Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    173 research outputs found

    PenerapanJurnalLiterasi SMAN 1 LawangSebagaiBagian Dari Program GLS (gerakanLiterasiSekolah) di SMAN 1 Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Iriantony, Elfin Jacka. Penerapan Jurnal Literasi SMAN 1 Lawang Sebagai Bagian Dari Program GLS (gerakan Literasi Sekolah) di SMAN 1 Lawang. Tugas Akhir. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Taufiq Kurniawan. Penguji 1: Dwi Novita Ernaningsih. Penguji 2: Zeni Istiqomah   Kata Kunci: literasi, jurnal literasi, gerakan literasi sekolah, SMAN 1 Lawang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. SMAN 1 Lawang adalah salah satu sekolah menengah atas yang telah menerapkan program GLS. Dalam program tersebut terdapat sebuah kegiatan yang berperan penting dalam berjalannya kegiatan literasi, yakni jurnal literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan jurnal literasi sebagai bagian dari program GLS di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini berfokus pada: (1) penerapan jurnal literasi sebagai bagian dari Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMAN 1 Lawang dan (2) kendala yang dihadapi dalam penerapan jurnal literasi di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru, pustakawan, dan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan telaah dokumen. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian penerapan jurnal literasi sebagai bagian dari program GLS di SMAN 1 Lawang dapat dirumuskan dalam dua tahap kegiatan, yaitu tahap persiapandan tahap pelaksanaan kegiatan. Pertama, pada tahap persiapan, sekolah melakukan sosialisasi kegiatan kepada komponen yang terkait. Kedua, tahap pelaksanaan kegiatan jurnal literasi berkaitan dengan tahapan program GLS antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Kendala penerapan jurnal literasi di SMAN 1 Lawang, yaitu kendala berupa sikap tidak disiplin sebagian komponen pelaksana GLS. Komponen tersebut antara lain guru sebagai  pengawas program GLS, khususnya kegiatan jurnal literasi dan kemudian siswa sebagai pelaksana dalam kegiatan jurnal literasi tersebut

    Pemanfaatann Pojok Baca sebagai bagian Perpustakaan di SMAN 1 Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Prasetyo,  Fendy . Pemanfaatann Pojok Baca sebagai bagian Perpustakaan di SMAN 1 Lawang. Tugas Akhir. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Andi Asari, S.IP, S. Kom, MA.   Kata Kunci: pojok baca, perpustakaan, SMAN 1 Lawang Pojok Baca merupakan fasilitas dan sebagai penunjang pemanfaatan dari perpustakaan sekolah, sehingga pemanfaatan pojok baca selaras dengan pemanfaatan perpustakaan sekolah, yang berfungsi sebagai sarana yang berguna dan bertujuan untuk menarik minat baca atau meningkatkan wawasan. Di SMA Negeri 1 Lawang menggalangkan program gerakan literasi yang didalamnya terdapat pengadaan pojok baca. Pojokbaca di SMA Negeri 1 Lawang adalah salah satu upaya yang dilakukan perpustakaan sebagai sarana untuk memudahkan peserta didik dalam menambah pengetahuan yang tidak hanya didapatkan di perpustakaan, karena letak pojok baca lebih dekat dengan setiap kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pojok Baca di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini berfokus pada: (1) pemanfaatan pojok baca di SMAN 1 Lawang dan (2) kendala pemanfaatan pojok baca di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan data sesuai dengan kondisi di lapangan.Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik trianggulasi yaitu gabungan dari teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi sebagai penguat data, yang diperoleh dari sumber data Subjek penelitian ini adalah kepala perpustakaan, pustakawan, dan siswa pengguna pojok baca. Hasil penelitian menunjukkan dalam tugas akhir ini, mencakup dua simpulan. Pertama, pemanfaatan pojok baca di SMAN 1 Lawang, meliputi (a) refreshing, (b) menambah edukasi, (c) menfasilitasi kegiatan belajar. Kedua, Kendala dalam pemanfaatan pojok baca di SMAN 1 Lawang yakni, kehilangan buku dikarenakan kurangnya keamanan pada pojok baca, kurang lengkapnya koleksi pojok baca, dan kurangnya fasilitas pendukung pojok baca

    Peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu

    No full text
    RINGKASAN Ratnasari, Yunita Dwi. 2019. Peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu. Tugas Akhir. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Amalia Nurma Dewi, M.Hum. Kata Kunci : peran, Taman Bacaan Masyarakat             Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu dan kendala yang dihadapi Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah petugas Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu, dan pemustaka pelajar. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposif sampling yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.             Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu ada tiga yaitu sebagai sumber belajar, sumber informasi, dan tempat rekreasi- edukasi. (1) Sumber belajar meliputi kegiatan peminjaman koleksi, kegiatan membaca, dan kegiatan pendampingan belajar (les). Dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat/motivasi belajar masyarakat. (2) Sumber informasi meliputi kegiatan penambahan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, penyediaan koleksi yang terbaru, penyediaan internet dan layanan informasi bagi pemustaka yang mengalami kesulitan saat menelusur informasi. Dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. (3) Tempat rekreasi-edukasi meliputi kegiatan mewarnai. Dengan penyelenggaraan tersebut dapat meningkatkan minat baca masyarakat.             Dalam menjalankan peran tersebut, Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu menghadapi beberapa kendala meliputi: (1) Ruang baca Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas belum representatif, (2) Kegiatan pendampingan belajar (les) dan mewarnai masih kondisional, (3) Belum tersedianya alat penelusuran OPAC (Online Public Acess Catalog).             Berdasarkan uraian, saran yang dikemukakan untuk mengatasi kendala peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu yaitu : (1) Mengoptimalkan ruang baca dengan penataan ulang agar ruang baca tidak terlihat sempit. (2) Perlu perencanaan jadwal. Kegiatan pendampingan belajar (les) dan mewarnai juga perlu dilakukan secara rutin karena kegiatan tersebut sangat dibutuhkan pemustaka. (3) Petugas Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu, segera menyediakan alat penelusuran, karena alat tersebut dapat membantu pemustaka maupun petugas untuk menemukan koleksi dengan cepat.

    Implementasi Kebijakan Pengembangan Koleksi terhadap Pengadaan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno

    No full text
    ABSTRAK   Vidyawati, Ratna. 2017. Implementasi Kebijakan Pengembangan Koleksi di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno . Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. PembimbingDwi Novita Ernaningsih, S.Sos.,M.Hum   Kata kunci: kebijakan pengembangan koleksi, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.   Kebijakan pengembangan koleksi merupakan ketentuan yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pengembangan koleksi.Kebijakan pengembangan koleksi bertujuan memberikan pedoman dalam menyelenggarakan pengembangan koleksi. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan yang diselenggarakan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, permasalahan dalam penerapan kebijakan pengembangan koleksi di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno beserta alternatif penyelesaian masalah terhadap kebijakan pengembangan koleksi di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Informan dalam pengumpulan data di penelitian adalah pustakawan dan pemustaka UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Berdasarkan pengumpulan dan analisis data yang ada di lapangan, hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Penyelenggaraan kebijakan pengembangan koleksi di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno mulai dari seleksi bahan pustaka hingga pengadaan bahan pustaka. Terdapat kebijakan tertulis yang tidak sesuai dengan penerapannya.Pengadaan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno melalui pembelian, hadiah atau sumbangan dan penerbitan sendiri.Permasalahan dalam penyelenggaraan kebijakan pengembangan koleksi di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yaitu; penyelenggaraan kebijakan pengembangan koleksi yang tidak sesuai dengan kebijakan pengembangan koleksi yang sudah ditetapkan, kesulitan pengadaan koleksi khusus Bung Karno yang disebabkan oleh  langkanya koleksi tersebut, dan kurangnya jumlah koleksi umum yang disediakan oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Alternatif penyelesaian masalah terhadap kebijakan pengembangan koleksi di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno berupaperubahan kebijakan pengembangan koleksi sesuai dengan pelaksanaan, berburu koleksi untuk mendapatkan koleksi khusus Bung Karno, dan menyediakan koleksi umum sesuai dengan kebutuhan pemustaka

    Srategi Promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Afidah, Nur. 2017. Strategi Promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. PembimbingProf. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd   Kata kunci: promosi perpustakaan, Perpustakaan Umum Kota Batu.   Promosi perpustakaan merupakanusaha untuk meningkatkan pemustaka datang ke perpustakaan dengan cara membujuk, menginformasikan dan mengenalkan koleksi, layanan, dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Promosi perpustakaan dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan koleksi, layanan, dan fasilitas yang ada di perpustakaan.Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan promosi yang dilakukan di Perpustakaan Umum Kota Batu, kendala dalam promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu beserta solusi terhadap kendala promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Informan dalam pengumpulan data di penelitian adalah pustakawan dan pemustaka Perpustakaan Umum Kota Batu. Berdasarkan pengumpulan dan analisis data yang ada di lapangan, hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu menggunakan cara publikasi, insentif, komunikasi langsung, atmospheric, dan program khusus perpustakaan. Pelaku promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu adalah staf bagian pengembangan, perpustakaan dan kearsipan, sasarannya adalah semua lapisan masyarakat. Bentuk promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu adalah cetak, noncetak/elektronik dan kegiatan. Promosi dalam bentuk cetak meliputi; brosur dan poster, x-banner dan papan pengumuman. Promosi dalam bentuk noncetak/elektronik meliputi; internet, televisi dan radio. Promosi dalam bentuk kegiatan meliputi; ceramah, librarytour, pemajangan koleksi baru, perpustakaan keliling, lomba, dan bazar buku. Kendala dalam promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu yaitu; lemahnya pengetahuan pustakawan tentang promosi, tidak memadainya gedung perpustakaan, masih terbatasnya sumber dana, dan pandangan tradisional pemustaka.  Solusi terhadap kendala promosi di Perpustakaan Umum Kota Batu yaitu; pustakawan mengikuti pelatihan pengelolaan perpustakaan, Gedung perpustakaan menempati gedung sendiri, menambah sumber dana untuk kegiatan promosi perpustakaan, dan mengubah persepsi pemustaka tentang perpustakaan.

    Pengelolaan Layanan Malang Corner di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang

    No full text
    ABSTRAK   Jehadut, Floriana Indra. 2017. Pengelolaan Layanan Malang Corner di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ibu Zeni Istiqomah SIP. M.A.   Kata Kunci : Perpustakaan Universitas Merdeka Malang, layanan teknis, layanan pemustaka, dan layanan Malang Corner.   Pengelolaan perpustakaan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan layanan perpustakaan. Layanan yang ada di Malang Corner Perpustakaan Universitas Merdeka Malang mencakup dua hal yaitu layanan teknis dan layanan pemustaka. Layanan teknis koleksi khusus Malang Corner berbeda dengan koleksi biasa dan untuk layanan pemustaka yaitu layanan Malang Corner bisa diakses oleh pemustaka dan masyarakat umum. Layanan Malang Corner ini menyediakan koleksi yang berbeda dengan koleksi umum yaitu koleksi khusus tentang kebudayaan Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan layanan teknis Malang Corner di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang, mendeskripsikan pengelolaan layanan pemustaka Malang Corner di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang, dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi pustakawan dalam layanan Malang Corner di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang. Data dalam penelitian ini tentang pengelolaan layanan Malang Corner dan sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan, pustakawan, dan pemustaka Perpustakaan Universitas Merdeka Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan panduan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknis analisis data dimulai sejak reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah Perpustakaan Universitas Merdeka Malang menyediakan layanan Malang Corner bagi pemustaka dan masyarakat umum. Layanan teknis yang ada di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang meliputi pemilihan bahan pustaka yang dilakukan oleh pustakawan sendiri, pengadaannya melalui pembelian, pengolahan yang meliputi inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, dan pembuatan kelengkapan buku serta pemeliharaannya dilakukan melalui penyampulan. Layanan pemustaka di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang meliputi layanan ruang baca dan layanan fotokopi. Kendala perpustakaan dalam mengelola layanan Malang Corner di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang yaitu komputer di bagian pengolahan rusak, belum adanya kebijakan pengembangan koleksi, kurangnya SDM, pengadaan dilakukan melalui pembelian, pemeliharaan koleksi khusus Malang Corner masih kurang, jumlah koleksi yang terbatas, dan  belum adanya layanan fotokopi di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa prosedur pengelolaan layanan teknis dan layanan pemustaka Malang Corner di Perpustakaan Universitas Merdeka Malang belum terlaksana secara optimal. Oleh karena itu, pihak Kepala Perpustakaan dan pustakawan lebih memperhatikan kegiatan pengelolaan teknis dan pemustaka di layanan Malang Corner. Diantaranya melakukan pengadaan komputer, menambah pustakawan, melibatkan pemustaka dan masyarakat umum dalam melakukan proses pemilihan koleksi khusus Malang Corner, meningkatkan kegiatan pemeliharaan koleksi, melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain, menambah perabotan pada layanan ruang baca, dan menyediakan jasa layanan fotokopi di dalam perpustakaan

    Kebutuhan Informasi Mahasiswa Di Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sari Arlita, Devie. 2016. Kebutuhan Informasi Mahasiswa FakultasSastraUniversitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd, (II) Drs. M. Asrukin,M.Si   Kata kunci: kebutuhan, informasi, mahasiswa, perpustakaan perguruan tinggi Perpustakaan merupakan sarana belajar yang baik bagi setiap orang yang ingin mengembangkan wawasannya. Di perpustakaan akan diperoleh berbagai jenis buku dan informasi. Fungsi utama perpustakaan perguruan tinggi yakni mendukung proses perkuliahan agar mahasiswa memahami bahan materi kuliah untuk menyelesaikan tugas kuliah, dan menyelesaikan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi. Tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan mahasiswa fakultas sastra Universitas Negeri Malang; untuk mengetahui upaya mahasiswa fakultas sastra Universitas Negeri Malang dalam memenuhi kebutuhan informasi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang diambil adalah mahasiswa fakultas sastra Universitas Negeri Malang, dan sampel yang dipilih 40 responden dengan menggunakan sampel acak. Data yang dikumpulkan berupa pengalaman mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasi dan upaya mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasi. Instrument penelitian yang digunakan adalah angket. Angket menghasilkan data yang ditabulasikan dan kemudian dipresentasikan. Hasil analisis data tentang kebutuhan informasi mahasiswa fakultas sastra dapat dipaparkan dari 2 aspek yaitu: Pertama, berdasarkan subyek meliputi kunjungan mahasiswa ke perpustakaan diketahui (50%) menyatakan kadangkadang mengunjungi perpustakaan fakultas sastra UM. Mahasiswa berkunjung ke perpustakaan dengan tujuan mengerjakan karya ilmiah dan tugas dari dosen (69,56%). Kedua, berdasarkan bentuk kebutuhan informasi meliputi informasi yang paling diutamakan untuk memenuhi kebutuhan informasi diketahui (39,47%) mahasiswa menggunakan refrensi umum. Perpustakaan fakultas sastra memiliki sumber informasi dalam bentuk tercetak maupun non cetak sebagai sumber refrensi, diketahui (72,91%) mahasiswa menggunakan buku sumber informasi tercetak. Untuk menambah wawasan umum mahasiswa menggunakan buku teks (53,06%). Dan setelah mahasiswa memperoleh wawasan diketahui (51,06%) membagi pengetahuan dengan teman. Format untuk pembelajaran diketahui (64%) menggunakan buku tercetak dan untuk menambah wawasan umum diketahui (38,30%) mahasiswa memilih majalah tercetak. Upaya mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasi., ketersediaan refrensi pada perpustakaan, diketahui (72,5%) menyatakan kadang-kadang memperoleh refrensi. Mahasiswa memperoleh refrensi untuk tujuan pembelajaran diketahui (38,78%) menggunakan internet. Untuk menunjang tugas karya ilmiah mahasiswa menggunakan koleksi umum (43,13%). Hampir setengahnya mahasiswa memilih buku teks, jurnal, makalah dalam penyelesaian tugas karya ilmiah (42,56%). Cara memperoleh sumber informasi biasanya mahasiswa ii mencari langsung ke perpustakaan (62,96%). Dan untuk penelusuran informasi mahasiswa diketahui (42,55%) menggunakan OPAC. Saran dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi kepala perpustakaan. Kepala perpustakaan perlu meninjau kembali penambahan refrensi-refrensi yang ada, menyediakan informasi yang up to date dan lengkap supaya mempermudah mahasiswa memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam menunjang pembelajaran. Dan peningkatan layanan internet agar memudahkan mahasiswa dalam mengakses internet pada Perpustakaan FS UM. (2) Bagi pustakawan perlu lebih aktif membantu mahasiswa untuk memperoleh informasi dalam menunjang perkuliahannya. (3) Perpustakaan fakultas sastra harus lebih meningkatkan layanan internet, agar mempermudah mahasiswa dalam mengakses sumbersumber informasi yang dibutuhkan. (4) Menambah koleksi jurnal elektronik, ebook yang berskala internasional sehingga mahasiswa dapat memperoleh banyak referensi

    Layanan Pojok Braille di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Shofiah, Umi Nida. 2017. Layanan Pojok Braille di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Darmono, M.Si.   Kata Kunci : Perpustakaan Umum, Disabilitas Netra, Layanan Perpustakaan   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan layanan pojok braille di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Populasi yang digunakan pustakawan, petugas layanan dan pemustaka layanan pojok braille. Sampel pada penelitian ini adalah pemustaka disabilitas netra. Data dalam penelitian ini adalah kegiatan pelayanan, fasilitas yang disediakan, dan kendala yang di hadapi dalam pelayanan pojok braille di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam pengumpulan data ini adalah kepala bidang layanan, pustakawan dan pemustaka disabilitas netra. Berdasarkan hasil penelitian, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang memberikan pelayanan bagi pemustaka disabilitas khususnya disabilitas netra melalui terselenggaranya layanan pojok braille. Layanan pojok braille menyediakan koleksi buku braille dan CD pengetahuan bagi pemustaka disabilitas netra, serta berbagai fasilitas penunjang dalam mengakses informasi. Fasilitas tersebut meliputi Reglet, Tongkat Lipat, Braille Board, Komputer, Talking Book, Headphone, Scanner, dan rak koleksi. Kendala dalam penerapan layanan pojok braille, yaitu terkait dengan aksesibilitas maupun mobilitas yang disediakan perpustakaan belum memberikan kenyamanan bagi pemustaka disabilitas netra terbukti bahwa lantai belum dilengkapi guiding block, dan koleksi yang disediakan tidak banyak yakni sejumlah 364 eksemplar dan 70 keping CD

    Penerapan Mind Mapping untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Himpunan Kelas VII SMP Negeri 1 Tumpang

    No full text
    Proses belajar tidak hanya mengetahui, tapi mengingat dan memahami materi yang telah dipelajari. Siswa mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami pelajaran karena siswa hanya mencatat yang diberikan guru, tidak mengetahui apa yang siswa tuliskan. Siswa sulit menuliskan kata-kata sendiri. Mind mapping merupakan pembelajaran cara membuat catatan ide-ide sendiri dituliskan berupa gambar untuk memahami dan mengingat pelajaran.Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan penerapan mind mapping yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi himpunan kelas VII SMP Negeri 1 Tumpang. Partisipan dari penelitian ini  pada kelas VII.D berjumlah 34 siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ada empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Data yang dikumpulkan yaitu data observasi, hasil mind mapping dan tes akhir siklus untuk melihat peningkatan pemahaman konsep himpunan. Peralatan yang digunakan untuk membuat mind mapping yaitu karton manila ukuran 60 cm x 40 cm dan spidol dengan beberapa warna. Ada 6 indikator dalam melakukan penilaian mind mapping yaitu (1) menentukan sub topik, (2) menentukan cabang sub topik, (3) kata kunci, (4) desain warna, (5) data pendukung, dan (6) materi himpunan. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa telah memahami konsep himpunan, menyajikan himpunan dengan tiga cara yaitu (1) menyatakan dengan mendaftarkan anggotanya, (2) menuliskan sifat anggota dan notasi pembentukan himpunan, dan (3) menyajikan masalah kontekstual dengan diagram Venn. Pada mind mapping siswa menuliskan contoh, notasi, lambang dan gambar diagram Venn. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah penerapan mind mapping yang dapat meningkatkan pemahaman konsep himpunan terdiri dari (1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran materi himpunan, (2) guru menyajikan dengan memberikan lembar kerja siswa, (3) guru meminta siswa untuk membuat mind mapping, (4) guru menyuruh siswa untuk mempresentasikan mind mapping, (5) guru memberi penguatan terhadap hasil presentasi dan menyimpulkan materi himpunan

    model pembelajaran bahasa arab di MI Nurul Huda 2 mojokerto pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler

    No full text
    Najibah, Rosida Sari. 2017. Model Pembelajaran Bahasa Arab di MI Nurul       Huda 2 Mojokerto pada Program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler.     Skripsi, Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri       Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Syathibi Nawawi, M.Pd, (2) Dra.         Nur Anisah Ridwan, M.Pd. Kata kunci: Model Pembelajaran Bahasa Arab, MI Nurul  Huda  2  Mojokerto.Di era globalisasi terjadi banyak perkembangan di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. MI Nurul Huda 2 Mojokerto merupakan pendidikan formal berbasis keagamaan di bawah naungan lembaga Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda Surodinawan Kota Mojokerto. Di MI Nurul Huda 2 ini memiliki tiga program unggulan yakni, Tahfidz, Bilingual, dan Reguler.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Arab di MI Nurul Huda 2 Mojokerto. Secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan (1) model pembelajaran pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler, (2) evaluasi pembelajaran pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Adapun instrumen bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket. Teknik pengumpulan data dalam penelitian inidengan cara: (a) observasi, (b) wawancara, dan (c) penyebaran angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Objek penelitian ini adalah guru bahasa Arab dan siswa di kelas Tahfidz, Bilingual, dan Reguler MI Nurul Huda 2 Mojokerto.Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran dan evaluasi  pembelajaran bahasa Arab pada program Tahfidz, Bilingual, dan Reguler di MI Nurul Huda 2 Mojokerto sudah baik walaupun ada sedikit kekurangan. Model pembelajaran yang digunakan cukup efektif karena menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, sehingga siswa tidak mudah bosan dan aktif selama proses belajar-mengajar berlangsung. Begitu juga evaluasi pembelajarannya yang bervariatif dan guru hanya memberi tugas rumah sesuai penyampaian materi. Di tiap semesternya ada ulangan harian tiga kali, ada UTS, dan UAS. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberi saran kepada: (1) sekolah agar menyediakan media yang dibutuhkan dalam pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran, (2) guru bahasa Arab diharapkan lebih kreatif dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa, (3) siswa hendaknya terus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap bahasa Arab, sehingga siswa lebih aktif, fokus, dan semangat dalam pembelajaran di kelas, (4) peneliti selanjutnya diharapkan mampu memberi kontribusi lebih terhadap pembelajaran bahasa Arab dan mengembangkan strategi, metode, dan media pembelajaran bahasa Arab

    0

    full texts

    173

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇