SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    UJI KEBERTERIMAAN (ACCEPTANCE) MESIN BUBUT DITINJAU DARI KELURUSAN CENTER DAN MEJA UNTUK MESIN BUBUT MERK ANNN YANG DENGAN SERIAL NOMER RAW-B2-055G DAN RAW-B2-056G DI LABORATORIUM TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK Hidayat, Erlanda Rosi. 2019. Uji Keberterimaan (Acceptance) Mesin Bubut Ditinjau dari Kelurusan Center dan Meja untuk Mesin Bubut Merk ANNN YANG dengan Serial Nomer RAW-B2-055Gdan RAW-B2-056Gdi Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Wahono,S.ST.,M.Pd (II) Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci: Ketelitian geometri, mesin perkakas bubut, kedataran alas mesin bubut, kelurusan center. Penggunaan mesin bubut dalam waktu tertentu memungkinkan terjadinya penyimpangan dari standartnya.Mesin bubut yang telah menyimpang akan berpengaruh terhadap bahan hasil pembubutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyimpangan kelurusan pada center kepala tetap dengan kepala lepas serta kedataran alas mesin terhadap hasil pembubutan. Objek penelitian dari skripsi ini adalah mesin bubut  ANNN YANG dengan serial nomor RAW-B2-055G dan RAW-B2-056G. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif/ eksperimental. Pengujian objek meliputi pengujian kelurusan antara center kepala lepas dengan center kepala tetap dan kedataran alas mesin. Spesimen pengujian kelurusan centermenggunakan bahan St 37 yang akan dibubut dan di cek kerataannya menggunakan dial indicator, sedangkan untuk pengujian kedataran alas menggunakan water pass digital Digi-PAS DWL-200dengan standar kedua pengujian menurut ISO 1708. Hasil penelitian menunjukkan nilai kedataran alas kedua mesin terjadipenyimpangan.  Penyimpangan benda kerja ditinjau dari dimensi kelurusan untuk mesin bubut denganserial nomor RAW-B2-055G cenderung cembung. Dimensi dari kelurusanuntuk mesin bubut dengan serial nomor RAW-B2-056G cenderung cekung. Nilai Penyimpangan kedataran alas untukmesin bubut merk ANN YANG dengan serial nomor RAW-B2-055G sebesar 0,027 mm pada jarak pengukuran 300 mm, 0,025 mm pada jarak pengukuran 600 mm dan 0,0 mm/rata pada jarak pengukuran 900 mm. Untuk mesin bubutdengan serial nomor RAW-B2-056G sebesar 0,018 mm pada jarak pengukuran 300 mm, 0,014 mm pada jarak pengukuran 600 mm dan 0,00 mm/rata pada jarak pengukuran 900 mm. Penyimpangan kelurusan center dilihat dari visual langsungmenunjukkan kedua mesin masih di bawah toleransi yang diijinkan menurut ISO 1708. Penyimpangan kelurusan alas meja kiri dan kanan dilihat dengan waterpass digital pada kedua mesin bubut menunjukkan adanya ketidakdataran.Penyimpangan benda kerja ditinjau dari dimensi kelurusan untuk mesin bubut serial nomor RAW-B2-055G cenderung cembung. Sedangkan dimensi kelurusanuntuk mesin bubut serial nomor RAW-B2-055G cenderung cekung.   ABSTRACT Hidayat, Erlanda Rosi. 2019. Acceptance Lathe Test Judging from the alignment Center and Tables for ANNN YANG BrandsMachine Toolwith Serial Number RAW-B2-055G andRAW-B2-056Gin Laboratory Faculty of Engineering, State University of Malang. Sarjana’s Thesis, Mechanical Engineering Major, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors:(I) Drs. Wahono,S.ST.,M.Pd (II) Drs. Imam Sudjono, M.T. Keywords: Accuracy geometry, lathe machine tools, lathes base flatness, straightness center. The use of a lathe in a given time allowing the deviation from standar. Lathes that have strayed will affect the product. The aim is to determine straightness deviation on the fixed head center to head off and flatness forest against the lathe machine. The research object of this thesis is ANNN YANG lathe machine with serial number RAW-B2-055G and RAW-B2-056G. The method in this research using quantitative descriptive research / experimental. The tests include a test object alignment between head off center with fixed head center and the flatness of the machine base. The specimen testing center alignment using the material St 37 will turner in straightness check using dial indicator, while the base for testing flatness using digitalwater pass Digi-Pas DWL-200with two standard tests according to ISO 1708. The results show the value from baseof flatness deviation both machines. Deviations from dimensions of the workpiece straightness review for lathes withserial number RAW-B2-055G tend convex. Dimensions of straightnessfor lathes with serial number RAW-B2-056G tend concave. The value of the forest for flatness deviationANN'S brand lathe with serial number RAW-B2-055G of 0,027 mm at a distance of 300 mm measurement, measuring 0,025 mm at a distance of 600 mm and 0.0 mm / level measurement at a distance of 900 mm. For lathes with serial number RAW-B2-056G of 0,018 mm at a distance of 300 mm measurement, measuring 0,014 mm at a distance of 600 mm and 0.00 mm / level measurement at a distance of 900 mm. Straightness deviation viewed from the visual center directlyshows both engines still below the permitted tolerance according to ISO 1708. The deviation of straightness tablecloth left and right viewed with digital water pass on both the lathe show their ruggedness.Deviations from the dimensions of the workpiece straightness review for lathes serial number RAW-B2-055G tend convex. whiledimensional straightnessfor lathes serial number RAW-B2-055G tend concave

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA MATERI SAND CASTING MATA KULIAH PENGECORAN LOGAM JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    RINGKASAN Valendra, Dicki Ahmad. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android pada Materi Sand Casting Mata Kuliah Pengecoran Logam Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widiyanti, M.Pd., (II) Duwi Leksono Edy, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan media pembelajaran, Android, Pengecoran Logam. Mata kuliah Praktikum Pengecoran Logam merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembelajaran dengan sistem konvensional dalam proses pembelajaran pengecoran logam saat ini sudah bagus, namun dalam segi pemanfaatan dan penggunaan media pembelajaran masih kurang efektif, dan bisa dikembangkan lagi agar pembelajaran bisa lebih bervariasi dan mampu menjadikan mahasiswa dapat belajar secara mandiri. Tujuan penelitian dan pengembangan ini antara lain mengembangkan produk berupa aplikasi android pada mata kuliah praktikum pengecoran logam serta mengetahui tingkat kelayakan dan respon mahasiswa terkait media pembelajaran berbasis aplikasi android yang digunakan pada pembelajaran mata kuliah Praktikum Pengecoran Logam di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Model pengembangan pada penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Adapun dasar untuk menggunakan model pengembangan ini adalah karena model ini memiliki skema alur yang sederhana dan mudah diikuti, dan memberikan kemudahan dalam kegiatan validasi (validasi ahli materi, ahli media, responden). Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran aplikasi android dibuat dengan software Autodesk Inventor dan Unity 3D. Pengumpulan data validasi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis android ini menggunakan instrumen berupa angket (kuisioner) yang dilakukan terhadap 3 subjek yaitu: ahli materi, ahli media, kelompok kecil yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 yang sudah menempuh mata kuliah praktikum pengecoran logam. Hasil validasi yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Ahli materi menunjukkan tingkat kevalidan dengan persentase 80%, (2) Ahli media menunjukkan tingkat kevalidan dengan persentase 86,5%, (3) Mahasiswa angkatan 2015 menunjukkan tingkat kevalidan dengan persentase 89%, dan (4) Mahasiswa angkatan 2015 menunjukkan tingkat kevalidan dengan persentase 88,4%

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN BUBUT DI KELAS XI SMK PEMUDA 3 KESAMBEN

    No full text
    ABSTRAK Alam, Akhsan. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode  Pembelajaran Berbasis Saintifik Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning  Pada Mata Pelajaran Teknik Pemesinan Bubut Di Kelas XI SMK Pemuda 3 Kesamben. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto,ST.,M.M., M.Pd, (2) Marsono,S.Pd.T., M.Pd.,Ph.D. Kata Kunci: model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran langsung (MPL), hasil belajar teknik pemesinan bubut Metode pembelajaran merupakan sebuah pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Didalam sebuah metode pembelajaran terdapat banyak tipe pembelajaran yang dapat meningkatkan keefektifan proses belajar. Pemilihan model pembelajaran yang efektif harus di sesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran langsung (MPL) dalam mata pelajaran teknik pemesinan bubut. Apabila dalam sebuah proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat maka dapat diindikasikan hasil belajar tercapai maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran langsung (MPL) pada mata pelajaran teknik pemesinan bubut dan untuk menghasilkan produk berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experimental design). Subyek pada penelitian ini yaitu kelas XI TPm 1 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran langsung (MPL) dan kelas TPm 3 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Pemilihan subyek penelitian ini menggunakan cara assignment random sampling atau sistem acak. Penelitian ini terdapat empat data kuantitatif yaitu pre-test kelas eksperimen, pre-test kelas kontrol, post-test kelas eksperimen, dan post-test kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal pre-test dan post-test pilihan ganda dan teknik analisis menggunakan bantuan SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang di ajar menggunakan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran teknik pemesinan bubut. Perbedaan signifikan terdapat pada penerapan model pembelajaran problem based learning, dimana kemampuan awal siswa dengan rata-rata 57,92 meningkat menjadi 74,17 dengan persentase peningkatan 16,25%. Perbedaan lain terdapat pada keaktifan siswa di dalam kelas, bagaimana siswa mencari informasi secara individu dan saling berinteraksi dengan teman lain.  

    HUBUNGAN ANTARA BAKAT MEKANIK DAN KEMAMPUAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DENGAN KESIAPAN KERJASISWA PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TKRO DI SMKN 1 TRENGGALEK

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui hubungan antara bakat mekanik dengan kesiapan kerja siswa kompetensi keahlian TKRO SMKN 1 Trenggalek, (2) untuk mengetahui hubungan antara kemampuan Praktik Kerja Industri dengan kesiapan kerja siswa kompetensi keahlian TKRO SMKN 1 Trenggalek, dan (3) untuk mengetahui hubungan antara bakat mekanik dan kemampuan Praktik Kerja Industri dengan kesiapan kerja siswa kompetensi keahlian TKRO SMKN 1 Trenggalek. Bakat Mekanik merupakan potensi diri yang dimilki oleh siswa berkaitan dengan dasar-dasar perbaikan pada kendaraan yang masih bisa dikembangkan dengan cara dilakukan pelatihan. Kemampuan Praktik Kerja Industri merupakan kemampuan yang meliputi pengetahuan, ketrampilan,maupun pengalaman yang diperoleh selama melakukan Praktik KerjaaIndustri di dunia Industri. Kesiapan kerja merupakan kemampuan dari siswapada kompetensi keahlian TKRO yang meliputi pemeliharaan mesin, sasis dan pemindah tenaga, serta kelistrikan kendaraan ringan yang didukung oleh kemampuan fisik maupun mental untuk menghadapi dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII kompetensi keahlian TKRO SMKN 1 Trenggalek sebanyak 59 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan instrumen dokumentasi, angket, dan tes.Dalam penelitian ini dilakukan analisis menggunakan uji korelasi sederhana dan uji korelasi ganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: (1) hubungan bakat mekanik dengan kesiapan kerja siswa nilai signifikansi 0,000 < 0,05, (2) hubungan kemampuan Praktik Kerja Industri dengan kesiapan kerja siswa nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dan (3) hubungan bakat mekanik dan kemampuan Praktik Kerja Industri dengan kesiapan kerja siswa nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) ada hubungan yang signifikan antara bakat mekanik dengan kesiapan kerja siswa kompetensi keahlian TKRO SMKN 1 Trenggalek, (2) ada hubungan yang signifikan antara kemampuan Praktik Kerja Industri dengan kesiapan kerja siswa kompetensi keahlian TKRO SMKN 1 Trenggalek, dan (3) ada hubungan yang signifikan antara bakat mekanik dan kemampuan Praktik Kerja Industri dengan kesiapan kerja siswa kompetensi keahlian TKRO SMKN 1 Trenggalek

    Analisis Kesesuaian Kompetensi Keahlian Dalam Pelaksanaan Internship Program (Magang) Ditinjau Menurut Perspektif Mahasiswa, Perguruan Tinggi, Dan Industri (Studi Kasus PG Kebon Agung Malang)

    No full text
    RINGKASAN Haq, Muchamad, Sifa’ul. 2019. Analisis Kesesuaian Kompetensi Keahlian Dalam Pelaksanaan Internship Program (Magang) Ditinjau Menurut Perspektif Mahasiswa, Perguruan Tinggi, Dan Industri (Studi Kasus PG Kebon Agung Malang). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. Suharmanto, M.Pd. Kata Kunci: kesesuaian kompetensi keahlian, internship program/magang Perguruan tinggi memiliki tujuan untuk dapat menghasilkan SDA yang bagus melalui mahasiswanya yang diukur dalam sebuah nilai sedangkan industri lebih berorientasi pada laba/keuntungan atau juga biaya produksi. Dari sisi ini dapat disimpulkan, bahwa perlu adanya jembatan penghubung antara keduanya agar dapat saling berkontribusi. Mahasiswa yang telah dibekali kompetensi keahlian dalam pembelajaran teori dan praktik sebagai standar yang harus dimiliki sebelum masuk dalam dunia industri, dimana akan mengamati, belajar dan mencari pengalaman kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kompetensi keahlian dalam pelaksanaan internship program/magang yang ditinjau dari fokus yang diteliti yaitu: (1) Jalinan kerjasama antara perguruan tinggi dengan industri ditinjau dari perspektif mahasiswa, perguruan tinggi, dan industri; (2) Tempat dilaksanakannya Internship program/magang ditinjau dari perspektif mahasiswa, perguruan tinggi, dan industri; (3) Peran lembaga pendidikan sebagai badan pelaksana Internship program/magang ditinjau dari perspektif mahasiswa, perguruan tinggi, dan industri; dan (4) Faktor individu/internal mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi pada informan kunci yaitu mahasiswa, perguruan tinggi (dosen), dan pihak industri (PG Kebon Agung Malang). Berdasarkan data yang ada akan dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode/teknik. Hasil pada penelitian ini menunjukkan: (1) Kerjasama antara PG Kebon Agung Malang dan Universitas Negeri Malang belum terjalin. Beberapa hal yang menjadikan kerjasama ini penting adalah kerjasama dapat sebagai jembatan untuk menemukan kesesuaian dalam peningkatan kompetensi sesuai dunia industri, sebagai link pemenuhan tenaga kerja industri oleh lulusan S1 Pendidikan Teknik Mesin yang masih relevan, dan sebagai kebutuhan timbal balik ilmu pengetahuan untuk semua pihak yang terlibat; (2) Banyaknya aplikatif teori dan praktik yang sesuai untuk kompetensi keahlian teknik mesin seperti, mesin konversi energi, pengelasan, motor dll. PG Kebon Agung Malang memberikan sarana dan prasarana dalam pembelajaran magang pada ranah menganalisis, bertanya, akses masuk pabrik secara leluasa untuk observasi, atau mengerjakan manufacturing pada benda yang tidak fital. Dan Industri PG Kebon Agung Malang menfasilitasi mahasiswa dengan pembimbing yang berkompeten dibidangnya sebagai penyesuaian untuk peningkatan kompetensi keahlian; (3) Kesesuaian kompetensi keahlian yang ditunjukkan oleh lembaga pendidikan yaitu Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang dalam memonitoring melalui pembimbing kampus atau dosen dalam pelaksanaan internship program/magang sudah maksimal, tetapi masih perlu adanya peningkatan seperti anggaran, dan penugasan dosen untuk memonitoring mahasiswa magang di industri. Dilihat pada pebekalan kompetensi keahlian Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang telah memberikan seluruh bekal ilmu teori dan praktik sesuai standar yang dibutuhkan ketika akan melaksanakan pembelajaran/pelatihan diindustri. Pihak perguruan tinggi telah memberikan persiapan, pelaksanaan dan penilaian dengan baik namun masih perlu adanya perbaikan seperti persiapan kerjasama dengan industri mitra, monitoring dosen pembimbing. Pada aspek penilaian, baik dari pihak industri maupun perguruan tinggi telah objektif dalam penilaian yaitu dari segi pelaporan dan uji lisan; dan (4) Faktor individu/internal mahasiswa berpengaruh besar dalam pelaksanaan internship program/magang. Kemampuan hard skills dan soft skills sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan magang industri. Pengaruh pemberian tugas oleh pembimbing industri dinilai sebagai faktor penilaian penguasaan kompetensi keahlian mahasiswa, dan dari kesesuaian pengalaman yang diinginkan, dirasa sesuai dengan proposal dan realita dilapangan seperti tujuan untuk mengetahui proses produksi gula, sistem kerja ketel uap, dll. Berdasarkan beberapa hasil temuan penelitian yang ada, terdapat saran kepada beberapa pihak yang terlibat dalam pelaksanaan internship program/magang yaitu: (1) Pihak PG Kebon Agung Malang diharapkan dapat terus menjalin hubungan baik dengan perguruan tinggi ataupun mahasiswa, dapat terus memberikan masukan tentang ilmu dunia kerja kepada mahasiswa magang dan perguruan tinggi, dan terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pihak perguruan tinggi; (2) Universitas Negeri Malang khususnya pada Jurusan Teknik Mesin yang menjadi tempat belajar mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin diharapkan untuk menjalin kerjasama dengan industri mitra dengan membuat kesepakatan kerjasama khususnya PG Kebon Agung, selanjutnya diharapkan untuk selalu meningkatkan pembentukan vocational skills, soft skills, dan hard skills mahasiswanya sebagai standar kebutuhan industri, agar pembelajaran/pelatihan pada magang dapat terlaksana lebih baik lagi; dan (3) Disarankan kepada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin yang magang khususnya diindustri PG Kebon Agung untuk selalu meningkatkan taraf belajar, khususnya kompetensi keahlian teknik mesin kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, dan memanfaatkan pembelajaran diindustri dengan sebaik-baiknya

    Pengembangan Buku Ajar Teknologi Motor Diesel Berbasis Kontekstual untuk Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASANSaputra, Fito Dwi. 2019. Pengembangan Buku Ajar Teknologi Motor Diesel Berbasis Kontekstual untuk Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (2) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd..Kata Kunci: Buku Ajar Kontekstual, Teknologi Motor DieselPembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efesien apa bila tersedia sumber belajar, salah satunya yaitu adanya sumber belajar yang berbentuk bahan ajar. Untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa prodi S-1 PTO FT UM dalam pembelajaran mata kuliah teknologi motor diesel perlu disediakan bahan ajar perkuliahan yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yang mudah dibaca, mudah dipahami, serta dilengkapi dengan gambar yang baik dan menarik. Dilihat dari pentingnya ketersediaan sumber belajar dalam pembelajaran, maka dapat diberikan solusi dengan melakukan pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual (Contextual Teaching-Learning). Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual dan sekaligus untuk mengetahui kualitas bahan ajar dilihat berdasarkan aspek kevalidan, kelayakan serta keefektifan.Model yang digunakan dalam pengembangan ini ada enam langkah, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba pemakaian. Uji coba pemakaian melibatkan mahasiswa Off B3 Prodi S-1 PTO FT UM.Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan hasil validasi aspek kelayakan isi memperoleh persentase sebesar 76,9%, aspek kelayakan penyajian memperoleh persentase sebesar 81,7%, aspek kelayakan kegrafikan memperoleh persentase sebesar 95,1%, dan aspek kelayakan bahasa memperoleh persentase sebesar 75%. dan keseluruhan aspek memperoleh rata-rata skor validasi sebesar 82,2%. Berdasarkan persentase yang diperoleh, bahan ajar memenuhi kriteria layak dapat dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.Hasil uji pemakaian indikator pertama 64% mahasiswa Off B2 dan 92% mahasiswa Off B3 menunjukkan tingkat kesenangan, antusias, dan bersemangat dalammembaca atau menyimak materi. Pada indikator kedua 58% mahasiswa Off B2 dan 87% mahasiswa Off B3 menunjukkan tingkat kepedulian dan merespon terhadap belajar teknologi motor diesel. Pada indikator ketiga 58% mahasiswa Off B2 dan 85% mahasiswa Off B3 menunjukkan tingkat keoptimisan dan keyakinan terhadap manfaat membaca atau menyimak materi. Pada indikator keempat 47% mahasiswa Off B2 dan 82% mahasiswa Off B3 menunjukkan tingkat keserius, keaktifan, dan keterlibatan dalam belajar teknologi motor diesel.Pada indikator kelima 58% mahasiswa Off B2 dan 85% mahasiswa Off B3 menunjukkan tingkat kemauan dan spontan. Berdasarkan respon mahasiswa bahwa produk bahan ajar ini disukai oleh sebagian besar mahasiswa. Sedangkan hasil post test menunjukkan nilai taraf signifikan sebesar 0,00

    Kompetensi Guru Program KeahlianOtomotifdalamPelaksanaanKegiatanPembelajaran di SMK PGRI 3 Malang.

    No full text
    RINGKASANAmin, Defri Syuhadha, 2019. Kompetensi Guru Program Keahlian Otomotif dalam Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (2) Drs. Sumarli, M.Pd, M.T.Kata Kunci: kompetensi guru, pelaksanaan pembelajaranKompetensi merupakan suatu bentuk kriteria atau spesifikasi khusus yang harus dimiliki oleh setiap guru sebagai bentuk gambaran kinerja dan alat ukur terhadap kinerja guru selama melaksanakan tugasnya. Di SMK PGRI3 Malang, guru dihadapkan dengan diizinkannya penggunaan tablet oleh para siswa di dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Serta kondisi lingkungan belajar bercampur dengan kelas lain dalam satu ruangan bengkel.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi guru program keahlian otomotif dalam pelaksanaan kegiatann pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang. Hal ini dapat ditinjau dari : (1) RPP Guru; (2) Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Evaluasi dan penilaian; dan (4) Kondisi lingkungan dan fasilitas pendukung. Dalam penelitian ini dilakukan analisis menggunakan statistic deskriptif melalui penggunaan skala likert.Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan pengumpulan data berupa lembar penilaian yang akan memunculkan skor pada masing-masing. Data yang telah terkumpul kemudian dirubah kedalam bentuk skala likert keperluan analisis secara kuantitatif. Melalui data yang terdapat pada skala tersebut kita membuat bentuk deskripsi dari hasil penelitian.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa kompetensi kelompok guru program keahlian otomotif di SMK PGRI 3 Malang cukup baik. Namun terdapat beberapa faktor yang perlu dibenahi seperti kondisi ruang kelas dan fasilitas siswa dan sarana pendukung kegiatan pembelajaran. Sehingga akan mewujudkan terciptanya kegiatan pembelajaran yang lebih ideal. Hasil penelitian menunjukkan banyaknya skor yang rendah dalam beberapa data. Hal ini karena banyaknya ketidak sesuaian antara pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi di dalam kelas dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Pengaruh terbesar yang menjadi pemicu banyaknya kekurangan skor adalah kondisi ruang belajar para siswa dan lingkungan belajarnya

    Pengaruh Partisipasi Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Kreativitas, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar Mata Pelajatran Menggambar Teknik Kelas X di Smk Negeri 3 Boyolangu Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK Setyatinika, Nursetyoadi 2019. Pengaruh Partisipasi Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Kreativitas, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar Mata Pelajatran Menggambar Teknik Kelas X di Smk Negeri Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd, (2) Dr. Yoto,ST.,M.M., M.Pd Kata Kunci :  ekstrakurikuler, kemampuan kretativitas, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, menggambar teknik Tujuan penelitian ini untuk  : (1) Mengetahui pengaruh partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap kreativitas dan berfikir kritis siswa. (2) Mengetahui pengaruh kreativitas dan kemampuan berfikir kritis terhadap hasil belajar siswa kelas X menggambar Teknik 1  SMKN 3 Boyolangu Tulungagung pada mata pelajaran menggambar teknik . (3) Mengetahui pengaruh partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran menggambar teknik. Penelitian dilaksanakan  2018 di SMKN 3 Boyolangu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan Teknik Pemesinan SMKN 3 Boyolangu, subyek penelitian diambil dari siswa kelas X TPm 1 sebanyak 36 siswa. Metode pengumpulan data untuk variabel partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menggunakan dokumentasi, untuk variabel kemampuan kreativitas dan berpipikir kritis dengan angket, serta untuk hasil belajar mata pelajaran menggambar teknik menggunakan tes atau dokumentasi nilai. Hasil penelitian : (1) Terdapat pengaruh partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap kemampuan kreativitas  dan kemampua berpikir kritis siswa kelas X TPm 1 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, koefisien betha sebesar 0,784. (2) Terdapat pengaruh kemampuan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan 1 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung pada mata pelajaran menggambar teknik, koefisien betha sebesar 0,71. (3) Terdapat pengaruh yang tidak langsung dari partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran menggambar teknik  melalui kemampuan kreativitas  dan berpikir kritis

    Pengembangan Modul Mata Kuliah Praktikum Teknik Pelapisan dan Perlakuan Panas (Heat and Surface Treatment) Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASAN Rahmaniar, Afdila Sinta. 2019. Pengembangan Modul Mata Kuliah Praktikum Teknik Pelapisan dan Perlakuan Panas (Heat and Surface Treatment) Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Wahono S., S.T, M.Pd. dan (II) Drs. Maftuchin Romlie M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan modul, teknik pelapisan, perlakuan panas Berdasarkan pengalaman dan observasi yang dilakukan di Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Malang pada mata kuliah praktikum teknik pelapisan dan perlakuan panas (heat and surface treatment) proses pembelajaran masih menggunakan metode konvensional (praktikum). Proses pembelajaran tersebut dapat membuat mahasiswa menjadi pasif dan menurunkan minat baca. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlunya pengembangan modul yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk aktif di dalam kelas (mandiri) dan meningkatkan minat baca. Pengembangan modul ini dilakukan dengan teknik penyusunan menulis sendiri. Metode pengembangan yang di aplikasikan yaitu menurut Pustekom Depdiknas 2008. Adapun langkah-langkah pengembangan sebagai berikut: bedah kurikulum, identifikasi media, pengembangan naskah, produksi, validasi, penyempurnaan, tes/uji coba dan revisi. Hasil dari penelitian pengembangan ini yaitu modul untuk praktikum teknik pelapisan dan perlakuan panas (heat and surface treatment) yang telah di validasi. Hasil validasi konten yang didapatkan sebesar 71.25% yang memiliki klasifikasi cukup valid. Hasil validasi keterbacaan memiliki klasifikasi valid dengan persentase sebesar 91.68%. Mahasiswa menyelesaikan pembelajaran mandiri dengan modul selama 2-3 hari, hasil post-test dari 16 mahasiswa, 14 diantaranya lulus ujian. Daya tarik mahasiswa terhadap modul sebesar 82.40% yaitu termasuk pada klasifikasi sangat menarik. Dari hasil post-test, kuantitas untuk kerja dan daya tarik maka modul dapat dinyatakan efektif.   SUMMARY Rahmaniar, Afdila Sinta. 2019. Module Development of Heat and Surface Treatment Practical Course for Undergraduate Program in Mechanical Engineering Education State University of Malang. Skripsi, Department of Mechanichal Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang, Advisors: (I) Drs. Wahono S., S.T, M.Pd. and (II) Drs. Maftuchin Romlie M.Pd.   Key Words: module development, surface treatment, heat treatment Based on experiences and observation carried out at the undergraduate program in Mechanical Engineering Education State University of Malang in the practical course of heat and surface treatment are still using conventional method (practicum) to learning. That learning method can leads to passive behavior and low interest in reading. The aim of this research is to overcome those problem, there’s need to develop a module that can improve undergraduate student’s ability to be more active in class (independent) and increase their interest in reading. The development of this module is carried out with self-writing technique. The development method that used was from Pustekom Depdiknas 2008 (Information and Communication Technology Center Ministry of Education). The development steps are as follow: curriculum review, media identification, script development, production, validation, refinement, test/trial and revision. The result of this research and development is module for heat and surface treatment practical course which has been through validations. Result for the content validation were obtained at 71.25%, which had a fairly valid classification. Result for face validation were obtained at 91.68%, which had a valid classification. Undergraduate students complete their independent studies for 2-3 days, post-test results which from 16 students, 14 of them passed the exam. The attractiveness of module from students were at 84.40%, which had a high interesting classification. From the results of post-test, quantity for work and attractiveness this module can be stated as effective

    Pengaruh Sudut Lengkungan Exhaust Pipe Knalpot Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Motor 4 Tak Supra X 125 CC

    No full text
    ABSTRAK Ubaydillah, Hafidz. 2019. Pengaruh Sudut Lengkungan Exhaust Pipe Knalpot Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Motor 4 Tak Supra X 125 CC. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.M., M.Pd. (II) Drs. Paryono, S.T, M.T.   Kata Kunci: lengkungan Exhaust Pipe, daya mesin, emisi gas buang Perkembangan industri otomotif sangatlah pesat dengan disertai jumlah kendaraan bermotor yang meningkat. Disamping dengan perkembangan industri otomotif tentunya modifikasi kendaraan roda dua pun cukup banyak diminati. Salah satunya dengan mengganti ukuran sudut lengkungan exhaust pipe dengan tujuan agar menghasilkan performa mesin yang optimal pada kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pengaruh lengkungan Exhaust Pipe  knalpot terhadap daya pada motor 4 tak Honda Supra X 125 cc, (2) Untuk mengetahui pengaruh lengkungan Exhaust Pipe  knalpot terhadap emisi gas buang pada motor 4 tak Honda Supra X 125 cc. Exhaust pipe merupakan komponen yang berfungsi untuk mengalirkan gas buang. Sudut lengkungan dari exhaust pipe merupakan factor penting meningkatkan performa mesin. Kendaraan standart umumnya menggunakan ukuran sudut lengkungan 80º sedangkan kendaraan balap menggunakan sudut lengkungan exhaust pipe yang lebih besar. Tentunya konstruksi dari exhaust juga akan mempengaruhi dari emisi gas buang CO dan HC. CO dan HC merupakan senyawa sisa hasil pembakaran yang berbahaya bagi tubuh manusia. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen. Dimana variabel bebasnya adalah variasi sudut lengkungan exhaust pipe, yaitu: lengkungan 70º, lengkungan 80º dan lengkungan 90º. Sedangkan variabel terikatnya adalah daya mesin dan kadar emisi gas buang CO dan HC. Data yang diambil mulai dari 3000 rpm hingga 8000 rpm dengan kenaikkan 500 rpm, kemudian statisik parametric dengan menggunakan metode one way anova digunakan untuk menganalisis data yang dibantu oleh SPSS 25 untuk windows. Berdasarkan data pengujian daya daya terbesar terdapat pada sudut lengkungan exhaust pipe 90º dengan daya maksimum 11.657598 Hp dan daya minimum 1.937894 Hp. Peningkatan kadar emisi gas CO terjadi pada sudut lengkungan exhaust pipe 70º dengan peningkatan sebesar 0,2325%. Di sisi lain, kadar emisi gas HC terbesar terjadi pada sudut lengkungan exhaust pipe 90º dengan peningkatan sebesar 28 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan daya yang signifikan dengan penggunaan variasi sudut lengkungan exhaust pipe 70º dengan 80º dan 90º. Sedangkan pada pengujian emisi CO dan HC terdapat perbedaan yang signifikan antara sudut lengkungan exhaust pipe 70º dengan 80º dan 90º.   ABSTRACT Ubaydillah, Hafidz. 2019. The Effect of Exhaust Pipe Arch Angle on Engine Power and Exhaust Emissions in 4 Stroke Motorcycle Honda Supra X 125 CC. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, M.M., M.Pd. (II) Drs. Paryono, S.T, M.T.   Key Word: Exhaust pipe Arch Angle, engine power, exhaust emissions The development of the automotive industry is very rapid with the increasing number vehicles. In addition to the development of the automotive industry of course the modification of two-wheeled vehicle was quite a lot of interest. One of them by changing the size of the exhaust pipe arch angle with the aim to produce the optimal engine performance on motorcycle. This study aims: (1) to determine the effect of exhaust pipe arch angle on engine power in 4 stroke motorcycle Honda Supra X 125 cc, (2) to determine the effect of exhaust pipe arch angle on exhaust emissions in 4 stroke motorcycle Honda Supra X 125 cc. Exhaust pipe is a component in the vehicle that serves to drain the exhaust gas to the muffler and the exhaust to the outside environment. The arch angle of the exhaust pipe is one factor to improve the engine performance of a vehicle. Public standard vehicles generally use arch angle sizes of 80º while racing vehicles tend to use large arch angle exhaust pipe. Surely the construction of the exhaust will also affect the CO and HC exhaust emissions. CO and HC are residual compounds of combustion products that are particularly harmful to the human body. This research uses experimental type. With the independent variable is variasion of exhaust pipe arch angle, that is: arch angle of 70º, arch angle of 80º and arch angle of 90º. While the dependent variable is the engine power with CO and HC. Data taken from 3000 rpm to 8000 rpm with 500 rpm increase, and then static parametric by using one way anova method used to analyze data assisted by SPSS 25 for windows. Based on the data of the largest power testing is found on the exhaust pipe arch angle of 90º  with a maximum power of 11.657598 Hp and a minimum power of 1.937894 Hp. Increased CO emission levels occurred in the exhaust pipe arch angle of 70º with an increase of 0,2325%. On the other hand, the highest emission rate of HC gas occurred in the exhaust pipe arch angle of 90º with an increase of 28 ppm. Based on this research it can be concluded that there is no significant power difference with the use exhaust pipe arch angle of 70º variation with 80º and 90º. While on the test of CO and HC emission there is a significant difference between exhaust pipe arch angle of 70º with 80º and 90º

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇