E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
MEMAKSIMALKAN KOMPETENSI SENAM LANTAI MELALUI METODE PRACTICE STYLE DENGAN CARD TASK DI SMAN 1 BUNGO
This research was conducted because there are problems that arise in class XI MIPA SMAN 1 Bungo, namely students feel less interested in participating in headstand learning because they are afraid to do headstand exercises and do not understand the correct explanation of headstand movements. This research uses classroom action research method. In the implementation of the first cycle, there was one meeting and the second cycle was carried out in 1 meeting, where in each cycle there would be an increase in the headstand learning outcomes. The subjects of this study were students of class XI MIPA 2 SMAN 1 Bungo. Based on the results of the study, it was obtained the percentage of mastery learning in the first cycle, the skill aspect was 11.76% with an average score of 51.18, the attitude aspect was 58.82% with an average score of 73.53 and 64.71% of the knowledge aspect with an average score. -average 76.18. In the second cycle there was an increase to 70.59% skill aspect with an average value of 71.91, attitude aspect 76.47% with an average value of 76.47 and knowledge aspect 91.18% 83.53. Learning outcomes in the first cycle that can meet the KKM as many as 17.65% of the total students with an average score of 65.44 and in the second cycle increased to 76.5% of the total students with an average score of 76.76. Based on the results of the research above, it can be concluded that learning through the practical style method with task card media can improve learning outcomes for students in class XI MIPA SMAN 1 Bungo.Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan yang muncul di kelas XI MIPA SMAN 1 Bungo yaitu siswa merasa kurang berminat mengikuti pembelajaran headstand karena takut melakukan latihan headstand dan kurang memahami tentang penjelasan gerakan headstand yang benar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Pada pelaksanaan siklus I satu kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan 1 kali pertemuan, dimana pada setiap siklusnya akan terlihat peningkatan hasil belajar headstandnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 1 Bungo. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase ketuntasan belajar pada siklus I, aspek keterampilan 11,76% dengan skor rata-rata 51,18, aspek sikap 58,82% dengan skor rata-rata 73,53 dan 64,71% aspek pengetahuan dengan nilai rata-rata 76,18. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi, aspek keterampilan 70,59% dengan nilai rata-rata 71,91, aspek sikap 76,47% dengan nilai rata-rata 76,47 dan aspek pengetahuan 91,18% nilai 83,53. Hasil belajar pada siklus I yang dapat memenuhi KKM sebanyak 17,65% dari total siswa dengan nilai rata-rata 65,44 dan pada siklus II meningkat menjadi 76,5% dari total siswa dengan nilai rata-rata 76,76. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode practical style dengan media task card dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Bungo
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DIGITALISASI UMKM MASYARAKAT DESA WONOYOSO PEKALONGAN MENGHADAPI ERA NEW NORMAL
The beginning of 2020 until the middle of the year is quite a tough year for all countries in all parts of the world. Since this pandemic, MSMEs have been one of the sectors that have been affected. In order for MSME actors to survive in the pandemic era, they must immediately adapt by digitizing MSMEs, because in this pandemic era, residents are starting to feel comfortable with transactions made digitally. The purpose of this MSME digitization activity is to help MSMEs to survive in the face of the pandemic era and be able to face the new normal era. This activity was carried out in 3 stages: first, the creation and distribution of MSME digitization guidebooks to MSME actors, secondly the development of MSME digitization, and a survey of the results of MSME digitization development. This activity was followed by MSME actors around the village of Wonoyoso. The method used in the implementation of the community service program regarding the digitization of MSMEs is in the form of socialization and assistance to MSMEs. Based on the survey results, it is known that MSME actors have started to use digital technology to develop their business.Pada awal 2020 sampai dengan pertengahan tahun merupakn tahun yang cukup berat bagi seluruh negara di seluruh bagian dunia. Sejak adanya pandemi ini UMKM merupakan salah satu sector yang terdampak. Supaya para pelaku UMKM biasa survive di era pandemic maka harus segera beradaptasi dengan melakukan digitalisasi umkm, karena era pandemic seperti sekarang ini para warga mulai nyaman dengan transaksi yang dilakukan secara digital. Tujuan dari kegiatan digitalisasi UMKM ini ialah untuk membantu UMKM supaya bisa survive menghadapi era pandemic dan bisa menghadapi era new normal. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap : pertama, pembuatan dan pemberian buku panduan digitalisasi UMKM kepada pelaku UMKM, kedua pengembangan digitalisasi UMKM, dan survey hasil pengembangan digitalisasi UMKM. Kegiatan ini di ikuti oleh para pelaku UMKM di sekitar desa Wonoyoso. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat tentang digitalisasi UMKM ini adalah berupa sosialisasi dan pendampingan terhadap UMKM. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa pelaku UMKM sudah mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnisnya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TTW (THINK-TALK-WRITE) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA MENULIS TEKS DESKRIPTIF
The students’competency achievement is the main goal of teaching learning process, but It’s not easy as we think. In fact there are many students face learning loss. It really happened in SMP Negeri 2 Muara Bungo in writing simple desciptif text. This research is intended for describing the applying of TTW (Think-Talk-Write) learning model to improve the competency. It is included in classroom action research that involved 32 students of class VII.A as the research sebject. This research consist of two cycles. Each of them has four phases . They are planning, doing, observing and reflecting. The instrument in data collecting used observation sheet, test and field note. At the end of the research showed that (1)The applying of TTW (Think-Talk-Write) learning model are able to increase the students’ competency in writing descriptive text. It is showed from the test result that there was15.7%in developing the idea (content)from the first cycle to the second, increasing 6.3 % in advancing the vocabulary from the first cycle to the second, increasing 9.3% in using the grammar, and increasing 6,3% in the aspect of coherence of the sentences. (2) The applying of TTW (Think-Talk-Write) learning model also improve the students’ motivation in learning English.Pencapaian kompetensi siswa merupakan tujuan dalam sebuah pembelajaran, tapi hal itu tak semudah seperti yang dibayangkan karena banyak siswa yang mengalami learning loss. Hal ini terjadi di SMP Negeri 2 Muara Bungo dalam menulis teks deskriptif sederhana. Penelitian ini dilakukan untuk memaparkan penerapan model pembelajaran TTW (Think-Talk-Write) untuk meningkatkan kompetensi yang dimaksud. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dimana siswa kelas VIIA yang berjumlah 32 orang berperan sebagai subjeknya. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus memiliki empat tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, soal dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran TTW (Think-Talk-Write) mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif. Hal ini ditunjukkan dari hasil test terjadi peningkatan 15.7 % pada aspek mengembangkan ide tulisan (isi) dari siklus 1 ke siklus 2, meningkat 6.3% pada aspek mengembangkan kosakata dari siklus 1 ke siklus 2, meningkat 9.3% pada aspek menggunakan tata bahasa dalam teks deskriptif dan meningkat pada aspek menghubungkan antar kalimat (koherensi) dari siklus 1 ke siklus 2. (2) Penerapan model pembelajaran TTW (Think-Talk-Write) mampu meningkatkan semangat siswa dalam belajar Bahasa Inggris
PELATIHAN SOFTWARE NVIVO UNTUK MENUNJANG PENELITIAN KUALITATIF BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
There are two research approaches, quantitative and qualitative. The quantitative approach is primarily designated in social research because it is convenient in data collection; while qualitative research is rarely used, only limited researchers understand its advantages. Qualitative software is not familiar to researchers because there are several reasons behind it; therefore, training in using qualitative research software is needed; one of the well-known software is Nvivo. The Nvivo software training was conducted and aimed at students of Postgraduate Degree Study Program at Universitas Negeri Semarang. The training is conducted online by explaining the basics of a qualitative approach, the validity of data, and data processing using the software. Participants were given steps to interpret the data using Nvivo software. The training results show that students have an interest and ability in using qualitative software that can be used to support research activities to complete the final project. The success of the training is measured by the feedback obtained after training to strengthen qualitative research using Nvivo software. The measurement results show that students are satisfied and have increased skills following the training objectivesTerdapat dua pendekatan penelitian yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif banyak dipilih pada penelitian sosial karena mudah untuk mendapatkan data, sedangkan penelitian kualitatif jarang dipergunakan karena belum banyak peneliti yang memahami keunggulannya. Penggunaan software kualitatif tidak familiar bagi peneliti karena terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi, sehingga diperlukan adanya pelatihan dalam mempergunakan software penelitian kualitatif salah satunya adalah Nvivo. Pelatihan software Nvivo dilakukan dan ditujukan pada mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Pelatihan dilakukan secara daring dengan memberikan penjelasan terkait dengan dasar-dasar pendekatan kualitatif beserta keabsahan data dan pengolahan data dengan menggunakan software. Peserta diberikan langkah-langkah interpretasi data dengan mempergunakan software Nvivo. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa Mahasiswa memiliki ketertarikan dan kemampuan dalam mempergunakan software kualitatif yang dapat dipergunakan untuk menunjang kegiatan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir. Keberhasilan pelatihan diukur dari feedback yang diperoleh setelah melakukan pelatihan penguatan penelitian kualitatif dengan mempergunakan software Nvivo. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa mahasiswa puas dan memiliki peningkatan keterampilan yang sesuai dengan tujuan pelatihan
ANALISIS KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N 37/II PASAR LUBUK LANDAI KECEMATAN TANAH SEPENGGAL KABUPATEN BUNGO
The problems found in the class of SD N 37/II Pasar Lubuk Landai there are 4 students who have learning difficulties, namely Ragil Saputra, Altha Putri Hayu, Rizal Pramono, Nuesupina by showing thesymptoms experrienced by students such as the result obtained are not inaccordance with the efforts made done, slow in doing the task, showing indifference, difficultto focus, showing unnatural behavior such as always noisy, disorganized during learning. So this study aims to determine the form of learning difficulties, and efforts to evercome learning difficulties in class V at SD N 37/II Pasar Lubuk Landai, Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo district. This research uses descriptive qualitative research method. Research informants there are 4 students from 9 subjects of class V students who have learning difficulties the data collection techniques used are observation, interviews, and documentations. The research instruments used are observation, sheets, interview guidelines and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The result of the study indicate that thereare two forms of learning difficulties for students. First, there are 2 students who have learning disabilities, namely learning disabilities,and 2 students who experience slow learning. Factors causing learning difficulties include internal factors in the form of learning motivation. Study habits, attitudes in learning as well as external factors including the famuly, community, and school environment white efforts to overcome leaerning difficulties are to provideasistance in the form of 1) group study guidance 2) individual study guidance 3) remedial teaching 4) personal guidance 5) case transfer.Masalah yang ditemukan dikelas SD N 37/II Pasar Lubuk Landai terdapat 9 peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dan diambil 4 informan yaitu Ragil Saputra, Alta Putri Hayu, Rizal Pramono, Nursupina dengan menunjukan gejala-gejala yang dialami peserta didik seperti hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan, lambat dalam mengerjakan tugas, menunjukan sikap acuh tak acuh, sulit fokus, menunjukan tingkah laku kurang wajar seperti selalu ribut, tidak tertib pada saat pembelajaran. Dan 2 informan yang tidak mengalami kesulitan belajar IPA, 2 wali peserta didik dan kepala sekplah, Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA, penyebab kesulitan belajar, dan upaya mengatasi kesulitan belajar kelas V di SD N 37/II Pasar Lubuk Landai Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitaif deskriptif. Sinforman penelitian terdapat 4 peserta didik dari 9 subjek peserta didik kelas V yang mengalami kesulitan belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dari kesulitan belajar peserta didik ada dua yang pertama Learning disabilities (ketidakmampuan belajar) yang terdapat 2 peserta didik yang mengalami ketidakmampuan belajar dan Slow learning (belajar lambat) 2 peserta didik yang mengalami belajar lambat. faktor penyebab kesulitan belajar meliputi faktor internal berupa motivasi belajar, kebiasaan belajar, sikap dalam belajar, juga faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. sedangkan upaya mengatasi kesulitan belajar adalah memberikan bantuan berupa 1) bimbingan belajar kelompok 2) bimbingan belajar individu 3) pengajaran remedial 4) pemberian bimbingan pribadi 5) alih tangan kasus
POLA KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DI MTS PAB-1 SAMPALI
This study aims to reveal the leadership pattern of a madrasa head, the formulation of the problem in this study is how the leadership pattern of the madrasa head and the implementation of the madrasa head in decision making in the madrasa. This research was conducted at MTS PAB-1 Sampali, Deli Serdang Regency. The research method used in this research is to use a qualitative approach. The result of the research is that the leadership applied is a democratic leadership pattern by involving all elements of the school such as teachers, students, stake holders and parents. Decision making on students who commit disciplinary violations also goes through three stages before being sanctioned with dismissal, namely Giving Advice, Recording/Agreement Letters/Black Books, Calling ParentsPenelitian ini bertujuan mengungkap pola kepemiminan seorang kepala madrasah, rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana pola kepemimpinan kepala madrasah dan implementasi kepala madrasah dalam pengambilan keputusan yang dilakukan di madrasah. Penelitian ini dilakukan pada MTS PAB-1 Sampali Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian adalah kepemimpinan yang diterapkan merupakan pola kepemimpinan demokratis dengan melibatkan seluruh unsur sekolah seperti guru, siswa, stake holder dan orang tua. Pengambilan keputusan terhadap siswa yang melakukan pelanggaran kedisiplinan juga melalui tiga tahap sebalum diberi sanksi pemberhentian yaitu Pemberian Nasihat, Pencatatan/Surat Perjanjian/Buku Hitam, Pemanggilan Orang tu
DEVELOPMENT OF IPA LEARNING MODULE BASED ON STEM TO GROW HOTS VIBRATION FOR SMP
The aim of the study was to develop STEM-based IPA modules to Grow HOTS of Vibration, Wave and Sound Materials For Grade VIII Junior Students. The method used in this study uses the Thiagarajan 4-D model which consists of (4) four stages namely Define (Defining), Design (Design), Develop (Development), Disseminate (Dissemination). The research was conducted only up to the stage of small-scale trials. The instrument used is a validation questionnaire to the feasibility of the module and the student's response to stem-based IPA modules to grow HOTS of vibration, wave and sound material. The subjects in the study were 3 lecturers of the Bengkulu State Islamic Institute. The conclusion of this research is that the module developed has been feasible, and practically used as teaching materials in supporting the teaching and learning process on vibration, wave and sound materials in fostering the hots ability of junior high school students for class VIII.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul IPA berbasis STEM untuk Menumbuhkan HOTS Materi Getaran, Gelombang dan Bunyi Untuk Siswa Kelas VIII SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model Thiagarajan 4-D yang terdiri dari (4) empat tahapan yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), Disseminate (Penyebarluasan). Penelitian yang dilakukan hanya sampai pada tahap uji coba skala kecil. Instrument yang digunakan yaitu angket validasi terhadap kelayakan modul dan respon siswa terhadap modul IPA berbasis STEM untuk Menumbuhkan HOTS Materi Getaran, Gelombang dan Bunyi. Subjek dalam penelitian adalah 3 orang dosen Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. kesimpulan penelitian ini adalah modul yang dikembangkan telah layak, dan praktis digunakan sebagai bahan ajar dalam menunjang proses belajar mengajar pada materi getaran, gelombang dan bunyi dalam menumbuhkan kemampuan HOTS siswa SMP untuk kelas VIII
PENGARUH KUALITAS LMS DAN PRILAKU BELAJAR TERHADAP KUALITAS BELAJAR MAHASISWA PPG
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas LMS dan prilaku belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Profesi Guru. Lokasi Penelitian ini dilakukan di LPTK UIN Walisongo Semarang. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan Dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PPG di LPTK UIN Walisongo yang berjumlah total 617 mahasiswa. Yang terdiri dari kelas madrasah sebanyak 350 mahasiswa dan kelas PAI sebanyak 267 mahasiswa. adapaun teknik sampling yang digunakan adalah sampel yang diambil secara acak terstratifikasi. Dengan sampel 191 mahasiswa PPG. Yang terdiri dari Kelas Madrasah 108 responden dan PAI: 83 responden. Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas dengan metode cronbach Alfa dan uji validitas dengan metode korelasi product moment pearson, setelah dinyatakan valid selanjutnya dilakukan analisis uji regresi berganda. Hasil penelitian dalam artikel ini menunjukan bahwa 1) Terdapat pengaruh kualitas LMS terhadap perilaku belajar mahsiswa.2) Tidak dapat pengaruh yang signifikan kualitas LMS terhadap prestasi belajar mahasiswa 3) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan kualitas LMS terhadap prestasi belajar mahasiswa secara tidak langsung melalui variable belajar
PGMI STUDENTS' ABILITY TO DEVELOP SCIENCE LEARNING VIDEOS BASED ON PROBLEM BASED LEARNING MODELS
This study aims to determine the ability of PGMI students to integrate and develop MI science learning videos based on the PBL model. This study uses a quantitative descriptive method where the subject of this research is 30 students of the PGMI Study Program. Data were obtained through observation sheets, product assessment sheets and interview guidelines. The results showed that PGMI students had been able to integrate well (82.14) the PBL learning model in scenarios and the development of science learning videos in MI. PBL-based video learning is considered to be able to support students to learn independently (85,14). Technically, the assessment of sound and picture clarity still needs to be improved (67.86).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan mahasiswa PGMI dalam mengintegrasikan dan mengembangkan video pembelajaran sains MI berbasis model PBL. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa Prodi PGMI. Data diperoleh melalui lembar observasi, lembar penilaian produk dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa PGMI telah mampu mengintegrasikan dengan baik (82,14) model pembelajaran PBL dalam skenario dan pengembangan video pembelajaran sains di MI. Pembelajaran melalui video berbasis PBL dinilai dapat mendukung siswa untuk belajar mandiri (85,14). Secara teknis, penilaian kejelasan suara dan gambar masih perlu ditingkatkan (67,86)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR FISIKA KELAS X SMA
This classroom action research was conducted to improve the process and achievement of students in learning Physical subject throug implementation of learning model Think Pair Share. This research was conducted in 2022, it iwas implemented in Phyisical subject at class X IPA 2 SMAN 12 Bungo involving 30 students as the research objects. The research was conducted using students’ observation sheet, teacher’s observation sheet, and test. Based on the observation, it could be seen that the students join the class more actively. It was crealy seen that the students’ motivation increased from one cycle to another cycle. The observation sheet showeed that the first cycle was 68,4%, and it was increased in cycle 2, 86,3%. Not only that, the students’ achievements were increased as the process. It was seen from the first cycle test, 56,6% of students pass the standard, it was increased 20 % from the pre test results. And then, it was increased higer in the second cycle, 76,6%.Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Fisika dengan penerapan model pembelajaran Think Pair Share. Penelitian ini dilaksanakan pada semseter ganjil Tahun Ajaran 2021/2022. Penerapan model pembelajaran Think Pair Share dilaksanakan pada pembelajaran Fisika di Kelas X IPA 2 SMAN 12 Bungo dengan melibatkan 30 peserta didik sebagai objek penelitian. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan lembar observasi guru, lembar observasi peserta didik, dan tes. Berdasarkan deskripsi yang dapat dilihat dari lembar observasi, terdapat peningkatan proses belajar siswa dari pra siklus ke siklus pertama dan siklus kedua. Hasil observasi aktivitas belajar peserta didik pada siklus I mencapai 68,4% pada siklus II menjadi 86,3%. Hal yang sama terlihat pada hasil belajar siswa yang semakin meningkat. Setelah penerapan model pembelajaran Think Pair Share, terlihat ada peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 20% dari hasil pre test yaitu 36,6%. Hasil test di siklus pertama, 17 orang peserta didik memperoleh hasil test melewati standar KKM, ini berarti 56, 6% dari seluruh peserta didik mendapatkan nilai yang melewati KKM (70). Hasil tes peserta didik pada siklus II meningkat, peserta didik yang memperoleh ketuntasan sebanyak 23 dari 30 orang peserta didik jika dipersentasekan 76,6%