52 research outputs found

    Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Mind Mapping Dengan Model Pembelajaran Direct Instruction Terhadap Kemampuan Kreatifitas Mahasiswa Pada Mata Kuliah Microteaching

    Full text link
    &lt;p&gt;this research is meant to:1) see the difference influence of Cooperative Script Model with the help of mind mapping with Direct Instructional teaching model to students’ creativity skill; 2) to prove the affectivity of Cooperative Script model implementation with the help of Mind Mapping in in improving Student’s creativity in applying basic teaching skill in Micro Teaching simulation activity; 3) to prove the implementation of Direct Instruction model in improving students’ creativity in applying basic teaching skill in micro teaching simulation. This research uses experimental method with two groups pre-test post-test. The result shows that: (1) the implementation of cooperative script model with the help of mind mapping is proven to be effective in improving student’s creativity in applying basic teaching skills in simulation activity can be seen from the experiment group where 11 skills (indicator formulation skill, apperception skill, opening skill, questioning skill, using variation skill, class management skill, discussion guidance skill, individual teaching skill, material mastery skill, class mastery skill and media usage skill) are showing the average score of more than 80, (2) the implementation of direct instruction model can improve student’s creativity in applying basic teaching skills where 6 basic skills (indicator formulation skill, giving apperception skill, lesson opening skill, questioning skill, class management skill and individual teaching skill) are able to achieve average scores of more than 80, and (3) the misconception done by students can be categorized as basic mathematical misconception which is caused by apperception mistake and understanding.&lt;/p&gt;Keywords:</jats:p

    Model-model Pembelajaran Matematika di Era Pandemi

    No full text
    Sudah hampir 8 bulan pandemi covid mewabah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Semua aktivitas pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran merupakan interaksi antara guru dan siswa, dalam proses ini terjadi komunikasi yang intens dan terarah untuk rangka mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang baik memerlukan proses interaksi antar semua komponen baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Salah satunya dengan menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran matematika antara lain: project based learning, daring method, luring method, home visit method, integreted curiculum, dan blended learning. Oleh karena itu, kami tim PKM akan mengkaji model pembelajaran matematika manakah yang sesuai untuk digunakan pada masa pandemi seperti yang dihadapi saat ini. Analisa data dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil wawancara dan observasi. Observasi dilakukan pada saat kegiatan berlangsung. Selain observasi juga dilakukan wawancara pada pengelola YKIB, di mana pengelola YKIB menjelaskan bahwa ada pengajar yang mengalami kesulitan mengajar selama pandemi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah Guru/Tutor di Bimbingan belajar dapat menerapkan dan mengembangkan model-model pembelajaran matematika selama pandemi

    Model-model Pembelajaran Matematika di Era Pandemi

    No full text
    Sudah hampir 8 bulan pandemi covid mewabah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Semua aktivitas pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran merupakan interaksi antara guru dan siswa, dalam proses ini terjadi komunikasi yang intens dan terarah untuk rangka mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang baik memerlukan proses interaksi antar semua komponen baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Salah satunya dengan menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran matematika antara lain: project based learning, daring method, luring method, home visit method, integreted curiculum, dan blended learning. Oleh karena itu, kami tim PKM akan mengkaji model pembelajaran matematika manakah yang sesuai untuk digunakan pada masa pandemi seperti yang dihadapi saat ini. Analisa data dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil wawancara dan observasi. Observasi dilakukan pada saat kegiatan berlangsung. Selain observasi juga dilakukan wawancara pada pengelola YKIB, di mana pengelola YKIB menjelaskan bahwa ada pengajar yang mengalami kesulitan mengajar selama pandemi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah Guru/Tutor di Bimbingan belajar dapat menerapkan dan mengembangkan model-model pembelajaran matematika selama pandemi

    STUDI EVALUASI PELAKSANAAN FULL DAY SCHOOL DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU IQRA’ 1 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini berusaha untuk mengevaluasi pelaksanaan sekolah sehari penuh di sekolah dasar Islam terpadu kota I Bengkulu IQRA '. Indikator penelitian adalah perumusan visi, misi dan tujuan, sumber daya manusia, kurikulum dan juga peralatan pendidikan. Evaluasi ini menggunakan Standar Nasional Pendidikan. Ini digunakan studi evaluatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ini digunakan purposive sampling. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan manajemen Al-Fida Foundation. Data dianalisis melalui kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan sekolah sehari penuh di sekolah dasar Islam terpadu kota I Bengkulu IQRA 'telah berjalan dengan baik

    Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Produksi Industri Rumah Tangga Mebel di Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang

    Full text link
    Pancur sub-district is an area that has great potential in the wooden furniture household industry. In the Pancur sub-district, the wooden household furniture industry is very easy to find because almost every village has household-scale furniture production. In carrying out household furniture industry production, education and work experience are pending factors in the production process. Low levels of education and work experience in the furniture industry can be a problem in production. Therefore, the aim of this research is to find out how work experience and education level influence the production of home furniture industry in Pancur sub-district, Rembang district. The quantitative descriptive method used in this research is multiple linear regression analysis. The research results show that the level of education does not have a significant impact on furniture production. furniture in the home industry, on the other hand, work experience influences the production of the home furniture industry. However, together the level of education and work experience has a significant influence. This is because the level of education can strengthen the level of work experience

    ANALISIS KEMAMPUAN BELAJAR MATEMATIKA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS X AKUTANSI SMK PGRI 2 BOJONEGORO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi rata-rata kemampuan matemat- ika siswa SMK Kelas X Akutansi dengan standar Minimal (KKM) adalah 70, untuk menguji signifikansi kesesuaian dalam memberikan pendapat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika, untuk mengukur sejauhmana faktor yang mendominasi &nbsp;dalam mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa SMK kelas X Akutansi PGRI 2 Bojonegoro. &nbsp; Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X SMK PGRI 2 Bojonegoro. Dengan Tektnik Cluster random sampling diperoleh dua kelas kelompok sampel yang berjumlah 40 siswa &nbsp;dengan rincian 20 siswa kelas X Ak-1 dan 20 siswa kelas X Ak-2. Instrumen penelitian menggunakan teknik non tes dengan dokumentasi hasil nilai ulangan matematika dari guru matematika digunakan mendapatkan data hasil belajar matematika, dan angket yang berjumlah 40 butir yang menjelaskan berbagai&nbsp;&nbsp; factor belajar. &nbsp; Uji Statistik dalam penelitian ini adalah statistik parametris dengan uji t yakni untuk uji hipotesis deskriptif satu varibel, diperoleh hasil &nbsp;nilai rata-rata matematika pada ke- las Ak-1 &nbsp;lebih dari atau sama dengan 70 dan untuk kelas X Ak-2 diperoleh bahwa nilai rata-rata matematika&nbsp; kurang dari 70. Untuk uji signifikansi kesesuaian kelas X Ak-1 dan X Ak-2 dalam menyampaikan pernyataan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika yang dialami digunakan uji korelasi Spearman Rank diperoleh secara signifikan antara kelompok AK-1 dan AK-2 bersesuaian dalam memberikan pendapat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika. Sedangkan untuk uji perbedaan dua rata- rata dengan uji t diperoleh tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata antara kemampuan belajar kelas X Ak-1 dan kelas X Ak-2

    Proses Koneksi Matematis secara Prosedural Materi Perbandingan ditinjau dari Asimilasi dan Akomodasi

    Full text link
    The purpose of this article is to provide a procedural description of the mathematical connection process as it relates to assimilation and accommodation of comparison material. This research employs a qualitative methodology. The subjects of this study were twenty seventh-grade students from SMP Negeri 1 Trucuk. Then, six students were chosen as research participants from among the twenty: Two subjects were classified as assimilation, two as accommodation, and two as assimilation-accommodation. The research instrument comprises of tests questions and in-depth interviews. It employed triangulation techniques and source triangulation to ensure the data's authenticity. The data analysis process was guided by Miles and Huberman's models, which included data reduction, data presentation, and conclusion drafting. The results indicated that subjects who have a tendency to assimilate information in phases can employ prior knowledge to solve difficulties. Additionally, the process of mathematical connection procedurally on subjects with a tendency for accommodation in phases can self-modify in the context of problem solving. However, subjects with a tendency for accommodation will encounter difficulties if they are unable to make adjustments that result in erroneous findings. Additionally, there is a procedural process of mathematical connection in disciplines that frequently combine assimilation and accommodation in phases. They can use previously acquired information to these disciplines and create adjustments to make problem solving simpler

    Building Student’s Mathematical Connection Ability in Abstract Algebra: The Combination of Analogy-Contruction-Abstraction Stages

    Full text link
    The objective of the study was to describe the effect of six types of mathematical connections (representation connections, structural connections, procedural connections, implication connections, generalization connections, and hierarchy connections) on abstract algebraic materials through four stages, i.e., abstraction, analogy-abstraction, construction-analogy, and construction. The study employed qualitative descriptive approaches, including tests, questionnaires, and interviews. The subjects of the study were chosen based on the responses to a questionnaire regarding the employed stages. Then, two subjects who could converse and were willing to be interviewed were chosen from each stage. Data collection techniques were conducted through four stages, i.e., 1) identifying the stages used; 2) identifying the ability of six types of student mathematical connections through predictive indicators; 3) describing the capabilities of the six types of connections through interviews; and 4) conducting source triangulation and method triangulation. The results indicated that the subjects who utilized the construction stage tended to be able to construct six types of mathematical connection links in a set, as well as standard and non-standard binary operations. The subjects who utilized the construction-analogy stage likely to be able to build three forms of representation connections, structural connections, and procedural connections in a set of standard binary operations. In characterizing the symbol of a set element and the binary operation of the standard form inside the closed property of the standard form, the subjects who used the analogy-abstraction stage have the same tendency as subjects who use the abstraction-construction stage

    POLA HIDUP GAYA MEWAH TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI PELAYANAN PENDETA

    No full text
    Dalam mengangkat tugas dan tanggung jawabnya Seorang Pendeta harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai motivasi panggilan yang Ia peroleh ketika Ia menyerahkan dirinya untuk dipakai Tuhan dalam memberitakan Injilny, dan mampu menjadi pemmimpin yang berwibawah dan dapat ditiru dalam jemaat. Sebab jika melihat situasi yang terjadi sekarang ini banyak diantara pelayan-pelayan/ hamba-hamba Tuhan yang tidak sungguh-sungguh melaksanakan tugas, tanggung jawab dan panggilannya dengan baik. Mereka melayani dengan motif yang berbeda dengan kenyataannya. Mereka hanya untuk kepentingan mereka sendiri seperti untuk memuaskan kebutuhan jasmani mereka karena adanya pola hidup mewah yang menempel pada diri mereka yang menbuat mereka melupakan motivasi dan Peran Kepemimpinan sebenarnya
    corecore