29 research outputs found
PELAYANAN HAJI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
ABSTRAK
PELAYANAN HAJI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Oleh :
Rayhanul Afiq Gusnanda P
NIM. 11770513617
Penelitian ini dilakukan pada kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota. Latar belakang penelitian ini didasarkan keterkaitan penulis untuk melakukan penelitian terhadap pelayanan haji menggunakan SISKOHAT. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pelayanan Haji Menggunakan Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota dan apa yang menjadi kendala yang dihadapi dalam Pelayanan Haji Menggunakan Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode analisis yg digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Informan dalam penelitian ini keseluruhannya berjumlah 8 orang . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka dapat di simpulkan bahwa Dalam Pelayanan Haji Menggunakan Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), Standar Pelayanan SISKOHAT mengacu pada ISO 2009 dengan tujuan mempermudah pelayanan kepada masyarakat terutama dalam pendaftaran dan pembatalan haji. Kendala dalam Pelayanan Haji Menggunakan Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), masih terkendala dengan kurang kompetennya Sumber Daya Manusia yang ada, dikarenakan kurangnya pelatihan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia serta keterbatasan perangkat dan jaringan sehingga berdampak pada waktu penerbitan.
Kata Kunci : Pelayanan, SISKOHA
Katam Kaji: Resepsi Al-Qur’an Masyarakat Pauh Kamang Mudiak Kabupaten Agam
Katam Kaji merupakan sebuah tradisi atau perayaan bagi anak-anak yang telah selesai “mengaji” di surau, MDA (Madrasah Diniyah Awwaliyah), atau TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Pelaksanaannya melibatkan semua elemen masyarakat. Secara sosio-antropologis, tradisi ini lahir dalam rangka mensyiarkan ajaran Islam (perintah membaca al-Qur’an) di tengah kehidupan beragama masyarakatnya. Selain itu, melalui tradisi ini juga terdapat upaya penanaman rasa cinta dalam hati masyarakat terutama peserta yang mengikutinya untuk membaca kitab suci umat Islam tersebut. Secara tidak langsung, tradisi ini menjadi sarana dan media bagi tokoh agama dalam mengedukasi umat untuk mengamalkan ajaran Islam.
SIMBOLISME DALAM TRADISI KATAM KAJI MASYARAKAT PAUH NAGARI KAMANG MUDIAK KABUPATEN AGAM
Masyarakat muslim di Indonesia memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri dalam mempraktikkan ajaran agamanya. Termasuk tentang bagaimana cara memotivasi anak-anak untuk belajar al-Qur’an, seperti yang terdapat dalam tradisi Katam Kaji masyarakat Pauh. Tidak hanya itu, dalam tradisi tersebut terkandung juga nilai-nilai budaya dan ajaran Islam yang diekspresikan dalam bentuk simbolik dan praktik. Keduanya memiliki makna dan fungsi tersendiri bagi masyarakat setempat. Makna simbolik itu terdapat dalam atribut yang digunakan ketika acara berlangsung, seperti: pakaian kebesaran, gelar adat, dan mushaf al-Qur’an. Sedangkan makna praktik yang menjadi esensi dari tradisi ini terkandung dalam setiap interaksi dan komunikasi yang terbangun selama acara berlangsung
Mambadakan Paja: Pergumulan Islam dan Tradisi Lokal di Nagari Kamang Mudiak Kabupaten Agam Sumatera Barat
A child's birth in Islamic teachings will be welcomed with akikah, but the archipelago people have local traditions in welcoming this event. The dialectic between religious teachings and local traditions gave birth to new traditions: assimilation or acculturation of Islamic teachings and community traditions. The tradition of holding Paja in Nagari Kamang Mudiak, Agam Regency, West Sumatra, is one of the traditions born from the Islamic dialectic process and the Minangkabau's local culture people. This research aims to describe the tradition of carrying out Paja due to the dialectic of akikah teaching in Islam as a guide to the Prophet's Sunnah in the socio-cultural context of the society in the Religion District of West Sumatra. This research is qualitative research using a phenomenological approach and cultural interpretation. This research found that society tries to articulate Islamic teachings about akikah sunna contextually. The old and young dialectic influences the implementation of this tradition in its development in Minangkabau. This dialectic patterned its implementation into two models, namely traditionalist and modernist. The tradition of making the Paja continues with both models. As for the motive for the implementation of this tradition is for theological and cultural reasons
Mambadakan Paja: Pergumulan Islam dan Tradisi Lokal di Nagari Kamang Mudiak Kabupaten Agam Sumatera Barat
A child's birth in Islamic teachings will be welcomed with akikah, but the archipelago people have local traditions in welcoming this event. The dialectic between religious teachings and local traditions gave birth to new traditions: assimilation or acculturation of Islamic teachings and community traditions. The tradition of holding Paja in Nagari Kamang Mudiak, Agam Regency, West Sumatra, is one of the traditions born from the Islamic dialectic process and the Minangkabau's local culture people. This research aims to describe the tradition of carrying out Paja due to the dialectic of akikah teaching in Islam as a guide to the Prophet's Sunnah in the socio-cultural context of the society in the Religion District of West Sumatra. This research is qualitative research using a phenomenological approach and cultural interpretation. This research found that society tries to articulate Islamic teachings about akikah sunna contextually. The old and young dialectic influences the implementation of this tradition in its development in Minangkabau. This dialectic patterned its implementation into two models, namely traditionalist and modernist. The tradition of making the Paja continues with both models. As for the motive for the implementation of this tradition is for theological and cultural reasons
Sistem Informasi Akademik pada SMA Negeri 3 Padangsidimpuan
Kajian ini untuk membangun satu sistem pemograman database, mengenai sistem
informasi Akademik pada SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Berdasarkan data riset
yang telah dikaji, sistem dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak
Microsofft Visual Basic 6.0, SQL Server 2000, Crystal Report. Sistem ini meliputi
penginputan masukan data yang berkaitan dengan data guru, siswa, dan absensi.
Objektif utama dalam sistem ini adalah meningkatkan kinerja pengolahan data
rancangan antar muka yang diperoleh lebih dulu.65 HalamanKertas Karya Diplom
Membangun Sistem Informasi Geografis Peta Persebaran Wifi ID di Kota Medan Berbasis Website
This task aims to provide an application system that can be used easily in doing
work and to support in decision-making. This application is designed to suit the
needs of the information more advanced along with the development of computer
technology very quickly, both in terms of hardware and software. Thus, the design
of an information system that requires data and accurate information so that the
information system designed can meet needs as desired. For that the author will
discuss the "building geographic information system map distribution of the
Wifi.ID in the Medan City" system includes modules input data relating to the
locations of the existing Wifi.ID in the city of Medan. It also includes data output
modules that are associated with the input data.Tugas ini bertujuan untuk memberikan suatu aplikasi sistem yang dapat
digunakan dengan mudah dalam melakukan pekerjaan dan untuk mendukung
dalam pengambilan keputusan. Aplikasi ini dirancang sesuai dengan kebutuhan
informasi yang semakin maju seiring dengan perkembangan teknologi komputer
yang sangat cepat, baik dari segi perangkat keras dan perangkat lunak. Dengan
demikian, perancangan suatu sistem informasi yang memerlukan data dan
informasi yang akurat agar sistem informasi yang dirancang dapat memenuhi
kebutuhan yang sesuai yang diinginkan. Untuk itu penulis akan membahas
“Membangun Sistem Informasi Geografis Peta Persebaran Wifi.ID di Medan”
Sistem ini meliputi modul-modul masukan data yang berkaitan dengan lokasilokasi
Wifi.ID yang ada di kota Medan. Selain itu juga meliputi modul-modul
keluaran data yang berkaitan dengan data masukan tersebut.Kertas Karya Diplom
KAJIAN BERBAGAI WAKTU EQUILIBRASI DENGAN BAHAN PENGENCER SARI KEDELAI TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA SAPI PESISIR
Pembibitan sapi potong merupakan sumber utama sapi bakalan bagi usaha
penggemukan sapi potong di Indonesia. Selain itu, sapi asal impor dari Australia
juga merupakan sumber sapi bakalan yang makin penting bagi usaha
penggemukan, walaupun perannya masih relatif kecil, hal ini menunjukkan bahwa
sumber utama daging sapi bagi konsumsi nasional masih tergantung pada usaha
pembibitan di dalam negeri yang berupa peternakan rakyat. (Hadi dan Ilham,
2002)
STUDI AKSESIBILITAS TUNADAKSA PADA INTERIOR SLB-D YPAC SURAKARTA
Penelitian ini merupakan pengkajian mengenai kesesuaian aksesibilitas yang diterapkan di SLB-D YPAC Surakarta. Aksesibilitas merupakan bagian dari studi desain interior yang perlu untuk diperhatikan agar kenyamanan dapat dirasakan oleh semua orang termasuk penderita disabilitas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana standar aksesibilitas pada ruang interior dan bagaimana kesesuaian aksesibilitas yang ada di SLB-D YPAC Surakarta berdasarkan pedoman Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2017 Tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung serta tingkat kenyamanan pada aksesibilitas interior berdasarkan kenyamanan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi yaitu metode penelitian yang menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan angket. Setiap unit data yang diperoleh dari berbagai sumber selalu dikomparasikan dengan data yang lain untuk menemukan beragam hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak fasilitas interior yang belum memenuhi standar aksesibilitas berdasarkan pedoman Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2017 dan berdasarkan kenyamanan siswa dalam penggunaannya. Ketidaksesuaian tersebut membuat siswa harus menyesuaikan agar fasilitas aksesibilitas interior tetap dapat digunakan.
Kata Kunci : Aksesibilitas, Disabilitas, Interior, SLB-D YPAC Surakarta
Respect For The Red White Flag in The Understanding of Syataryah and Muhammadiyah Communities: A Comparative Study
The aims of this study was to gain an understanding of the Syatariyah tariqat community and the Muhammadiyah Organization regarding respect for the red and white flag. In this study, the author uses a qualitative method (field research) with a comparative approach (compare). In this study, the respondents were cadres and communities connected to the Syatariyah tariqat and Muhammadiyah organizations. This study found that the opinion of the Syatariyah and Muhammadiyah people regarding respect for the Red and White Flag is something that must be done as an Indonesian citizen. Because the respect that the people show for the flag is a form of love for the State of Indonesia and remembers the struggle of the nation's heroes in expelling the colonialists and liberating their country. In addition, the respect done to the Red and White Flag is a form of ta'zim (glorification) not in the form of ta'abud (worship). Then, the values contained in respect for the Red and White Flag have the most important things for the Indonesian people, namely the Value of Commemorating the History of the Struggle, Nationalist Values, telorance Values, and the Value of Unifying the Nation
