Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    173 research outputs found

    Pengembangan Modul Perkembangan Embrio Mammalia Berbasis Inkuiri Berdasarkan Hasil Deteksi Ekspresi dan Analisis Fungsi Gen SRY Sapi Peranakan Ongole

    No full text
    Pendidikan bertujuan untuk membuat peserta didik mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan peran penting dari pendidikan tinggi sehingga kurikulum disusun berdasarkan Kerangka Kualfikasi Nasional Indonesia (KKNI). Capaian pembelajaran lulusan sebagai deskripsi kualifikasi KKNI yang telah disusun tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk memahami konsep keilmuan saja, namun juga dapat menjadi ilmu terapan dan memberikan manfaat praktis. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan diperlukan bahan ajar yang mampu mengatasi permasalahan dalam pembelajaran. Materi yang dicantumkan dalam bahan ajar sebaiknya lebih sederhana namun dibahas secara detail, utuh, dan bersifat mandiri bagi mahasiswa, sehingga bahan ajar yang akan dikembangkan adalah modul. Pemilihan modul menyesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan saat pembelajaran SPH II yaitu bersifat self instruction dan self contained. Self instruction memungkinkan mahasiswa belajar secara mandiri dan self contained memuat materi secara utuh sehingga memberi kesempatan mahasiswa mempelajari materi secara tuntas. Pengembangan modul menyesuaikan dengan pendekatan konstruktivistik yang lebih menekankan pada peran aktif mahasiswa dalam membentuk pengetahuan, belajar melalui penemuan kegiatan berpikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal yang dipelajari. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan konstruktivistik adalah model pembelajaran inkuiri yang menuntut mahasiswa untuk terlibat aktif dalam menemukan fakta, merumuskan sendiri penemuan melalui penyelidikan, dan mampu memecahkan masalah. Basis pengembangan modul ini berdasarkan hasil penelitian deteksi gen SRY pada sapi pejantan peranakan ongole (PO). Pengembangan bahan ajar berbasis hasil penelitian dapat memberikan pengalaman nyata karena informasi yang disajikan diperoleh melalui pengamatan sehingga dapat memperluas dan memperdalam materi secara aplikatif. Gen SRY bertanggung jawab dalam determinasi kelamin jantan yang menginisiasi perkembangan testis selama embriogenesis pada mammalia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis deteksi ekspresi dan fungsi gen SRY pada sapi PO dengan pendekatan biologi molekuler dan bioinformatika, serta menghasilkan modul perkembangan embrio mammalia berdasarkan hasil deteksi ekspresi dan analisis fungsi gen SRY pada sapi PO yang valid dan praktis. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu penelitian deksriptif eksploratif dan tahap kedua penelitian pengembangan modul. Prosedur pelaksanaan tahap penelitian I terdiri dari: a). Koleksi dan Isolasi DNA Genom Sapi, b). Isolasi DNA Total c). Uji Kuantifikasi DNA dengan Nanodrop Spektrofotometri, d). Elektroforesis, e). Reaksi Polymerase Chain Reaction (PCR), f). Elektroforesis (Separasi Hasil PCR), g). Sekuensing h). Analisis Bioinformatika. Sedangkan tahap penelitian II menggunakan model pengembangan PLOMP. Hasil penelitian tahap I diperoleh adanya variasi urutan nukleotida dan asam amino gen SRY dari kelima sampel sapi PO namun tetap menghasilkan polipeptida yang sama yaitu activator protein-2. Walaupun terjadi variasi antara kelima sampel sapi pejantan PO namun tidak mengubah ekspresi gen SRY. Variasi urutan penyandi gen SRY  tidak mengubah translasi asam amino. Hasil penelitian tahap II diperoleh hasil uji validasi materi sebesar 100%, validasi media 98,68%, uji kepraktisan kepada dosen pengampu mata kuliah 95% dan uji kepraktisan  kepada mahasiswa 87,55%. Berdasarkan hasil tersebut maka modul dinilai valid dan praktis

    Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Sirkulasi di Perpustakaan Umum Kota Bata

    No full text
    ABSTRAK   Layanan sirkulasi adalah layanan yang melayani pemustaka untuk melakukan peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan bahan pustaka milik perpustakaan. Selain itu layanan sirkulasi bertugas mengawasi keluar-masuknya bahan koleksi yang bertujuan untuk meminimalisir hilangnya koleksi perpustakaan. Kegiatan layanan sirkulasi antara lain yaitu, pendaftaran anggota, peminjaman, pengembalian atau perpanjangan, penagihan, pemberian sanksi, beres administrasi, dan statistik pengunjung perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi di Perpustakaan Umum Kota Batu. Penelitian ini berfokus pada: (1) Layanan pendaftaran anggota perpustakaan; (2) layanan peminjaman bahan pustaka; dan (3) kegiatan penagihan bahan pustaka di Perpustakaan Umum Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian berupa prosedur layanan sirkulasi di perpustakaan dan persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi di perpustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pemustaka dan petugas perpustakaan dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil tugas akhir ini menunjukkan (1) persepsi pemustaka terhadap layanan pendaftaran anggota cukup baik. Hal ini dibuktikan dari pernyataan pemustaka bahwa layanan pendaftaran anggota cukup mudah, cepat, dan tepat. Meskipun terkadang kegiatan pendaftaran dapat terhambat karna ada masalah pada server. (3) persepsi pemustaka terhadap layanan peminjaman bahan pustaka sudah baik. Hal ini dapat dibuktikan dari pernyataan pemustaka bahwa proses layanan peminjaman bahan pustaka dilakukan dengan mudah, cepat, dan tepat. Namun terkadang pelayanan tidak berjalan dengan cepat dikarenakan petugas melayani pemustaka yang hendak mendaftar sebagai anggota dan melayani pengembalian bahan pustaka (3) kegiatan penagihan bahan pustaka yang dilakukan petugas kepada pemustaka sudah cukup baik. Hal tersebut dibuktikan dari pernyataan pemustaka pada saat wawancara bahwasannya petugas selalu mengingatkan dan menagih bahan pustaka kepada pemustaka yang mempunyai tanggungan bahan pustaka milik perpustakaan. Namun kebijakan tersebut tidak efektif dalam menanggulangi hilangnya bahan pustaka, karena petugas hanya memperingatkan pemustaka hanya pada saat pemustaka berkunjung ke perpustakaan. Berdasarkan uraian diatas, saran yang dapat dikemukakan untuk meningkatkan layanan sirkulasi di Perpustakaan Umum Kota Batu yaitu (a) merekrut pegawai perpustakaan yang ahli di bidang teknologi informasi supaya masalah yang ada pada server dapat segera ditagani secara cepat dan tepat (b) vi layanan peminjaman dan pengembailian dipisahkan dengan layanan keanggotaan, agar pelayanan dapat berjalan dengan cepat dan fokus pada satu pelayanan saja (c) Petugas hendaknya meminta kontak pribadi setiap pemustaka yang terdaftar sebagai anggota, agar petugas dapat langsung menghubungi untuk mengingatkan dan memperingatkan pemustaka yang terlambat mengembalikan bahan pustak

    Sistem Otomasi Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang (SIPUSNELA)

    No full text
    RINGKASAN Perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar bagi siswa baik di bidang akademik dan non akademik. Sebagai sumber belajar bagi siswa perpustakaan sekolah dituntut untuk memberikan layanan yang cepat dan baik, salah satu layanan perpusakaan yang langsung berhubungan dengan siswa ialah layanan sirkulasi karena di bagian ini siswa harus berhubugan dengan proses peminjaman dan pengembalian koleksi perpustakaan. Layanan sirkulasi merupakan ujung tombak layanan perpustakaan dan untuk mningkatkan mutu layanan bagi pemustaka, perpustakaan dapat mengimplementasikan teknologi informasi perpustakaan salah satunya menggunakan sistem otomasi perpustakaan. sistem otomasi perpustakaan ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaaan tenaga perpustakaann dan memberikan manfaat bagi penggunanya. Fokus penelitian untuk mengungkapkan (1) sistem otomasi perpustakaan pada layanan srkulasi dan (2) kendala pada sistem otomasi . Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif ini dipilih karena untuk memaparkan pemanfaatan sistem otomasi di perpustakaan dengan mengumpulkan data, menganalisis data, dan diakhiri dengan dengan kesimpulan dan proses penelitian dilakukan secara kulaitatif.Instrumen penelitian ini menggunakan  pedoman wawancara dan pedoman studi dokumentasi. Analisis data adalah menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, dan studi dokumentasi dengan cara mengolah data sehingga dapat diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian memaparkan bahwa Perpustakaan SMA Negeri 1 menerapkan sistem otomasi pada perpustakaannya pada tahun 2011 sistem tersebut dibuat oleh alumni dari sekolah SMA Negeri 1 Lawang yang diberi nama SIPUSNELA. Dalam penerapanya sistem otomasi perpustakaan terdapat unsur unsur yang terkait. yang terdiri dari 5 macam yaitu (1) pengguna, (2) perangkat keras, (3) perangkat lunak, (4) jaringan, dan (5) data.Aplikasi SIPUSNELA mencakup 2 kegiatan yaitu kegiatan pengolahan dan kegiatan sirkulasi.SIPUSNELA memliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulan yang dimiliki oleh SIPUSNELA ini adalah menu menu yang ada di aplikasi ini mudah dipahami dan mudah digunakan, memiliki notifikasi layanan sirkulasi yang terletak disebalah kiri, menu itu tentang pengunjung, peminjaman, pengembalian, dan pengembalian terlambat pada setiap harinya, kelemahan yaitu: fitur stock opname yang tidak digunakan, akun tunggal administrator, tidak dapat mencetak kartu anggota bahkan tidak dapat mencetak nomor panggil pada buku, mengentry buku dengan mengetik satu persatu kode buku dalam jumlah eksemplar yang banyak, terjadi error apabila 2 komputer digunakan secara bersamaan untuk mengentry buku dan kegiatan sirkulasi

    Pengelolaan Koleksi Muatan Lokal di Perpustakaan Umum Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawati, Disty . 2018.Pengelolaan Koleksi Muatan Lokal di Perpustakaan Umum Kota Batu. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Darmono, M.Si   Kata Kunci:perpustakaan umum, pengelolaan koleksi, muatan lokal. Perpustakaan umum perlu melakukan pengelolaan terhadap koleksi yang mengandung nilai budaya daerahnya. Pengelolaan juga bertujuan agar koleksi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber belajar serta sebagai sarana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan jenis koleksi muatan lokal di Perpustakaan Umum Kota Batu, pengelolaan koleksi muatan lokaldi Perpustakaan Umum Kota Batu, dan kendala yang dihadapi Perpustakaan Umum Kota Batu dalam pengelolaan koleksi muatan lokal. Metode dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari informan; observasi; serta dokumen. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan datayaitu melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan instrumen pedoman wawancara, panduan observasi, dan pedoman dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, jenis koleksi muatan lokaldi Perpustakaan Umum Kota Batu terdiri dari karya cetak dan karya rekam. Jenis karya cetak yaitu buku teks, dokumen pemerintah, kumpulan foto/kliping, abstrak, buku rujukan (seperti statistik, buku tahunan, buku petunjuk, kamus), laporan penelitian, indigenous knowledge, majalah, dan buku fiksi. Sedangkan jenis karya rekam yaitucompact disk (CD). Jenis koleksi tersebut memuat informasi tentang budaya Kota Batu dan informasi di luar Kota Batu. Aspek budaya pada koleksi muatan lokal meliputi sistem nilai dan pandangan hidup, pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata, organisasi-organisasi masyarakat, sejarah Kota Batu beserta desa-desanya, pengalaman-pengalaman masyarakat tentang Kota Batu, dll. Aspek lainnya tentang Kota Batu yaitu informasi seputar pemerintahan. Sedangkan yang informasinya di luar Kota Batu seputar pengetahuan umum. Pengelolaan koleksi muatan lokal meliputi kegiatan:(1) pengolahan terdiri dari inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, dan pembuatan dan pemasangan label.(2) penyimpanan di dalam almari tertutup; sistem penjajaran berdasarkan tahun dan nomor urut. (3) pemeliharaanterdiri dari pelestarian koleksi yang belum berjalan; pengawetan dengan cara menyampul, memberi wadah, dan menjaga kebersihan ruang; serta kegiatan perbaikan yang belum dilaksanakan. (4) pelayanan terdiri dari sasaran pengguna yaitu masyarakat umum; sistem layanan tertutup; sarana pelayanan di ruang layanan umum; pihak yang melayankan yaitu petugas layanan umum; penggunaan koleksi dan layanan diatur dalam Standar Pelayanan Deposit; dan publikasi koleksi melalui blog daninstagram. Dalam menjalankan kegiatan pengelolaan koleksi muatan lokalditemukan beberapa kendala meliputi: (1) sarana prasarana belum mendukung, (2) kurangnya pengetahuan dan pemahaman pihak pengelola koleksi deposit, dan (3) sikap kurang disiplin komponen pelaksana kegiatan

    IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DI SMP NEGERI 1 PAKIS KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Fariyani, Sisca. 2018. Implementasi Sistem Informasi Perpustakaan di SMP Negeri 1 Pakis Kabupaten Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Taufiq Kurniawan, S.IP, M.IP.   Kata Kunci: perpustakaan sekolah, teknologi informasi, sistem informasi perpustakaan. Sistem informasi perpustakaan merupakan sekumpulan subsistem (pustakawan, koleksi, fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki) yang saling berinteraksi dan berhubungan dalam kegiatan manajerial perpustakaan seperti pengolahan koleksi, transaksi peminjaman dan pengembalian, dan temu kembali informasi dengan tujuan untuk memudahkan petugas mengelola perpustakaan dan memudahkan pemustaka menemukan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sistem informasi perpustakaan di SMP Negeri 1 Pakis kabupaten Malang dan kendala yang dihadapi pada implementasi sistem informasi perpustakaan di SMP Negeri 1 Pakis kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari informan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Setelah memperoleh data penelitian, penulis melakukan analisis data dengan mengolah data kemudian menyajikan data dalam bentuk kata-kata tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis untuk memperbaiki pengelolaan informasi memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan implementasi sistem informasi perpustakaan terdiri dari lima tahap berdasarkan teori menurut Sulistyo-basuki (2014:9.31) yaitu (1) persiapan dan perencanaan, (2) pemasangan perangkat keras, (3) pemasangan perangkat lunak, (4) menciptakan pangkalan data, (5) pelatihan staf dan penyiapan senarai uji (check list), dan (6) implementasi sistem. Kendala yang dihadapi pada kegiatan implementasi sistem informasi perpustakaan yaitu (1) kurangnya penyediaan perangkat keras, (2) kurangnya waktu pelayanan perpustakaan, dan (3) database perpustakaan belum tersimpan secara terpusat. Saran yang dapat dikemukakan adalah (1) petugas perpustakaan perlu mengupayakan menambah Personal Computer (PC) untuk layanan sirkulasi, (2) kepala sekolah perlu mengupayakan untuk penambahan SDM yang berkompeten di bidang perpustakaan khususnya IT, dan (3) petugas perpustakaan perlu mengupayakan untuk menggunakan satu sistem agar database perpustakaan dapat tercatat secara terpusat

    Studi Desain Motif Batik Karya Siswi Ekstrakurikuler di Wattanatham Islam School Poming Pattani Thailand Selatan.

    No full text
    ABSTRAK Pattani merupakan daerah mayoritas islam di Thailand Selatan, keragaman budaya, bagunan, flora dan fauna yang ada disana diangkat dalam karya desain batik yang menjadi sumber inspirasi bagi siswi ekstrakurikuler batik Wattanatham Islam School Poming. Ekstrakurikuler batik ini selain program kerja sama dari KKN-PPL antara Universitas Negeri Malang dengan Badan Alumni Internasional Thailand Selatan juga bertujuan memperkenalkan budaya warisan Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan:(1) untuk mengetahui sumber inspirasi/ide siswi ekstrakurikuler batik. (2) untuk mengetahui visualisasi ragam motif batik yang diciptakan oleh siswi.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. lokasi penelitian adalah Wattanatham Islam school Poming, Pattani, Thailand Selatan. Data diperoleh dari dokumentasi desain dan observasi kegiatan ekstrakurikuler berkaitan dengan mendesain. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi. Tahapan analisis data dimulai dari reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.Dalam proses mendesain terdapat tahapan-tahapan yang ditemukan peneliti melalui observasi. Terdapat lima tahapan yakni:(1) Pemikiran gagasan.(2) Merumuskan suatu pola atau sketsa.(3) Merancang gambar jadi. (4)Penyempurnaan desain. dan (5) Penilaian hasil akhir. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua hasil penelitian sebagai berikut: (1) Sumber inspirasi/ide diperoleh siswi dari lingkungan sekitar yang ada dilingkungan rumahnya, juga menggunakan media seperti internet dan melihat contoh-contoh yang diberikan oleh pengajar. (2) Visualisasi desain meliputi empat katagori visual yaitu visualisasi berdasarkan unsur desain, meliputi unsur garis yang cenderung garis lengkung dan huruf s, warna yang cenderung menggunakan warna tegas, bidang yang cenderung bidang non geometris, bentuk/ruang yang cenderung menggunakan ruang positif. Visualisasi berdasarkan prinsip desain meliputi ritme yang dibuat dengan perulangan, kesatuan dari perulangan bentuk, keseimbangan yang formal. Visualisasi ragam motif batik Nusantara meliputi motif gubahan, motif isen-isen, motif buketan, motif flora, motif fauna

    Konflik Kehidupan Keluarga Sebagai Sumber Inspirasi Berkarya Seni Lukis Gaya Pribadi

    No full text
    ABSTRAK Konflik dalam pengertian umum merupakan sebuah ketidakserasian, menyangkut sebuah peperangan atau perkelahian. Pengertian konflik dalam perkembangan kali ini juga menyangkut aspek psikologis sehingga pengertian konflik menjadi lebih fleksibel dan luwes. konflik sebagai sebuah perbedaan antara satu individu dan individu lain atau antara kelompok dengan kelompok akan mencairkan pengertian konflik. Keluarga sebagai salah satu dari kelompok sosial di masyarakat juga dapat menjadi salah satu sumber terjadinya konflik. Lahirnya suatu konflik dalam keluarga akan memberikan suatu dampak pada setiap individu yang terlibat didalamnya. Konflik sebagai media atau agen perubahan adalah suatu istilah yang digunakan karena dampak dari sebuah konflik adalah suatu kedinamisan dalam hidup. Keluarga yang menjadi media dalam suatu konflik akan dipastikan merasakan serta mengalami suatu pergeseran nilai-nilai kehidupan. Pergeseran itu dapat dirasakan ketika sebuah konflik telah selesai. Ranah konflik dalam keluarga akan menuju pada ranah positif dan negatif. Pandangan keluarga terhadap sebuah konflik akan memberikan dampak yang berbeda-beda. Sudut pandang yang positif mengenai konflik akan memberikan dampak yang positif pula. Sehingga berdasarkan permasalahan itu pencipta menjadikan konflik kehiduapan keluarga sebagai inspirasi berkarya seni lukis gaya pribadi. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah metode Alma Hawkins. Tiga tahapan dalam metode yang digunakan adalah tahapan Eksplorasi, tahapan Eksperimentasi dan tahapan Pembentukan. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis dengan judul Prolog, Perspektif Unggas, Defence, Drama Rumahan, Wajah-Wajah Provokator, dan karya terakhir berjudul Zona Merah. Keenam karya yang telah tercipta diharapkan mampu memberikan sudut pandang berbeda mengenai konflik dalam kehidupan keluarga

    Pengembangan Media Pembelajaran Kamus Hanzi Berdasarkan Pianpang untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Tatuwo, Anggi Gratia Putri, 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Kamus Hanzi Berdasarkan Pianpang untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sawitri Retnantiti, M.Pd.    Kata Kunci: Media pembelajaran, kamus hanzi, pianpang.   Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran berjudul Kamus Hanzi Berdasarkan Pianpang. Media pembelajaran kamus ini berukuran 13 x 20 cm, dengan memuat konsep buku absen dan buku kas yang memiliki ukuran berbeda pada lembarannya. Isi kamus ini adalah kumpulan kosakata pada Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) tingkat 3, khususnya hanzi dengan pianpang sebelah kiri. Pembahasan Hanzi dalam kamus ini meliputi: cara pelafalan, kata yang terbentuk dari hanzi tersebut, arti, jenis kata, serta contoh kalimat. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Prosedur penelitian pengembangan yang digunakan adalah prosedur penelitian Hoge, Tondora dan Marelli dan prosedur penelitian Sugiyono yang digabung dan dimodifikasi sesuai keperluan penelitian. Modifikasi prosedur penelitian tersebut menghasilkan enam langkah, yaitu: (1) menetapkan tujuan, (2) merencanakan metode, (3) mengidentifikasi dan menciptakan, (4) mengaplikasikan model tahap 1, (5) mengaplikasikan model tahap 2, dan (6) mengevaluasi dan merevisi model. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah deskriptif kualitatif dan prosentase. Data penelitian diperoleh melalui instrumen lembar angket dan lembar observasi. Uji validasi produk telah dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Hasil validasi oleh ahli media menyatakan “Valid” dengan prosentase validitas 96, 85%. Hasil uji validasi oleh ahli materi menyatakan “Valid” dengan prosentase validitas 99%. Ujicoba produk dilakukan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang semester 1 angkatan 2017 dalam matakuliah Membaca dan Menulis 1. Hasil observasi yang dilakukan oleh tiga orang observer dan satu orang dosen matakuliah menunjukkan mahasiswa aktif dan antusias menggunakan kamus hanzi berdasarkan pianpang. Dari hasil angket mahasiswa dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini cukup menarik untuk digunakan. Dari hasil validasi produk, observasi dan angket mahasiswa, produk ini dinyatakan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Mandarin.

    Evaluasi Koleksi di Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP 11:2017)

    No full text
    RINGKASAN Ayustina, Kartika. 2018. Evaluasi Koleksi di Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis Berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP11:2017). Tugas Akhir. JurusanSastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing Zeni Istiqomah, SIP., M.A.   Kata Kunci: Koleksi Perpustakaan, Evaluasi Koleksi, SNP, Perpustakaan Sekolah Evaluasi koleksi merupakan kegiatan penting di perpustakaan sebagai alat ukur untuk membantu pustakawan dalam menentukan kebutuhaninformasi pemustaka. Dengan adanya evaluasi dapat mempermudah pustakawan dalam melakukan kegiatan pengadaan koleksi. Kondisi koleksi perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis jumlah koleksi belum sesuai dengan kebutuhan pemustaka, sehingga perlu mengadakan kegiatan evaluasi untuk mengetahui kebutuhan pemustaka dan kesesuaian koleksi yang dimiliki perpustakaan. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu pendekatan campuran yang mengkombinasikanantarakuntitatifdankualitatif. Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis di pilihkarenajumlahkoleksibelumsesuaidengankebutuhanpemustaka, sehinggadapatdisesuaikandenganstandar yang berlaku.Data penelitian ini berupa informasi tentang koleksi di SMP Negeri 1 Pakis. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara, petugas perpustakaan dsan siswa SMP Negeri 1 Pakis. Sumber data lain dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi atau pengamatan pada perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis. Teknik pengumpulan data menggunakan obsevasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Analisis data dapat dilakukan dengan merangkum, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu mencakup tentang 5 komponen Standar Nasional Perpustakaan nomor 11 tahun 2017. Dari keseluruhan terdapat beberapa komponen yang sudah memenuhi standar yaitu, (1) jenis koleksi, (2) jumlah koleksi teks wajib, jumlah koleksi non fiksi yang dimilikisudah 91,3% dansudahmemenuhiStandarNasionalPerpustakaandan (3) perawatanbahanpustaka. Komponen yang belummemenuhistandarterdapatbeberapakomponen (1) jumlahkoleksifiksi yang dimilikihanya 8,3%, yang seharusnya di SNP 30%, (2) penambahankoleksi, (3)koleksi serial, (4) koleksireferensi,(5) cacahulangdanpenyiangan. Hambatanperpustakaan SMP Negeri 1 Pakis dalampenyediaankoleksisesuaidenganStandarNasionalPerpustakaanantara lain (1) dana yang diperlukantidakterpenuhisetiaptahunnya (2) tenagaperpustakaan yang masihsedikituntukmengelolhanperpustakaan Saranyang dapat diberikanadalah (1) Pada bagian pengadaan, perpustakaan dapat melakukan kerja sama dengan perpustakaan yang lain (2) cacahulangdanpenyiangansebaiknyadilakukan 3 tahunsekali (3)perpustakaan sebaiknya mengalokasikan dana untuk perpustakaan yang sesuai dengan standarnya agar dapat menyediakan koleksi yang berkualitas untuk kebutuhan pemustaka, juga dapat memberikan fasilitas pendukung untuk koleksi non cetak

    Pemanfaatan Koleksi Fiksi Oleh Siswa di Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis

    No full text
    RINGKASANMita, Isna Arfia. 2019.Pemanfaatan Koleksi Fiksi Oleh Siswa di Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis. Tugas Akhir. JurusanSastra Indonesia, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Sokhibul Ansor S.Sos., M.Hum.Kata Kunci: pemanfaatan, koleksi fiksiPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan koleksi fiksi oleh siswa di perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode yang digunakan adalah deskriptif.Data penelitian ini berupa persentase yang menggambarkan pemanfaatan koleksi fiksi yang diperoleh dari menyebarkan angket kepada siswa. Sumber data penelitian ini adalah pertanyaan kuantitatif yang dijaringdenganinstrumenpengisian pilihan jawaban angket.Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga simpulandari hasil pemanfaatan koleksi fiksi sebagai berikut.Pertama, frekuensi pemanfaatan koleksi fiksi di perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis selama satu bulan menunjukkan sebagai berikut (a) jumlah koleksi fiksi yang dimanfaatkan siswa termasuk dalam kategori cukup yaitu siswa membaca koleksi fiksi 3-4 buku dengan persentase 50%, karena sebagian responden ada yang tidak suka membaca koleksi fiksi, (b) intensitas kunjungan siswa ke perpustakaan untuk membaca koleksi fiksitermasuk dalam kategori kurang yaitu siswa berkunjung 1-3 kali dengan persentase 38% karena kurang dari setengah responden tidak ada waktu luang berkunjung ke perpustakaan untuk membaca koleksi fiksi dan, (c) intensitas peminjaman koleksi fiksi termasuk dalam kategori cukup yaitu siswa meminjam koleksi fiksi sebanyak 1-3 kali dengan persentase 59% karena setengah dari responden ada yang tidak suka membaca koleksi fiksi.Kedua,durasi pemanfaatan koleksi fiksi di perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis berkaitan dengan durasi membaca koleksi fiksi dalam satu bulan yaitu (a) siswa menghabiskan waktu membaca 30-60 jamdengan persentase 49% buku fiksi dalam satu bulan, (b) siswa memerlukan waktu 30 menit – 1 jamdengan persentase 43% untuk membaca dalam sekali satu buku fiksi. hal tersebut termasuk dalam kategori kurang karena banyak tugas yang harus dikerjakan oleh siswa sehingga tidak cukup memiliki waktu luang untuk membaca koleksi fiksi.Ketiga,motivasi pemanfaatan koleksi fiksi di perpustakaan SMP Negeri 1 Pakisberdasarkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa sebagai berikut (a) 40 siswa dengan persentase 40% memilih untuk memenuhi keinginan membaca untuk menambah prestasi kepenulisan, (b) 65 siswa dengan persentase 65%memilih jawaban lainnya dengan hasil jawaban yaitu karena terpengaruh ajakan teman. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, dikemukakan saran (1) untuk siswa, dikarenakan ada siswa yang tidak suka membaca koleksi fiksi disarankan harus mengetahui sisi positif dari membaca koleksi fiksi. Karena dengan membaca koleksi fiksi siswa dapat mendapatkan ilmu pengetahuan selain itu juga mendapatkan ilmu-ilmu tentang kehidupan yang dapat diambil hikmahnya dari membaca suatu cerita koleksi fiksi. (2) untuk guru, sebaiknya guru mengharuskan siswa untuk membaca koleksi fiksi disela- sela waktu pelajaran. Khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya guru memberikan tugas mebaca koleksi fiksi sekaligus memberikan tugas untuk meringkas cerita yang sudah dibaca agar waktu untuk memanfaatkan koleksi fiksi menjadi lebih efektif. (3) untuk petugas perpustakaan, sebaiknya petugas perpustakaan membuat suatu kelompok belajar kepenulisan jika perlu dengan menghadirkan seseorang yang ahli dalam bidang kepenulisan. Hal ini untuk menunjang siswa dalam menambah prestasi kepenulisan menjadi lebih baik. Apabila program ini berjalan dengan baik maka akan memotivasi siswa lainnya untuk ikut serta didalamnya

    0

    full texts

    173

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇