1,722,638 research outputs found

    Urgensi Iffah bagi Masyarakat Sekolah

    Get PDF
    Abstract: This paper aims to find out how urgent iffah is for the school community, which is focused on students at one of the Aliyah Madrasahs, to be precise in Sulawesi. This research is an action research on students by giving a questionnaire consisting of fifteen questions. The research subjects consisted of 50 students. The research data was obtained through documentation of the results of quantitative data collection. Data analysis used quantitative descriptive analysis technique. data validation using the method triangulation technique. The results showed that currently 70% of students have implemented the nature of iffah in their daily lives. Familiarize yourself with good things between each other and keep yourself away from all the prohibitions of Allah SWT. shows that students are trying to carry out iffah. The nature of iffah according to Ibn Masawaih in his book tahdzibul akhlaq, is an ability that humans have to withstand the impulses of their passions. The nature of iffah has its derivative properties, namely al-haya, qana\u27ah, sakho, and waro. And in practice, the nature of iffah is divided into 2, namely refrain from pubic lust and refrain from abdominal lust. Abstrak: Tulisan ini di bertujuan untuk mengetahui seberapa urgen iffah bagi masyarakat sekolah, yang di fokuskan kepada para siswi di salah satu Madrasah Aliyah tepatnya di Sulawesi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan terhadap siswa dengan memberi kuisioner yang terdiri dari lima belas pertanyaan. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi hasil pengumpulan data kuantitatif. Analisis data menggunakan Teknik analisis deskriptif kuantitatif. Validasi data dengan menggunakan Teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat ini 70% siswa sudah menerapkan sifat iffah dalam kesehariannya. Membiasakan diri dengan hal-hal baik antar sesama dan menjaga diri dengan menjauhi segala larangan Allah swt. menunjukkan bahwa siswi memang berusaha melaksanakan iffah. Adapun Sifat iffah menurut Ibnu maskawaih di dalam kitabnya tahdzibul akhlaq, ialah suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk menahan dorongan hawa nafsunya. Sifat iffah mempunyai turunan turunan sifat, yakni al-haya, qana’ah, sakho, dan waro. Dan dalam pengamalannya, sifat iffah terbagi 2, yakni menahan diri dari syahwat kemaluan dan menahan diri dar syahwat perut.Â

    Urgensi Iffah Bagi Pendidik Islam

    Get PDF
    Studi ini bertujuan untuk menganalisa seberapa penting & pengaruh sifat ‘iffah dalam diri pendidik sendiri. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dalam ruang lingkup studi kepustakaan (library search), penelitian ini telah memperlihatkan bahwa; 1) Keutamaan bagi seorang pendidik; 2) Kriteria pendidik yang memiliki sifat ‘iffah sangat dibutuhkan untuk menciptakan pembelajaran yang religius dan penuh khidmat; 3) Urgensi ‘Iffah sendiri bagi pendidik sangat berpengaruh bagi keberhasilan studi pembelajaran yang dilakukan, dengan memiliki sifat ‘ maka tujuan pembelajaran akan semakin mudah tercapai, dikarenakan pendidik akan mempunyai kehormatan serta kewibawaan sehingga peserta didik menghormati serta menaati dengan kehadiran seorang pendidik tersebut. Studi ini penting untuk di kaji guna menambah sumber wawasan tentang akhlak seorang pendidik Islam, khususnya kelangkaan tema tentang urgensi ‘iffah bagi pendidik Islam di Indonesi

    Iffah: Menjaga Kehormatan Diri Dan Jiwa

    Get PDF
    "Iffah dari sudut bahasa : Menahan diri dari sesuatu perbuatan. Dari sudut istilah ialah menahan diri dari sesuatu perbuatan yang diharamkan oleh Allah S.W.T. Dengan demikian menunjukkan bahawa seorang yang mempunyai keperibadian 'iffah adalah orang yang bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan walaupun jiwanya cenderung ke arah perkara tersebut dan menginginkannya. Firman Allaw S.W.T : "Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian ('iffah diri)-nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan kurnia-Nya." (Surah al-nur : 33

    Konsep 'Iffah bagi perempuan: Kajian tematik Al-Quran

    Get PDF
    Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh fenomena muslimah yang kian menurun dalam hal moral dan perilaku, seperti tidak menggunakan hijab, pergaulan bebas, tidak memperhatikan etika sebagai perempuan muslim dan sebagainya. Sedangkan dalam Alquran terdapat ayat Alquran mengenai perintah perempuan untuk menjaga kehormatan dan kesucian diri. Tentu hal ini menjadi hal yang bertentangan, sehingga perlu adanya pengkajian secara lebih dalam mengenai ayat-ayat Alquran tentang kehormatan dan kesucian diri perempuan untuk mengenai konsep menjaga kehormatan diri yang sesuai berdasarkan Alquran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan penafsiran ayat-ayat Alquran tentang kehormatan diri perempuan yang direpresentasikan oleh term ‘Iffah, Al-Muhṣonat, dan Hifẓun. Serta untuk menjelaskan konsep ‘Iffah bagi perempuan dan padanannya dalam Alquran. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode content analysis, melalui pendekatan tafsir tematik. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan di beberapa perpustakaan Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ‘Iffah, Al-Muhṣonat, dan Hifẓun ialah term pada Alquran yang menjelaskan mengenai menjaga kehormatan diri. Pada penelitian ini ditemukan 12 ayat yang membahas khusus mengenai menjaga kehormatan diri bagi perempuan. Kata ‘Iffah mengenai kehormatan diri perempuan yaitu pada Q.S. An-Nur (24): 33 dan Q.S. An-Nur (24): 60. Kata Al-Muhṣonat mengenai kehormatan diri perempuan yaitu pada Q.S. An-Nisa (4): 25, Q.S. Al-Maidah (5): 5, Q.S. Al-Anbiya (21): 91, Q.S. At-Tahrim (66): 12 dan Q.S. An-Nur (24):23. Dan kata Hifẓun mengenai kehormatan diri perempuan yaitu pada Q.S. Al-Ahzab (33): 35, Q.S. Al-Mu’minun (23): 5, Q.S. Al-Ma’arij (70): 29, Q.S. An-Nur (24): 31, dan Q.S. An-Nisa (4): 34. Konsep ‘Iffah bagi perempuan berdasarkan hasil kajian tematik penelitian ini ialah ‘Iffah dalam menjaga kemaluan, ‘Iffah dalam menutup aurat dan tidak melakukan tabarruj, ‘Iffah dalam menjaga kehormatan diri sebagai istri, dan perempuan yang dijadikan teladan dalam bersikap ‘Iffah yang terdapat dalam Alquran

    KONTEKSTUALISASI ‘IFFAH DALAM AL-QURAN PERSPEKTIF TAFSIR R ̅H AL-MA’ANI KARYA IMAM AL�ALUSI

    Get PDF
    ABSTRAK ‘Iffah adalah suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk menahan dorongan hawa nafsunya. ‘Iffah merupakan keutamaan yang dimiliki manusia ketika ia mampu mengendalikan syahwat dengan akal sehatnya Artinya mampu menyesuaikan pilihan yang benar sehingga bebas, tidak diperbudak hawa nafsu. Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang membahas ‘Iffah yang belum banyak difahami makna nya secara mendalam oleh masyarakat umum diantaranya adalah kontekstualisasi ‘Iffah dan kedudukan ‘Iffah didalam Al-Quran. Penelitian ini menekankan pembahasan terhadap kontekstualisasi „Iffah dengan berfokus kepada ayat tentang „Iffah dalam Tafsir R ̅h Al-Ma’ani. Adapun tujuan dari permaslahan ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran Analisis kontekstualisasi „Iffah dalam Tafsir R ̅h Al-Ma’ani dan juga gambaran kedudukan „Iffah dalam Al-Qur‟an persfektif Tafsir R ̅h Al�Ma’ani karya Imam Al-Alusi. Penelitian ini difokuskan pada beberapa ayat yang menggambarkan tentang „Iffah, yaitu Q.S An-Nur ayat 30, Q.S An-Nur ayat 31, Q.S Al-Ahzab ayat 33, dan Q.S Al-Ahzab ayat 59. Jenis penelitian ini adalah Library Research yaitu penelitian kepustakaan dengan data-data yang diambil adalah data-data kepustakaan. Data-data yang digunakan yaitu Al-Qur‟an dan kitab Tafsir R ̅h Al-Ma’ani dengan menggunakan metode diskriptif dengan pendekatan content analysis. Pemaparan data berkisar pada pandangan Imam Al-Alusi tentang kontekstualisasi „Iffah yang menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat beberapa gambaran analisis kontekstualisasi „Iffah dalam Al-Qur‟an persfektif Tafsir R ̅h Al�Ma’ani yaitu :(1) Menjaga kepala dan sekitarnya terdapat pada Surat An-Nur ayat 30. (2) Menjaga perut dan segala isinya terdapat pada surat Q.S An-Nur ayat 31. (3) Mengingat mati dan hari kehancuran terdapat dalam surat Q.S Al-Ahzab ayat 33. (4) Menjadikan akhirat sebagai tujuan akhir diambil dari penafsiran Al-Alusi pada Q.S Al�Ahzab ayat 59. Adapun kedudukan „Iffah yang dijelaskan Al-Qur‟an yang dikaji dari ayat-ayat diatas yaitu : (1) Indikator nilai keimanan seseorang yang di ambil dari penafsiran Q.S Annur ayat 30. (2) Penghalang manusia dari berbuat dosa yang di ambil dari ayat setelahnya yaitu Q.S An-Nur ayat 31. (3) Inti Akhlak Islam yang diambil dari penafsiran Al-Alusi dalam Q.S Al-Ahzab ayat 33. (4) Benteng akhir keislaman seseorang yang di ambil dari penafsiran Q.S Al-Ahzab ayat 59. Kata kunci : ‘Iffah, Imam Al-Alusi, kontekstualisasi, Tafsir R ̅h Al-Ma’ani

    ‘IFFAH DALAM KISAH NABI YUSUF A.S. MENURUT THAHIR IBNU ‘ASYYUR: TINJAUAN MAQÂSHID AL-QUR’AN

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul “‘Iffah Dalam Kisah Nabi Yusuf A.S. Menurut Thahir Ibnu ‘Asyur: Tinjauan Maqâshid Al-Qur’an”. ‘Iffah dapat diartikan sebagai suatu usaha seseorang dalam menjaga kehormatan atau kesucian diri. Di era globalisasi ini, dunia sudah dipenuhi berbagai macam fitnah atau hal-hal pelik lainnya yang dapat mempengaruhi ‘iffah semakin menyelimuti umat saat ini sehingga diperlukan pengkajian kembali kisah-kisah yang termakhtub dalam al-Qur’an guna menjawab segala problematika umat, terutama kisah nabi Yusuf a.s. yang terkandung banyak pengajaran berharga. Penulis merumuskan 2 permasalahan, yaitu bagaimana penafsiran Thahir Ibnu ‘Asyur terhadap ayat-ayat‘iffah dalam kisah nabi Yusuf a.s., dan apa saja nilai-nilai ‘iffah dalam kisah nabi Yusuf a.s. ditinjau dari maqâshid al-Qur’an?. Tujuan kajian ini yaitu untuk mendeskripsikan penafsiran Thahir Ibnu ‘Asyur tentang ayat-ayat ‘iffah dalam kisah nabi Yusuf A.S. dan mendeskripsikan nilai-nilai ‘iffah ditinjau dari maqâshid al-Qur’an. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan jenis penelitian library research dengan metode tematik konseptual melalui pendekatan maqâshid al-Qur’an. Sumber data utama penelitian ini, yaitu kitab tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir, sedangkan sumber data pendukungnya menggunakan literatur-literatur terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan penafsiran Thahir Ibnu ‘Asyur pada Q.S. Yusuf [12]: 23-25, dan 32-34 bahwa ‘iffah nabi Yusuf a.s. merupakan nilai ‘iffah tertinggi sepanjang masa karena keteguhan dan kesabarannya dalam mempertahankan keimanan dan kehormatan. Dalam tinjauan maqâshid al-Qur’an perspektif Thahir Ibnu ‘Asyur dalam kisah nabi Yusuf a.s. terkait ‘iffah memuat empat nilai-nilai maqâshidy, yakni berpegang teguh atas nilai-nilai ketauhidan, selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan dan akhlakul karimah, mempriotitaskan kesucian anggota tubuh dari potensi maksiat serta mempertimbangkan probabilitas terhadap suatu kejadian. Kata kunci: ‘Iffah, Thahir Ibnu ‘Asyur, Maqâshid Al-Qur’an, Nabi Yusuf A.S

    Penafsiran ayat-ayat Iffah: Menjaga kehormatan diri menurut Haji Malik Karim Amrullah dalam tafsir Al-Azhar

    Get PDF
    Sebagai respon dari banyaknya penyelewangan, kurangnya harga diri sebagai manusia di masa modern sekarang ini. Banyaknya penyelewengan tersebut menjadikan mereka hilang kesadaran betapa pentingnya menjaga kehormatan diri bagi individu dan bangsa. Untuk mengupas permasalahan tersebut, penulis akan membahas melalui penafsiran yang dikemukakan oleh Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengenai makna, bentukbentuk dan sebab dari tidaknya seseorang dalam menjaga kehormatan diri. Penelitian ini bersifat kepustakaan (Library Research) dengan merujuk sumber primer kitab Al-Azhar karya Hamka. Sedangkan Sumber Sekunder merujuk pada kitab, buku, jurnal dan makalah ilmiah yang masih berkaitan dengan pembahasan Iffah tersebut. Adapun metode yang digunkan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif yang mengungkapkan secara sistematis fakta atau data karakteristik tertentu secara cermat dimana penulis menguraikan secara teratur apa yang menjadi konsep dari pemikiran tokoh yang penulis teliti termasuk biografi, karya-karya, karir serta pendidikan. Tafsir Al-AlAzhar merupakan Tafsir yang bercorak Adabi Ijtimai dimana penafsiran tersebut merupakan berkaitan langsung dengan kondisi sosial kemasyarakatan dan merupakan suatu Tafsir yang pas untuk dijadikan sumber primer dalam penelitian ayat-ayat Iffah ini. Adapun teori yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah menggunakan teori Tafsir Sastra al-Quran Amin al-Khuli. Dalam kitab Manahij al-Tajdid fi al-Nahwi wa al-Balaghah wa al-Tafsir wa al-Adab menjelaskan bahwa dalam mempelajari al-Quran Amin al-Khuli mengkategorikan dua prinsip metodologis, yaitu Dirasah Ma Haula Tafsir dan Dirasah Ma Fi Alquran Nafsihi. Hasil dari penelitian tersebut yaitu Menurut Hamka, Iffah bermakna juga dengan Muhsonat/benteng,dan kesucian diri. Adapun bentuk-bentuknya yaitu Iffah dari meminta-minta, Iffah dari harta yang haram, Iffah dari seksualitas dan Iffah dalam berlaku sopan. Menurut Hamka seseorang yang tidak berlaku Iffah terjadi karena Tabarruj, tidak menundukan pandangan, lemah gemulai dalam perkataan, dan para orang tua yang selalu mempersukar mas kawin (Mahar Nikah)

    Penafsiran Ibnu ‘Asyur Tentang ‘Izzah dan ‘Iffah: telaah tafsir maqasid dalam tafsir al-Tahrir wa at-Tanwir

    Get PDF
    Seorang Muslim dan Muslimah akan terlihat baik jika dia bisa menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik atau mulia. Akan hilang suatu kehormatan apabila seseorang mudah didekati oleh banyak lawan jenis, diberi perhatian dan mudah melanggar perintah Allah, melainkan seorang yang dapat menjaga ‘Izzah dan ‘Iffah nya karena Allah. Kajian mengenai ‘Izzah dan ‘Iffah ini merupakan hal yang perlu dipahami oleh seorang Muslim apalagi Muslimah karena berkaitan dengan harga diri atau kehormatan. Kata ‘Izzah maupun ‘Iffah dapat berimplikasi pada perilaku kehidupan umat pada zaman modern saat ini, bukan hanya di dunia nyata akan tetapi di dunia maya. Dalam hal ini sudut pandang yang diambil adalah tafsir karya dari Ibnu ‘Asyur yaitu kitab tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir yang banyak berisi tentang kajian kebahasaan atau pembahasan tentang keindahan susunan bahasa Alquran, pembahasan dalam tafsirnya luas dan terperinci, beliau juga seringkali mengaitkan kajian kebahasaannya dengan masalah akhlaq. Hal ini menjadikan tafsir ini sebagai pedoman dalam berakhlaq baik dengan Tuhan, manusia serta makhluk lain disekitar kita. Oleh karena itu, tafsir tersebut dipandang tepat untuk dapat memberikan gambaran mengenai makna kata ‘Izzah dan ‘Iffah dalam Alquran. Dalam penulisan ini menggunakan dua rumiusan masalah, yaitu Bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang konsep ‘Izzah dan ‘Iffah dalam Alquran menurut Ibnu ‘Asyur dan Bagaimana kontekstualisasi Alquran tentang ‘Izzah dan ‘Iffah sebagai Muslim dan Muslimah di era modern. Penulisam ini bertujuan untuk memahami ayat-ayat tentang ‘Izzah dan ‘Iffah dalam Alquran menurut Ibnu ‘Asyur dan Memahami kontekstualisasi tentang ‘Izzah dan ‘Iffah sebagai Muslim dan Muslimah di era modern.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Ayat-ayat tentang ‘Izzah dan ‘Iffah dikumpulkan menjadi satu kemudian dicari penafsirannya melalui tafsir Maqasidi milik Ibnu ‘Asyur. Kemudian penafsiran tersebut dianalisis oleh penulis dan di kontekstualisasikan kepada era modern. Hasil dari penelitian ini menyatakan: pertama, ‘Iffah dan ‘Izzah dalam penafsiran Ibnu ‘Asyur merupakan satu kesatuan utuh. Jika seseorang telah mempraktikkan ‘iffah dalam kehidupannya maka hasilnya akan berbuah ‘Izzah. Sebaliknya ‘Izzah tidak mungkin didapat tanpa melalui ‘Iffah. Kedua term tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kedua, ‘Iffah dalam kehidupan era modern merupakan ajaran yang sulit sekali ditemukan bagi orang yang mempraktikkannya. Dalam penafsiran Ibnu ‘Asyur diajarkan bahwa ‘Iffah ialah perbuatan untuk menjaga penampilan dari berpakaian yang dapat mengundang syahwat, tidak hanya berupa soal sandang, juga perhiasan yang ia pakai, bahkan tentang perilaku orang tersebut. Oleh karenanya, memegang ajaran erat tentang Iffah dalam era modern merupakan sebuah pekerjaan yang harus senantiasa dipegang erat. Karena dengan amalan itulah derajat kemuliaan dan keagungan akan datang

    Perencanaan Strategis Sistem Informasi (Studi Kasus: PT. Nadhirotul Zahra Tour & Travel Al-Iffah

    No full text
    PT. Nadhirotul Zahra Tour & Travel Al-Iffah merupakan perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang pelayanan perjalanan ibadah haji dan umrah. Sistem pemasaran yang digunakan oleh PT. Nadhirotul Zahra Tour & Travel Al-Iffah masih terbatas dilakukan secara offline yang mengakibatkan pertumbuhan jumlah pelanggan tidak signifikan. Selain itu, pengelolaan dokumen administrasi masih dilakukan secara manual yang menyebabkan pelayanan administrasi memakan waktu lebih lama. Berdasarkan fakta yang ada, dibuat perencanaan strategis sistem informasi untuk pengelolaan data, aplikasi, dan teknologi yang dapat membantu PT. Nadhirotul Zahra Tour & Travel Al-Iffah mencapai tujuannya. Penelitian ini menggunakan TOGAF (The Open Group Architecture Framework) sebagai framework dengan metode ADM (Architecture Development Method). Perencanaan strategis sistem informasi ini menghasilkan blueprint arsitektur bisnis, arsitektur aplikasi, arsitektur data, arsitektur teknologi, analisis gap, dan roadmap aplikasi yang akan diimplementasikan pada PT. Nadhirotul Zahra Tour & Travel Al-Iffah

    PEMBIMBINGAN PERILAKU IFFAH PADA REMAJA DI TPA SUKAMULYA KELURAHAN TANGKILING KOTA PALANGKA RAYA

    Get PDF
    Belakangan ini yang terjadi sekarang dengan teknologi yang cepat hingga mudah dalam hubungan komunikasi melalui perkembangan dan kesulitan memperoleh informasi baik di dalam negeri, sehingga berdampak pada perubahan budaya dalam negeri yang bersaing dengan budaya barat yang masuk melalui perkembangan teknologi berupa media sosial , baik dari video youtube, instagram, dan lain-lain sasaran utamnya paling dominan adalah pemuda/remaja. Dari fenomena tersebut memiliki sisi positif dan negatif, tergantung bagaimana cara mereka menyikapinya. Namun pada saat ini sisi negatifnya lebih besar dari pada sis positif, dengan melihat kenyataan pada saat ini yang semakin berpengaruh dengan kerusakan perilaku serta moral yang disebarkan melalui media internet, film, tontonan kriminal,dan konten berbaur pornografi. Salah satu masalah moral dalam pergaulan adalah masalah menjaga kesucian diri atau memelihara diri agar terhidar dari segala perbuatan tercela (iffah). Seperti yang terjadi di TPA Sukamulya dalam pembimbingan perilaku iffah yang dilakukan bertujuan untuk mencetak remaja yang berkualitas dan berakhlak yang baik, setelah pembimbing yang dilakukan remaja di TPA Sukamulya kebanyakan remaja akan memahami perilaku iffah dan remaja-remaja sekitarnya mulai dari berkata-kata yang dilakukan oleh para remaja di TPA Sukamulya. baik, berpakaian yang rapi dan menutup aurat serta tidak berdua dengan lawan seusianya. Salah satu masalah moral dalam pergaulan adalah masalah menjaga kesucian diri atau memelihara diri agar terhidar dari segala perbuatan tercela (iffah).Seperti yang terjadi di TPA Sukamulya dalam pembimbingan perilaku iffah yang dilakukan bertujuan untuk mencetak remaja yang berkualitas dan berakhlak yang baik, setelah pembimbing yang dilakukan remaja di TPA Sukamulya kebanyakan remaja akan memahami perilaku iffah dan remaja-remaja sekitarnya mulai dari berkata-kata yang dilakukan oleh para remaja di TPA Sukamulya. baik, berpakaian yang rapi dan menutup aurat serta tidak berdua dengan lawan seusianya. Salah satu masalah moral dalam pergaulan adalah masalah menjaga kesucian diri atau memelihara diri agar terhidar dari segala perbuatan tercela (iffah).Seperti yang terjadi di TPA Sukamulya dalam pembimbingan perilaku iffah yang dilakukan bertujuan untuk mencetak remaja yang berkualitas dan berakhlak yang baik, setelah pembimbing yang dilakukan remaja di TPA Sukamulya kebanyakan remaja akan memahami perilaku iffah dan remaja-remaja sekitarnya mulai dari berkata-kata yang dilakukan oleh para remaja di TPA Sukamulya. baik, berpakaian yang rapi dan menutup aurat serta tidak berdua dengan lawan seusianya
    corecore