan bentuk lembaga pendidikan menengah yang dimana dalam penyelenggaraannya peserta didik akan dibekali keterampilan khusus sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih. Kompetensi atau keterampilan yang diperoleh peserta didik dari SMK sudah disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha atau dunia industri untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menjadi tenaga profesional di bidangnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesesuaian fasilitas praktikum di bidang otomotif khususnya Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Penelitian ini mengambil tempat di SMK PGRI 3 Malang. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwaTrainer Unit memiliki persentase79,5% peralatan dalam kondisi baik. Untuk peralatan tangan dan peralatan umum memiliki tingkat kesesuaian sebesar 86,5 % dan dikategorikan sangat sesuai. Untuk alat ukur peralatan yang tersedia 87,5 % peralatan dinyatakan layak digunakan. Peralatan khusus yang dinyatakan layak digunakan sebesar 89,5 %. Untuk peralatan pendukung yang layak digunakan sebesar 74,5 %.Persentase kesesuaian area kerja mesin otomotif sebesar 50% dan rasio area kerja sebesar 25%, persentase kesesuaian area kerja kelistrikan sebesar 100% dan persentase rasio area kerja sebesar 25%, persentase kesesuaian area kerja chassis dan sistem pemindah tenaga sebesar 75% dengan persentase rasio area kerja sebesar 18,75%, persentase kesesuaian ruang penyimpanan dan instruktur sebesar 83,3% dengan rasio area kerja sebesar 125%. Sedangkan untuk perabot dan peralatan pendukung memiliki persentase sebesar 100%.Bedasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan kondisi peralatan sudah cukup baik.Saran bagi pihak sekolah adalah (1) Melakukan perbaikan pada peralatan-peralatan yang mengalami kerusakan ringan dan melakukan penggantian peralatan yang rusak dengan peralatan baru (2) Menambah jumlah alat praktikum yang masih kurang (3) Menambah luas bengkel sehingga didapat rasio peserta didik yang sesuai standar. SUMMARYNariandi, Erio Kandra. 2019. Study Of The Suitability facility Of The Automotive Engineering Expertise Program Competency In Automotive Light Vehicle Engineering At PGRI 3 Malang Vocational School.Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisers : (1) Drs. Partono, M.Pd. (2) Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd. Keywords : Suitability, Automotive Practice Facilities, Light Vehicle Engineering.Vocational High School is a form of secondary education institution in which students will be given special skills in accordance with their chosen field of expertise. The competencies or skills acquired by students from vocational schools have been adjusted to the needs of the business world or industry to prepare students to become professionals in their fields.This study aims to measure the level of suitability of practicum facilities in the automotive field, especially Automotive Light Vehicle Engineering. This study took place at PGRI 3 Malang Vocational Schools. In this study the method used is quantitative descriptive and the data analysis technique used is descriptive statistics.The results of this study indicate that Trainer Units have a percentage of 79.5% of equipment in good condition.Hand tools and general equipment have a suitability level of 86.5% and are categorized as very suitable.For the available measuring equipment, 87.5% of the equipment is declared suitable for use.Special equipment that is declared suitable for use is 89.5%. For supporting equipment that is feasible to use it is 74.5%.The suitability percentage of the automotive engine work area is 50% and the work area ratio is 25%, the percentage of suitability of the electrical work area is 100% and the percentage of work area ratio is 25%, the suitability percentage of the chassis work area and power transfer system is 75% with a percentage ratio area work at 18.75%, the percentage of suitability of storage space and instructors is 83.3% with a work area ratio of 125%. Whereas for furniture and supporting equipment has a percentage of 100%.Based on these results it can be said that the condition of the equipment is good enough. Suggestions for the school are (1) Making repairs to equipment that has minor damage and replacing damaged equipment with new equipment (2) Increasing the number of practicum equipment that is still lacking (3) Adding the area of the workshop so that the appropriate student ratio is obtained standard
Hubungan antara Literasi Internet dan Minat Belajar dengan Hasil Belajar Teknologi Dasar Otomotif Siswa Kelas X TKRO SMKN 1 Glagah Banyuwangi
Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui hubungan antara literasi internet sebagai sumber belajar dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif siswa kelas X TKRO SMKN 1 Glagah, (2) untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif siswa kelas X TKRO SMKN 1 Glagah, dan (3) untuk mengetahui hubungan antara literasi internet sebagai sumber belajar dan minat belajar dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif siswa kelas X TKRO SMKN 1 Glagah. Literasi internet merupakan suatu kemampuan mengakses dan memilih materi belajar yang tepat. Minat belajar merupakan suatu hasrat yang kuat dengan didasari rasa suka, rasa ketertarikan, dan perhatian terhadap objek yang dipelajari. Hasil belajar teknologi dasar otomotif merupakan perubahan pengetahuan, dan ketrampilan setelah mengalami proses pembelajaran teknologi dasar otomotif. Rancangan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Subjek penelitian yang digunakan adalah 51 siswa kelas X TKRO SMKN 1 Glagah Banyuwangi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen jenis tes (soal), angket/kuesioner, dan dokumentasi. Uji analisis digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel yang digunakan pada penelitian ini yang menggunakan analisis korelasi sederhana dan korelasi ganda. Hasil uji analisis yang telah diperoleh, yaitu: (1) hubungan antara literasi internet dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif nilai signifikansi 0,000 < 0,05, (2) hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan (3) hubungan antara literasi internet dan minat belajar dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) ada hubungan yang signifikan antara literasi internet dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif siswa kelas X TKRO SMKN 1 Glagah Banyuwangi, (2) ada hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif siswa kelas X TKRO SMKN 1 Glagah Banyuwangi, dan (3) ada hubungan yang signifikan antara literasi internet dan minat belajar dengan hasil belajar teknologi dasar otomotif siswa kelas X TKRO SMKN 1 Glagah Banyuwangi
Korelasi antara Ergonomi Lingkungan dan Job Safety Analysis (JSA) dengan Mechanical Integrity Program pada PT. PAL Indonesia (Persero)
Perusahaan yang berhubungan dengan pengelasan dan pemesinan memiliki potensi kecelakaan yang tinggi, salah satu perusahaan tersebut adalah PT. PAL Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang produksi kapal laut (kapal niaga dan kapal perang). Awal kecelakaan disebabkan oleh karyawan yang sering mengabaikan kondisi lingkungan kerja dan juga penggunaan peralatan kerja yang tidak menggunakan peralatan kerja yang sesuai standar operasional prosedur. Kecelakaan kerja ini mengakibatkan proses mechanical integrity menjadi terganggu dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara ergonomi lingkungan dan job safety analysis dengan mechanical integrity pada PT. PAL Indonesia (Persero).Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif yang bersifat korelasional. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 55 responden yang dibagi ke dalam divisi kapal perang, divisi kapal niaga, dan divisi jaminan kualitas PT. PAL Indonesia (Persero) dengan teknik pengumpulan data adalah kuesioner tertutup. Data analisis penelitian karyawan PT. PAL Indonesia (Persero) yaitu (1) pemahaman ergonomi lingkungan mempunyai nilai kriteria 12 item sangat baik dan 3 item baik (2) penerapan job safety analysis mempunyai nilai kriteria 20 item sangat baik (3) penerapan mechanical integrity mempunyai nilai kriteria 20 item sangat baik dan 1 item baik (4) hubungan antara ergonomi lingkungan dengan mechanical integrity mempunyai nilai Thitung > Ttabel (7,3401 > 2,004) (5) hubungan antara job safety analysis dengan mechanical integrity mempunyai nilai Thitung > Ttabel (14,8745 > 2,004) (6) hubungan antara ergonomi lingkungan dan job safety analysis dengan mechanical integrity mempunyai nilai Fhitung > Ftabel (109,216 > 3,1751).Berdasarkan hasil penelitian pada karyawan PT. PAL Indonesia (Persero) yaitu (1) Karyawan PT. PAL Indonesia (Persero) memiliki pemahaman ergonomi lingkungan yang sangat baik; (2) Karyawan PT. PAL Indonesia (Persero) mampu menerapkan job safety analysis dengan sangat baik; (3) Karyawan PT. PAL Indonesia (Persero) mampu menerapkan mechanical integrity dengan sangat baik; (4) ada hubungan yang positif dan kuat antara ergonomi lingkungan dengan mechanical integrity; (5) ada hubungan yang positif dan sangat kuat antara job safety analysis dengan mechanical integrity; (6) ada hubungan yang positif dan sangat kuat antara ergonomi lingkungan dan job safety analysis dengan mechanical integrity