23 research outputs found
INOVASI DESAIN KERAJINAN GERABAH BAYAT DI DUKUH PAGERJURANG, DESA MELIKAN, KECAMATAN WEDI, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH
ABSTRAK
Tesis yang berjudul “INOVASI DESAIN KERAJINAN GERABAH
BAYAT DI DUKUH PAGERJURANG, DESA MELIKAN, KECAMATAN
WEDI, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH”.
Penelitian ini difokuskan pada kajian estetika bentuk dan ragam
kerajinan gerabah Bayat di daerah Pagerjurang. Permasalahan
penelitian ini yaitu eksistensi atau keberadaan kerajinan gerabah,
kajian bentuk kerajinan gerabah Bayat, dan inovasi desain sebagai
alternatif bentuk kerajinan gerabah Bayat di daerah Pagerjurang.
Penelitian menggunakan metode analisis interaktif dan
analisis eksperimen. Analisis interaktif untuk pemantapan dan
pendalaman data-data, kemudian dikomparasikan dengan datadata
terkait sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis eksperimen
dilakukan untuk memberikan alternatif desain sebagai model
pengembangan dan aplikasi alternatif desain bentuk kerajinan
gerabah Bayat. Analisis data menggunakan risert etik dan
interpretasi analisis, sehingga data yang dihasilkan serasi dengan
risert emik. Analisis bentuk menggunakan dikaji dengan estetika
dan proses mengkajinya atau menelaah forma seni menggunakan
struktur seni rupa.
Pengrajin dalam menciptakan suatu karya gerabah
dipengaruhi oleh faktor internal yang bersifat dari dalam hidupnya
berada di lingkungan masyarakat pengrajin dan faktor eksternal
yang berada di luar lingkungannya. Proses penciptaan bentuk
gerabah mengandung tiga aspek mendasar; wujud (rupa), bobot
(isi), dan penampilan (penyajian). Proses pemahaman wujud
sebenarnya menelaah struktur seni, diantaranya; unsur desain,
prinsip desain, dan asas desain. Aspek bobot (isi) merupakan
proses pemahaman tentang makna melalui persepsi dalam dan
hasil pengamatan luar. Penampilan berkaitan segi fungsionalnya.
Hasil temuan terkait dengan pengkajian kerajinan gerabah
Bayat: masyarakat pengrajin selama proses pembuatan bentuk
gerabah sebagai aspek fungsi praktis. Perkembangan masyarakat
pengguna memotivasi pengrajin menciptakan bentuk gerabah
sebagai ekspresi pengalaman akan keindahannya, sehingga
bentuk kerajinan gerabah menjadi elemen estetis. Ketrampilan
pengrajin dalam menciptakan karya seni gerabah, mampu
menghasilkan karya-karya inovasi sebagai alternatif desain dan
mengeskpresikan pengalamannya dalam bentuk tiga dimensi.
Masyarakat pengrajin gerabah Bayat sangat adaptif terhadap
bentuk-bentuk gerabah sesuai struktur tanah liatnya.
Kata kunci : gerabah Bayat, kajian estetika dan inovasi desain
bentuk
APPRECIATION AND CREATION IN CERAMIC ART LEARNING AS A FORM OF CULTURAL PRESERVATION FOR STUDENTS OF TK PANDEYAN 2 SUKOHARJO IN SURAKARTA RESIDENCY
This study is aimed to describe the process of ceramic art learning process and to determine the impact of ceramic art learning for students of TK Pandeyan 2 Kindegarten of Sukoharjo by appreciating their creations. This method also intended to introduce and preserve ceramic culture for early age students. The method used is qualitative data analysis, in the form of data reduction, data presentation, and conclusion. The result shows that the ceramic art learning in TK Pandeyan 2 Kindegarten of Sukoharjo has positive effects as the teaching and learning process can be used as a medium for teachers and parents to understand children’s characters and personalities better.
Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v45i12017p04
Housing ownership and affordability among low-income society in the poorest sub-district of Semarang, Central Java, Indonesia
Low income homebuyers, low housing infrastructure quality, and disaster threat (Case study: Landslide in Trangkil Sejahtera and Trangkil Baru Residential Area, Semarang)
Perkembangan dan Karakterisasi Batik Klasik dalam Fashion Kontemporer Berbasis Budaya Visual
Batik dipasarkan sebagai warisan Indonesia dengan nilai dan makna tertinggi di pasar nasional, regional, dan internasional. Pengembangan batik kemungkinan berguna sebagai kemajuan teknologi informasi dan untuk membuka dunia. Pemerintah, pemegang modal, praktisi, dan akademisi seketika ditekan oleh pasar guna menunjukkan kreativitas dan kebaruan, dari situ masalah mulai berkembang. Para pengrajin mulai beradaptasi dengan masalah ini dengan cara mengembangkan produk baru. Unsur potensi daerah dan kearifan lokalmasyarakat yang lebih tinggi ditunjukkan secara luas dengan inovasi pembentukan konsep desain batik kontemporer Indonesia. Pembangunan berdasar kearifan lokal merupakan konsep strategis. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, serta fenomena sosial dan perspektif pasar berdasarkan dari pendekatan budaya visual. Sentra bisnis dan klaster batik merupakan hasl daripengaplikasian ini. Hal ini efektif dalam hal budaya tradisional serta tren masyarakat
Traditional Ceramic Kiln Development Model
The research is focused on the traditional ceramic kiln development model as an application of the local culture to improve the teaching/learning activity in ceramic firing technique. The object of the research was the traditional kiln model in the ceramic craft village of Bentangan, Wonosari Sub-district, Klaten Regency, and the traditional kiln model in Melikan village, Wedi Sub-district, Klaten Regency. The research activity was an effort to preserve creative industry-based local culture as well as to improve the model of traditional ceramic kiln development as an object of teaching/learning activity improvement for students in ceramic firing technique. Those two ceramic craft-based creative industry villages have optimally-developed potencies. One of them is the existing kiln development model. The specific target to gain in this research was the materialization of the traditional ceramic kiln development model as the application of the ceramic craft-based local culture in the teaching/learning activity improvement for the students on the ceramic firing technique. The research itself is a local culture application and additional instrument engineering in the form of traditional kiln development model. The methods applied in the research were observation, discussion, and operational work methods. Activities which were related to the research objects were, among others, direct observations on the ceramic firing technology in Bentangan village, Wonosari, Klaten and in Melikan village, Wedi, Klaten. Following the observations, a new design of the traditional ceramic kiln development model was designe
VISUALISASI POTRET ILUSI MANUSIA DALAM SENI KERAMIK: EKSPLORASI KREATIVITAS SEBAGAI EKSPRESI DIRI
AbstrakSejak zaman prasejarah, keramik telah menjadi salah satu bentuk seni yang popular. Riset ini bertujuan untuk mengekporasi pengembangan inovasi dalam seni keramik dengan tema potret ekspresi wajah manusia. Dalam perwujudan karya seni keramik ini, akan mengabungkan visual ekspresi wajah manusia dengan ilusi untuk menciptakan karya seni yang mengesankan dan dapat memunculkan perasaan tertentu. Selain itu, penggabungan tersebut juga bertujuan untuk menjelajahi kreativitas dalam seni keramik. Tujuan akhir dari riset ini adalah menghasilkan karya seni keramik yang tak terlupakan dan mampu mengungkapkan berbagai perasaan. Dalam riset ini, menggunakan metode eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan karya untuk menghasilkan karya seni keramik berupa potret ilusi manusia. Karya seni keramik yang dihasilkan berupa potret ilusi manusia memiliki nilai estetik dan bentuk ilusi yang diinterpretasikan dari ungkapan emosi. Karya seni keramik yang ekspresif menjadi salah satu bentuk pelestarian perkembangan seni keramik dan diwujudkan menjadi karya seni keramik dekoratif. Pengembangan kerajinan seni keramik bentuk potret manusia diharapkan dapat membangkitkan minat masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kerajinan seni keramik berdasarkan eksplorasi pemahaman tentang emosi seseorang dan lingkungan sekitar yang memiliki nilai estetika tinggi.Kata kunci : Seni keramik, Potret ilusi Manusia, ekspresi dan krativitas
Episode Depresi Mayor dalam Cetak Saring
Penciptaan karya seni cetak saring ini dibuat sebagai bentuk penjelasan secara singkat apa saja yang terjadi kepada seseorang yang mengalami episode depresi mayor. Metode yang digunakan pada penciptaan ini adalah implementasi dan studi pustaka, yaitu memvisualisasikan dari ide yang diangkat dikembangkan menjadi sebuah karya seni melalui seni grafis teknik cetak saring. Proses yang dilakukan dalam pembuatan karya cetak saring adalah pembuatan sketsa, mencetak klise, proses pengafdrukan setelah itu proses cetak pada kain. Media yang digunakan pada karya ini adalah kain kanvas/blacu yang memiliki ukuran 50 Cm X 50 Cm, dimana setiap desain karya terdiri dari 4 kali cetak dengan warna yang berbeda. Penciptaan karya seni grafis ini dapat bermanfaat untuk semua orang baik untuk pengetahuan maupun inspirasi pembuatan karya yang memiliki tema serta pembahasan serupa
Recycling Roof Tile Waste Material for Wall Cover Tiles
Prior research on roof tile waste treatment has attempted to find the appropriate technology to reuse old roof tile waste
by create wall cladding materials from it. Through exploration and experimentation, a treatment method has been
discovered to transform the tile fragments into artificial stone that resembles the shape of coral. This baked clay
artificial stone material is then processed as a decorative element for vertical surfaces that are not load-bearing, such as
on the interior and exterior walls of a building. Before applying the fragments as wall tiles, several steps must be taken:
1) Blunting, which changes the look of tile fragments using a machine created specifically to blunt the roof-tile
fragment edges, 2) Closing the pores of the blunted fragments as a finishing step that can be done with a transparent coat or a solid color of paint, 3) Planting the transformed roof-tile fragments on a prepared tile body made of concrete. In this study, the second phase is done using the method of ceramics glazing at a temperature of 700 °C. The finishing step is the strength of this product because it produces a rich color artificial pebble.
Daur Ulang Limbah Genteng sebagai Bahan Pelapis Dinding. Penelitian pengolahan limbah genteng yang telah dilakukan ini merupakan upaya penemuan teknologi tepat guna untuk memanfaatkan limbah pecahan genteng menjadi material finishing dinding. Melalui eksplorasi dan eksperimentasi ditemukan suatu metode pengolahan limbah genteng dengan cara mengubah pecahan genteng menjadi batu tiruan (artificial stone) yang menyerupai bentuk batu koral. Batu tiruan berbahan tanah liat bakar ini selanjutnya diolah sebagai material penghias pada permukaan vertikal yang tidak menerima beban seperti pada dinding interior dan eksterior. Sebelum diaplikasikan sebagai ubin pelapis dinding, tahapan yang harus dilakukan adalah: 1) Proses penumpulan blunting), yakni mengubah raut pecahan genteng dengan alat yang diciptakan khusus untuk menumpulkan raut pecahan genteng. 2) Proses penutupan pori sebagai finishing yang dapat dilakukan dengan bahan transparan atau menggunakan bahan berwarna, 3) Penanaman pecahan genteng pada badan ubin semen. Dalam penelitian ini, pada tahap dua dilakukan dengan glaze keramik pada suhu 700 °C. Finishing (penutupan pori) menjadi kelebihan dari produk ini karena menghasilkan koral tiruan yang kaya warna
