Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
Not a member yet
    173 research outputs found

    Factors Affecting Students’ Disengagement during English Lessons at SMP Islam Ma’arif 03 Malang

    No full text
    Engagement in learning is the vital ingredient of effective teaching and learning which is expected to generate greater benefit to the students. The more the students engage in learning, the greater the benefit they get.This study aims to investigate the level of students’ engagement of SMP Islam Ma’arif 03 Malang during English lessons seen from behavioral, emotional, and cognitive perspectiveand the factors that affect students’ disengagement during English lessons.This study implementedqualitativeresearch design using a case study the purposes of which were primarily to obtain a detailed description and gain an understanding of the case. The main instrument was the researcher who collected the data using observation checklist to the classroom activity, questionnaire to all the eighth graders, and interview guide addressed to four selected disengaged students, the English teacher, and the counselor teacher who was considered close to the eighth graders.Based on the findings, the level of the eighth graders’ engagement was varied. From behavioral perspective 80% of the students showed positive conducts and only 11% of them showed active participation and involvement. From emotional perspective, 30% of them were highly engaged, 50% were moderately engaged, and 20% were disengaged. From cognitive perspective, 15% of students assessed themselves had low engagement through self report, yet based on comprehension and performance reviewed from learning result, 73% had low achievement. Those three dimensions of engagement seem to affect each other. The low behavioral engagement (involvement) was caused by their emotional disaffection which then caused them to have low cognitive engagement. The other findings reveal that the most influenced factors of students’ disengagement are transactional engagement between student and teacher or teacher factor followed by non-institutional support that is family or parents’ support. Therefore, the English teacher of the eighth gradeis suggestedthat he implement student-centered and fun learning in class, build a good rapport with the students, give more praise or reward to increase students’ self-esteem, and stimulate students in class. For the headmaster, it is suggestedthat he increase parents’ role in students’ learning and also support the English teacher to improve his competence in teaching.Future researchers mayimprove the study by conducting a similar study related to students’ classroom engagement in English class focusing on the specific skills (listening/ speaking/ reading/ writing)

    Perkembangan Tembang Macapat di Sanggar Macapat Hamong Karsa Kota Malang Antara Tahun 2007-2016

    No full text
    ABSTRAK Tembang Macapat merupakan sebuah literatur Jawa yang sudah ada sejak akhir kerajaan Majapahit, digunakan sebagai media penyiaran agama Islam oleh para wali songo di Jawa. Puisi ini berisi nasihat dan ajaran kehidupan yang ditulis oleh para pujangga Jawa, berasal dari karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan karaton Surakarta Hadiningrat yang saat ini telah banyak dilupakan oleh masyarakat Jawa pada umumnya. Namun, tembang macapat tetap berkembang di sebuah sanggar di kota Malang yaitu sanggar macapat Hamong Karsa. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang perkembangan tembang macapat di sanggar macapat Hamong Karsa kota Malang Antara Tahun 2007-2016.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data berlokasi di Jl.Raya Candi V kota Malang. Narasumber dalam penelitian ini adalah Sunarto Manirat selaku pemangku sanggar, serta Eko dan Dani selaku seniman anggota sanggar. Data penelitian didapat dari kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi; keabsahannya dicek menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tehnik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tembang macapat di sanggar macapat Hamong Karsa (antara tahun 2007-2016) terbagi menjadi dua fase, yaitu (1) pada tahun 2007-2009, yang merupakan awal berdiri dan dirintisnya sanggar, dan (2) pada tahun 2010-2016, yang terdapat perkembangan dari segi fungsi dan penyajiannya. Dari segi fungsi, yaitu sebagai rerepen, wewaler, wulangreh, gerongan dan pambiwara. Dalam segi penyajian, yaitu menjadi gendhing atau lelagon. Pada setiap fase, terdapat dua faktor yang mempengaruhi yaitu sebagai berikut: (a) faktor internal, yang terdiri dari seniman pemangku sanggar dan seniman anggota sanggar, dan (b) faktor eksternal, yang terdiri dari masyarakat pendukung. Saran untuk masyarakat kota Malang khususnya Jl.Raya Candi V kota Malang, serta seniman kota Malang agar lebih menambah rasa cinta dan rasa bangga dalam melestarikan dan menjaga tembang macapat, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadikan diri sebagai masyarakat Jawa yang berbudi luhur

    Strategi Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SMAN 1 Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Purwanto, Anang Dwi. 2017. Strategi Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SMAN 1 Lawang.Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:Moh.Safii, S.Kom., M.Hum.   Kata Kunci:literasi, gerakan literasi sekolah, strategi implementasi, SMAN 1 Lawang   Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia melalui dunia pendidikan. Agar sekolah mampu menjadi garis depan dalam pengembangan budaya literasi, Kemendikbud membuat pedoman implementasi GLS pada masing-masing tingkatan pendidikan, termasuk tingkat menengah atas. Kemendikbud melalui Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah menjelaskan ada tiga tahapan dalam pelaksanaan GLS, yaitu tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan strategi implementasi GLS di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini berfokus pada: (1) strategi implementasi yang dilakukan oleh SMAN 1 Lawangdan (2) kendala implementasi GLS di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatifdeskriptif. Data penelitian berupa data deskriptifdan reflektif implementasi dan kendala implementasi GLS di SMAN 1 Lawang. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru, pustakawan, dan siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, strategi yang dilakukan untuk mengimplementasikan program GLS di SMAN 1 Lawangdapat dirumuskan dalam tiga tahap kegiatan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan,dan tahap lanjutan/akhir. Pada tahap persiapan, sekolah melakukan sosialisasi kegiatan kepada komponen yang berperan. Tahap pelaksanaan kegiatanbertujuan untuk menumbuhkan dan membiasakan budaya membaca dengan menjalankan kegiatan fundamental GLS yaitu membaca 10 menit dengan fasilitas pendukungnya berupa sudut-sudut baca. Pada tahap lanjutan/akhir bertujuan untuk meningkatkan dan mengembang kan budaya membaca. Sekolah menyelenggarakan lomba-lomba literasi dan festival literasi dalam rangka memperingati bulan bahasa.Kedua, kendala implementasi GLS di SMAN 1 Lawang dirumuskan menjadi dua bagian, yaitu kendala berupa sikap indisipliner sebagian komponen pelaksana GLS, dan kendala dalam pemilihan tempat kegiatan festival literasi

    Konservasi dan Preservasi Bahan Pustaka di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Krisna Ady. 2017. Konservasi dan Preservasi Bahan Pustaka di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Tugas Akhir, Prodi Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : Setiawan, S.sos, M.IP.   Kata Kunci: konservasi, preservasi, pelestarian, bahan pustaka.   Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang merupakan unit perpustakaan lembaga terpadu masyarakat yang ada di kota malang. Perpustakaan memiliki berbagai macam bahan koleksi yang disediakan bagi masyarakat. Untuk menjaga kelestarian bahan pustakanya Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang melakukan tindakan pelestarian berupa kegiatan konservasi dan preservasi bahan pustaka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data penelitian berupa deskriptif kebijakan, implementasi, dan hambatan tindakan konservasi dan preservasi bahan pustaka di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota  Malang. Sumber data penelitian dengan kepala Bidang Preservasi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, konservator dan pengalih media Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota  Malang. Pengumpulan data  dilakukan dengan teknik wawancara dan teknik observasi langsung terkait dengan rumusan masalah. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian: pertama, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang menggunakan tupoksi Peraturan Daerah No 40 tahun 2016 pasal 11  sebagai kebijakan sementara kegiatan konservasi dan preservasi bahan pustaka. Isi kebijakan pelestarian tersebut mencakup: (1) seksi preservasi bahan perpustakaan mempunyai tugas pengumpulan dan penyusunan bahan dalam rangka preservasi bahan pustaka. (2) untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kedua, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang menentukan prioritas kegiatan pelestarian untuk koleksi umum yaitu dilihat dari faktor, 1) bentuk fisik koleksi yang mengalami kerusakan, (2) kelayakan koleksi apabila disajikan kepada pemustaka, dan (3) faktor usia. Ketiga, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang memiliki strategi untuk melestarikan dan memperbaiki koleksi intinya dengan (1) pelestarian konservasi preventif bahan pustaka (kesiapan terhadap bencana alam, pengaturan intensitas cahaya, pengaturan temperatur, pengaturan kelembaban udara, dan keamanan koleksi), (2) pelestarian bahan pustaka (penjilidan dan transformasi digital). Keempat, hambatan yang menjadi permasalahan dalam kegiatan pelestarian di Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang yaitu, (1) Dana pelaksanaan kegiatan konservasi dan preservasi, (2) sumber daya manusia, dan (3) sarana prasarana kegiatan konservasi dan preservasi bahan pustaka

    PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI SAFETY RIDING TAAT LALULINTAS DAN TOURING UNTUK KOMUNITAS RODA RUA DI KOTA MALANG

    No full text
    Fachris.Suluh. 2016. Perancangan Buku Ilustrasi Safety Riding dan Touring    Untuk komunitas motor di kota Malang. Skripsi, Program Studi     Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra,   Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Moch. Abdul Rohman S.Sn M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi S.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Buku, Safety Riding, Komunitas. Kota malang saat ini mengalami perkembangan cukup pesar dibidang     infrastruktur. Kota Malang menjadi salah satu kota sibuk di Jawa Timur dan   memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Kepadatan penduduk tersebut diakibatkan oleh para pendatang dan mahasiswa dari kota lain yang berkuliah di Malang. Ditahun 2015 hingga saat ini total kecelakaan di kota malang terus bertambah hingga 579 kecelakaan yang terdaftar di POLRES kota Malang. Kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua yang banyakl di kota malang. Rata-rata kecelakaan terjadi karena kesalahan pengendara seperti bermain HP saat berkendara, melamun, mengobrol saat berkendara hingga membuat focus berkendara berubah. Beberapa pengendara juga masih belum paham tentang mengoperasikan kendaraan sesuai prosedur dan melanggar aturan lalu lintas seperti melanggar lampu lalulintas dan tidak memakai helm saat berkendara. Anggota komunitas motor juga sangat berperan penting dikalangan masyarakat karena memiliki status sosial yang lebih tinggi komunitas motor di kota Malang telah bekerja sama dengan kepolisian dan FOM (Federasi otomotif Malang) untuk menjadi contoh baik bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan berkendara yang. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk dimana menggunakan prosedur yang dikemukakan oleh Bruce Archer. Langkah-langkah prosedural yang dilakukan dalam proses perancangan ini dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Perancangan ini menghasilkan buku Ilustrasi Safety Riding dan Touring Untuk Komunitas di Kota Malang, berdimensi 21 x 15 cm dengan ketebalan 68 halaman dan berisi informasi-informasi penting dari semua pengetahuan tentang kemanan berkendara untuk komunitas motor di kota Malang, seperti pengetahuan perlengkapan berkendara, teknik berkendara dan latihan peningkatan keahlian. Melalui hasil dari perancangan ini, diharapkan semua Komunitas motor di kota Malang dapat mengerti tentang keamanan berkendara dan lebih fokus berkendara. Meminimalisir kecelakaan dengan menjaga kondisi diri sendiri untuk tetap fit saat berkendara.

    Bentuk Penyajian Tari Topeng Gunung Sari di Perkumpulan Wayang Topeng Wiro Bakti Desa Jabung Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Tantri D, Bening Khrisna. 2016. Bentuk Penyajian Tari Topeng Gunung Sari di Perkumpulan Wayang Topeng Wiro Bakti Desa Jabung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Dra. Hj.E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd, Pembimbing (II) Hartono S.Sn, M.Sn. Kata Kunci : Tari Topeng Gunung Sari, Bentuk Penyajian Tari Topeng Gunung Sari merupakan tarian yang terdapat pada dramatari Wayang Topeng Malang, Salah satunya terdapat di perkumpulan Wayang Topeng Wiro Bakti Kabupaten Malang. Tari Topeng Gunung Sari merupakan tari yang menceritakan  tokoh ksatria berkarakter halus, dan  memiliki keunikan pada gerak tari, topeng, dan pola lantainya, yaitu gerak tari yang melukiskan dirinya sedang bersolek yang disimbolkan dengan tingkah laku seekor burung, keunikan topeng Gunung Sari yaitu memiliki garis keratan yang lebih dominan pada topeng golongan alusan, dan pola lantai yang menceritakan tokoh Gunung Sari yang sedang mencari jati dirinya. Alasan pemilihan di perkumpulan Wayang Topeng Wiro Bakti karena perkumpulan ini sempat hampir punah, namun keberadaan seniman Topeng Gunung Sari yang sudah kelewat tua masih antusias untuk melestarikan keberadaan tari Topeng Gunung Sari Jabung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Topeng Gunung Sari yang terdiri dari unsur utama dalam tari yaitu gerak tari, dan unsur pendukung yaitu tata busana, properti, pola lantai, serta musik iringan tari. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Jalan Arjuno RT 005 RW 002 Desa Jabung, Kecamatan Jabung.Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan temuan menggunakan 2 teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkanhasilpenelitian, bentuk penyajian tari Topeng Gunung Sari terdiri:1)Unsur utama dalam tari yaitu gerak tari Topeng Gunung Sari. Gerak tarinya termasuk gerak berkarakter putra halus yang sedang bersolek terlihat pada gerak pogukan dan guwakan sampur. Gerak yang unik terlihat pada gerak merak ngigel, ngampar, dan biyodo mususi.2)unsur pendukung yaitu tata busana yang digunakan berkarakteristik tari putra, menunjukkan kesan maskulin, dan bagian badan tidak menggunakan baju namun menggunakan kace, centing, dan sabuk.Properti yang digunakan adalah topeng Gunung Sari, gongseng, dansampur. Pola lantai tari ini adalah  lintasan yang membentuk angka delapanpada saat gerak labas kerep, labas arang, dan nggelap serang. Musik iringan tari menggunakan gamelan jawa laras pelog, gendhing yang digunakan di awal samiraan, kemudiangendhing pedhat, dilanjutkan dengan gendhing Gandariya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tari Topeng Gunung Sari adalah tarian kesatria yang berkarakter halus dilihat pada geraknya yang lambat, halus, dan angkatan kaki tidak terlalu tinggi. Gerak tari yang melukiskan dirinya sedang bersolek yang disimbolkan dengan tingkah laku seekor burung di atas dilihat pada gerak pogukan, ngampar, dan merak ngigel.Dan topeng Gunung Sari yaitu memiliki garis keratan yang lebih dominan pada topeng golongan alusan terlihat pada mata kedelen, bibir sedikit terbuka, nampak seleret gigi, tersenyum, kumis lembut terlukis. Serta pola lantai yang menceritakan tokoh Gunung Sari sedang mencari jati dirinya terlihat pada pola lantai yang membuat lintasan angka delapan. Saran bagi peneliti diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai struktur musiktari Topeng Gunung Sari di perkumpulan Wayang Topeng Wiro Bakti Desa Jabung Kabupaten Malang

    Nilai-nilai Budaya Siri’ Na Pacce Masyarakat Sayye’ Cikoang Kabupaten Takalar dalam Persperktif Etnografi

    No full text
    ABSTRAK Syamsunardi. 2017. Nilai-nilai Budaya Siri’ Na Pacce Masyarakat Sayye’ Cikoang Kabupaten Takalar dalam Persperktif Etnografi. Tesis. Jurusan Pendidikan Geografi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos., (II) Drs. I Komang Astina, M.S., Ph.D. Kata Kunci: nilai-nilai, budaya, siri’ na pacce, Sayye’Globalisasi mengakibatkan masyarakat mengadopsi budaya asing yang dapat mendegradasi nilai-nilai budaya lokal pada masyarakat. Budaya siri’ na pacce adalah produk budaya asli masyarakat Sayye’ Cikoang sebagai masyarakat suku Makassar keturunan dari Sayyid Jalaluddin keturunan ke 27 dari Nabi Muhammad SAW. Siri’ dimaknai sebagai rasa malu yang dijadikan alasan untuk bertindak mempertahankan harga diri. Pacce diartikan dimaknai rasa peduli terhadap sesama manusia.Budaya siri’ na pacce perlu untuk dilestarikan dan diperkenalkan kegenerasi muda yang belum memahami budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah: (1)  tujuannya untuk mendeskripsikan proses budaya siri’ na pacce terbentuk dalam kehidupan masyarakat Sayye’ di Cikoang kabupaten Takalar, (2) tujuannya untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai budaya siri’ na pacce pada kehidupan masyarakat Sayye’ di Cikoang kabupaten Takalar, dan (3) tujuannya untuk menghasilkan bentuk monograf bahan ajar budaya siri’ na pacce dalam kehidupan masyarakat Sayye’ bagi materi budaya lokal pada mata kuliah geografi budaya.Jenis penelitian adalah kualitatif pendekatan etnografi dengan lokasi penelitian di desa Cikoang kecamatan Mangngara’bombang kabupaten Takalar. Subyek penelitian:Karaeng Opu sebagai pemimpin di masyarakat Sayye’ Cikoang, Sayye’ Karaeng dan Sayye’ Massang dalam menjaga budaya siri’ na pacce di masyarakat Sayye’ Cikoang. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses budaya siri’ na pacce masyarakat Sayye’ Cikoang terbentuk melalui fase yaitu: (1) sejarah awal mula dikenalnya budaya siri’ na pacce masyarakat Sayye’ Cikoang, (2) perkembangan budaya siri’ na pacce masyarakat Sayye’ Cikoang, dan (3) keberlanjutan budaya siri’ na pacce masyarakat Sayye’ Cikoang.Hasil penelitian ini juga menunjukkan ada 7 nilai yang terkandung dalam implementasi budaya siri’ na pacce masyarakat Sayye’di Cikoang: (1) nilai kemanusian, (2) nilai filosofi, (3) nilai susila, (4) nilai religi, (5) nilai kejujuran, (6) nilai solidaritas, dan (7) nilai keberanian.Generasi mudah masyarakat Sayye’ Cikoang perlu memperhatikan  budaya siri’ na pacce agar budaya ini tetap lestari dan budaya ini perlu diselaraskan dengan perkembangan zaman agar tidak tergerus oleh globalisasi. Peneliti selanjutnya dapat mengkaji budaya siri’ na pacce di masyarakat suku Makassar untuk melihat potensi dari budaya suku Makassar. Peneliti selanjutnya dapat mengambil tema penelitian selain budaya siri’ na paccedi masyarakat Sayye’ Cikoang yaitu tradisi Maudu’ Lompoa (maulid besar). Tradisi yang unik ini juga operlu mendapat mendapat perhatian dari mahasiswa, masyarakat dan pemerintah mengingat gencarnya arus globalisasi yang menggerus budaya lokal di masyarakat. Buku monograf budaya siri’ na pacce masyarakat Sayye’ Cikoang tidak hanya digunakan di Jurusan Geografi FMIPA UNM pada mata kuliah geografi budaya dapat juga untuk masyarakat umum. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk tidak kehilangan identitas dan memahami identitas dalam diri mereka. Identitas yang dimaksudkan adalah suku, agama dan golongan, identitas suku dan agama sebagai warisan non biologis yang harus dipelajari untuk diketahui (seperti budaya siri’ na pacce). Identitas biologis sebagai sebuah keniscayaan pada masyarakat tertentu misalnya karena garis keturunan (seperti masyarakat Sayye’). Pemahaman akan identitas diri pada seseorang membantu melestarikana salah satu sumber kekayaan budaya Nasional

    FACTORS AFFECTING STUDENTS’ DISENGAGEMENT DURING ENGLISH LESSONS AT SMP ISLAM MA’ARIF 03 MALANG

    No full text
    Engagement is the vital ingredient of effective teaching and learning. This study aims to investigate the level of students’ engagement of SMP Islam Ma’arif 03 Malang during English lessons seen from behavioral, emotional, and cognitive perspectiveand the factors affectingthe students’ disengagement. The main instrument was the researcher using observation checklist to the classroom activity, questionnaire to all the eighth graders, and interview guide addressed to four disengaged students, the English teacher, and the counselor teacher.Based on the findings, 80% showed positive conducts and only 11% showed active participation (behavioral engagement). From emotional perspective, 30% were highly engaged, 50% were moderate, and 20% were disengaged. From cognitive perspective, 15% of students assessed themselves had low engagement yet 73% had low achievement. The other findings reveal that the most influenced factors of students’ disengagement are transactional engagement between student and teacher followed by non-institutional support that is family or parents’ support

    Atmospheric di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Bagian Layanan Umum dan Layanan Referensi

    No full text
    ABSTRAK   Pahlevi, Reza. 2017. Atmospheric di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Bagian Layanan Umum dan Layanan Referensi. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Taufiq Kurniawan, S.IP, M.IP.   Kata Kunci :Perpustakaan, Atmospheric, Layanan Umum, Layanan Referensi.   Tugas Akhir ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan atmospheric di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno pada bagian layanan umum dan layanan referensi. Atmospheric adalah penataan ruangan atau suasana ruangan dalam keadaan riil yang ada di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Dengan aspek-aspek di dalamnya seperti tata ruang, penataan sirkulasi udara, pencahayaan, fasilitas dan dekorasi. Penulisan Tugas Akhir ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Data yang diambil berupa (a) mendeskripsikan atmospheric UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno bagian layanan umum dan layanan referensi (b) mendeskripsikan kendala yang dihadapi pengelola perpustakaan terkait atmospheric di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno bagian layanan umum dan layanan referensi (c) Mendeskripsikan upaya UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno untuk memaksimalkan atmospheric pada layanan umum dan layanan referensi. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan observasi dan wawancara. Atmospheric di layanan umum dan layanan referensi kurang memenuhi standar ukuran luas ruangan dan penataan ruang seperti ruang petugas, meja baca, OPAC harus di tata ulang kembali. Sirkulasi udara pada layanan umum dan layanan referensi sudah cukup baik, dengan menggunakan AC (Air Conditioner) akan memberikan kenyamanan bagi pemustaka dan pustakawan, pemakaian AC di layanan umum dan layanan referensi ini ada manfaatnya juga untuk menjaga koleksi bahan koleksi. Kendala yang dihadapi  pengelola terkait atmospheric di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno (a) Kurangnya rak buku untuk menampung jumlah buku yang banyak. (b) Terbatasnya sirkulasi udara ketika padamnya listrik. (c) kurangnya fasilitas komputer OPAC. Dalam menghadapi kendala tersebut upaya yang dilakukan pihak UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno dengan melakukan menambahkan beberapa rak buku untuk menampung koleksi buku yang belum bisa dishelving. Selain itu, perlunya perombakan sirkulasi udara dengan melakukan perombakan ulang atau menambahkan ventilasi udara. Upaya selanjutnya yaitu penambahan fasilitas OPAC agar pemustaka mudah untuk menelusuri informasi di layanan umum dan layanan referensi

    Atmospheric di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pratama, Dhany Putra. 2017. Atmospheric di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sokhibul Ansor, S.Sos., M.Hum   Kata Kunci : Perpustakaan sekolah, Atmospheric   Atmospheric adalah tampilan fisik yang disajikan dan dapat menampilkan secara visual keadaan yang ada di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang sehingga dapat membangun suasana atau image yang dapat memberikan kenyamanan pada pengguna atau konsumen untuk menarik minat mereka. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mendiskripsikan atmospheric di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang dan mengetahui aspek-aspek di dalam atmospheric seperti tata ruang, penataan sirkulasi udara, pencahayaan, fasilitas dan dekorasi di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berupa tata ruang, penataan sirkulasi udara, pencahayaan, fasilitas dan dekorasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mendapat informasi atmospheric yang bersumber dari variable atmospheric, responden dalam penelitian ini adalah pustakawan dan pemustaka di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang dan didukung dengan data tentang informasi atmospheric bersumber dari foto atau gambar yang diambil melalui teknik dokumentasi, gambar atau foto yang diambil merupakan kondisi real di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang. Pengambilan data dilakukan Praktek Kerja Lapangan bulan Desember-Februari 2016-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek yang ada di dalam atmospheric di Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang meliputi tata ruang, penataan sirkulasi udara, pencahayaan, fasilitas dan dekorasi. Atmospheric yang disarankan oleh pemustaka di dalam Perpustakaan SMA Negeri 2 Malang sudah cukup maksimal.                                   ABSTRACT   Pratama, Dhany Putra. 2017. Atmospheric in the Library SMA Negeri 2 Malang. Final Project, D3 Library Program, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Sokhibul Ansor, S.Sos., M. Hum   Key Words : Atmospheric, School Library   Atmospheric is a physical display that is presented and visually the existing in the Library of SMA Negeri 2 Malang so it can build an atmosphere or image that can provide comfort to users or consumers to attract their interest. This thesis aims to describe atmospheric in the Library SMA Negeri 2 Malang and know the aspects in the atmospheric such as spatial, arrangement of air circulation, lighting, facilities and decoration in the Library SMA Negeri 2 Malang. This research is a qualitative descriptive research. The data obtained are spatial, air circulation arrangement, lighting, facilities and decoration. Data collection was done by observation method, and documentation. Observation is done to get atmospheric information that comes from atmospheric variable, respondent in this research is librarian and librarian in Library of SMA Negeri 2 Malang and supported with data about atmospheric information sourced from photo or picture taken by documentation technique, picture or taken picture is real condition in the Library SMA Negeri 2 Malang. Data collection is carried out by the Field Work Practices in December-February 2016-2017. The results showed that the aspects that exist in the atmospheric in the Library SMA Negeri 2 Malang include spatial, air circulation arrangement, lighting, facilities and decorations. Atmospheric suggested by the librarian in the Library SMA Negeri 2 Malang is quite maxima

    0

    full texts

    173

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Prodi Perpustakaan - Fakultas Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇