37 research outputs found

    wawasan al-qur’an tentang akhlak terhadap lingkungan hidup (studi tafsir al-qur’anil azhi>m karya al-imam abi fida’ ismail bin umar bin katsir al-qurasy ad-dimasyqi)

    No full text
    ABSTRAK Nahrowi, Muhammad. 2020.Pandangan Al Qur’an tentang Akhlak terhadap Lingkungan Hidup (Studi Tafsir Al-Qur’anil Azhi>m Karya Al-Imam Abi Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasy Ad-Dimasyqi). Kata Kunci: Pandangan Al Qur’an,Akhlak, Lingkungan Hidup. Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan bangsa. Akhlak mulia dalam agama Islam adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban, menjauhi larangan-larangan, memberikan hak kepada makhluk, sesama manusia, dan alam sekitar dengan sebaik-baiknya. Islam diturunkan Allah swt melalui Rasul-Nya merupakan rahmat bagi seluruh alam.Allah swt menciptakan manusia di muka bumi agar manusia dapat menjadi khalifah di muka bumi ini. Mempunyai tugas dan kewajiban terhadap alam sekitarnya, yakni melestarikan dan memeliharanya dengan baik dan juga untuk mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhan, hewan, hutan, air, sungai, gunung, laut, perikanan dan semestinya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Dalam skripsi ini fokus pembahasan pada akhlak terhadap lingkungan hidup yakni tentang alam.Berkenaan dengan perilaku manusia, maka penulis memilih tafsir Al-Qur’anil Azhi>m Karya Al-Imam Abi Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasy Ad-Dimasyqi sebagai alat analisis dan sebagai alat penjelas dari ayat tersebut.Untuk memudahkan dalam penelitian ini maka penulis merumuskan pokok permasalahan yakni bagaimana pandangan Ibnu Katsir mengenai akhlak terhadap lingkungan hidup?danbagaimana kontekstualisasi akhlak terhadap lingkungan hidup di Indonesia?.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan Ibnu Katsir mengenai akhlak terhadaplingkungan hidup dan kontekstualisasinya terhadap lingkungan hidup di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka (library research), yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang bersifat kepustakaan, misalnya buku, majalah, naskah, jurnal, kisah, dokumen dan lain sebagainya dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitisyakni memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Berdasarkan penelitian dari fokus masalah yang penulis kaji ditemukan kesimpulan sebagai berikut:1)Pandangan Ibnu Katsir mengenai akhlak terhadap lingkungan hidup terdiri dari kewajiban memelihara dan melindungi hewani, menghidupkan lahan mati, larangan berbuat kerusakan, dan berbuat baik pada lingkungan. 2) Kontekstualisasi akhlak terhadap lingkungan hidup di Indonesia yaitu perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran, atau kerusakan lingkungan hidup meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum. Namun, realitanya kondisi Indonesia saat ini semakin memburuk akibat masalah-masalah lingkungan yang terjadi karena ulah manusia

    PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 4 MALANG

    No full text
    ABSTRACT Nahrowi, M Imam. 2016. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di Perpustakaan SMK Negeri 4 Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra       Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nurchasanah, Dr., M.Pd (II) Moh. Safii, S.Kom., M.Hum Kata kunci: Standar Operasional Prosedur, perpustakaan SMK Negeri 4 MalangStandar Operasional Prosedur (SOP) adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada dalam suatu organisasi yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan, serta penggunaan fasilitas-fasilitas dan proses yang dilakukan oleh orang-orang di dalam organisasi berjalan secara efektif, efisien, konsisten, standar, dan sistematis.Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), manfaat penerapan SOP di perpustakaan, dan kendala yang dihadapi perpustakaan SMK Negeri 4 Malang dalam menerapkan SOP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Data berupa penerapan SOP, manfaat penerapan SOP, dan kendala yang dihadapi perpustakaan SMK Negeri 4 Malang dalam menerapkan SOP. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Responden dalam pengumpulan data ini adalah koordinator perpustakaan dan staf perpustakaan. Berdasar hasil penelitian, perpustakaan SMK Negeri 4 Malang menerapkan SOP dengan acuan SMM ISO 9001:2008. Dalam penerapannya menggunakan sistem sosialisasi. Sosialisasi kepada siswa dilaksanakan pada saat MOS dan sosialisasi dilaksanakan pada saat pertemuan khusus. SOP yang diterapkan di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang yaitu SOP layanan berkunjung, SOP layanan peminjaman individu dan kolektif, SOP layanan pengembalian individu dan kolektif, SOP layanan pengadaan, SOP layanan pengolahan dan layanan pelestarian. Manfaat penerapan SOP di perpustakaan SMK Negeri 4 malang yaitu SOP sebagai sarana mengomunikasikan pekerjaan, SOP sebagai penyimpan informasi, SOP sebagai acuan dalam melakukan penilaian terhadap proses pekerjaan, SOP sebagai sarana pelatihan bagi staf baru, SOP sebagai pengendali apabila terjadi perubahan sistem di perpustakaan, dan SOP sebagai sarana dokumentasi. Kendala yang dialami dalam penerapan yaitu terkait dengan siswa yang tidak disiplin, kebijakan kepala sekolah tidak sesuai SOP, dan jumlah SDM yang kurang

    Pendalaman Materi Agama Islam melalui Pondok Ramadhan di SMK PGRI 5 Jember

    Full text link
    Momentum bulan suci Romadhon 1445 H. Dimanfaatkan oleh tim pengabdi Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS)Kencong Jember menetukan lokasi SMK PGRI 5 Jember sebagai lembaga bidikan dalam program pondok ramadhan. Tim pengabdian kepada masyarakat terdiri dari Moh. Nahrowi, M.Pd., Anik Nur Maidah, S.S., M.Pd dan M. Taufiq Hidayat.Pondok Ramadhan di SMK PGRI 5 Jember bertujuan memperdalam materi agama Islam yang meliputi Wudhu’, Shalat, Puasa, membaca al-quran dan akhlak supaya dapat menambah pengetahuan sebagai bekal untuk melaksanakan syariat Islam.pengabdian ini menggunakan metode EBR (Empowerment-Based Research), dengan menggunakan tahapan pelaksanaan ECA-EVARED, yaitu:pertama Exploration, melakukan observasi, menggali data, mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi dari guru Pendidikan Agama Islam SMK PGRI 5 Jember. Subjek dalam pengabdian ini adalah siswa-siswi SMK PGRI 5 Jember kelas X dan XI. Kedua Create and Action. tim pengabdian melakukan perencanaan hingga pelaksanaan program kerja tersebut, yang dimulai dari jadwal perizinan ke SMK PGRI 5 Jember, kemudian melakukan koordinasi dengan guru Pendidikan Agama Islam, serta melakukan sosialisasi mengenai program kerja yang akan dilaksanakan. Setelah itu tim pengabdian mengukur keberhasilan atas rencana yang telah disusun. Ketiga Evaluation, tim pengabdian mengamati serta melihat kegiatan yang telah dilaksanakan dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program perencanaan. Keempat Report and Dissemination, tim pengabdian melakukan riset atas keberhasilan program kerja dan kebermanfaatan dari hasil pengabdian, Setelah itu tim pengabdian menyusun laporan dengan penyebarluasan ide dan gagasan yang terkait dengan hasil dari program kerja yang kemudian di publikasikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan Pondok Ramadhan kepada siswa-siswi kelas X dan XI SMK PGRI 5 Jember memiliki manfaat yang besar bagi peserta pondok Ramadhan sebagai bekal untuk melakukan amaliyah agama Islam yang meliputi Wudhu’, Shalat, Puasa, membaca al-quran dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-har

    PENGAWASAN PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Full text link
    ABSTRAK Ahmad Nahrowi Bisshoba', NIM. 17104153094, Pengawasan Pasar Tradisional Dan Pasar Modern Di Kabupaten Tulungagung, Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, IAIN Tulungagung, 2020, Pembimbing: Dr. H. M. Darin Arif Mu’allifin, S.H., M. Hum. Kata Kunci: Pengawasan Pasar Tradisional, Pasar Modern, Peraturan Daerah, OSS dan Hukum Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan menjamurnya pasar modern yaitu sejumlah 93 outlet yang tersebar hampir di seluruh Kabupaten Tulungagung, kecuali di tiga kecamatan, yaitu kecamatan Senang, Tanggung Gunung, dan Pucanglaban. Khususnya pasar modern yang memiliki jarak berdekatan dengan pasar tradisional. Pada tahun 2018 tercatat 1 8 pasar modern yang berdiri dengan jarak kurang dari 1000 m dari pasar tradisional. Berdasakan hal ini, peneliti tertarik untuk meneliti pengawasan pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Tulungagung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1 ) Bagaimana pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung? (2) Bagaimana pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung Ditinjau Dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional Dan Penataan Serta Pengendalian Pasar Modern? dan (3) Bagaimana pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung Ditinjau Dari Hukum Islam?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung, (2) Untuk menganalisis pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung ditinjau dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Serta Pengendalian Pasar Modern, dan (3) Untuk menganalisis pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung ditinjau dari hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilakukan dengan patroli, dan mengontrol setiap hari, barulah ketika ada pelanggaran akan dilakukan ada 4 tahap, yaitu pertama melakukan peringatan lisan. Kedua peringatan tertulis. Ketiga tindakan penyegelan. Dan yang keempat adalah melakukan pembongkaran. Pelaksanaan pengawasan pasar modern oleh Satpol PP hanya fokus pada jam operasional pasarmodern dan perizinan saja. Pengawasan untuk jarak antara pasar modern dengan pasar tradisional sudah tidak berjalan lagi. Hal ini dikarenakan adanya benturan antar peraturan yang mengaturnya, yaitu Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2018 dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. (2) Pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung ditinjau dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional Dan Penataan Serta Pengendalian Pasar Modern belum sesuai pelaksanaannya, karena pelaksanaan pengawasan pasar modern oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat ini hanya fokus pada jam operasional pasar modern dan perizinan saja. Sedangkan untuk pengawasan jarak antara pasar tradisional dengan pasar modern sudah tidak berjalan lagi. Namun dalam hal sanksi terhadap pasar modern yang melanggar peraturan daerah kabupaten Tulungagung sudah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan (3) Pengawasan pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tulungagung ditinjau dari hukum Islam pemerintah dalam hal pengawasan pasar tradisional dan pasar modern belum sepenuhnya amanah. Karena belum berjalan sebagaimana mestinya. Dalam hal pengawasan seharusnya Satpol PP tidak hanya fokus pada jam operasional dan perizinan pasar modern saja, namun juga harus fokus pada jarak antara pasar tradisional dan pasar modern. Namun dalam bentuk sanksi administrasi yang diberlakukan bagi pasar modern yang melanggar perda, pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung sudah menjalankan amanah sebagai pemimpin. Hal ini dikarenakan pemerintah daerah mentaati peraturan pemerintah pusat

    Komposisi Karkas Kelinci Peranakan New Zealand White yang Diberi Pakan dengan Tingkat Protein Berbeda

    No full text
    Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengevaluasi komposisi karkas kelinci peranakan New Zealand White. Sebanyak 15 ekor kelinci persilangan NZW masa pertumbuhan dengan bobot awal kelinci berkisar antara 982.83 ±303.53 g. Pakan penelitian yang digunakan yaitu P1: level protein pakan 12%; P2: level protein pakan 14%; dan P3: level protein pakan 16%. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data pertumbuhan bobot badan harian (PBBH), karakteristik karkas, komposisi karkas, bobot, persentase, dan distribusi komposisi potongan komersial dianalisis dengan Analysis of Covariance (ANCOVA). Perlakuan pemberian tingkat protein nayata mempengaruhi PBBH dimana P2 dan P3 lebih baik dibandingkan P1 namun, perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap karakteristik karkas, komposisi karkas, dan distribusi komposisi karkas (otot, lemak, serta tulang). Bobot dan persentase potongan komersial kelinci tidak berbeda nyata pada potongan (foreleg, rack, dan hindleg), sedangkan distribusi komposisi karkas pada bagian loin terdapat pada lemak subkutan. Disimpulkan bahwa penggunaan PK 14% sudah cukup untuk kelinci peranakan NZW

    Hubungan Fasilitas dan Layanan Perpustakaan Dengan Motivasi Belajar Siswa di Perpustakaan SMK Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fasilitas dan layanan perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini ada tiga, yakni, (1) ada hubungan yang signifikan antara fasilitas perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang, dengan nilai korelasi sebesar 0,545 yang berarti korelasinya sedang, (2) ada hubungan yang signifikan antara layanan perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan SMK Negeri 4 Malang, dengan nilai korelasi sebesar 0,663 yang berarti korelasinya kuat, dan (3) ada hubungan yang signifikan antara fasilitas dan layanan perpustakaan dengan motivasi belajar siswa di perpustakaan sebesar 0,708 yang berarti korelasinya sedang. Kata Kunci : fasilitas, layanan, motivasi belaja

    Kualitas Fermentasi Silase Ransum Komplit Berbasis Hasil Samping Jagung, Sawit dan Ubi Kayu

    Full text link
    The study was conducted to evaluate fermentation quality of complete feed silage based on corn, palm and cassava by products. Each complete feed was ensiled separately in 50 litres silo and were opened 6 weeks after ensiling. The silage products were evaluated in terms of physical (colour, smell, and presence of moulds), chemical (pH, N-amonia content, WSC loss and dry matter loss) and microbial properties (number of lactic acid bacteria). The data was analyzed by using Completely Randomized Design with three treatments and six replications, followed by LSD test. The result showed that all complete feed silage treatments were having good quality. Fermentation quality of silage was affected with kind of complete feed silage (P<0.05). In general, all of treatments had good fermentation quality of silage, because it have lower pH, ammonia content, WSC loss and dry matter also. It is concluded that quality fermentation of complete feed silage based on corn, palm and cassava by products had good quality and can be recomended as ruminant feeding

    BLOOD PROFILE, DIGESTIVE ORGAN AND FECAL AMMONIA OF LAYING DUCKS FED BY FERMENTED FEED

    Full text link
    This study was conducted to determine how the fermented feed effect against blood profile, digestive organ and fecal ammonia of laying ducks. Feed materials were prepared according to laying ducks need as 21% crude protein, then mixed rations already given water until 45% the water content, then anaerobic fermented for 7 days. This study used a completely randomized design with 4 treatments of feed, such as: dry feed, wet feed, wet fermentation feed, and commercial dry feed. Each treatment was repeated 5 times, and each replication was consisted of four laying ducks. Laying duck were 80 heads Indramayu duck at 5 month of old. Blood observations were taken 3 times at 5 months, 6.5 months and 8 months old. Parameters measured were red blood cell (RBC), packed cell volume (PCV) = volume percentage of erythrocytes in the blood, hemoglobin (Hb), white blood cell (WBC), heterophile cell (H), lymphocytes (L), monosit (M) and the ratio of HL. Blood was taken from vena pectoralis vein under duck wings. Observation of digestive organs and fecal ammonia content was at 8 months old of duck. The results showed in pre treatment of the 5 months ducks significantly influenced the PCV and the WBC, but at 6.5 months and 8 months of treatment did not significantly affect blood profile of laying ducks. Digestive organs of liver in fermentation treatment showed  significantly  lower  than  in  controls. The  content  of  fecal ammonia were not significantly different

    A Meta-analysis of Antimicrobial Peptide Effects on Intestinal Bacteria, Immune Response, and Antioxidant Activity of Broilers

    Full text link
    This study used a meta-analysis to systematically assess the effect of antimicrobial peptide (AMP) addition on the number of bacteria, immune responses, and antioxidant activity of broilers. The database was compiled from 29 post evaluation articles that were found in search engines consisted of 36 experiments and 111 data. The mixed model method was used to assess the effect of AMP, with AMP addition level as a fixed effect and experiment as a random effect. The fixed effect was tested for linear and quadratic models. The quadratic model was retained when significant at p&lt;0.05 but turned into its corresponding linear model when insignificant. In the starter phase, AMP addition decreased the number of bacteria in the ileum (coliform and total aerobic bacteria (TAB); (p&lt;0.05), the caecum (Clostridium spp., Escherichia coli, coliform, and lactic acid bacteria (LAB); p&lt;0.05), and excreta (Clostridium spp.; p&lt;0.1). Similarly, the number of bacteria also declined in the ileum (Escherichia coli, p&lt;0.05; TAB, p&lt;0.1), the caecum (LAB; p&lt;0.1), and excreta (Clostridium spp.; p&lt;0.05) of broilers in the finisher phase. There were significant improvements in immune response and antioxidant activity in starter broiler, as indicated by the titer of Newcastle disease (ND) antibody, bursal index, spleen index, and thymus index (p&lt;0.05) due to AMP addition. Variables of immunoglobulin M (IgM), cluster of differentiation 4 (CD4), ND antibody titer, bursal index, spleen index, and thymus index were also significantly increased (p&lt;0.05) while superoxide dismutase activity (SOD activity) tended to increase (p&lt;0.1) in finisher broiler following the AMP addition. In short, AMP addition is able to suppress the number of pathogenic bacteria and increase the immune response and antioxidant activity of broilers

    Aktivitas Senyawa Bioaktif Dari Bakteri Yang Berasosiasi Dengan Spons Terhadap Sel Leukimia.

    No full text
    Spons dilaporkan sebagai penghasil utama senyawa alami yang berasal dari laut. Namun, spons belum siap untuk dikembangkan lebih lanjut terkait dengan ketersediaannya yang dibutuhkan dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Diketahui hampir 40-60% dari total biomassa spons adalah mikroorganisme, maka isolasi bakteri yang berasosiasi dengan spons dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan berbagai senyawa bioaktif dalam jumlah besar melalui pengkulturan mikroba. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme yang berasosiasi dengan spons merupakan penghasil senyawa bioaktif tersebut. Bioaktif inimemiliki banyak potensi diantaranya sebagai antibakteri, antifungi, antivirus, immunosupressant, antitumor, dan antikanker. Kanker merupakan sel abnormal yang tumbuh akibat mutasi genetik baik itu yang bersifat turunan maupun yang di induksi oleh lingkungan. Leukemia adalah salah satu sel kanker yang terjadi pada sel darah. Saat ini, kanker berhasil ditanggulangi dengan cara operasi dan kemoterapi. Meskipun pengangkatan sel kanker secara fisik melalui operasi merupakan usaha optimal, namun sangat sulit untuk menghilangkan sel kanker secara menyeluruh dan dapat menyebabkan penyebaran sel kanker ke organ yang lain. Sementara itu, kemoterapi memiliki banyak efek samping. Pengembangan antikanker baru yang tidak memiliki efek samping sangat diperlukan untuk penanggulangan kanker. Beberapa bahan bioaktif yang diperkirakan memiliki aktivitas melawan kanker ditemukan pada beberapa organisme, salah satunya adalah bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalahmengisolasi senyawa bioaktif dari bakteri yang berasosiasi dengan spons dan menguji aktivitasnya melawan sel leukimia. Bakteri yang berasosiasi dengan spons (SAB) dengan kode SAB E-35, E-38 dan SAB E-40 telah diisolasi dari sponge Jaspis sp. yang berasal dari kepulauan Raja Ampat menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Eschericchia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans dan C. tropicalis. Bakteri tersebut juga telah diuji memiliki sitotoksisitas terhadap Artemia salina melalui uji Brine Shrimp Letality Test (BSLT). Perlu dilakukan ujilanjutan untuk menganalisis aktivitasnya melawan sel kanker, salah satunya leukemia.Sel leukemia yang diujikan pada penelitian ini adalah U937, MOLT4, K562, HL60, Daudi dan CEM6. Isolasi senyawa bioaktif dilakukan melalui dua metode yaitu fraksionasi senyawa menggunakan Amicon Filter dilanjutkan dengan pemisahan fraksi berdasarkan pH menggunakan rotofor, serta ekstraksi senyawa bioaktif menggunakan etil asetat dilanjutkan dengan fraksionasi ekstrak melalui kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi kolom (KK). Selanjutnya, fraksifraksi terisolasi digunakan untuk uji sitotoksisitas terhadap sel leukemia melalui Cell Counting Kit CCK-8. Fraksi Amicon filter tidak menunjukkan efek sitotoksisitas terhadap sel leukimia, sebaliknya menunjukkan aktivitas pemicu pertumbuhan. Fraksi Amicon berukuran >50 kDa memiliki kemampuan terkuat dalam memicu pertumbuhan sel U937. Ekstrak etil asetat SAB menunjukkan efek iii toksisitas yang beragam pada sel kanker leukemia. Berdasarkan nilai IC50, SAB E- 40 (IC50 = 191.512 μg/ml) memiliki kemampuan paling kuat untuk menghambat sel U937. SAB E-40 juga menunjukkan penghambatan terkuat pada K562, Daudi dan CEM6 dengan nilai IC50 berturut-turut 214.467 μg/ml, 222.138 μg/ml dan 233.963 μg/ml. Untuk sel MOLT4, efek toksisitas terkuat ditunjukkan oleh SAB E-35 dengan nilai IC50 263.93 μg/ml. Untuk sel HL60, efek toksisitas terkuat ditunjukkan oleh SAB E-38 dengan nilai IC50 sebesar 294.923 μg/ml. Beberapa fraksi hasil fraksionasi melalui KLT dan KK menunjukkan efektifitas fraksi dengan nilai IC50 yang lebih rendah daripada ekstrak kasarnya. Uji apoptosis ditentukan dengan menggunakan Annexin V-FITC Apoptosis Detection Kit. Selanjutnya, analisis siklus sel ditentukan dengan menggunakan pewarna DNA Propidium Iodida kemudian dianalisis menggunakan flow cytometer. SAB E-35 menunjukkan efek apoptosis terkuat pada sel MOLT4 berdasarkan kemampuannya menurunkan jumlah sel yang hidup sampai tersisa 21,6% dan sebanyak 37,3% sel berada pada fase akhir apoptosis. Analisis siklus sel pada sel-sel yang diinkubasi dengan ekstrak mengakibatkan penurunan jumlah sel di fase S, G0 / G1 dan G2 fraksi / M, sebaliknya terjadi akumulasi sel dalam fraksi sub-G1. Akumulasi sel dalam fraksi sub-G1 menunjukkan peningkatan fragmentasiDNA pada proses apoptosis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi Amicon dapat memicu pertumbuhan sel kanker sedangkan ekstrak etil asetat memberikan pengaruh sitotoksisitas pada sel leukemia. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan jenis senyawa bioaktif yang terisolasi berdasarkan metode yang digunakan. Hasil lainnya menunjukkan bahwa apoptosis terjadi pada MOLT4 yang diberi perlakuan ekstrak, dikonfirmasi oleh hasil analisis siklus sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek apoptosis dari SAB terhadap MOLT4 dapat memberikan kontribusi dalam aktivitas antikanker
    corecore