SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Teaching Factory dalam Meningkatkan Jiwa Wirausaha dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Produktif pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Malang
RINGKASAN Cahyono, Ahmad Hadi. 2019. Pelaksanaan Teaching Factory dalam Meningkatkan Jiwa Wirausaha dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Produktif pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Widiyanti, M.Pd., (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.M, M.Pd.. Kata Kunci: Teaching Factory, Jiwa Wirausaha, Hasil Belajar, SMK Sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat penting dalam memberikan pengaruh pada keberhasilan pembangunan nasional. Sumber daya manusia menjadi pilar utama pada pembangunan nasional Indonesia. Salah satu jalan yang dapat ditempuh dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkompeten adalah melalui pendidikan Sekolah Menengah kejuruan (SMK). Di sisi lain pada tahun 2018 SMK menyumbang angka pengangguran tertinggi, yaitu sebesar 9,27% dari total jumlah penduduk di Indonesia. Hal ini disebabkan karena banyaknya lulusan SMK tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan pekerjaan yang ada setiap tahunnya. Guna mengatasi hal ini, wirausaha menjadi salah satu solusi yang realistis. Hal ini menjadi alas an fundamental bagi pemerintah dalam menerapkan program teaching factory di SMK. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantatif. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 10 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa program keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada Tahun Ajaran 2018/2019 dengan jumlah 323 orang. Penentuan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah 108 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner/angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan: (1) Hasil pengujian variabel pelaksanaan teashing factory dengan peningkatan jiwa wirausaha diketahui nilai Sig. sebesar 0,046 < 0,05; dan (2) Hasil pengujian variabel teaching factory dengan hasil belajar siswa mata pelajaran produktif diketahui nilai Sig. sebesar 0,036 < 0,05. Kesimpulan: (1) Terdapat hubungan yang signifikan pada variabel pelaksanaan teashing factory dan peningkatan jiwa wirausaha pada program keahlian Teknik Kendaraan Ringan, dan (2) Terdapat hubungan yang signifikan pada variabel teaching factory dan hasil belajar siswa mata pelajaran produktif pada program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK N 10 Malang. SUMMARY Cahyono, Ahmad Hadi. 2019.The Implementation Teaching Factory to Production Course Entrepreneurship and Learning Outcomes Student at Lightweight Vehicle Engineering program in State Vocational High School 10 Malang. Undergraduate Thesis. Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisor: (1) Dr. Widiyanti, M.Pd., (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, MM, M Pd.. Keywords: Teaching Factory, Entrepreneurship, Learning Outcomes, SMK Natural and human resources are very important in giving the influence on the success of national development. Human resources become the main pillar of national development in Indonesia. The human competency can be prepare in the vocational education (SMK). The actually in the 2018 SMK contributed the highest unemployment figures, total 9.27% of population in Indonesia. Because the graduates of the SMK unbalanced the jobs need and of existing job. The entrepreneur became one of realistic solutions. This has been the fundamental reason for the Government in implementing the program of teaching factory in SMK. This research is the kind of quantatif research. This research was conducted at SMK Negeri 10 Malang. Total Population in this research is 323 people, they are students at Light Vehicle Engineering program in the 2018/2019, and sample in this research is 108 student. Sampling technique in this study using a Purposive Sampling. Data collection techniques used are questionaire/question form and documentation. Research results showed: (1) the results of the test execution variables teashing factory with increased entrepreneurial soul known value of 0.046. Gis < 0.05; and (2) the test results with the results of the factory variable teaching students can study a productive subjects known value Sig. amounted to 0.036 < 0.05. Conclusion: (1) there is a significant relationship on variable implementation teashing factory and increased entrepreneurial souls on Light Vehicle Engineering program, and (2) there is a significant relationship on teaching variable factory and results students can study subjects productive on Light Vehicle Engineering program SMK N 10 Malang
PENGARUH KONSENTRASI NANOPARTIKEL PADA NANOFLUIDA MnFe2O4 – ETHYLENE GLYCOL TERHADAP KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA MESIN PENUKAR KALOR TIPE SHELL AND TUBE
RINGKASAN Firlianda, Dinda Anggara. 2019. Pengaruh Konsentrasi Nanopartikel pada Nanofluida MnFe2O4 – Ethylene Glycol Terhadap Karakteristik Perpindahan Panas Pada Mesin Penukar Kalor Tipe Shell And Tube. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T., (II) Avita Ayu Permanasari, S.T., M.T. Kata Kunci: Nanofluida, MnFe2O4-EG, Karakteristik Perpindahan Kalor Nanofluida adalah inovasi terbaru yang bertujuan untuk meningkatkan konduktivitas thermal dari fluida konvensional. Nanofluida digunakan karena memiliki thermophysical properties yang lebih baik daripada fluida yang umum digunakan seperti air, oli, ataupun ethylene glycol. Penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh penambahan nanopartikel MnFe2O4 dengan fluida dasar ethylene glycol terhadap thermophysical properties dari suatu nanofluida serta karakteristik perpindahan panas yang terjadi ketika diaplikasikan pada sebuah alat penukar kalor. Pembuatan nanofluida dilakukan melalui penambahan nanopartikel MnFe2O4 dengan konsentrasi berbeda ke dalam fluida dasar. Penelitian ini menggunakan mesin penukar kalor berjenis shell and tube dengan skala laboratorium, dimana mesin penukar kalor ini nantinya akan digunakan sebagai media pengujian guna mengetahui karakteristik perpindahan panas dengan menggunakan nanofluida MnFe2O4. Pengujian karakterisitik perpindahan panas pada mesin penukar kalor dilakukan dengan menggunakan variasi debit yaitu sebesar 0,2 l/menit, 0,4 l/menit, dan 0,6 l/menit. Hasil pengujian thermophysical propetis di dapat adanya kenaikan seiring bertambahnya konsentrasi nanopartikel, dimana nanofluida yang memiliki thermophysical properties terbaik yaitu dengan penambahan 0,075% nanopartikel MnFe2O4. Kesamaan juga terjadi pada pengujian karakteristik perpindahan panas dimana analisis perpindahan panas menggunakan metode LMTD, didapatkan peningkatan nilai perpindahan panas dimana perpindahan panas tertinggi di dapat pada nanofluida dengan konsentrasi 0,075%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan partikel MnFe2O4 pada fluida dasar ethylene glycol akan meningkatkan thermophysical propertis dari nanofluida dan juga peningkatan karakteristik perpindahan panas. Penggunaan nanofluida juga memiliki kekurangan yaitu meningkatnya nilai pressure drop heat exchanger yang mana akan mempengaruhi penggunaan pompa heat exchager
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN VICKERS SAMBUNGAN LAS DENGAN VARIASI KECEPATAN GESER ELEKTRODA PADA PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW)
RINGKASAN Setiawan, Roni. 2019. Analisis Kekuatan Tarik dan Kekerasan Vickers Sambungan Las dengan Variasi Kecepatan Geser Elektroda pada Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes., (II) Duwi Leksono Edy, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: kecepatan geser elektroda, sifat mekanik, pengelasan SMAW Kecepatan geser elektroda merupakan salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam proses pengelasan. Kecepatan geser elektroda dapat mempengaruhi pemanasan pada material dan sambungan las. Dampak dari pemanasan tersebut mengakibatkan perubahan sifat mekanik khususnya kekuatan tarik dan kekerasan vickers. Kekuatan tarik merupakan kemampuan material untuk menahan beban secara statis atau dinamis dalam area global, sedangkan kekerasan merupakan kemampuan material untuk menerima beban secara statis atau dinamis di daerah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai kecepatan pengelasan pada jarak pengelasan 120 mm; (2) nilai kekuatan tarik; dan (3) nilai kekerasan vickers. Proses pengelasan yang digunakan pada penelitian ini adalah pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) dimana dalam pengelasan ini menggunakan elektroda E7016 LB–52U dengan kampuh V (α = 600, jarak root face 1 mm, dan jarak antar kampuh 1 mm). Rancangan penelitian yang digunakan eksperimen dengan desain rancangan pre experimental design. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dimana data statistik diperoleh dari hasil pengujian sambungan las kemudian di deskripsikan. Penelitian ini menggunakan 2 variasi kecepatan geser eletroda yaitu kecepatan 1,99 mm/s dan kecepatan 1,33 mm/s. Dari hasil analisis diperoleh bahwa variasi kecepatan geser elektroda mempengaruhi nilai kekuatan tarik dan kekerasan sambungan las. Hasil penelitian ini menghasilkan dua variasi pengelasan yaitu 1,99 mm/s dan 1,33 mm/s. Masing–masing variasi menunjukkan perbedaan nilai kekuatan tarik dan HVN pada kecepatan geser elektroda 1,99 mm/s dan 1,33 mm/s. Pada kecepatan geser elektroda 1,99 mm/s menghasilkan nilai kekuatan tarik rata–rata sebesar 63,05 kg/mm2 dan nilai kekerasan vickers diperoleh rata–rata sebesar 290,12 HVN, sedangkan untuk kecepatan geser elekroda 1,33 mm/s menghasilkan nilai kekuatan tarik rata–rata sebesar 64,32 kg/mm2 dan untuk kekerasan vickers memperoleh nilai rata–rata sebesar 274,06 HVN
AnalisisSifatMekanikdanCacatMakroPaduan Al-Cu Berpenguat Al2O3denganVariasiWaktuPengadukanpada Proses Stir Casting
Kata Kunci: sifat mekanik, kekuatan tarik, kekerasan, cacat makro, Al2O3, waktu pengadukan, stir castingPenambahan unsur penguat non logam dapat digunakan untuk memperbaiki sifat aluminium dan meningkatkan kekuatan mekanik yang diinginkan. Al2O3 merupakan material keramik non silikat dan sering digunakan sebagai penguat pada pembuatan komposit logam. Metodestir casting merupakan metode yang paling cocok untuk menghasilkan logam berpenguat non logam. Metodestir casting memiliki beberapa parameter yang dapat mempengaruhi sifat mekanik aluminium. Waktu pengadukan merupakan salah satu dari berbagai jenis parameter yang ada pada proses stir casting. Waktu pengadukan pada proses stir casting diharapkan dapat menjadi salah satu parameter yang berperan dalam meningkatkan dan memperbaiki sifat mekanik dari logam Al-Cu berpenguat Al2O3.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis pendekatan kuantitatif. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah pre-experimental design dengan model One–shot Case Study, di mana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan selanjutnya dianalisis hasilnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana data yang dianalisis adalah hasil pengamatan cacat makro, uji kekuatan tarik, dan uji kekerasan.Hasil penelitian ini diperoleh dengan teknik dokumentasi. Cacat makro pada semua spesimen dengan waktu pengadukan 60, 180, dan 300 detik mengalami cacat deformasi karena pergeseran. Cacat makro terbanyak setelah cacat pergeseran adalah cacat penyusutan yang juga dialami hampir seluruh spesimen. Sedangkan, cacat yang jarang terjadi adalah cacat lubang jarum yang hanya dialami oleh spesimen 2 dan 3 pada waktu pengadukan 60 detik. Sifat mekanik meliputi kekuatan tarik dan kekerasan. Hasil pengujian kekuatan tarik menujukkan adanya penurunan terhadap nilai kekuatan tarik. Kekuatan tarik pada waktu pengadukan 60 detik diperoleh rata-rata 181,4MPa. Sedangkan, pada waktu pengadukan 180 detik diperoleh rata-rata 158,3 MPa, dan kekuatan tarik pada waktu pengadukan 300 detik diperoleh rata-rata 139,1 MPa. Hasil uji kekerasan microvickers menunjukkan adanya kenaikan pada nilai kekerasan. Kekerasan pada waktu pengadukan 60 detik diperoleh rata-rata 53,03 HV. Sedangkan, pada waktu pengadukan 180 detik diperoleh rata-rata 57,94 HV, dan kekerasan pada waktu pengadukan 300 detik diperoleh rata-rata 73,7 HV. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tingkat waktu pengadukan dapat meminimalisir terjadinya cacat makro paduan Al-Cu. Penambahan tingkat waktu pengadukan juga dapat meningkatkan kekerasan spesimen Al-Cu, namun kekuatan tarik paduan Al-Cu menurun. Jumlah cacat makro tidak berpengaruh terhadap sifat mekanik paduan Al-Cu. Pada proses peleburan logam Al-Cu berpenguat Al2O3 dengan metodestir casting, disarankan menggunakan koferal dan digiser sebagai bahan pengikat terak dan pengikat gelembung gas
Pengaruh Penggunaan Biosolar B20 dan Pertamina DEX Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Mesin Diesel 4JA1 Direct Injection
RINGKASAN Suryaningrat, Muhammad. 2019. Pengaruh Penggunaan Biosolar B20 dan Pertamina DEX Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Mesin Diesel 4JA1 Direct Injection. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Paryono, S.T., M.T. (II) Fuad Indra Kusuma, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci: Biosolar B20, Pertamina DEX, Bahan Bakar, Emisi, Diesel. Kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat sementara ketersediaan sumber daya semakin menipis. Kondisi ini menuntut adanya solusi sumber bahan bakar alternatif yang renewable untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan diharapkan dapat mengurangi polusi akibat emisi gas buang. Bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang disediakan oleh Pertamina saat ini adalah Biosolar B20 dan Pertamina DEX (Diesel Environment Extra). Kedua jenis bahan bakar tersebut lebih ramah lingkungan karena telah memenuhi standar emisi gas buang dan memiliki kandungan sulfur yang rendah. Adapun Pertamina DEX diketahui memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan biosolar B20 dengan kandungan cetane number 53. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang (polutan) atau opasitas antara mesin diesel yang menggunakan bahan bakar Biosolar B20 dan Pertamina DEX. Penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen. Perlakuan bahan bakar yang berbeda diuji pada putaran rendah 1500 rpm, 1750 rpm, putaran sedang 2000 rpm, 2250 rpm, dan putaran tinggi 2500 rpm, 2750 rpm. Objek penelitian yang digunakan adalah mobil Isuzu Panther Touring 2001 dengan mesin diesel berkapasitas 2.499cc direct injection empat silinder OHV. Selain itu, bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar Biosolar B20 dengan angka Cetane Number 48 dan bahan bakar Pertamina DEX dengan angka Cetane Number 53. Pengujian konsumsi bahan bakar dilakukan di Laboratorium Otomotif Universitas Negeri Malang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Uji-t berpasangan (Paired sample t-Test) pada program SPSS 23. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p 0,003 < 0,05) antara penggunaan Biosolar B20 dan Pertamina DEX terhadap konsumsi bahan bakar mesin diesel 4JA1 Direct Injection dengan putaran mesin rendah (1500,1750 rpm), menengah (2000,2250 rpm) dan atas (2500,2750 rpm). Terdapat perbedaan signifikan (p 0,005 < 0,05) antara emisi gas buang (opasitas) pada penggunaan bahan bakar Biosolar B20 dan Pertamina DEX. Mesin diesel 4JA1 direct injection dengan putaran mesin rendah (1500,1750 rpm), menengah (2000,2250 rpm) dan atas (2500,2750 rpm). Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar Biosolar B20 dan Pertamina DEX pada mesin diesel 4JA1 memiliki perbedaan yang signifikan. Konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada mesin diesel lebih irit bila menggunakan Pertamina DEX. Berdasarkan temuan tersebut, maka penggunaan mesin diesel Direct Injection lebih disarankan untuk menggunakan bahan bakar jenis Pertamina DEX. SUMMARY Suryaningrat, Muhammad. 2019. The Effect of Biosolar B20 and Pertamina DEX Toward Fuel Consumption and Exhaust Gas Emission of 4JA1 Direct Injection Diesel Engine. Department of Automotive Engineering Education. Faculty of Engineering. State University of Malang. Supervisors: (I) Drs. Paryono, S.T., M.T. (II) Fuad Indra Kusuma, S. Pd., M. Pd. Keywords: Biosolar B20, Pertamina DEX, Fuel Consumption, Emission, Diesel. Nowadays, the demand for fuel oil is continuously increasing while the availability of resources is getting more limited. This condition requires a renewable alternative fuel source to reduce both the fossil fuel dependency and the pollution due to the exhaust emissions. Currently, alternative fuels for diesel engines provided by Pertamina are biodiesel B20 and Pertamina DEX (Diesel Environment Extra). Both fuels are more environmentally friendly as they meet exhaust emissions standards and have low sulfur content. Pertamina DEX is known to have higher quality than biodiesel B20 with cetane number 53. This study aimed to analyze the differences in fuel consumption and exhaust emissions (opacity) between diesel engines using Biosolar B20 fuel and Pertamina DEX. The method implemented in this research was Quasi-Experimental. The treatment of each fuel was tested at low speed (1500 rpm and 1750 rpm), medium speed (2000 rpm and 2250 rpm), and high speed (2500 rpm & 2750 rpm). The object of the experiment was the Isuzu Panther Touring 2001 with an OHV four-cylinder 2.499cc direct injection diesel engine. In addition, the fuels tested were Biosolar B20 with cetane number 48 and Pertamina DEX with Cetane number 53. Fuel consumption testing was carried out in the Laboratory of Automotive State University of Malang. The method of hypothesis testing was Paired sample t-Test processed on the SPSS program. Based on the results, it was found that there was a significant difference (p 0.003 < 0.05) between the fuel consumption of Biosolar B20 and Pertamina DEX tested on 4JA1 Direct Injection diesel engines at low speed (1500 and 1750 rpm), medium speed (2000 and 2250 rpm) and high speed (2500 and 2750 rpm). There was also significant difference (p 0.005 < 0.05) in exhaust gas emissions (opacity) between diesel engine using Biosolar B20 and Pertamina DEX at low speed (1500 and 1750 rpm), medium speed (2000 and 2250 rpm) and high speed (2500 and 2750 rpm). Therefore, it can be concluded that the use of Biosolar B20 and Pertamina DEX for 4JA1 diesel engine have a significant difference. The fuel consumption and exhaust emissions in diesel engines were lower when using Pertamina DEX. Based in this finding, the use of Pertamina DEX for 4JA1 direct injection diesel engines is more recommended as it is more efficient and produce lower exhause gas emission
Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping dan Motivasi Belajar terhadap Keaktifan Proses Pembelajaran dan Tingkat Pemahaman Materi Sistem Pemindah Tenaga Di SMK
Proses pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah model pembelajaran dan motivasi belajar. Banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan di SMK, namun yang terpenting model pembelajaran tersebut harus dapat membuat siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran (Student Centered Learning/SCL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris perbedaan dan interaksi antara penerapan model pembelajaran mind mapping (mind mapping silabus dan mind mapping bab) dan motivasi belajar (tinggi dan rendah) terhadap keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi sistem pemindah tenaga di SMK.Model pembelajaran mind mapping merupakan model pembelajaran yang menggunakan mind map dengan sebuah kertas manila yang dibuat berdasarkan kreativitas siswa, kemudian hasil dari mind map tersebut didiskusikan dalam kelas dengan presentasi dan tanya jawab. Motivasi belajar merupakan daya penggerak dalam diri siswa yang mendukung siswa untuk bekerja giat, semangat belajar, dan antusias yang tinggi untuk mencapai hasil yang optimal. Keaktifan proses pembelajaran merupakan aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas, baik berupa aktivitas fisik maupun mental. Pemahaman merupakan kemampuan siswa dalam mengkontruksi dan mencerna materi dalam proses pembelajaran. Sistem pemindah tenaga merupakan materi yang terdapat dalam matapelajaran pemeliharaan sasis dan pemindah tenaga di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Penelitian ini di lakukan di SMKN 10 Malang dan SMK Nasional Malang dan sampel penelitian sebanyak 86 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan observasi. Penelitian ini menggunakan analisis MANOVA.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran mind mapping dan motivasi belajar terhadap keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi kompetensi dasar clutch system di SMK, baik pada SMK Negeri 10 Malang dan SMK Nasional Malang, karena nilai signifikansi yang didapatkan < 0,05. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi yang terbaik pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah adalah siswa yang dikenai dengan model pembelajaran mind mapping bab pada SMKN 10 Malang dengan nilai rata-rata sebesar 77,86. Sementara pada SMK Nasional Malang, keaktifan proses pembelajaran dan tingkat pemahaman materi yang terbaik pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah adalah siswa yang dikenai dengan model pembelajaran mind mapping silabus dengan nilai rata-rata sebesar 78,82
Pengaruh Racing Valve Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Beat 108cc
ABSTRAKBhakti, Elektrikkyan Putra. 2019. Pengaruh Racing Valve Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Honda Beat 108cc. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Paryono, S.T, M.T., (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.Pd, MM.Kata Kunci: Honda Beat, Racing Valve, Emisi Gas Buang, Daya.Peningkatan pengguna kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahunnya, khususnya pada sepeda motor. Keadaan tersebut tentunya akan mengakibatkan peningkatan polusi udara yang disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor yang pembakarannya kurang sempurna akibat sifat bahan bakar yang kurang homogen. karena dengan adanya pembakaran yang tidak sempurna yang disebabkan oleh campuran bahan bakar yang terlalu kaya.Dengan adanya permasalahan yang diinginkan masyarakat yang menggunakan mesin dengan kapasitas kecil dengan menghasilkan daya yang tinggi namundengan kapasitas mesinyang kecil ada konsekuensi emisi gas buang yang semakin meningkat, jdi peneliti ingin membuat penelitian tentang peningkatan daya dan emisi gas buang dengan cara menggunakan racing valve.Tujuan dari perubahan pengguanan racing valve yang berukuran 27 (katup in) dan 23 (katup ex) untuk mengetahui perbedaan antara standart valve dengan racing valve terhadap daya dan emisi gas buang pada sepeda motor Honda Beat 108cc. Penelitian uji daya menggunakan alat dynotes yang dilakukan di bengkel AHAS ASIA, sedangkan untuk pengujian data emisi gas buang menggunakan gas analizer yang dilakukan di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini termasuk penelitian metode true eksperiment. Dan analisis data dengan (Uji T) dengan menggunakan SPSS 20 for WindiwsHasil penelitian ini menemukan suatu perbedaan yang signifikan dengan menggunakan standart valve dan racing valve terhadap daya dan emisi gas buang, yang diperoleh dari daya motor sebesar 0,98 HP pada putaran 4000 rpm dan pada putaran 8000, daya yang dihasilkan sebesar 9,38 HP. Peningkatan daya yang signifikan terjadi pada putaran mesin 4500 rpm sampai dengan 8000 rpm. Untuk peniingkatan daya terbesar terjadi pada putaran 8000 rpm sebesar 9,38 HP. Sedangkan emisi gas buang CO sebesar 0,13 % pada putaran 2500 rpm dan pada putaran 8000, CO yang dihasilkan sebesar 2,38 %. Peningkatan emisi gas buang CO yang signifikan terjadi pada putaran mesin 5500 rpm sampai dengan 8000 rpm. Untuk peniingkatan CO terbesar terjadi pada putaran 8000 rpm sebesar 2,38 %. Dan untuk emisi gas buang HC sebesar 121 ppm pada putaran 2500 rpm dan pada putaran 8000, HC yang dihasilkan sebesar 239 ppm. Peningkatan emisi gas buang HC yang signifikan terjadi pada putaran mesin 3500 rpm sampai dengan 8000 rpm. Untuk peniingkatan HC terbesar terjadi pada putaran 8000 rpm sebesar 2,39 ppm.Dengan demikian ini disarankan perlu adanya penelitian dan pengembanga lebih lanjut mengenai pengaruh racing valve dan tekanan kompresi terhadap daya dan konsumsi b
UJI THERMOGRAVIMETRIC, ANALISIS PARAMETER KINETIKA DAN TERMODINAMIKA PEMBAKARAN MIKROALGA Spirulina platensis
RINGKASAN Anwar, Muklisul. 2019. Uji Thermogravimetric, Analisis Parameter Kinetika dan Termodinamika Pembakaran Mikroalga Spirulina platensis. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni S.T., M.T. Kata Kunci: Spirulina platensis, dekomposisi pembakaran, energi aktivasi, orde reaksi, parameter termodinamika. Bahan bakar fosil merupakan sumber energi yang ketersediaannya semakin menipis dan tak terbarukan, sedangkan permintaan semakin bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, moda transportasi, harga energi, dan berkembangnya sektor industri di Indonesia. Agar tidak terjadi multikrisis sumber energi nasional, maka diperlukan sumber energi alternatif pengganti sumber energi fosil yang berkelanjutan. Mikroalga Spirulina platensis menjadi alternatif menjanjikan sebagai sumber energi terbarukan karena tidak bersaing dengan produk pangan, tidak membutuhkan lahan kulvitasi yang luas, kandungan kimia yang menunjang untuk dikonversi menjadi sumber energi, ramah lingkungan (mampu menetralkan CO2), dan tingkat pertumbuhannya yang sangat cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi mikroalga Spirulina platensis sebagai bahan baku energi. Hal tersebut ditinjau dari pola dekomposisi pembakaran, besaran nilai energi aktivasi, dan parameter termodinamika pembakarannya. Data penelitian diperoleh dari pengujian thermogravimetric dengan variasi heating rate 10, 20, 30, dan 40 °C/menit. Dekomposisi pembakaran mikroalga Spirulina platensis terbagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama berkaitan dengan pengurangan kadar air, tahap kedua dihubungkan dengan pelepasan senyawa volatil, dan pada tahap ketiga merupakan tahap pembakaran arang. Besaran nilai energi aktivasi dikalkulasi dengan metode Flynn Wall Ozawa, Vyazovkin, Starink, Arrhenius, dan Coats-Redfern. Besaran rerata nilai energi aktivasi dari keempat heating rate dengan metode Flynn Wall Ozawa, Vyazovkin, Starink, Arrhenius, dan Coats-Redfern masing-masing sebesar 85,01; 101,87; 97,29; 48,78; 53,15 kJ/mol. Perhitungan nilai orde reaksi pada pembakaran mikroalga Spirulina platensis dengan metode Avrami diperoleh nilai minimal sebesar 0,09; sedangkan nilai maksimal yang diperoleh adalah 2,22. Parameter termodinamika hasil pembakaran mikroalga Spirulina platensis memiliki nilai faktor pre-eksponensial (A) dari 2,26x104—9,20x107 s-1, sedangkan nilai enthalpy (ΔH) sebesar 38,0569—102,0500 kJ/mol. Nilai Gibbs free energy (ΔG) dan entropy (ΔS) ditentukan pada kisaran 140,1646—143,6634 kJ/mol dan -68,2388 — -177,8859 J/mol. SUMMARY Anwar, Muklisul. 2019. Thermogravimetric Analysis on the Kinetics and Thermodynamics Parameter of Spirulina platensis Combustion. Thesis, the Mechanical Engineering, Bachelor Program, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T. Keywords: Spirulina platensis, combustion decomposition, activation energy, reaction order, thermodynamic parameters. Fossil fuel is an increasingly depleted and non-renewable energy source, while its demand is continuously increasing along with the growth of population, transportation modes, energy prices, and the development of the industrial sector in Indonesia. In order to avoid a multicrisis of national energy sources, an alternative energy source for subtituting fossil energy is needed. Spirulina platensis is a promising alternative as a renewable energy source due to its less competing with food products, less cultivation land requirement, potential chemical content for energy source, enviromentally friendly characteristics, and rapid grow. This study aims to determine the characteristics and potential of Spirulina platensis as an energy source. These aspects were viewed from the combustion decomposition pattern, the amount of activation energy value, and the thermodynamic parameters of combustion microalgae Spirulina platensis. The research data was obtained from thermogravimetric analysis with the variations in heating rates of 10, 20, 30, and 40 °C/min. Spirulina platensis combustion decomposition is divided into three stages. The first stage is related to the reduction of water content, the second stage is then related to the release of volatile matter, and the final stage is burning fixed carbon. For the amount of activation energy values was calculated by Flynn Wall Ozawa, Vyazovkin, Starink, Arrhenius and Coats-Redfern. The average value of the activation energy of all heating rates with the Flynn Wall Ozawa, Vyazovkin, Starink, Arrhenius and Coats-Redfern were determined to be 85,01; 101,87; 97,29; 48,78; and 53,15 kJ/mol, respectively. The calculation of reaction order values in the combustion of microalgae Spirulina platensis with the Avrami method obtained a minimum value of 0.09 whereas the maximum value obtained was 2.22. The thermodynamic parameters resulting from this research of Spirulina platensis microalgae showed a pre-exponential factor value (A) of 2.26x104—9.20x107 s-1, while the enthalpy value (ΔH) was 38,0569—102,0500 kJ/mol. The Gibbs free energy value (ΔG) and the entropy value (ΔS) were determined at range of 140.1646—143.6634 kJ/mol and -68,2388 — -177,8859 J/mol respectively
analisis kegagalan connecting rod mobil toyota avanza tahun 2013
Bertambahnya volume kendaraan khususnya motor bakar, perlu diantisipasi sedini mungkin jika terjadi kegagalan pada suatu komponen motor bakar. Kegagalan yang mungkin terjadi pada komponen mesin adalah connecting rod. Banyaknya kasus kegagalan komponen khususnya pada connecting rod menjadi acuan untuk meneliti kasus kegagalan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan suatu connecting rod Toyota Avanza 2013 dengan mengetahui sifat fisik dan mekanik dari komponen tersebut melalui berbagai pengujian . Metode yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari beberapa pengujian yaitu, foto makro, uji mikrostruktur, SEM EDX, uji kekerasan, dan simulasi menggunakan metode elemen hingga (FEM) untuk mengetahui tegangan tertinggi pada daerah yang mengalami retakan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa spesimen merupakan jenis AISI 4315 dengan kekerasan 30.98 HRC. Spesimen tersebut memiliki permukaan yang keras namun bersifat ulet pada bagian dalamnya. Hal itu terlihat dari bentuk patahan yang memiliki banyak dimple, beachhmark, dan lipatan patahan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa, retakan yang berada dekat bigend memiliki nilai tegangan dan regangan yang lebih besar ketimbang daerah yang jauh dari bigend. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya retakan yang dekat dengan daerah bigend menjadi penyebab utama kegagalan komponen
Penambahan Zat Additif Minyak Atsiri Norrival Drag pada Pertalite Terhadap Daya Mesin dan Emisi Gas Buang pada Putaran Tinggi pada Motor Honda Vario 125
ABSTRAK Ghamam, A. Fahmi Kasyful. 2019. Perbedaan Penambahan Zat Additif Minyak Atsiri pada Pertalite Terhadap Daya Mesin dan Emisi Gas Buang pada Putaran Tinggi Mesin Sepeda Motor Honda Vario 125. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Paryono, S.T., M.T, (II) Erwin Komara Mindarta, Spd. M.Pd Kata kunci: Zat Additit, Minyak Atsiri, Pertalite, Daya Mesin, Emisi Gas Buang. Penambahan zat additif minyak atsiri pada pertalite pada Honda Vario 125 bertujuan untuk meningkatkan daya mesin dan mengurangi polusi udara pada motor Honda Vario 125. Tujuan Penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan daya mesin sepeda motor yang tidak menggunakan zat additif minyak atsiri dan yang menggunakan tambahan minyak atsiri pada pertalite (2) mengetahui perbedaan emisi gas buang (CO) sepeda motor yang tidak menggunakan zat additif minyak atsiri dan yang menggunakan tambahan minyak atsiri pada pertalite (3) mengetahui perbedaan emisi gas buang (HC) sepeda motor yang tidak menggunakan zat additif minyak atsiri dan yang menggunakan tambahan minyak atsiri pada pertalite. Lokasi Penelitian ini yaitu di bengkel resmi Honda Ahass Asia Motor untuk daya mesin dan di dinas perhubungan Kabupaten Pamekasan untuk emisi gas buang. Penelitian ini termasuk dalam jenis eksperimental ( Experiment). Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu jenis minyak atsiri norrival drag dan variabel terikat yaitu daya mesin dan emisi gas buang pada putaran tinggi yaitu dari 3000 rpm – 9000 rpm untuk daya mesin dan 3000 rpm – 7000 rpm suntuk emisi gas buang. Sedangkan variabel kontrol adalah variabel yang harus dikontrol supaya tidak terpengaruh ke variabel lainnya yaitu mesin standart pabrikan, temperatur kerja mesin 80o sampai 90o dan bahan bakar pertalite. Ketiga variabel tersebut menjadi acuan (instrument) dalam proses pengambilan data. Setelah data dikumpulkan kemudian kemudian diedit dan dicoding sesuai petunjuk. Kemudian, dihitung dengan menggunakan analisis statistik parametris dengan metode one way anova yang dibantu oleh aplikasi IBM SPSS. Hasil yang didapat pada daya mesin terdapat perbedaan hasil pada pertalite murni dan penambahan minyak atsiri namun tidak signifikan, pertalite murni (5,630972 Hp), pertalite + 0,07ml (6,12338615 Hp), pertalite + 0,14ml (6,9698708 Hp), pertalite + 0,21ml (6,85041608 Hp). Hasil yang didapat Pada emisi gas buang Karbon monoksida (CO) ada perbedaan yang signifikan antara pertalite murni dan penambahan minyak atsri, pertalite murni (0,37 %vol), pertalite + 0,07ml (0,67 %vol), pertalite + 0,14ml (0,29 %vol), pertalite + 0,21ml (0,43 %vol). Hasil yang didapat Pada emisi gas buang Hidrokarbon (HC) ada perbedaan yang signifikan antara pertalite murni dan penambahan minyak atsri, pertalite murni (219,78 ppm), pertalite + 0,07ml (259 ppm), pertalite + 0,14ml (225 ppm), pertalite + 0,21ml (167,11 ppm). Untuk penelitian berikutnya disarankan menggunakan minyak atsiri yang berbeda, jumlah volume yang berbeda, dan menggunakan mesin yang berbeda