1,721,294 research outputs found
Metodologi Imam Muslim Dalam Penyusunan Kitab Al Jami’ Al Shahih
Skripsi ini membahas tentang Metodologi Imam Muslim menyusun Kitab Al-Jami’Al-Shahih. Kitab Al-Jami’Al-Shahih adalah salah satu kitab yang sangat dikagumi oleh ahli hadis karena mempunyai keunggulan dalam penyusunan baik dari sisi sanad, matan, dan penulisan judul. Peneliti menggunakan metode deskriptif, di mana Sumber data penelitian ini diperoleh dari membaca dan memahami kitab Imam Muslim serta terdukung dengan buku-buku lain. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang Imam Muslim menyusun Kitab Al Jami’ Al Shahih adalah terdorong oleh murid-muridnya karena kesusahan belajar dan menghafal hadis. Metode penulisan Kitab Al Jami’ As Shahih adalah dengan menulis hadis tanpa ada pengulangan supaya mudah dihafalkan, mengumpulkan hadis dalam satu bab dan membedakan kalimat ahbarana dan ambaana. Ada perbedaan pendapat ulama tentang kitab Al Jami’ Al Shahih. Menurut Imam Syafi’i, pengelompokan hadis yang disesuaikan dengan babnya menjadikan orang-orang lebih mudah mencari hadis yang dibutuhkan dibandingkan ketika mencari di Shahih Bukhari. Akan tetapi menurut Imam Ibnu Hajar dan Imam An Nawawi, Al Jami’ Al Shahih karya Imam Muslim tetap nomor dua setelah Kitab Shahih Bukhari karena Imam Muslim merupakan murid Imam Bukhari, jadi apapun kehebatan Imam Muslim merupakan hasil pendidikan dari Al Bukhari
Imam Muslim and the Methodology of Compiling the Book of Ṣaḥiḥ Muslim
This paper discusses Imam Muslim, who is known for his book of Muslim, and his method of preparing the book of ṣaḥiḥ. Although Imam Muslim had special requirements for the book's preparation, they were not as strict as Imam Bukhari's. The research for this paper used primary sources from various literature related to Imam Muslim and the book of ṣaḥiḥ Muslim, and employed a qualitative approach to explore the matters related to Imam Muslim. The data sources included primary and secondary data from books, journals, and literature. The paper describes the special requirements for the preparation of the book of Muslim in a clear and concise manner for the reader's convenience.Artikel ini membahas Imam Muslim, yang dikenal dengan kitab Muslim, dan metodenya dalam mempersiapkan kitab ṣaḥiḥ. Meskipun Imam Muslim memiliki persyaratan khusus untuk penyusunan kitabnya, namun persyaratan tersebut tidak seketat Imam Bukhari. Penelitian untuk makalah ini menggunakan sumber-sumber primer dari berbagai literatur yang berkaitan dengan Imam Muslim dan kitab ṣaḥiḥ Muslim, dan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan Imam Muslim. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan literatur. Makalah ini menjelaskan persyaratan khusus untuk penyusunan kitab ṣaḥiḥ Muslim secara jelas dan ringkas untuk memudahkan pembaca
Kriteria Hadis yang Bisa Dijadikan Hujjah menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim
Imam Bukhari dan Imam Muslim adalah ulama-ulama dari sekian banyak ulama hadis yang memiliki rasa loyalitas dan sumbangsih yang cukup besar terhadap pelestarian hadis-hadis Rasul. Salah satu kontribusi mereka dalam melestariakan hadis Rasul adalah dengan melakukan pembukuan (tadwin al-hadis), penyelesaian, serta penilaian hadis, baik dari sisi sanad maupun matan. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah membuat formulasi masing-masing tentang hadis shahih yang ditulis dalam karyanya.
Kesimpulan dalam tulisan ini adalah bahwa metode-metode penerimaan ada delapan cara. Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam menetapkan kesahihan hadis adalah tidak jauh bebeda dengan para ulama dan Imam hadis lainnya. Akan tetapi terdapat perbedaan antara Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam menetukan ittisal sanad antara perawi yang satu dengan yang lainnya yang terdekat. Imam Bukari tidak hanya mengharuskan sezaman (al-mu’asharah) saja antara para perawi, akan tetapi harus terjadi pertemuan (al-liq’a) sekalipun hanya terjadi sekali, sedangkan Imam Muslim cukup dengan hanya sezaman saja, karena dengan sezaman periwayat sudah menunjukan adanya pertemuan. Terlepas dari perbedaan tersebut para ulama sepakat bahwa hadis yang paling kuat yang bisa dijadikan hujjah adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukahri dan Imam Muslim
Rancang Bangun Aplikasi Pencarian Tematik pada Hadits Riwayat Imam Muslim
Al-Hadits merupakan sumber ajaran bagi umat islam kedua setelah Al-Qur’an. Hadits ini dijadikan pedoman hidup bagi manusia yang didalamnya terdapat banyak sekali perkataan rasulullah Muhammad semasa beliau masih hidup. Terdapat beberapa sahabat yang meriwayatkannya kembali setelah beliau wafat dimulai dari yang paling terkenal pada masa khalifah maupun yang terkenal pada saat ini seperti periwayat hadits imam bukhori, imam muslim, imam ahmad dan banyak lagi. Banyak sekali tema yang terkandung didalam hadits tersebut mulai dari bahasan tentang bermasyarakat, jual beli, berpolitik dan lainnya. Akan dibahas pada artikel berikut ini yaitu bagaimana membuat aplikasi pencarian tentang tematik untuk beberapa hadits riwayat imam muslim yang sudah dikelompokan menjadi beberapa bab secara tematik hadits dengan tujuan yaitu untuk mempermudah, mempercepat dalam mempelajari atau menghapal haditsnya yang disajikan pada sebuah aplikasi pencarian bahasan hadits.Al-Hadith is the secondary teaching source for Moslem after Al-Qur’an. Hadiths are taken as the life guidance for Moslem, where included Prophet Muhammad’s, saw statements during his life. Some of his friends restoried the Hadiths after his death. It can be treasured from the most famous on the time of chaliph to the most famous in this era, such as imam bukhori, imam muslim, imam ahmad and much more. Numerous themes are contained in hadiths, from the theme of social life, business trading, politic, and etc. this article discussed how to design thematic application search to find hadith based on its theme. It focuses on hadith restoried by imam muslim. The hadiths have been grouped according to the themes in order to make the search easy and fast. This application will enable the user to memorize hadith easily and fastly
Fenomena Hijrah Era Milenial: Studi tentang Pola Keberagamaan di Pondok Pesantren Imam Muslim Kota Kediri
Tren konversi agama dengan sebutan hijrah di kalangan umat Islam menjadi sesuatu yang menarik diteliti, karena gerakan model pemahaman kelompok ini berkembang cukup masif. Berawal dari krisis spiritual pada pelaku hijrah di Kota Kediri dan memiliki ketidakpuasan terhadap doktrin keagamaan yang lama, sehingga mempengaruhi pilihan mereka untuk hijrah kepada Islam manhaj-salafī berbasis pesantren demi menjalankan agama Islam secara kāffah tanpa meninggalkan tren kehidupan modern.Riset ini berfokus pada model konversi pemahaman keagamaan para pelaku hijrah di Pondok Pesantren Imam Muslim Kota Kediri yang mempunyai latar ideologi yang beragam. Beberapa pertanyaan yang diajukan dalam riset ini, antara lain: bagaimana konstruksi makna hijrah pemikiran keagamaan para pelaku hijrah di Ponpes Imam Muslim Kota Kediri? Bagaimana proses Ponpes Imam Muslim Kota Kediri dalam mensosialisasikan pola keberislaman ala Salafī di kalangan jemaah Hijrah Kota Kediri?Dengan menggunakan rancangan grounded theory dan pendekatan analisis konstruksi sosial, penelitian ini menyimpulkan: Pertama, bagi para pelaku hijrah, makna hijrah dapat digunakan secara shar‘ī yang membentuk pikiran dan hati dalam kehidupan sehari-hari. Makna tersebut merupakan internalisasi dari jemaah Hijrah atas objektivasi ajaran Islam metode Salafi yang ada di Pondok Pesantren Imam Muslim Kota Kediri yang menjadikan hijrah sebagai universum simbolic. Adapun mayoritas golongan jemaah hijrah ini berasal dari golongan yang cukup variatif. Di antaranya mereka berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) awam.Kedua, sebagai lembaga yang menjaga universum simbolic, Pondok Pesantren Imam Muslim menggunakan model pemahaman Islam-Salafī dengan memadukan antara model dakwah yang puritan dan multikultural. Pondok Pesantren ini secara istikamah menjalankan kehidupan yang islami. Gerakan ini murni gerakan tarbīyah yang tidak berafiliasi dengan organisasi masyarakat dan keislaman apapun
Prasangka (zan) terhadap orang lain: studi maanil al hadith atas hadis riwayat imam muslim no. 2563 perspektif ilmu psikologi
Dalam penelitian ini dilengkapi oleh hadis Nabi tentang larangan berprasangka terhadap orang lain dalam riwayat Imam Muslim nomor 2536. Serta mengkaji terkait kualitas hadis, pemaknaan hadis, dampak prasangka perspektif Ilmu Psikologi Kesehatan serta Kontribusi kitab Imam Muslim dalam keilmuan hadis. Setiap manusia tidak akan bisa jauh dari namanya prasangka baik dan buruk. Namun prasangka yang dimaksudkan kali ini mengacu kepada prasangka yang buruk. Pada era sekarang, prasangka sangat sering dijumpai, contoh kecil ketika kita melihat sesuatu yang mungkin masih belum tau akan kebenarannya dan sudah menerka-nerka atau menduga-duga maka disitulah titik awal munculnya sebuah prasangka. Permasalahan ini sering terjadi dalam kehidupan sosial, baik antar individu ataupun antar kelompok. Prasangka yang sering muncul bisa membawa dampak yang kurang baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. Sedangkan kontribusi yang diberikan oleh kitab Imam Muslim sangat banyak sekali, yaitu diantaranya bisa dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bahasa yang digunakan juga sangat ringan karena Imam Muslim dalam pemaknaannya juga sangat dibatasi agar tidak melebar kemana-mana. Imam Muslim termasuk ahli hadis yang sangat selektif sekali dalam menghimpun hadis-hadis Nabi. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini yakni, kualitas hadis yang sahih baik secara sanad maupun matan. Hadis berstatus maqbul dan dapat dijadikan hujjah. Seseorang yang memiliki prasangka terus menerus maka akan berdampak tidak baik terhadap lingkungan masyarakat dan juga akan berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mentalnya. Maka wajar dan masuk akal jika Nabi melarang untuk menjauhi perilaku prasangka. Karena dampaknya juga sangat dahsyat dna membahayakan
PENDIDIKAN IMAROH (KEPEMIMPINAN) DALAM PERSPEKTIF KITAB HADITS SHAHIH IMAM MUSLIM
Di dalam ilmu pendidikan, kepemimpinan mempunyai peran sangat penting, begitu pula dalam organisasi, karena kepemimpinan adalah suatu proses untuk dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan prilaku orang lain, baik dalam bentuk individu maupun kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Proses mempengaruhi tersebut dapat berlangsung meskipun tidak ada ikatan-ikatan yang kuat dalam suatu organisasi, karena kepemimpinan lebih menitikberatkan pada fungsi bukan pada struktur. Untuk itu setiap individu manusia dituntut untuk belajar mengenai pendidikan kepemimpinan yakni pendidikan yang dapat mengarahkan pelakunya untuk tidak melakukan kegiatan yang merugikan orang lain dan menyimpang dari pada aturan ilahi. Dengan demikian pendidikan imaroh (kepemimpinan) dalam perspektif kitab hadits shahih Imam Muslim, merupakan pendidikan yang dirasa tepat untuk dijadikan solusi dan jawaban terhadap permasalahan yang terjadi. Hal ini karena kepemimpinan merupakan kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan orang lain agar ia menerima pengaruh itu. Adapun rumusan masalah yang dimaksud adalah Bagaimana Pendidikan Imaroh(Kepemimpinan) dalam Perspektif Kitab Hadits Shahih Imam Muslim?.
Penelitian dalam skripsi ini merupakan penelitian library research yang merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini menggunakan metode qualitative contents analysis. Metode content analysis untuk menggali pendidikan imaroh (kepemimpinan) dalam kitab hadits shahih Imam Muslim. Kemudian hasil penelitian data disajikan dengan deskriptif analitik.
Setelah dilakukan kajian yang mendalam, diketahui bahwasanya dalam kepemimpinan dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri sendiri. Maka dari itu, inti dari pernyataan ini adalah sesorang tidak dapat berhasil memimpin orang lain dengan baik apabila tidak dapat berhasil memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu. Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan dan tuntunan bagaimana memimpin diri sendiri. Kesuksesan dalam memimpin diri dan mengatasi rintangan dalam memimpin diri sendiri akan jalan bagi kesuksesan dalam kepemimpinan-kepemimpinan lainnya yang melibatkan orang lain.
Pendidikan kepemimpinan merupakan sebuah keniscayaan, sehingga harus diwujudkan. Karena kesuksesan mendidik generasi, membina umat, dan berusaha membangkitkannya terkait erat dengan terpenuhinya pendidikan kepemimpinan yang benar
SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN SPP MENGGUNAKAN VIRTUAL ACCOUNT BERBASIS WEBSITE PADA SEKOLAH IMAM MUSLIM BEKASI
Currently, the Imam Muslim School located on Jalan Raya Kranggan Gg Elang IX, Rt 002/Rw 003 Jatiraden, Jatisampurna, Bekasi, is still using manual bookkeeping and payment systems. With payment using a manual system this can make it difficult for students who want to make tuition payments, therefore the author is trying to create an Educational Contribution Payment Information System (SPP) program using a website-based virtual account using the PHP and MySQL programming languages. This system can simplify the process of operational activities in schools in managing tuition payments, reporting and also make it easier for students to make payments. Because payments can be made online through bank channels or modern payment channels such as Indomaret and Alfamar
Forming Students' Motivation in Memorizing the Qur'an at SDI Plus Imam Muslim According to Maslow's Hierarchy Of Needs Theory: Membentuk Motivasi Siswa dalam Menghafal Al Qur’an Di SDI Plus Imam Muslim Menurut Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Motivation is a crucial factor in memorizing the Quran. One well-known motivational theory is Abraham H. Maslow's Motivation Theory, also known as Maslow's Hierarchy of Needs Theory. The motivation to memorize the Quran varies among individuals, particularly among students at SDI Plus Imam Muslim, where each student's motivation is influenced by their unique circumstances and needs. These differences in motivation can impact the quality of the students' Quran memorization. This study aims to shape students' motivation to memorize the Quran at SDI Plus Imam Muslim by implementing Abraham H. Maslow's Motivation Theory. The research uses a qualitative descriptive method, with analysis conducted through interviews, observations, and documentation. Teachers provide motivation through advice on the benefits of memorizing the Quran and by sharing stories of companions who were hafiz (those who memorized the Quran). Parents support this process by maintaining supervision and not giving children complete freedom without oversight
[Methodology of Muslim Priests in Preparing Hadith Text in its Validity] Metodologi Imam Muslim dalam Penyusunan Teks Hadith dalam Sahihnya
This article aims to reveal the methodology of Sahih Muslim from the aspect of display of hadith text pioneered by Imam Muslim. The research and analysis done shows that he used several approaches while in the process of listing the hadith in his Sahih. Such approaches include aspects related to the narration of hadith al-Mu'al, al-Musahhaf and al-Muharraf, al-Maqlub, al-Abwab al-Hadithiyyah, repetition of hadith, Mushkil al-Hadith, al-Nasikh wa al-Mansukh and hadith al-Mudraj. This approach is a testament to his high level of mastery in the ins and outs of the narrated hadiths besides also showing his meticulous and meticulous nature during the process of collecting, filtering and listing the hadiths.
Artikel ini bertujuan untuk menzahirkan metodologi Sahih Muslim dari aspek paparan teks hadith yang dirintis oleh Imam Muslim. Penelitian dan analisis yang dilakukan menunjukkan beliau menggunakan beberapa pendekatan ketika dalam proses menyenaraikan hadith dalam Sahihnya. Pendekatan tersebut merangkumi aspek yang berkaitan dengan periwayatan hadith al-Mu‘al, al-Musahhaf dan al-Muharraf, al-Maqlub, al-Abwab al-Hadithiyyah, pengulangan hadith, Mushkil al-Hadith, al-Nasikh wa al-Mansukh dan hadith al-Mudraj. Pendekatan ini merupakan satu bukti kepada tahap penguasaaan beliau yang begitu tinggi dalam selok belok hadith-hadith yang diriwayatkan selain turut menunjukkan sifat cermat dan teliti beliau semasa proses pengumpulan, penyaringan dan penyenaraian hadith-hadith
Kata Kunci: Sahih Muslim, metodologi, teks hadith, Imam Muslim
- …
