Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    173 research outputs found

    Pemanfaatan Bahan Koleksi Oleh Mahasiswa Di UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Bramantie, Agita. 2017. Pemanfaatan Bahan Koleksi Oleh Mahasiswa Di UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Program StudiDiploma TigaPerpustakaan. Jurusan Sastra Indonesia.FakultasSastra. Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (1) Drs. Mochammad Asrukin , M.Si   Kata Kunci:bahanpustaka, pemanfaatan, koleksi   Pada tugas akhir ini membahas tentang Pemanfaatan Bahan Koleksi OlehMahasiswa Di UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya Malang.Pokok permasalahan(1) apa jenis bahan koleksi yang ada di perpustakaan, (2) bagaimana bentuk kegiatan pemanfaatan bahan pustaka oleh mahasiswa dan (3) apa tujuan pemanfaatan bahan pustaka oleh mahasiswa di perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Beragam jenis koleksi dimiliki oleh perpustakaan, mahasiswa juga memanfaatkan untuk kepentingan sendiri maupun bersama kelompok belajar .Agar terlaksana dengan baik staff perpustakaan juga ikut ambil dalam pemanfaatan bahan koleksi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis bahan koleksi yang ada di perpustakaan, pemanfaatan bahan koleksi dan tujuan pemanfaatan jenis koleksi. Metode yang digunakan  yaitu metode penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumen lembaga, kuesioner, dan wawancara.Teknikmengumpulkan data adalah wawancara, observasi, dan angket. Analisa data dibagi menjadi dua, Analisis data deskriptif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh tiga kesimpulan sebagaiberikut : Pertama, jenis koleksi yang ada di perpustakaanyakniaudio visual; mikrofilm, mikrofis, kaset audio, kaset video, dan disk selanjutnya jurnal-jurnal ilmiah tentang kedokteran (Proquest Medical ), bisnisdanmanajemen (ABI), ilmu pengetahuan dan teknologi terapan (Applied Science and Technology Plus), koleksi lokal;tugas akhir (skripsi), thesis, desertasi, laporan penelitian, pidato ilmiah, Reference Service: dictionary, ensiklopedia, guide, peraturan dan perundang-undangan, abstrak, indek, Reserved Book : buku tandon/buku cadangan, Serial Collection: jurnal, majalah, kliping, dan surat kabar. Jadi kesimpulan diatas semua koleksi yang di perpustakaan Universitas Brawijaya. Hasil penelitian yang kedua bentuk kegiatan pemanfaatan di perpustakaan sebagai berikut bahwa47 mahasiswaatau 47% yang membacaselama 1-2 jam sehari, mahasiwamemilihbukuteks/ buku penunjang matakulia untuk bahan pustaka yang dibaca.Kegiatan mencatat keseringan mahasiswa mencatat sebanyak 50 mahasiswaatau 51,55% menyatakan 1-2 kali mencatat koleksi di perpustakaan Universitas Brawijaya Malang. Menfotokopi kegiatan memperbayak buku, disimpulkan bahwa mahasiswa yang keseringanmenfotokopi 1-2 kali dalamseminggu, disimpulkan bahwa mahasiswa yang memilih menfotokopi 1-5 judulbukusebanyak 82 mahasiswa atau 92,13% , mahasiswa lebih memilih bukuteks daripada koleksi yang lainnya jadi 55 mahasiswa atau 59,14% menyatakan jenis bahan pustaka bukuteks, banyak memilihin formasi yang dibutuh kan pada bab-bab tertentu saja sebesar 60 mahasiswa atau 66,67%. Kegiatan meminjam artinya meminjam barang dengan jarak waktu tertentu, disimpulkan mahasiswa keseringan meminjam buku sebanyak 4-6 bukudalamsatubulan, 49 mahasiswaatau 50,52% menyatakan meminjam buku tentang matakulia. Hasilpenelitian yang ketiga tujuan pemanfaatan bahan koleksi oleh mahasiswa yaitu Tujuan Pemanfaatan bahan pustaka bahwa 81 mahasiswa atau 77,14% memanfaatkan koleksi untuk mengerjakan tugas/ penelitian, sedangkan sisanya yaitu untuk memperluas pengetahuan informasi baru, dan mengisi waktu luang. Jadi keseluruhan kesimpulan diatas bersinambungan sesuai dengan masalah yang di bahas

    PEMBERDAYAAN KEGIATAN MENDONGENG DI PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 PAKIS UNTUK MENGEMBANGKAN DAYA IMAJINASI DAN PROMOSI PERPUSTAKAAN

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANNurhandini, Wahyu 2018. Pemberdayaan Kegiatan Mendongeng di Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis untuk Mengembangkan Daya Imajinasi dan Promosi Perpustakaan. Tugas Akhir. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.Kata Kunci :mendongeng, promosi, daya imajinasi            Mendongeng merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi di perpustakaan dengan memanfaatkan koleksi fiksi. Kegiatan promosi dilakukan untuk menarik minat berkunjung dan pemanfaatan koleksi di perpustakaan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan kegiatan mendongeng sebagai bentuk promosi Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis dan mengembangkan daya imajinasi siswa di SMP Negeri 1 Pakis.            Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian, yakni di SMP Negeri 1 Pakis yang berlokasi di Jalan Sumber Pasir No.18, Kabupaten Malang. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari kepala perpustakaan, guru Bahasa Indonesia, guru Bahasa Inggris secara lisan terkait tujuan penelitian yang pertama yaitu sebagai bentuk promosi, terkait tujuan penelitian yang kedua yaitu daya imajinasi, sumber data diperoleh dari satu siswa kelas VII dan 3 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian menunjukan bahwa Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis melakukan promosi dengan 3 tahapan yaitu persiapan dengan membuat rincian kegiatan, tahap pelaksaaan dengan melaksanakan kegiatan mendongeng dan juga pemutaran film, simpulan dan refleksi yang menunjukkan bahwa perpustakaan dapat meningkatkan jumlah kunjungan. Kegiatan mendongeng dalam mengembangkan daya imajinasi juga dilakukan dengan tiga tahapan yaitu persiapan dengan memilih materin dongeng yaitu cerita Danau Toba, tahap pelaksanaan dengan membantu siswa dalam mengembangkan daya imajinasi pelihatan, imajinasi pendengaran, dan imajinasi gerak setelah pendongeng bercerita. Imajinasi siswa berkembang karena pendongeng menceritakan cerita tersebut dengan suara, intonasi, raut muka (mimik), dan gerakan tubuh saat mendongeng serta pendongeng berusaha berinteraksi dengan pendengar. Tahap simpulan dan refleksi, pendongeng membuat siswa merasa antusias dalam mendengarkan cerita yang disampaikan dan siswa juga dapat menafsirkan pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut.              Berdasarkan uraian, saran yang dikemukakan untuk pemberdayaan kegiatan mendongeng di Perpustakaan SMP Negeri 1 Pakis yaitu (1) pengelola perpustakaan disarankan menvariasikan kegiatan mendongeng dengan menyediakan alat peraga, (2) siswa disarankan untuk mengajak siswa lainnya, (3)  guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris disarankan agar kegiatan mendongeng mempunyai banyak inovasi dengan memberikan materi sebagai pendongeng di perpustakaan, dan (4) kepala perpustakaan disarankan untuk menambah kegiatan promosi dalam bentuk lainnya

    Grammatical errors made by the eighth graders of SMP N 9 Malang in writing a descriptive text

    No full text
    ABSTRAK   Rozak, Mohammad. 2018. Grammatical Errors Made by the Eighth Graders of SMP N 9 Malang in Writing Descriptivea Text. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Suharyadi, S.Pd.,M.Pd. (II) Dr. Johannes A. Prayogo., M.Pd, M.Ed   Keywords: Types of error, the frequency of errors, the source of errors, descriptive text. Adescriptive text is a kind of text that is used to describe a place, a person, and animal . Similarly, a descriptive writing is a writing activity that also describes a thing or someone.The writing skill is considered as the most difficult skill to learn compared to other skills.Then the researcher used  the descriptive text as a material in this study. It consists of some of linguistic competences. One of them is a grammar which is important to be used in writing the decriptive text.Therefore, this study was carried out to analyze and to classify the types and the source of students’ grammatical errors in writing a descriptive paragraph. The method used a descriptive quantitative thatwas applied in this research. Moreover, the subject of this study was second year students at SMP N 9 Malang. The researcher took 30 students as the samples. The errors collected were classified based on the corder’s theory (1981)and the data were collected through a test of writing descriptive text in the form of a paragraph.Finally, an error analysis was used. Thefindings showed that (1) there was a total of 184 errors with 106 omission errors or 57.61%, 19 addition errors or10.33%, 44 misformation errors 23.91%, and 15 misordering error 8.15%.The first, omission of s/es singular person 34 errors or 32.08% was the highest error among other omission errors. They were alsoomission of article 31.13%,omission of be 18.88%, omission of plural markers 6.6%, omission of suffix ing 6.6%, omission of preposition 3.77%, and omission of noun 0.94%. The secondtype of error was misformation error that consisted ofarchi forms77.27%, alternating forms13.64%, regularization9.09%. The third error was addition errors that composed of simple addition 47.36% and double marking57.9%. The researcher did not find any regularization of this type. The last type of error was misordering contained misordering of adjective that took errors 60%, misordering of subject/object pronoun 33.33%, and misordering of adverb 6.67%. (2) the sources of errors were because the students’ the interference 14.13 %, overgeneralization15.22%,ignorance the rule restriction 15.22%,the false concepts hypothesized14.13% and many of them did not complete their sentences41.3% or incomplete application of rules. Finally, it can be concluded that the use of grammar is important in writing skill. It is suggested that education should pay more attention on the role of Grammar especially for the teachers. They need to explain further the use of the present tense, the use of preposition, article, sentence arrangement, and also the structure of English. Future researcherscan also use the result of this research as the base to conduct another research in different level of students related to this issue

    Strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Afwina. Tahta. 2018. Strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Kota Batu. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Moh. Safii, S.Kom, M.Hum.   Kata Kunci: perpustakaan umum, strategi, minat baca Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada rendahnya minat baca masyarakat. Riset terbaru yaitu Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara terkait minat membaca. Minat baca negara Indonesia berada dibawah Thailand dan di atas Bostwana. Pemerintah bertanggungjawab mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tercantum pada UUD 1945. Dalam hal ini, pemerintah dapat berkolaborasi perpustakaan dalam menjawab tantangan minat baca. Adanya perpustakaan umum merupakan langkah strategis dalam mengembangkan minat baca masyarakat. Dalam hal ini perpustakaan perlu membuat strategi terbaik untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kota Batu dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen pedoman wawancara dan pedoman studi dokumentasi. Setelah memperoleh data penelitian, penulis melakukan analisis data dengan mengolah data dan kemudian disajikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kota Batu yaitu antara lain (1) layanan perpustakaan, (2) taman baca masyarakat, (3) perpustakaan keliling, (4) anggota komunitas, dan (5) kegiatan perpustakaan. Dalam menjalankan strategi tersebut, Perpustakaan Umum Kota Batu menghadapi kendala yaitu belum menunjukkan perpustakaan yang representatif, belum tersedianya jaringan internet di perpustakaan dan respon stakeholder terhadap pentingnya perpustakaan masih rendah

    Analisis Struktural Semiotik Pada Cerpen “Saaqi” Karya Nidhal Hamad

    No full text
    Pelaksanaan pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Malang membutuhkan penunjang pembelajaran yang menyenangkan seperti bahan ajarmelalui game edukasi. Bahan ajar melalui game edukasi dikembangkan sesuai dengan pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah. Bahan ajar game edukasi dipilih karena membuat anak terhibur dan senang, mengenal teknologi komputer, serta dapat mengenalkan teknologi dan berbagai fiturnya. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah mengembangkan bahan ajar game edukasi tata busana tari Beskalan bagi peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Malang. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan prosedur penelitian mengacu pada metode Sugiyono (2016) yang dimodifikasi. Metode pengembangan Sugiyono terdiri dari 1) Potensi dan Masalah; 2) Perumusan Tujuan Pembelajaran 3) Pengembangan Materi 4) Desain Produk 5) Pengembangan Instrumen validasi 6) Produksi 7) Validasi 8) Uji coba produk 9) Revisi. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket yang diukur dengan skala Likert. Teknik analisis data dalam penelitian dan pengembangan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan berupa bahan ajar game edukasi tata busana tari Beskalan. Adapun hasil uji coba adalah sebagai berikut: (1) hasil validasi tahap I ahli materi mencapai persentase 75%, menunjukkan produk cukup valid; untuk ahli bahasa mencapai 76%, menunjukkan produk valid; dan untuk ahli media mencapai 88,72% menunjukkan produk valid; (2) uji kelompok kecil yang dilakukan oleh 5 siswa secara acak mencapai persentase 82% dikategorikan valid; (3) hasil validasi tahap II ahli materi secara keseluruhan mencapai presentase 96,7%, untuk validasi ahli bahasa mencapai 96%, dan 92,82% untuk hasil validasi ahli media, ketiga validasi dikategorikan valid/layak digunakan; (4) uji kelompok besar yang dilakukan 33 siswa kelas VIII A yang dipilih berdasarkan hasil observasi penulis dan wawancara dengan guru memperoleh persentase sebesar90,1%, dikategorikan valid/layak digunakan. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba, menunjukkan bahwa bahan ajar game edukasi tata busana tari Beskalan valid/layak digunakan dalam pembelajaran. Saran bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian dan pengembangan sejenis, disarankan bahan ajar game edukasi dikembangkan dengan materi yang lebih bervariasi dan bias digunakan menggunakan smart phone

    Promosi Melalui Duta Perpustakaan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang

    No full text
    Fadlilah, Nurul. 2018. Promosi Melalui Duta Perpustakaan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Sugianto, M.Pd. Kata Kunci: perpustakaan sekolah, promosi, duta perpustakaan Promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang sesuai untuk menginformasikan kepada pemustaka. Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang memiliki berbagai bentuk promosi, salah satunya duta perpustakaan. Promosi melalui duta perpustakan memiliki dampak terhadap minat kunjung pemustaka perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan strategi promosi duta perpustakaan, kendala yang dihadapi promosi  melalui duta perpustakaan, dan respon pemustaka terhadap peran duta perpustakaan sebagi sarana promosi. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 1 Lawang. Informan yang digunakan meliputi pustakawan, duta perpustakaan, dan pemustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi promosi melalui duta perpustakaan ditujukan semua warga sekolah yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tetang perpustakaan. Pesan yang disampaikan ajakan dan menginformasikan tentang perpustakaan, koleksi, fasilitas, juga komunitas cinta baca (KCB) kepada pemustaka. Anggaran yang disediakan diperoleh dari operasional perpustakaan. Promosi ini menggunakan saluran komunikasi personal dan menggukan beberapa macam bauran, yaitu personal sellingdan public relation. Bentuk implementasi promosi melalui duta perpustakaan berupa program duta perpustakaan, pendidikan pemakai, event tahunan, dan publikasi. Umpan balik diperoleh dari respon pemustaka mengenai promosi melalui duta perpustakaan sebagai wujud apresiasi siswa yang gemar membaca namun promosi melalui duta perputakaan kurang maksimal karena intensitas promosi masih jarang. Dari jumlah pemustaka dengan jumlah pengunjung perpustakaan selama tahun 2017 rata-rata ± 150 orang per hari dengan prosentase ± 10% siswa yang sering berkunjung ke perpustakaan. Feedback dari promosi ini menarik respon pemustaka yang cukup baik terhadap pemanfaatan perpustakaan. Kendala yang dihadapi meliputi kurangnya pembinaan dari pustakawan kepada duta perpustakaan, belum adanya evaluasi, sikap pemustaka yang menyepelekan promosi duta perpustkaan, dan minat baca masih kurang. Saran yang dapat digunakan untuk meningkatkan promosi memlaui duta perpustakaan, meliputi bimbingan promosi kepada duta perpustakaan, evaluasi pasca kegiatan promosi, dan meningkatkan target sasaran

    PERSEPSI TENTANG LAYANAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Dewantara, Rizal .2018. Persepsi Tentang Layanan Pemustaka Di Perpustakaan Umum Kota Batu.Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang  Pembimbing: Drs. DwiSugianto, M.Pd.   Kata Kunci:Perpustakaan Umum, Layanan, Pemustaka Perpustakaan umum mempunyai berbagai macam fungsi yang didalamnya mempunyai kegiatan penghimpunan, pengelolaan, dan penyebar luasan atau pelayanan segala macam informasi.Agar kegiatan layanan tersebut terlaksana dengan lancar perlu didukung oleh berbagai fasilitas.Layanan merupakan bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh perpustakaan guna memenuhi kebutuhan pemustaka tentang sumber informasi dan memberi kenyamanan pemustaka saat memanfaatkan perpustakaan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tentang layanan di Perpustakaan Umum Kota Batu, untuk mengetahui persepsi pemustaka tentang layanan di Perpustakaan Umum Kota Batu, dan untuk mengetahui upaya pemanfaatan layanan bagi pemustaka. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Populasi dengan pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan secara acak.Penelitian dilakukan di Dinas Perpustakaan Kota Batu.Pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam pengumpulan data bersumber dari pustakawan, staff perpustakaan dari setiap layanan, dan pemustaka. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, Perpustakaan Umum Kota Batu menyediakan fasilitas layana kepada pemustaka.Perpustakaan Umum Kota Batu mempunyai 8 layanan, yaitu: (1) layanan sirkulasi, (2) layanan referensi, (3) layanan keanggotaan, (4) layanan anak, (5) layanan deposit, (6) layanan perpustakaan keliling, (7) layanan taman baca masyarakat, dan (8) layanan ruang baca. Pada umumnya dari 8 (delapan) layanan yang telah disebutkan hasilnya adalah cukup baik, namunmasihterdapatkendalapadalayananPerpustakaanUmum Kota Batu,seperti: (1) layanananak, (2) layanan referensi, (3) layanan keanggotaan, dan (4) layanan deposit yang masih perlu adanya perbaikan dan perubahan. Upaya pemanfaatan layanan bagi Perpustakaan umum Kota Batu adalah; (1) memanfaatkan ruang kosong yang ada di setiap sudut Balai Kota Among Tani yang masih belum digunakan dengan maksimal, sehingga pihak Perpustakaan Umum Kota Batu dapat memanfaatkan ruangan tersebut, (2) fasilitas yang dimiliki oleh Perpustakaan Umum Kota Batul ebih diperbaiki kembali sehingga dapat meminimalis waktu pekerjaan oleh petugas perpustakaan dan ditambahnya SDM (Sumber Daya Manusia) Perpustakaan Umum Kota Batu untuk melayani pemustaka yang berkunjung kePerpustakaan Umum Kota Batu

    Korelasi antara Intensitas Berkomunikasi dengan Penutur Asli dengan Kemampuan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui intensitas mahasiswa berkomunikasi dengan penutur asli, 2) mendeskripsikan korelasi antara intensitas berkomunikasi dengan penutur asli dengan kemampuan berbicara bahasa Mandarin mahasiswa, 3) mengetahui manfaat adanya pengajar asing dalam proses belajar mengajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian korelasional kuantitatif untuk mengetahui hubungan intensitas berkomunikasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang dengan penutur asli dengan kemampuan berbicara mahasiswa. Sumber data pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang angkatan 2015. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrument berupa lembar kuesioner dan lembar dokumentasi. Teknik penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan nilai KHS semester 3 mata kuliah Menyimak dan Berbicara 3. Data hasil penelitian diolah menggunakan teknik pengolahan data kuantitatif dengan menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian untuk mengetahui korelasi intesitas berkomunikasi dengan penutur asli di dalam kelas dengan keterampilan berbicara memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,497 yang termasuk dalam kategori cukup kuat. Korelasi intensitas berkomunikasi dengan penutur asli di luar kelas dengan keterampilan berbicara memiliki nilai koefisien korelasi 0,386 termasuk dalam kategori cukup kuat. Korelasi intensitas berkomunikasi dengan menelepon penutur asli dengan kemampuan berbicara memiliki nilai koefisien korelasi 0,450 termasuk dalam kategori cukup kuat. Korelasi rata-rata intensitas per mahasiswa per minggu berkomunikasi dengan penutur asli memiliki nilai koefisien korelasi 0,571 termasuk dalam kategori kuat. Dari data tersebut dapat diambil suatu kesimpulan dengan adanya penutur asli sebagai tenaga pendidik di Universitas Negeri Malang dapat membantu untuk meningkatkan keterampilan berbicara karena dapat praktik berbicara menggunakan bahasa Mandarin secara langsung

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Concept Sentence untuk Melatih Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wati, Diana Rina. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Concept Sentence untuk Melatih Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Tiksno Widyatmoko, M.A.   Kata Kunci : Model Pembelajaran, Concept sentence, keterampilan berbicara.   Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif Concept Sentence untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang dan mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif Concept Sentence untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang. Concept Sentence merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan kartu kata kunci kepada siswa, dari kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat kemudian dikembangkan. Tahapan yang dilaksanakan dalam model pembelajaran ini yaitu : 1) penyampaian kompetensi dan penyampaian materi 2) pembagian kelompok 3) pemberian kata kunci 4) diskusi kelompok, dan 5) diskusi pleno. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar angket dan lembar observasi. Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran concept sentence, sedangkan observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran. Sumber data yang digunakan adalah siswa kelas X LMT 2 SMAN 2 Malang yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran concept sentence dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk melatih keterampilan berbicara. Penerapan model pembelajaran ini membuat siswa lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Siswa sangat antusias dalam kegiatan kelompok, selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung siswa saling berdiskusi dan bekerjasama dengan baik. Ketika melaksanakan presentasi secara lisan dalam bahasa Mandarin, siswa terlihat sangat bersemangat dan antusias

    Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Pembelajaran IPA Model Project Based Learning pada Kegiatan Menganalisis Sistem Ekskresi, Gangguan, dan Upaya Menjaga Kesehatan Diri

    No full text
    ABSTRAK   Pendidikan di abad 21 membangun intelegensi peserta didik agar mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitarnya, secara berarti, relevan, dan kontekstual. Pembelajaran IPA yang kontekstual dapat melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat dikembangkan melalui pembelajaran IPA model Project Based Learning. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPA model Project Based Learning. Desain penelitian ini mixed methods dengan embedded experimental design. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Laboratorium UM Malang yang berjumlah 50 orang. Deskripsi kualitatif kemampuan berpikir kritis peserta didik didasarkan pada hasil LKPD selama pembelajaran IPA model Project Based Learning. Peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara kuantitatif didasarkan pada perubahan skor pretest dan posttest peserta didik. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test, d-effect size dan N-gain. Rerata kemampuan berpikir kritis peserta didik termasuk kategori baik (73,89). Terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik selama pembelajaran IPA model Project Based Learning. Kekuatan peningkatan ditunjukkan dengan d-effect size yang tinggi (2,263), rata-rata N-gain sebesar 0,504 yang termasuk medium atas

    0

    full texts

    173

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇