1,720,979 research outputs found

    Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan PAIKEM di SDN 1 Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun Ajaran 2015/2016

    Full text link
    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat penting diperhatikan karena bertujuan untuk membentuk siswa agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran PAI melalui pendekatan PAIKEM di SDN 1 kelas IV Samuda Kecil (2) Apa problematika yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran PAI kelas IV SDN 1 Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur. Adapun tujuan dari penelitian yaitu : (1) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendekatan PAIKEM pada pembelajaran PAI di SDN 1 Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun Ajaran 2015/2016. (2) Untuk mengidentifikasi problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan PAIKEM di SDN 1 Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif.Adapun subjek penelitian adalah siswa dan guru pendidikan Agama Islam yang mengajar di kelas IV SDN 1 Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur. Pengabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sedangkan analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu pengurangan data (Data Reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (Conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan Pembelajaran PAI melalui Pendekatan PAIKEM di SDN 1 Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur sudah berjalan sesuai dengan kaidah. (2) Adapun Problematika yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran PAI melalui pendekatan PAIKEM yaitu dalam penyampaian/ memberikan pelajaran pendidikan Agama Islam di SDN 1 Samuda Kecil Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yaitu guru kurang memperhatikan keadaan siswa. Sedangkan problematika siswa dalam pembelajaran PAI melalui Pendekatan PAIKEM terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. ABSTRACT Islamic Religious Education Learning is very important to note because it aims to form students to become a man of faith and devoted and able to practice the teachings of Islam in daily life. The issues raised in this study were (1) How Islamic Religious Education Learning in Implementing through PAIKEM Approach in SDN 1 at IV Class Samuda Kecil. (2) What’s the problems faced by teachers and students in learning implementation Islamic Religious Educationin SDN 1 at IV Class Samuda Kecil in MentayaHilir Selatan district of KotawaringinTimur. The purposes of this study were : (1) Todescribe the implementation of learning Islamic Religious Education through PAIKEM approach at SDN 1 Samuda Kecil in MentayaHilir Selatan District of KotawaringinTimur 2015/2016 Academic Year. (2) To identify the problem of teaching Islamic Religious Education through PAIKEM approach at SDN 1 Samuda Kecil in MentayaHilir Selatan District of KotawaringinTimur ? The study belonged to descriptive qualitative approach. The research subjects were student and teachers who teach Islamic education in the fourth grade at SDN 1 Samuda Kecil in MentayaHilir Selatan District of KotawaringinTimur. To analysis using three stages, namely data reduction, data display, and conclusion. The results showed that (1) The implementation of learning Islamic Religious Education through PAIKEM approach at SDN 1 Samuda Kecil in MentayaHilir Selatan District of KotawaringinTimur 2015/2016 Academic Year going well. (2) The Problems faced by teacher in the implementation of learning Islamic Religious Education through PAIKEM approach at SDN 1 Samuda Kecil in MentayaHilir Selatan District of KotawaringinTimur that was in the delivery / give Islamic education lessons that teachers pay less attention to students’ psychological state. While the problem for students in Learning PAI through PAIKEM approach consists of internal factors and external factors

    MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH GRATIS: STUDI KASUS PADA YAYASAN INDONESIA JUARA SEBAGAI PENGELOLA PENDIDIKAN GRATIS DI SD JUARA JAKARTA SELATAN

    Full text link
    The objective of this research is to gain a through understanding about   management of quality of Tuition- free school. It is a qualitative research with a case study method conducted in Indonesia Juara Foundation using observation on school management implementation  in SD Juara South Jakarta, since February-June 2015. The data were collected from participants observation using interview, observation, documents study and  recordings.  Data analysis and interpretation show that (1) Professional HR management is started from recruiting process, evaluating HR need, performance appraisal, coaching and counselling. (2) effective management of donation based on  transparent and accountable implementation report of the fund-usage and implementation of qualified program in the school, report accuracy,  trust to the benefactors and fund allocating for HR (3) The quality and the excellence of the school are based on the availability of competent HR and professional management as well as well-managed system and fund. The findings lead to the recommendation that (1) there is a need for a clear framework for teacher to do his duties, scheduled monitoring/evaluation (2) fund-absorption priority should be matched to program budget plan, alternative fund resources from government such as BOS. (3) there is a need for standardized management of quality as a special characteristic of Sekolah Juara. It is also recommended for decision makers at free schools as motivation and reference to improve their quality and service

    PINATINNA TRADISI PAPANAUNG RAPPOKALLING KOTA MAKASSAR

    Full text link
    ABSTRAK Humairah. 2019. pinatinna tradisi papanaung Rappokalling Kota Makassar. Program Studi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Di bimbing Hj. Musdaliah Mustadjar dan Idham Irwansyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan segala bentuk kekuasaan dalam tradisi papanaung khususnya kekuasaan terhadap seorang pinati perempuan atau pemandu adat perempuan dan juga eksistensi tradisi papanaung yang berada di daerah Rappokalling kota Makassar. Peneitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penarikan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling sesuai kriteria pinati dan masyarakat Rappokalling. Pengambilan informan sebanyak 7 orang. Analisis data yang digunakan yaitu anaisis data kualitatif. Dalam pembahasan analisis data, diklasifikasikan mengenai peran kekuasaan seorang pinatinna meliputi kekuasaan mengontrol tradisi dan kekuasaan spritual yang dimiliki. Dan yang terakhir membahas eksistensi papanaung nilai sosial tradisi yang meliputi nilai pendidikan, nilai estetika, dan nilai pengukuhan. Seorang pinatinna hanya bisa mengontrol pada rana tradisi saja tetapi tidak secara keseluruhan di masyarakat rappokalling. Pada rana eksistensi tradisi papanaung, disalurkan melalui cerita dari orang-orang terdahulu untuk kemudian di laksanakan kembali secara turun temurun hingga saat ini

    AN ANALYSIS OF MATHEMATICAL REASONING ABILITY IN PROBLEM SOLVING WORD PROBLEM BASED ON GENDER AT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN

    Full text link
    This study aims to describe and analyze the mathematical reasoning and problem solving abilities of PGSD students, Universitas Muhammadiyah Lamongan, based on the gender in resolving story problems. This research is a qualitative descriptive research. The research subjects were 6 PGSD students of Universitas Muhammadiyah Lamongan who were selected based on the criteria of academic abilities; students with high reasoning, moderate reasoning, and low reasoning. The data collection techniques were observation, test, and interview. The data analysis was based on the results of test, observation, and interview obtained by students and based on table rubrics. Data analysis was carried out by the researcher using 6 subjects as representatives consisting of 3 males and 3 females with criteria previously mentioned (high, moderate, low). The results of data analysis on mathematical reasoning and problem solving abilities based on gender were female students' mathematical reasoning abilities were superior than male students' mathematical reasoning abilities. Keywords: Mathematical Reasoning, Problem Solving, GenderPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan penalaran matematis dan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan berdasarkan gender pada soal cerita. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan yang dipilih berdasarkan kriteria kemampuan akademis yaitu mahasiswa dengan kemampuan penalaran tinggi, penalaran sedang, dan penalaran rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu berdasarkan hasil tes, observasi, dan wawancara yang diperoleh siswa dan dinilai berdasarkan rubrik penilaian. Analisis data yang dilakukan peneliti menggunakan 6 subjek sebagai perwakilan yang terdiri dari 3 subjek laki-laki dan 3 subjek perempuan dengan kriteria hasil penilaian tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis data kemampuan penalaran matematis dan pemecahan masalah siswa berdasarkan gender dalam menyelesaikan soal cerita yaitu kemampuan penalaran matematis siswa perempuan lebih unggul dibandingkan kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki. Kata kunci: Penalaran Matematis, Pemecahan Masalah, Gende

    KONSTRUKSI MASKULINITAS PRIA JEPANG KONTEMPORER: SALON ESUTE DAN TUBUH IDEAL

    Full text link
    Masculinity is a part of gender discourse that was socially and culturally constructed by the society, as it is also in Japan. This paper looks at the ways Japanese contemporary masculinity is being constructed through services provided by esute salon. Esute salon is one types of salon in Japan where women and men can obtain various non-surgical beauty treatments. This paper is based on qualitative observations on the official websites of several esute salons for men in Japan. And through my analysis of the services and their costs it can be observed the emergence of certain types of masculinity.  Keywords: Masculinity, Japan, beauty salon, gender constructio

    PERAN GURU TK DALAM MEMPERSIAPKAN ANAK USIA DINI KELOMPOK B UNTUK MELANJUTKAN KE JENJANG SEKOLAH DASAR DI TK SUKA MAJU DESA LUNJUK KECAMATAN BATANG ALAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

    Full text link
    Guru adalah seseorang yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Peran guru di sekolah sangat membantu terhadap kelancaran proses belajar mengajar. Tugas utama guru adalah mengajar, mendidik, dan membimbing. Sebagai pengajar, pendidik, dan pembimbing guru berperan dalam mengembangkan beberapa aspek perkembangan anak dan juga berperan dalam mempersiapkan anak agar memiliki kesiapan sebelum memasuki sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru TK dalam mempersiapkan anak usia dini kelompok B untuk melanjutkan ke jenjang sekolah dasar di TK Suka Maju Desa Lunjuk Kec. Batang Alai Selatan Kab. Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelompok B dan seluruh anak kelompok B di TK Suka Maju. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru TK dalam mempersiapkan anak usia dini kelompok B untuk melanjutkan ke jenjang sekolah dasar terbagi menjadi 3, diantaranya: Peran guru sebagai pengajar, pendidik, dan pembimbing. Peran guru sebagai pengajar adalah memberikan pembelajaran pada saat kegiatan bimbingan belajar, seperti pengenalan huruf dan angka secara bertahap. Peran guru sebagai pendidik yaitu mendidik anak dengan memberikan contoh terlebih dahulu baru meminta anak untuk mengikuti seperti pada saat kegiatan membaca guru mencontohkan terlebih dahulu baru meminta anak untuk membaca juga. Peran guru sebagai pembimbing adalah membimbing kegiatan bimbingan belajar dari awal sampai akhir. Contohnya, pada saat kegiatan membaca maupun menulis guru selalu mendampingi anak untuk membimbing mereka

    PENGARUH STRATEGI CRITICAL INCIDENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS IV SDN SUNGAI TELAN BESAR 1 BARITO KUALA

    Full text link
    Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Strategi Critical incident merupakan salah satu strategi pembelajaran aktif yang mempergunakan pengalaman sebagai bahan untuk merelevansikan apa yang menjadi topik atau tema dalam suatu proses pembelajaran di kelas. Berarti bahwa critical incident (pengalaman penting) yaitu suatu strategi yang mana siswa harus mengingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan strategi pembelajaran critical incident terhadap hasil belajar PAI siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sungai Telan Besar 1 Barito Kuala. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Sungai Telan Besar 1 Barito Kuala. Tahun Pelajaran 2020/2021,Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV yang terdiri 36 orang yakni 15 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semua dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Instrumen yang digunakan adalah tes baik pretest maupun posttest, observasi dan wawancara. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan dengan derajat kebebasan 70, diperoleh thitung = 9,35 dan ttabel = 1,66. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung ≥ ttabel (9,35 ≥ 1,66). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan strategi pembelajaran critical incident terhadap hasil belajar PAI siswa kelas IV SDN Sungai Telan Besar 1 Barito Kuala

    Perkawinan Sedarah dalam Al-Qur’an

    No full text
    Inbreeding is considered an illegitimate marriage in Islam, only the Al-Quran and Hadith do not clearly explain the reason for the prohibition, this is different from several other prohibitions which are explained by the cause, such as the prohibition of alcohol and gambling. Therefore, this study will examine the interpretation of the mufasir about inbreeding in the Qur'an. This research is a literature study using descriptive analysis. The data was extracted using the tahlili method, which describes the content of the verses of the Qur'an from all sides, according to the order of the verses in a letter. The results show that Islam forbids marriage with close relatives and encourages it with distant relatives. This is in accordance with the science of genetics which asserts that traits in a person will be inherited, including various diseases and vulnerabilities. Both contemporary and classical commentators agree that inbreeding is prohibited because of various negative consequences that arise from psychological and sociological aspects for children and their families. Perkawinan sedarah dinilai sebagai pernikahan yang tidak sah dalam Islam, hanya saja Al-Quran dan Hadis tidak menjelaskan secara tegas alasan pelarangan tersebut, hal ini bereda dengan beberapa larangan lain yang dijelaskan penyebanya, seperti pengharaman khamar dan judi. Karena itu, kajian ini akan mengkaji penafsiran  mufasir tentang perkawinan sedarah dalam Alquran. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan menggunakan analisa deskriptif. Data digali dengan menggunakan metode tahlili, yaitu menguraikan kandungan ayat-ayat Alquran dari seluruh sisi, sesuai dengan urutan ayat di dalam suatu surat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam melarang pernikahan dengan keluarga dekat dan menganjurkannya dengan kerabat yang jauh. Hal ini sesuai dengan ilmu genetika yang menegaskan bahwa sifat pada seseorang akan diwariskan, termasuk berbagai penyakit dan kerentaan. Para mufasir baik (kontemporer maupun klasik) sepakat bahwa pernikahan sedarah dilarang karena berbagai akibat negatif yang muncul dari aspek psikologis dan sosiologis bagi anak dan keluarganya.

    Kepercayaan Masyarakat Umpungeng terhadap Arajang (Studi Kasus di Desa Umpungeng Kabupaten Soppeng)

    Full text link
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa Arajang di Desa Umpungeng yaitu, rambut, kris dan lempengan atap rumah Tomanurungnge. Dan asal-usulnya pun berbeda-beda. Namun, yang paling disakralkan adalah rambut yang merupakan rambut Arung Palakka. Adapun perlakuan masyarakat terhadap Arajang tersebut yaitu dengan beberapa ritual yaitu Mallangi Arajang (Pesta Tahunan), Masselle Uwaena Puang Malebbi’e (Mengganti Air Puang Malebbi’e), dan Massorong-sorong (Memberi Sesembahan). Sedangkan, pandangan masyarakat pun sangat beragam, ada yang hanya mempercayai keberadaan Arajang dan adapula yang sangat mensakralkannya. Adapun implikasi dari penelitian ini yaitu penelitian ini dapat mengungkap sejarah awal munculnya kepercayaan masyarakat terhadap Arajang. Peneliti juga berharap penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi para pembaca khususnya masyarakat Desa Umpungeng Kabupaten Soppeng

    Peran hakim pengadilan agama mencegah talak di bawah tangan di kota Palangka Raya

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi munculnya fenomena talak di bawah tangan yang terjadi di masyarakat tanpa adanya kontrol dari Pengadilan Agama Palangka Raya sebagai pejabat yang berwenang dan bertugas untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama di bidang perkawinan. Hal demikian terjadi karena hakim hanya bersifat pasif, artinya hakim tidak akan memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara tanpa adanya pengajuan dari pemohon atau penggugat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi hakim Pengadilan Agama tentang talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya dan bagaimana peran hakim Pengadilan Agama mencegah talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi hakim Pengadilan Agama tentang talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya dan peran hakim Pengadilan Agama mencegah talak di bawah tangan di Kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum sosiologis atau empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini adalah hakim Pengadilan Agama Palangka Raya, objeknya adalah persepsi hakim Pengadilan Agama Palangka Raya. Pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, dan pengabsahannya melalui teknik triangulasi sumber. Analisis data melalui tiga tahapan, yaitu reduction, display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi hakim Pengadilan Agama Palangka Raya tentang talak di bawah tangan terbagi menjadi tiga pendapat, pertama talak di bawah tangan merupakan talak yang sah namun hal tersebut tidak dicatatkan dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia, kedua talak di bawah tangan bagi Pengadilan Agama sama dengan tidak ada perceraian dan secara yuridis tidak dihargai, dan yang ketiga hakim tidak dapat memberikan penilaian terhadap pasangan suami istri, apakah mereka dapat dikategorikan sah atau tidaknya melakukan perceraian. Sedangkan peran hakim Pengadilan Agama mencegah talak di bawah tangan dalam kondisi yang demikian hakim tidak dapat memperluas kewenangannya lebih besar di luar Pengadilan Agama
    corecore