174 research outputs found
Analisis Perwatakan Tokoh Dalam Novel Islah Cinta Karya Dini Fitria
The problems described in this study are: (1) What is the character of the main character and the way the author describes the character of the main character in Islah Cinta novel by Dini Fitria ?, (2) What is the character of additional characters and how the characters describe the character of Islah Cinta Dini Fitria? The purpose of this study is to (1) describe, analyze and identify the character of the main character and the way the author describes the character of the main character in Islah Cinta novel early fitria, (2) describe, analyze and identify the character of additional characters and how the author describes the character of additional characters in Islah novels love early fitria works The theory used is (Aminuddin 2013). The research approach is qualitative type of library research (Library Research) method used descriptive. The source of the Islah Cinta novel research data by Dini Fitria, the publisher of PT. Falcon Jakarta 2017 the first print consists of 33 chapters and 401 pages. The results showed that the role of the characters in the novel Islah Cinta by Dini Fitria was divided into two, namely the main character played by Diva, Andrean and Mas Jay. Additional characters played by thirteen other characters. The character of the main character is obtained that Diva, Andrean and Mas Jay have a patient nature, generous, confident, caring, selfish, bragging, rude, loser, calm, responsible, quiet, helper. the character of an additional figure of 13 people has a persistent, confident, courageous, kind, polite, friendly, selfish, unethical, helpful, religious, caring, wise, polite, calm, talkative, calm, romantic, smiling, straightforward quick, irresponsible, authoritative. The way the author describes the character of the main character and the character of the additional characters can be seen from: seeing how other characters talk about him, showing how his behavior, seeing how other characters talk to him, seeing how the character reacts to other characters
Pendampingan Peningkatan Spiritual Masyarakat Desa Mekarjaya Melalui Kegiatan Tradisi Barzanji di Mushola Baitul Maghfiroh
Kegiatan Barzanji sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini direalisasikan melalui program pendampingan peningkatan spiritual masyarakat Desa Mekarjaya melalui kegiatan tradisi barzanji di mushola baitul maghfiroh, permasalahan pokok yang ditemukan di Desa Mekarjaya adalah kurangnya keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah dalam menjalankan kegiatan barzanji, maka dari itu pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah melalui pendampingan terarah dan bertujuan untuk meningkatkan spiritual masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mendorong partisipasi aktif dalam komunitas, pendampingan ini menggunakan metode pendekatan pengembangan masyarakat berbasis asset yang menekankan pada penggunaan aset dan potensi yang dimiliki oleh komunitas setempat. Tim pendamping dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari mahasiswa dan dosen yang memastikan beragam perspektif yang terlibat dalam proses pendampingan, Hasil pendampingan ini yaitu dapat memberikan pemahaman terkait tradisi barzanji sebagai suatu nilai yang positif untuk mempertahankan eksistensinya, pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan spiritualisme masyarakat sekitar musholah baitul maghfiroh karena berhasil dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aspek keagamaan
Pengaruh model pembelajaran conceptual change terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi akan memiliki analisis yang sangat baik terhadap suatu masalah sehingga kemampuan ini sangat penting untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan Conceptual Change dan yang diajarkan dengan Konvensional, yaitu pendekatan saintifik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 10 Kota Tangerang Selatan tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian post test only control design. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa yang terdiri dari 37 siswa kelas eksperimen dan 33 siswa kelas kontrol dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang diajarkan dengan Conceptual Change lebih tinggi daripada siswa yang diajarkan dengan Pendekatan Saintifik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan Conceptual Change berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa
LEARNING OBSTACLES SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERBANDINGAN TRIGONOMETRI PADA SEGITIGA SIKU-SIKU TERKAIT DENGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
Pemahaman konsep matematis merupakan elemen kunsi dalam keberhasilan siswa menyelesaikan berbagai masalah matematis, termasuk masalah perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. namun, banyak siswa mengalami kesulitan dan melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah pada materi ini. Kesulitan dan kesalahan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep matematis yang dimiliki siswa. Kondisi ini mengindikasikan adanya hambatan belajar yang dialami oleh siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah perbandingan trigonometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif hambatan belajar siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemahaman konsep matematis siswa materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi hermeneutika. Partisipan dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas XI yang berasal dari salah satu SMA yang ada di Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tulis, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan belajar yang berupa hambatan ontogenik, hambatan epistemik, dan hambatan didaktis. Temuan yang didapatkan dalam penelitian ini digunakan sebagai dasar untuk merancang Hypothetical Learning Trajectory (HLT), yang kemudian menjadi panduan dalam mengembangkan desain didaktis pada penelitian ini. Desain didaktis yang dikembangkan bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dan mengurangi hambatan belajar yang muncul. Konstruksi desain ini memfasilitasi empat situasi didaktis, yaitu situasi aksi, situasi formulasi, situasi validasi, dan situasi institusionalisasi.
Mathematical concept understanding is a key element for students’ success in solving various mathematical problems, including problems related to trigonometric ratios in right triangles. However, many students experienced difficulties and made mistakes in solving problems in this subject. These difficulties and mistakes were largely due to students’ lack of understanding of mathematical concepts. This condition indicated some learning obstacles in understanding and solving trigonometric ratio problems. This study aimed to comprehensively describe students’ learning obstacles in solving trigonometric ratio problems in the right triangle related to mathematical conceptual understanding. This research employed a qualitative approach with a hermeneutic phenomenological design. The participants of this study were 20 eleventh-grade high school students from a school in Kota Bandung. Data were collected from the test instruments, interviews, and document analysis. The results of the study showed that students faced three types of learning obstacles: epistemological obstacles, didactical obstacles, and ontogenic obstacles. These findings form the basis for designing a Hypothetical Learning Trajectory (HLT), which was subsequently used as a guide in developing the didactic design in this study. The developed didactic design aims to assist students in understanding the concept of trigonometric ratios in right triangles and reducing the learning obstacles encountered. This design facilitated didactic situations: action, formulation, validation, and institutionalization to support a more effective and directed learning process
PENGARUH STRUKTUR AKTIVA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA PERIODE 2012-2014
FITRIA MARDYARANI. The Influence of Aktiva Structure and Firm Size to
Debt Policy on The Manufacturing Company in Chemical and Basic Industry
Sectors in 2012-2014 Period. Script, Department Economics and Administration.
Faculty of Economic, State University of Jakarta. 2016.
This study aims finding out if The Influence of Aktiva Structure and Firm Size to
Debt Policy on The Company Chemical and Basic Industry Sectors in Period
2012-2014. The hypothesis of this study is: There is influence The Influence of
Aktiva Structure and Firm Size to Debt Policy on The Company Chemical and
Basic Industry Sectors in Period 2012-2014.the method uses is the author of the
quantitative approach with associative approach. This study population is the
company chemical and basic industry sectors in period 2012-2014 his sampling is
simple random sampling as many as 41 samples. Hypothesis states that either
simultaneous or partialy independent variables affect the dependent variable of
the study. Based on the findings of regression coefficient test simultaneous, the
value of (8,898>3,244) with a sig. of 0,01, it can be conclude that simultaneous
Aktiva Structure and Firm Size effect on debt policy. While the findings of the
partial regression coefficient test, aktiva structure 2,204 > t
tabel
(2,024) and sig.
0,034 < 0,05 can be conclude that the aktiva structure significant effect on debt
policy, for firm size 2,981 > t
tabel
2,024) and sig. 0,005 < 0,05 can be conclude
that the firm size significant effect on debt policy. Hypothesis states that either
simultaneously or partially all independent variables affect the dependent
variable of the study
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA MTS DIPONEGORO MENDIRO
Menurut World Health Organization (WHO) 2015, hasil survei
di Indonesia terhadap 4.313 siswa kelas 7-9 dengan rentang usia 13-15 tahun (laki
laki berjumlah 2029 dan perempuan berjumlah 2284) pada sekolah yang dipilih,
ditemukan bahwa terdapat 18,3% perokok aktif. Sebanyak 30,9% siswa
merupakan mantan perokok (laki-laki dan perempuan). Prevalensi merokok pada
penduduk usia >10 tahun di Daerah Semarang sebesar 23,5 % tahun 2018
(Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
pengetahuan, dan sikap dengan perilaku merokok pada remaja di MTS
Diponegoro Mendiro.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik
observasional yaitu mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat,
dengan pendekatan cross sectional yang digunakan dalam satu waktu. Sampel
yang digunakan adalah seluruh siswa di MTS Diponegoro Mendiro Kalongan
Ungaran Timur yang diambil dengan menggunakan Teknik total sampling
berjumlah 108. Instrument penelitian ini adalah kuesioner kemudian data
dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan α = 0,05.
Hasil Responden yang merokok lebih tinggi pada responden dengan pengetahuan
sedang (52,2%) dibanding responden yang pengetahuan rendah (37,5%) dan
pengetahuan tinggi (36,0%). Responden yang merokok lebih tinggi memiliki
sikap tidak mendukung merokok (69,4%)dibanding responden yang mempunyai
sikap mendukung merokok (34,7%).Berdasarkan analisis univariat dengan uji
Chi-square, hubungan variabel pengetahuan dengan perilaku merokok pada
remaja dengan nilai p=0,284 > α = 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan
yang bermakna. Hubungan variabel sikap dengan perilaku merokok pada remaja
dengan nilai p=0,001 < α = 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan.
Simpulan: Faktor predisposisi pengetahuan dalam penelitian ini tidak
berhubungan dengan perilaku merokok sedangka
Analisis Buku Pendidikan Akhlak Anak Usia Sekolah Dasar Menurut K. H. Bisri Mustofa dalam Kitab Ngudi Susila Saka Pitedah Kanthi Terwela
penelitian ini merupakan studi pustaka, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan penyajian dalam kitab ngudi susila saka pitedah kanti terwela.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi, pada penelitian ini adalah data yang terdapat pada kitab syi’ir ngudi susila saka pitedah kanthi terwela. Selanjutnya penelitian ini menggunakan teknik analisis berupa analisis isi.
Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sistematika penyajian buku pendidikan akhlak anak usia sekolah dasar menurut K. H. Bisri Mustofa dalam kitab syi’ir ngudi susila saka pitedah kanthi terwela belum memenuhi aspek dalam penilaian kelayakan penyajian. Namun, dalam hal keakuratan materi kitab ini sudah memuat materi-materi yang cukup baik., sehingga buku tersebut layak digunakan sebagai buku pegangan bagi siswa maupun guru dalam proses pembelajaran. (2) Keruntutan penyajian buku pendidikan akhlak anak usia sekolah dasar menurut K. H. Bisri Mustofa dalam kitab syi’ir ngudi susila saka pitedah kanthi terwela sudah memenuhi aspek dalam penilaian kelayakan penyajian. Dibuktikan dengan alur atau jalan untuk menyatakan kebenaran suatu proporsisi, sehingga buku tersebut layak digunakan sebagai buku pegangan bagi siswa maupun guru dalam proses pembelajaran. (3) Keseimbangan antar bab dalam buku pendidikan akhlak anak usia sekolah dasar menurut K. H. Bisri Mustofa dalam kitab syi’ir ngudi susila saka pitedah kanthi terwela kurang memenuhi aspek dalam penilaian kelayakan penyajian. Dibuktikan dengan tidak disebutkan pasti dihalaman sekian. (4) Buku Pendidikan Akhlak Anak Usia Sekolah Dasar Menurut K. H. Bisri Mustofa dalam Kitab Syi’ir Ngudi Susila Saka Pitedah Kanti Terwela secara rinci belum memenuhi komponen-komponen penyajian pembelajaran dalam penilaian kelayakan penyajian. Hal ini ditandai dengan adanya kegiatan yang melibatkan siswa, seperti berpusat pada siswa, mengembangkan keterampilan proses, memperhatikan aspek keselamatan kerja yang mencakup (observasi, investigasi, eksplorasi, dan inkuiri), masalah kontekstual, menumbuhkan berpikir kritis, kreatif, atau inovatif, memuat Hands- on activity, dan variasi penyajian. Tetapi secara aplikasinya sudah cukup memenuhi. Sehingga buku tersebut layak digunakan sebagai buku pegangan bagi siswa maupun guru, tetapi dengan kesepakatan lembaga yang akan menggunakannya
THE RESEARCH AND DEVELOPMENT OF INNOVATED “TRADITIONAL LAPIS CAKE” TO BE “JUMPUTAN CASSAVA LAPIS CAKE
Afifah siti umaya. (2013). Resep kue lapis tepung. Accessed on May 05th 2016.
Retrieved from http://www.resepnasional.com/cara-membuat-kue-lapistepung-
beras-pelangi/
Amyrin, T.M, (1989). In Universitas Indonesia. Retrieved from
Lib.up.ac.id/file?file=digital/126525-5:5865-
ganbaran%rekrutmenliterature.pdf
Arikunto. (1980). In Denny Bagus. Aspek penawaran dan permintaan dalam Industry
pariwisata. Retrieved from Journal sdm.blogspot.com/2009/10/aspekpenawaran
dan permintaan-dalam.html
Burrell, M. M. (2003). Accessed on December 20 2015. Retrieved from Starch: the
need for improved quality or quantity--an overview. Journal of Experimental
Botany, 2003, vol. 54, no. 382, p. 451-456.
Esterberg. (2002). Method of interview. Accessed on May 10th 2016. Retrieved from
http://wachidsetya.blogspot.com/2012/09/normal-0-false-false-false-en-us-xnone.
html
Faridah, Anni. (2008). Penggunaan gula pada kue. Accessed on June 13rd 2016.
Retrieved from http://librarybinus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-2-
00842-HM%20Bab2001.pdf
Hamidah, S. (1996). Penggunaan gula pada adonan roti dan kue. Accessed on June
13rd 2016. Retrieved from http://eprints.uny.ac.id/9239/3/bab%202%20-
09512131023.pdf
Himagizi (2009), Diversification of food. Accessed from 29 March 2016. Retrieved
from http://ipb.ac.id/lombaartikel/pendaftaran/uploads/tpb/pertanian-danpangan/
Diversifikasi.pdf
Jafar, Nurhaedar. (2012) Diversifikasi Konsumsi dan Ketahanan Pangan Masyarakat.
Accessed on March 15 2016. Retrieved from
http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/2684
Lawless and Heymen. (1999). Madeline. Sensory perception. Accessed on 5th 2016.
Retrieved from www.minefolly.com
Lynn, A.Kunt. (2011). Innovation of food. Accessed on July 11st 2016. Retrieved
from http://www.naturalproductsinsider.com/blogs/foodscience/
2011/04/innovation-in-the-food-industry.aspx
51
Medical department (1996), Composition of cassava and flour. Accessed on 30
March 2016. Retrieved from
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39676/4/ChapterII.pdf
Nasution. (2003). Method of research. Jakarta : PT. bumi aksara
Oktaviani. (2014). The effects of consumption rice. Accessed on May, 11st 2016.
Pekik. (2007). Abdee Pamungkas. Definition of Carbohydrate. Accessed on June 14th
2016. Retrieved from http://www.diwarta.com/420/pengertian-nutrisimenurut-
beberapa-ahli-dan-jenis-jenis-nutrisi/
Puckette. (2014). Madeline. Sensory perception. Accessed on July 5th 2016. Retrieved
from www.minefolly.com
Purwiyatno Haryadi. (2011). Food Diversification. Accessed on March 15th 2016.
Retrieved from https://seafast.ipb.ac.id/publication/journal/ph-jurnaldiplomasi-
september-2011.pdf
Sugiyono. (2012). Skala likert pada penelitian. Accessed on May 05th 2015.
Retrieved from https://fathirphoto.wordpress.com/2013/09/24/caramenghitung-
skala-likert/
Sukmadinata. (2005). Metode penelitian pendidikan. Accessed on May 11st 2016.
Retrieved from Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, cetakan pertama.
Suyanti. Ahmad. (2000). Pengertian pisang. Accessed on May 08th 2016. Retrieved
from
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30697/5/Chapter%20I.pdf
Uri. (2008). Abdee Pamungkas. Accessed on June 14th 2016. Retrieved from
(http://www.diwarta.com/420/pengertian-nutrisi-menurut-beberapa-ahli-danjenis-
jenis-nutrisi/)
Vickie, A. Vaclevik dan Elizabeth. (2005). Sensory Perception. Accessed on July 5th
2016. Retrieved from Springer Science and business medical. LLI. New
York.
Wahyudi, in Bayu, Sri. 2012. Tujuan inovasi makanan. Accessed on July 11st 2016.
Retrieved from ejournal.unesa.ac.id/article/13335/56/article.pd
Analisis Kecenderungan Program Pelayanan Kesehatan Bayi Dan Anak Di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Dengan Menggunakan Metode Biplot
Salah satu penyakit menular yang menjadi ancaman bagi balita
adalah pneumonia. Kabupaten/kota yang memiliki kasus pneumonia
balita tinggi adalah Kota Surabaya. Untuk menanggulangi kasus
pneumonia balita, maka perlu mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhinya serta perlu mendeteksi keberadaan kantong-kantong
kasus pneumonia balita. Dalam penelitian dilakukan pemodelan jumlah
kasus pneumonia balita dengan Geographically Weighted Poisson
Regression (GWPR) dan mendeteksi kecamatan mana saja yang menjadi
kantong kasus pneumonia balita di Kota Surabaya dengan Flexibly Shaped
Spatial Scan Statistic. Hasil pemodelan GWPR diperoleh bahwa dari
variabel persentase balita gizi buruk, balita mendapat vitamin A dua kali,
cakupan pelayanan, kepadatan penduduk, PHBS, rumah sehat dan rumah
tangga miskin menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh di tiap
kecamatan berbeda-beda, berdasarkan kesamaan variabel yang
berpengaruh didapatkan 11 kelompok. Untuk Hasil deteksi kantong
pneumonia balita menggunakan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic
didapatkan empat kantong yang menunjukkan bahwa kecamatan yang
berada dalam kantong memiliki resiko tinggi ditemukannya jumlah kasus
pneumonia balita dibandingkan di luar kantong, diantaranya kantong 1
terdiri atas Kecamatan Benowo yang memiliki nilai resiko sebesar 2,32.
Kantong 2 terdiri atas Kecamatan Tenggilis Mejoyo yang memiliki nilai
resiko sebesar 1,80. Sedangkan kantong 3 terdiri atas Kecamatan
Sukomanunggal, Genteng, Bubutan, Simokerto, Pabean Cantikan, Kenjeran,
Tambaksari dan Sawahan yang memiliki nilai resiko sebesar 1,74 dan
kantong 4 terdiri atas Kecamatan Gayungan yang memiliki resiko sebesar
1,73. ============ One of diseases be a threat to children is pneumonia. One of
districts with high infant pneumonia cases is city of Surabaya. To
overcome pneumonia cases, it is necessary to know the factors that
influence it and need to detect the presence of hotspots pneumonia
cases. In a study conducted modeling number of cases of pneumonia
with Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) and detect
any districts where there is a case of pneumonia in the city of Surabaya
with Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic modeling results showed that
the variables that affect the number of pneumonia cases in each district
is different, based on the similarity of the influential variables in each
district obtained the grouping as many as 11 groups. Hotspot detection
using Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic obtained four hotspots that
show that district located in the hotspot has a relatively high risk of
finding the number of pneumonia cases than outside hotspot, hotspot 1
consists of Benowo which has a relative risk of 2,32. Hotspot 2 consists
of Tenggilis Mejoyo which has a relative risk of 1,80. While hotspot 3
consists of Sukomanunggal , Genteng, Bubutan, Simokerto, Pabean
Cantikan, Kenjeran, Tambaksari and Sawahan which has a relative risk
of 1,74 and a hotspot 4 consists of Gayungan have a relative risk of
1,73
PELAKSANAAN KURSUS MENJAHIT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA PADA PESERTA DIDIK DI LKP MODES ANIQ SIDOARJO
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pemberdayaan individu agar ia mampu memenuhi kebutuhan perkembangannya dan sekaligus memenuhi tuntutan social dan cultural dalam lingkungan kehidupannya. Dengan kata lain pendidikan memiliki fungsi sebagai sarana pemberdaya manusia dalam menghadapi tantangan masa depan serta mampu bersaing dengan yang lain. Kursus menjahit dalam penelitian ini adalah kursus yang melibatkan proses belajar untuk menciptakan dan mengembangkan keahlian dalam hal menjahit yang dapat digunakan sebagai basis untuk membuka usaha mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kursus menjahit di LKP Modes Aniq dan untuk mengetahui pelaksanaan kursus menjahit dalam meningkatkan motivasi berwirausaha pada peserta didik di LKP Modes Aniq Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan fokus penelitian pelaksanaan kursus menjahit dalam meningkatkan motivasi berwirausaha pada peserta didik di LKP Modes Aniq Sidoarjo. Informan dalam penelitian ini adalah peserta didik dan tutor. Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian dan keabsahan data, maka digunakan uji kondensasi data yaitu uji kredibilitas, dependabilitas konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kursus menjahit sudah berjalan sesuai dengan aspek-aspek kursus meliputi, pengorganisasian peserta didik dimana peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok besar, pengorganisasian tujuan dan bahan ajar yang tidak melibatkan peserta didik, metode pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, Tanya jawab dan praktek, alokasi waktu 5 hari setiap minggunya dimulai dari hari senin hingga hari jumat, sumber dana dari masing-masing peserta didik, tempat belajar yang kondusif, alat dan media yang lengkap, sumber belajar yang terdiri dari 9 tutor yang profesional, dan evaluasi di akhir pelaksanaan kursus. Sedangkan untuk pelaksanaan kursus menjahit dalam meningkatkan motivasi berwirausaha pada peserta didik hal ini dibuktikan dengan tercapainya indikator adanya rasa percaya diri, mampu berorientasi pada tugas dan hasil, memiliki keberanian mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan, keorisinilan dan berorientasi pada masa depan. Saran yang dapat disampaikan kepada lembaga LKP Modes Aniq alangkah baiknya apabila alokasi waktu dalam kursus lebih diperpanjang agar peserta didik bisa maksimal dalam penyelesaian tugas.Kata Kunci : Pendidikan, Kursus, Motivas
- …
