1,721,551 research outputs found

    Lembah Walennae: lingkungan purba dan jejak arkeologi peradaban Soppeng

    Full text link
    Buku ini menguraikan hasil penelitian yang komprehensif mengenai diversitas kebudayaan dari masa prasejarah hingga masa Kolonial di Soppeng, Wilayah budaya Soppeng yang telah mencuat sejak ditemukannya fosil Fauna dan alat-alat batu di Cabenge, membuat wilayah Soppeng cukup dikenal hingga ke Mancanegara. Hasil penelitian arkeologi dan geologi selama ini meletakkan wilayah Soppeng sebagai daerah yang memiliki bentuk kebudayaan manusia yang tertua di Sulawesi. Sekitar 198.000 tahun yang lalu wilayah ini telah memperlihatkan kemampuan manusia dalam mengeksploitasi sumberdaya alam terutama dengan memperlihatkan sumber batuan untuk digunakan sebagai peralatan dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari. Soppeng yang kita kenal sekarang sesungguhnya telah melalui perjalanan sejarah kebudayaan yang begitu panjang, dan setiap tahapan sejarah yang dilaluinya menyisakan ciri teknologi artefaktur yang masing-masing menandai zamannya. Dengan kajian multidisipliner, buku ini menyajikan berbagai fenomena budaya, kondisi geologis dan kehidupan sosiokultural masyarakat Soppeng. Suatu budaya materi menyimpan memori tentang sistem berpikir, ide-ide inovatif dan gambaran sosiokultural yang harus diungkapkan. Diskursus dalam buku ini berkeinginan menyebarkan fenomena kultural Soppeng sebagai identitas budaya yang berdampak pada aspek moralitas yang harus dipertahankan

    Legislation Fatwa on Guarantee Services and It’s Impact on Sharia Guarantee Business

    Full text link
    Produksi terdiri dari barang dan jasa, kegiatan tersebut meniscayakan pertukaran barang dan/ jasa dengan uang. Dalam syariah jasa dikenal dengan kafalah, ia termasuk pada rumpun akad tabarru’ (tolong-menolong) dan ulama klasik bersepakat bahwa tidak dibolehkan berlaku komersil pada akad jenis ini. Namun seiring berkembangnya kegiatan ekonomi syariah, praktik kafalah bukanlah hal yang dapat terelakkan. Ia menjelma menjadi lembaga keuangan syariah yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi syariah. Untuk itu, pada fatwa DSN-MUI nomor 11/DSN-MUI/IV/2000 tentang Kafalah dikatakan bahwa penjamin dapat menerima imbalan (ujrah) sepanjang tidak memberatkan para pihak. Penelitian menggunakan studi litertaur dimana penulis mengumpulkan pendapata para jumhur ulama baik di masa klasik dan masa kontemporer. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan pemberian ujrah pada akad Kafalah oleh DSN-MUI bertumpu pada kemasalahatan yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada bertindak sebaliknya. Melalui fatwa ini, pemberian ujrah pada kafalah ikut serta menstabilkan (mencegah dan menangani krisis) sistem keuangan nasional.Kata Kunci: DSN-MUI; kafalah; tabarru’; ujrah Abstract:Production consists of goods and services, these activities necessitate the exchange of goods and/services with money. In sharia services known as kafalah, it belongs to the family of tabarru\u27 (mutual help) contracts and classical scholars agree that it is not permissible to apply commercially to this type of contract. However, along with the development of Islamic economic activities, the practice of kafalah is not inevitable. It was transformed into an Islamic financial institution which played an important role in the development of Islamic economics. For this reason, in the DSN-MUI fatwa number 11/DSN-MUI/IV/2000 concerning Kafalah state that the guarantor can receive compensation (ujrah) as long as it won’t be burdensome to the parties. The research uses a literature study where the author collects the opinions of a large number of scholars in both the classical and contemporary times. The conclusion of this study shows that the consideration of giving ujrah in the Kafalah contract by DSN-MUI relies on the problems that arise far greater than acting otherwise. Through this fatwa, giving ujrah to kafalah participates in stabilizing (preventing and dealing with crises) the national financial system. Keywords: DSN-MUI; kafalah; tabarru\u27; ujra

    Jenis Jamur Kayu Makroskopis Sebagai Media Pembelajaran Biologi (Studi di TNGL Blangjerango Kabupaten Gayo Lues)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis yang terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Kecamatan Blangjerango Gayo Lues. Metode yang digunakan observasi dan jelajah yaitu melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian. Luas daerah penelitian adalah 5 Ha yang dibagi menjadi 5 stasiun dan pada masing-masing stasiun dibuat 10 transek sehingga jumlah transek 50 dengan panjang 100 m, lebar kiri dan kanan 20 m. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh 28 spesies jamur terdiri dari 18 genus yaitu Ganoderma, Grifola, Hexagonia, Hirchioporus, Pycnoporus, Tremella, Auricularia, Collybia, Coriolus, Hypholoma, Pleurotus, Phylloporus, Marasmius , Clavaria, Clitocybe, Crepidotus, Rigidoporus, Tremidis, Coriolus, Lactarius, Mycena, Clitocybe, Clitocybula, Pluteus, Pleurotus. Anggota genus yang paling banyak ditemukan adalah genus ganoderma 3 spesies. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa jamur makroskopis tersebut layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi di sekolah. Kata Kunci: Identifikasi, Jamur Makroskopis dan Media Pembelajaran biologi. This research was conducted to investigate the species of wood macroscopic fungi in National Park of Gunung Leuser, Blangjerango Gayo Lues. The methods used were direct observation and survey. The area of research was 5 Ha, divided into 5 stations with 10 transect stations for each. So, the number of transects were 50 transect stations with the length of 100 m, the width of the left and right was 20 m. The data were analyzed by descriptive analysis. The result showed that there were 28 species from 18 genera, namely Ganoderma, Grifola, Hexagonia, Hirchioporus, Pycnoporus, Tremella, Auricularia, Collybia, Coriolus, Hypholoma, Pleurotus, Phylloporus, Marasmius, Clavaria, Clitocybe, Crepidotus, Rigidoporus, Tremidis, Coriolus, Lactarius, Mycena, Clitocybe, Clitocybula, Pluteus, Pleurotus. The most common genera found in the location was 3 species from Ganoderma. It can be concluded that the wood macroscopic fungi in National Park of Gunung Leuser, Blangjerango Gayo Lues is suitable to be used for media in learning biology at school. Keywords: Macroscopic Fungi, Biology Learning and Medi

    MIKROFLORA PADA TEMPOYAK The Microflora of Tempoyak

    Full text link
    Tempoyak is a traditional Bengkulu fermented food prepared from spontaneous fermentation of durian (Durio zibethi- nus) by wild microorganisms. Tempoyak is found not only in Bengkulu but also as long as Sumatera island with differ- ent names, and also in Malaysia. Tempoyak is a Melayu term meaning fermented durian. The research was conducted to identify microflora in tempoyak, and to select the species of microorganisms which were able to ferment durian ef- fectivelly. The data in this study were laboratory analysis. Samples were collected weekly in a month from productions centre of tempoyak and traditional markets, and analyzed microbiologically to determine and identify the bacteria, yeasts and molds in tempoyak. There were four specieses of lactic acid bacteria found in fermented durian namely Pediococcus acidilactici, Lactobacillus plantarum Lactobacillus curvatus and Leuconostoc mesentroides. While two specieses which were not lactic acid bacteria namely Staphylococcus saprophyticus and Micrococcus varians. One species of yeast was Kluyveromyces marxianus. The molds were identified as Rhizopus oryzae, Monilia sitophila, Mucor roxii, Aspergillus repens and Penicillium sp. Among these specieses three specieses were produced lactic acid namelly Rhizopus oryzae, Monilia sitophila,and Mucor roxii. While Aspergillus ripens and Penicillium sp did not pro- duce lactic acid so these specieses might not function in fermentation process. ABSTRAK Tempoyak adalah makanan khas Bengkulu, yang dibuat dari fermentasi spontan daging buah durian (Durio zibet- hinus) oleh mikroorganisme liar. Tempoyak juga bisa dijumpai di berbagai daerah Indonesia di sepanjang pulau Sumatera dengan nama yang berbeda, bahkan sampai ke Malaysia. Istilah tempoyak berasal dari terminolgi Melayu yang artinya adalah durian fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang terdapat pada tempoyak. Data dari penelitian ini adalah data primer dari analisa laboratorium. Sampel tempoyak diambil dari pasar-pasar tradisional yang ada di Bengkulu. Sampel diambil selama satu bulan dengan kisaran waktu satu kali sem- inggu. Mikroorganisme diisolasi dari sampel, dibedakan atas bakteri, khamir dan jamur. Mikroorganisme dimurnikan dan diidentifikasi. Ada empat species bakteri asam laktat pada tempoyak yaitu Pediococcus acidilactici, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus curvatus dan Leuconostoc mesentroides. Ada dua species bakteri, terdapat pada tempoyak yang tidak tergolong kedalam bakteri asam laktat, yaitu Staphylococcus saprophyticus dan Micrococcus varians. Ada satu species dari khamir yang teridentifikasi yaitu Kluyveromyces marxianus. Jamur yang teridentifikasi adalah Rhizo- pus oryzae, Monilia sitophila, Mucor roxii, Aspergillus repens dan Penicillium sp. Diantara spesies-spesies tersebut tiga spesies mampu memproduksi asam laktat yaitu Rhizopus oryzae, Monilia sitophila, dan Mucor roxii. Sedangkan A. ripens dan Penicillium sp. tidak memproduksi asam laktat. Dua spesies ini tergolong species yang tidak menguntung- kan dalam proses fermentasi tempoyak

    Pembelokan Cahaya Dalam Ruang Waktu Kerr-Einsten

    Full text link
    Dalam paper ini, diturunkan persamaan geodesik null dalam ruang waktu Kerr-Einstein empat dimensi dengan menggunakan prinsip bahwa setiap simetri dalam metrik berkaitan dengan vektor Killing. Dari persamaan geodesik null diperoleh sudut pembelokan cahaya di sekitar lubang hitam berotasi dengan menggunakan integral numerik. Berdasarkan hasil perhitungan numerik diperoleh bahwa untuk parameter dampak yang kecil maka sudut pembelokan cahaya sangat bergantung pada momentum sudut lubang hitam

    COCCUS BACTERIA IN FERMENTED DURIAN SPECIFIC FOOD OF BENGKULU

    Full text link
    Coccus bactria is the cell of bacteria formed ball or ellip in 0,5 – 1µm diameter. Fermented durian is the fermented food prepared from spontaneous fermentation of durian (Durio zibethinus)with or without salt by wild bacteria. The sources of data in this study was laboratory analysis. Productions center of fermented durian, traditional markets were sampled for the experiment. Sampels were collected weekly in a month. Samples were analyzed microbiologically to determine and identify bacteria infermented durian. There were two species of coccus bacteria involved in fermented durian namely Pediococcus acidilacticiand Leuconostoc mesentroides. The specieseswere included in lactic acid bacteria.Lactic acid (C2H5COOH) is the organic acid that   can serve as a food preservatio

    ANALISIS KOMPARATIF ABNORMAL RETURN SAHAM JII DAN NON JII SEBELUM DAN SESUDAH LIBUR IDUL FITRI (PERIODE 2009-2013)

    Full text link
    Abstract: The purpose of this research is to examine differences between abnormal returns before and after Idul Fitri holidays on Jakarta Islamic Index stock (JII) compared with shares is not including the Jakarta Islamic Index stock (Non JII). This research is event study with comparative analysis between abnormal return Jakarta Islamic Index stocks (JII) and that is not included in the Jakarta Islamic Index stocks (Non JII). The time of research is about five days before Idul Fitri holidays and five days after the Idul Fitri holidays with period five years from 2009 until 2013. The result of this research is the abnormal returns after Idul Fitri holidays is higher than before the Idul Fitri holidays, both for JII stock and non JII . However, abnormal returns JII stock and non JII is not difference with significant. Keywords : Idul Fitri holidays , Abnormal Retur

    Efektivitas Bakteri Endofit untuk Mengendalikan Antraknosa (Colletotichum capsici) pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum, L.)

    No full text
    Chili production is still low of 7,56 ton/ha compared with the potential production output reached 20-30 ton/ha. One reason is anthracnose diseases. Anthracnose can destroy the planting area chili up to 60% and high yields loss. Several control methods have been done, one of them by using of endophytic bacterial as a biological agent to promote growth and increase plant resistance to disease.105 HalamanTesis Magiste

    Differences In Altruism Behavior Rteviewing From Residence And Gender Of Students Of Smkn 2 Kualuh Selatan And Smk Muhammadiyah 3 Kualuh Hulu In Labuhan Batu Utara Regency

    No full text
    83 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku altruisme ditinjau dari tempat tinggal dan jenis kelamin pada siswa SMKN 2 Kualuh Selatan dan SMK Muammadiyah 3 Kualuh Hulu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Muhammadiyah 3 Kualuh Hulu dan siswa SMKN 2 Kualuh Selatan, yang berada di kabupaten Labuhan Batu Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMKS Muhammadiyah 3 Kualuh Hulu dan siswa siswi SMKN 2 Kualuh Selatan, jumlah siswa yang diteliti sebanyak 100 sampel, tiap sekolah diambil 50 siswa yang terdiri dari 25 orang siswa dan 25 orang siswi . Sejalan dengan landasan teori, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan perilaku Altruisme ditinjau dari tempat tinggal kota dan desa, adanya perbedaan perilaku Altruisme ditinjau dari jenis kelamin pada siswa, adanya pengaruh tempat tinggal dan jenis kelamin terhadap perilaku altruisme. Penelitian menggunakan skala altruisme. Pengumpulan data menggunakan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anova 2 jalur . Hasil analisis diketahui bahwa Terdapat perbedaan perilaku altruisme ditinjau dari tempat tinggal kota dan desa, P = 0.002. sig 0,002 < 0,05. Adanya perbedaan perilaku Altruisme ditinjau dari perilaku altruisme antara laki-laki dan perempuan, P = 0,017. sig 0,017 <0,05.Adanya pengaruh tempat tinggal dan jenis kelamin terhadap perilaku altruisme, P = 0,014. Sig 0,014 <0,05 Dari hasil ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. This study aims to determine differences in altruism behavior in terms of place of residence and gender in students of SMKN 2 Kualuh Selatan and SMK Muammadiyah 3 Kualuh Hulu. The population in this study were students of SMK Muhammadiyah 3 Kualuh Hulu and students of SMKN 2 Kualuh Selatan, which were in Labuhan Batu Utara district. The method used in this research is quantitative. The subjects of this study were students of SMK Muhammadiyah 3 Kualuh Hulu and students of SMKN 2 Kualuh Selatan, the number of students studied was 100 samples, 50 students were taken from each school consisting of 25 students and 25 students. In line with the theoretical basis, the hypothesis proposed in this study is that there are differences in altruism behavior in terms of urban and rural residences, differences in altruism behavior in terms of gender in students, the influence of residence and gender on altruism behavior. The study used an altruism scale. Collecting data using a Likert scale. The data analysis technique used in this study is ANOVA 2 lines. The results of the analysis show that there are differences in altruism behavior in terms of urban and rural residence, P = 0.002. sig 0.002 < 0.05. There are differences in altruism behavior in terms of altruism behavior between men and women, P = 0.017. sig 0.017 < 0.05. The influence of place of residence and gender on altruism behavior, P = 0.014. Sig 0.014 < 0.05 From these results, the proposed hypothesis is accepted

    The Relationship Between Social Support And Anxiety Facing The World Of Work In Takengon 3 State Vocational High School Students

    No full text
    84 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada siswa SMK. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada siswa SMK. Subjek penelitian ini sebanyak 75 siswa-siswi SMK. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial dan skala kecemasan menghadapi dunia kerja. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas pada skala dukungan sosial diperoleh 52 aitem valid dengan koefisien reliabilitas cronbach alpha 0,981. Sedangkan, skala kecemasan menghadapi dunia kerja diperoleh 46 aitem valid dengan koefisien reliabilitas cronbach alpha 0,918. Metode analisis data yang digunakan adalah metode statistik Product Moment Pearson. Koefisien korelasi yang diperoleh adalah r = -0,327 dengan nilai p=0,001 yang berarti nilai p lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Hasil ini menunjukan adanya hubungan negatif antara variabel dukungan sosial dan kecemasan menghadapi dunia kerja pada siswa SMK yang berarti hipotesis diterima. Subjek dalam penelitian ini pada umumnya memiliki dukungan sosial yang rendah (mean empirik = 105,15 dan mean hipotetik = 130), dan mempersepsi dirinya mempunyai kecemasan yang tinggi (mean empirik = 133,31 dan mean hipotetik = 112,5). This study aims to determine the relationship between social support and anxiety in facing the world of work in vocational students. The hypothesis proposed is that there is a negative relationship between social support and anxiety in facing the world of work in vocational students. The subjects of this study were 75 vocational high school students. The sampling technique in this study using purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the social support scale and the anxiety scale in facing the world of work. Based on the validity and reliability tests on the social support scale, 52 valid items were obtained with the Cronbach alpha reliability coefficient of 0.981. Meanwhile, the scale of anxiety in facing the world of work obtained 46 valid items with the Cronbach alpha reliability coefficient of 0.918. The data analysis method used is the Pearson Product Moment statistical method. The correlation coefficient obtained is r = -0.327 with a p value = 0.001, which means that the p value is less than 0.05 (p <0.05). These results indicate a negative relationship between social support variables and anxiety in facing the world of work in vocational students, which means that the hypothesis is accepted. Subjects in this study generally have low social support (mean empiric = 105.15 and mean hypothetical = 130), and perceive themselves to have high anxiety (mean empiric = 133.31 and mean hypothetical = 112.5)
    corecore