8,509 research outputs found
Conversation between two non-fishermen about business
This is a recording of two men, Junaidi Ismail and Muhammad Japar (goes by Apang) at their neighbor's house. Junaidi is a 45 year old man who was born and grew up in Pondok Prasi, married to a woman from Sesela, a village in west Lombok but pretty close to Pondok Prasi. He went to elementary school and now does motorcycle business. Apang is 40 years old, born and grew up in Pondok Prasi, married to a woman from the same village. He finished elementary school and works at a private company. They are talking about work and business. The recording ends with Khairunnisa collecting metadata from the speakers. Muhammad Jaelani assisted with the recording. Video was recorded on Panasonic HC-V770, audio on Marantz PMD561 with an Audio Technica AT8022 Stereo Microphone.Ampenan, Lombok, West Nusa Tenggara province, Indonesi
Ilmu Negara: Sebuah Konstruksi Ideal Negara Hukum
Menyambut baik terbitnya buku yang brjudul Ilmu Negara ; Sebuah Kontruksi Ideal Negara Hukum yang ditulis oleh saudara Muhammad Junaidi. Buku Ilmu Negara ini ditulis dengn kerangka dasar teori yang kuat dengan mencantumkan argumentasi yang logis dan mengalir disertai dengan contoh-contoh riil yang aplikatif serta mudah dipahami oleh berbagai pihak. Semoga buku Ilmu Negara ini bisa menjadi pembelajaran yang positif bagi masyarakat indonesia dan memberikan wawasan baru bagi generasi mendatang untuk menjadi masyarakat adil makmur sejahtera sesui yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu saya mengucapkan selamat berkarya pada saudara Muhammad Junaidi yang dengan ketentuan telah mampu menghasilkan buku yang berkualitas dan bermanfaat bagi masysrakat indonesia
Konsep ekonomi Islam dalam tasawuf Junaidi Al-Bahgdadi
Tasawuf adalah salah satu khasanah intelektual Muslim yang kehadirannya hingga saat ini semakin dirasakan. Secara historis dan teologis tasawuf tampil mengawali dan memandu perjalanan hidup umat agar selamat dunia akhirat. Tidak berlebihan jika misi utama kerasulan Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, dan sejarah mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliu antara lain karena dukungan akhlaknya yang prima, hingga hal ini dinyatakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Namun fenomena sekarang justru terdapat kontradiksi dari apa yang telah di contohkan oleh Rasulullah terhadap umat manusia. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman terhadap tasawuf, sedangkan tasawuf adalah salah satu yang dapat mendekatkan seorang hamba pada Tuhannya. Sehingga melahirkan akhlak yang Mulia. Perilaku ekonomi dalam masyarakat Islam didasarkan pada pokok pemahaman tasawuf. Junaidi Al-Baghdadai menyajikan itu dalam pokok pikirannya tentang utilitas. Makalah ini akan membahas secara ringkas bagaiamana pandangan beliau tentang hal tersebut
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Upaya Guru Dalam Mengenalkan Nilai Islami Pada Anak RA Nu Ibnu Junaidi Banjarmasin Barat Kalimantan Selatan
Muhammad Yatim, 2015: Upaya Guru Dalam Mengenalkan Nilai Islami Pada Anak RA Nu Ibnu Junaidi Banjarmasin Barat Kalimantan Selatan, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing: Raihanah, S. Pd.I, M. Ag
Kata Kunci : untuk mengetahui: (1) mengenalkan nilai Islami pada pendidikan prasekolah (2) Pelaksanaan mengenalkan nilai Islami di ranu ibnu junaidi banjarmasin barat Kalimantan selatan (3) Faktor penghambat serta upaya yang dihadapi oleh ranu ibnu junaidi banjarmasin barat Kalimantan selatan dalam mengenalkan nilai Islami.
. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu suatu metode yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan mengenai apa yang ada. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: mengenalkan nilai Islami pada pendidikan prasekolah dapat diterapkan dengan cara mengkolaborasikan moral spiritual kedalam bentuk kegiatan anak sehari-hari. Jadi nilai-nilai dan pengetahuan Islam digabungkan dengan program pelatihan dan pendidikan anak secara total. Pendidikan agam lebih difokuskan pada cara kehidupan dan perilaku islami dari pada pengajaran dan pembelajaran mengenai Islam sebagai salah satu bidang pelajaran.
Pelaksanaan mengenalkan nilai islami pada ranu ibnu junaidi banjarmasin barat Kalimantan selatan sudah berjalan dengan baik. Karena di dalam pembelajarannya menggunakan materi dan metode yang disesuaikan dengan umur, perkembangan psikologis, serta kebutuhan spesifik anak. Materi yang diberikan diantaranya: nilai keimanan, nilai ibadah, nilai akhlak dan nilai sosial. Sedangkan metode yang sesuai bagi anak prasekolah antara lain : keteladanan, pembiasaan, bermain, dan cerita.
Pada dasarnya keterbatasan kelas, kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya media pembelajaran, perbedaan latar belakang keluarga setiap anak, dan lingkungan keluarga yang tidak kondusif menjadi kendala dalam mengenalkan nilai Islami pada Ranu Ibnu Junaidi Banjarmasin Barat Kalimantan Selatan. Dalam menghadapi kendala tersebut, para pendidik selalu berusaha memberikan materi dan metode yang bervariasi, para pendidik selalu menunjukkan sikap kasih sayang dan penuh kesabaran dalam membimbing anak, memberikan perhatian khusus bagi anak yang pasif di kelas, memberikan aturan-aturan yang jelas dan konsisten tentang perilaku di kelas, pendidik selalu mendorong anakuntuk mengambil inisiatif sendiri dan memilih aktifitas yang disukainya
RECONSTRUCTION OF RELIGIOUS THOUGHT IN ISLAM ACCORDING TO MUHAMMAD IQBAL AND MUHAMMAD ABDUH. A COMPARATIVE STUDY
Salah satu isu paling banyak diperbincangkan dalam dunia Islam kekinian adalah isu rekonstruksi pemikiran agama dalam Islam. Yang menyangkut di dalamnya tajdid atau pembaharuan, revivalisme atau pembersihan ajaran ajaran islam dari bid'ah khurafat dan mengembalikannya seperti ajaran Rasul dan sahabat, reinterpretation atau penafsiran kembali sumber sumber hukum, dan modernisme sebuah upaya untuk menjadikan agama Islam survive di dunia modern. Khususnya dalam konteks sosial dan keagamaan. Isu-isu tersebut muncul ke permukaan di kalangan cendekiawan Islam setelah dunia Islam terhenyak dan sadar pada kemunduran ummat pada abad ke-18. Akan tetapi bagaimana umat Islam memahami konteks pembaharuan dalam Islam dan memberika porsi yang proposional dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Dalam hal ini adalah membersihkan noda noda dalam agama dan mengerjakan ajaran Islam yang murni akan tetapi tetap bisa eksis dalam dunia modern ini dan mengisinya dengan semangat Islami tanpa harus kehilangan identitas sebagai Muslim. Maka dari itu, dalam penelitian ini, penulis mengambil dua figur yang erat kaitannya dengan pergerakan pembaharuan dalam Islam yaitu Muhammad Abduh dan Muhammad Iqbal. Dua pionir dalam bidang hukum, pendidikan, politik dan kesusateraan yang menyangkut pergerakan pembaharuan dalam tubuh Islam. Dalam penelitiannya, penulis menggunakan metode analisa data-data perpustakaan antara tiga variabel, rekonstruksi pemikiran dalam Islam, Muhammad Abduh dan Muhammad Iqbal dan mengkombinasikan kedua pemikiran pionir dengan comparative method, atau metode perbandingan yang akhirnya menemukan posisi keduanya, persamaan, dan perbedaan dalam lingkup dasar pemikiran dan langkah- langkah keduanya dalam merekonstruksi pemikiran dalam Islam. Sedangkan dalam upaya pengutuhan pembahasan, peneliti menggunakan historical approach atau pendekatan sejarah. Setelah melalui analisa dan kajian mendalam, penulis menyimpulkan bahwasanya kemunduran umat Islam pada abad ke 18 yaitu ditandai dengan jatuhnya khilafah Islamiyah, dan beberapa kerajaan besar di India, Parsi, Spanyol dan terahir jatuhnya Mesir ketangan Napoleon Bonaparte adalah disebabkan kejumudan umat Islam itu sendiri. Kebekuan pemikiran dan perpecahan internal. Maka dari itu, Muhammad Abduh mengajukan gagasannya dalam upaya mengembalikan umat Islam kepada masa keemasannya dengan jalan membasmi bidah khurafat, membuka pintu Ijtihad, memodernisasi pendidikan, dan mengkaji kembali teks teks sumber hukum Islam dan disesuaikan dengan semangat kemodernan. Sedangkan Muhammad Iqbal mengajukan proposal pembaharuan melalu jalur politik, diplomasi, dan pendidikan mental generasi muda agar bisa mengambil semangat kemajuan Barat akan tetapi tanpa kehilangan identitasnya sebagai seorang Muslim. Terkait pembatasan fokus penelitian ini, penulis merekomendasikan untuk peneliti selanjutnya untuk meneliti langkah-langkah Muhammad Iqbal dalam pembinaan mental generasi muda Islam
ETR : Redline Design / Muhammad Haziq Hazwan Musa ... [et al.]
The Redline Design is a partnership business that focus on the design of T-shirt, fabric and jersey for all sizes in Selangor area especially in Bandar Sunway, Petaling Jaya. There are four partners which are Muhammad Haziq Hazwan Bin Musa, Noor Farah Adila Binti Junaidi, Nur Nadirah Binti Sabri and Nurul Hazie Sharmira Binti Mohamed Tahir. That corporate together to run this business. The business located at No.51, Jalan PJS 11/9, Bandar Sunway, 46150, Petaling Jaya, Selangor. This is a new store building that built at a strategic placed which is at the centre of Bandar Sunway, Petaling Jaya, Selangor. The partners choose this location because the majority of the population here are middle to high income. Not only that, the population here are is quite high and average of the lifestyle here more to clean environment and like to nature. The partners sure that with the business, it can make customer feel easy to design and buy our products
The Complete Muhammad Ali
Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
Eksistensi Tarekat Junaidi Al-Baghdadi Terhadap Pembinaan Masyarakat Islam di Majelis Darul Ikhlas Kota Palangka Raya
This study discusses the existence of the Junaidi Al-Baghdadi Tarekat in Palangka Raya. Its existence indicates the teaching of Islam named Darul Ikhlas. There are three main issues raised in this study: first, to find out the ins and outs of the Junaidi Al-Baghdadi tariqah. Second, how is the model of teaching, and third, how the existence of the Junaidi Al-Baghdadi tarekat so that it can survive. The purposes of this research are to find out the system of teaching and the existence of its development in Palangka Raya Town. The research method used is a historical approach in the form of qualitative field research studies with literature review techniques and data collection is done through observation, documentation, and interviews. The results showed that the development of the Junaidi Al-Baghdadi tariqa, in terms of quantity, one of which was the establishment of the Majlis Taklim Darul Ikhlas, which showed the development achieved with a simple guidance system. The contribution made by the Junaidi Al-Baghdadi Tarekat can be seen in terms of worship and social affairs. Thus, this Tarekat is facing progress an
ANALISIS KARAKTER TOKOH DALAM NASKAH DRAMA WARISAN KARYA JUNAIDI BANTASYAM
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter dan karakterisasi tokoh dalam naskah drama Warisan karya Junaidi Bantasyam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa naskah drama Warisan karya Junaidi Bantasyam yang termuat dalam Seulawah: Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas. Hasil penelitian: (1) naskah drama Warisan terdapat tiga tokoh, yaitu tokoh Tuan Atur, tokoh Ucak, dan tokoh Nona Bani, (2) karakter tokoh Tuan Atur meliputi peduli terhadap kepentingan umum, berprasangka buruk, congkak, sangat menjaga benda berharga peninggalan leluhurnya, baik bila ada maunya, kurang sopan, terlalu percaya diri, pembohong, licik, personal, tegar tengkuk, serakah, penghianat, dan nyentrik, (3) karakter tokoh Ucak meliputi rela berkorban, sigap, tegas, penurut pada majikan, pantang kelintasan, cinta damai, jenaka, setia pada majikan, lugu, dan penakut, (4) karakter tokoh Nona Bani meliputi tidak sabar, kurang sopan, sombong, pemarah/kasar, nyentrik, genit, kurang rasa malu, menjaga harga dirinya, pantang kelintasan, dan tegar tengkuk, (5) karakterisasi dilakukan menggunakan dua metode, yaitu metode langsung dan tidak langsung. Karakter-karakter negatif dominan muncul ketimbang karakter positif. Terkait penggambaran karakter tokoh, metode tidak langsung dominan digunakan
- …
