Jurnal Agroindustri
Not a member yet
    236 research outputs found

    EVALUATION OF THE BLACK GARLIC FERMENTATION CHRACTERISTIC USING CAMION (BLACK GARLIC FERMENTATION MACHINE)

    Full text link
    This study was to determine how the effect of fermentation time affected characteristics of black garlic using CAMION with a fermentation period of 10-20 days with an interval of 2 days and a temperature of 70 ± 1?C and a humidity of 70 ± 1%. The study used a Randomized Block Design (RCBD) with one factor, namely the fermentation time. There were 6 levels used in this study, namely 10 days, 12 days, 14 days, 16 days, 18 days, and 20 days with 3 repetitions. Dependent variables were water content, yield, physical color test, organoleptic, and e-nose. Data were analyzed using Microsoft Office Excel 2010, SPSS, if the significance value was significantly different, then the LSD test was performed at 5%. Organoleptic data were analyzed using the Friedman test, while electronic nose results were analyzed using the Minitab15 Statistical Software. Based on the results of the study, the fermentation time significantly affected the yield, water content, brightness color (L), reddish color (a *), yellowish color (b*). The fermentation time does not significantly affect the aroma of black onions, but it does have a significant effect on the color, texture, and taste of black onions. The scent that results from the analysis of the electronic nose showed that there was a difference in aroma between CAMION black onions and samples already on the market.

    STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TRADISIONAL DADIAH DI PROVINSI SUMATERA BARAT

    Full text link
    Dadiah merupakan salah satu makanan tradisional Sumatera Barat yang nyaris puna dan tidak dikenal oleh generasi muda. Setelah dilakukan penelitian tentang pemetaan, nilai tambah dan preferensi konsumen terhadap dadiah, maka upaya agar produk berbasiskan kearifan local dapat bertahan, dilakunak pengembangan produk. Untuk itu Penelitian ini bertujuan mendapatkan posisi dan strategi pengambangan agroindustri dadiah di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan sample ditentukan secara sengaja (purposive sampling) sebanyak 35 orang, yaitu pengusaha dadiah, pakar peneliti, lembaga pendukung, dan panelis preferensi konsumen. Posisi strategis agroindustri dadiah di Provinsi Sumatera Barat berada pada sel V yakni growth konsentrasi melalui integrasi horizontal. Posisi ini menunjukkan bahwa produk dadiah yang menjadi produk unggulan agroindustri yang dikembangkan produk atau jasa. Strategi pengembangan produk dadiah di Provinsi Sumatera Barat dengan cara promosi, mengembangkan olahan dadiah yang memiliki umur simpan yang lama, penetapan harga yang murah dari pesaing, pengurusan perizinan untuk dapat memperluas pasar

    ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN PEMBUATAN INOKULUM FUNGI SEBAGAI PENDEGRADASI LIMBAH PADAT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat fungi yang mampu dalam mendegradasi bagas tebu. Mengetahui pengaruh substrat jagung dan onggok terhadap pertumbuhan isolat fungi. Mengetahui bobot dan ratio C/N bagas tebu yang diberi inokulum fungi yang diambil dari media jagung dan onggok. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Lampung. Bulan November 2023 s.d April 2024.  Penelitian dilakukan secara faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Faktor pertama jenis substrat; jagung dan onggok.  Faktor kedua adalah isolat yang digunakan yaitu isolate Trichoderma sp komersial isolat fungi diduga Trichoderma sp., isolat diduga fungi Coprinus sp., isolat diduga fungi Neurospora sp., dengan pengulangan 3 kali.  Parameter yang diamati adalah jumlah inokulum, bobot degradasi bagas tebu dan rasio C/N.  Data heterogen dan tidak normal, dilakukan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf 5%. Uji Kruskal-Wallis tidak menunjukkan adanya beda nyata akibat perlakuan.  Hasil yang diperoleh adalah isolat yang mampu mendegradasi bagas tebu, yaitu diperolehnya sembilan isolat, tujuh diantaranya termasuk genus Trichoderma, satu genus Coprinus dan satu genus Neurospora. ubstrat jagung dan onggok dapat digunakan sebagai media alternatif dalam pembuatan inokulum fungi, dimana keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap respon jumlah inokulum.  Penurunan bobot serta rasio C/N selama 28 hari dengan pemberian inokulum fungi tidak menunjukkan hasil yang baik

    PEMILIHAN TATA LETAK OPTIMAL GUDANG PENYIMPANAN BENIH PADI PADA GUDANG PT. X DI SUBANG, JAWA BARAT

    Full text link
    PT. X merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi benih padi, dengan salah satu fasilitas penyimpanannya adalah gudang OECF-B. Saat ini, sistem penyimpanan di gudang tersebut menggunakan metode random storage, yaitu penempatan pallet benih pada area penyimpanan yang tersedia secara fleksibel tanpa pola atau aturan tertentu. Meskipun sistem ini memberikan keleluasaan dalam penempatan, penerapannya cenderung menyebabkan pemanfaatan ruang yang kurang optimal serta menurunkan efisiensi operasional gudang. Permasalahan tersebut diatasi dengan melakukan perancangan ulang tata letak gudang yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyimpanan. Penelitian ini difokuskan pada optimalisasi tata letak gudang OECF-B dengan membandingkan tiga metode penyimpanan, yaitu random storage, class-based storage, dan shared storage. Evaluasi dilakukan berdasarkan beberapa parameter utama, meliputi tingkat utilitas ruang, kapasitas penyimpanan, serta jarak tempuh material handling. Melalui analisis komparatif, setiap metode dinilai untuk memperoleh konfigurasi tata letak yang paling efisien dalam aspek pemanfaatan ruang dan operasional gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode class-based storage memberikan kinerja tata letak paling efisien dibandingkan dua metode lainnya. Metode ini menghasilkan tingkat utilitas sebesar 133%, kapasitas penyimpanan 580 palet, dan jarak tempuh material handling sebesar 29.525,686 meter. Sehingga, penerapan class-based storage dinilai mampu meningkatkan efisiensi ruang, mengurangi jarak perpindahan material, serta mendukung peningkatan produktivitas dan efektivitas sistem penyimpanan benih padi di gudang OECF-B.PT. X merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi benih padi, dengan salah satu fasilitas penyimpanannya adalah gudang OECF-B. Saat ini, sistem penyimpanan di gudang tersebut menggunakan metode random storage, yaitu penempatan pallet benih pada area penyimpanan yang tersedia secara fleksibel tanpa pola atau aturan tertentu. Meskipun sistem ini memberikan keleluasaan dalam penempatan, penerapannya cenderung menyebabkan pemanfaatan ruang yang kurang optimal serta menurunkan efisiensi operasional gudang. Permasalahan tersebut diatasi dengan melakukan perancangan ulang tata letak gudang yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyimpanan. Penelitian ini difokuskan pada optimalisasi tata letak gudang OECF-B dengan membandingkan tiga metode penyimpanan, yaitu random storage, class-based storage, dan shared storage. Evaluasi dilakukan berdasarkan beberapa parameter utama, meliputi tingkat utilitas ruang, kapasitas penyimpanan, serta jarak tempuh material handling. Melalui analisis komparatif, setiap metode dinilai untuk memperoleh konfigurasi tata letak yang paling efisien dalam aspek pemanfaatan ruang dan operasional gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode class-based storage memberikan kinerja tata letak paling efisien dibandingkan dua metode lainnya. Metode ini menghasilkan tingkat utilitas sebesar 133%, kapasitas penyimpanan 580 palet, dan jarak tempuh material handling sebesar 29.525,686 meter. Sehingga, penerapan class-based storage dinilai mampu meningkatkan efisiensi ruang, mengurangi jarak perpindahan material, serta mendukung peningkatan produktivitas dan efektivitas sistem penyimpanan benih padi di gudang OECF-B

    PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) BERAS PADA PABRIK BERAS SUKORENO MAKMUR

    Full text link
    Rantai pasokan mencakup keseluruhan operasi perusahaan yang bertujuan memenuhi permintaan konsumen, ditandai dengan aliran dan transformasi barang dari bahan baku ke konsumen akhir, sekaligus memfasilitasi aliran informasi dan sumber daya keuangan. Penilaian kinerja rantai pasokan berfungsi untuk memantau dan mengatur rantai pasokan, serta untuk menggambarkan area untuk peningkatan untuk membangun keunggulan kompetitif. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan struktur dan dinamika rantai pasokan, mengevaluasi kinerjanya, dan mengusulkan rekomendasi untuk perbaikan terkait indikator nilai rendah, dengan tujuan meningkatkan kinerja rantai pasokan di Pabrik Padi Sucoreno. Evaluasi kinerja rantai pasokan dilakukan dengan menggunakan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan metodologi Analytical Hierarchy Process (AHP). Penilaian kinerja dilakukan melalui identifikasi dan validasi Indikator Kinerja Utama (KPI) oleh para ahli, yang kemudian dinormalisasi, ditimbang, dan digunakan untuk mengukur kinerja rantai pasokan. Akibatnya, rantai pasokan beras Pabrik Beras Sukoreno Makmur menghasilkan 29 KPI, dengan peringkat kinerja rantai pasokan secara keseluruhan 79,88 (menunjukkan kinerja yang baik/good), di samping identifikasi 4 KPI dengan nilai terendah yang memerlukan prioritas untuk perbaikan yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan bahan baku, pemeliharaan mesin, proses produksi, dan pelatihan karyawan

    EVALUASI BUSA POLIURETAN FLEKSIBEL BIODEGRADABLE BERBASIS POLIOL MINYAK KELAPA SAWIT: KEMAMPUAN BIODEGRADASI DALAM AIR LAUT

    Full text link
    Bahan baku utama busa poliuretan fleksibel (PUF) adalah poliol yang berasal dari turunan minyak bumi. Poliol tersebut membutuhkan waktu lama untuk terurai. Sintesis PUF dari poliol minyak kelapa sawit dapat meningkatkan kemampuan biodegradasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan biodegradasi PUF berbasis poliol minyak kelapa sawit dalam air laut. Minyak kelapa sawit diubah menjadi poliol melalui reaksi epoksidasi dan hidroksilasi. Poliol minyak kelapa sawit disubstitusi dengan PEG-400 dan poliol komersial untuk meningkatkan karakteristik PUF. Sistem poliol (poliol minyak kelapa sawit 60%:PEG-400 40%; poliol minyak kelapa sawit 50%:PEG-400 50%;  poliol minyak kelapa sawit 60%:poliol komersial 40%;  poliol minyak kelapa sawit 50%:poliol komersial 50%) direaksikan dengan toluen diisosianat (TDI) untuk membentuk PUF.  Perlakuan pada penelitian ini adalah PUF dengan komposisi poliol yang berbeda (PUF1, PUF2, PUF3, PUF4, dan Kontrol). PUF dilakukan biodegradasi di dalam air laut selama 30 hari. Penurunan berat sampel busa diukur setiap lima hari. Pengamatan FTIR, XRD, TGA, dan SEM dilakukan setelah sampel terurai selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUF1 memiliki kemampuan biodegradasi tertinggi dalam air laut, dengan susut berat sebesar 44%. FTIR menunjukkan bahwa ikatan ester pada PUF1 telah terurai dan menghilangnya puncak serapan gugus isosianat (-NCO) akibat proses biodegradasi. XRD mengidentifikasi adanya kristal PEG-400 yang membutuhkan waktu untuk terurai. Namun PEG-400 lebih mudah terurai dibandingkan poliol komersial. SEM menunjukkan bahwa permukaan PUF1 menjadi kasar dan kerangka sel busa menjadi rusak

    FORMULASI HARD CANDY TINGGI ANTIOKSIDAN DENGAN PENAMBAHAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl)

    Full text link
    Cabe jamu mengandung antioksidan yang tinggi sehingga mampu menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Namun, konsumsi langsung produk herbal seringkali kurang menarik bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan antioksidan permen keras melalui penambahan ekstrak cabe jamu dan untuk mengkarakterisasi sifat fisik, kimia, dan sensorik dari produk yang dihasilkan. Permen keras diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ekstrak cabe jamu (0 g, 10 g, dan 16 g) dan rasio sukrosa-ke-glukosa yang berbeda (60:50 g dan 70:40 g), menghasilkan enam formulasi. Desain faktorial acak (CRD) sepenuhnya digunakan. Permen yang dihasilkan dianalisis untuk pH, warna (RGB), waktu pembubaran, aktivitas antioksidan, dan atribut sensorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 4 yang terdiri dari 10 g ekstrak cabe jamu dan rasio sukrosa-ke-glukosa 70:40 adalah yang paling disukai oleh panelis. Formulasi ini menunjukkan aktivitas antioksidan 49,44%, kandungan gula pereduksi 9,03%, nilai pH 4,46, waktu pelarutan 23 menit, dan nilai warna RGB 67,59. Penambahan ekstrak cabe jamu berhasil meningkatkan sifat fungsional permen keras, dengan formulasi 4 menunjukkan karakteristik keseluruhan terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan dan penerimaan sensorik

    MINIMIZING OXIDATION AND MICROBIAL CONTENT IN BEEF SAUSAGES THROUGH THE INCLUSION OF SENDUDUK (Melastoma malabathricum L) LEAF POWDER

    Full text link
    Sausages are a popular food item in Indonesia, often sold by vendors along the roadside or in wheelbarrows. However, this selling method carries a risk of contamination, which can lead to spoilage. While synthetic preservatives can help, they may also pose health risks to consumers. The addition of natural ingredients, such as senduduk (Melastoma malabathricum L.) leaf powder (SLP), into sausage production, can be an alternative solution. This study aimed to evaluate the effects of SLP on the oxidation, microbial content, and physical properties of beef sausages.  This study used a Completely Randomized Design with varying concentrations of SLP (0%, 0.5%, 1%, and 1.5% w/w) across four replications. The Thiobarbituric Acid (TBA) number, Total Plate Count (TPC), pH, cooking yield, water holding capacity (WHC), tenderness, and folding test were determined. The results demonstrated that adding SLP effectively reduced both the TBA number and the total plate count in the sausages at all tested concentrations. It also lowered the pH on the first day of storage and decreased the water holding capacity (WHC) when added at a concentration of 1.5%. Additionally, it influenced the results of the folding test. However, no significant differences were observed in the cooking yield and tenderness of the sausages. In conclusion, the addition of SLP into sausage production can effectively reduce oxidation and microbial content in beef sausages

    KARAKTERISTIK SERBUK INSTAN CASCARA ARABICA MENGGUNAKAN BULKING AGENT GUM ARAB METODE FOAM MAT DRYING

    Full text link
    Cascara Arabica merupakan kulit kering buah kopi Arabica yang umumnya disajikan dengan cara diseduh seperti teh, sehingga dikenal sebagai cascara tea. Cascara Arabica berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi serbuk minuman instan sebagai upaya diversifikasi produk. Pembuatan serbuk instan dengan metode foam mat drying memerlukan penambahan gum arab sebagai bulking agent yang berperan menambah total padatan, meningkatkan volume, melapisi komponen rasa, serta melindungi bahan dari kerusakan akibat panas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh rasio ekstrak air cascara Arabika dan gum arab terhadap karakteristik fisik dan kimia serbuk instan cascara Arabika. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu rasio ekstrak air cascara Arabika dan gum arab, yang terdiri atas lima taraf perlakuan dengan empat ulangan, yaitu P1 = 95:5, P2 = 90:10, P3 = 85:15, P4 = 80:20, dan P5 = 75:25. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf signifikansi 5% (α = 5%) guna membandingkan perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan proporsi ekstrak air cascara Arabica dan peningkatan proporsi gum arab cenderung menurunkan kadar air, kadar flavonoid total, densitas kamba, angle of repose, serta kelarutan (waktu larut) dalam air panas maupun dingin. Sebaliknya, perubahan rasio tersebut meningkatkan kadar abu dan aktivitas antioksidan serbuk instan cascara Arabica yang dihasilkan. Secara keseluruhan, perlakuan dengan rasio ekstrak air cascara Arabica dan gum arab 75:25 memberikan karakteristik fisik dan kimia terbaik untuk serbuk instan cascara Arabica.Cascara Arabica merupakan kulit kering buah kopi Arabica yang umumnya disajikan dengan cara diseduh seperti teh, sehingga dikenal sebagai cascara tea. Cascara Arabica berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi serbuk minuman instan sebagai upaya diversifikasi produk. Pembuatan serbuk instan dengan metode foam mat drying memerlukan penambahan gum arab sebagai bulking agent yang berperan menambah total padatan, meningkatkan volume, melapisi komponen rasa, serta melindungi bahan dari kerusakan akibat panas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh rasio ekstrak air cascara Arabika dan gum arab terhadap karakteristik fisik dan kimia serbuk instan cascara Arabika. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu rasio ekstrak air cascara Arabika dan gum arab, yang terdiri atas lima taraf perlakuan dengan empat ulangan, yaitu P1 = 95:5, P2 = 90:10, P3 = 85:15, P4 = 80:20, dan P5 = 75:25. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf signifikansi 5% (α = 5%) guna membandingkan perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan proporsi ekstrak air cascara Arabica dan peningkatan proporsi gum arab cenderung menurunkan kadar air, kadar flavonoid total, densitas kamba, angle of repose, serta kelarutan (waktu larut) dalam air panas maupun dingin. Sebaliknya, perubahan rasio tersebut meningkatkan kadar abu dan aktivitas antioksidan serbuk instan cascara Arabica yang dihasilkan. Secara keseluruhan, perlakuan dengan rasio ekstrak air cascara Arabica dan gum arab 75:25 memberikan karakteristik fisik dan kimia terbaik untuk serbuk instan cascara Arabica

    PENDEKATAN METODE PERAMALAN UNTUK OPTIMALISASI PERMINTAAN BOLU KEMOJO PADA UMKM ALIN CAKE AND BAKERY

    Full text link
    Alin Cake and Bakery adalah sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengkhususkan diri dalam memproduksi makanan ringan, salah satunya adalah bolu kemojo. Setiap bulannya, usaha ini mengalami fluktuasi dalam penjualan bolu kemojo. Namun, saat ini mereka masih mengandalkan intuisi dari pemiliknya untuk menentukan jumlah produk yang akan dijual. Akibatnya, terkadang terjadi kekurangan atau kelebihan produk pada beberapa bulan tertentu. Agar bisa mencapai keuntungan maksimum, UMKM Alin Cake and Bakery perlu mencari metode peramalan permintaan yang lebih akurat. Dalam penelitian ini, tujuannya adalah mengevaluasi berbagai model peramalan yang dapat diterapkan dengan tepat pada UMKM Alin Cake and Bakery. Beberapa metode peramalan yang digunakan adalah moving average (4 periode), exponential smoothing (α = 0,1), dan metode Holt (α = 0,2, β = 0,4). Setelah menganalisis data penjualan bolu kemojo dari Januari hingga Desember tahun 2021 dan 2022, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terbaik yang dapat digunakan untuk meramalkan permintaan bolu kemojo pada Januari 2023 adalah metode Holt. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa metode Holt memiliki nilai galat MAPE terkecil, yaitu sebesar 18,26%, dibandingkan dengan kedua model lainnya. Oleh karena itu, peramalan permintaan dengan menggunakan metode Holt menghasilkan angka 1.552 bolu kemojo yang sebaiknya diproduksi pada Januari 2023. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan UMKM Alin Cake and Bakery dapat mengoptimalkan produksi dan meminimalkan potensi kerugian akibat ketidaksesuaian antara permintaan dan produksi bolu kemojo

    193

    full texts

    236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agroindustri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇