46 research outputs found

    Analisis Struktur Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Majnun Laila (Kajian Sastra Bandingan)

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian sastra bandingan dengan fokus penelitian membandingkan struktur instrinsik yang ada dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Majnun Laila, meliputi: tema, alur, tokoh dan penokohan, dan latar. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan antara novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Majnun Laila. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif analitik dengan teknik pengumpulan data menggunakan simak dan catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan antara novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Majnun Laila terdapat beberapa perbedaan dan persamaan. Adapun persamaan antara novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Majnun Laila terletak pada tema dan alur. Tema yang terdapat pada kedua novel tersebut ialah cinta. Terdapat satu peristiwa yang membuat alur kedua novel ini terlihat sama, yaitu tokoh utama yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Majnun Laila berakhir dengan kematian, membawa cintanya yang tulus ke alam baka. Sedangkan perbedaan yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Majnun Laila ialah latar dan tokoh penokohan. Latar yang digunakan pengarang dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yaitu di Indonesia. Sedangkan novel Majnun Laila berlatarkan di Arab. Tokoh dan penokohan yang terdapat dalam kedua novel pun berbeda. Jika tokoh utama dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck memiliki watak lembut ahli mengarang hikayat, tokoh utama dalam novel Majnun Laila ialah ahli syair

    Eksplorasi Keratinase dari Bakteri Tanah dan Uji Potensinya sebagai Agen Dehairing

    No full text
    ABSTRACT   Badriyah, Laila. 2016. Eksplorasi Keratinase dari Bakteri Tanah dan Uji Potensinya sebagai Agen Dehairing. Skripsi, Jurusan S1 Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si, (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Bakteri Indigen, Dehairing, Eksplorasi, Keratinase Industri penyamakan kulit berkontribusi menghasilkan polusi lingkungan khususnya pada proses  tanning seperti proses dehairing. Metode dehairing konvensioanal mengunakan Na2S yang yang dapat menghasilkan gas H-2S yang yang sangat beracun. Keratin dalam rambut dapat didegradasi oleh enzim spesifik keratinase dari mikroba. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya diversitas mikroba penghasil keratinase. Indonesia memiliki varietas mikroorganisme yang luas yang berpotensi sebagai sumber mikroorganisme penghasil keratinase. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengisolasi bakteri indigen keratinolitik dari sampel tanah, (2) mengidentifikasi isolat bakteri dengan uji fenotip dan karakteristik biokimia, (3) menentukan waktu fermentasi optimum untuk menghasilkan keratinase dengan aktivitas tertinggi, (4) mengkarakterisasi ekstrak kasar keratinase (seperti pH dan temperatur optimum, dan pengaruh ion logam), dan (5) menguji kemampuan ekstrak kasar enzim sebagai agen dehairing. Mikroba penghasil keratinase diisolasi dari sampel pengayaan tanah-bulu ayam yang diambil dari Bunulrejo, Malang. Seleksi bakteri penghasil protease dilakukan mengunakan media selektif susu skim-agar dan kemempuan protease bertindak sebagai keratinase ditentukan mengunakan media cair berisi bulu ayam. Waktu fermentasi optimum ditentukan dengan mengukur aktivitas protease dari ekstrak kasar selama 5 hari berturut-turut. Spesies dari isolat bakteri ditentukan dengan uji fenotip dan uji biokimia di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Karakterisasi ekstrak kasar keratinase hanya dilakukan untuk menentukan pH dan temperatur optimum dan pengaruh ion logam divalen (Cu2+, Ni2+, Ba2+, Mn2+, dan Zn2+). Uji kemampuan ekstrak kasar keratinase sebagai agen dehairing dilakukan dengan merendam kulit kambing dalam larutan enzim pada kondisi optimumnya dan permukaan kulit di-scan mengunakan SEM. Bakteri indigen penghasil keratinase yang diberi nama Isolat LH telah berhasil diisolasi. Identifikasi bakteri dengan uji fenotip diperkirakan isolat LH merupakan Pseudomonas aeruginosa. Waktu fermentasi optimum 2 hari dengan aktivitas protease 5,58 U/mL. Ekstrak kasar keratinase isolat LH memiliki pH optimum  8 dan temperatur optimum 37°C. Semua ion logam divalen yang diujikan menghambat aktivitas ekstrak kasar keratinase isolat LH. Ekstrak kasar keratinase isolat LH dapat mengkatalisis proses dehairing kulit kambing secara sempurna setelah 3 hari inkubasi. Profil SEM menunjukkan dehairing enzimatik oleh ekstrak kasar keratinase isolat LH lebih baik dibandingkan dehairing enzimatik dari penelitian lain. ABSTRACT   Badriyah, Laila. 2016. Exploration of Keratinase from Soil Bacteria and Its Potential as Dehairing Agent. Undergraduate, Chemistry Department, Mathematics and Science Faculty, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si, (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si. Key Words: Dehairing, Exploration, Indigenous Bacteria, Keratinase Leather industries contribute in producing pollutants, especially waste from tanning process such as dehairing process. Conventional dehairing uses Na2S which turn into extremely toxic gasses, H2S. Hair keratin could be degraded by microbial keratinases. Prior researches showed divers of microorganisms produce keratinases. Indonesia has large variety of microorganisms which are potential sources for   keratinase producing micororganisms. This study aim to: (1) isolate an indigenous keratinolytic soil bacterium (2) identify the isolated bacterium by phenotype test and biochemical characters, (3) determine the optimum fermentation time to produce high activity keratinase, (4) characterize crude keratinase (include optimum pH and temperatur, and divalent metal cations effect), and (5) to test  the crude enzyme capability as dehairing agent. Microbial producing keratinase was isolated from soil-chicken feather encriched samples taken from Bunulrejo, Malang. Screening of protease producing bacterium was done using skim milk-agar selective medium and capablity of the protease to act as keratinase was determined using liquid medium   containing containing chicken feathers. The optimum fermentation time was determined by measuring protease activity for five consecutive days of the crude extract. The species of the isolated bacterium was determined using  phenotypic test and biochemical assay in microbiology laboratory, Medical Department , Brawijaya University. Characterization of crude keratinase was done only for pH and temperature optimum and the effect of divalent metal cations (Cu2+, Ni2+, Ba2+, Mn2+, and Zn2+). Dehairing ability test of crude keratinase was done by soaking goat skin in enzyme solution under optimum condition and  the skin surfaces were scanned using  SEM. Indigenous keratinase producing bacterium  marked as LH isolate was successfully isolated. Phenotypic test identified the isolate as Pseudomonas aeruginosa. Optimum fermented time was achieved in 2 days with protease  activity of 5,58 U/mL. Crude keratinase of LH isolate has an optimum pH of 8 and optimum temperature of  37°C. All of tested divalent metal cations inhibited enzyme activity of crude enzyme of LH isolate. Crude enzyme of LH isolate could catalyzed dehairing process of goat skin perfectly after 3 days incubation. SEM profile showed enzymatic dehairing by crude enzyme of LH isolate was better than other dehairing enzymatic study.

    EKSPRESI KEBEBASAN PEREMPUAN RIYADH ATAS BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL GHARAMIYYAT SYARI AL-ASYA KARYA BADRIYAH EL-BISR (KAJIAN GINOKRITIK ELAINE SHOWALTER)

    Get PDF
    This research aims to explore the expression of women's freedom in Riyadh against the patriarchal culture in the novel Gharāmiyyāt Syāri’ al-A’syā by Badriyah el Bisr. This is due to the fact that women are often positioned as objects in literary works authored by men. The novel Gharāmiyyāt Syāri’ al-A’syā itself tells the story of the struggles of four female characters who dare to express their freedom in challenging the patriarchal culture in Saudi Arabia. Patriarchal culture remains a relevant issue in Saudi Arabia. However, as a female Saudi writer, Badriyah has succeeded in portraying a different image of women. Therefore, the theory used to analyze Badriyah's expression of women's freedom in Riyadh against patriarchal culture is gynocriticism. This research concludes that Badriyah, as a female author, has successfully positioned women as subjects in her works. This representation of women can be found in several gynocritical models, namely biology, language, psychology, and culture

    Penerapan Metode Edutainment dalam Mengembangkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran SKI di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Kecamatan Waru

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pengembangan keaktifan belajar siswa. Sebagai upaya peningkatan keaktifan siswa terutama dalam penerapan metode edutainment pada mata pelajaran SKI. Oleh karena itu, guru MTs Darul Ulum Waru menerapkan penerapan metode edutainment dalam pembelajarannya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di MTs Darul Ulum waru sebagian sudah memiliki motivasi, aktif dan semangat dalam belajar SKI dan sebagian lainnya masih kurang dalam aktif belajar. Adapun faktor yang mempengaruhi aktifitas pada siswa tersebut terdapat pada dari diri sendiri, guru dan keluarga. Kemudian kendala siswa dalam belajar SKI di MTs Darul Ulum Waru disebabkan karena faktor eksternal yaitu waktu belajar sangat singkat, siswa tidak memperhatikan guru saat menerangkan, guru tidak sering menggunakan media pembelajaran. Selain itu juga upaya guru dalam memotivasi agar siswa semangat aktif belajar di MTs Darul Ulum Waru sudah ada seperti memberikan reward atau hadiah, memberikan hiburan atau permainan dan sebagainya

    RELEVANSI PEMIKIRAN IBNU KHALDUN DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21

    Get PDF
    Abad ke-21 menuntut siswa untuk memiliki beragam kemampuan selain kumpulan informasi, termasuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan terkait pekerjaan, serta penggunaan media dan teknologi. Salah satu cendekiwan muslim yang pemikirannya masih eksis di abad 21 ini adalah Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Penelitian ini merupakan peneitian literatur review, hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Ibnu Khaldun memaparkan gagasannya terkait pembelajaran bukan hanya proses transfer of knowledge, tetapi juga menjadikannya dewasa, mandiri, kreatif, inovatif, adaptif, dan memiliki pemikiran kritis (critical thinking). Temuan selanjutnya yaitu pemikiran Ibnu Khadun yang mempunyai relevansi dengan pembelajaran abad 21 Critical Thinking (Pemkiran Kritis), Communication (Komunikasi), Collaboration (Kolaborasi), Creativity (Kreativitas)

    Harmony in Diversity: Islamic Perspectives on Student Perceptions and Engagement in Interfaith Dialogue on Campus

    Get PDF
    This study aims to examine the perception and level of student involvement in interfaith dialogue activities in higher education as part of efforts to strengthen harmony in diversity. Universities play an important role as a strategic forum in fostering multicultural awareness and religious moderation values, especially in the midst of the complexity of society 5.0. This study uses a mixed-method approach with a quantitative descriptive design combined with qualitative analysis to produce an in-depth understanding. Data was obtained through a survey of 110 students, representing 17.2% of the total 639 students, using a proportional random sampling technique. The results showed that most students had a positive view of religious diversity (87.3%) and considered it important to maintain harmony between religious communities (79.1%). However, their level of involvement in interfaith dialogue is still low (36.4%), indicating a gap between value awareness and social practice. Although 88.2% of students did not experience discrimination based on religion, almost half (47.3%) had witnessed it happen to others, indicating that there is still potential for intolerance on campus. These findings emphasize the relevance of religious moderation theory and the idea of inclusive education  which highlight the importance of the role of educational institutions in building a space for reflective, collaborative, and participatory interfaith dialogue. Thus, strengthening interreligious harmony on campus requires not only intellectual awareness, but also concrete strategies through social activities, religious digital literacy, and multicultural education based on empathy and openness

    Penerapan Problem Based Learning dalam Pembelajaran IPS untuk Membangun Kesadaran Sosial Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    This Study explores how the implementation of the problem Based Learning (PBL) model in Social Studies (IPS) instruction can faster social awarenes among elementary school students. Using a literature review approach, the study examines a range of  recent journals, academic articles, and books relevant to the topic. The reviewed literature indicates that Social Studies plays a crucial role in helping students understand social phenomena, develop empathy, and build a sense of responsibility toward their surrounding community. However, Social Studies learning in many elementary classrooms is still dominated by teacher centered methods, which limit students’ opportunities to engage actively in disscussions, investigate real issues, and think critically. The PBL model offers an alternative approach by positioning real-life problems as the foundation of the learning procces. Through collaborative inquiry, group discussions, and guided problem-solving, students gain learning experiences that are meaningful and closely connected to everyday social realities. Findings across several studies show that PBL enhances students’ motivation, critical thinking, cooperation, and sensitivity to social issues. Therefore, integrating PBL into Social Studies instruction serves as an effective strategy not only for strengthening social awareness but also for shaping students’ character in a consistent and sustainable manner. This review provides a theoretical foundation for teachers who wish to design Social Studies lessons that are more participatory, reflective, and relevant to students’ social development

    Kajian terhadap tafsir rawa’i al-bayan: Tafsir ayat al-ahkam min al- quran muhammad ali ash-shabuni

    Get PDF
    Ali Ash-Shobuni including mufassir productive scholars of this century and has many prolific phenomenal. One of them is Rawa'i al Bayan. Book revealed about the legal verses in al-qura'an. Any discussion of the theme of law in accordance with the content of paragraph. Systematics used in rawa'i al-bayan is systematic modern thematic plural. A presentation of a model in which there are many important theme that is based on the construction standards Manuscripts. Ali Ash-Shobuni convey firmly and investigated the wisdom behind al-Baqarah verse 222-223 of "Wife Menjahui Time Periods"

    Penerapan Strategi Active Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI

    Get PDF
    The junior high school level is where students have started to feel less interested or less motivated to learn, especially in PAI subjects, therefore the author is interested in how PAI teachers apply active learning strategies in increasing students' learning motivation at Bahrul Ulum Middle School, Surabaya, where the location of this research is located. Dolly's village is said to be quite poor, then the researcher formulates a problem that needs to be researched, namely about how to implement active learning strategies and what the supporting and inhibiting factors for implementing active learning strategies. Researchers use a type of qualitative research method with an empirical approach, then the data collection method the author gets through observation, interviews, and documentation. the data sources that researchers obtained were from the school principal, several PAI teachers, several students, and school social media, such as websites and Instagram. After all the data has been collected, the next stage is the data analysis technique by means of data reduction, data presentation, and data verification, including the data validity technique by triangulation and consisting of source, technical, and time triangulation. The results of this research are that PAI teachers have implemented active learning strategies using various learning models to suit learning needs, PAI teachers also always encourage students, and in every school, there are motivational words for students. And the supporting factor is the availability of school facilities to make learning easier, then the inhibiting factor is the condition of the classrooms, which are hallways that disrupt the learning of other classes

    Analisis kewenangan pemerintah kabupaten Dalam pengangkatan perangkat desa (studi kasus pengangkatan perangkat desa bakalan Kecamatan dukuhseti kabupaten pati)

    No full text
    Penelitian berjudul Analisis Kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam Pengangkatan Perangkat Desa (Studi Kasus Pengangkatan Perangkat Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati) ini dilatarbelakangi oleh terjadinya tarik menarik kewenangan antara Pemerintah Kabupaten Pati dengan Pemerintah Desa Bakalan terkait pengangkatan Perangkat Desa Bakalan pada Tahun 2020. Kepala Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati mengangkat Perangkat Desa Bakalan, namun Bupati Pati membatalkan Keputusan Kepala Desa Bakalan tersebut dan memberikan sanksi kepada Kepala Desa Bakalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kepala Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati dalam pengangkatan Perangkat Desa Bakalan serta sejauh mana kewenangan Pemerintah Kabupaten Pati dalam proses pengangkatan Perangkat Desa Bakalan ditinjau dari peraturan perundang-undangan. Metode pendekatan yang digunakan adalah normatif/doktrinal yang berfokus pada norma (law in the book) dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data utama yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data primer digunakan sebagai data pendukung untuk menggali dan menguatkan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepala Desa Bakalan telah melaksanakan perannya dalam mengangkat Perangkat Desa Bakalan akan tetapi dalam pelaksanaannya Kepala Desa Bakalan mengabaikan peraturan perundang-undangan dan melakukan penyalahgunaan wewenang. Kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam pengangkatan perangkat desa merupakan pelaksanaan urusan pemerintahan konkuren yang ditugaskan sebagian pelaksanaannya kepada Desa dan tidak menjadi kewenangan yang dikelola sendiri oleh Pemerintah Desa. Sehingga Pemerintah Kabupaten berwenang mengawal proses pengangkatan perangkat desa sesuai peraturan perundang-undangan serta memberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan Kepala Desa
    corecore