SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Pengaruh Nilai Praktik Kerja Lapangan Dan Praktik Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Bagi Siswa Kelas XII Program TKRO SMK Negeri 2 Sampang.

    No full text
    RINGKASAN Muzaki. 2019. Pengaruh Nilai Praktik Kerja Lapangan Dan Praktik Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Bagi Siswa Kelas XII Program TKRO SMK Negeri 2 Sampang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd. (II) Windra Irdianto, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: Nilai PKL, Praktik Kewirausahaan, Minat Berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pengaruh nilai PKL terhadap minat berwirausaha siswa (2) Mengetahui pengaruh praktik kewirausahan terhadap minat berwirausaha siswa (3) Mengetahui pengaruh nilai PKL kewirausahaan terhadaap minat berwirausaha siswa kelas XII program keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomitif di SMK Negeri 2 Sampang. Penelitian ini termasuk penelitian expost facto dengan subjek penelitian adalah seluruh Siswa yang berjumlah 53 siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Teknik Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Nilai PKL memiliki pengaruh parsial terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII TKRO SMK Negeri 2 Sampang. Karena nilai signifikan dari variabel nilai PKL kurang dari 0,05 (0,005> 0,05) menunjukkan efek parsial karena angka ini di bawah 0,05. (2) Praktek kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha siswa di kelas XII TKRO SMK Negeri 2 Sampang. Karena nilai signifikannya adalah 0,005, artinya nilai signifikannya kurang dari 0,05 (0,005> 0,05) yang berarti ada pengaruh parsial. (3) pengaruh antara nilai PKL dan Praktek Kewirausaha terhadap minat berwirausaha secara simultan adalah kuat, karena angka ini di atas 0,05 sedangkan R menunjukkan koefisien determinasi yang besar sebesar 38,1%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang kuat antara nilai praktik kerja lapangan dan Praktik kewirausahaan terhadap minat berwirausaha di kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Negeri 2 Sampang.   SUMMARY Muzakki. 2019. The Influence of Entrepreneurship Value and Entrepreneurship Practices foward Entrepreneurship Interests for Students Gread XII TKRO Program at SMK Negeri 2 Sampang. Thesis, Automotive Engineering Education Study Program, State University of Malang. Mentor: (1) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd. (II) Windra Irdianto, S.Pd., M.Pd. Keywords: Entrepreneurship Value, Entrepreneurship Practice, Entrepreneurship Interests. This study aims to: (1) Know the effect of the value of field work practices on student interest in entrepreneurship (2) Know the effect of entrepreneurial practice on student interest in entrepreneurship (3) Know the effect of field work practices and entrepreneurship practices on the interest in class XII Program students' entrepreneurship Automatic Light Vehicle Entrepreneurship at SMK Negeri 2 Sampang. This study included an ex-post facto study with the subjects of the study were all students, amounting to 53 students of class XII Automotive Light Vehicle Engineering. Data collection techniques using the method of documentation and questionnaires. The data analysis technique used is simple regression analysis and multiple regression analysis. The results of this study are (1) The value of field work practices has a partial influence on the interest in entrepreneurship in students of class XII TKRO at SMK Negeri 2 Sampang. Because the significant value of the value of field work practices of less than 0.05 (0.005> 0.05) shows a partial effect because this number is below 0.05. (2) Entrepreneurship practices influence the interest in entrepreneurship of students in class XII TKRO of SMK Negeri 2 Sampang. Because the significant value is 0.005, meaning that the significant value is less than 0.05 (0.005> 0.05) which means there is a partial influence. (3) the influence of the value of Field Work Practices and Entrepreneurship Practices on the interest in entrepreneurship simultaneously is strong, because this number is above 0.05 while R shows a large coefficient of determination of 38.1%. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a strong influence between the value of field work practices and entrepreneurial practices on the interest in entrepreneurship in class XII Light Automotive Vehicle Engineering at SMK Negeri 2 Sampang

    Penerapan Blended Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sistem AC Kelas XII TKR SMK Nasional Malang

    No full text
    RINGKASAN Purnomo, Miftachul Choirudin. 2019. Penerapan Blended Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sistem AC Kelas XII TKR SMK Nasional Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. pembimbing: Dr. Drs. Syarif Suhartadi M.Pd, (I) Drs. Sumarli M.Pd, M.T.(II)   Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Blended Learning, Prestasi Belajar. Hasil prestasi belajar yang diperoleh pada setiap siswa berbeda-beda dan banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Diantaranya yaitu penggunaan model dan metode pembelajaran yang tepat digunakan dalam pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode blended learning berbasis edmodo. Dengan menerapkan metode blended learning berbasis edmodo siswa dapat dengan mudah mencari pengetahuannya sendiri, pembelajaran juga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja bila diperlukan. Pendidik sesama pendidik, peserta didik sesama peserta didik maupun pendidik dan peserta didik dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan berbagi data dan materi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode blended learning pada kompetensi dasar sistem AC kelas XII di SMK Nasional Malang dan untuk mengetahui penerapan metode blended learning berbasis edmodo apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar sistem AC kelas XII di SMK Nasional Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII TKR SMK asioanal Malang sebanyak 24 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Tes yang digunakan berupa tes tulis pilihan ganda yaitu postest, yang diberikan diakhir siklus untuk mengetahui keefektifan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I masih banyak siswa yang tidak memperhatikan, bermain hp sendiri, menyalahgunakan penggunaan internet untuk membuka aplikasi lain selain edmodo dan keterbatasan internet, sehingga nilai hasil postest di akhir siklusn 1 hanya 9 siswa yang dapat melampaui KKM, sedangkan hasil upayaperbaikan disiklus II, siswa cenderung memperhatikan dan mengikuti pembelajaran dengan tenang dan kondusif, sehingga dengan menerapkan metode blended learning berbasis edmodo dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa sebelum adanya perlakuan siswa yang melampaui KKM hanya 7 siswa. Namun setelah penerapan siklus I sebanyak 9 siswa melampaui KKM dan mengalami peningkatan pada siklus II sebanyak 12 siswa menjadi 21 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan, (1) Pembelajaran untuk diterapkan di sekolah sebagai alternatif untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang belum tersampaikan atau membutuhkan jam tambahan, (2) dapat diterapkan guna meningkatkan hasil belajar siswa.

    Kerjasama Sekolah dengan Industri dalam Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Siswa SMK di Bojonegoro (Studi Multikasus pada SMK Negeri 1 Baureno dan SMKS Muhammadiyah 1 Sumberrejo)

    No full text
    Muzaini, Muhammad Rizki. 2019. Kerjasama Sekolah dengan Industri dalam Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Siswa SMK di Bojonegoro (Studi Multikasus pada SMK Negeri 1 Baureno dan SMKS Muhammadiyah 1 Sumberrejo). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D., (II) Drs. Basuki, M.Pd.   Kata kunci: Praktik Kerja Lapangan, Industri, SMK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerjasama sekolah dengan industri dalam perencanaan praktik kerja lapangan, pelaksanaan praktik kerja lapangan, serta evaluasi praktik kerja lapangan di SMK Negeri 1 Baureno, SMKS Muhammadiyah 1 Sumberrejo, dan PT. Kharisma Sejahtera Daihatsu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi multikasus. Koresponden dalam penelitian ini meliputi Ketua Program Kerja Praktik Kerja Lapangan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru Pembimbing Praktik Kerja Lapangan, dan Perwakilan dari Industri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi teknik pengumpulan data dan sumber pengumpulan data. Dari penelitian ini didapatkan hasil berupa bagan mengenai kerjasama sekolah dengan industri dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan siswa SMK di Bojonegoro

    PERBEDAAN PENGGUNAAN PRESSURE AIR SYSTEM SEBAGAI PENGGANTI FUEL PUMP DAN PENGGUNAAN FUEL PUMP STANDART TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG CO DAN HC PADA ENGINE TIPE DOHC 150 CC INJEKSI

    No full text
    RINGKASAN Setiadi, Rio. 2019. Perbedaan Penggunaan Pressure Air System Sebagai Pengganti Fuel Pump Dan Penggunaan Fuel Pump Standart Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang CO Dan HC Pada Engine Tipe DOHC 150 CC Injeksi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Drs. Paryono , S. T , M. T., (II) Windra Irdianto , S. Pd., M.Pd. Kata Kunci: pressure air system, fuel pump standart, konsumi bahan bakar, emisi gas buang Co dan HC, DOHC 150 CC injeksi. Polusi udara yang ada saat ini 70-80% disumbang oleh kendaraan bermotor dengan tipe penggerak mesin torak pembakaran dalam yang mana polusi udara tersebut merupakan emisi gas buang kendaraan yang keluar karena tidak sempurnanya proses pembakaran yang ada di dalam ruang bakar engine, tidak dapat dihindari pada kenyataannya transportasi yang ada saat ini adalah kendaraan dengan tipe mesin torak pembakaran dalam yang merupakan penyumbang polusi udara terbesar. Selain permasalahan tersebut transportasi yang ada saat ini rata-rata menggunakan bahan bakar fosil yang mana jumlahnya hanya berkisar 3,7 milyar barel pada tahun 2008 dengan produksi 0,36 milyar barel pertahun, untuk menjaga persediaan bahan bakar fosil tersebut harus diciptakannya bahan bakar jenis baru atau harus menciptakan sebuah inovasi/alternatif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang mana salah satunya adalah dengan merubah sistem pompa bahan bakar dengan pressure air system. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara penggunaan “fuel pump standart” dan “pressure air system” terhadap emisi gas buang HC dan CO dan juga terhadap konsumsi bahan bakar pada mesin tipe DOHC 150 CC dengan sistem injeksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian true-eksperimental dengan desain posttest-only control group design.variabel bebas pada penelitian ini adalah pressure air system dan fuel pump standart dengan variabel terikat emisi gas buang CO dan HC dan konsumsi bahan bakar. Pengambilan data dilakukan sebanyak 5 kali setiap putaran mesin 2000 rpm – 5000 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Uji hipotesis alternatif menggunakan metode statistik parametrik paired sample T-test dengan uji prasyarat uji normalitas data menggunakan Kolmogorov Smirnov pada SPSS V20. Berdarkan hasil penelitian, pressure air system mengkonsumsi bahan bakar lebih sedikit pada putaran mesin 2000 rpm – 3500 rpm, mengeluarkan emisi gas buang HC lebih sedikit pada putaran mesin 2000 rpm – 3000 rpm, dan mengeluarkan emisi gas buang CO lebih sedikit pada putaran mesin 2000 rpm – 2500 rpm. Dengan hasil tersebut pada analisis data menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan pressure air system dan fuel pump standart sehingga dapat dikatakan bahwa pressure air system dapat digunakan untuk menggantikan fuel pump standart. Untuk peneliti yang ingin mengem-bangkan penelitian ini sangat disarankan untuk meneliti pada kenaikan bahan bakar dan mapping ECU untuk menjawab bentuk grafik yang ada.    SUMMARY Setiadi, Rio. 2019. The Difference in Using a Pressure Air System as a Substitute for a Fuel Pump and the use of a Standard Fuel Pump on the Consumption of Fuel and Emissions of CO and HC Exhaust Gases in the DOHC 150 CC Injection Engine Type. Thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Malang State University. Advisor: (1) Drs. Paryono , S. T , M. T., (II) Windra Irdianto , S. Pd., M.Pd. Keywords: pressure air system, fuel pump standart, fuel consumption, exhaust emissions CO and HC, DOHC 150 CC injection. Current air pollution 70-80% is contributed by motorized vehicles with a type of internal combustion engine drive where air pollution is the vehicle exhaust emissions due to incomplete combustion processes inside the engine combustion chamber, unavoidable in in fact the current transportation is a vehicle with a type of internal combustion engine which is the biggest contributor to air pollution. In addition to these problems, the existing transportation uses fossil fuels on average, of which the amount is only around 3.7 billion barrels in 2008 with the production of 0.36 billion barrels per year, to maintain the supply of fossil fuels, new types of fuel must be created or must create an innovation/alternative to reduce fuel consumption and exhaust emissions which one of them is to change the fuel pump system with a pressure air system. This research aims to determine the difference between the use of a “standard fuel pump” and a “pressure air system” on exhaust emissions of HC and CO and also on fuel consumption on a type DOHC 150 CC engine with an injection system. This research was conducted using true-experimental research methods with posttest-only control group design. The independent variables in this research were standard pressure water systems and fuel pump standart with the dependent variable exhaust emissions CO and HC and fuel consumption. Data retrieval is done 5 times each engine speed 2000 rpm-5000 rpm with an increase of 500 rpm. The alternative hypothesis test uses the parametric paired sample T-test statistical method with a prerequisite test for data normality test using Kolmogorov Smirnov on SPSS V20. Based on the results of the research, the water pressure system consumes less fuel at engine speed 2000 rpm - 3500 rpm, emits less HC gas emissions at engine speed 2000 rpm - 3000 rpm, and emits less CO gas emissions at 2000 rpm - 2500 rpm. With these results in the data analysis states that there is no significant difference between the use of pressure air system and standard fuel pump so that it can be said that the pressure air system can be used to replace the standard fuel pump. For researchers who want to develop this study it is strongly recommended to examine the increase in fuel and ECU mapping to answer the existing graphs

    Aplikasi Bahan (Tembaga, Kuningan, Dan Besi) Sebagai Housing NTC Terhadap Sensitivitas Resistance Pada Sensor Engine Coolant Temperature (ECT)

    No full text
    RINGKASANKurniawan, Mohamad Aziz. 2019. Aplikasi Bahan (Tembaga, Kuningan, Dan Besi) Sebagai Housing NTC Terhadap Sensitivitas Resistance Pada Sensor Engine Coolant Temperature (ECT). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T.Kata Kunci: Tembaga, Kuningan, Besi, Engine Coolant Temperature (ECT), NTC, Sensitivitas Resistance.Pada lingkup pendidikan masih kurangnya sumber belajar khususnya dalam bidang vokasi, sehingga transformasi sumber literatur perkembangan dunia otomotif yang dipublikasi masih kurang, khususnya sebagai referensi dalam melakukan riset pembuatan komponen atau part pada unit kendaraan secara akurat. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara kepada sejumlah mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang menunjukan keberadaan sumber literatur di lingkup pengetahuan otomotif saat ini kurang memadahi dalam memfasilitasi pendukung riset dalam pengetahuan dasar dan analisis bahan yang berbeda baik digunakan untuk pembuatan sparepart dan khususnya terkait sensitivitas resistance sensor Engine Coolant Temperature (ECT) pada kendaraan yang menggunakan mesin dengan teknologi Elektronic Fuel Injection (EFI). Salah satu alternatif dengan adanya kurang memadahi fasilitas sumber literatur terkait analisis kandungan bahan yang berbeda pada sensor Engine Coolant Temperature (ECT), maka digunakan aplikasi bahan tembaga, kuningan, dan besi sebagai housing NTC terhadap sensitivitas resistance pada sensor Engine Coolant Temperature (ECT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sensitivitas resistance antara bahan tembaga, bahan kuningan dan bahan besi sebagai housing NTC pada sensor engine coolant temperature (ECT).Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis bahan housing NTC pada sensor engine coolant temperature (ECT), sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah sensitivitas resistance. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap suhu yang diuji yaitu 300C sampai 970C dengan tahap kenaikan 100C, kecuali 900C sampai 970C. Uji hipotesis dilakukan menggunakan metode statistik parametrik One-way Anova dengan uji prasyarat berupa uji homogenitas dan uji normalitas data menggunakan Kolmogorov Smirnov Test.Berdasarkan hasil penelitian, pada pengujian dengan waktu 4 detik adanya perbedaan antara sensor engine coolant temperature yang menggunakan housing NTC berbahan tembaga, kuningan dan besi dengan rasio perbedaan menunjukan angka (tembaga yaitu 0,3 ; kuningan yaitu 0,8 ; besi yaitu 1,2). Pengujian dengan waktu 4 detik pada keseluruhan bahan setiap kenaikan suhu terjadi penurunan perbedaan grafik sensor terhadap grafik NTC, sehingga pada kenaikan suhu  terjadi peningkatan sensitivitas resistansi dan tidak ada penurunan sensitivitas resistansinya. Pada suhu 970C terjadi peningkatan resistansi dikarenakan suhu pengujian melebihi dari suhu yang telah ditentukan. Berdasarkan waktu pengujian 4 detik tersebut sensor Engine Coolant Temperature (ECT) dengan housing NTC berbahan tembaga menunjukan hasil dengan tingkat sensitivitas resistansi tertinggi, sedangkan yang menggunakan bahan kuningan memiliki sensitivitas resistansi bibawah yang menggunakan bahan tembaga dan diatas yang menggunakan bahan besi, sedangkan bahan housing NTC dari besi paling terendah tingkat sensitivitas resistansinya. Namun, dilihat berdasarkan perbedaan grafik sensor Engine Coolant Temperature dengan grafik standar NTC menunjukan grafik yang sangat berbeda, hal ini disebabkan adanya perbedaan waktu pengujian antara NTC yaitu 13 detik dengan waktu pengujian sensor Engine Coolant Temperature yaitu 4 detik. SUMMARYKurniawan, Mohamad Aziz. 2019. Application of Materials (Copper, Brass, and Iron) As NTC Housing Against Sensitivity Resistance to Engine Coolant Temperature (ECT) Sensors. Thesis, Mechanical Engineering Depaterment, Faculty Of Engineering, State University Of Malang. Advistors: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T.Keywords: Copper, Brass, Iron, Engine Coolant Temperature (ECT), NTC,  Resistance Sensitivity.In the scope of education there is still a lack of learning resources, especially in the vocational field, so that the transformation of literary sources in the development of the automotive world is still lacking, especially as a reference in researching the making of components or parts in vehicle units accurately. This is in line with the results of interviews with a number of students in the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang, who showed that the existence of literary sources in the scope of automotive knowledge is not adequate in facilitating research support in basic knowledge and analysis of different materials both used for making spare parts and specifically related Sensor Coolant Temperature (ECT) sensor sensitivity in vehicles using engines with Electronic Fuel Injection (EFI) technology. One alternative is the lack of adequate facilities in the literature related to the analysis of different material content in the Engine Coolant Temperature (ECT) sensor, the application of copper, brass and iron as NTC housing to the resistance sensitivity of the Engine Coolant Temperature (ECT) sensor. This study aims to determine the difference in resistance sensitivity between copper, brass and iron materials as NTC housing on the engine coolant temperature (ECT) sensor.This research was conducted using the experimental method. The independent variable in this study is the type of NTC housing material on the sensor engine coolant temperature (ECT), while the dependent variable in this study is resistance sensitivity. Data retrieval was carried out 3 times at each temperature tested, namely 300C to 970C with increasing stages of 100C, except 900C to 970C. Hypothesis testing is done using the parametric One-way Anova statistical method with a prerequisite test in the form of homogeneity test and normality test of data using the Kolmogorov Smirnov Test. Based on the results of the study, in testing with a time of 4 seconds there is a difference between engine coolant temperature sensors that use the housing of NTC made of copper, brass and iron with a difference ratio showing numbers (copper is 0.3; brass is 0.8; iron is 1.2 ) Testing with a time of 4 seconds on all materials for each temperature increase has decreased the difference in sensor graphs to the NTC chart, so that the temperature increase has increased resistance sensitivity and there is no decrease in the sensitivity of resistance. At 970C there is an increase in resistance because the test temperature exceeds the specified temperature. Based on the 4 second test time, the Engine Coolant Temperature (ECT) sensor with housing NTC made from copper showed the highest level of resistance sensitivity, while those using brass materials had under resistance sensitivity using copper material and above using iron material, while the NTC housing material of iron the lowest level of resistance sensitivity. However, judging by the differences in the sensor graphics of the Coolant Temperature Engine with NTC standard charts showing very different graphs, this is due to the difference in testing time between NTC which is 13 seconds with the Coolant Temperature Engine testing time of 4 seconds

    PERBEDAAN PENGGUNAAN VARIABEL RESISTOR 5K SEBAGAI PENGGANTI TPS TERHADAP PERUBAHAN RPM DAN EMISI GAS BUANG HC PADA HONDA VARIO 125 PGM-FI

    No full text
    RINGKASAN Setiawan, Yoki. 2019. Perbedaan Penggunaan Variabel Resistor 5k Sebagai Pengganti Tps Terhadap Perubahan Rpm Dan Emisi Gas Buang Hc Pada Honda Vario 125 PGM-FI. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Imam Muda Nauri , S.T.,M.T., (II) Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : TPS, Variabel Resistor5K, Emisi Gas Buang. Sepeda motor menjadi alat transportasi yang efektif dan paling diminati oleh masyarakat hal ini terlihat dari penambahan jumlah kendaraan sepeda motor dari 2002 hingga 2010 mencapai 10,8%. Untuk meningkatkan efisiensi dari kendaraan tersebut. Engine banyak mengalami perkembangan salah satunya adalah perkembangan teknologi injeksi. Dimana pemasukan bahan bakar sudah dikontrol secara elektronik dengan memanfaatkan signal dari sensor salah satunya adalah TPS. Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut seharusnya menjadi peluang usaha yang besar namun ternyata sesuai dengan data yang diberikan oleh badan statistik No. 42/05/Th. XXI, 07 Mei 2018 tingkat pengangguran mencapai angaka 30,34% hal ini dihitung mulai tamatan SMP hingga lulusan perguruan tinggi, hal ini diakibatkan minimnya pengetahuan untuk menyongsong perkembangan teknologi salah satunya mengenai sensor, hal inilah yang mengakibatkan tidak banyaknya Home Industri yang memproduksi sensor ini, oleh karena itulah perlunya dilakukan penelitian penggunaan variabel resistor 5K sebagai pengganti TPS untuk menambah literasi yang ada. Penelitian ini juga memperhatikan emisi gas buang HC sebagai dampak dari campuran bahan bakar dan udara yang tidak sesuai dan juga RPM yang berkaitan langsung dengan daya dan torsi engine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara TPS dengan variabel resistor 5K dan TPS standar terhadap emisi gas buang HC dan RPM pada Honda Vario 125 PGM-FI. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental atau eksperimen semu dimana untuk analisi data menggunakan independent sampel t-Test dengan uji persyaratan normalitas dan Homogenitas untuk perhitungan statistik menggunakan aplikasi SPSS. Pengambilan data dilakukan pada bukaan katub gas 0%-80% hal ini sesuai dengan pembacaan map bahan bakar yang terbaca setiap kelipatan 10% yang tertera pada aplikasi ECU Daytona Pro V.1.08 dengan kelipatan kenaikan 10% dan setiap kelipatan dilakukan pengujian sebanyak 3 kali. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan diantara penggunaan TPS original dan TPS dengan variabel resistor 5K dimana RPM pada engine yang menggunakan variabel resistor 5K lebih rendah jika dibandingkan dengan engine yang menggunkan TPS original dan emisi gas buang HC pada engine yang mengunakan variabel resistor 5K masih menimbulkan emisi gas buang HC yang cukup tinggi, sehingga variabel resistor 5K dapat dijadikan sebagai pengganti TPS original namun masih perlu diperhatikan lagi dalam pemilihan variabel resistor dan perlu perbaikan dari design agar lebih maksimal kerjanya.   SUMMARY Setiawan, Yoki. 2019. Variable use of the 5k Resistor remove of a Tps against Rpm change and Gas exhaust emissions Hc on Honda Vario 125 PGM-FI. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Mentor (I) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Fuad Indra Kusuma, S. Pd, M. Pd. Keywords: TPS, variable Resistor5K, exhaust emission. Motorcycles became the most desirable and effective means of transportation by the people this is seen from the addition of a motorcycle vehicle from 2002 to 2010 reaching 10.8%. To improve the efficiency of the vehicle. Many engines experienced the development of one of them is the development of injection technology. Where fuel input has been controlled electronically by utilizing signal from the sensor one of which is the TPS. Along with the development of such technology should be a big business opportunity but it is in accordance with the data provided by the statistical body No. 42/05/Th. XXI, 07 may 2018 the unemployment rate reaches an Angaka 30.34% it is calculated starting SMP and graduate schools, this is due to lack of knowledge to meet the development of one of the technology about the sensors, this is what resulted in not many Home industry that produces this sensor, by Therefore, the need to research the use of 5K resistor variables in lieu of the TPS to add to the existing literacy. The research also pays attention to HC exhaust emission as the impact of an inappropriate mixture of fuel and air as well as RPM directly related to engine power and torque. The study aims to know the difference between the TPS with variable 5K resistors and the standard TPS against the HC exhaust emission and RPM of Honda Vario 125 PGM-FI. This research is an experimental quasi research or a pseudo experiment in which to analyse the data using the Independent sample t-Test with the normality requirement test and homogenity for statistical calculations using SPSS application. Data retrieval is carried out in the gas valve aperture 0%-80% This corresponds to the fuel map reading which reads every 10% increments listed in the ECU Daytona Pro V. 1.08 application with a 10% increase in increments and each multiples test 3 times. The results of this study contained significant differences between the use of original TPS and TPS with variable 5K resistors where the RPM of engines using the 5K resistor variable was lower when compared to engines that used the TPS Original and the emission of HC exhaust gas on engines using the 5K resistor variable is still causing high enough HC exhaust emission, so that a variable 5K resistor can be used as a replacement for the original TPS but still worth noting again in Variable resistor selection and need improvement from the design to make the maximum work

    Perbandingan Kualitas Hasil Pengecoran Metode Sand Casting dan Metode Pengembangan Lost Foam Invesment Casting Dengan Variasi Bahan Pengikat Berdasarkan Analisis Hasil Pengecoran

    No full text
    ABSTRAKAsmoro, A., T. 2019. Perbandingan Kualitas Hasil Pengecoran Metode Sand Casting dan Metode Pengembangan Lost Foam Invesment Casting Dengan Variasi Bahan Pengikat Berdasarkan Analisis Hasil Pengecoran. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Duwi Leksono Edy, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci : Kualitas, Sand Casting, Lost Foam Invesment Casting, Pengikat, Hasil Pengecoran.Dewasa ini perkembangan teknologi sudah memasuki pada perkembangan yang maju salah satunya adalah di bidang industri pengecoran logam. Namun Perkembangan teknologi pengecoran masih sulit dikerjakan terutama pada pelaku usaha kecil menengah di Indonesia masalah tingginya biaya menjadi penghalang untuk mengembangkan metode pengecoran modern. Penelitian tentang pengembangan metode pengecoran yang menghasilkan kualitas hasil pengecoran yang baik dan sedikit biaya sangat dibutuhkan guna membantu pelaku usaha kecil menengah untuk menghasilkan kualitas hasil pengecoran yang lebih baik namun dengan biaya yang terjangkau.Penelitian pengembangan metode pengecoran yang mengembangkan prinsip pengecoran tradisional dan modern kemudian diberi nama dengan metode Lost Foam Invesment Casting. Pada penelitian ini akan diadakan penelitian komparasi deskriptif dengan metode penelitian eksperimental design dan model intact-group comparision antara metode pengecoran konvensional sand casting dengan pengembangan lost foam investment casting adapun variasi pembanding pada penelitian ini menggunakan veriasi pengikat bentonit (4%, 6%, 8%) untuk sand casting dan semen merah (4%, 6%, 8%) untuk lost foam investment casting dan logam yang menjadi bahan pengecoran adalah piston bekas dengan kandungan Aluminium Silikon (Al-Si).Berdasarkan hasil pengujian visual metode lost foam investment casting memiliki cacat pengecoran lebih kecil dari sand casting yang terlihat dari perbandingan kekasaran hasil pengecoran. Berdasarkan uji kekerasan didapat ratarata pengecoran lost foam invesment casting sebesar 61.07 HV dan sand casting sebesar 55.87 HV. Berdasarkan uji struktur mikro dapat diketahui persebaran butir lost foam invesment casting memiliki bersebaran butir yang bagus dengan persebaran silikon yang merata dan homogen. Dari hasil penelitian menunjukkan metode pengecoran lost foam investment casting memiliki kualityas hasil pengecoran yang lebih baik ditinjau dari pengamatan hasil pengujian visual, pengujian kekerasan, dan pengamatan struktur mikro. Sehingga metode lost foam investment casting dapat dikembangkan menjadi salah satu metode pengecoran

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Platform Appypie Pada Mata Kuliah Sistem Pemindah Tenaga

    No full text
    ABSTRAKSetyawan, Nana Aris. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android  Platform Appypie Pada Mata Kuliah Sistem Pemindah Tenaga. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir Eko Edi Poerwanto. S.E, M.Pd., M.M. (II) Windra Irdianto ,S.Pd., M.Pd Kata kunci: aplikasi appypie, android, sistem pemindah tenagaPemanfaatan media pembelajaran khususnya berbasis android dalam  proses belajar pembelajaran sangatlah penting, karena dengan penggunaan media pembelajaran akan mampu merangsang pikiran, kerterampilan dan perasaan siswa. Hal ini bisa menjadi solusi terhadap kurangnya motivasi belajar mahasiswa di jurusan teknik mesin, program studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang,  khususnya materi sistem pemindah tenaga. Karena dalam materi sistem pemindah tenaga terdapat banyak  nama-nama komponen atau bagian yang harus dipahami. Untuk itu dibutlah media belajar mandiri menggunakan platform aplikasi appypie berbasis android pada materi sistem pemindah tenagaAppypie adalah salah satu online builder yang tersedia di internet. Appypie ini dapat mendukung proses pembuatan aplikasi berbasis Android, Mac OS, Windows Phone, Blackberry, dan HTML. Online app builder adalah sebuah website yang dapat digunakan untuk memproses pembuatan aplikasi. Dengan menggunakan online builder proses pengembangan aplikasi akan menjadi lebih mudah karena, sebagian besar proses pembuatan aplikasi melalui online app builder hanya proses drag dan drop.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model dari ADDIE yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket yang diberikan ke pada ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil berupa hasil tanggapan media pembelajaran terhadap delapan siswa dan uji coba lapangan berupa nilai evaluasi siswa. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif untuk menilai kevalidan produk media yang dihasilkan dan data kualitatif yaitu hasil saran dan tanggapan dari para validator secara lisan oleh pengembang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis android yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian ahli media memperoleh prosentase 85,4% yang termasuk kriteria valid, data dari ahli materi memperoleh prosentase 87,5% yang termasuk kriteria valid, hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan media pembelajaran berbasis Android memiliki kualitas sangat baik (85,9%) dan uji coba lapangan nilai terendah yang didapat siswa adalah 75. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan pada penelitian pengembangan ini dinyatakan valid  dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Akan tetapi Media pembelajaran berbasis android ini memerlukan pengembangan berkesinambungan. Pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini baru sampai pada tahap development. Hal ini terjadi karena terbatasnya kondisi dan waktu. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan oleh peneliti selanjutnya adalah implementation dan evaluation terhadap media pembelajaran berbasis android tersebut. ABSTRACTSetyawan, Nana Aris. 2019. The Development of Learning Media  Base on Android Platform Appypie on Powertrain Systems Coueses. Undergraduate Thesis. Education Automotive Engineering, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Malang. Supervisors: (I) Drs. Ir Eko Edi Poerwanto. S.E, M.Pd., M.M. (II) Windra Irdianto ,S.Pd., M.PdKeywords: Appypie , Android, Powertrain SystemUtilization of Android-based learning media especially in a learning process of learning is very important, because with the use of instructional media will be able to stimulate the mind, skill, and feelings of students. This research aims to produce Android-based learning media for students of Automotive Engineering Education, Machinery Department, Engineering Faculty, Universitas Negeri Malang, especially the material for powertrain systems. Because in the material of the power transfer system there are many names of components or parts that must be understood. For this reason, the independent learning media is using the Android-based appypie application platform on the material powertrain system.Appypie is one of the online builders available on the internet. This Appypie can support the process of creating applications based on Android, Mac OS, Windows Phone, Blackberry, and HTML. Online application builder is a website that can be used to process application creation. By using an online builder the application development process will become easier because, most of the process of making applications through online application builder is only a drag and drop process.The development model on this research use a model of ADDIE, namely: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. Data collecting instrument of the research is a questionnaire that given to the media expert, material experts, a trial test of the small group showed learning media response against eight students and field try test use score from evaluation. The type of data obtained of quantitative data was to assess the validity of media products. In addition, that data quantitative show the result of suggestions from the respondent.The results showed that the Android-based learning media has been developed based on an assessment of media experts gain percentage 85,4% valid criteria, which included data from material experts acquire a percentage 87.5% of the valid criteria, trial test results of small group showed that Android-based learning media has excellent quality (85,9%) and field try test got minimum score 75. However, based on the results of the data acquisition, it is known that the learning media in this research was valid and fit for use in learning. However, this Android-based learning media requires continuous development. The development carried out in this research only arrived at the development stage. This happens because of limited conditions and time. Therefore, what needs to be done by the next researcher is the implementation and evaluation of the Android-based learning media

    Perbedaan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Praktikum Motor Bensin Mahasiswa SMK Dengan Non SMK Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang Angkatan 2016

    No full text
    ABSTRAK Ramadhan, M. I. 2019. Perbedaan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Praktikum Motor Bensin Mahasiswa SMK dan non SMK Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang Angkatan 2016. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E. Kata kunci : Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Mahasiswa SMK dan mahasiswa non SMK Tingkatan hasil belajar matakuliah praktikum mahasiswa yang berasal dari SMK otomotif lebih tinggi atau lebih rendah dari pada mahasiswa yang berasal dari non SMK, apakah berpengaruh besar latar belakang pendidikan dan motivasi belajar dengan hasil belajar matakuliah motor bensin. Dari masalah diatas dapat disimpulkan dua rumusan masalah (1) Apakah ada perbedaan Motivasi Belajar mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMK dan non SMK Pendidikan Teknik Otomotif Prodi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (2) Apakah ada perbedaan Hasil Belajar Praktikum Motor Bensin antara mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMK dan non SMK Pendidikan Teknik Otomotif Prodi S1 Pendidikan Teknik Otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Terdapat 3 variabel dalam penelitian ini yang pertama yaitu motivasi belajar, motivasi belajar ini adalah hal yang mendorong untuk menjadi bersemangat untuk belajar. Yang kedua hasil belajar, hasil belajar yaitu hasil yang diperoleh dari pembelajaran di tempat belajar yang hasilnya diakumulasikan dalam bentuk nilai, dan akan menjadi patokan apakah pembelajaran tersebut berhasil atau tidaknya. Yang ketiga latar belakang pendidikan, latar belakang pendidikan yaitu rekam jejak pendidikan sebelumnya atau masa lampau, latar belakang pendidikan yang akan dimasukkan dalam penelitian ini hanya pendidikan SMK dan non SMK, karena untuk memudahkan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan teknik otomotif angkatan 2016 offering b1 Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 31 mahasiswa, diantarannya 15 berlatar belakang pendidikan SMK dan 16 berlatar belakang pendidikan non SMK. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket dengan penilaian skala likert. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan Uji-T pembeda. Presentase motivasi belajar rata-rata berada pada tingkat sedang sampai tinggi dengan presentase 38,5% - 48,5%. Dan hasil belajar rata-rata berada pada tingkat baik dengan interval 3,4 - 3,7. Variabel motivasi belajar dari mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMK atau non SMK dengan nilai signifikansi 0,387 yang berarti lebih besar dari H0 atau > 0.05. hasil belajar motor bensin dengan nilai signifikansi 0,115 yang berarti lebih besar dari H0. Hasil penelitian menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan diantara variabel motivasi belajar dan hasil belajar dengan latar belakang pendidikan SMK atau non SMK. Hasil penelitian variabel motivasi belajar dengan latar belakang pendidikan menyatakan nilai signifikansi 0,387 yang berarti lebih besar dari H0 atau > 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan motivasi belajar mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMK dan non SMK. Hasil penelitian variabel hasil belajar menyatakan  nilai signifikansi 0,115 yang berarti lebih besar dari H0 atau > 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMK dan non SMK.Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan pada Hasil belajar praktikum motor bensin dan motivasi belajar  mahasiswa SMK dan non SMK terhadap latar belakang pendidikan karena dalam penelitian diatas menunjukkan hasil yang lebih besar dari H0

    Studi Tentang Pelaksanaan Teaching Factory SMK di Kota Malang (Studi Multi Kasus)

    No full text
    RINGKASAN Renita. 2019. Studi Tentang Pelaksanaan Teaching Factory SMK di Kota Malang (Studi Multi Kasus). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Purnomo, S.T., M.Pd., (II) Dr. Widiyanti, M.Pd. Kata Kunci: teaching factory, industri, SMK. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat diserap langsung oleh lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesesuaian kemampuan lulusan di bidang keahlian masing-masing adalah dengan mengeluarkan peraturan untuk penerapan teaching factory di SMK. Hal ini selaras dengan Kepres Tahun 2014 yang berbunyi SMK membangun teaching factory di lingkungan SMK dengan teknologi terkini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana teaching factory terlaksana di SMK se Kota Malang. Dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan teaching factory SMK di Kota Malang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran, Ketua Program Keahlian, Tata Usaha, serta Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perencanaan proses pelaksanaan teaching factory SMK di Kota Malang dilakukan dengan mempersiapkan sumber daya manusia yaitu peserta didik dan pendidik, mempersiapkan industri yang akan dijadikan mitra kerja sama, serta mempersiapkan sarana dan prasarana yang menunjang terlaksananya teaching factory. Kedua, teaching factory di Kota Malang telah terlaksana di dua belas SMK, sedangkan dua puluh SMK lainnya belum melaksanakan teaching factory. Ketiga, faktor pendukung dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja yaitu sekolah memperoleh dukungan penuh dari industri. Faktor penghambat yang mendasar adalah beberapa peserta didik belum maksimal dalam proses pelaksanaan teaching factory. Cara mengatasi hal tersebut adalah dengan pendampingan secara langsung dari pihak industri dan SMK untuk memantau kerja peserta didik selama kegiatan pembelajaran. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) Bagi SMK yang telah melaksanakan teaching factory disarankan untuk menambah link industri sebagai mitra kerja serta melakukan seleksi peserta didik yang mengikuti kelas teaching factory agar pelaksanaan teaching factory lebih kondusif; (2) Bagi SMK yang belum melaksanakan teaching factory disarankan untuk menjalin hubungan dengan SMK yang bisa dijadikan rujukan terkait pelaksanaan teaching factory serta mengajukan bimtek kepada industri yang hendak dijadikan mitra kerja sama. 

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇