112 research outputs found

    Eksplorasi Jenis Dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Pada Masyarakat Desa Indari Halmahera Selatan

    No full text
    One of the community who have hereditary uses traditional medicine in the form of herbs is the Indari village community, West Bacan District, South Halmahera Regency, North Maluku. Until now, there has been no study regarding the types and parts of plants used for traditional medicine in Indari Village. The purpose of this research was to describe the types of plants and their parts that were commonly used as traditional medicine by Indari villagers. The data was clloected by means of an explorative survey, namely interviews and direct observations in the field. Interviews were aimed at custom leader, sandos/healers, as well as people who used or were familiar with medicinal plants. The results showed that there were 18 types of plants used by the Indari community as traditional medicine. These types namely Mengkudu (Morinda citrifolia), Jarak merah (Jatropha gossypifolia L), Kapas (Gossypium hirsitum), Gandarusa (Justicia gendarussa), Awar–awar (Ficus septica), Ketapang (Terminalia catappa), Waru (Hibiscus tiliaceus), Sirsak (Annona muricata), Kembang pukul empat (Mirabilis jalapa), Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), Kelapa (Cocos nucifera), Tapak kuda (Ipomoea pescaprae), Kedondong (Spondias dulcis P.), Langsat (Lansium domescitum), Mangga (Mangifera indica), Turi (Sesbania grandiflora), Mayana (Coleus artopurpureus), dan Kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Plant organs were used are leaves, fruit, roots, bark, stems and leaves. Plant organs that are often used were the leaves

    Sosialisasi Pentingnya Analisis Data Potensi Desa Berbasis Data-driven Di Desa Indari Dalam Pengambilan Kebijakan Pembangunan

    No full text
    Pembangunan desa merupakan suatu proses yang kompleks dan multidimensional, yang memerlukan pendekatan yang sistematis dan berbasis data untuk mencapai hasil yang optimal. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya analisis data potensi desa menggunakan Data Driven-DSS dalam pengambilan keputusan pembangunan di Desa Indari serta untuk melaksanakan Indeks Kinerja Utama Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini terdiri tiga kegiatan utama yaitu Sosialisasi dan persiapan pelaksanaan program, Pelaksanaan sosialisasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini yaitu masyarakat mulai mengerti tentang perkembangan teknologi dan peran penting data dalam pengambilan kebijakan pembangunan di desa, yang dimulai dari sosialisasi dan persiapan pelaksanaan program bersama tim dan Kepala Desa Indari dengan dihasilkannya surat kesediaan menjadi mitra oleh Desa Indari. Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan dengan masyarakat desa dan perangkat desa serta perwakilan dari Kecamatan, sehingga baik masyarakat maupun perangkat pemerintah desa dan kecamatan mengerti tentang pentingnya data untuk pembangunan desa. Selain memberikan sosialisasi, juga dilakukan pendampingan dalam implementasi dan pengolahan data desa dalam persiapan pengambilan kebijakan pembangunan desa

    ANALISIS POTENSI SEKTOR PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH DAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Analisis Potensi Sektor Pariwisata dalam Meningkatkan Pendapatan Daerah dan Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Tulungagung” ditulis oleh Putri Zuwana Indari, NIM. 126402202142, Jurusan Ekonomi Syariah, Pembimbing Risdiana Himmati, M.Si. Sektor pariwisata berpotensi menyumbang penerimaan Pendapatan Asli Daerah dan pembangunan perekonomian. Pemerintah Daerah diperlukan sebagai pihak yang bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sektor pariwisata dalam menunjang peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah dan pembangunan perekonomian. Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) potensi dan perkembangan sektor pariwisata Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan pendapatan daerah dan pembangunan ekonomi, (2) peran dan upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan pendapatan daerah dan pembangunan ekonomi melalui sektor pariwisata, (3) faktor pendukung dan penghambat potensi pariwisata Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan pendapatan daerah dan pembangunan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, pemaparan data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sektor pariwisata potensial dalam menyumbang penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2021-2023 yang mengalami peningkatan setiap tahunnya, serta memberikan dampak perekonomian dengan membuka lapangan usaha bagi masyarakat sekitar objek wisata, (2) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sebagai pihak Pemerintah Daerah berupaya meningkatkan kualitas pariwisata Kabupaten Tulungagung dengan mengadakan pembinaan kepada pengelola wisata dan pelaku usaha di sektor pariwisata, serta membantu pemasaran pariwisata melalui acara TV dan pameran, (3) banyaknya jenis wisata dan kemudahan akses jalan menjadi faktor pendukung wisatawan berkunjung pada suatu destinasi wisata sehingga dapat memberikan pemasukan pariwisata pada Pendapatan Asli Daerah, sedangkan penghambatnya yaitu akses jalan yang sulit dan sarana prasarana kurang lengkap yang mana mengurangi minat wisatawan berkunjung ke suatu destinasi wisata serta mengurangi pemasukan pariwisata dan Pendapatan Asli Daerah

    Pengembangan Paket Layanan Informasi Sekolah Lanjutan untuk Siswa SD di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Indari, Titis. 2010. Pengembangan Paket Layanan Informasi Sekolah Lanjutan untuk  Siswa SD di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi  Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing:   (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Dr. Hj.Nur Hidayah, M.Pd.   Kata kunci: layanan informasi, sekolah lanjutan, paket.   Siswa sebagai individu mempunyai potensi yang berbeda-beda. Informasi sekolah lanjutan perlu diberikan kepada siswa sebagai dasar  menetapkan keputusan untuk memilih sekolah lanjutan dengan melihat kondisi pilihan pendidikan yang semakin banyak. Terkait dengan pemilihan sekolah lanjutan, guru kelas mempunyai tugas untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemilihan sekolah lanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberikan layanan informasi sekolah lanjutan kepada siswa. Wajib Belajar (WAJAR) 9 tahun menjadi hal paling yang mendasari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan paket layanan informasi sekolah lanjutan untuk siswa SD di Kota Malang yang praktis dan efektif digunakan oleh guru kelas sebagai media pemberian informasi sekolah lanjutan.  Model pengembangan yang digunakan adalah model Dick & Carey. Tahap pengembangan paket meliputi: (1) penyususnan paket layanan informasi, (2) uji ahli BK, (3) uji ahli media dan bahasa (4) revisi dari uji ahli BK, ahli media, dan ahli bahasa (5)Uji coba calon pengguna produk, (6) revisi dari hasil uji coba calon pengguna produk (7) uji coba siswa. Penilaian dilakukan oleh ahli BK, ahli media dan bahasa yaitu dosen PGSD. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk penilaian uji ahli dan calon pengguna produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Berdasarkan penilaian ahli BK, ahli media dan ahli bahasa serta uji coba calon pengguna, paket layanan informasi ini sangat berguna bagi guru kelas dalam memberikan materi sekolah lanjutan. Dilihat dari aspek kemudahan penggunaan paket layanan informasi ini sangat mudah digunakan. Dari aspek kemenarikan, paket ini sangat  menarik dilihat dari bentuk penyajian materi yang mampu menarik perhatian siswa. Ditinjau dari aspek keakuratan paket ini akurat untuk digunakan oleh guru kelas dalam memberikan layanan informasi sekolah lanjutan . Berdasarkan hasil penelitian disarankan: (1) guru kelas hendaknya memanfaatkan paket untuk meningkatkan layanan informasi sekolah melalui pembelajaran di kelas, (2) penelitian selanjutnya hendaknya melengkapi informasi sekolah lanjutan secara menyeluruh, khususnya informasi profil SMP dan MTs di Kota Malang dan perlu mengintegrasikan paket layanan informasi sekolah lanjutan ke dalam bentuk web agar siswa dapat lebih mudah mengakses bersama orang tua kapanpun dan dimanapun.

    Laporan Individu Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Depok

    No full text
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)/ Magang III adalah salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa kependidikan. Dengan PPL/magang III Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diperoleh magang I, magang II yang diaplikasikan di sekolah guna memiliki pengalaman nyata tentang proses belajar mengajar. PPL/ Magang III bertujuan untuk mempersiapkan serta menghasilkan guru atau tenaga kependidikan lainnya yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat menjadi tenaga professional pendidikan. Kegiatan PPL/Magang ini dilaksanakan oleh mahasiswa kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk melaksanakan pembelajaran PPL/ Mangang III langsung pada lingkungan sekolah. Sekolah yang digunakan sebagai tempat Praktik Pengalaman Lapangan ini adalah SMP Negeri 2 Depok yang dilaksanakan mulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 12 September 2015. Wujud pelaksanaan PPL ini adalah mengajar di kelas sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Waktu yang digunakan untuk satu kali tatap muka adalah 2x40 menit. Pengajaran di kelas pada kegiatan PPL ini diharapkan dapat dilakukan minimal 4 kali pertemuan, namun praktikan dapat melakukan kegiatan pengajaran di kelas lebih dari yang dipersyaratkan p, sedangkan kelas yang diajar sebanyak 4 kelas, yaitu kelas VII A, VII B, VII C dan VII D dengan kurikulum 2006. Metode yang digunakan dalam pengajaran di kelas, antara lain diskusi kelompok, presentasi, dan penugasan. Untuk mendukung kegiatan pembelajaran digunakan beberapa media, antara lain audio, gambar dan berbagai media lain. Banyak kendala dan hambatan selama waktu dilaksanakannya PPL/ Magang III, akan tetapi hal ini merupakan suatu proses untuk menuju yang lebih baik. Secara umum pelaksanaan PPL/ Magang III di SMP N 2 Depok berjalan dengan baik dan lancar berkat kerjasama yang baik dengan beberapa unsur sekolah seperti Kepala Sekolah, guru, karyawan, dan siswa. Adanya kerjasama, kerja keras, tanggung jawab, serta kedisiplinan sangat mendukung terlaksananya program-program PPL/ mangng III dengan sukses. Dengan terselesaikannya kegiatan PPL/ Mangng III ini diharapkan dapat menciptakan tenaga pendidik yang berkualitas dan professional

    Pengaruh Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Asuhan Keperawatan Anak Berbasis Teknologi Terhadap Pengetahuan Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Keperawatan Di Ruang Anak Rumah Sakit Sai

    No full text
    SOP (standar operasional prosedur) adalah standar yang harus di jadikan acuan dalam memberikan setiap pelayanan. Kelalaian perawat dan pengetahuan yang kurang dalam melakukan tindakan tidak sesuai SOP akan membahayakan bagi perawat maupun klien. Pada saat ini kebanyakan SOP di rumah sakit masih paper based dan tersimpan di badan kendali mutu yang merupakan hambatan untuk mendapatkan informasi tentang SOP itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi sistem informasi manajemen (SIM) terhadap pengetahuan tentang SOP. Penelitian ini menggunakan design quasy eksperimen dengan pre-post one group only, dengan menggunakan tehnik purposive sampling didapatkan 16 sampel serta analisis data dengan wilcoxon ranks. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang SOP keperawatan sebelum aplikasi SIM keperawatan adalah kategori baik 43,7% (7 orang), kategori cukup 50% (8 orang), serta 6,25% (1 orang) dalam kategori kurang sedangkan pengetahuan SOP setelah aplikasi SIM kategori baik 62,5% (10 orang), kategori cukup 37,5% (6 orang). Pada analisis wilcoxon ranks test dengan SPSS 16 pada tarap signifikansi (α = 0,05) didapatkan nilai p valuenya = 0,001 (p valuenya< 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh aplikasi SIM keperawatan terhadap pengetahuan tentang SOP di ruang anak Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Disarankan untuk diaplikasikannya SIM keperawatan untuk semua rumah sakit termasuk RSSA yang didalamnya memuat kontens SOP yang lebih praktis, efektif dan fleksibe

    Pengaruh Kapitalisasi Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terhadap Outstanding Sukuk Korporasi di Indonesia Tahun 2015-2017

    No full text
    This study analyzes the influence of Islamic stocks on corporate sukuk. The object of this study is the outstanding corporate sukuk in Indonesia in 2015-2016. This study aims to analyze the effect of Islamic stock variables, namely the capitalization of the Jakarta Islamic Index and the Indonesian Islamic Stock Index. This research was conducted using quantitative methods. The data source in this study is secondary data. The data in this study were collected in two ways, namely choosing objects based on three elements (social situation) and samples (purposive sampling). The data collection technique in this study is documentation. The results of this study indicate that the Capitalization of the Jakarta Islamic Index (JII) has a significant negative effect on outstanding sukuk because the capitalization coefficient of the Jakarta Islamic Index (JII) is -0.015194 and the significance level of JII is 0.0299 smaller than alpha 0.05. This means that the increase in capitalization that occurred in 2015-2017 had a significant negative effect on the outstanding sukuk which caused the outstanding sukuk to decline. The Capitalization of the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) has a significant positive effect on outstanding sukuk because the capitalization coefficient of the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) is 0.014341 and the significance level of the ISSI is 0,0008 smaller than alpha 0.05 which means an increase in ISSI capital in the year 2015-2017 had a significant positive effect on outstanding sukuk which resulted in outstanding sukuk increasing

    KEBIJAKAN TRANSPORTASI BECAK DI SURABAYA TAHUN 1970-1980

    No full text
    Becak adalah alat transportasi yang dapat dengan mudah dijumpai di berbagai kota besar, salah satunya Surabaya. Becak menjadi alat transportasi yang saring digunakan oleh sebagian masyarakat khusunya masyarakat golongan mnengah kebawah karena ongkosnya yang relatif mudah, serta menjadi alat angkut yang luwes dan bisa keluar masukgang. Akan tetapi keberadaan becak dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak sesuai dengan sila kemanusiaan karena banyak menggunakan energi manusia (pengemudinya) sehingga cenderung dianggap exploitation de lhome parlhome (penindasan manusia atas manusia), dan juga keberadaan becak ini sering mengganggu ketertiban lalu, menyebabkan kemacetan dan mengganggu keindahan kota. Maka dari itu pemerintah mengeluarkan kebijakan Larangan Becak tahun 1970 yang mengatur keberadaan becak. Rumusan masalah dari penelitian ini terdiri dari : 1) Bagaimana situasi transportasi di Surabaya sebelum ada pelarangan?; 2)Bagaimana proses pelaksanaan kebijakan pelarangan becak tahun 1970-an?; 3)Bagaimana dampak kebijakan tersebut bagi kehidupan sosial-ekonomi pengemudi becak?. Penelitian ini menggunakan metode: a) Heuristik (pengumpulan data) yaitu sumber primer terdiri dari surat kabar yang sejaman, dokumen perda Surabaya dan wawancara dengan pelaku(saksi sejaman) dan sekunder berupa tesis, skripsi dan buku; b) Kritik sumber yaitu menguji kebenaran informasi baik dari segi materi maupun substansi; c) Interpretsi sumber yaitu mencari makna dari fakta-fakta yang telah diperoleh dan Historiografi yaitu penulisan sejarah. Penulis akan mencari keterkaitan antara sumber primer dan sumbersekunder yang telah didapat; dan d) Historiografi (penulisan sejarah). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwaTransportasi merupakan suatu alat yang penting yang mempunyai pengaruh besar dalam laju perekonomian. Yang meliputi transportasi darat, udara maupun laut. Transportasi sangat penting peranannya sebagai pendukung perkembangan sebuah kota, termasuk yang ada di Surabaya.Muncul trem pada abad ke 19, disusul dengan hadirnya kendaraan bermotor, sepeda dan tentu saja becak. Pada perkembangan selanjutnya, penggunaan bus sebagai saran transportasi bagi masyarakat Surabaya sudah terlihat.Pada era modern saat ini keberadaan becak sudah dianggap sebagai alat transportasi yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Keberadaan becak sering mengganggu kelancaran lalu lintas karena jumlahnya yang banyak dan sulit untuk diatur. Oleh karena itu, pemerintah melakukan penertiban terhadap keberadaan becak.Kemudian diadakan pembatasan jumlah becak yang beroperasi di dalam Wilayah Kota Surabaya dengan menetapkan peraturan larangan membuat becak baru dan pemasukan becak kedalam Wilayah Kota Surabaya, serta mengatur jam operasi becak yaitu dengan mengeluarkan peraturan becak siang dan becak malam.Untuk mendukung tercapainya larangan becak, Pemerintah Kota Surabaya menyususn suatu “program kerja” yang terarah dan pragmatis. Maka dibentuklah suatu “Team Penertib Becak” yang anggotanya terdiri dari instansi-instasi serta serta seluruh aparat penegak hukum. Kebijakan pemerintah mengenai larang becak membawa dampak dalam kehidupan sosial-ekonomi tukang becak.Pertama, dampak sosial, dimana para mantan pengemudi becak akan menjadi pengangguran karena mereka terpaksa berhenti menarik becak.Kedua adalah dampak ekonomi, dapat disimpulkan bahwa dampak ekonomi ini lebih kepada pendapatan para pengemudi becakdan industri pendukung becak seperti bengkel becak, perusahaan pembuatan dan usaha penyewaan becak, serta kegoncangan masyarakat yang sebagian besar aktivitasnya menggunakan alat angkut becak. Kata kunci : Transportasi becak, Larangan becak, Dampak sosial-ekonom

    Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Permainan Leg Puzzle Dari Kayu Di RA Istiqomah Sampali Kabupaten Deli Serdang

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh membangun kemampuan berhitung anak RA Istiqomah Sampali dalam memahami konsep bilangan dengan menggunakan media permainan leg puzle dari kayu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak didik di RA Istiqomah Sampali melalui permainan leg puzzle dari kayu . Subjek penelitian ini adalah anak didik RA Istiqomah Sampali, tahun pelajaran 2015/2016, yang terdiri dari 23 anak didik. Pembelajaran berhitung di RA Istiqomah Sampali masih menggunakan metode drill dan praktek-praktek pencil paper test, ini mambuat anak merasa cepat bosan dan capek. Agar kemampuan berhitung anak dapat berkembang dengan lebih baik maka diperlukan suatu media yang menyenangkan yaitu dengan media permainan leg puzzle dari kayu. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus yang setiap masingmasing siklus mempunyai tahapan: perencanaan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Tehnik pengumpulan data yaitu tes dan nontes, secara nontes melalui observasi, dan tes melalui unjuk kerja. Tehnik analisis data secara kualifikatif dan kuantitatif. Upaya meningkatkan kemampuan anak didik dalam berhitung permulaan melalui permainan leg puzzle pada anak RA Istiqomah Sampali,telah memberikan hasil pada pra siklus yaitu : kemampuan menghitung angka 1-20 sesuai arahan guru hanya 44%, kemampuan menghitung angka 1-20 dengan leg puzzle tanpa arahan guru yaitu 36%, dan kemampuan menghitung angka yang dicapai setelah menggunakan leg puzzle kayu yaitu 17%, Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan anak menghitung angka masih sangat rendah. Pada siklus I Upaya meningkatkan kemampuan anak didik dalam berhitung dengan menggunakan leg puzzle dari kayu menunjukkan hasil seperti mendengarkan penjelasan dan arahan dari guru yaitu 59%, kemampuan menghitung angka 1-20 sesuai arahan guru yaitu 70%, kemampuan mengurutkan angka 1-20 tanpa arahan guru yaitu 70% dan kemampuan berhitung yang dicapai setelah menggunkan leg puzzle kayu yaitu 65%. Hasil penilaian perkembangan kemampuan berhitung anak pada siklus II menunjukkan perkembangan yang luar biasa yaitu sebesar 96%,hal ini menunjukkan kemampuan anak dalam berhitung dengan menggunakan leg puzzle dari kayu berkembang sangat baik. Hasil penelitian perkembangan kemampuan berhitung anak yang BSH dan BSB pada siklus II menunjukkan mendengarkan penjelasan dan arahan dari guru yaitu 96%, kemampuan menghitung angka 1-20 sesuai arahan guru yaitu 96%, kemampuan mengurutkan angka 1-20 dengan leg puzzle tanpa arahan guru yaitu 96% dan kemampuan berhitung yang dicapai setelah menggunkan leg puzzle kayu yaitu 96
    corecore