SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Perbedaan Jenis Bentuk Kampuh V dan T – Joint Pengelasan Flux Cored Arc Welding Pada Baja ASTM A36 Terhadap Sifat Mekanik dan Korositas
RINGKASANNugroho, Bayu Aji Seto. 2019. “Analisis Pengaruh Perbedaan Jenis Bentuk Kampuh V dan T – Joint Pengelasan Flux Cored Arc Welding Pada Baja ASTM A36 Terhadap Sifat Mekanik dan Korositas”. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd. Kata Kunci: pengelasan FCAW, variasi kampuh V dan T - Joint, uji impact dan uji korositas material ASTM A36.Flux Cored Arc Welding (FCAW) atau lebih dikenal dengan sebutan pengelasan yang menggunakan flux pada kawatnya dan menggunakan gas CO2 sebagai gas pelindungnya merupakan salah satu jenis pengelasan yang biasa banyak digunakan pada industri khususnya industri konstruksi.Bahan yang biasa digunakan pada industri konstruksi kapal adalah baja ASTM A36. Material ASTM A36 merupakan baja karbon rendah yang dapat mudah digunakan pada konstruksi perkapalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan jenis bentuk kampuh V dan T – joint pengelasan FCAW pada baja ASTM terhadap sifat mekanik dan korositas.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan metode one - shot case study. dengan variasi sudut kampuh V dan sambungan T 45°, 60°, dan 70° sebagai variabel bebas dan hasil uji impact dan uji korositas sebagai variabel terikat. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik dengan proses pengelasan FCAW. Analisis dengan statistik meliputi penjelasan hasil uji impact(ketangguhan) dan uji korositas.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil uji impact tertinggi adalah pada variasi kampuh V dengan variasi sudut 450 yakni 0,2315 J/mm2. Lalu hasil terendah diperoleh pada variasi kampuh T dengan sudut 700 yakni 0,1518 J/mm2. Sedangkan hasil uji korositas pengelasan FCAW nilai tertinggi diperoleh pada kampuh T 450 yakni 160,116 mmpy dan nilai terendah diperoleh pada kampuh V 700 yakni 50,946 mmpy. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil uji impact dan uji korositas terbaik pada kampuh V450 karena memiliki nilai ketangguhan dan korositas yang baik dan penetrasi pengelasan yang baik serta lebih ekonomis dari segi penggunaan kawat las. ABSTRACTNugroho, Bayu Aji Seto. 2019. “An Analysis on Impact on Mechanical Properties and Corrosiveness of Different Types of V-Groove and T-Joint Flux Cored Arc Welding on ASTM A36 Steel.” Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd. Keywords: FCAW, V-Groove and T-Joint varieties, impact and corrosiveness test of ASTM A36Flux Cored Arc Welding (FCAW), which use CO2, is one of welding techniques that mostly are utilized in industries, especially construction industry. The widely-used material for ship construction industry is ASTM A36 steel, which is categorized as low-carbon steel. The objective of this research is to identify how the shape differences between V-groove and T-joint influences mechanical properties and corrosiveness of FCAW on ASTM A36 Steel.This research is categorized as experimental research by utilizing one-shot case study method, with V-groove angle variation and T45°, 60°, and 70° joints as independent variable, while impact and corrosiveness test result as dependent variable. Statistic analysis with FCAW process is used as the analysis method. This analysis technique encompasses the explanation of impact and corrosiveness test result.According to the outcome of this research, the highest impact test result is obtained from 450 V-groove at 0,2315 J/mm2. Meanwhile, the lowest result is reflected from 700 T-Joint at 0,1518 J/mm2. For the corrosiveness test result in FCAW, 450 T-joint holds the highest result at 160,116 mmpy, while 700 V-groove holds the lowest result at 50,946 mmpy. Based on previous elaboration, it could be concluded that the best result on impact and corrosiveness test is 450 V-groove, since not only it has the highest result on both tests, it also has good performance in welding penetration and more economical in welding wire usage aspect
Penerapan Kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) dalam Pengembangan Soft skill Siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Brantas Karangkates. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Hendriawan, Lucky. 2019. Penerapan Kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) dalam Pengembangan Soft skill Siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Brantas Karangkates. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Kata kunci: Penerapan Kegiatan, Pengembangan Pendidikan Karakter, soft skill. Berdasarkan hasil observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa kebanyakan lulusan SMK saat ini ketika bekerja di perusahaan dalam jenjang karir mereka relatif tidak bisa cepat naik, hal ini dikarenakan lulusan SMK dinilai belum memiliki soft skill yang baik dan juga belum memiliki kebiasaan karakter sesuai bidang pekerjaannya. Untuk itu perlu adanya pembentukan karakter profesionalitas pada diri setiap siswa SMK. Dalam hal ini, penerapan kurikulum berbasis karakter tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mengembangkan soft skill dan membentuk karakter siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian ini dilakukan di SMK Brantas Karangkates pada program keahlian Teknik Otomotif pada mata pelajaran produktif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Untuk memudahkan peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian, maka dibutuhkan suatu batasan penelitian. Batasan ini berfungsi untuk membatasi fokus penelitian agar tidak terlalu jauh keluar dari bahasan penelitian. Batasan-batasan tersebut dijabarkan dalam bentuk kisi-kisi instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang diterapkan di SMK Brantas Karangkates program keahlianTeknik Otomotif adalah pengembangan Pendidikan yang bermuatan karakter di dalamnya. Tujuan dari penerapan kurikulum ini adalah membentuk karakter siswa sesuai dengan bidang pekerjaannya dan karakter terhadap soft skill yang dimiliki. Dalam penyusunan, kurikulum disusun berdasarkan kompetensi-kompetensi hasil rumusan antara pihak sekolah dengan pihak industri yang menghasilkan 18 pendidikan karakter dasar, yang kemudian dikembangkan dalam bentuk silabus dan RPP. Silabus dan RPP yang telah disusun diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Peneliti juga menyimpulkan bahwa Pengembangan Pendidikan Karakter merupakan kurikulum yang berorientasi pada kebudayaan yang menghasilkan lulusannya memiliki karakter dan etika. Peneliti juga dapat menyarankan hendaknya kebiasaan positif yang sudah terbentuk di sekolah melalui kurikulum berbasis karakter bisa melekat dan berkembang untuk proses pembelajaran. Tujuannya yaitu nantinya dapat bermanfaat untuk guru dan para siswanya. Selain itu pemantauan secara periodic untuk karakter-karakter tertentu pada saat pelajaran harus lebih teliti lagi
Kelayakan Sarana Prasarana dan Tenaga Pendidik Program Keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor di SMKN 10 Malang
AbstrakJaya, Irfan Andika. 2019. Kelayakan sarana prasarana dan tenaga pendidik program keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor SMKN 10 Malang, Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Agus Sholah,,M.Pd., (2) Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Kelayakan, Sarana Prasarana, Tenaga PendidikPendidikan merupakan usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan memiliki peranan penting untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia(SDM). Pemerintah bertugas menentukan standar-standar penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Standar-standar penyelenggaraan pendidikan yaitu: (1) Standar Isi, (2) Standar Proses, (3) Standar Kompetensi Lulusan, (4) Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, (5) Standar Sarana dan Prasarana, (6) Standar Pengelolahan, (7) Standar Pembiayaan, dan (8) Standar Penilaian Pendidikan. Berhasil atau tidaknya sebuah pendidikan ditentukan oleh beberapa faktor yaitu sarana prasarana yang lengkap atau memadai dan membutuhkan tenaga pendidik yang mumpuni atau professional. Oleh sebab itu perlu dilihat standar kelayakannya pada sekolah agar output bisa baik dan siap bekerja di dunia kerja.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang bisa diamati. Penelitian ini dilakukan di SMKN 10 kota malang .teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, kuisioner. Tahapan yang dilakukan peneliti yaitu tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data, dan tahap yang terakhir adalah penulisan laporan. Berdasarkan data yang saya dapatkan dari observasi(check list) tentang kondisi sarana prasarana di SMKN 10 Malang diperoleh sebesar 92% sehingga dapat dikatakan layak karena sudah memenuhi kriteria minimal kelayakan yaitu sebesar 75% Sedangkan itu dari data yang saya dapatkan dari kuisioner tenaga pendidik di SMKN 10 sudah dikatakan layak dikarena sudah memenuhi standar minimum kelayakan berdasarkan angket yang sudah disebar.saran untuk sarana prasarana adalah 1) Penyimpanan Alat harus lebih dirapikan dan luas ruang penyimpanan alat harus lebih diperluas,2) Fasilitas Sarana Prasarana harus lebih perbaiki lagi agar menunjang pembelajaran siswa,3) Harus melakukan perawatan berkala pada alat, biar alat tidak cepat rusak. Sedangkan saran untuk tenaga pendidik adalah Tenaga Pendidik yang belum bersertifikat pendidik harus mengikuti training atau pelatihan agar mendapatkan sertifikat dari pemerintah. AbstractJaya, Irfan Andika. 2019. The feasibility of infrastructures and educators in motorcycle engineering business SMKN 10 Malang, Minor thesis, Mechanical Engineering Faculty, Malang State University. Supervisor: (1) Dr. H. Agus Sholah,,M.Pd., (2) Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd Keywords: Feasibility, Infrastructure, EducatorsEducation is an effort to prepare students through guidance, teaching or training activities for their role in the future. Education has an important role to develop Human Resources (HR). The government is tasked to determine the standards in implementing education in Indonesia. The standards for implementing education are: (1) Content standard, (2) Process Standard, (3) Graduates Competency Standard, (4) Education Standard and Education Personnel, (5) Facilities and Infrastructure Standard, (6) Management Standards, (7) Financing Standards, and (8) Educational Assessment Standards. Education is determined to be success or not it is influence by several factors such as adequate infrastructures and also requires qualified or professional educators. Therefore it is necessary to look at the standards of feasibility in schools so it can give a good output and they are ready to face working environment.The approach used in this study is qualitative research. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive written or oral data from people and observable behavior. This research was conducted at SMKN 10 Malang. Data collection techniques used were observation, documentation, interviews and questionnaires. The steps carried out by the researcher are the pre-field stage, field working stage, data analysis phase, and the last step is report writing. Based on the data that the researcher received from observation (check list) on the condition of infrastructures at SMKN 10 Malang, in results to 92% so that it could be considered feasible because it had fulfilled the minimum eligibility criteria is 75%. Whereas the questionnaire data that I received from teaching staff at SMKN 10 Malang it is concluded to be feasible because it had met the minimum standards of feasibility based on the questionnaire that had been distributed. Suggestion for infrastructures are 1) storage tools must be tidied and also storage area must expanded 2) Facilities and Infrastructure must be improved in order to support students in learning process, 3) Must carry out regular maintenance on the equipment, so that the tool is not damaged. While suggestions for educators are Educators who have not been certified as educators must take training to get certificate from the government.
Pengaruh Kompetensi Praktikum Pemesinan dan Praktik Kerja Lapangan Terhadap Minat Berwirausaha Di SMK PGRI 3 Malang
Kata Kunci : praktikum pemesinan, praktik kerja lapangan, minat berwirausahaDilansir Sindo News, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menyatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 5,13%. Jika dilihat dari tingkat pendidikannya, maka TPT terbesar berada pada level Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 8,92%. Pendidikan kejuruan dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu bersaing secara global. Lulusan SMK yang terampil dan produktif sangat dibutuhkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan salah satunya dengan berwirausaha. Kompetensi praktikum pemesinan dan praktik kerja industri yang didapatkan peserta didik selama menempuh pendidikan SMK secara tidak langsung dapat menggugah pola pikir peserta didik dalam mengembangkan kesiapan berwirausahanya. Peserta didik akan terdorong minatnya untuk menekuni materi mata pelajaran tersebut dan terbuka dirinya untuk memperoleh rangsangan untuk mempunyai jiwa kewirausahaan, sehingga setelah lulus dari SMK peserta didik memiliki kesiapan menjadi seorang wirausahawan serta dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kompetensi praktikum pemesinan terhadap minat berwirausaha, (2) pengaruh kompetensi praktik kerja lapangan terhadap minat berwirausaha, dan (3) pengaruh kompetensi praktikum pemesinan dan kompetensi praktik kerja lapangan terhadap minat berwirausaha.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan SMK PGRI 3 Malang yang berjumlah 71 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jenis sampling adalah total sampling/sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan sumbangan prediktor. Uji hipotesis menggunakan nilai uji t (parsial) dan uji F (simultan)Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa: (1) kompetensi praktikum pemesinan memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha. Besarnya sumbangan masing-masing sub variabel yakni kompetensi praktikum bubut (X1.1) sebesar 8,89%; (a) kompetensi praktikum frais (X1.2) sebesar 8,07%; (b) kompetensi praktikum computer aided design (CAD) sebesar 9,62%; (c) kompetensi praktikum gambar teknik (X1.4) sebesar 11,91%; (2) kompetensi praktik kerja lapangan memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha. Besarnya sumbangan masing-masing sub variabel yakni: (a) kompetensi kompetensi sikap (X2.1) sebesar 7,31%; (b) kompetensi keterampilan (X2.2) sebesar 10,05%; (3) kompetensi praktikum pemesinan dan praktik kerja lapangan secara simultan berpengaruh terhadap minat berwirausaha
PENGARUH PEMASANGAN FEMAX DENGAN VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP DAYA MESIN DAN EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR BEAT FI
ABSTRAK Buana, Ignatius Indra. 2019. Pengaruh Pemasangan Femax Dengan Variasi Putaran Mesin Terhadap Daya Mesin Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Beat Fi. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marji, M.Kes., (II) Drs. Sumarli, M.Pd, M.T Kata Kunci: Femax, Ionisasi, Daya Mesin, Emisi. Peningkatan pengguna kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahunnya, khususnya pada sepeda motor. Keadaan tersebut tentunya akan mengakibatkan peningkatan polusi udara yang disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor yang pembakarannya kurang sempurna akibat sifat bahan bakar yang kurang homogen. Melihat permasalahan tersebut peneliti ingin membuat penelitian tentang penyempurnaan pembakaran dengan cara memasang alat ionisasi bermerk femax pada aliran bahan bakar pada sepeda motor dengan teknologi fuel injection. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan daya mesin dan emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Honda Beat Fi antara yang menggunakan femax dengan yang tidak menggunakan femax. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Pada rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan teknik analisis data Paired sample t-test. Subjek dalam penelitian ini yaitu sepeda motor Beat Fi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Rerata daya mesin Beat Fi meningkat sebesar 4,32 % pada putaran mesin 4500 - 9000 rpm setelah menggunakan femax. 2) Rerata Kadar CO pada emisi gas buang menurun sebesar 40,65 % setelah menggunakan femax pada putaran mesin 2500 - 9000 rpm. 3) Rerata kadar HC pada emisi gas buang menurun sebesar 31,66 % setelah menggunakan femax pada putaran mesin 2500 - 4500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dan telah dilakukan analisis data, maka dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat perbedaan daya mesin dan emisi gas buang CO dan HC yang signifikan pada sepeda motor Honda Beat Fi antara yang menggunakan femax dengan yang tidak menggunakan femax. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variasi tekanan bahan bakar, variasi pemanas temperature bahan bakar, ataupun variasi tekanan kompresi dengan menggunakan jenis bahan bakar pertamax atau pertamax plus agar dapat diketahui manfaat ionisasi bahan bakar secara lebih menyeluruh
Hubungan Antara Mata Kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik Terhadap Praktikum Pemesinan Mahasiswa Beda Domain di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Taruna, Dimas Bima. 2019. Hubungan Antara Mata Kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik Terhadap Praktikum Pemesinan Mahasiswa Beda Domain di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widiyanti, M.Pd., (II) Drs. Basuki, M.Pd Kata Kunci: Matematika Dasar, Teknologi Mekanik, Praktikum Pemesinan, mahasiswa beda domain (asal SMA dan SMK) . Praktikum permesinan merupakan mata kuliah praktek yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa jurusan Teknik Mesin. Sebelum mengambil mata kuliah Praktikum Pemesinan, mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah prasyarat yaitu Matematika Dasar atau Matematika Teknik 1 dan Teknologi Mekanik. Pada Jurusan Teknik Mesin tidak semua mahasiswa berasal dari SMK, ada juga yang berasal dari SMA. Perbedaan asal sekolah tersebut disebut dengan mahasiswa beda domain. Mahasiswa yang berasal dari SMK sudah pernah melakukan praktikumpraktikum yang ada di Jurusan Teknik Mesin. Berbeda dengan SMK, kurikulum SMA tidak terdapat mapel bernuansa praktik kejuruan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik untuk mahasiswa asal SMA terhadap Praktikum Pemesinan mahasiswa Universitas Negeri Malang, serta mengetahui hubungan antara mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik untuk mahasiswa asal SMK terhadap Praktikum Permesinan mahasiswa Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu Teknik analisis deskriptif, uji prasyarat analisis yakni uji normalitas dan uji homogenitas, uji hipotesis (uji F), uji korelasi pearson, dan uji ANAKOVA. Hasil penelitian menyatakan bahwa mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik yang telah diambil sebagai mata kuliah prasyarat memiliki hubungan secara simultan terhadap Praktikum Pemesinan bagi mahasiswa asal SMA dan SMK dengan tingkat korelasi “kuat” dan “cukup”. Selain itu, mata kuliah Matematika Dasar dan Teknologi Mekanik, kovarian (asal sekolah atau beda domain) juga memiliki hubungan linier terhadap Praktikum Pemesinan
Analisis Kekerasan, Bentuk Butir dan Fasa Al-Si Berpenguat Fe2O3 dengan Variasi Waktu Pada Proses Spheroidization.
ABSTRAKIrawan, Andi. 2019. Analisis Kekerasan, Bentuk Butir dan Fasa Al-Si Berpenguat dengan Variasi Waktu Pada Proses Spheroidization. Skripsi, Jurusan Teknik mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari. S.Pd., M.T., Ph.D., (2) Drs. Solichin S.T., M.Kes.Kata kunci: Kekerasan, Al-Si, , Spheroidization.Pemakaian aluminium khusus pada bidang industri terus meningkat sejak tahun 1980, dan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia. Penggunaan paduan aluminium untuk komponen otomotif dituntut memiliki kekuatan yang baik, yaitu dipadukan dengan unsur-unsur seperti: Cu, Si, Mg, Zn, Mn, Ni, dan sebagainya. Mengolah bijih aluminium menjadi logam aluminium (Al) memerlukan energi yang besar dan biaya yang mahal. Solusi utama untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan daur ulang. Karena keterbatasan yang ada seperti pada industri kecil, tidak semua menggunakan bahan baku murni, tetapi memanfaatkan aluminium sekrap atau reject material untuk dituang ulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan paduan Al-Si berpenguat sebesar 0,3% dengan variasi waktu penahanan spheroidization 10 jam, 20 jam dan 30 jam, serta menganalisis bentuk butir dan fasa paduan Al-Si berpenguat sebesar 0,3% dengan fariasi waktu pengaruh variasi waktu penahanan spheroidization 10 jam, 20 jam dan 30 jam. Metode penelitian yang digunakan ialah rancangan penelitian eksperimental. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh pada proses spheroidization terhadap kekerasan paduan Al-Si berpenguat sebesar 0,3% dengan variasi waktu penahanan 10 jam, 20 jam dan 30 jam. Hasil data tingkat kekerasan yang tertinggi diperoleh pada holding time 30 jam yaitu sebesar 48,96 HV dan nilai kekerasan yang paling rendah diperoleh pada holding time 10 jam yaitu sebesar 41,73 HV. Hasil pengamatan bentuk butir semakin lama holding time jenis spheroidization maka tingkat kekerasan akan semakin meningkat, dikarenakan semakin lama holding time maka akan membuat atom-atom semakin membesar serta aluminium, silicon dan semakin homogen.ABSTRACTIrawan, Andi. 2019. Hardness Analysis, Forms of Grain and Phases of Al-Si Strengthened with Time Variations in the Spheroidization Process. Thesis, Department of Mechanical Engineering. Faculty of Engineering. University Of Malang. Adviser: (1) Rr. Poppy Puspitasari. S.Pd., M.T., Ph.D., (2) Drs. Solichin S.T., M.Kes.Keywords: Hardness, Al-Si, , Spheroidization.The use of special aluminum in the industrial sector has continued to increase since 1980, and continued to increase along with the increasing number of motorized vehicles in Indonesia. The use of aluminum alloys for automotive components is required to have good strength, which is combined with elements such as: Cu, Si, Mg, Zn, Mn, Ni, and so forth. Processing aluminum to aluminum (Al) requires a lot of energy and expensive costs. The main solution to addres this is by recycling. Because of the limitations in small industries, they did not all use pure raw materials, but used aluminum scrap or reject material to be reproduced.The purpose of this research is to know the level of hardness combination Al-Si influential of 0,3 % with a variety of time detention spheroidization 10 hours, 20 hours and 30 hours, as well as to analyse the form of and fasa combination Al-Si influential of 0,3 % with variation time of the influence of variation time detention spheroidization 10 hours, 20 hours and 30 hours. The research used is the design of the study experimental. The kind of an approach that used in this study is a quantitative research.The results of research obtained in the process of spheroidization against the hardness alloy Al-Si influential of 0,3 % with a variety of time, 10 hours, 20 hours and 30 hours. The results of the highest level of data obtained on a holding time 30 hours namely of 48,96 HV and the value of the most low obtained on a holding time 10 hours namely of 41,73 HV. The results of the observation forms of getting a long time the kind of a holding spheroidization the level of hardness will be improved, because the long a holding time it will make atoms growing as well as aluminum, silicon and increasingly homogen
Pengaruh Perubahan Sudut Camshaft (LSA) Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z 110 CC
ABSTRAK Wahyudi, Fajar. 2019. Pengaruh Perubahan Sudut Camshaft (LSA) Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z 110 CC. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Paryono, S.T., M.T., (II) Fuad Indra Kusuma, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: Sudut Camshaft, Daya Mesin, Emisi Gas Buang Perkembangan industri otomotif sangatlah cepat dengan disertai jumlah kendaraan bermotor yang setiap tahun meningkat. Disamping dengan perkembangan industri otomotif tentunya memodifikasi kendaraan roda dua pun cukup banyak diminati. Salah satunya dengan merubah sudut Camshaft yang bertujuan menghasilkan performa mesin yang optimal. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut Camshaft (LSA) terhadap daya pada sepeda motor Yamaha Jupiter Z 110 cc, (2) Untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut Camshaft (LSA) terhadap emisi gas buang CO pada sepeda motor Yamaha Jupiter Z 110 cc, Untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut Camshaft (LSA) terhadap emisi gas buang HC pada sepeda motor Yamaha Jupiter Z 110 cc. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quast Experiment. Dimana variabel bebasnya adalah variasi sudut Camshaft (LSA), yaitu LSA 1040 (standart), LSA 1020 dan LSA 1060. Data yang diambil mulai dari 3000 rpm hingga 8000 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Kemudian statistic parametric dengan menggunakan metode Paired t test digunakan untuk menganalisis data yang dibantu oleh SPSS 20 for windows. Berdasarkan data pengujian daya terbesar terdapat pada Camshaft dengan sudut LSA 1060 dengan daya maksimum 9,18 Hp dan daya minimum 3,16 Hp. Peningkatan kadar emisi gas buang CO terbesar terjadi pada Camshaft dengan sudut LSA 1040 dengan peningkatan 0,04% vol. Di sisi lain, kadar emisi gas buang HC terbesar terjadi pada Camshaft dengan sudut LSA 1060 dengan peningkatan sebesar 9,2 ppm vol. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan daya yang signifikan dengan penggunaan variasi sudut Camshaft LSA 1040 (standart), LSA 1020 dan LSA 1060. Sedangkan pada pengujian emisi gas buang CO dan HC perbedaan yang signifikan penggunaan variasi sudut Camshaft LSA 1040 (standart), LSA 1020 dan LSA 1060
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTARAN DAN TEKANAN MINYAK PADA MISTCOOLING PROSES FRAIS (MILLING) BAJA ST 60 TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN
RINGKASAN Ihsan, Mahfud. 2019. Analisis Pengaruh Kecepatan Putaran dan Tekanan Minyak pada Mist Cooling Proses Frais (Milling) Baja St 60 terhadap Kekasaran Permukaan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Aminnudin S.T., M.T., (2) Yanuar Rohmat Aji Pradana S.T., M.Sc. Kata Kunci: Proses Frais, Mist Cooling, Kecepatan Putaran, Kekasaran Permukaan. Salah satu proses pemesinan konvensional yang banyak digunakan adalah proses frais karena proses pemotongan yang bisa dikerjakan menggunakan mesin ini lebih beragam. Gesekan yang terjadi antara pahat dan benda kerja dapat menghasilkan panas pada daerah pemotongan yang tidak menguntungkan, sehingga diperlukan suatu pendinginan selama proses pemotongan. Salah satu metode pendinginan yang potensial diterapkan selama proses pemotongan logam adalah mist cooling karena proses ini hanya membutuhkan jumlah pendinginan yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan dari baja St60 hasil proses frais menggunakan variasi putaran spindel (360, 490 dan 720 rpm) dan tekanan pada mist cooling (0,5; 1,5 dan 2,5 bar). Metode penelitian ini yaitu dengan cara eksperimen. Proses frais yang dilakukan menggunakan kecepatan pemakanan 75 mm/min dan menggunakan metode up milling. Permukaan hasil pemotongan diuji dengan menggunakan surface roughness tester pada 3 titik untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan rata-rata aritmatik (Ra). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kekasaran permukaan terjadi seiring dengan meningkatnya tekanan mist cooling, akan tetapi menurun ketika tekanan mencapai 2,5 bar. Selain itu, semakin tinggi kecepatan putaran maka kekasaran permukaan benda kerja yang dihasilkan semakin rendah. Hal ini terjadi dikarenakan dengan meningkatkan tekanan di bawah 2,5 bar, penyemprotan yang terjadi kurang optimal dalam mendinginkan daerah pemotongan. Akan tetapi, seiring dengan kenaikan tekanan lebih lanjut penyemprotan yang diberikan ke daerah pemotongan akan lebih maksimal karena kemampuan minyak untuk memasuki daerah pemotongan lebih tinggi. Nilai Ra rata-rata yang paling tinggi dihasilkan pada putaran spindel 360 rpm dengan tekanan mist cooling 1,5 bar yaitu dengan sebesar 2,65 µm. Sedangkan nilai Ra rata-rata paling rendah didapatkan pada putaran spindel 720 rpm dengan tekanan mist cooling 2,5 bar yaitu sebesar 1,29 µm. SUMMARY Ihsan, Mahfud. 2019. Analysis of Spindle Speed and Oil Pressure Effect of Mist Cooling on St 60 Steel Milling towards The Surface Roughness. Thesis. Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Aminnudin S.T., M.T., (2) Yanuar Rohmat Aji Pradana S.T., M.Sc. Keywords: Milling Process, Mist Cooling, Spindle Speed, Surface Roughness. One of the conventional machining processes widely used is milling process due to its versatility on various cutting applications. The friction occurred between tool and workpiece could induce a less-beneficial temperature rise at cutting region, therefore a cooling mechanism is needed during cutting process. one of several cooling methods applied on metal cutting is mist cooling because this process needs only a small amount of coolant. This study sets out to reveal the surface roughness of St 60 steel machined by milling process using different spindle speeds (360, 490, and 720 rpm) and mist cooling pressures (0.5; 1.5; and 2.5 bars). Experimental method was utilized in this study. The milling process carried out used up milling with the feed rate of 75 mm/min. The surface roughness was tested using surface roughness tester at 3 different points to obtain the average arithmetical surface roughness value (Ra). The results showed that the enhancement of surface roughness occurred along with the increase of mist cooling pressure, however, it dropped when the pressure reached the value of 2.5 bars. On the other hand, the higher spindle speed applied could reduce the surface roughness. These phenomena can be explained due to the less optimum of spraying process on cutting region when the pressure below 2.5 bars was used. Yet, along with the further addition of pressure, the spraying occured on cutting region turned to be more effective due to better ability of oil mist to penetrate the narrower cutting crevice. The highest average Ra value was resulted on the spindle speed of 360 rpm and the mist cooling pressure of 1.5 bars with the Ra of 2.65 µm. Conversely, the lowest one can be observed on sample cut using the spindle speed of 720 rpm and mist cooling pressure of 2.5 bars with the value of 1.29 µm.
Karakterisasi dan Uji Pirolisis Limbah Batang Singkong (Manihot esculenta Crantz) Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan
RINGKASAN Ramadhan, M. Rifqi. 2019. Karakterisasi dan Uji Pirolisis Limbah Batang Singkong (Manihot esculenta Crantz) Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, M.T. Kata Kunci: Batang singkong, energi baru terbarukan, biomassa, pirolisis, thermogravimetric, sifat fisik, kandungan kimia, lignoselulosa.Batang singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu biomassa limbah pertanian dengan produktivitas yang tinggi di Indonesia, dan termasuk tumbuhan lignoselulosik. Produksi batang singkong dibandingkan umbi singkong adalah 1:4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi batang singkong sebagai sumber energi baru terbarukan dengan cara dilakukan beberapa pengujian terhadap batang singkong.Batang singkong yang diteliti diambil dari lahan perkebunan singkong, Pakis, Kabupaten Malang. Pengujian ini meliputi pengujian proximate untuk mengetahui sifat fisik, ultimate untuk mengetahui kandungan kimia dasar, pengujian kandungan lignoselulosa serta pengujian thermogravimetric dengan metode pirolisis untuk mengetahui tahapan dekomposisis thermal pada batang singkong. Analisis kinetik, orde reaksi dan termodinamika pirolisis akan dilakukan pada hasil pengujian thermogravimetric.Hasil pengujian proximate menunjukkan kandungan moisture, ash content, volatile matter, fixed carbon, sulfur dan Gross Calorific Value (GCV) pada batang singkong dengan nilai berturut-turut 6,43%, 2,64%, 74,89%, 16,04%, 0,16% dan 4185 kkal/kg. Pengujian ultimate menunjukkan kandungan kimia dasar seperti C, H, O, N dan S dengan nilai berturut-turut 43,94%, 3,21%, 0,47%, 43,16% dan 0,15%. Berdasarkan pengujian lignoselulosa didapatkan kandungan lignin, selulosa dan abu dengan nilai berturut-turut 26,12%, 22,96% dan 0,08%. Pengujian thermogravimetric menghasilkan data dekomposisi pirolisis yang akan digunakan untuk mengetahui nilai energi aktivasi, orde reaksi dan parameter termodinamika dari batang singkong. Nilai energi aktivasi didapatkan menggunakan model fitting dengan nilai 89,84 kJ/mol pada metode Arrhenius, 69,07 kJ/mol pada metode Coats-Redfern dan 102,03 kJ/mol pada metode Horowitz-Metzger, sedangkan pada metode isoconversional didapatkan nilai energi aktivasi 176, 19 kJ/mol pada metode FWO, 184,28 kJ/mol pada metode Vyazovkin dan 183,35 kJ/mol pada metode Starink. Orde reaksi didapatkan menggunakan metode Avrami dengan nilai rata-rata 0,8447 dan nilai maksimal 1,7822. Berdasarkan perhitungan parameter termodinamika batang singkong memiliki nilai rata-rata A, ΔH, ΔG serta ΔS secara berturut-turut 3,316 × 1014 s-1, 171,24 kJ/mol, 160,91 kJ/mol, serta 0,0166 kJ/mol.SUMMARY Ramadhan, M. Rifqi. 2019. Characterization and Pyrolysis Test of Cassava Stalks Waste (Manihot esculenta Crantz) as a New Renewable Energy Source Undergraduate Thesis. Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Sukarni, M.T. Key Word: cassava stalks, renewable energy, biomass, pyrolysis, thermogravimetric, phsycal properties, chemical propertie, lignocellulose.Cassava stalks (Manihot esculenta Crantz) are one of the agricultural biomass waste with high productivity in Indonesia, and included in lignocellulosic plants. The comparison of cassava stalks production with cassava root is 1: 4. This study aims to determine the potential of cassava stalks as a new renewable energy source by conducting several tests on cassava stalks.The cassava stalks were taken from cassava plantation, Pakis, Malang Regency. These tests included proximate test to find out the physical properties, ultimate test for knowing the basic chemical content, testing of lignocellulose content and thermogravimetric test with the pyrolysis method to determine the stages of pyrolysis characteristics on cassava stalks. Kinetic analysis, reaction order and thermodynamics of pyrolysis will be carried out on thermogravimetric test results.The proximate test results showed the moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, sulfur and gross calorific value (GCV) on cassava stalks with values of 6.43%, 2.64%, 74.89%, 16 , 04%, 0.16% and 4185 kcal/kg, respectively. The ultimatee test revealed the basic chemical content on cassava stalks such as C, H, O, N and S with the values of 43.94%, 3.21%, 0.47%, 43.16% and 0.15%, respectively. Based on lignocellulose testing, the content of lignin, cellulose and ash was obtained at the values of 26.12%, 22.96% and 0.08%, respectively. Thermogravimetric test results were pyrolysis decomposition data which will be used to determine the activation energy values, reaction order and thermodynamic parameters of cassava stalks. The activation energy values were obtained using a fitting model with a value of 89.84 kJ / mol in the Arrhenius method, 69.07 kJ/mol in the Coats-Redfern method and 102.03 kJ/mol in the Horowitz-Metzger method, while the isoconversional method obtained an activation energy value of 176, 19 kJ / mol on the FWO method, 184.28 kJ / mol on the Vyazovkin method and 183.35 kJ / mol on the Starink method. The reaction order was obtained using the Avrami method with an average value of 0.8447 and the maximum value of 1.7822. Based on the calculation of thermodynamic parameters, cassava stalks indicated a mean values of A, ΔH, ΔG and ΔS, of 3,316 × 1014 s-1, 171,24 kJ / mol, 160,91 kJ / mol, and 0,0166 kJ / mol, respectively