151 research outputs found

    Pendidikan karakter perspektif KH. A. Mustofa Bisri : implementasinya dalam pendidikan formal

    Get PDF
    Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai pendidikan yang mengembangkan karakter yang mulia (good character) dari peserta didik dengan mempraktikan dan mengajarkan nilai-nilai moral dan pengambilan keputusan yang beradab dalam hubungannya dengan sesama manusia maupun dalam hubungannya dengan Tuhannya. Tujuan penelitian ini untuk: 1)Mengetahui pendidikan karakter dalam pendidikan formal 2)Mengetahui pendidikan karakter perspektif KH. A. Mustofa Bisri 3)Mengetahui kemungkinan implementasinya dalam pendidikan formal. Penelitian ini merupakan penelitian studi tokoh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan metode dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi metode. Pendidikan Formal meliputi lembaga pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan perguruan tinggi. Pendidikan karakter harus berlangsung melalui pembelajaran, kegiatan kokurikuler dan atau ekstra-kurikuler, penciptaan budaya satuan pendidikan dan pembiasaan. Sasaran pada pendidikan formal adalah peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Kontribusi KH. A. Mustofa Bisri bagi dunia seni maupun karya tulis di Indonesia tidak diragukan lagi. Beberapa karya tulisnya, seperti cerpen, puisi, maupun buku mengandung nilai-nilai karakter yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Salah satu bentuk sumbangsih pemikiran beliau adalah yang tertuang dalam buku Saleh Ritual Saleh Sosial dan Membuka Pintu Langit karya KH. A. Mustofa Bisri sendiri. Hasil penelitian memberikan saran bahwa pendidikan karakter perspektif KH. Mustofa Bisri ini layak dan baik untuk diimplementasikan dalam pendidikan formal. Sebagai tokoh agama dan budaya, maka pemikiran KH. A. Mustofa Bisri bukan hanya untuk meningkatkan moral masyarakat pendidikan non-formal seperti pesantren, akan tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas bangsa

    STUDI KOMPARASI KINERJA RASIO KEUANGAN PADA BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH DENGAN BANK NEGARA INDONESIA SYARIAH

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Studi Komparasi Kinerja Rasio Keuangan Pada Bank Rakyat Indonesia Syariah Dengan Bank Negara Indonesia Syariah,” yang ditulis oleh Khoirul Imam Mustofa, NIM. 17401163333 , Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Tulungagung, Pembimbing: Nur Aziz Muslim, M.H.I. Keberadaan Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah, saat ini menjadi dua bank yang sama-sama memimpin pangsa pasar perbankan syariah dilihat dari jaringan kantor cabangnya atau jaringan individual yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Dari data yang diperoleh terdapat hasil tidak konsisten dalam hal kinerja keuangan dan menilai seberapa jauh BNI Syariah Dan BRI Syariah berhasil mencapai tujuan kinerja keuangan yang diharapkan. Dalam penelitian ini, penulis tertarik membandingkan dua bank diatas yaitu BRI Syariah dengan BNI Syariah dikarenakan kedua bank tersebut merupakan Bank Umum Syariah yang perkembangannya pesat, keefektifan dan operasional manajemen yang baik dan kinerja baik. Selain itu, kedua bank tersebut juga merupakan Bank Syariah yang memiliki aset besar di Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah terdapat perbedaan Rasio CAR antara Bank Rakyat Indonesia Syariah dengan Bank Negara Indonesia Syariah?, 2) Apakah terdapat perbedaan Rasio ROA antara Bank Rakyat Indonesia Syariah dengan Bank Negara Indonesia Syariah?, 3) Apakah terdapat perbedaan Rasio FDR antara Bank Rakyat Indonesia Syariah dengan Bank Negara Indonesia Syariah?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang diteliti diwujudkan dalam bentuk angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik untuk mengetahui kinerja keuangan Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan, dengan menggunakan uji independent sample t test membandingkan statistik dua lokasi yang di teliti. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1) Sesuai dengan hasil penelitian diketahui adanya perbedaan kinerja keuangan pada rasio CAR perusahaan Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah. 2) Dengan hasil penelitian diketahui adanya perbedaan kinerja keuangan pada rasio ROA perusahaan Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah. 3) Terdapat adanya perbedaan kinerja keuangan pada rasio CAR perusahaan Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah. Kata kunci: Analisis Rasio Keuangan, CAR, ROA, FD

    CARA MEMBERSIHKAN LABORATORIUM KITCHEN DI POLITEKNIK NSC SURABAYA

    Get PDF
    The goal to be achieved in writing this Final Project is to find out how to clean the kitchen laboratory at the Polytechnic NSC Surabaya. The author made observations from March 2022 to July 2022 on the duties and responsibilities of cleaning the kitchen laboratory at the Polytechnic NSC Surabaya. The author can conclude that the duties and responsibilities in cleaning Kicthen's laboratory are very necessary on a regular basis

    Nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku “Saleh Ritual Saleh Sosial” karya KH. A. Mustofa Bisri

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada buku “Saleh Ritual Saleh Sosial” karya KH. A. Mustofa Bisri. Pada penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengungkap beberapa nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam buku tersebut. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah analisis isi, suatu metode yang digunakan untuk mengungkap sebuah teks besar. secara teroganisir menjadi ringkasan-ringkasan utama. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan, terdapat 17 nilai pendidikan karakter, yaitu 1) Adil, 2) Dermawan`, 3) Musyawah 4)Tawadhu` 5) Saleh, 6) Manusiawi, 7) Sabar, 8) Syukur, 9) Takwa, 10) Ridha, 11) Guyub, 12) Jejeg, 13) Istiqamah, 14) Iqtishat, 15) Halim, 16) I`tidal, 17) Sak Madyo. Nilai pendidikan karakter yang sering muncul dalam buku ini adalah nilai pendidikan karakter Adil (sebanyak 6x), Saleh (sebanyak 5x), Jejeg (sebanyak 5x). ABSTRACT: This study focuses on the values of character education contained in the book "Saleh Ritual Saleh Sosial" by KH. A. Mustofa Bisri. In this study, the author aims to reveal some of the character education values contained in the book. The approach used in this research is a qualitative approach. While the method used is content analysis, a method used to reveal a large text. organized into main summaries As for the values of character education found, there are seventen values of character education, namely 1) Adil, 2) Dermawan`, 3) Musyawah 4)Tawadhu` 5) Saleh, 6) Manusiawi, 7) Sabar, 8) Syukur, 9) Takwa, 10) Ridha, 11) Guyub, 12) Jejeg, 13) Istiqamah, 14) Iqtishat, 15) Halim, 16) I`tidal, 17) Sak Madyo

    STUDI TINGKAT KETERCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA DI SMA ISLAM SUNAN GUNUNG JATI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Mustofa, Khoirul. 2013. Tingkat Ketercapaian Tugas Perkembangan Remaja di SMA Islam Sunan Gunung Jati Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd, (2) Dr. Triyono, M. Pd.   Kata Kunci: Tugas-tugas perkembangan, Remaja.   Pada setiap fase perkembangan terdapat tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh seorang individu. Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode atau masa tertentu dalam rentang kehidupan individu. Apabila berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidupnya. Apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu dan akan mengalami kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas perkembangan pada masa berikutnya. Untuk mengarahkan individu dalam mencapai tugas perkembangan dengan baik dibutuhkan sekolah. Usaha sekolah dalam membantu peserta didiknya untuk mencapai tugas perkembangannya secara optimal, dapat diwujudkan dengan adanya layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini akan melihat tingkat ketercapaian tugas perkembangan remaja siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati yang siswanya terdiri dari laki-laki semua. Selain itu semua siswa juga diwajibkan untuk tinggal didalam Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’ien. Dengan kondisi yang seperti itu apakah tugas perkembangan remaja siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati dapat tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan tingkat ketercapain tugas perkembangan remaja pada siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati yang berkaitan dengan 11 aspek tugas perkembangan remaja menurut Havighurst yaitu aspek beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, aspek mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya, aspek mencapai peran sosial pria dan wanita, aspek menerima keadaan fisiknya dan menggunakannya secara efektif, aspek mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya, aspek mencapai jaminan kemandirian ekonomi, aspek memilih dan mempersiapkan karier (pekerjaan), aspek persiapan untuk memasuki kehidupan berkeluarga, aspek mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep yang penting untuk kompetensi kewarganegaraan, aspek mencapai dan mengharapkan tingkah laku sosial yang bertanggungjawab, aspek memperoleh suatu himpunan nilai-nilai dan sistem etika sebagai pedoman tingkah laku. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Sunan Gunung Jati Kecamatan Ngunut. . penelitian ini dilakukakn dengan pendekatan ex post facto. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah kelas X dan XI yang siswanya terdiri dari siswa laki-laki semuannya. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah analisis presentase dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian tugas perkembangan remaja pada siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati termasuk dalam klasifikasi tinggi dengan persentase 53,57 %. Sedangkan hasil tingkat ketercapaian tugas perkembangan remaja untuk setiap aspeknya yaitu dari sebelas aspek tugas perkembangan remaja, ada 5 aspek tugas perkembangan yang tercapai dengan klasifikasi tinggi yaitu aspek mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya, aspek menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif, aspek memilih dan mempersiapkan karir, aspek persiapan untuk memasuki kehidupan berkeluarga dan aspek mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara moral dan sosial. Sedangkan 6 aspek lainnya yang tercapai dengan klasifikasi sedang yaitu aspek beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, aspek mencapai peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan, aspek mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya, aspek mencapai kemandirian perilaku ekonomis, aspek mengembangkan ketrampilan intelektual dan aspek memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai petunjuk dalam bertingkah laku. Saran-saran dari peneliti untuk pihak-pihak yang terkait, yang pertama yaitu konselor dapat menambah program-program yang direncanakan untuk lebih terfokus pada aspek-aspek yang tercapai dengan kategori sedang tersebut. Selain hal tersebut, konselor juga dapat meningkatkan kerjasamanya lagi dengan pihak pondok pesantren yang merupakan rumah atau tempat tinggal sehari-hari dari para siswa tentunya dalam rangka meningkatkan keterapaian tugas perkembangan remaja yang dapat menjadikan siswa mampu berkembang secara optimal tanpa mengalami banyak permasalahan.

    KEARIFAN LOKAL DALAM KITAB AL-IBRIZ LI MA’RIFAH TAFSIR AL-QUR’AN AL-‘AZIZ KARYA KH. BISRI MUSTOFA

    Get PDF
    Muh. Audi Yuni Mabruri, 1731143055. Kearifan Lokal Dalam Kitab Al-Ibriz Li Ma’rifah Tafsir Al-Qur’an Al-‘Aziz Karya KH. Bisri Mustofa. Jurusan Ilmu al-Qur’an Tafsir. Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Tulungagung. Dosen Pembimbing: M. Khoirul Malik, Lc. M.A. 2018. Khazanah penelitian tafsir di Indonesia memang sangat menarik untuk terus dikaji. Apabila didata, tidak sedikit sarjana muslim yang menaruh perhatian mereka pada kajian karya Tafsir Nusantara. Dengan karakternya yang khas, menjadikan karya tafsir ini berbeda dan bahkan tidak bisa ditemukan pada karya - karya tafsir yang lain. Seperti pada karya tafsir al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa. Karya tafsir al-Ibriz mempunyai ciri khas yakni dalam penyajian tafsirnya menggunakan Bahasa Jawa dan beraksara Pegon. Ciri khas lain terletak pada kearifan lokal, karena di dalamnya sangat kental dengan nuansa Bangsa Indonesia atau konteks kedaerahan (Jawa). Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah: 1. Apa latar belakang penyusunan kitab tafsir al-Ibriz?. 2. Bagaimanakah bentuk kearifan lokal dalam tafsir al-Ibriz?. Tujuannya adalah mengetahui latar belakang penyusunan kitab al-Ibriz dan mengetahui bentuk kearifan lokalnya. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Penelitian ini lebih mengarah pada studi kepustakaan (library research) dan juga pendekatan historis untuk mengetahui bagaimana perkembangan tafsir secara detail dan juga melihat sisi Biografis KH. Bisri Mustofa untuk menemukan darimana dan bagaimana gagasan beliau bisa bergesekan dengan zaman. Hasil penelitian ini adalah: 1. Latar belakang penyusunan kitab al-Ibriz adalah hendak meneruskan perjuangan gurunya dan ingin lebih mempermudah masyarakt santri dan masyarakat awam untuk memahami kandungan dalam al-Qur’an. 2. Bentuk kearifan lokal dalam kitab al-Ibriz adalah bahasa aksara Pegon yang digunakan dalam penafsirannya, dan simbol-simbol yang digunakan KH. Bisri Mustofa dalam menjelaskan lebih lanjut makna suatu ayat al-Qur’an. Kata Kunci: Kearifan Lokal, KH. Bisri Mustofa, Tafsir al-Ibriz

    SOCIAL PROBLEMS IN THE POEM "DI NEGERI AMPLOP" BY A. MUSTOFA BISRI (SEMIOTIC STUDY) RIFFATERRE

    Get PDF
    The poem “Di Negeri Amplop”, has a background of social problems conveyed by the author. The formulation of the research problem, namely: (1) how is the meaning and hypogram in the poem “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) hhat are the social problems contained in the collection of poetry “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri. The objectives are: (1) to describe the meaning and hypogram in the collection of poems “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) to describe the social problem contained in the collection of poems "Di Negeri Amplop" by A. Mustofa Bisri. This research is in the form of a qualitative descriptive. The data in this study are in the form of a poem containing social problem entitled “Di Negeri Amplop”. Collecting data using library method. Data analysis using semiotic method. The results of this study indicate the meaning of bribery, corruption, collusion, and the existence of poor people. This meaning shows the existence of social problems of crime in the form of bribery.Puisi “Di Negeri Amplop” ini, memiliki latar belakang masalah sosial yang disampaikan oleh pengarang. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana pemaknaan dan hipogram pada puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri (2) Bagaimanakah masalah sosial yang terdapat pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri. Tujuannya yaitu: (1) untuk mendeskripsikan pemaknaan dan hipogram pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri (2) untuk mendeskripsikan masalah sosial yang terdapat pada kumpulan puisi “Di Negeri Amplop” karya A. Mustofa Bisri. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa puisi yang mengandung masalah sosial berjudul “Di Negeri Amplop. Pengumpulan data menggunakan metode pustaka. Analisis data menggunakan metode semiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya makna suap. Makna tersebut menunjukkan adanya masalah kriminalitas sosial berupa suap

    Bahasa Figuratif Pada Kumpulan Puisi Aku Manusia Karya Ahmad Mustofa Bisri Dan Implementasinya Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMA

    Get PDF
    Dhanu Widi Wijaya, S200160105. Figurative Language in a Collection of Poems Aku Manusia Ahmad Mustofa Bisri's Work and Implementation on Indonesian Language Learning at High School Level. Thesis. Postgraduate Studies Language, Muhammadiyah University of Surakarta, Surakarta, April 2018. This study aims to (1) describe the socio-historical background of A. Mustofa Bisri as author of the collection of poetry Aku Manusia, (2) to describe the use of figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry of Aku Manusia, (3) to describe meaning in figurative language used by A. Mustofa Bisri in the collection of poetry Aku Manusia, and (4) describes the implementation of the results of this study on Indonesian language learning at high school level. This study used descriptive qualitative method. The data in the research here are words, phrases, and sentences containing figurative language contained in the collection of poetry Aku Manusia A. Mustofa Bisri. The method used to take the sample data in this study by using purposive sampling technique. Data collection techniques in this study using library techniques, techniques refer and note. The results of this study are (1) Mustofa Bisri as a poet santri has uniqueness in his work. (2) A. Mustofa Bisri in a collection of poems Aku Manusia use several majas among them: simile, personification, allegory, metaphor, and repetition. (3) The constancy and consequences that A. Mustofa Bisri holds in describing the meanings in his poetry shows the soul of a true Muslim. (4) The results of this analysis can be implemented into Indonesian language and literature learning in high school

    KOHESI DALAM KUMPULAN CERPEN "LUKISAN KALIGRAFI†KARYA A. MUSTOFA BISRI: PERSPEKTIF BAHASA, SASTRA, DAN IDEOLOGI

    No full text
    Artikel ini membahas pola kohesi pada kumpulan Cerpen “Lukisan Kaligrafi†karya A. Mustofa Bisri. Jenis Penelitian ini yakni deskriptif-kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu teks cerpen karya A. Mustofa Bisri yang diterbitkan oleh Majalah Kompas tahun 2017 dengan judul Lukisan Kaligrafi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada 10 (sepuluh) penanda kohesi yang meliputi, penanda kohesi leksikal seperti, (1) repetisi, dengan jenis repetisi ekuivalensi, mesodiplosis, epifora, dan epizeukis, (2) antonim, (3) sinonim, (4) hiponim dan (5) kolokasi. Selanjutnya untuk penanda kohesi gramatikal yakni (1) referensi, (2) substitusi, (3) elipsi, (4) konjungsi, meliputi sebab-akibat, akibat-sebab, syarat-hasil, dan (5) hubungan argumentatif. Sedangkan ideologi penulis yang muncul dalam kumpulan cerpen tersebut antara lain (1) penolakan tradisi yang tidak baik, (2) kritikan terhadap moral masyarakat (3) dan pengagungan keindahan makna ayat Al-quran melalui karya seni lukis. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa dalam sebuah karya sastra sebagai media sangat erat kaitannya dengan ideologi pengarang tersebut. Konteks sosial budaya yang melingkupi pengarang dapat memengaruhi ideologi pengarang pada saat menulis karyanya.Kata Kunci: pola kohesi, bahasa, sastra & ideologi, cerpenThis article discusses the pattern of cohesion in the collection of short stories called "Lukisan Kaligrafi" by A. Mustofa Bisri. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is the short story text by A. Mustofa Bisri published by Kompas Magazine in 2017 with the title "Lukisan Kaligrafi". Data collection techniques used reading and note-taking techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are 10 (ten) cohesion markers which include, lexical cohesion markers such as, (1) repetition, with equivalence repetition types, mesodiplosis, epiphora, and epizeukis, (2) antonyms, (3) synonyms, (4) hyponymy and (5) collocation. Furthermore, for grammatical cohesion markers, namely (1) reference, (2) substitution, (3) ellipsis, (4) conjunction, including cause-effect, cause-effect, result-condition, and (5) argumentative relationship. While the ideologies of the writers that appear in the collection of short stories include (1) rejection of bad traditions, (2) criticism of public morals (3) and glorifying the beauty of the meaning of the Qur'anic verses through paintings. Based on the findings above, it can be concluded that the existence of language in a literary work as a medium is closely related to the ideology of the author. The socio-cultural context that surrounds the author can influence the ideology of the author when writing his work. Keyword: cohesion pattern, language, literature, & ideology, short stor

    ZAKAT AND TAX; FROM THE SYNERGY TO OPTIMIZATION

    Get PDF
    Dualism dilemma between zakat and tax in Indonesia can be relatively mitigated by ratification of Act No. No. 38/1999 on Management of Zakat. In the regulation, zakat has been synergized with tax by placing zakat as a deduction from taxable income element (PKP). But so far it has not been given the significant impact on the acceptance of zakat and awareness of Muslims to pay zakat. There are also some problems in practical level that contribute to that fact. This article explores the zakat and tax synergy that have been achieved through Act No. 38 of 1999, the problems found in its execution, and of course an offer for a solution to optimize the role of zakat and tax for the people welfare. By examining same practice in some countries, this paper recommends zakat as a direct tax deduction (tax credit) as a strategic step in the effort to optimize the role of zakat
    corecore