99 research outputs found
Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Studi Kasus Putusan : No. 16/PDT-SUS/Pailit/2015/PN.NIAGA JKT.PST)
A. Nama Mahasiswa : Shinta Eliana Sinaga
B. Nomor Induk Mahasiswa : 17.400.500.75
C. Judul Skripsi : Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
D. Program Kekhususan : Hukum Ekonomi
E. Jumlah Halaman : 96 Halaman
F. Daftar Acuan : Buku, Undang-undang, Internet
G. Kata Kunci : Pailit, Prinsip
H. Ringkasan Isi:
Kepailitan terjadi karena debitor tidak dapat menyelesaikan atau membayar utangnya kepada para kreditornya. Terdapat tiga jenis kreditor dalam kepailitan, yaitu: Kreditor Preferen, Kreditor Separatis, dan Kreditor Konkuren. Tiga kreditor tersebut masing-masing memiliki kedudukan yang berbeda-beda. Prinsip yang menjadi pedoman bagi para Kreditor Konkuren, yaitu prinsip paritas creditorium dan prinsip pari passu pro rata parte. Prinsip paritas creditorium menentukan adanya kesetaraan kedudukan para kreditor. Prinsip pari passu pro rata parte menentukan bahwa seluruh harta kekayaan debitor menjadi jaminan bersama-sama terhadap para kreditornya dan hasilnya dibagikan secara proporsional. Penulis tertarik meneliti penulisan ini karena berdasarkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan apakah pembagian yang diterima kreditor konkuren selama ini sudah dapat dikatakan adil atau tidak.
I. Dosen Pembimbing :
1. Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H
2. Dr. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.H./
A. Name : Shinta Eliana Sinaga
B. Student ID Number : 17.400.500.75
C. Title : Penerapan Prinsip Pari Passu Pro Rata Parte Terhadap Kreditor Konkuren Dalam Pemberesan Boedal Pailit Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
D. Study Program : Hukum Ekonomi
E. Page Number : 103 Pages
F. Reference List : Book, Internet, The Article Of Law
G. Keyword : Bankruptcy, principles.
H. Summary :
Bankruptcy occurs because the debtor is unable to settle or pay his debts to his creditors. There are three types of creditors in bankruptcy, namely: PreferentIal Creditors, Separatist Creditors, and Konkuren Creditors. The three creditors each have different positions. The principles that become guidelines for the Creditors Konkuren, namely the principle of parity of creditorium and the principle of pari passu pro rata parte. The principle of creditorium parity determines the equality of par position. The author is interested in researching this because based on Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy, whether the distribution received by concurrent creditors so far can be said to be fair or not.
Academic Supervisor :
1. Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H
2. Dr. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.
Assessment of medication-related liver and kidney impairment in admitted patients in Depok, Indonesia: an observational study employing the Naranjo algorithm
Liver and kidney impairment caused by medications represents serious side effects that may extend hospital stays and increase the risk of patient death. Implementing strategies to recognize, document, and analyze cases of patient harm related to drug use is crucial for medicines optimization. This study aimed to evaluate the prevalence of medication-related liver and kidney impairment among hospitalized patients, while also identifying the specific medication categories implicated. A retrospective review of patient records was conducted at Universitas Indonesia Hospital (Depok, Indonesia), focusing on adult patients diagnosed with liver or kidney impairment during their 2021 hospital admission. The Naranjo algorithm was applied to assess the likelihood that these injuries were caused by medications. Among the 4,273 admitted patients, it was found that 1.01% experienced medication-related liver impairment (MRLI), while 0.77% experienced medication-related kidney impairment (MRKI). The most common medications associated with liver impairment were antibiotics (31.58%), cardiovascular medications (24.21%), pain relievers (14.74%), anti-ulcer medications (11.58%), antiviral medications (8.42%), antiemetics (8.42%), and antidiabetic medications (1.05%). In contrast, kidney disease was primarily linked to diuretics (29.76%), antibiotics (21.43%), ACE inhibitors/ARBs (21.43%), antiviral medications (9.52%), and NSAIDs (7.14%). Importantly, there was no statistically significant correlation between the occurrence of MRLI or MRKI and factors such as gender, age, body mass index (BMI), or the presence of other health conditions (p > 0.05). These findings underscore the need for heightened awareness regarding the potential for medication-related impairments in hospitalized patients and suggest that careful monitoring of medication use is essential to mitigate these risks
Empirical Analysis on Investor Protection in Minimizing Fraud Risk From Investment Managers
**English**Violations related to the capital market are special criminal acts as shown by various types of violations. These violators can be committed by various parties including directors, commissioners, and other manager-level officials; professionals such as brokers, investment advisors, accountants, lawyers, and appraisers; and issuers or public companies that are affected themselves. Such as violations committed by investment managers that give rise to investment risks felt by investors, such as Providing false information that deceives investors In order to maintain the stability of activities in the capital market, it is necessary to have Legal protection can be defined as actions that seek to prevent and punish and provide sanctions. In this study, a literature method with an empirical studies approach is used. The results of this study show that there are various forms of protection for actors in the capital market. By safeguarding their investments, the Investor Protection Fund (DPP) provides confidence and security to investors when they are involved in the capital market. According to Article 110 paragraph (1) of the Capital Market Law, market violations include operations carried out without OJK permission, investment managers who receive money illegally, and attempts to thwart OJK inspections. because in the capital market, the role of the OJK carries out its 3 functions, namely rule making, adjudicatory, and investigatory to support its responsibilities so that it is carried out properly For violations and crimes in the capital market, the Capital Market Law applies three types of sanctions, there are civil sanction, criminal sanction, and witness administrative.
**Indonesia**Pelanggaran yang terkait dengan pasar modal merupakan tindak pidana khusus yang ditunjukkan dengan berbagai jenis pelanggaran. Pelanggar ini dapat dilakukan oleh berbagai pihak termasuk direksi, komisaris, dan pejabat setingkat manajer lainnya; profesional seperti broker, penasihat investasi, akuntan, pengacara, dan penilai; dan emiten atau perusahaan publik yang terkena dampaknya sendiri. Seperti pelanggaran yang dilakukan oleh manajer investasi yang menimbulkan risiko investasi yang dirasakan oleh investor, seperti Memberikan informasi palsu yang menipu investor Dalam rangka menjaga stabilitas kegiatan di pasar modal, perlu memiliki Perlindungan hukum dapat didefinisikan sebagai tindakan yang berusaha mencegah dan menghukum serta memberikan sanksi. Dalam penelitian ini digunakan metode literatur dengan pendekatan studi empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk perlindungan bagi pelaku di pasar modal. Dengan menjaga investasinya, Dana Perlindungan Investor (DPP) memberikan kepercayaan dan keamanan kepada investor ketika mereka terlibat di pasar modal. Menurut Pasal 110 ayat (1) UU Pasar Modal, pelanggaran pasar meliputi operasi yang dilakukan tanpa izin OJK, manajer investasi yang menerima uang secara ilegal, dan upaya menggagalkan pemeriksaan OJK. karena di pasar modal, peran OJK menjalankan 3 fungsinya, yaitu pembuatan peraturan, ajudikasi, dan penyidikan untuk mendukung tanggung jawabnya agar terlaksana dengan baik Untuk pelanggaran dan kejahatan di pasar modal, UU Pasar Modal menerapkan tiga jenis sanksi, ada sanksi perdata, sanksi pidana, dan saksi administratif.
 Pelanggaran yang terkait dengan pasar modal merupakan tindak pidana khusus yang ditunjukkan dengan berbagai jenis pelanggaran. Pelanggar ini dapat dilakukan oleh berbagai pihak termasuk direksi, komisaris, dan pejabat setingkat manajer lainnya; profesional seperti broker, penasihat investasi, akuntan, pengacara, dan penilai; dan emiten atau perusahaan publik yang terkena dampaknya sendiri. Seperti pelanggaran yang dilakukan oleh manajer investasi yang menimbulkan risiko investasi yang dirasakan oleh investor, seperti Memberikan informasi palsu yang menipu investor Dalam rangka menjaga stabilitas kegiatan di pasar modal, perlu memiliki Perlindungan hukum dapat didefinisikan sebagai tindakan yang berusaha mencegah dan menghukum serta memberikan sanksi. Dalam penelitian ini digunakan metode literatur dengan pendekatan studi empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk perlindungan bagi pelaku di pasar modal. Dengan menjaga investasinya, Dana Perlindungan Investor (DPP) memberikan kepercayaan dan keamanan kepada investor ketika mereka terlibat di pasar modal. Menurut Pasal 110 ayat (1) UU Pasar Modal, pelanggaran pasar meliputi operasi yang dilakukan tanpa izin OJK, manajer investasi yang menerima uang secara ilegal, dan upaya menggagalkan pemeriksaan OJK. karena di pasar modal, peran OJK menjalankan 3 fungsinya, yaitu pembuatan peraturan, ajudikasi, dan penyidikan untuk mendukung tanggung jawabnya agar terlaksana dengan baik Untuk pelanggaran dan kejahatan di pasar modal, UU Pasar Modal menerapkan tiga jenis sanksi, ada sanksi perdata, sanksi pidana, dan saksi administratif
Utilization of pumice from Sungai Pasak, West Sumatera, Indonesia as low-cost adsorbent in removal of manganese from aqueous solution
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM WFH (WORK FROM HOME) SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 PADA PT ASURANSI BANGUN ASKRIDA
Karya ilmiah ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dalam kefefektifan kerja dengan menggunakan sistem WFH pada PT Asuransi Bangun Askrida. Pada penelitian ini penulis menemukan adanya efektivitas sistem kerja WFH berpengaruh terhadap tingkat produktivitas dan kinerja pegawai. Hal inilah yang dijadikan sebagai latar belakang oleh penulis dalam penyusunan Karya Ilmiah ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan melakukan pengumpulan data dari hasil observasi dan juga studi pustaka.
This scientific work aims to gain knowledge in work effectiveness using the WFH system at PT Asuransi Bangun Askrida. In this study, the authors found that the effectiveness of the WFH work system had an effect on the level of productivity and employee performance. This is what is used as the background by the author in the preparation of this scientific work. The method used in this research is descriptive analysis by collecting data from observations and literature studies
ANALISIS RISIKO K3 AKIBAT PERMESINAN PADA PROSES PEMBUATAN BAJA TULANGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA (STUDI KASUS: PT BHIRAWA STEEL)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui e-mail [email protected] atau [email protected]
Dipublikasikan tanggal: 04 Agustus 202
ANALISIS PRODUCT QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTEN TION DAN KEPUASAN PELANGGAN KOPI TEMAN BAHAGIA DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silakan menghubungi author melalui email shintaski student .ub.ac.id atau [email protected]
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 202
The Role of the Task Force for the Protection of Women and Children (TFP WC) in Makassar City Regarding Cases of Sexual Violence Against Children in 2020-2022
Sexual violence is a phenomenon that is considered very controversial because it is a case that harms anyone, be it the victim, the perpetrator, or the person handling the violence case. This means that if you become a victim, you will damage yourself mentally, physically, socially, and vice versa. The research approach used by the author is descriptive. Descriptive research is a form of research that describes natural and man-made phenomena. Then the author uses qualitative research that is naturalistic because this research will be carried out naturally. Several theories and concepts were studied to become the basis for analyzing each case study, especially in analyzing how International Relations views cases of sexual violence against children.Kekerasan seksual merupakan fenomena yang dianggap sangat kontroversial karena merupakan kasus yang merugikan siapa saja, baik korban, pelaku, maupun orang yang menangani kasus kekerasan tersebut. Artinya jika Anda menjadi korban, Anda akan merusak diri Anda secara mental, fisik, sosial, dan sebaliknya. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang menggambarkan fenomena alam dan buatan manusia. Kemudian penulis menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat naturalistik karena penelitian ini akan dilakukan secara alami. Beberapa teori dan konsep dipelajari untuk menjadi dasar dalam menganalisis setiap studi kasus, khususnya dalam menganalisis bagaimana Hubungan Internasional memandang kasus kekerasan seksual terhadap ana
Yang Lalu dan Yang Kini: Kajian Terhadap Sajak “Pada Senja” Karya Ajip Rosidi
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk-bentuk kelisanan yang terdapat dalam sajak “Pada Senja”, tarik-menarik antara masa lalu dan masa kini yang muncul dalam sajak tersebut, dan kaitan tarik-menarik tersebut dengan pengarang. Ketiga hal tersebut dianalisis menggunakan konsep kelisanan yang diungkapkan oleh Walter J. Ong. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data penelitian berupa kata, frasa, klausa, maupun kalimat yang ada di dalam sajak “Pada Senja”. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan aditif, redundan, agregatif, partisipatoris, agonistic, dan konservatif adalah bentuk kelisanan yang menonjol dalam sajak ini. Pola kelisanan ini juga berkaitan dengan kehidupan pengarangnya.Kata kunci: kelisanan, Walter J. Ong, Pada Senja, Ajip RosidiThe aims of this study is to observe the oraility forms in poem “Pada Senja”, the correlation of the past and the present and its correlation with the author. These three things will be analyzed by using psicodynamic of orality by Walter J. Ong. The method used in this study was analytical descriptive. As for the data are words, phrases, clauses, and sentences in poem “Pada Senja”. The result of this study shows that aditive, redundancy, agregative, participatories, agonistic, and conservative are prominent form in this poem. These orality forms also relate to its author life. Keywords: orality, Walter J. Ong, Pada Senja, Ajip Rosid
Penjadwalan Produksi Pada Dynamic Job Order Menggunakan Pendekatan Edd Untuk Meminimasi Total Tardiness
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected]), [email protected]), [email protected])Terima kasi
- …
